Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk Alrizca Trydillah1. Agus Perdana Windarto2. M Fauzan3 1Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. STIKOM Tunas Bangsa. Pematangsiantar 2,3Dosen STIKOM Tunas Bangsa. Pematangsiantar 1alrizcatrydillah@gmail. com, 2agus. perdana@amiktunasbangsa. fauzan@amiktunasbangsa. Abstract Termination of Employment (PHK) for employees is a thing that is very avoided for every employee, it stops there based on their own request, but there is also a reason for regulations that no longer allow the employee to continue his work. Cases of termination of employment . against employees in a company often occur. In PT. PP London Sumatera Indonesia. Tbk precisely in the office of the Bah Lias Research Station (BLRS) there were 76 employees laid off. And in the Bah Lias Estate (BLE) office there were 21-22 employees who were laid off. The company will make efficiency because of the excess ratio. Standardization ratio set by the company is 0. But the company has exceeded the existing ratio. The service period in the company is 55 years old. After 55 years the company will retire the worker according to the applicable law (Law 13 of 2. For employees affected by the R program from the company, their rights will be paid according to applicable laws. In this efficiency, there are 4 R program criteria, namely: lose day is workers who are often absent while working or are absent, unproductive are workers who do not have work or workers who are often sick, nearing The service period in the company is 55 years old, so it is required to retire if the work period has reached 55 years. And the last criterion is undisciplined is workers who are late for work hours and are absent from work. Keywords: SPK. Analytic Network Process (ANP). Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Abstrak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan merupakan hal yang sangat dihindari bagi setiap karyawan, itu berhenti ada yang didasarkan permintaan sendiri, tapi ada juga atas alasan karena peraturan yang sudah tidak memungkinkan lagi karyawan tersebut meneruskan Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan dalam suatu perusahaan sering terjadi. Dalam PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk tepatnya di kantor Bah Lias Reseacrh Station (BLRS) tercatat ada 76 orang karyawan yang di PHK. Dan di kantor Bah Lias Estate (BLE) tercatat ada 21-22 orang karyawan yang terkena PHK. Perusahaan akan melakukan efesiensi dikarenakan rasio berlebih. Standarisasi rasio yang ditetapkan perusahaan yaitu 0,16. Tapi perusahaan tersebut sudah melebihi rasio yang ada. Masa dinas di perusahaan berlaku berumur 55 Setelah berumur 55 tahun perusahaan akan mempensiunkan si pekerja menurut UU yang berlaku (UU 13 Tahun 2. Bagi karyawan yang terkena program R dari perusahaan hak-hak nya akan dibayar sesuai undang-undang yang berlaku. Dalam efisiensi tersebut memiliki 4 kriteria program R yaitu: lose day ialah pekerja yang banyak mangkir saat bekerja atau titip absen, unproduktif ialah pekerja yang tidak memiliki pekerjaan atau pekerja yang sering sakit, mendekati masa pensiun. Masa dinas di perusahaan berlaku berumur 55 tahun maka diwajibkan pensiun bila masa kerja sudah mencapai 55 tahun. Dan kriteria terakhir adalah tidak disiplin ialah pekerja yang terlambat masuk jam kerja dan mangkir dalam bekerja. Kata kunci: SPK. Analytic Network Process (ANP). Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PENDAHULUAN Ketika seorang karyawan diterima pada suatu perusahaan tempatnya bekerja maka hal tersebut telah terjadi hubungan dalam rekan kerja. Dengan hubungan tersebut setiap Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik karyawan saling terikat dengan karyawan lain dalam suatu perusahaan (T. Perusahaa. Dalam hubungan dunia kerja yang menimbulkan keterkaitan dengan yang lainnya, setiap pihak mempunyai hak dan kewajiban terhadap yang lain. Setelah hubungan rekan kerja terjadi maka pemutusan hubungan kerja akan terjadi juga, setiap hak dan kewajiban harus dipenuhi sesuai dengan aturan yang sudah di setujui bersama (Rhomastry, 2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah berhentinya hubungan kerja sama antara karyawan dengan perusahaan, karena ketentuan yang telah disepakati bersama (D. Andrianto et al. , 2. Mendengar istilah itu, yang terfikir adalah pemecatan sepihak oleh perusahaan karena kesalahan saat bekerja. Dengan begitu pemberhentian karyawan tentu sangat berpengaruh terhadap karyawan tersebut. Pengaruh terhadap diberhentikannya karyawan dari pekerjaannya tersebut maka karyawan tidak dapat lagi memenuhi kebutuhannya secara maksimal . PT. PP. London Sumatera Indonesia Tbk, yang berkantor di jalan Ahmad Yani NO. Medan-Sumatera Utara pada tahun 1904, berdasarkan Akta Notaris Raden Kadirman No. 93 tanggal 18 Desember 1963. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. A5/ 121/ 20 Tanggal 14 September 1963, tambahan No. Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan dalam suatu perusahaan sering terjadi. Dalam PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk tepatnya di kantor Bah Lias Reseacrh Station (BLRS) tercatat ada 76 orang karyawan yang di PHK. Dan di kantor Bah Lias Estate (BLE) tercatat ada 21-22 orang karyawan yang terkena PHK. Perusahaan akan melakukan efesiensi dikarenakan rasio berlebih. Rasio adalah kemampuan tenaga perorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam 1 hektar. Rasio termasuk budget atau ketetapan dari perusahaan. Standarisasi rasio yang ditetapkan perusahaan yaitu 0,16. Tapi perusahaan tersebut sudah melebihi rasio yang ada. WD/hektar = 0,16. WD adalah work in days . ekerjaan 1 har. Masa dinas di perusahaan berlaku berumur 55 tahun. Setelah berumur 55 tahun perusahaan akan mempensiunkan si pekerja menurut UU yang berlaku (UU 13 Tahun 2. Bagi karyawan yang terkena program R dari perusahaan hak-hak nya akan dibayar sesuai undang-undang yang Dalam efisiensi tersebut memiliki 4 kriteria program R yaitu: lose day ialah pekerja yang banyak izin saat bekerja atau tidak masuk dengan alasan tertentu, unproduktif ialah pekerja yang tidak memiliki pekerjaan atau pekerja yang sering sakit, mendekati masa pensiun ialah masa dinas di perusahaan berlaku berumur 55 tahun maka diwajibkan pensiun bila masa kerja sudah mencapai 55 tahun. Dan kriteria terakhir adalah in disipliner ialah pekerja yang tidak disiplin saat bekerja. Yang dimaksud tidak disiplin ialah pekerja yang terlambat masuk jam kerja dan izin dalam bekerja. Aturan jam masuk kerja kantor pukul 06. 30 WIB dan pulang jam kerja pukul 16. 00 WIB. Kriteria-kriteria penilaian kinerja tersebut harus dibobotkan karena kualitas kepentingan dari tiap kriteria berbeda. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung bobot kriteria adalah metode Analytic Network Process (ANP). Metode yang merupakan peningkatan dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ini dapat menyelesaikan permasalahan dengan banyak kriteria yang tidak dapat dibangun karena melibatkan hubungan dan keterkaitan antar elemen Pembobotan dengan menggunakan Analytic Network Process (ANP) menghasilkan kriteria penilaian kinerja yang sudah terbobot kemudian digunakan dalam proses penilaian kinerja kepala bagian produksi dengan menggunakan rating scale nilai 1-5. Data yang diperoleh dengan rating scale adalah data kuantitatif . yang kemudian dijelaskan dalam pengertian kualitatif. Penggunaan Analytic Network Process (ANP) pada penelitian ini adalah pembobotan tiap kriteria yang telah ditentukan, yaitu lose day . anyak izin saat bekerj. , unproduktif . idak memiliki pekerjaan/sering saki. , mendekati masa pensiun, in Disipliner . idak disipli. Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Dalam hal ini peneliti ingin menggunakan sistem pendukung keputusan untuk melakukan efesiensi rasio yang melebihi standarisasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Akibatnya banyak dijumpai karyawan terpaksa di PHK oleh perusahaan meskipun sebenarnya karyawan itu masih produktif METODOLOGI PENELITIAN Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah salah satu cara mengorganisir informasi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam membuat keputusan. Sistem Pendukung Keputusan juga merupakan system yang membantu pengambil keputusan dengan melengkapi mereka dengan informasi dari data yang telah diolah dengan relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat . Metode ANP AuAnalytic Network Process (ANP) merupakan teori matematis yang mampu menganalisa pengaruh dengan pendekatan asumsi-asumsi untuk menyelesaikan bentuk permasalahan. Ay . ANP sebagai suatu pendekatan alternatif baru untuk studi kualitatif yang dapat mengkombinasikan nilai-nilai Intangible dan judgement subyektif dengan data-data statistic dan faktor-faktor tangible lainnya Metode ini digunakan dalam bentuk penyelesaian dengan pertimbangan atas penyesuaian kompleksitas masalah disertai adanya skala prioritas yang menghasilkan pengaruh prioritas terbesar. ANP merupakan generalisasi dari Analytic Hierarchy Process, dengan mempertimbangkan ketergantungan antara unsur-unsur dari hirarki. Banyak masalah keputusan tidak dapat terstruktur secara hirarkis karena mereka melibatkan interaksi dan ketergantungan unsur-unsur tingkat yang lebih tinggi dalam hirarki dielemen level yang lebih rendah. Beberapa tahapan yang ada untuk Melakukan Perhitungan dengan Metode Anp yaitu. Mendefinisikan masalah dan menentukan kriteria solusi yang diinginkan. Menentukan pembobotan komponen dari sudut pandang manajerial. Selanjutnya membuat Matrix Pairwise Comparison menggambarkan pengaruh setiap elemen atas setiap kriteria. Perbandingan dilakukan pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu kriteria. Menentukan eigenvector dari matrix yang telah dibuat pada langkah ketiga. Eigenvector merupakan bobot prioritas matrix yang selanjutnya digunakan dalam penyusunan supermatrix. Menghitung consistency ratio yang menyatakan apakah penilaian yang diberikan konsisten atau tidak. Indeks konsistensi (Consistency Index - CI) HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada saat peneliti melakukan praktek kerja langsung pada Tanggal 22 Juli 2019 Ae 22 Agustus 2019. Lokasi penelitian pada PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk. Tepatnya di kantor Bah Lias Research Station (BLRS). Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Analisis Data Berikut ini merupakan data yang diperoleh dari perusahaan PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk : Gambar 1. Data Karyawan PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk Ae Bah Lias Research Station (BLRS) Berikut data karyawan yang ada pada pemutusan hubungan kerja di PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk tepatnya di perkebunan Bah Lias Research Station (BLRS) berdasarkan setiap kriteria: Tabel 1. Data Karyawan yang terkena PHK NIK Nama Sri Hartati Sumani Ramlah Jhonaedy Juliah Sutrisno Tario Pranoto Dudi S Rudianto Tringgono Ana Aswati Section Breeding Breeding Breeding Breeding Breeding Breeding Breeding Breeding Breeding Breeding Kriteria Tidak Produktif . Mendekati Masa Pensiun Absen . ose da. Tidak Disiplin Tidak Produktif . Mendekati Masa Pensiun Absen . ose da. Tidak Disiplin Absen . ose da. Absen . ose da. Pengolahan Data Pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai dari 4 kriteria, yaitu lose day, unproduktif, mendekati masa pensiun dan tidak disiplin. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dipilih berdasarkan kriteria dan subkriteria dari perusahaan. Pada tiap-tiap kriteria dan subkriteria memiliki intensitas kepentingan yang berbeda. Adapun kriteria dan subkriteria yang telah ditentukan perusahaan adalah : Kriteria : lose day . Sub kriteria : kehadiran dan loyalitas kerja . Kriteria : unproduktif . idak produkti. Sub kriteria : izin dan sering sakit Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik . Kriteria Sub kriteria . Kriteria Sub kriteria : mendekati masa pensiun : masa dinas kerja dan umur : tidak disiplin : perilaku dan tanggung jawab Proses pemutusan hubungan kerja dilakukan dengan menggunakan analisa dan perhitungan manual, yaitu menghitung rata-rata nilai kepentingan kriteria dan subkriteria dan dikalikan dengan persentase yang telah ditetapkan dan dijumlahkan kembali. Bagi karyawan yang mendapatkan jumlah nilai negatif tertinggi, maka karyawan tersebut yang terkena pemutusan hubungan kerja. Data Nilai Kepentingan Matriks Perbandingan Berpasangan Antara Kriteria Matriks perbandingan kriteria menggunakan skala intensitas kepentingan ANP dengan memperhatikan hubungan pengaruh atau ketergantungan antar Data nilai kepentingan perbandingan berpasangan antara kriteria yang saling berhubungan dalam pembuatan sistem pemutusan hubungan kerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2. Perbandingan Berpasangan Terhadap Alternatif 0,333333 0,333333 0,333333 Jumlah 2 0,333333 4,833333 0,333333 6,333333 eVector 0,48268 0,24725 0,17614 0,09393 Jumlah maks : . x 0,48. ,83333 x 0,24. ,333333 x 0,17. x 0,09. = 4,215254 = 0,0717513 : 0,0717513/0,9 = 0,08062 Tabel 3. Normalisasi Jumlah 0,166667 0,166667 0,166667 0,62069 0,206897 0,103448 0,068966 0,473684 0,315789 0,157895 0,052632 Tabel 4. Perbandingan Berpasangan Terhadap C1 Alternatif C2 0,333333 1 eVector 0,16667 Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Jumlah Alternatif 0,333333 0,333333 eVector 0,16667 0,16667 Jumlah maks : . x 0,. x 0,16. x 0,16. x 0,16. = 4 Tabel 5. Normalisasi Alternatif 0,5 0,16667 0,16667 0,16667 Jumlah 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 Tabel 6. Perbandingan Berpasangan Terhadap C2 Alternatif Jumlah Alternatif 0,333333 0,333333 0,333333 eVector 0,16667 0,16667 0,16667 Jumlah maks : . x 0,. x 0,16. x 0,16. x 0,16. = 4 Tabel 7. Normalisasi Jumlah 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 Tabel 8. Perbandingan Berpasangan Terhadap C3 Alternatif eVector Alternatif 0,333333 0,16667 0,333333 0,16667 0,333333 0,16667 Jumlah Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Jumlah maks : . x 0,. x 0,16. x 0,16. x 0,16. = 4 Tabel 9. Normalisasi Jumlah 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 Tabel 10. Perbandingan Berpasangan Terhadap C4 Alternatif Jumlah Alternatif 0,333333 0,333333 0,333333 eVector 0,16667 0,16667 0,16667 Jumlah maks : . x 0,. x 0,16. x 0,16. x 0,16. = 4 Tabel 11. Normalisasi Jumlah 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 0,16667 Data Nilai Kepentingan Matriks Perbandingan Berpasangan Antara Subkriteria Tabel 12. Matriks Perbandingan Subkriteria Lose Day Dengan C21 C11 C12 Jumlah maks : . x 0,. x 0,. = 2 = 0. C11 C12 Jumlah eVector Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Tabel 13. Matriks Perbandingan Subkriteria Lose Day Dengan C22 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 14. Matriks Perbandingan Subkriteria Lose Day Dengan C31 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 15. Matriks Perbandingan Subkriteria Lose Day Dengan C32 C11 C12 eVector C11 C12 Jumlah 2 Tabel 16. Matriks Perbandingan Subkriteria Lose Day Dengan C41 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 17. Matriks Perbandingan Subkriteria Lose Day Dengan C42 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 18. Matriks Perbandingan Subkriteria Unproduktif Dengan C11 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 19. Matriks Perbandingan Subkriteria Unproduktif Dengan C12 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Tabel 20. Matriks Perbandingan Subkriteria Unproduktif Dengan C31 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 21. Matriks Perbandingan Subkriteria Unproduktif Dengan C32 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 22. Matriks Perbandingan Subkriteria Unproduktif Dengan C41 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 23. Matriks Perbandingan Subkriteria Unproduktif Dengan C42 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 24. Matriks Perbandingan Subkriteria Mendekati Masa Pensiun Dengan C11 C11 C12 eVector C11 C12 Jumlah 2 Tabel 25. Matriks Perbandingan Subkriteria Mendekati Masa Pensiun Dengan C12 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 26. Matriks Perbandingan Subkriteria Mendekati Masa Pensiun Dengan C21 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Tabel 27. Matriks Perbandingan Subkriteria Mendekati Masa Pensiun Dengan C22 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 28. Matriks Perbandingan Subkriteria Mendekati Masa Pensiun Dengan C41 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 29. Matriks Perbandingan Subkriteria Mendekati Masa Pensiun Dengan C42 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 30. Matriks Perbandingan Subkriteria Tidak Disiplin Dengan C11 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 31. Matriks Perbandingan Subkriteria Tidak Disiplin Dengan C12 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 32. Matriks Perbandingan Subkriteria Tidak Disiplin Dengan C21 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 33. Matriks Perbandingan Subkriteria Tidak Disiplin Dengan C22 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Tabel 34. Matriks Perbandingan Subkriteria Tidak Disiplin Dengan C31 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Tabel 35. Matriks Perbandingan Subkriteria Tidak Disiplin Dengan C32 C11 C12 Jumlah C11 C12 eVector Membuat Struktur Network Struktur network berfungsi untuk menentukan pengaruh atau saling ketergantungan antara kriteria maupun antar subkriteria. Dalam pemutusan hubungan kerja terdapat 4 . kriteria, yaitu : Kriteria Lose Day (C. dikelompokkan ke dalam 2 sub kategori yang meliputi kehadiran (C. dan loyalitas kerja (C. Kriteria Unproduktif (C. dikelompokkan ke dalam 2 sub kategori yang meliputi izin (C. dan sering sakit (C. Kriteria Mendekati Masa Pensiun (C. dikelompokkan ke dalam 2 sub kategori yang meliputi masa dinas kerja (C. dan umur (C. Kriteria Tidak Disiplin (C. dikelompokkan ke dalam 2 sub kategori yang meliputi perilaku (C. dan tanggung jawab (C. Kriteria Alternatif terdiri dari A1. A2. A3. A4. A5. Pada penelitian ini hanya mengambil 5 sampel alternatif pemutusan hubungan kerja pada karyawan bagian section Breeding. Membuat Matriks Perbandingan Berpasangan Alternatif dan Menguji Konsistensi Ratio Matriks perbandingan berpasangan Alternatif ini berfungsi untuk mendapatkan nilai eigen dan melihat konsistensi rasio perbandingan (CR), dimana syarat CR O 0,1. Nilai perbandingan ini diperoleh dari pengambilan keputusan. Tabel 36. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Kehadiran Jumlah 0,333333 0,333333 2,066667 0,333333 0,333333 5,666667 0,333333 0,333333 5,666667 eVector 0,46649 0,07284 0,07284 0,19392 0,19392 Jumlah maks : . ,066667 x 0,46. x 0,07. x 0,07. ,666667 x 0,19. ,666667 x 0,19. = 5,055679618 Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Tabel 37. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Loyalitas Kerja 0,333333 0,333333 2,666667 Jumlah 0,333333 4,833333 0,333333 7,333333 eVector 0,362304 0,175849 0,219788 0,159326 0,082732 Jumlah maks : . ,666667 x 0,362. ,5 x 0,175. ,833333 x 0,219. ,333333 x 0,159. x 0,082. = 5,156805 Tabel 38. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Izin Jumlah 0,333333 0,333333 2,666667 eVector 0,38371 0,18902 0,18902 0,11912 0,11912 Jumlah maks : . ,666667 x 0,38. x 0,18. x 0,18. x 0,11. x 0,11. = 5,1973867946 Tabel 39. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Sering Sakit Jumlah 0,333333 0,333333 2,066667 0,333333 0,333333 5,666667 0,333333 0,333333 5,666667 eVector 0,462385 0,073653 0,073653 0,195154 0,195154 Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Jumlah maks : . ,066667 x 0,462. x 0,073. x 0,073. ,666667 x 0,195. ,666667 x 0,195. = 5,082332 Tabel 40. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Masa Dinas Kerja Jumlah 0,333333 0,333333 2,666667 eVector 0,38371 0,18902 0,18902 0,11912 0,11912 Jumlah maks : . ,666667 x 0,38. x 0,18. x 0,18. x 0,11. x 0,11. = 5,1973867946 Tabel 41. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Umur Jumlah 0,333333 0,333333 2,666667 eVector 0,38371 0,18902 0,18902 0,11912 0,11912 Jumlah maks : . ,666667 x 0,38. x 0,18. x 0,18. x 0,11. x 0,11. = 5,1973867946 Tabel 42. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Perilaku eVector 0,333333 0,333333 0,38371 0,18902 0,18902 0,11912 0,11912 Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Jumlah eVector 2,666667 6 Jumlah maks : . ,666667 x 0,38. x 0,18. x 0,18. x 0,11. x 0,11. = 5,1973867946 Tabel 43. Matriks Perbandingan Alternatif Terhadap Tanggung Jawab Jumlah 0,333333 0,333333 2,666667 eVector 0,38371 0,18902 0,18902 0,11912 0,11912 Jumlah maks : . ,666667 x 0,38. x 0,18. x 0,18. x 0,11. x 0,11. = 5,1973867946 Pengujian Sistem Setelah tahap implementasi dilakukan maa dilanjutkan dengan melakukan pengujian terhadap sistem yang dibuat. Tahap pengujian diperlukan untuk mengetahui apakah sistem telah siap untuk digunakan oleh pengguna. Pengujian Sistem Menggunakan Main Network Super Decision Gambar 2. Menu Limit Supermatriks Analisis Metode ANP pada Hubungan Kerja di PT. Pp. London Sumatera Indonesia. Tbk (Alrizca Trydilla. Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK) Volume 6 Nomor 1 Februari, pp 31-46 ISSN: 2527-5771/EISSN: 2549-7839 https://tunasbangsa. id/ejurnal/index. php/jurasik Gambar 2 menjelaskan hasil limit supermatriks yang diperoleh dari perkalian weight supermatriks dengan weight supermatriks itu sendiri sampai nilai 1 baris hasilnya sama. Dari gambar 2. dapat dilihat nilai tertinggi diperoleh oleh A1 dengan nama Sri Hartati dengan nilai 0,13466. Kemudian nilai tertinggi kedua diperoleh oleh A3 dengan nama Ramlah dengan nilai 0,05387. Adapun hasil lengkapnya dapat dilihat pada tabel 47 Tabel 47. Hasil Perangkingan Manual No Alternatif Nama Nilai Ranking Sri Hartati 0,40398 1 Ramlah 0,16161 2 Sumani 0,15351 3 Jhonaedy 0,14712 4 Juliah 0,13377 5 Gambar 3. Hasil Perangkingan Aplikasi SIMPULAN Pembangunan perangkat lunak sistem pendukung keputusan pemutusan hubungan kerja karyawan pada PT. PP. London Sumatera Indonesia. Tbk dapat merekomendasikan karyawan yang di PHK berdasarkan kriteria lose day, unproduktif, mendekati masa pensiun dan tidak disiplin. Dilakukan uji coba berupa memasukan sampel data sebanyak 5 karyawan pada section breeding kemudian berhasil diolah dalam waktu cepat sehingga terbukti sistem ini melakukan perhitungan lebih cepat dibanding sebelumnya. Dengan begitu pemberhentian karyawan tentu sangat berpengaruh terhadap karyawan tersebut. Pengaruh terhadap diberhentikannya karyawan dari pekerjaannya tersebut maka karyawan tidak lagi memenuhi kebutuhannya secara maksimal. DAFTAR PUSTAKA