JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. AeP-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469. Hal 34-41 JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Halaman Jurnal: https://jurnal. id/index. php/JUFDIKES Halaman Utama: https://jurnal. EFEKTIVITAS EDUKASI VIDEO PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GERUNGGANG KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2025 THE EFFECTIVENESS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING EDUCATIONAL VIDEO ON KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF BREASTFEEDING MOTHERS AT GERUNGGANG PUBLIC HEALTH CENTER. PANGKALPINANG CITY. IN 2025 Puja Karisna a. Shandy Kusumawardhanib. Dyah Retroningrum c Program Studi Sarjana Kebidanan, pujakrsna12@gmail. Institut Citra Internasional Bangka Belitung b Pembimbing I, shandykusuma831@gmail. Dosen Institut Citra Internasional Bangka Belitung Pembimbing II. Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan, dhiaretnoningrum@gmail. Institut Citra Internasional Bangka Belitung ABSTRACT Exclusive breastfeeding plays a vital role in supporting optimal infant growth and development, yet its coverage remains below national targets, including in the working area of Gerunggang Public Health Center. One of the contributing factors is the lack of knowledge and attitude among breastfeeding mothers regarding the importance of exclusive breastfeeding. Health education through video media is considered an innovative and engaging method to improve mothersAo knowledge and attitudes. This study aimed to determine the effectiveness of educational video on exclusive breastfeeding in improving the knowledge and attitude of breastfeeding mothers at Gerunggang Public Health Center. Pangkalpinang City, in 2025. The research design used a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group. The sample consisted of 34 breastfeeding mothers divided into two groups: an intervention group and a control group. Wilcoxon test results showed a significant increase in knowledge and attitude scores before and after the video intervention in the intervention group, with p = 0. < 0. The Mann-Whitney test also showed a significant difference in knowledge and attitude scores between the intervention and control groups, with p = 0. These findings indicate that educational videos are effective in increasing the knowledge and attitude of breastfeeding mothers regarding exclusive breastfeeding. This study is expected to serve as a reference for the development of more interactive educational methods and to support healthcare professionals in delivering information on exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive Breastfeeding. Educational Video. Knowledge. Attitude. Breastfeeding Mothers ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif merupakan upaya penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal bayi, namun cakupannya masih belum mencapai target nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Gerunggang. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan dan sikap ibu menyusui terhadap pentingnya ASI eksklusif. Edukasi kesehatan dengan media video merupakan metode yang inovatif dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi video pemberian ASI eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui di Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 34 ibu menyusui yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan edukasi video pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,000 . < 0,. Hasil uji MannWhitney juga menunjukkan perbedaan skor pengetahuan dan sikap antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi video efektif meningkatkan pengetahuan dan Received October 9, 2025. Revised December 18, 2025. Accepted January 5, 2026 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari . Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 sikap ibu menyusui mengenai ASI eksklusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode edukasi yang lebih interaktif, serta menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi terkait ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI eksklusif, video edukasi, pengetahuan, sikap, ibu menyusui PENDAHULUAN Cakupan pemberian ASI eksklusif secara global masih rendah, yaitu kurang dari separuh bayi baru lahir . %) yang disusui dalam waktu satu jam setelah kelahiran, dan hanya 48% bayi usia 0Ae6 bulan disusui secara eksklusif . Di Indonesia, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan cakupan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan sebesar 55,5%, yang masih di bawah target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu 80%. Di Provinsi Bangka Belitung, capaian ASI eksklusif pada tahun 2023 adalah 68,20%, dan di Kota Pangkalpinang mencapai 72,36%. Secara spesifik di wilayah kerja Puskesmas Gerunggang, cakupan ASI eksklusif pada tahun 2024 adalah 64,08%, nilai ini masih tergolong rendah di bawah target yang diharapkan. Rendahnya cakupan ASI eksklusif ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Padahal, pengetahuan dan sikap yang mendukung tentang ASI eksklusif sejak usia dini dapat menjadi bekal untuk pengambilan keputusan di masa depan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual. Video edukasi dinilai efektif karena dapat menampilkan gambar dan suara, sehingga materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi audiens. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas edukasi video pemberian ASI eksklusif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang tahun 2025 . METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control Lokasi penelitian berada di posyandu Tuatunu . elompok intervens. dan Bukit Merapin . elompok kontro. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi: Ibu menyusui yang terdaftar di data Posyandu periode Juni-Juli 2025 . Memiliki dan mampu mengoperasikan smartphone . Memiliki aplikasi WhatsApp . Berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gerunggang . Bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi mencakup ibu yang berprofesi sebagai kader atau tenaga kesehatan, tidak berada di tempat saat penelitian, serta tidak mampu baca-tulis. Intervensi dan Instrumen edukasi dilakukan secara individual melalui pengiriman/penayangan video Video yang digunakan merupakan adaptasi dari penelitian Ningsih . berjudul "Penerapan Media Video Tutorial Penatalaksanaan ASI Eksklusif" yang berisi materi definisi, manfaat, mekanisme produksi ASI. IMD, hingga tanda bayi kenyang. Edukasi dilakukan sebanyak satu kali intervensi dengan pemantauan melalui WhatsApp. Alat yang dibutuhkan meliputi kuesioner pengetahuan . kala benar/sala. dan kuesioner sikap menggunakan skala Likert (Sangat Setuju. Setuju. Tidak Setuju. Sangat Tidak Setuj. dengan skor 1-4. Data pre-test diambil sesaat sebelum intervensi, dan post-test diambil setelah pemberian edukasi pada rentang waktu 20 Juni - 5 Juli 2025 menggunakan lembar kuesioner cetak. Penelitian ini menjunjung etika penelitian meliputi prinsip keadilan . , manfaat . , dan kerahasiaan data . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat (Karakteristik Responde. Tabel 1. Distribusi frekuensi ibu menyusui berdasarkan usia pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Status Usia Median Responden Intervensi 20-36 Tahun Kontrol 20-34 Tahun Karakteristik Responden berdasarkan Usia pada Ibu Menyusui pada kelompok Intervensi usia 20 Ae 36 tahun sebanyak 17 orang dan pada kelompok kontrol pada penelitian ini yaitu usia 20 Ae 34 tahun sebanyak 17 orang. Tabel 2. Distribusi frekuensi ibu menyusui berdasarkan pendidikan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Status Responden Intervensi Kontrol Pendidikan Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Total Berdasarkan pendidikan ibu menyusui pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu diketahui bahwa sebagian besar pendidikan ibu pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah pendidikan menengah . 1%) dan hanya sedikit untuk pendidikan tinggi yaitu . 9%). Tabel 3. Distribusi frekuensi ibu menyusui berdasarkan pekerjaan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Status Responden Pekerjaan Intervensi Kontrol Tidak Bekerja Bekerja Tidak Bekerja Bekerja Total Distribusi jumlah Responden berdasarkan Pekerjaan Ibu Menyusui pada kelompok intervensi yang tidak bekerja sebanyak 13 orang . 5%) lebih banyak, dibandingkan yang bekerja 4 orang . 5%). Pada kelompok Kontrol yang tidak bekerja yaitu sebanyak 13 orang . 5%) dan yang bekerja 4 orang . 5%). Analisis Bivariat Sebelum mengetahui efektivitas video edukasi asi eksklusif terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu Menyusui sesudah dilakukan uji normalitas dengan uji Shapiro-wilk terlebih dahulu. Tabel 4. Uji Normalitas Data Shapiro-Wilk Variabel Skor Pengetahuan Sesudah Skor Sikap Mean Median Value JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari . Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji shapiro-wilk menunjukkan bahwa data skor pengetahuan ibu menyusui sesudah pada kelompok intervensi dan kontrol yaitu memiliki mean 09 dan median 21. Pada data skor sikap sesudah memilki mean 47. 54 dan median 48. uji statistik normalitas dengan uji Shapiro-wilk adalah didapatkan nilai p value = 0. 003 dan nilai untuk data skor sikap sesudah adalah p value = 0. karena nilai p < . maka H0 ditolak. Ha diterima. Disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Karena data tersebut tidak berdistribusi normal, maka menggunakan uji Wilcoxon. Tabel 5. Uji Wilcoxon Pengetahuan Ibu Menyusui Sebelum dan Sesudah Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Variabel Pengetahuan (Pretes. Pengetahuan (Postes. Pengetahuan (Pretes. Pengetahuan Status Responden Intervensi Mean MinMaks Value Kontrol (Postes. Berdasarkan hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap skor pengetahuan sebelum dan sesudah. Pada kelompok intervensi memiliki mean sebelum sebesar 9. 06 dengan (SD = 1. dan meningkat 59 dengan (SD = 1. setelah intervensi. Pada kelompok kontrol memiliki mean 88 dengan ( SD = 1. meningkat menjadi 15. 59 dengan (SD = 2. Dapat diketahui bahwa kelompok intervensi yang diberikan video lebih besar mean dibandingkan dengan kelompok Hasil uji statistik p value = 0. 000 < 0. 05 maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian video edukasi asi eksklusif efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tabel 6. Uji wilcoxon sikap ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Variabel Sikap (Pretes. Sikap Postest Sikap (Pretes. Sikap Status Responden Mean MinMaks Value Intervensi Kontrol (Postes. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap skor sikap sebelum dan sesudah. Pada kelompok intervensi memiliki mean sebelum sebesar 29. 88 dengan (SD = 4. dan meningkat menjadi 54. dengan (SD = 2. setelah intervensi. Pada kelompok kontrol memiliki mean sebelum sebesar 94 dengan (SD = 4. meningkat menjadi 41. 12 dengan (SD= 4. Dapat diketahui bahwa kelompok intervensi yang diberikan video lebih besar mean dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji statistik p value = 0. 000 < 0. 05 maka (H. ditolak dan (H. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian video edukasi asi eksklusif terhadap peningkatan sikap ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok Uji Mann-whitney Uji Mann-whitney digunakan untuk menguji perbandingan skor pengetahuan dan sikap sesudah antara kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol. Variabel Status Responden Mean Rank Sum of Rank Asymp. Sig. Pengetahuan OIntervensi OKontrol Sikap OIntervensi OKontrol Berdasarkan hasil uji Mann-whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap skor pengetahuan dan sikap sesudah. Variabel pengetahuan, kelompok intervensi memiliki mean rank sebesar 26. 00, sedangkan kelompok kontrol Hasil uji statistik p value = 0. 000 < 0. 05 Disimpulkan bahwa skor pengetahuan ibu menyusui pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Sedangkan untuk variabel sikap, kelompok intervensi memperoleh mean rank sebesar 25. sementara kelompok kontrol hanya 9. Hasil uji statistik p value = 0. 000 < 0. 05 maka (H. ditolak dan (H. PEMBAHASAN Telah dilakukan uji terhadap penelitian tentang Efektivitas edukasi video pemberian Asi eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui di Puskesmas Gerunggang kota Pangkalpinang Tahun 2025 dan hasilnya sebagai berikut : Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Pada Ibu Menyusui sebelum dan sesudah di Posyandu Tuatunu dan Bukit Merapin Wilayah Kerja Puskesmas Gerunggang Tahun 2025 Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan dapat diartikan sebagai hasil dari tahu, yang terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan . vert behavio. Penggunaan media video sebagai sarana edukasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui. Media video dapat menyajikan informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami karena memadukan unsur visual dan audio yang dapat memperkuat daya serap informasi. Video juga mampu menyampaikan materi secara sistematis, sehingga mempermudah ibu dalam memahami manfaat dan teknik pemberian ASI eksklusif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap skor pengetahuan sebelum dan sesudah. Pada kelompok intervensi, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,4 sebelum intervensi menjadi 22,6 sesudah intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol, skor meningkat dari 12,1 menjadi 14,3. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,. , maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian video edukasi ASI eksklusif efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Yuliani & Rahmawati . yang meneliti efektivitas video edukasi tentang manfaat ASI terhadap ibu nifas. Penelitian tersebut menggunakan uji Wilcoxon. Pengetahuan Sebelum dan sesudah Pada kelompok intervensi memilki mean 5. 25 setelah JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari . Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 diberikan intervensi menjadi 8. 50, sedangkan pada kelompok kontrol 5. 10 menjadi 5. diperoleh p-value 0. 000 (< 0. yang menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi melalui video . Selain itu, efektivitas video edukasi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis ibu, seperti minat belajar, motivasi internal, perhatian terhadap materi, dan suasana hati saat menerima informasi. Ibu yang memiliki ketertarikan tinggi serta merasa nyaman dengan tampilan visual dan audio dalam video cenderung lebih mudah memahami dan mengingat isi edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem indera ibu, khususnya indera penglihatan dan pendengaran, turut berperan penting dalam meningkatkan daya serap informasi . Rata- rata tingkat sikap kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada ibu menyusui sebelum dan sesudah di wilayah kerja puskesmas gerunggang tahun 2025 Menurut Notoatmodjo . , sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap stimulus atau objek. Manifestasi sikap ini tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu. Seorang ahli psikologi sosial Newcomb menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif Dalam kata lain, fungsi sikap belum merupakan tindakan atau aktivitas akan tetapi merupakan predisposisi perilaku atau reaksi terhadap suatu objek. Sikap merupakan reaksi atau respons seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek (Newcomb, 2. Hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0. 000 (< 0. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Sehingga dapat disimpulkan bahwa score rata- rata Sikap ibu menyusui sebelum dan sesudah meningkat di Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati . yang membahas tentang pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai ASI eksklusif. Penelitian tersebut dilakukan dengan desain quasi eksperimen. Hasil uji statistik sikap pada kelompok intervensi mean 62. 30 meningkat menjadi 78. 75 sedangkan pada kelompok kontrol rata- rata skor hanya meningkat sedikit dari 61. 90 menjadi 63. 10 hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap yang signifikan setelah intervensi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. hasil p-value 0. Hasil ini mendukung penelitian saya karena menunjukkan bahwa media video efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian dari Amelia . yang menyatakan bahwa penggunaan media audiovisual terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam menyampaikan informasi tentang ASI eksklusif. Dalam penelitiannya, diperoleh hasil bahwa ibu menyusui yang diberikan edukasi melalui video memiliki peningkatan skor pengetahuan dan sikap yang signifikan setelah intervensi p < 0. Temuan ini relevan dengan penelitian saya karena menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi video efektiv dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap. Menurut kesimpulan peneliti, peningkatan sikap ibu menyusui terhadap pemberian asi eksklusif sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki. Semakin baik pemahaman ibu mengenai manfaat asi eksklusif, teknik pemberian yang benar, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi, maka akan terbentuk sikap positif dan kesiapan yang lebih tinggi dalam menerapkan pemberian asi secara eksklusif. Pengetahuan yang cukup memberikan landasan bagi ibu untuk membangun keyakinan, kepercayaan diri, serta tanggung jawab dalam menyusui. Informasi yang diterima melalui edukasi video yang menarik dan mudah dipahami akan lebih mudah diserap dan diingat, sehingga dapat mengubah cara pandang serta mendorong perubahan sikap secara Dengan demikian, peneliti berpendapat bahwa intervensi edukatif yang tepat, terutama yang berbasis visual seperti video, tidak hanya mampu meningkatkan pengetahuan tetapi juga membentuk sikap ibu yang lebih mendukung keberhasilan program ASI eksklusif. Sikap yang positif ini penting karena menjadi dasar bagi perilaku nyata dalam praktik menyusui. Pe. rbandingan score. rata rata pe. tahuan dan sikap ibu me. nyusui kelompok Intervensi dan kelompok kontrol se. sudah dibe. rikan vide. o e. dukasi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerunggang Tahun 2025 Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan pada kelompok video lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tanpa diberikan video. Hal ini karena penyajian melalui media audiovisual dirasakan lebih menarik daripada Media lainnya. melalui media video seseorang tidak hanya dapat melihat atau mengamati sesuatu (Arsyad, 2. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap skor pengetahuan dan sikap sesudah. Hasil uji statistik nilai p 0. disimpulkan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata sikap ibu menyusui sebelum dan sesudah intervensi wilayah kerja Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati . , yang membahas pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai ASI eksklusif. Penelitian tersebut menggunakan desain quasi eksperimen dan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap setelah intervensi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol . -value = 0. Hasil ini mendukung penelitian penulis karena membuktikan bahwa media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu mengenai pemberian ASI eksklusif. Selain itu, hasil penelitian ini juga diperkuat oleh temuan Amelia . , yang menyatakan bahwa penggunaan media audiovisual terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam menyampaikan informasi terkait ASI eksklusif. Dalam penelitiannya, diperoleh hasil bahwa ibu menyusui yang diberikan edukasi melalui video mengalami peningkatan skor pengetahuan dan sikap yang signifikan setelah intervensi . < 0. Temuan ini relevan dengan hasil penelitian penulis . Menurut kesimpulan Peneliti, pemberian edukasi melalui media video tentang ASI eksklusif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif pada ibu menyusui pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan edukasi serupa. Menurut Eka yulia . Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa media audiovisual lebih efektif dalam menyampaikan informasi karena menggabungkan elemen visual dan audio, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat oleh responden. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa ratarata skor pengetahuan dan sikap ibu menyusui pada kelompok intervensi mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol . Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa intervensi edukasi melalui video dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui yang diberikan edukasi melalui video lebih memahami pentingnya pemberian asi eksklusif, serta menunjukkan sikap yang lebih mendukung dalam praktik menyusui. Sementara itu, kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan yang sama karena tidak mendapat intervensi edukasi secara langsung. KESIMPULAN Diketahui skor pengetahuan ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan Hasil uji statistik p value = 0. 000 < 0. 05 maka (H. dan (H. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian video edukasi asi eksklusif efektiv terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok Diketahui skor sikap Ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik p value = 0. 000 < 0. 05 maka (H. ditolak dan (H. diterima, sehingga disimpulkan bahwa pemberian video edukasi asi eksklusif efektiv terhadap peningkatan sikap ibu menyusui sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok Diketahui skor perbandingan rata- rata pengetahuan dan sikap ibu menyusui sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik nilai p 0. 000 < 0. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu menyusui pada kelompok yang mendapatkan edukasi video lebih meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan. JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari . Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 34-41 DAFTAR PUSTAKA