n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 731-742 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK SIRPA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN IPAS SISWA KELAS V Intan Kumala Sari1*. Sekar Dwi Ardianti2. Rani Setiawaty3 1,2,3 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muria Kudus. Kab. Kudus, 59352. Indonesia. *Email korespondensi : 202133011@umk. Diterima Februari 2025. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This research aims to determine the difference in the average value of science understanding before and after using the PBL learning model assisted by SIRPA flipbook media and determine the increase in science understanding by implementing the PBL learning model assisted by SIRPA flipbook media. This research is quantitative research with a pre-experimental type of research. The design of this research is One Group Pretest Posttest. In this research, data collection techniques used observation, interviews and tests. The data analysis technique used is the paired sample t-test and the N-Gain test. The results of the research prove that the PBL learning model assisted by SIRPA flipbook media makes a difference and increases understanding of IPAS as shown by the results of the paired sample t-test, which obtained a Sig value of 0. 000 < 0. Furthermore, the N-Gain test results obtained a value of 0. 4252 which is in the range 0. 3 < N-Gain < 0. 7 with medium criteria. Based on the research results, the use of the PBL learning model assisted by SIRPA flipbook media is effective in increasing fifth grade students' understanding of science and science. Keywords : PBL Learning Model. SIRPA Flipbook. IPAS Understanding. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata pemahaman IPAS sebelum dan sesudah penggunaan model pembelajaran PBL berbantuan media flipbook SIRPA dan mengetahui peningkatan pemahaman IPAS dengan menerapkan model pembelajaran PBL berbantuan media flipbook SIRPA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretest Posttest. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan berupa uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran PBL berbantuan media flipbook SIRPA memberikan perbedaan dan peningkatan pemahaman IPAS yang ditunjukkan oleh hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai Sig sebesar 0,000 < 0,05. Selanjutnya hasil uji N-Gain diperoleh nilai sebesar 0,4252 yang berada pada rentang 0,3 < N-Gain < 0,7 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penggunaan model pembelajaran PBL berbantuan media flipbook SIRPA efektif meningkatkan pemahaman IPAS siswa kelas V. Kata kunci : Model Pembelajaran PBL. Flipbook SIRPA. Pemahaman IPAS PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari proses pembelajaran, proses pembelajaran dan pendidikan tidak dapat terpisahkan (Indah Puspaningrum et al. , 2. Pendidikan merupakan suatu proses transfer informasi berupa pengetahuan secara sistematis dari individu satu ke individu yang lain, untuk Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan. (Sari. Ardianti, & Setiawaty, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 731-742 http://jurnal. id/index. php/dedikasi melaksanakan proses transfer informasi berupa pengetahuan dapat dilakukan dengan proses belajar mengajar (Pramesti et al. , 2. Upaya pemerintah dalam pendidikan adalah pengembangan pada kurikulum. Saat ini pendidikan nasional menggunakan Kurikulum Merdeka untuk mengatasi krisis belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran, dengan pembelajaran yang beragam dan lebih optimal agar siswa fokus pada materi esensial dan waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik (Novina, 2. Pada Kurikulum Merdeka, guru memiliki perangkat ajar untuk memenuhi kebutuhan dan minat belajar Kurikulum Merdeka ini dirancang agar siswa dapat belajar dengan santai, tenang, menyenangkan dan memperhatikan kemampuan dirinya. Pada Kurikulum Merdeka terdapat mata pelajaran yang digabung, yaitu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Tidak hanya mata pelajaran saja yang berubah tetapi juga istilah KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. disesuaikan dengan KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. (Cahyani et al. , 2. KKTP merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka untuk memantau perkembangan kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah dilaluinya (Aegustinawati & Sunarya, 2. Pada Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), metode dan model mengajar mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran. Secara umum Pemahaman IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengaplikasikan, serta menganalisis konsep-konsep yang berkaitan dengan ilmu alam dan ilmu sosial secara terpadu (Pratiwi et al. , 2. Tujuan dari pemahaman IPAS adalah agar siswa mampu melihat hubungan antara fenomena alam dan kehidupan sosial, sehingga mereka dapat berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan pemahaman ilmiah dan sosial. Peningkatan pemahaman IPAS memberikan jembatan bagi siswa dalam mempelajari dan memahami materi dan metode pembelajaran. Keberhasilan tersebut dapat berupa nilai atau skor yang diperoleh peserta didik dengan memenuhi kriteria (Fani et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 29 Agustus 2024 di SD Negeri, selama proses pembelajaran, siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran IPAS. Siswa juga terlihat mudah bosan yang berdampak kegaduhan kelas, bermain sendiri, dan enggan mendengarkan penjelasan dari guru. Selain itu, hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran IPAS masih rendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Guru juga masih menggunakan metode ceramah atau pembelajaran berfokus pada guru . eacher centered learnin. , dan guru juga belum menggunakan model pembelajaran dan media pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran khususnya pada IPAS. Hal ini menyebabkan siswa memiliki pemahaman yang kurang terhadap pembelajaran IPAS sehingga pemahaman IPAS menjadi rendah. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas V siswa yaitu sudah menggunakan kurikulum Merdeka, lalu permasalahan yang dialami oleh siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS adalah siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, mudah bosan dalam pembelajaran IPAS, kurangnya minat dan motivasi belajar dan kesulitan dalam memahami materi, yang dikarenakan guru kurang optimal dalam memanfaatkan penggunaan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 731-742 media konkrit atau audio visual, guru juga masih menggunakan metode ceramah sehingga terlihat monoton. Kurang optimalnya media pembelajaran dan pemakaian model pembelajaran mengakibatkan pemahaman IPAS peserta didik kurang maksimal. Hal ini terlihat pada pemahaman IPAS peserta didik yang rendah. Nilai standart dalam KKTP yang telah ditentukan oleh sekolah pada mata pelajaran IPAS yaitu 70, tetapi nilai rata-rata kelas pada ulangan harian kompetensi mata pelajaran IPAS siswa kelas V yaitu 56, sehingga dapat dikatakan bahwa pemahaman IPAS siswa kelas V rendah. Berdasarkan permasalahan di atas, diperlukan penelitian guna menemukan solusi dalam meningkatkan pemahaman IPAS. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah penggunaan model dan media pembelajaran yang inovatif (Rahmawati et al. , 2. Model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat serta motivasi belajar adalah Problem Based Learning (PBL). PBL merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam memecahkan masalah nyata sebagai konteks untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta memahami konsep-konsep utama dalam materi pembelajaran. Dengan pendekatan berbasis masalah, siswa dihadapkan pada permasalahan yang autentik dan bermakna, sehingga mereka dapat melakukan eksplorasi serta menemukan solusi secara mandiri (Nahdlatul et al. , 2. Selain model pembelajaran, penggunaan media pembelajaran juga dapat meningkatkan pemahaman IPAS. Berdasarkan hal tersebut media pembelajaran berperan penting yang memiliki tanggung jawab penuh serta diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang berdampak siswa menjadi aktif. Sehingga guru dituntut untuk dapat memanfaatkan serta berkeinginan untuk belajar, mengerti, dan memahami (Alfitra et al. , 2. Media pembelajaran tentunya bisa mendukung dan memberikan sebuah dinamika baru terhadap pendidikan terutama dalam siswa (Wulandari et al. , 2. Tuntutan di era globalisasi menuntut dunia pendidikan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi. Hal ini bertujuan agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan khususnya dalam penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan (Satria et al. , 2. Maka media dengan memadukan teknologi digital yaitu Aumedia flipbook SIRPA (Sistem Inspirasi dan Respirasi Parupar. Ay yang memuat materi sistem pernapasan pada manusia. Materi mengenai sistem pernapasan pada manusia disampaikan kepada siswa untuk membantu memperluas pengetahuannya tentang organ-organ sistem pernapasa beserta penjelasannya. Keunggulan media flipbook SIRPA ini yaitu terletak pada penyajian konten secara interaktif dengan tampilan yang menarik dan mudah diakses, memungkinkan siswa untuk merasakan pengalaman membaca yang lebih dinamis dan menyenangkan. KAJIAN PUSTAKA Model Pembelajan PBL Menurut (Assegaff & Sontani, 2. Problem Based Learning (PBL) adalah pembelajaran yang dimulai dengan mengajukan masalah dan dilanjutkan dengan menyelesaikan masalah tersebut. Menurut Ardianti et al. Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam menghadapi permasalahan nyata yang pernah mereka alami dalam proses pembelajarannya. Langkah-langkah untuk melaksanakan model pembelajaran Problem Based Learning menurut Prisma et al. , . adalah Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan. (Sari. Ardianti, & Setiawaty, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 731-742 http://jurnal. id/index. php/dedikasi melibatkan peserta didik dalam memahami permasalahan, mengatur proses pembelajaran, membimbing penyelidikan baik secara individu maupun kelompok, mengembangkan serta mempresentasikan hasil kerja, serta menganalisis dan mengevaluasi solusi yang telah ditemukan. Media Flipbook SIRPA Media flipbook adalah aplikasi berbentuk flip bolak-balik yang mirip dengan buku cetak, dan menggunakannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa (R. Pramesti et al. , 2. Menurut Wibowo & Purnamasari, . flipbook merupakan kumpulan gambar gabungan untuk memberikan ilusi gerakan dan membuat urutan animasi dari sebuah buku kecil sederhana tanpa mesin. Flipbook SIRPA merupakan media pembelajaran berbasis digital yang menampilkan visualisasi proses inspirasi . asuknya udar. dan ekspirasi . eluarnya udar. di paru-paru. Media ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan pembelajaran yang mampu menjelaskan materi kompleks, seperti proses inspirasi dan ekspirasi, melalui visualisasi yang lebih konkret dibandingkan dengan metode tradisional seperti buku teks atau ceramah. Cara penggunaan flipbook SIRPA yaitu: mengakses media flipbook SIRPA melalui tautan daring yang telah diberikan, navigasi halaman dengan menggunakan tombol panah atau klik di tepi halaman untuk membalik halaman selanjutnya, fitur interaktif dengan menggunakan zoom untuk memperbesar gambar, dan juga terdapat ikon video untuk memutar animasi proses pernapasan manusia, dan terdapat latihan soal pilihan ganda yang bisa dikerjakan oleh siswa. Pemahaman IPAS Menurut Dewi & Ibrahim, . pemahaman IPAS mengacu pada kemampuan siswa dalam menguasai materi atau konsep yang tercermin dalam ranah kognitif. Ketika siswa memahami suatu konsep, mereka mampu mengungkapkan kembali konsep tersebut dengan bahasa mereka sendiri, sekaligus menyadari proses pembelajaran yang telah mereka lalui (Amalia et al. , 2. Seorang siswa dapat dikatakan benar-benar memahami suatu konsep jika ia mampu memberikan penjelasan yang lebih rinci dengan menggunakan kata-kata METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Semat yang berlokasi di Desa Semat. Kec. Tahunan. Kab. Jepara. Jawa Tengah. Waktu penelitian ini yaitu pada bulan Agustus 2024 hingga bulan Februari 2025. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V semester 2 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen berupa desain One Group Pretest Posttest Desaign yang termasuk dalam salah satu jenis dari penelitian desain Pre-Experimental Design. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian terdiri dari dua jenis yang meliputi ariabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas merupakan variabel yang dapat mempengaruhi atau penyebab terjadinya perubahan pada variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model Problem Based Learing berbantuan media flipbook SIRPA, dan Variabel terikat merupakan variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman IPAS. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 731-742 Populasi merupakan kumpulan seluruh elemen dalam suatu penelitian yang mencakup objek dan subjek dengan karakteristik serta ciri-ciri tertentu. (Sulistiyowati, 2. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 2 Semat yang berjumlah 130 siswa. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SDN 2 Semat yang berjumlah 17 siswa dengan 8 laki-laki dan 9 perempuan. Penelitian ini menggunakan Teknik pegambilan sampel dengan sampel jenuh. Sampel jenuh merupakan teknik penentuan sampel yang dimana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel (Fitria & Ariva, 2. Untuk itu dalam penelitian ini melakukan pengambilan sampel dengan Teknik sampel jenuh dengan sampel sebanyak 17 siswa dikelas V dengan 8 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan, dimana sudah dirasa bahwa sampel yang dipilih sesuai dengan tujuan yang akan diteliti. Pengumpulan data adalah proses sistematis untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian, mencapai tujuan tertentu, dan mengambil keputusan (QonaAoah, et al. , 2. Pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara, dan tes. Sebelum menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA, terlebih dahulu dilakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui pemahaman IPAS dan setelah diberikan perlakuan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA siswa diberi soal pretest dan posttest tuntuk mengukur pemahaman IPAS siswa setelah diberikan perlakuan. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif. Analisis data kuantitatif merupakan proses yang digunakan untuk menganalisis data yang berbentuk angka atau kuantitatif. Analisis data ini disebut kuantitatif karena melibatkan data yang dikonversi ke dalam bentuk matematis (Heryana, 2. Saat ini, pengolahan dan analisis data dapat dilakukan menggunakan satu paket aplikasi statistik komputer, yaitu SPSS Versi 26. Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan meliputi uji paired sample t-test dan uji NGain. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan 5 kali pertemuan yang terdiri dari pretest, tiga perlakukan, dan posttest. Hasil penelitian dari pretest menunjukkan siswa masih mengalami kesulitan mengerjakan soal materi sistem pernapasan manusia. Selanjutnya siswa diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan media flipbook SIRPA sebanyak 3 kali. Setelah diberikan perlakuan sebanyak 3 kali selanjutnya siswa diberikan posttest untuk mengetahui nilai pemahaman IPAS siswa setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, terdapat peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya. Berikut rekap data rata-rata hasil pretestposttest. Tabel 1. Rekap Data Rata-Rata Hasil Pretest dan Posttest Rata-rata Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan. (Sari. Ardianti, & Setiawaty, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 731-742 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Hasil Pretest 66,12 Hasil Posttest 80,35 Sumber: (Data Penelit. Tabel di atas menunjukkan menunjukkan bahwa pemahaman IPAS siswa meningkat setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA. Selanjutnya yaitu mengukur pemahaman IPAS menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah penggunaan model pembelajaran PBL berbantuan media flipbook SIRPA dan uji N-Gain untuk mengukur seberapa besar peningkatan yang terjadi setelah dilakukan suatu perlakuan dibandingkan dengan sebelum perlakuan, data pretest dan posttest di uji nomalitas menggunakan uji Shapiro Wilk, sebagaimana hasil uji normalitas sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Test of Normality Shapiro-Wilk Statistic Sig. Pretest Posttest Sumber: (Pengolahan Data SPSS Versi . Tabel di atas menunjukkan data pretest dan posttest pemahaman IPAS siswa berdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat pada kolom Shapiro wilk sig. -taile. yang menunjukkan nilai signifikasi pretest dan posttest lebih dari 0,05 yaitu 0,346 . dan 0,603 . Dengan hasil ini data pretest dan pottest dapat dikatakan data berdistribusi normal. Setelah melakukan uji normalitas, maka peneliti menghitung kembali dengan uji berikutrnya yaitu menggunakan uji paired sample t-test. Berikut hasil uji paired sample t-test. Tabel 3. Hasil Uji Paired Sample T-Test Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Std. Interval of the Difference Std. Error Mean Deviation Mean Lower Upper Pair 1 PRETEST - POSTTEST 14. Sig. Sumber: (Pengolahan Data SPSS Versi . Berdasarkan hasil pengolahan data dengan SPSS versi 26 maka diperoleh nilai sig . -taile. sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada nilai tes sebelum dan sesudah penerapan model PBL berbantuan media flipbook SIRPA. Selanjutnya yaitu menghitung dengan uji berikutnya yaitu menggunakan uji N-Gain. Berikut hasil uji N-Gain. Tabel 4. Hasil Uji N-Gain Descriptive Statistics ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 731-742 NGain Min Max Sumber: (Data Pengolahan SPSS Versi . Mean Tabel di atas menunjukkan nilai uji N-Gain sebesar 0,4252 yang artinya kriteria peningkatan pemahaman IPAS siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA mendapat peningkatan dengan kriteria sedang. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning karena sesuai dengan situasi yang diteliti oleh Jayanti et al. , . yang mengatakan model pembelajaran Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang siswa nya dibagi menjadi beberapa kelompok dengan dan diberikan LKPD untuk diselesaikan dengan kelompok. Menurut Wulandari et al. , . mengatakan Kerja sama antara siswa dalam proses pembelajaran dapat memberikan beragam pengalaman. Mereka memperoleh lebih banyak peluang untuk mengekspresikan diri, berinisiatif, mengambil keputusan, serta membentuk kebiasaan positif. Siswa yang berkolaborasi dalam kelompok kecil dapat membangun kedekatan satu sama lain, yang berperan penting dalam memengaruhi perilaku dan aktivitas individu (Zulfa et al. , 2. Proses pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Sintak 1 yakni melibatkan peserta didik dalam memahami permasalahan. Pada tahap ini, guru terlebih dahulu memberikan penjelasan secara sistematis mengenai permasalahan yang akan dipecahkan dengan media flipbook SIRPA. Setelah penjelasan diberikan, guru kemudian membuka sesi tanya jawab, di mana peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang masih kurang dipahami. Melalui proses ini, peserta didik tidak hanya memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan yang harus diselesaikan, tetapi juga mulai mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Sejalan dengan pendapat Afni, . guru memberikan permasalahan dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik untuk dipecahkan. Sintak 2 yaitu mengatur proses pembelajaran dilakukan dengan cara guru membagi mereka ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 anggota, dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan memungkinkan setiap peserta didik untuk berkontribusi secara aktif dalam pemecahan masalah. Setelah kelompok terbentuk, guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi permasalahan dianalisis dan diselesaikan secara bersama-sama. Selanjutnya, peserta didik mulai berdiskusi dalam kelompok masing-masing, mengidentifikasi informasi yang relevan, serta berbagi ide dan pendapat untuk menemukan solusi terbaik berdasarkan pemahaman mereka. Sejalan dengan pendapat Masrik, . melalui diskusi kelompok akan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah. Sintak 3 yakni membimbing penyelidikan baik secara individu maupun kelompok dilakukan dengan cara guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan serta dukungan kepada peserta didik dalam proses pemecahan masalah. Pada tahap ini, peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), di mana mereka menganalisis permasalahan, mengumpulkan informasi yang relevan, serta mendiskusikan berbagai strategi untuk menemukan solusi yang tepat. Guru secara aktif membimbing setiap kelompok dengan mengamati jalannya diskusi. Melalui proses ini, peserta didik tidak hanya belajar secara kolaboratif, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kemampuan Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan. (Sari. Ardianti, & Setiawaty, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 731-742 http://jurnal. id/index. php/dedikasi komunikasi yang efektif dalam lingkungan belajar yang aktif dan interaktif. Sejalan dengan pendapat Muhammad Andi Auliya Hakim. Sunarto & Salman . uru mendorong peserta didik untuk mencari informasi yang relevan, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, serta menyelesaikan masalah. Sintak 4 yaitu mengembangkan dan mempresentasikan hasil kerja dilakukan dengan cara masing- masing kelompok memilih perwakilan untuk mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas. Selama presentasi, perwakilan kelompok menjelaskan jawabannya dengan alasan di balik solusi yang dipilih, serta bukti atau data yang mendukung argumen mereka. Sementara itu, kelompok lain diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta berdiskusi lebih lanjut guna memperdalam pemahaman bersama. Dalam proses ini, guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan diskusi, memberikan umpan balik, serta memastikan bahwa setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan ide mereka secara jelas dan sistematis, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif. Sejalan dengan pendapat Firda Khairati Amris, . peserta didik melakukan presentasi untuk menjelaskan jawabannya dengan data yang mendukung Sintak 5 yakni menganalisis dan mengevaluasi Solusi yang telah ditemukan. Pada tahap ini guru memberikan apresiasi atas usaha dan kontribusi setiap kelompok dalam memecahkan masalah, baik dalam hal pemikiran kritis, kreativitas, maupun kerja sama tim. Selain itu, guru juga memberikan umpan balik mengenai cara penyelesaian yang telah disampaikan. Sebagai penutup, guru menyampaikan kesimpulan akhir dari pembelajaran dengan merangkum inti materi yang telah dibahas, menghubungkannya dengan konsep yang lebih luas, serta mendorong peserta didik untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks lain, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan aplikatif. Sejalan dengan pendapat Pramistawati, . menyampaikan kesimpulan pada akhir pembelajaran untuk mengevaluasi pemecahan masalah. Berdasarkan hasil pretest pada pemahaman IPAS sebelum menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA mendapatkan hasil rata-rata 66,12. Selanjutnya, hasil posttest pada pemahaman IPAS setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA mendapatkan hasil rata-rata 80,35. Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA meningkat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pemaparan dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA efektif meningkatkan pemahman IPAS siswa kelas V. Hal tersebut dapat dilihat dari data bahwa, terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah serta peningkatan terhadap pemahaman IPAS siswa. Efektivitas model Problem Based Learning berbantuan media flipbook SIRPA ini ditunjukkan melalui meningkatnya pemahaman IPAS siswa berdasarkan uji N-Gain diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,4252 < 0. sehingga menunjukkan kategori sedang. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 731-742 Saran Sebelum menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning, guru perlu memperhatikan kesiapan siswa dalam memahami materi melalui model ini. Sebaiknya, sebelum menggunakan media flipbook SIRPA dalam pembelajaran, guru terlebih dahulu mensosialisasikannya dengan baik agar siswa benar-benar mengerti. DAFTAR PUSTAKA