Gambaran Tingkat Daya Ingat Berdasarkan Tes IST pada Mahasiswa Psikologi Universitas Potensi Utama Medan Fenty Zahara Nasution Universitas Potensi Utama Medan fentynasution19@gmail. Nadia Syafira Universitas Potensi Utama Medan shafiranadi3@gmail. Alamat: JL. KL. Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3-A. Tanjung Mulia. Tj. Mulia. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 Korespondensi penulis : fentynasution19@gmail. ABSTRACT One of the tests that measures intelligence is the IST Test with 9 sub tests, and one of the sub tests in it is the last sub test, namely ME (Merkaufgabe. This subtest measures memory. This memory is closely related to attention and the ability to remember. Memory can be said to be sharp or dull when viewed from the accuracy, thoroughness or outline, or shallowness of the memory content. Estimates, feelings, emotions, affection, hopes and desires. Also plays a role in memory function. In this research, the researcher took only one thing, namely memory ability, the sample was carried out on psychology students in semesters 4, 6, 8, totaling 98 students. Using descriptive research methods. The aim of this research is to see a picture of the memory level of Psychology students at the Main Potential University in the morning and evening students because memory is very important for their ongoing learning process. Recall or memory is a mental process that an individual has to code, store, maintain and remember information, knowledge or past experiences in the brain which can be recalled for use some time This research approach uses a 6 minute test, then scoring based on morning and evening groups and based on semester level. Tests are given based on each class, the morning class is carried out during the morning class 00 and the evening class is carried out at 18. The results obtained were that the superior level of memory was found in semester 8 students at 17. 3%, semester 6 at 11. 2%, semester 4 at 7. High average memory level at semester 8 at 13. 26% and semester 6 at 9. 1% and semester 4 at 13. 7 is 7. 14% Average memory level is located in semester 6 with 14, namely 14. 26% and semester 4 with 10, namely 10. 20% and semester 8, namely 3. Low Average level of memory is located in semester 6, namely 7, namely 7. 14% and semester 6. of 6, 12% and semester 8 of 1 with 1. The highest level of superior memory based on morning and evening classes is in semester 8 of the evening class, 17. These results are useful in the future and need to be improved in upgrading memory to be able to carry out daily learning activities. Keywords: memory level, student test ABSTRAK Salah satu tes yang mengukur kecerdasan adalah Tes IST dengan 9 sub tes, dan salah satu sub tes yang ada di dalamnya adalah sub tes yang terakhir yaitu ME (Merkaufgabe. Sub tes ini mengukur daya ingat. Ingatan ini sangat berkaitan dengan perhatian, dan kemampuan mencamkan. Ingatan bisa dikatakan tajam atau tumpul jika ditinjau dari ketepatan, ketelitian atau garis besar, atau kedangkalan isi ingatan. Diperkirakan, perasaan, emosi, afeksi, harapan dan kemauan. juga berperan dalam fungsi ingatan. Dalam penelitian ini peneliti memang mengambil salah satu saja yaitu tentang kemampuan daya ingat, sample dilakukan pada mahasiswa Psikologi semester 4, 6 8 yang berjumlah total 98 Mahasiswa. memakai penenlitan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran tingkat daya ingat pada mahasiswa Psikologi Universitas Potensi Utama pada mahasiswa pagi dan malam karena daya ingat sangat penting untuk proses belajar mereka setrusnya. Daya ingat atau memori adalah proses mental yang di miliki individu untuk mengkode menyimpan mempertahankan dan mengingat informasi pengetahuan atau penggalaman masa lalu di dalam otak yang dapat dipanggil kembali untuk dapat Received Februari 13, 2022. Revised maret 2, 2022. Accepted april 22, 2022 JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 dipergunakan beberapa waktu kemudian. Pendekatan penelitian ini dengan menggunakan tes selama 6 menit, lalu di skoring berdasarkan kelompok pagi dan malam serta berdasarkan tingkatan semesternya. Pemberian tes dilakukan berdasarkan kelas masing-masing, yang pagi dilakukan pada saat jam kuliah pagi hari jam 09. 00 dan kelas malam dilakukan pada saat jam 18. hasilnya didapatkan adalah Tingkat daya ingat yang superior terletak pada mahasiswa semester 8 sebanyak 17. 3 %, semester 6 sebanyak 11. 2 %, semester 4 sebanyak 7. 14 % Tingkat daya ingat High Average terletak pada semester 8 sebanyak 13. 26 % dan semester 6 sebanyak 9. 1 % serta semester 4 sebanyak 7 sebesr 7. 14% Tingkat daya ingat Average terleatak pada semester 6 dengan 14 yaitu 26% dan semester 4 dengan 10 yaitu 10. 20% dan semester 8 yaitu 3 sebesar 3. 06% Tingkat daya ingat low Average terletak pada semester 6 sebesar 7 yaitu 7. 14 % dan semester 6 sebesar 6 yaitu 1. 12% dan semester 8 sebanyak 1 dengan 1. 02% Untuk Tingkat daya ingat yang paling tinggi superior berdasarkan kelas pagi dan malam terletak pada semester 8 kelas malam 17. 34 %. Hasil ini berguna kedepannya perlu di perbaiki dalam menggupgrade ingatan untuk bisa mengerjakan aktifitas belajar sehari-hari. Kata kunci : tingkat daya ingat, tes ist mahasiswa PENDAHULUAN Tes intelegensi banyak ragamnya dan tipenya akan tetapi tes untuk Memngukur IQ yang lebih lengkap adalah tes IST. Di dalam Ilmu psikologi tes IST ini adalah untuk mengukur kemampuan dan kecerdasan seseorang. Saat ini, hampir dalam setiap bidang kehidupan manusia banyak yang menggunakan tes psikologi dikarenakan kebuuthannya banyak berguna pakai dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adlah tes IST yang banyak mengungkao Tes psikologi didefinisikan oleh Urbina . sebagai prosedur sistematis untuk memperoleh sampel perilaku yang relevan dengan fungsi kognitif maupun afektif, dan untuk penilaian serta evaluasi sampel yang sesuai dengan standar yang berlaku. Tes psikologi digunakan untuk mengukur perbedaan antar individu maupun mengukur perbedaan reaksi individu yang sama dalam kondisi yang berbeda (Anastasi & Urbina, 2. Respon maupun hasil pengukuran individu tersebut dapat memberikan suatu kesimpulan. Kesimpulan inilah yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan (Osterlind, 2. Pengambilan keputusan biasanya dilakukan dalam proses seleksi, klasifikasi, dan diagnosa baik pada individu, kelompok, organisasi, maupun program tertentu (Urbina, 2. Dengan adanya fungsi tersebut, tes psikologi harus mampu untuk mengungkap aspek aspek psikologis dalam diri individu terkait pengambilan keputusan. Menurut Kaplan & Saccuzzo . , tes psikologi terbagi menjadi dua jenis, yaitu tes kepribadian dan kemampuan. Tes kepribadian digunakan untuk mengukur trait ataupun temperamen individu. Tes kemampuan digunakan untuk mengukur keahlian individu dalam hal kecepatan dan ketepatan. Tes kepribadian terbagi atas dua jenis, yaitu tes objektif dan tes Sedangkan tes kemampuan terbagi menjadi tiga, yaitu tes prestasi, tes bakat, dan tes Tes kepribadian dan tes kemampuan telah digunakan dalam berbagai konteks kehidupan manusia seperti pendidikan, pekerjaan, dan klinis. Dalam konteks pendidikan. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 digunakan untuk mengidentifikasi kecepatan belajar seseorang, mengklasifikasi individu berdasarkan kemampuan dalam menyerap informasi, pemilihan jurusan, dan seleksi masuk sekolah dan perguruan tinggi. Dalam konteks belajar, digunakan untuk memahami dan mengingat erutama dibutuhkan saat proses belajar Dalam konteks klinis, digunakan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki keterbelakangan mental maupun gangguan Dari ketiga konteks yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu konteks pendidikan, pekerjaan, dan klinis, tes yang umumnya dipakai adalah tes inteligensi (Anastasi & Urbina, bahwa tesinteligensi mengukur potensi yang dimiliki individu dalam pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi dengan perubahan suatu kondisi dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Potensi dan kemampuan yang diukur dengan tes inteligensi menjadi bagian penting dalam menyeleksi individu. Dengan demikian, kualitas dari tes inteligensi penting untuk diperhatikan IST merupakan tes psikologi yang dikembangkan pertama kali oleh Rudolf Amthaeur di Jerman pada tahun 1953. Di Indonesia, tes ini diadaptasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran . elanjutnya disebut UNPAD) pada tahun 1973. Selain mengukur inteligensi, tes ini juga dapat digunakan untuk melihat bakat (Polhaupessy dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2. Di Indonesia. IST digunakan untuk seleksi dan promosi karyawan dalam konteks pekerjaan. IST disusun berdasarkan teori Thurstone tentang kemampuan mental dasar . rimary mental abilitie. Kemampuan mental dasar terdiri dari tujuh faktor yaitu faktor verbal (V), number (N), perceptual (P), spasial (S), word fluency (W), memory (M), dan reasoning (R) yang menghasilkan multiple intelligence. Adapun kecerdasan yang dihasilkan dari penggunaan IST adalah kecerdasan verbal, angka, figural, dan ingatan (LPSP3 UI, 2. Dengan diperolehnya multiple intelligence dari aspek pengukuran IST inilah yang menjad alasan mengapa IST saat ini masih banyak dipakai dalam seleksi pekerjaan oleh perusahaan-perusahaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan wawancara yang dilakukan dengan tester di beberapa biro psikologi di Kota Medan yang mengatakan bahwa dengan hanya menggunakan IST, dapat diperoleh hasil secara keseluruhan yang tidak dimiliki tes inteligensi lainnya (Komunikasi Personal, 23 Januari 2. Selain itu dikatakan juga bahwa untuk seleksi biasanya memang menggunakan IST karena IST terdiri dari 9 subtes. Kesembilan subtesnya ini mampu menggambarkan inteligensi lebih lengkap dibandingkan tes inteligensi lainnya (Komunikasi Personal, 09 September 2. IST terdiri atas sembilan subtes, yaitu Satzergaenzung (SE). Wortauswahl (WA). Analogien (AN). Gemeinsamkeiten (GE). Merkaufgaben (ME). Rechenaufgaben (RA). Zahlenreinhen (ZR). Figurenauswahl (FA), dan JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 Wuerfelaufgaben (WU). Kesembilan subtes ini dapat digunakan secara keseluruhan maupun hanya satu subtes saja (Polhaupessy dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2. Berdasarkan analisis IST yang telah dilakukan, maka penting untuk dilakukan analisis lebih lanjut pada IST mengingat tes ini masih digunakan hingga saat ini. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis karakteristik psikometri dari IST namun berfokus kepada satu subtes saja, yaitu subtest ME. Peneliti memilih subtes ME karena dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan bahwa . item subtes ME) telah dipergunakan dalam pembelajaran seharihari. Aitem-aitem berbentuk juga dapat ditemukan di berbagai sumber. Hal tersebut dapat menimbulkan adanya proses belajar yang dilakukan individu terhadap aitem subtest ME, salah satu sub tes yang diukur adalah ME yang di ukur adalah Subtes 9 : Merkaufgaben/Latihan simbol (ME) yaitu Subtes terakhir, kesembilan adalah ME (Merkaufgabe. mengukur daya Ingatan sangat berkaitan dengan perhatian, dan kemampuan mencamkan. Ingatan bisa dikatakan tajam atau tumpul jika ditinjau dari ketepatan, ketelitian atau garis besar, atau kedangkalan isi ingatan. Diperkirakan, perasaan, emosi, afeksi, harapan dan kemauan. juga berperan dalam fungsi ingatan Dengan penyajian waktu 9 menit. Tes ini diperuntukkan bagi subyek dengan usia 14 Ae 60 tahun. Tujuan dari Tes IST ini adalah untuk mengetahui pola kecerdasan individu secara umum, sehingga individu dapat memahami dirinya dan dapat mengembangkan pribadinya. Seperti tentang perencanaan pendidikan, karier dan dalam pengambilan keputusan. Pada penenlitian ini penneliti mengambil satu dari subtes untuk mengetahui seberapa daya ingat para mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Berdasarkan hal-hal diatas, maka dapat dinyatakan bahwa subtes ME versi revisi masih mampu untuk mengukur daya ingat individu. Pendapat ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati . bahwa dari ketiga estimasi parameter psikometri yang dilakukan, subtes ME masih tergolong baik dengan persentase parameter kesukaran 100% baik, parameter diskriminasi % baik, dan peluang tebakan 100% Hal ini tentunya mengingat bahwa subtes ME memiliki bentuk soal hafalan yang Hal lain yang menjadikan subtes ME versi revisi baik dikarenakan pada dasarnya tes IST merupakan alat tes yang sudah baku dan masih layak untuk digunakan. Berdasarkan latar belakangpenenlitian yang sebelumnya tentang ME yang telah di uraikan, maka yang menjadi ketertarikan pene liti dalam penelitian ini adalahmelihat gambaran tingkat daya ingat pada mahasiswa psikologi Universitas potensi utama Medan. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 TINJAUAN PUSTAKA Ingatan memiliki peranan penting dalam proses belajar. Hal ini berkaitan dengan fungsi mengingat sebagai proses menyimpan hal-hal yang sudah diketahui untuk dikeluarkan kembali pada saat yang lain (Sarwono, 2. Mengingat merupakan salah satu tolak ukur dalam pengukuran kecerdasan seseorang. Beberapa alat tes inteligensi menggunakan aspek mengingat dalam pengukuran kecerdasan Memori berasal dari bahasa inggris, memory. Binet yang memiliki aspek mengingat pada subtes penalaran kuantitatif (Sobur, 2. dalam Agung Fitri . Weschler pada skala verbal (Azwar, 2. dan tes IST (Intelligenz Struktur Te. pada salah satu subtesnya, yaitu Merkaufgaben (ME). IST merupakan alat tes yang sering digunakan baik di lingkungan pendidikan maupun pekerjaan meskipun usianya sudah lebih dari 40 tahun Menurut Wojowasito dan Wasito . 0: . memori artinya ingatan, kenangan-kenanga. Bruno (Syah Muhibin, 2001:. mendefinisikan memori sebagai proses mental yang melibatkan penyandian . , penyimpanan (Storag. dan pemanggilan kembali . informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat di otak. Menurut Tracy Riggns, dkk . 3 : 38 . 180 ) menyatakan bahwa : AuMemory is a cornerstone ability on wich we build knowledge of aurselves and the world around us. The importance of memory is especially apparent when the ability is impaired or lost Ay. dari pendapat di atas dapat diartikan bahwa memori adalah landasan kemampuan yang mana kita membangun pengetahuan mengenai diri kita dan dunia di sekitar kita. Pentingnya memori khusus jelas ketika kemampuan terganggu / Daya ingat merupakan alih bahasa dari memory. Pada umumnya para ahli memandang daya ingat sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lalu (Walgito, 2. Seseorang dapat mengingat sesuatu pengalaman yang telah terjadi atau pengetahuan yang telah dipelajari pada masa lalu (Afiatin, 2. Drever . alam Walgito, 2. menjelaskan memori adalah salah satu karakter yang dimiliki oleh makhluk hidup, pengalaman berguna apa yang kita lupakan yang mana mempengaruhi perilaku dan pengalaman yang akan datang, yang mana ingatan itu bukan hanya meliputi recall . dan recognition . atau apa yang disebut dengan menimbulkan kembali ingatan. Santrock menjelaskan bahwa daya ingat adalah unsur perkembangan kognitif, yang memuat seluruh situasi yang di dalamnya individu menyimpan informasi yang diterima sepajang waktu (Atkinson, 2. Daya ingat . merujuk pada kemampuan individu memiliki dan mengambil kembali suatu informasi dan juga struktur yang mendukungnya serta suatu bentuk kompetensi, memori juga memungkinkan JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 individu memiliki identitas diri (Wade, 2. Atkinson dan Shiffrin membuat suatu perbedaan penting antara konsep daya ingat dan penyimpanan daya ingat. Daya ingat digunakan untuk 14 mengacu pada data-data yang disimpan, s sedangkan penyimpanan mengacu pada komponen struktural yang berisi informasi (Solso, 2. Menurut Tulving, daya ingat adalah cara-cara yang dengannya individu dapat mempertahankan dan menarik pengalaman dari masa lalu untuk digunakan saat ini (Sternberg, 2. Sedangkan Porter & Hernacki menjelaskan bahwa daya ingat adalah suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah diketahui. Jadi, dapat disimpulkan bahwa daya ingat adalah kemampuan individu untuk menyimpan, memproses dan memunculkan kembali pengalaman, data, informasi yang telah didapatkan pada masa lalu untuk masa yang akan datang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisinya sendiri. Tahap-Tahap Daya Ingat Sebelum seseorang mengingat suatu informasi atau sebuah kejadian dimasa lalu, ada beberapa tahapan yang harus dilalui ingatan tersebut untuk dapat muncul kembali. Atkinson . berpendapat bahwa, para ahli psikologi membagi tiga tahapan ingatan, yaitu: a. Memasukan pesan dalam ingatan . Mengacu pada cara individu mentransformasikan input fisik indrawi menjadi sejenis representasi mental dalam memori. Penyimpanan ingatan . Mengacu pada cara individu menahan informasi yang sudah disimpan dalam memori. Mengingat kembali . Mengacu pada bagaiman individu memperoleh akses menuju informasi yang sudah disimpan dalam memori. Tabel 1 Tahapan dalam memori Sumber: Atkinson & Atkinson. Penyandian Memasukkan ke dalam memori Penyandian Memasukkan ke dalam memori Penyandian Memasukkan ke dalam memori Sumber : Pengantar Psikologi Edisi Kedelapan Jilid I. Jakarta: Erlangga. Ada tiga tahapan mengingat, menurut Walgito . , bahwa mulai dari memasukkan informasi . , kemdian menyimpan . , lalu menimbulkan kembali . Intinya sebagai berikut: a. Memasukkan . Cara memperoleh ingatan pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu . Secara sengaja. Sesorang dengan sengaja memasukkan informasi, pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman ke dalam ingatannya. Secara tidak disengaja. Sesorang secara tidak sengaja memasukkan pengetahuan, pengalaman dan informasi ke dalam ingatannya. Misalnya: jika air dalam ember terjatuh maka akan pecah. Informasi ini disimpan sebagai pengertian-pengertian. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 Menyimpan. Tahapan kedua dari ingatan adalah penyimpanan atau . apa yang telah dipelajari. Apa yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak . dan dapat ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut mungkin sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan kelupaan. Menimbulkan kembali. Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat ditempuh dengan mengingat kembali . o recal. dan mengenal kembali . o Pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek secara sadar dapat diukur melalui dua metode. Metode pertama adalah recall, yakni kemampuan menggali kembali dan memproduksi informasi yang telah dimiliki sebelumnya. Metode kedua adalah recognition, yakni kemampuan mengenali informasi yang telah diobservasi, dibaca, atau didengar sebelumnya (Wade, 2. Para ahli sepakat bahwa proses memori tidak hanya seperti yang dijelaskan pada tersebut diatas tetapi tergantung dari mana memori dilihat, seperti penjelasan Davis . alam Hamberg, 2. , menurutnya informasi yang masuk harus melalui tiga tahapan yang belum disimpan dalam waktu yang lama. Tiga tahapan tersebut adalah: a. Sebagian besar aliran diterima alat indera-percakapan, sensasi sentuhan ataupun bau yang masuk ke hidung, semuanya mampir ke otak hanya sedetik saja dan selanjutnya lenyap lagi. Dapat dikatakan kesan tersebut tampak lenyap. Tahap kedua disebut memori jangka pendek . hort term memor. Memori ini terpilih untuk disimpan karena individu memberikan perhatian padanya. Ketertarikan, kegelisahan dan kegembiraanlah yang membedakannya. Tahap selanjutnya adalah memori jangka panjang . ong term memor. Memori jangka panjang biasanya rentan terhadap kelemahan otak seiring usia beranjak tua. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tahapan daya ingat . terbagi dalam proses memasukkan informasi ke daya ingat, lalu menyimpannya, dan kemudian membangkitkan kembali informasi yang tersimpan. Jenis-Jenis Daya Ingat Secara umum, banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli mengenai macam-macam daya Hal ini tergantung dari mana ingatan tersebut dilihat, sebagian ada yang melihat dari sudut pandang jenis tugas mengingat, lamanya waktu mengingat, atau jenis informasi yang Berikut beberapa macam ingatan yang sering dibahas oleh beberapa ahli, yaitu: a. Memori Sensori Semua informasi baru yang diterima indera harus menjalani pemberhentian singkat di register sensorik, gerbang masuk ke dalam memori. Register sensorik mencakup JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 beberapa subsistem memori yang memiliki jumlah yang sama dengan jumlah indera yang kita miliki. Kesan visual akan tetap berada dalam subsistem sedikit lebih lama dari subsistem visual, yakni kira-kira selama dua detik (Wade, 2. Memori sensori . enyimpanan serapan indr. adalah temapt penyimpanan awal dari sebagian besar informasi, namun pada akhirnya ia akan memasuki tempat penyimpanan memori jangka pendek dan jangka panjang. Pada memori ini terdapat dua jenis penyimpanan yaitu: . Penyimpanan ikonik. Penyimpanan ikonik adalah sebuah register penyerapan visual yang sangat unik dalam dirinya sendiri, mengelola informasi untuk periode waktu yang sangat Informasi disimpan dalam bentuk ikon-ikon. Semua ikon-ikon akhirnya menjadi imaji-imaji visual yang merepresentasikan sesuatu. Penyimpanan ekoik. Penyimpanan ekonik menyimpan input auditorik dengan durasi sekitar 2-4 detik. Informasi auditorik disimpan dalam ruang penyimpanan agar dapat diolah lebih lanjut Memori Jangka Pendek (Short Term Memor. Semua individu memiliki akses menuju memori jangka pendek. Memori ini menahan data memori selama beberapa detik dan terkadang juga bisa sampai beberapa menit. Menurut model Atkinson dan Shiffrin, simpanan jangka pendek hanya dapat mengingat beberapa hal saja. Ia juga dapat diakses oleh sejumlah proses pengontrolan yang mengatur aliran informasi kepada dan dari simpanan jangka panjang. Biasanya, materi masih tetap bertahan di dalam memori jangka pendek kira-kira 30 detik saja, kecuali dilatih untuk mempertahankannya lagi. Informasi tersebut disimpan secara akustik . ewat bunyi yang dikeluarkanny. lebih daripada secara visual . ewat penampakanny. Secara umum, kapasitas memori jangka pendek dibagi berdasarkan luas stimulusnya, kira-kira 7 C 2 stimulus (Miller, dalam Sternberg, 2. Peterson dan Peterson . alam Solso, 2. mendemonstrasikan bahwa kapasitas kita untuk menyimpan informasi dalam suatu area penyimpanan sementara bersifat sangat terbatas dan rentan terhadap memudarnya informasi dengan cepat. Memori Jangka Panjang (Long Term Memor. Ingatan jangka panjang adalah suatu tipe memori yang relatif tetap dan tidak terbatas. Memori jangka panjang bertambah seiring bertambahnya usia selama masa pertengahan dan akhir kanak-kanak. Sistem memori jangka panjang memungkinkan kita hidup dalam dua dunia, yaitu masa lalu dan masa sekarang. Kemampuan untuk dapat mengingat masa lalu dan menggunakan informasi tersebut untuk dimanfaatkan saat ini merupakan fungsi dari memori jangka panjang (Bhinetty, 2. Kapasitas yang dimiliki memori jangka panjang sepertinya tidak terbatas. Informasi dalam jumlah yang sangat besar yang tersimpan dalam memori jangka panjang, memungkinkan JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 individu untuk belajar, menyesuaikan diri dengan lingkungan , serta mengembangkan identitas diri dan sejarah kehidupan (Wade, 2. Memori jangka panjang tempat menyimpan memori-memori yang terus tinggal dalam pikiran selama periode yang panjang. Beberapa teoritis menyarankan bahwa kapasitas memori jangka panjang tidak terbatas, minimal dalam sudut praktis tertentu (Bahrick, 1984a, 1984b, 2000. Bahrick & Hall, 1991. Hintman dalam Sternberg, 2. dalam solso 2007. Lokasi tempat memori tersimpan adalah di seluruh bagian otak, meskipun juga terpusat di bagian-bagian tertentu. Beberapa region otak memiliki fungsi penting dalam pembentukan memori seperti hipokampus dan korteks serta thalamus (Solso, 2. Memori Kerja Memori kerja lazim didefinisikan secara luas seperti retensi informasi ketika memproses informasi yang sama atau lainnya. Hal ini juga digambarkan sebagai ruang kerja pengolahan informasi atau sebuah pintu gerbang antara memori jangka pendek dan jangka panjang. Memori kerja merupakan proses kognitif yang fungsi utamanya adalah untuk memfasilitasi dan meningkatkan kapasitas pengodean, penyimpanan, dan fungsi pencarian yang penting untuk belajar pada tingkat pengolahan informasi (Kuswana, 2. Memori Implisit atau Prosedural Memori prosedural merupakan memori mengenai cara melakukan sesuatu, seperti cara menyisir, menggunakan pensil, dan lain sebagainya. Memori prosedural ini juga disebut memori implisit karena apabila suatu kemampuan telah dimiliki seseoranng, maka kemampuan tersebut tidak lagi memerlukan pemrosesan secara sadar (Wade,2. Memori implisit adalah pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek yang mempengaruhi tindakan dan pikiran yang dilakukan tanpa usaha secara sadar. Jadi, memori implisit dipanggil kembali secara tidak sadar (Graf & Schacter, 1985. Schacter. Chiu, & Oschner, dalam Wade, 2. Cara mengukur memeori ini adalah dengan cara priming. Metode ini meminta subjek membaca atau mendengarkan suatu informasi dan kemudian menguji apakah informasi tersebut mempengaruhi kinerja subjek (Wade, 2. Memori Eksplisit atau Deklaratif Pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek secara sadar disebut dengan memori eksplisit. Contohnya, ketika seseorang ingin menceritakan masa lalunya kepada orang lain, maka yang dilakukannya adalah secara sadar memanggil kembali informasiinformasi masa lalu di dalam ingatannya (Sternberg, 2. Cara mengukur memori ini adalah dengan menggunakan metode recall dan recognition yang sudah dibahas pada subbab sebelumnya (Wade, 2. Memori eksplisit terbagi atas dua macam yaitu: . Memori Episodik. Memori episodik adalah memori yang berisi pengalaman-pengalaman sendiri yang biasanya JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 berhubungan dengan riwayat hidup. Memori semantik. Memori semantik berisikan jumlah total pengetahuan yang dimiliki seperti perbendaharaan kata, pemahaman matematika dan segala fakta yang diketahui. Memori Flashbulb Memori Flashbulb merupakan memori pada situasi dimana seseorang untuk pertama kalinya belajar/mencoba sesuatu yang sangat berkesan baginya atau yang secara emosiional menyentuh perasaannya (Bhinnety, 2. Berdasarkan beberapa jenis memori yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa memori terdiri dari beberapa macam diantaranya memori sensori, jangka pendek, jangka panjang, memori kerja, memori ekspisit dan implisit dan memori flashbulb. Penelitian ini mengukur bagaimana informasi dapat bertahan di memori jangka pendek dan dapat di panggil kembali dalam beberapa detik atau menit serta peran memori flashbulb dalam mengingat. Model Daya Ingat Secara umum banyak teori yang membahas tentang model memori. yang paling populer sampai saat ini adalah model Atkinson dan Shiffrin. Berikut beberapa model memori yang dipaparkan oleh para ahli, diantaranya: a. Model Tradisional Struktur daya ingat tradisional terbagi atas tiga sistem, yaitu . sistem ingatan sensorik . ensory memor. , . Sistem ingatan jangka pendek atau short term memory (STM), dan . sistem ingatan jangka panjang atau long term memory (LTM). Sistem ingatan tersebut dikenal dengan model paradigma Atkinson dan Shiffrin yang telah disempurnakan oleh Tulving dan Madigan (Solso, 2. Faktor yang Mempengaruhi Daya Ingat Proses mengingat atau memori banyak dipengaruhi oleh berberapa faktor (Ahmadi, 2. yaitu : a. Faktor Individu. Proses mengingat dipengaruhi dari dalam individu seperti sifat, keadaan jasmani, keadaan rohani dan umur. Mengingat akan lebih efektif apabila individu memiliki minat yang besar, motivasi yang kuat, memiliki metode tertentu dalam pengamatan dan pembelajaran, dan memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang baik. Faktor objek yang diingat. Sesuatu yang memiliki organisasi dan struktur yang jelas, mempunyai arti, mempunyai keterkaitan dengan individu, mempunyai intensitas rangsangan yang cukup kuat lebih mudah diingat oleh seseorang. Faktor Lingkungan. Proses mengingat akan lebih efektif apabila ada lingkungan yang menunjang dan terhindar dari adanya gangguan- gangguan. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, pengumpulan data, diantaranya adalah teknik observasi langsung dan teknik dokumentasi HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Penyebaran Skor Subtes ME adalah sebagai berikut. Setelah melalui proses tes yang dilakukan pada waktu yang berbeda, mahasiswa semester 4 6 dan 8 pagi dilakukan pada pagi hari jam 09 00, dan mahasiswa malam sem 4 6 8 dilakukan pada jam 00, sub tes ME adalah rangkaian terakhir dimana usbjek hanya butuh 3 menit untuk menghafal dengan diberikan pernyataan yang mau di ingat serta 6 menit untuk menjawab soalnya,ada 20 soal yang harus di jawab oleh sibjek. Dikarena kan usia mereka adalah usia yang tidak jauh berbeda yaitu usia para mahsiswa sekitar 19 sampai 20 maka menggunakan hasil standard penyekoran skala IST untuk usia tersebut. Maka hasil yang di dapat adalah Tabel 2 hasil skoring persemester 4 angkatan 2018 6 angkatan 2017 Jumlah 8 angkatan 2016 Hasil RW/SW IQ per 1 item 5 orang 20/ 121 7 orang 17/114 10 orang 16/111 6 orang 15/107 High Average High Average Average 3 orang 10/96 11 orang 20/121 Low Average Superior 9 orang 18/ 116 14 orang 17/ 113 High Average High Average 7 orang 16/ 111 17 orang 20/121 13 orang 19/119 3 orang 12/ 102 1 orang 10/ 98 High Average Superior High Average Average Low Average JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 Tabel 3 hasil skoring per semester kelas pagi dan sore 4 pagi 4 sore 6 pagi 6 sore 8 pagi 8 sore Jumlah mahasiswa Hasil RW/SW IQ PER 1 ITEM 3 orang 20/121 Superior 5 orang 18/ 116 High Average 1 Orang 14 /107 2 orang 10/96 Average Low Average 2 orang 20/121 2 orang 17/114 Superior High Average 10 orang 16/112 High Average 5 orang 15/109 6 orang 18/116 Low Average High Average 5 orang 20/121 1 orang 18/116 Superior High Average 9 orang 20/121 14 orang 17/114 Superior High Average 7 orang 16/112 4 orang 19/119 1 orang 10/98 High Average High Average Low Average 2 orang 20/121 Superior 15 orang 20/121 Superior 9 orang 19/119 3 orang 12/102 High Average Average JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 Tabel 4 skala IQ IST Chart Title SUOERIOR HIGH AVERAGE AVERAGE LOW AVERAGE Gambar1 diagram keseluruhan semester Chart Title Semester 4 pagi Semester 6 pagi Semester 8 pagi SUPERIOR HIGH AVERAGE AVERAGE LOW AVERAGE Gambar 2 diagram persemester pagi JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 Chart Title Semester 4 Semester 6 Semester 8 SUPERIOR HIGH AVERAGEMalamAVERAGE LOW AVERAGE Gambar 3 diagram persemester malam KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengambilan data dan skoring serta pembagian berdasarkan persemeseter, juga berdasarkan pembagian semsetr kelas pagi dan malam maka dapat Tingkat daya ingat yang superior terletak pada mahasiswa semester 8 sebanyak 17. 3 %, semester 6 sebanyak 11. 2 %, semester 4 sebanyak 7. Tingkat daya ingat High Average terletak pada semester 8 sebanyak 13. 26 % dan semester 6 sebanyak 9. 1 % serta semester 4 sebanyak 7 sebesr 7. Tingkat daya ingat Average terleatak pada semester 6 dengan 14 yaitu 14. 26% dan semester 4 dengan 10 yaitu 10. 20% dan semester 8 yaitu 3 sebesar 3. Tingkat daya ingat low Average terletak pada semester 6 sebesar 7 yaitu 7. 14 % dan semester 6 sebesar 6 yaitu 1. 12% dan semester 8 sebanyak 1 dengan 1. Untuk Tingkat daya ingat yang paling tinggi superior berdasarkan kelas pagi dan malam terletak pada semester 8 kelas malam 17. Hal ini didapatkan hasil yang paling tinggi tingkat daya ingat pada mahasiswa malam dimana hampir semua mahasiswa malam adalah mahasiwa pekerja sehingga yang menjadi JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 229-244 faktor Proses mengingat dipengaruhi dari dalam individu seperti sifat, keadaan jasmani, keadaan rohani dan umur. Proses mengingat akan lebih efektif apabila individu memiliki minat yang besar, motivasi yang kuat, memiliki metode tertentu dalam pengamatan dan pembelajaran, dan memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang baik serta Lelah tidak berlaku pada kasus ini, kemungkinan juga memang daya tahan dan daya ingat mahasiswa malam pada saat di tes jauh lebih tinggi dibandingkan mahasiswa kelas pagi dan malam semseter lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kepada para mahasiswa semeseter 4 6 dan 8 pada kelas pagi dan malam untuk stambuk 2016, 2017 dan 2018 yang sudah meluangkan waktu untuk diberikan tes IST. DAFTAR PUSTAKA