PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN BAAMBOOZLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS DI SANGGAR BELAJAR KAMPUNG BHARU MALAYSIA Nisa Andino. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan. Indonesia E-Mail: nisaandino66@gmail. Dewi Kesuma Nasution. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan. Indonesia E-Mail: dewikesuma@umsu. Abstrak Pembelajaran IPAS merupakan proses yang disusun secara terencana untuk membantu peserta didik memahami konsep melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Namun, pembelajaran IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia masih menunjukkan hasil belajar yang belum optimal karena penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi dan media pembelajaran yang terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang inovatif dan didukung media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan baamboozle terhadap hasil belajar IPAS siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-eksperimen tipe one group pretest posttest Subjek penelitian adalah siswa kelas VI di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia yang berjumlah 8 orang. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPAS siswa setelah penerapan model discovery learning berbantuan baamboozle, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 60,00 menjadi 84,38 pada posttest. Selain itu, hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,. yang menandakan bahwa peningkatan hasil belajar tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, model discovery learning berbantuan baamboozle dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. KataKunci: Model Discovery Learning. Baamboozle. Hasil Belajar. IPAS Pendahuluan Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan dipahami sebagai suatu bentuk usaha yang dilakukan secara sadar dan dirancang dengan baik untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran. Melalui proses tersebut, peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya, mulai dari aspek nilai-nilai MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 13. Nomor 1. Maret 2026. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 1-15 Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia kepribadian, kecerdasan, hingga akhlak Selain itu, pendidikan juga bertujuan membentuk keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menghadapi tuntutan kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Permatasari et al. , 2. Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan akan dapat menciptakan manusia yang berpotensi, kreatif dan memiliki ide cemerlang sebagai bekal untuk memperoleh masa depan yang baik. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu interaksi dua arah antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam proses pembelajaran (Marisya & Sukma, 2. Pendidikan dilaksanakan melalui adanya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik dan tepat Dalam meningkatkan mutu pendidikan yang bagus harapan yang ingin dicapai pembelajar memahami apa yang dipelajari dan dapat diterapkan di kehidupan nyata. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki pengetahuan yang pembelajaran bukan hanya guru yang aktif tetapi juga siswanya. Dengan demikian proses pembelajaran yang optimal akan terwujud (Atha, 2. Menurut (Hamidah & Kusrina, 2. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial bukan hanya sebatas kumpulan fakta, tetapi juga menekankan proses ilmiah melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, dan memahami fenomena alam dan sosial. Proses pembelajaran IPAS di SD memiliki potensi besar dalam merangsang rasa ingin tahu, membentuk pemahaman konsep awal, serta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah. Mata Pelajaran IPAS sangat penting untuk dipelajari karena pelajaran ini membahas tentang alam semesta, serta kejadian-kejadian yang berlangsung di dalamnya yang diteliti oleh para ilmuwan menggunakan metode ilmiah. Oleh karena itu, pelajaran IPAS diajarkan kepada siswa mulai dari tingkat sekolah dasar. Tujuannya agar siswa dapat memahami berbagai hal di sekitar mereka yang berhubungan dengan fenomena alam, sehingga mereka bisa menerapkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan (Rosiyani et al. , 2. Pada pembelajaran IPAS penting bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Model pembelajaran yang bersifat eksploratif, seperti pembelajaran berbasis proyek atau penemuan, memberikan siswa kesempatan untuk aktif terlibat dalam eksplorasi serta penemuan konsepkonsep sains. Penerapan model pembelajaran yang berorientasi pada meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman (Evani. Namun, kenyataannya proses pembelajaran 2 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nisa Andino. Dewi Kesuma Nasution IPAS masih sering berlangsung secara satu arah dan berpusat pada guru. Pola pembelajaran seperti ini membuat siswa kurang terlibat aktif, sehingga pemahaman konsep yang diperoleh cenderung bersifat konvensional dan rendahnya hasil belajar. Berdasarkan observasi dan data nilai Ujian Tengah Semester (UTS) pada pembelajaran IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia, diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas VI masih tergolong rendah. Dari total 8 orang siswa, hanya 4 siswa yang telah sedangkan 4 siswa lainnya belum Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yang Rendahnya tingkat ketuntasan belajar ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan memahami materi IPAS, sehingga diperlukan upaya perbaikan dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa dimana dalam kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran tertentu. Salah satu tujuan pembelajaran yang akan dicapai adalah hasil belajar yang baik, dimana hasil belajar sangat keberhasilan dalam pembelajaran (Pangesti Willies, 2. Hasil belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Jika guru tidak memilih model yang tepat untuk materi yang diajarkan, maka peserta didik akan kurang bersemangat untuk belajar di kelas dan beberapa akan menjadi malas. Sebaliknya, jika guru memilih model yang tepat untuk materi yang diajarkan, maka prosedur pembelajaran dapat berjalan dengan efisien (Siburian et al. , 2. Kondisi tersebut juga terlihat di lingkungan pendidikan nonformal, salah satunya di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia. Sanggar belajar ini berperan sebagai sarana pendidikan alternatif bagi anak-anak komunitas imigran Indonesia dengan belakang akademik yang Keterbatasan pembelajaran serta variasi kemampuan siswa menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik dalam menyampaikan materi IPAS secara efektif. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan, motivasi, dan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS adalah model discovery learning. Model discovery learning merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang dengan proses pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pengalaman belajar untuk menemukan konsep dan pemahaman secara mandiri (Nasywa et al. , 2. Model ini menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep secara mandiri melalui kegiatan mengamati. MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 3 Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia informasi, dan menarik kesimpulan. Penerapan discovery learning dalam pembelajaran IPAS terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, keterampilan berpikir kritis karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang saintifik dan kontekstual (Zelia & Sumartiningsih. Keberhasilan penerapan model discovery learning perlu didukung oleh penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menarik agar proses penemuan konsep dapat berjalan secara optimal. Media pembelajaran berbasis permainan edukatif dinilai efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu media yang mulai banyak digunakan dalam pembelajaran adalah baamboozle, yaitu platform permainan memungkinkan siswa belajar melalui kuis secara kolaboratif (Mulya et al. Temuan ini sejalan dengan pendapat (Ajeng, 2. bahwa pembelajaran mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat interaksi antarsiswa. Kelebihan utama dari baamboozle adalah sifatnya yang interaktif dan menyenangkan sehingga sangat efektif digunakan sebagai evaluasi pembelajaran. Evaluasi dalam bentuk permainan ini mampu menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri siswa. Sejalan dengan permasalahan tersebut, (Chairah & Nasution, 2. menunjukkan bahwa penerapan media IPAS dampak positif terhadap keaktifan dan keterlibatan siswa, serta mampu memperdalam pemahaman konsep melalui pengalaman belajar secara Penggunaan pembelajaran memungkinkan siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengaitkan materi pelajaran dengan situasi nyata dan kehidupan sehari-hari. Hal ini diperkuat oleh pendapat (Putri & Nasution, 2. yang menyatakan bahwa inovasi dalam sangat diperlukan untuk menarik perhatian siswa dan menjadikan pembelajaran lebih konkret serta mudah dipahami, terutama pada materi yang bersifat abstrak. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis permainan, dampak positif terhadap hasil belajar siswa, kajian yang mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut masih terbatas dan umumnya berfokus pada konteks pendidikan formal di dalam Penelitian yang mengkaji pembelajaran IPAS pada konteks pendidikan nonformal di luar negeri, khususnya di Malaysia, masih sangat Selain perbedaan konteks, 4 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nisa Andino. Dewi Kesuma Nasution berbeda dengan pendidikan formal, baik dari segi latar belakang peserta didik, lingkungan belajar, maupun sehingga temuan penelitian pada pendidikan formal belum sepenuhnya dapat digeneralisasikan. Di sisi lain, praktik pembelajaran IPAS pada pendidikan nonformal masih cenderung didominasi oleh pendekatan konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran IPAS yang menekankan keterlibatan aktif siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mendorong keaktifan siswa serta didukung oleh media pembelajaran yang interaktif agar proses pembelajaran IPAS dapat berlangsung secara lebih efektif. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengkaji penerapan model baamboozle dalam pembelajaran IPAS pada konteks pendidikan nonformal di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia. Model ini dinilai sesuai kepada siswa untuk menemukan konsep secara mandiri melalui aktivitas Integrasi motivasi, serta pemahaman konsep IPAS siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model discovery learning berbantuan baamboozle terhadap hasil belajar IPAS siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembelajaran IPAS yang lebih efektif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik pada pendidikan nonformal. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu pendekatan penelitian yang memiliki peran penting, khususnya menghasilkan data yang bersifat objektif dan dapat diukur melalui analisis statistik. Pendekatan ini banyak hubungan antar variabel, menguji hipotesis penelitian, serta menarik penelitian yang diperoleh (Waruwu et , 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen . reexperimental desig. dengan one group Menurut (Sugiyono, 2. One Group Design, yaitu desain penelitian yang hanya melibatkan satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Desain penelitian dapat digambarkan sebagai Tabel 1. One Group Design Pretest Treatment Posttest MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 5 Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia Penelitian ini menggunakan One Group Design sehingga hanya terdapat satu kelompok belajar yaitu siswa kelas VI di Sanggar Belajar Kampung Bharu. Kelompok mendapatkan pre-test yang diberikan perlakuan dan post-test setelah menggunakan model discovery learning IPAS. Tujuan penggunaan pre-test dan post-test dalam penelitian ini, dilakukan untuk membandingkan hasil tes sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan pada kelompok belajar tersebut. Penelitian dilaksanakan pada 2025/2026 dalam satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 y 35 menit pada materi sifat-sifat cahaya. Prosedur penelitian meliputi pemberian pretest, penerapan model discovery learning pemberian posttest. Penerapan learning dilakukan melalui enam tahapan, yaitu stimulation, problem statement, data collection, data Pada tahap stimulation, guru memberikan rangsangan melalui gambar dan pertanyaan pemantik terkait fenomena cahaya. Tahap problem statement dilakukan dengan merumuskan masalah dan hipotesis. Tahap data collection dilakukan melalui percobaan sederhana menggunakan alat seperti senter, cermin, dan gelas berisi air. Selanjutnya, pada tahap data processing, siswa mengolah dan mendiskusikan hasil percobaan. Tahap presentasi kelompok dan penguatan konsep oleh guru. Tahap generalization dilakukan dengan menarik kesimpulan dan dilanjutkan evaluasi melalui kuis Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia yang berjumlah 8 orang siswa. Mengingat jumlah subjek yang sedikit, maka seluruh populasi dijadikan sebagai menggunakan teknik sampling jenuh. Menurut (Machali, 2. Sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel dimana seluruh anggota populasi relatif kecil kurang dari 30 orang, sehingga setiap populasi dapat dilibatkan langsung dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes dan Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang disusun berdasarkan indikator hasil belajar IPAS dan mengacu pada Taksonomi Bloom, yang mencakup kemampuan kognitif, afektif, mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, serta menyimpulkan materi tentang sifatsifat cahaya. Tes digunakan untuk memperoleh data kuantitatif mengenai 6 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nisa Andino. Dewi Kesuma Nasution hasil belajar siswa, yang diukur melalui pelaksanaan pretest dan posttest. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi dan memperkuat data penelitian yang berkaitan dengan kondisi serta proses pelaksanaan Teknik pengumpulan data tersebut dipilih secara sistematis agar data yang diperoleh relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian (Ummah, 2. Analisis instrumen penelitian dilakukan melalui uji validitas dan uji Uji validitas bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan mampu mengukur variabel yang sesuai dengan tujuan Sementara itu, uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui tingkat menghasilkan data yang stabil dan pengumpulan data (Andi Arsi, 2. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data, yang meliputi nilai rata-rata . , nilai minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi. Selanjutnya, digunakan untuk menguji hipotesis penelitian melalui uji normalitas dan uji paired sample t-test. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest, di mana pengambilan data dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan tes tertulis pilihan berganda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan baamboozle terhadap hasil belajar Berdasarkan hasil uji validitas dengan bantuan IBM SPSS Statistic versi 22, diketahui jumlah responden berjumlah 8 orang siswa sehingga nilai r tabel pada taraf signifikansi sebesar 0,707. Syarat uji validitas yaitu apabila r hitung > r tabel atau nilai sig. <0,05, maka butir soal dinyatakan valid. Sedangkan uji reliabilitas dengan menggunakan IBM SPSS Statistic versi 22 diperoleh Cronbach alpha sebesar 813 yang berarti > 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa instrument test yang digunakan bersifat reliabel, sehingga soal pada tes tersebut layak dan dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam melihat pengaruh model discovery learning berbantuan baamboozle terhadap hasil belajar IPAS siswa di Sanggar Belajar Kampung Bharu. Dalam penelitian ini, pretest diberikan kepada siswa sebelum perlakuan pembelajaran dengan model baamboozle, terdiri dari 20 soal pilihan berganda yang dirancang untuk mengukur kemampuan awal siswa. Bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menilai keberhasilan pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 7 Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia untuk mengukur perubahan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan pembelajaran dengan model berbantuan baamboozle. Berdasarkan hasil data pretest maka diperoleh data hasil test awal siswa sebagai berikut. Tabel 2. Data Nilai Pretest Nilai N Tere Pre 8 Nilai Tert ah ea Nil 480 60, Sta Dev Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa data nilai pretest yang diperoleh dari 8 orang siswa kelas VI menunjukkan nilai terendah sebesar 25 dan nilai tertinggi sebesar 90. Jumlah keseluruhan nilai yang diperoleh adalah 480, dengan rata-rata nilai sebesar 60,00 dan standar deviasi sebesar 23,90. Selanjutnya, pelaksanaan posttest dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan test tertulis berupa soal pilihan berganda terdiri dari 20 butir Tujuan dari pelaksanaan posttest ini adalah memahami sejauh mana kemampuan akhir siswa setelah pembelajaran yang menerapkan model Berdasarkan hasil data posttest maka diperoleh data hasil test akhir siswa sebagai berikut. Tabel 3. Data Nilai Posttest Dat Pos Nilai Tere Nilai Tert Nil Sta Dev Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa data nilai posttest yang diperoleh dari 8 orang siswa kelas VI menunjukkan nilai terendah sebesar 70 dan nilai tertinggi sebesar 100. Jumlah keseluruhan nilai yang diperoleh adalah 675, dengan rata-rata nilai sebesar 84,38 dan standar deviasi sebesar 11,16. Adapun rekap data hasil pretest dan posttest siswa akan diuraikan sebagai berikut. Tabel 4. Data Nilai Pre-Posttest Nilai Tere Nilai Tert Pre Pos Dat Nil Sta Dev Berdasarkan deskriptif dari data tersebut, dapat diketahui bahwa data nilai pretest dan posttest yang diperoleh dari 8 orang siswa di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia menunjukkan adanya 8 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nisa Andino. Dewi Kesuma Nasution perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil pretest memperoleh jumlah nilai sebesar 480, dengan nilai terendah sebesar 25, nilai tertinggi sebesar 90 dan nilai rata-rata sebesar 60,00. Sedangkan hasil posttest memperoleh jumlah nilai sebesar 675, nilai terendah sebesar 70, nilai tertinggi sebesar 100 dan nilai rata-rata sebesar 84,38. Data tersebut menunjukkan bahwa hasil posttest yang diperoleh siswa lebih baik jika dibandingkan dengan hasil pretest menggunakan model discovery learning berbantuan baamboozle terhadap hasil belajar IPAS. Pada digunakan untuk mengetahui apakah data tersebut terdistribusi normal atau Pengujian normalitas nilai pretest dan posttest pada penelitian ini menggunakan Shapiro-Wilk karena sampel < 30. Apabila signifikansi Ou 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi signifikansi < 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi tidak normal. Berikut menggunakan IBM SPSS Statistic versi Tabel 5. Uji Normalitas Tests of Normality KolmogorovSmirnova Shapiro-Wilk Statisti d Statisti d f Sig. f Sig. Pretest Posttes This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS di atas, diperoleh nilai signifikansi Pretest sebesar . 556 dan nilai signifikansi Posttest sebesar . Sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji ShapiroAeWilk, jika nilai signifikansi Ou 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Pretest dan Posttest berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas diketahui bahwa data hasil belajar IPAS yang berdistribusi normal. Dalam penelitian ini pengujian dilakukan pengujian hipotesis menggunakan Paired Sample T-test untuk melihat ada pengaruh atau tidak ada pengaruh yang Uji analisis Paired Sample TTest dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 22. Hipotesis dalam uji analisis Paired Sample T-Test pada penelitian ini adalah sebagai berikut: HCa : Terdapat Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baambozle Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia. HCA : Tidak Terdapat Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia Tabel 6. Uji Paired Sample T-Test MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 9 Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia Paired Samples Test Paired Difference Sig. Confidence t f tailed Interval of Difference Upper Pai Pretest r1 Ae 32 7 . Posttes Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test pada tabel di atas, diperoleh nilai Sig. -taile. sebesar 0,001. Mengacu pengujian, apabila nilai signifikansi . lebih kecil dari 0,05, maka perbedaan yang terjadi dinyatakan Karena 0,001 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa model discovery terhadap hasil belajar IPAS siswa di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia, sehingga HCa diterima dan HCA Hasil bahwa rata-rata nilai pretest siswa sebesar 60,00 dan meningkat menjadi 84,38 pada nilai posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa perlakuan berdampak positif terhadap hasil belajar IPAS siswa. Penerapan model baamboozle membuat pembelajaran lebih menarik serta mendorong siswa terlibat aktif dalam menemukan konsep berdiskusi, dan menarik kesimpulan, sehingga pemahaman konsep dapat terbentuk secara mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model discovery Baamboozle memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan nilai ratarata dari pretest ke posttest disertai dengan penurunan standar deviasi mengindikasikan bahwa pembelajaran tidak hanya meningkatkan capaian belajar secara umum, tetapi juga membantu meratakan pemahaman Secara konseptual, temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam membangun Penelitian (Pateda et al. , 2. menegaskan bahwa discovery learning yang didukung media digital mampu memperkuat pemahaman konsep karena siswa terlibat langsung dalam kegiatan eksplorasi, analisis informasi, dan penarikan kesimpulan. Dengan demikian, pengaruh model discovery learning dalam penelitian ini tidak terlepas dari peran media yang membantu mengonkretkan konsep dan mengarahkan proses berpikir siswa secara bertahap. Hal ini sejalan dengan pendapat (Cunandar Dadang, 2. peningkatan 10 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nisa Andino. Dewi Kesuma Nasution menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning mampu membantu siswa membangun pemahaman konsep Dalam pembelajaran, siswa diarahkan untuk mengamati permasalahan, berdiskusi kesimpulan dari kegiatan yang Proses ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPAS yang menekankan pemahaman konsep melalui pengalaman belajar langsung. Penelitian yang dilakukan oleh (S. D et al. , 2. bahwa penerapan IPAS meningkatkan hasil belajar dan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan proses pembelajaran yang mencerminkan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Pembelajaran kesempatan kepada siswa untuk aktif berpikir dan menemukan konsep secara mandiri terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Hal ini terjadi karena siswa dilatih untuk mengamati, menganalisis, dan menarik pemahaman konsep menjadi lebih Selain model pembelajaran, hasil penelitian ini juga sejalan dengan temuan penelitian (Cunandar Dadang, 2. yang menekankan pentingnya Penggunaan baamboozle memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Baamboozle berfungsi sebagai media evaluasi dan penguatan konsep yang dikemas dalam bentuk permainan kuis interaktif, sehingga membuat siswa lebih aktif, termotivasi, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain pembelajaran berbasis permainan berkontribusi terhadap meningkatnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa. (Alfiah & Sholihah, 2. menyatakan suasana belajar yang interaktif dan mendorong partisipasi aktif siswa melalui aktivitas kolaboratif dan kompetitif yang terkontrol. Hal ini penelitian discovery learning tanpa dukungan media interaktif, yang dalam beberapa studi menunjukkan lebih efektif bagi siswa dengan kemampuan awal tinggi. Dalam penelitian ini, baamboozle berfungsi sebagai sarana membantu siswa memahami konsep melalui umpan balik langsung, sehingga risiko kesenjangan pemahaman antar siswa dapat meningkat. Jika pembelajaran IPAS pada materi sifatsifat cahaya, penerapan discovery membantu siswa memahami konsep dasar seperti cahaya merambat lurus, pemantulan, dan pembiasan cahaya. Konsep-konsep tersebut diperkuat melalui pertanyaan kuis dan diskusi yang disajikan dalam baamboozle, sehingga siswa dapat mengaitkan hasil pengamatan dengan konsep yang MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 11 Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia (Nikita et al. , 2. menyatakan bahwa pembelajaran sifatsifat cahaya dengan model discovery pemahaman konsep siswa karena siswa terlibat aktif dalam proses penemuan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan temuan (Albab et al. , 2. yang menyatakan bahwa penerapan discovery learning yang dipadukan dengan media permainan edukatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Media permainan edukatif membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah melalui tampilan visual dan interaksi langsung. Dalam penelitian ini, baamboozle digunakan sebagai pembelajaran IPAS, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep dan meningkatkan hasil belajarnya. Dengan baamboozle terbukti berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa. Melalui model ini, siswa terlibat aktif dalam proses belajar, seperti mengamati, berdiskusi, dan menemukan konsep secara mandiri, sehingga materi yang dipelajari lebih mudah dipahami. Baamboozle juga menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar. Oleh karena pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa Sanggar Belajar Bharu. Malaysia. Kampung Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning berbantuan signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas VI di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa dari 60,00 pada pretest menjadi 84,38 pada posttest, serta hasil uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 0,05. Penelitian mengindikasikan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model Penerapan learning mendorong siswa untuk menemukan konsep secara mandiri, sedangkan penggunaan baamboozle menyenangkan, dan memotivasi siswa. Kombinasi kedua pendekatan ini menjadikan proses pembelajaran IPAS lebih bermakna dan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model discovery learning alternatif pembelajaran yang efektif, khususnya pada lingkungan pendidikan 12 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nisa Andino. Dewi Kesuma Nasution nonformal dengan keterbatasan sarana dan keberagaman kemampuan siswa. Model ini dapat membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih variatif, berpusat pada siswa, serta mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada pengelola dan pengurus Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia atas izin dan dukungan selama pelaksanaan penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para siswa yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Apresiasi diberikan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kelancaran Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pembelajaran IPAS. Daftar Pustaka