J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MASA PANDEMI Seriwati Zalukhu. Eni Rombe. David Priyo Susilo (Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Krustus Alfa Omega: seriwatizalukhu0@gmail. Dosen STT Kristus Alfa Omega: enirombe41@gmail. priyo69@gmail. Abstract It has been suggested that the blended learning model in SMK Negeri of the 3 Lahewa is less effective. This is because most students claim the use of the blended learning learning model is less helpful to students in understanding the learning materials. It was to identify the extent of blended learning during the pandemic. The methodology used in this study is a quantitative description. Based on hypothesis testing acquired a level of effectiveness of learning blended learning during the pandemic in SMK Negeri 3 Lahewa the year 2021/2022 fall under the category of 57, 28%. Keywords: effectiviness, learning model, blended learning, pandemic PENDAHULUAN Indonesia saat ini sedang menghadapi wabah Covid-19 . orona viru. yang meresahkan Pandemi Covid-19 memengaruhi beberapa sektor dalam kehidupan manusia, termasuk banyak memakan korban jiwa. Tidak hanya di bidang kesehatan fisik, dan mental, tetapi di bidang pendidikan, sehingga proses belajar mengajar dilakukan secara online. Pembelajaran online didefinisikan sebagai pengalaman transfer pengetahuan menggunakan video, audio, gambar, komunikasi teks, perangkat lunak dan dengan dukungan jaringan internet. 1 Terdapat beberapa masalah atau kendala yang dihadapi peserta didik pada pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi ini, seperti biaya, motivasi belajar, layanan, umpan balik, kurangnya pengalaman serta kebiasaan. Kurangnya interaksi yang efektif, minimnya pengorganisasian merupakan salah satu yang menjadi kendala pembelajaran jarak jauh, pembelajaran jarak jauh yang efektif tentu harus didukung dengan konten yang diberikan, fasilitas koneksi internet serta perhatian dan ketersediaan yang cukup besar. Untuk itu, kondisi pembelajaran yang berlangsung di dunia pendidikan pada masa pandemi ini sangat mempengaruhi banyak hal Pendidikan merupakan alat yang mampu untuk menjadikan setiap peserta didik dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Melalui pendidikan dapat dihilangkan rasa perbedaan kelas kasta, karena di mata hukum setiap warga negara adalah sama dan harus memperoleh perilaku yang Luh Devi Herliandry et al. AuPembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Teknologi Pendidikan 22 no 1 . : 65Ae70. Selvy Windy Lestari. AuKendala Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (Pj. Dalam Masa Pandemi Ditinjau Dari Media Pembelajaran,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan 2. no 3 . : 13Ae24. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 3 Jadi pendidikan adalah suatu sarana bagi para peserta didik. Dalam pendidikan, peserta didik diperlengkapi dan tidak memandang bulu dalam proses pembelajaran atau tidak membeda-bedakan. Pembelajaran adalah membelajarkan siswa mengunakan asas pendidikan maupun teori belajar, yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. 4 Berdasarkan penjelasan di atas bahwa dalam hal ini pembelajaran menggunakan teori belajar untuk menentukan keberhasilan belajar, dalam teori ini pembelajaran adalah subjek khusus dari pendidikan, yang dilakukan oleh pengajar dan peserta didik. Maka dari itu, supaya proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien maka diperlukan adanya model pembelajaran yang sesuai sehingga peserta didik juga mendapatkan kenyamanan dalam mengikuti proses pembelajaran. Model pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang menjadi panduan dalam melakukan langkah-langkah kegiatan, dalam mengaplikasikan langkah-langkah model pembelajaran terhadap pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik yang digunakan guru untuk menunjang pembelajaran. 5 Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan pada masa pandemi saat ini ialah model pembelajaran blended learning. Blended learning adalah proses pembelajaran yang memadukan pertemuan perkuliahan tatap muka dan online. Blended learning secara terminologis menekankan pada penggunaan internet dalam mengirim serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. 6 Blended learning juga digunakan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi kedalam pembelajaran, memungkinkan pembelajaran yang cocok untuk setiap siswa di kelas, dan memungkinkan refleksi pada pembelajaran, dan juga model pembelajaran blended learning ini salah satu solusi pembelajaran di era revolusioner 4. METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menjelaskan fenomena dengan mengumpulkan data numerik yang dianalisis menggunakan metode berbasis matematika. Imam Machali. The Hand Book of Education Management (Jakarta: Kencana, 2. , 25. Subhan Adi. Pembelajaran Blended Learning Masa Pandemi (Jaw timur: Qiara media, 2. , 13. Amelia Rosmala. Model-Model Pembelajaran Matematika. , 26. Achmad Noor Fatirul. Desain Blended Learning: Desain Pembelajaran Online Hasil Penelitian (Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2. , 8. Guntur Eka Saputra. Perkembangan Teknologi Informasi Indonesia Menghadapi Industri 0 (Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2. , 52. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 utamanya statistik. 8 Jadi, metode penelitian kuantitatif ini merupakan jenis penelitian yang mengumpulkan data dalam bentuk angka sehingga dapat dianalisis secara statistik. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan objektif. PEMBAHASAN Secara ideal model pembelajaran blended learning ini bermanfaat memberikan kesempatan yang terbaik untuk belajar dari kelas transisi ke e-learning. Blended learning melibatkan kelas . tau tatap muk. dan belajar online. 10 Jadi model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara online dan didalam kelas atau tatap muka. Komponen Pembelajaran Blended learning Blended learning mempunyai 3 . komponen pembelajaran yang dicampur menjadi satu bentuk blended learning. Komponen-komponen itu terdiri dari: Pembelajaran Online . nline learnin. Online learning merupakan lingkungan belajar terbuka dengan mempertimbangkan aspekaspek pembelajaran dan mungkin menggunakan teknologi internet dan berbasis web. 11 Kemudian online learning adalah proses belajar mengajar yang memanfaatkan internet dan media digital dalam penyampaian materi. Pembelajaran online atau pembelajaran virtual dianggap sebagai paradigma baru dalam proses pembelajaran karena dapat dilakukan cara yang sangat mudah tanpa harus bertatap muka di suatu ruang kelas dan hanya mengandalkan sebuah aplikasi berbasis koneksi internet maka proses pembelajaran dapat berlangsung. 12 Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran online adalah proses pembelajaran yang dilakukan secara virtual, dimana proses pembelajaran ini sangat memudahkan kita karena tidak bertemu langsung atau tatap muka langsung dengan peserta Nikolaus Duli. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar Untuk Penulisan Skripsi & Analisis Data Dengan SPSS (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 4. IMade Sudarma Adiputra dan Ni Wayan Trisnadewi. Metodologi Penelitian Kesehatan (Yayasan Kita Menulis, 2. , 45. Hadion Wijoyo. Blended Learning Suatu Panduan (Sumatra Barat: Insan Cendekia Mandiri, 2. , 3. Mieke Mandagi. Book Chapter Inovasi Pembelajarn Di Pendidikan Tinggi (Yokyakarta: CV Budi Utama, 2. , 205. Nuryansyah Adijaya. AuPersepsi Mahasiswa Dalam Pembelajaran Online,Ay Wanastra Volume 10 . : 106. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Pembelajaran Tatap Muka Pembelajaran tatap muka merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik secara tatap muka. Kegitaan tatap muka merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dengan pendidik. Pembelajaran tatap muka harus direncanakan secara khusus berdasarkan kaidah-kaidah pengembangan bahan ajar dan standar proses dalam penerapannya. Pembelajaran tatap muka menjadi satu model konvensional yang selama ini digunakan dalam dunia pendidikan, bahkan setelah masa pandemi berlalu model pembelajaran tatap muka tetap menjadi model utama, atau dari online kembali pada model tatap muka di dalam kelas secara konvensional. Belajar mandiri Belajar mandiri adalah suatu upaya yang dilakukan siswa dalam mewujudkan keinginannya secara nyata dengan tidak bergantung kepada orang lain. Keinginan yang dilakukan siswa untuk belajar secara efektif yang memunculkan ide gagasan dengan menggunakan kompetensi yang dimiliki oleh siswa dalam rangka belajar serta pembelajaran dengan melibatkan lingkungan sekitar. 14 Dengan belajar mandiri akan memiliki kebiasaan belajar dengan efektif, dengan belajar mandiri siswa akan dapat mengetahui kapan harus belajar sendiri dan kapan harus belajar bersama dan meminta bantuan kepada orang lain. Karakteristik Blended learning Adapun karakteristik dari model blended learning menurut pandangan Hadion Wijoyo yaitu: Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pembelajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. Sebagai sebuah kombinasi pembelajaran langsung . ace to fac. ,dan belajar mandiri. Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya Guru dan orang tua, memiliki peran yang sama penting, guru sebagai fasilitator dan orangtua sebagai pendukung. Berdasarkan penjelasan di atas, pembelajaran blended learning menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pelajaran, gaya pembelajaran, dalam pengertian diatas pendidik harus Gilang. Pelaksanaan Pembelajaran Daring Di Era Covid-19 (Jawa Tengah: Lutfi Gilang, 2. , 101. Arif Ganda Nugroho. Mewujudkan Kemandirian Indonesia Melalui Inovasi Dunia Pendidikan (Cirebon: Insani, 2. , 345. Hadion Wijoyo. Monograf Model Pendidikan Upacara Puja Bakti Umum Dan Kematiantradisi Mahayana Berbasis Blended Learning (Sumatra Barat: Insan Cendekia Mandiri, 2. , 59. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 memiliki cara yang kreatif dan dapat menarik perhatian peserta didik dalam mengajar. Dalam hal ini pengajar memperhatikan mengenai strategi, model atau gaya belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga pembelajaran yang telah disampaikan dapat dimengerti oleh peserta didik sehingga memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Tujuan Model Pembelajaran Blended Learning Tujuan Utama Tujuan utama pembelajaran blended learning adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pembelajaran agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien,dan lebih menarik. 16 Jadi dalam hal ini tujuan utama dari pembelajaran blended learning memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam belajar mandiri karena hal ini sangat dibutuhkan peserta didik supaya dapat meningkatkan pengetahuan dan berprestasi dalam dunia pendidikan. Tujuan Khusus Pembelajaran blended learning hendaknya memberikan kemudahan bagi pendidik dan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Selain itu. Pradnyana juga menyebutkan tujuan dari pembelajaran blended learning adalah: . Membantu peserta didik untuk berkembang lebih baik di dalam proses belajar, sesuai dengan gaya belajar dan preferensi dalam belajar. Menyediakan peluang yang praktis realistis bagi pendidik dan peserta didik untuk pembelajaran secara mandiri, bermanfaat, dan terus berkembang. peningkatan penjadwalan fleksibilitas bagi peserta didik, dengan menggabungkan aspek terbaik dari tatap muka dan instruksi online. kelas tatap muka dapat digunakan untuk melibatkan para peserta didik dalam pengalaman interaktif. Sedangkan porsi online memberikan peserta didik dengan konten multimedia yang kaya akan pengetahuan pada setiap saat dan di mana saja selama peserta didik memiliki akses internet. Mengatasi masalah pembelajaran yang membutuhkan penyelesaian melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi. Berdasarkan pendapat di atas bahwa tujuan khusus dari pembelajaran blended learning ini yaitu, untuk membantu siswa semakin bertumbuh lebih baik dalam proses belajar dan disesuaikan dengan gaya belajar dari setiap siswa. dengan adanya model pembelajaran blended learning memberi peluang bagi peserta didik dalam belajar mandiri, kemudian pembelajaran dapat dilakukan dengan dua arah yaitu dengan pembelajaran tatap muka dan online sehingga peserta didik semakin berkembang dalam pembelajaran. Farid Ahmadi. Desain Pendidikan Dan Teknologi Pembelajaran Daring. , 206. Ibid, 6. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Tahap Pelaksanaan Model Pembelajaran Blended Learning Pelaksanaan pembelajaran merupakan upaya penting dalam mewujudkan kualitas lulusan Pelaksanaan pembelajaran harus dilaksanakan dengan tepat, ideal dan memadai. Pelaksanaan pembelajaran adalah mengimplementasikan norma atau teori pembelajaran. 18 Secara mendasar ada 3 tahap blended learning yaitu: Seeking Information Pada tahap ini siswa mencari informasi dari berbagai sumber baik online maupun offline berdasarkan tingkat relevansi dan kejelasan akademis. 19 Menurut Wilson perilaku pencarian informasi . nformation seeking behaviou. merupakan perilaku pencarian tingkat mikro, yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan semua jenis sistem informasi. Pencarian informasi sangat dipengaruhi oleh kebutuhan informasi yang diinginkan oleh pengguna, semakin tinggi kebutuhan terhadap informasi yang diinginkannya, maka semakin tinggi pula pencarian informasi yang dilakukan oleh pengguna perpustakaan. Seeking Information merupakan suatu strategi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar kelas, mereka bisa belajar di perpustakaan, warnet, mencari jurnal, dan sumbersumber belajar lainnya. 21 Jadi Seeking Information merupakan mewadahi peserta didik untuk belajar mandiri dan berkelompok guna, menemukan, memahami serta mengkonfrontasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran peserta didik, kemudian menginterprestasikan pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia, sehingga peserta didik mampu mengkomunikasikan kembali ideide dan hasil yang ditemukan dari informasi yang didapatkan. Acquisition of Information Acquisition of Information adalah menemukan, memahami, serta mengkonfrontasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran kemudian menginterprestasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia, sampai mereka mampu mengkomunikasikan kembali dan menginterpretasikan ide-ide dan hasil interprestasinya menggunakan fasilitas online/offline. Kemudian peserta didik secara individu maupun secara kelompok kooperatif-kolaboratif berupaya Budi Karyanto. Administrasi Guru Dan Kegiatan Belajar Mengajar (Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan: Institut agama islam negeri pekalongan, 2. , 14. Ahmadi. Desain Pendidikan Dan Teknologi Pembelajaran Daring, 106. Hamzah. Teori Motivasi Dan Pengukurannya: Analisis Di Bidang Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 42. Ambar Setyowati. Konvergensi (SurakartA: Lembaga ilmu pengetahuan indonesia, 2. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 untuk menemukan, memahami, serta mengkonfrontasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran peserta didik, kemudian menginterprestasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia, sampai mereka mampu mengkomunikasikan kembali dan menggunakan 22 Maka dari itu Acquisition of Information proses belajar yang dilakukan siswa dengan mengumpulkan beragam informasi dari berbagai sumber yang dianggap relevan kemudian adanya bentuk hubungan yang dilakukan oleh kelompok siswa untuk dapat memahami atau menemukan suatu gagasan, kemudian menginterpretasikan informasi dari berbagai sumber dan mengkomunikasikan kembali ide yang telah mereka dapatkan dan pelajari. Synthesizing of Knowledge Mengonstruksi pengetahuan melalui proses akomodasi dan asimilasi berdasarkan hasil analisis ataupun hasil diskusi yang telah mereka lakukan. 23 Kemudian peseta didik membangun pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusikan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh dan menginterpretasikan ide-ide dan hasil interprestasinya menggunakan fasilitas online/offline. 24 Dalam tahapan ini, dilakukan proses rekonstruksi pengetahuan. Peserta didik akan merancang dan menjelaskan kembali informasi yang diperoleh di tahap sebelumnya. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan proses asimilasi dan akomodasi berdasarkan hasil analisis, diskusi kelompok, serta penarikan kesimpulan dari informasi yang Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Blended Learning Kelebihan model pembelajar blended learning Blended learning dikembangkan karena kelemahan-kelemahan yang muncul pada pembelajaran tatap muka . ace-to-fac. dan e-learning. Selain dikembangkan karena munculnya kelemahan dari kedua pembelajaran tersebut, blended learning dikembangkan karena kelebihan dari pembelajaran tatap muka . ace-to-fac. dan e-learning. Adapun kelebihan dari pembelajaran blended learning yaitu: . Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi. Siswa tidak hanya belajar pada sesi online dan ditambah dengan pembelajaran tradisional saja, namun interaksi dan kepuasan siswa juga ditingkatkan. Menyediakan pilihan bagi siswa dalam meningkatkan dan mengembangkan materi pembelajaran. Hamzah. No TitleTeori Motivasi Dan Pengukurannya: Analisis Di Bidang Pendidikan, 42. Muhamad Basyrul Muvid. Eksistensi Perguruan Tinggi Di Era Society 5. 0: Peran Dan Tantangan (Surabaya: Global Aksara Pres, 2. , 250. Ahmadi. Desain Pendidikan Dan Teknologi Pembelajaran Daring, 106. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Kinerja siswa lebih cepat terdeteksi pada kelas dengan metode blended learning. Dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa kelebihan dari model pembelajaran blended learning adalah pembelajaran dilakukan tidak hanya belajar pada sesi online saja akan tetapi juga didukung dengan sesi pembalajaran tatap muka yang sering dilakukan. Kemudian interaksi siswa antara sesama akan lebih baik, dan kepuasan siswa serta hasil kinerja siswa dapat cepat terselesaikan, kemudian interaksi siswa dengan guru semakin meningkat. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di kelas maupun di luar kelas dengan memanfaatkan teknologi untuk menambah materi pelajaran dan soalsoal yang diberikan di kelas maupun melalui online yang dikelola dan dikontrol sedemikan rupa oleh supaya kegiatan pembelajaran dapat berlangsung, guru melakukan diskusi sehingga peserta didik terlatih dalam hal berdiskusi satu sama lain dalam menerima pendapat sesamanya dan menghargai usaha sesama peserta didik. Kekurangan dari pembelajaran blended learning Adapun kekurang dari pembelajaran blended learning yaitu: . Sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung, . Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki peserta, . Akses internet yang tidak merata di setiap tempat, dan sebagainya. 26 Kemudian, memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai baik dari sisi lembaga pendidikan, peserta didik, maupun faktor penunjangan lainnya, model ini senantiasa menuntut kreativitas pendidikan dalam mengemas pembelajaran baik, aktifitas dan sumber serta sarana belajar agar kelas tidak terasa membosankan. Adapun menurut Prayitno kekurangan pada pembelajaran blended learning . media yang diperlukan beragam sehingga sulit untuk diterapkan jikasarana dan prasarana tidak memadai, . tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, misalnya komputer atau laptop dan internet, . kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi. Berdasarkan uraian di atas dapat dimengerti bahwa selain adanya kelebihan dari model pembelajaran blended learning, ada juga beberapa kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran ini yaitu: Dalam menerapkan model pembelajaran ini harus ada fasilitas-fasilitas yang digunakan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Karena sulit diterapkan model pembelajaran ini apabila sarana Subhan Adi Santoso. Pembelajaran Blended Learning Masa Pandemi (Jawa Timur: Qiara Media, 2. , 111. Ahmad Kholiqul Amin. AuKajian Konseptual Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Web Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Motivasi Belajar. Program Studi Pendidikan Matematika,Ay PENDIDIKAN EDUTAMA Vol 4 . : 61. Putu Mas Dewantara. ICT & Pendekatan Heutagogi Dalam Pembelajaran Abad Ke-21 (Yokyakarta: Deepublish, 2. , 74. Siti Nurrochmah Ndaru Kukuh Masgumelar. Wasis DjokoDwiyogo. AuModifikasi Permainan Menggunakan Blended LearningMata Pelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga. Dan Kesehatan,Ay Jurnal Pendidikan 4 . : 980. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 prasarana tidak mendukung, dan media yang digunakan juga beragam, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi sehingga menjadi penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran blended learning. Hasil Analisis Data Responden Pembahasan Per-Item Berdasarkan hasil analisis per-item, ditemukan bahwa tidak ada nilai yang masuk dalam kategori maksimal. Rata-rata nilai ada pada kategori sedang dan rendah. Pada kesimpulan bagian analisis per item ini hanya menunjukkan yang nilai kurang (< 40%) siswa yang menyatakan setuju dan sangat setuju. Adapun item yang akan mewakili dari 18 Item yang dilakukan terhadap 47 responden antara lain: Item no 18 yaitu: Siswa dan guru memiliki interaksi yang baik dalam proses pembelajaran blended learning. Dikatakan kurang maksimal karena jumlah responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju sebanyak 29 atau 61,7%. Item no 14 yaitu: Pembelajaran blended learning menarik perhatian siswa dalam belajar. Dikatakan kurang maksimal karena jumlah responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju sebanyak 28 atau sebesar 34,1%. Item 6 yaitu: Pembelajaran blended learning membantu siswa memahami materi pelajaran. Dikatakan kurang maksimal karena jumlah responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju sebanyak 18 atau 38,3% . Item 17 yaitu: Pembelajaran blended learning meningkatkat prestasi siswa. Dikatakan kurang maksimal karena jumlah responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju sebanyak 18 atau sebesar 40,4%. Pembahasan Uji Hipotesis Hasil analisis uji hipotesis penelitian ini berbunyi: Diduga efektivitas model pembelajaran blended learning pada masa pandemi di SMK Negeri 3 Lahewa tahun ajaran 2021/2022 adalah berada dalam kategori kurang efektif atau O 40% dari nilai maksimum Sebab berdasarkan perbandingan nilai AA0 adalah 40% atau sama dengan 36, sedangkan mean skor empiris adalah 51. Dengan demikian diketahui bahwa nilai hipotesis (AA. 40% atau sama dengan 36, tidak sama dengan nilai skor empris yaitu 51,55. Atau dengan arti lain nilai skor empiris terbukti lebih besar dari nilai hipotesis (AA. Nilai variabel efektivitas pembelajaran model blended learning pada masa pandemi di SMK Negeri 3 Lahewa yang diperoleh adalah 57,28%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa efektivitas J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 model pembelajaran blended learning pada masa pandemi di SMK Negeri 3 Lahewa dengan nilai 57,28% berada pada kategori sedang . Prosentase Makna Sangat Tidak Baik Tidak Baik Sedang Baik Sangat Baik Pedoman untuk Interpretasi makna prosentasi deskriptif 29 KESIMPULAN Setelah melakukan penelitian terhadap efektivitas model pembelajaran blended learning pada masa pandemi, maka hasil yang diperoleh melalui penelitian dan analisis data dalam penelitian secara kuantitatif dengan nilai efektivitas model pembelajaran blended learning yaitu 57. 28% dapat diinterpretasikan dalam kategori sedang . Hal ini dipengaruhi oleh pelaksanaan model blended learning dalam proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk dapat menerima materi pembelajaran, semakin aktif, mandiri dan dapat mengikuti proses pembelajaran online dan offline. DAFTAR PUSTAKA