JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. Vol. No. Januari 2026. Hal. STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS: PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Hanik Fitriani 1UIN Ponorogo, hanikfitriani@iainponorogo. ABSTRAK Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi SW. Sambung Roso dalam mendorong keberdayaan ekonomi penyandang disabilitas serta meninjaunya dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan . ield researc. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan dilakukan melalui penguatan strategi produk, harga, dan promosi, yang didukung dengan pengembangan pemasaran digital, peningkatan kualitas SDM, serta perbaikan teknologi produksi. Peran ekonomi kreatif terbukti mampu meningkatkan pendapatan disabilitas, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas intelektual, membangun citra positif, serta memperkuat sosial-ekonomi. Dalam Islam, pemberdayaan di SW. Sambung Roso sejalan dengan prinsip keadilan, tolongmenolong . aAoawu. , dan dorongan untuk menjadi pribadi mandiri sebagaimana nilai Autangan di atas lebih baik daripada tangan di bawahAy. Penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif berbasis inklusi sosial dapat menjadi model pemberdayaan disabilitas yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Disabilitas. Ekonomi Kreatif. Analisis SWOT. Ekonomi Islam. Batik Ciprat. Abstract: This study aims to analyze the strategies implemented by SW. Sambung Roso in promoting the economic empowerment of persons with disabilities and to examine these efforts from the perspective of Islamic economics. The research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using SWOT analysis. The findings reveal that empowerment strategies were carried out through strengthening product, pricing, and promotion strategies, supported by the development of digital marketing, improvement of human resources quality, and enhancement of production technology. The creative economy played a significant role in increasing the income of persons with disabilities, creating job opportunities, enhancing intellectual capacity, building a positive self-image, and strengthening socio-economic independence. From the perspective of Islamic economics, empowerment practices at SW. Sambung Roso align with the principles of justice, mutual assistance . aAoawu. , and the encouragement of self-reliance as reflected in the value that Authe upper hand is better than the lower hand. Ay This study confirms that an inclusive creative economy can serve as a sustainable model for empowering persons with disabilities. Keywords: Disability Empowerment. Creative Economy. SWOT Analysis. Islamic Economics. Batik Ciprat. Article History: Received: 01-10-2025 Revised : 01-11-2025 Accepted: 01-12-2025 2 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Online : 02-01-2026 PENDAHULUAN Penyandang disabilitas dianggap sebagai warga masyarakat yang memiliki keterbatasan yang mengakibatkan tidak produktif dan tidak kreatif karena keadaan intelektual bahkan keadaan fisik yang terganggu sehingga mereka tidak mampu mengerjakan segala pekerjaan dan tanggungjawabnya seperti yang dilakukan oleh orang normal pada umumnya sehingga hak-haknyapun terabaikan. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Timur di antaranya terdiri dari 23. 429 penyandang disabilitas yang perlu mendapat perhatian khusus karena berportensi mengalami masalah dengan kesejahteraan hidupnya (Badan Pusat Statistik, 2. Kabupaten Magetan terdapat kelompok disabilitas yang dibina skillnya agar mampu mempertahankan hidupnya karena termasuk ke dalam kategori masyarakat miskin. Tepatnya di Kecamatan Nguntoronadi, yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Magetan yang terdiri dari 9 kelurahan. Dihuni 23. 746 jiwa yang menghuni 28 Dusun, 9 Desa, 29 Rukun Warga, 146 RT dan 6. 650 rumahtangga. Data tersebut terdiri dari kategori sangat miskin 115 keluarga, miskin 424 keluarga, hampir miskin 404 keluarga total 943 rumahtangga (Badan Pusat Statistik. Data ini menunjukkan bahwa 42,8 % penduduk Nguntoronadi diambang batas miskin (Badan Pusat Statistik, 2. Penduduk miskin tersebut banyak dijumpai di Desa Simbatan khususnya. Penduduk Desa Simbatan terdiri dari 3400 jiwa dengan rata-rata bermata pencaharian sebagai buruh tani. Kondisi ini semakin didukung dengan ditemukannya beberapa jumlah penduduk penyandang disabilitas yang tidak mampu secara mandiri menopang kehidupan rumahtangganya. Disabilitas diartikan sebagai penyandang cacat baik fisik maupun Dalam Pasal 1 Ayat 1 (Undang-Undang RI NO. 4, 1. Penyandang penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas fisik, dan penyandang disabilitas mental. Kesan disabilitas yang dipandang sebagai pribadi yang tidak mandiri rupanya terbantahkan ketika peneliti temukan fakta di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan. Di Desa ini terdapat Komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Sealhter Workhsop (Inklus. Pembentukan SW. Sambung Roso tersebut digagas oleh pemerintah kelurahan yang dijembatani oleh Kementerian Sosial untuk memberikan apa yang mereka butuhkan SW. Sambung Roso JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. berdiri pada tahun 2015 dan terus berkembang sampai sekarang dengan bantuan berbagai pihak. Penyandang disabilitas dihimpun menjadi satu di SW. Sambung Roso kemudian diberikan pelatihan berbagai kerajinan seperti: keset, sepatu kain, batik ciprat, jahit baju, tas home made dan syal. Adapun disabilitas yang dimaksud terdiri dari tunagrahita, tuna wicara, tuna rungu, tuna daksa dan autis sehingga dengan kondisi mereka yang kurang dari segi intelektual maupun fisik yang dirasa tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya diberi pembinaan hingga menjadi mampu dan Adapun disabilitas di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan terdiri dari: Tunagrahita 11. Tunarunguwicara 4. Autis 1. Tunadaksa 1, semua ada 17 Disabilitas yang masih eksis di SW. Sambung Roso Simbatan. Dari data di atas terdapat berbagai jenis penyandang disabilitas yang ada pada SW. Sambung Roso Desa Simbatan. Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan. Kegiatan pelatihan skill tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan hidup disabilitas yang nantinya mampu mandiri tanpa bergantung dengan hidup orang lain sehingga disabilitas sejajar dengan masyarakat normal yang lainnya. Ekonomi kreatif merupakan Proses penciptaan nilai yang dihasilkan dari penggunaan kekayaan intelektual berupa bakat, kreativitas dan keahlian pribadi untuk menciptakan produk yang dapat dipasarkan. John Howkins, di sisi lain, adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah ekonomi kreatif. Hawkins dikutip (Suhada, 2. menjelaskan bahwa setelah menyaksikan penurunan tahun 1997, ia menyadari ada gelombang baru ekonomi berbasis kreativitas. Ekonomi kreatif dipandang sebagai kegiatan yang dilakukan melalui konsumsi waktu. Jadi Usaha ekonomi kreatif dapat diartikan sebuah usaha yang dijalankan dengan mengintensifkan kreativitas dan informasi dengan mengutamakan ide dan pengetahuan sebagai faktor produksi utama di era ekonomi baru. Suryana dikutip (Suhada, 2. menjelaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh industri kreatif yang mengutamakan peranan kekayaan intelektual. Menurut United Nations Conference on Trade and Development dikutip (Arifudin, 2. , ekonomi kreatif merupakan suatu konsep yang berlandaskan pada modal kreatif secara potensial menggerakkan pembangunan dan pertumbuhan Ekonomi kreatif dijelaskan oleh Newbigin dikutip (Abduloh, 2. sebagai bentuk perkembangan bentuk industri budaya yaitu merancang, membuat, mendekor dan melakukan hal-hal yang semakin terhubung satu sama lain dalam kegiatan ekonomi modern. Menurut Purnomo dikutip (Rusmana, 2. bahwa ekonomi kreatif merupakan 4 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. suatu konsep untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan berbasis kreativitas. Pemanfaatan sumber daya yang bukan hanya terbarukan, bahkan tidak terbatas, yaitu ide, gagasan, bakat atau talenta dan kreativitas. Dapat dikatakan bahwa secara umum ekonomi kreatif merupakan suatu sistem yang secara holistik memiliki keterhubungan antara elemen ekonomi, kekayaan intelektual, dan kelembagaan yang mampu menggerakkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Melalui observasi awal peneliti dengan merujuk dari pengertian tersebut, usaha kreatif yang dilakukan oleh SW. Sambung Roso Desa Simbatan adalah dengan membuat produksi kreatif berupa craf/kerajinan yang terdiri dari pembuatan keset. Batik Ciprat. Sepatu dengan pola batik Ciprat. Tempat tisu. Jahit baju, dan lain-lain yang dilakukan secara optimal oleh pengurus kepada para penyandang disabilitas sebagai subyek yang eksis dalam pelaksanaannya. Optimalisasi yang dilakukan oleh pihak pengurus SW. Sambung Roso Desa Simbatan unik untuk di teliti karena ditemukan obyek penelitian adalah penyandang Disabilitas yang notabene dinilai tidak mampu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang normal, nyatanya pernyataan ini terbantahkan dengan fakta bahwa Penyandang disabilitas dengan eksistensinya, mereka mampu menghasilkan produk dengan kreatif yang sangat laku dipasaran dengan produk ungulan berupa batik ciprat yang tembus dipasar nasional dan internasional dengan income puluhan juta rupiah setiap bulannya bahkan, icon batik ciprat di SW. Sambung Roso Desa Simbatan. Ekonomi Islam merupakan sebuah konsep ilmu pengetahuan yang melihat segala aspek berdasarkan kesuaian dalam prinsip Islam. Islam memandang aktivitas ekonomi sebagai tombak umat Islam untuk berusaha dan tidak bermalas-malasan. Islam mengajarkan manusia untuk tidak menggantungkan diri kepada orang lain, melainkan harus mampu membantu antar umat menjadi pribadi yang mandiri. Menurut Abdul Manan dikutip (Riyadi, 2. bahwa ilmu ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalahmasalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Adapun Chapra dikutip (Delvina, 2. menjelaskan ekonomi Islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya relisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memeberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku ketidakseimbangan lingkungan. JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Menurut Baqir As-Shadr dikutip (Solihin, 2. , ekonomi Islam adalah mazhab bukan ilmu, beliau melihat adanya perbeadaan tujuan antara mazhab ekonomi dan ilmu ekonomi, tugas ilmu ekonomi adalah menemukan fenomena eksternal kehidupan ekonomi, sedangkan tugas mazhab ekonomi adalah menyusun suatu sistem berdasarkan suatu keadian sosial yang sanggup mengatur kehidupan ekonomi umat Ekonomi Islam menurut Monzer Kahf dikutip (Nuryakin, 2. menjelaskan bahwa dapat dilihat sebagai cabang Aoilmu pengetahuan ekonomiAo yang dipelajari dengan berdasar pada paradigma . akni aksioma, sistem nilai dan etika Islam. Ekonomi pada umumnya definisikan kajian tentang prilaku manusia dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumbersumber produktif yang langka. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ekonomi Islam adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang Islami. Berangkat dari permasalahan di atas, bahwa adanya fakta disabilitas yang dianggap cacat fisik maupun mental dan tidak mampu menjadi pribadi produktif dan kreatif. Justru para penyandang disabilitas adalah sama dengan masyarakat normal pada umumnya yang mampu menghasilkan produktivitas barang dengan nilai seni tinggi bahkan mampu dijual dengan harga yang tinggi dan mampu menembus pasar internasional. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti agar dapat dijadikan kiblat untuk para pengurus penyandang disabilitas ditempat lain bahkan bagi masyarakat pada umumnya agar tidak memandang para disabilitas dengan sebelah mata. METODE PENELITIAN Menurut Rahardjo dikutip (Arifudin, 2. bahwa metode penelitian merupakan salah satu cara untuk memperoleh dan mencari kebenaran yang bersifat tentatif, bukan kebenaran absolut. Hasilnya berupa kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah merupakan kebenaran yang terbuka untuk terus diuji, dikritik bahkan direvisi. Oleh karena itu tidak ada metode terbaik untuk mencari kebenaran, tetapi yang ada adalah metode yang tepat untuk tujuan tertentu sesuai fenomena yang ada. Budiharto dikutip (Rosmayati, 2. bahwa pemilihan metode penelitian harus disesuaikan dengan penelitian yang sedang dilakukan agar hasilnya optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertumpu pada efektivitas ekonomi di Di dalam hal ini dikalangan Disabilitas Sambung Roso Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. Pendekatan 6 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. fenomenologi naturalistik peneliti pilih untuk melihat aspek subyektif masyarakat dan perilaku informan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa metode studi deskriptif. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata dalam (Maulana, 2. , penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu. Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabelvariabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Satu-satunya perlakuan yang diberikan hanyalah penelitian itu sendiri, yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Penelitian ini dilakukan di SW. Sambung Roso Desa simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan. Di tempat inilah ditemukan disabilitas yang diberikan pelatihan dan pendampingan ekonomi kreatif untuk menjadi disabilitas yang berdaya. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada lokasi tersebut. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Iskandar dalam (Apriani, 2. menyatakan pendekatan kualitatif adalah dimana penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu social, termasuk juga ilmu Pendekatan penelitian kualitatif dikemukakan oleh Iskandar dalam (Zaelani, 2. menjelaskan sebagai suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metode yang menyelidiki suatu fenomena social dan masalah manusia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian lapangan . ield researc. Menurut (Iskandar, 2. bahwa pendekatan ini disesuaikan dengan tujuan pokok penelitian, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis mengenai strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam. Sehingga dengan metode tersebut akan mampu menjelaskan permasalahan dari penelitian (Sofyan, 2. Bungin dikutip (Juhadi, 2. menjelaskan bahwa penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan situasi, kondisi, atau fenomena sosial yang terdapat di masyarakat kemudian dijadikan sebagai objek penelitian, dan berusaha menarik realitas ke permukaan sebagai suatu mode atau gambaran mengenai kondisi atau situasi Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran analisis strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam. JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Bogdan dan Taylor dalam (Suryana, 2. menjelaskan bahwa metodologi penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pada penelitian ini peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandagan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami, khususnya terkait strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data adalah semua keterangan yang dijadikan narasumber maupun berasal dari dokumen baik dalam bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud. Sumber data adalah subjek di mana data dapat diperoleh (Arikunto, 2. Sumber data primer yaitu sumber data yang langsung diberikan kepada pengumpul data sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung diberikan kepada pengumpul data. Adapun data dan Sumber data pada penelitian ini adalah: Data tentang Strategi yang dilakukan oleh Pengurus SW. Sambung Roso sebagai Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam mendorong keberdayaan Ekonomi bagi penyandang disabilitas. Data Peran Ekonomi Kreatif dalam mendorong keberdayaan Ekonomi bagi penyandang disabilitas. Data Tinjauan Ekonomi Islam terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif bagi Penyandang Disabilitas. Teknik Pengumpulan Data penelitian ini dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisa data menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan . dan peluang . , namun dapat meminimalkan kelemahan . dan ancaman . Analisis SWOT adalah suatu identifikasi faktor strategis secara sistematis untuk merumuskan Analisis ini dilakukan dengan mempergunakan alat kumpul data yaitu pedoman observasi, wawancara serta dokumentasi dengan tahapan sebagai berikut: Mengelompokkan data yang telah diperoleh untuk diproses. Melakukan analisis SWOT. Memasukkan ke dalam matrik SWOT. Menganalisis strategi dari matrik SWOT. Merekomendasikan strategi yang telah dibuat kepada pihak Teknik dapat dilihat sebagai sarana untuk melakukan pekerjaan teknis dengan hati-hati menggunakan pikiran untuk mencapai tujuan. Walaupun kajian sebenarnya merupakan upaya dalam lingkup ilmu 8 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. pengetahuan, namun dilakukan untuk mengumpulkan data secara realistik secara sistematis untuk mewujudkan kebenaran. Metodologi penelitian adalah sarana untuk menemukan obat untuk masalah apa Dalam hal ini, penulis mengumpulkan informasi tentang strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam, artikel, jurnal, skripsi, tesis, ebook, dan lain-lain (Noviana, 2. Karena membutuhkan bahan dari perpustakaan untuk sumber datanya, maka penelitian ini memanfaatkan penelitian kepustakaan. Peneliti membutuhkan buku, artikel ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan topik dan masalah yang mereka jelajahi, baik cetak maupun online (Apriani, 2. Mencari informasi dari sumber data memerlukan penggunaan teknik pengumpulan data. Amir Hamzah dalam (Suhada, 2. mengklaim bahwa pendataan merupakan upaya untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pokok bahasan yang diteliti. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan Secara khusus, penulis memulai dengan perpustakaan untuk mengumpulkan informasi dari buku, kamus, jurnal, ensiklopedi, makalah, terbitan berkala, dan sumber lainnya yang membagikan pandangan strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam. Lebih lanjut Amir Hamzah dalam (Suhada, 2. mengatakan bahwa pengumpulan data diartikan berbagai usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta yang berkaitan dengan topik atau pembahasan yang sedang atau akan digali. Rincian tersebut dapat ditemukan dalam literatur ilmiah, penelitian, dan tulisan-tulisan ilmiah, disertasi, tesis, dan sumber tertulis lainnya. Menurut (Kurniasih, 2. bahwa pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, menggunakan sumber yang berbeda, dan menggunakan teknik yang Adapun Sopwandin dalam (Apriani, 2. menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi, dengan kegiatan analisis data yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Observasi adalah bagian dari proses penelitian secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang hendak diteliti (Apriani, 2. Dengan metode ini, peneliti dapat melihat dan merasakan secara langsung suasana dan kondisi subyek penelitian. Hal-hal yang diamati dalam penelitian ini adalah tentang strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam. JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan menggunakan berbagai pedoman baku yang telah ditetapkan, pertanyaan disusun sesuai dengan kebutuhan informasi dan setiap pertanyaan yang diperlukan dalam mengungkap setiap data-data empiris (Apriani, 2. Dokumentasi adalah salah satu teknik pengumpulan data melalui dokumen atau catatan-catatan tertulis yang ada (Apriani, 2. Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang berarti barang-barang Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku-buku, majalah, notula rapat, dan catatan harian. Menurut Moleong dalam (Rismayanti, 2. bahwa metode dokumentasi adalah cara pengumpulan informasi atau data-data melalui pengujian arsip dan dokumen-dokumen. Lebih lanjut menurut (Nurhidayat, 2. bahwa strategi dokumentasi juga merupakan teknik pengumpulan data yang diajukan kepada subyek Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang keadaan lembaga . byek penelitia. yaitu strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam. Moleong dikutip (Kartika, 2. menjelaskan bahwa data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun Syarifah et al dalam (Kartika, 2. menjelaskan reduksi data dilakukan dengan menyaring informasi yang relevan, penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi yang sistematis, dan kesimpulan ditarik berdasarkan temuan penelitian. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, yakni membandingkan informasi dari para narasumber. Menurut Moleong dalam (Arifudin, 2. , triangulasi sumber membantu meningkatkan validitas hasil penelitian dengan membandingkan berbagai perspektif terhadap fenomena yang diteliti. Menurut Muhadjir dalam (As-Shidqi, 2. menyatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan melakukan, mencari dan menyusun catatan temuan secara sistematis melalui pengamatan dan wawancara sehingga peneliti fokus terhadap penelitian yang dikajinya. Setelah itu, menjadikan sebuah bahan temuan untuk orang lain, mengedit, mengklasifikasi, dan menyajikannya. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi meliputi teknik dan sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dalam (Nasril, 2. terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. 10 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi yang dilakukan oleh Pengurus SW. Sambung Roso sebagai Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif keberdayaan Ekonomi bagi penyandang disabilitas. Strategi pada dasarnya adalah rencana menyeluruh, terpadu dan menyatu yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan suatu perusahaan. Dalam hal ini strategi merupakan cara yang dilakukan oleh SW. Sambung Roso Sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif dalam mendorong keberdayaan Ekonomi Disabilitas. Sesuai data yang diperoleh, strategi yang dilakukan di antaranya adalah melalui pembuatan batik ciprat dengan tiga aspek yaitu Strategi produk Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, strategi produk yang dilakukan oleh SW. Sambung Roso adalah dengan menggunakan Strategi harga Penetapan strategi harga dalam pemasaran produk batik ciprat adalah dengan memberikan harga terjangkau yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan. Untuk kain diberi harga Rp. 000 dan kain grade A diberikan harga Rp. Strategi promosi. Suatu produk tidak akan dikenal oleh konsumen jika tidak diketahui Maka promosi menjadi penting dilakukan agar sebuah produk diketahui dan dikenal konsumen sehingga mereka tertarik untuk Adapun sarana promosi yang digunakan SW. Sambung Roso adalah melalui media offline maupun online. Promosi offline dilakukan dengan memperkenalkan produk dari mulut ke mulut, sering mengikuti pameran dan ajang fashion show baik nasional maupun Sedangkan promosi dengan media online dilakukan dengan media instagram @swp. Adapun dari data yang peneliti peroleh, dapat peneliti identifikasi dengan matrik Ivast dan Evast untuk kemudian dilakukan analisis SWOT. Adapun diagram matrik SWOT strategi dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif adalah sebagai berikut: Dari matrik di atas dapat dilakukan analisis bahwa strategi yang dilakukan SW. Sambung Roso dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal, di antaranya: JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Tabel 1. 1 Matrik SWOT IFE Kekuatan (S) Peluang (O) A Batiknya unik A A Mampu A Adanya A Harga terjangkau A Batik engikuti A EFE Kelemahan (W) Pembelian dapat online/offline A Kualitas bersaing A Image Strategi SO Membantu produksi Batik Memberikan kualitas yang dengan harga Meningkatkan agar antusias A Kurangnya SDM promosi/marketi A Media Instagram Belum memiliki aplikasi market Teknologi yang Strategi WO A Memaksimalkan (Marketin. A Menambah SDM berkompeten di A Membuat aplikasi Market place/online shop (Shopee, tokopedia dan lain-lai. sebagai upaya 12 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT A Munculnya A Menambah kompetitor A Meningkatkan SDM A Menambah batik ciprat A Meningkatkan A Menggunakan Teknologi A Sistem harus lebih A Meningkatkan A Sistem Teknologi Evaluasi Faktor Internal. Kekuatan . , yaitu Dalam hal ini, yang kekuatan yang dimiliki oleh produk disabilitas SW. Sambung Roso terletak pada: Harga terjangkau. Batik ciprat dikombinasi dengan cap . engikuti perkembangan zaman. Pembelian dapat dilakukan online/offline. Kualitas bersaing. Image branding bagus. JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Kelemahan . Di antara kelemahan yang ada pada ekonomi kreatif disabilitas adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) terutama dalam bidang marketing, promosi online hanya melalui Instagram. Belum memiliki aplikasi market place. Teknologi yang digunakan masih sederhana Evaluasi Faktor Eksternal. Kesempatan . , yaitu Dalam hal ini, kesempatan yang ada berupa. batiknya unik, mampu diterima semua kalangan dengan harga terjangkau, pemerintah setempat juga mendukung adanya produk UMKM dan usaha ekonomi kreatif yang didukung dengan pameran serta diupayakan sosialisasi pasar ditingkat nasional maupun internasional. Ancaman . Seperti munculnya Sealther Worksop yang serupa . dengan produksi ekonomi kreatif yang sama sehingga menimbulkan persaingan pasar hasil produksi. Sehingga SW. Sambung Roso harus lebih kreatif dalam memberikan ciri khas pada produk batik ciprat disabilitas, ancaman lainnya adalah sistem pelayanan harus lebih baik dari kompetitor lain agar para konsumen tetap memantapkan hatinya menjadi pelanggan. Sistem marketing yang monoton dikhawatirkan menurunkan penjualan dan teknologi yang sederhana menjadikan produksi Faktor Internal Tabel 1. 2 Faktor Internal dan Faktor Eksternal. Produk Jenis Produk Batik Ciprat Kualitas produk Standart, high quality Harga Harga Produk Terjangkau Promosi Ketersediaan ada . edia sosial media promosi Pemanfaatan media promosi SDM Tampilan Fisik Kurang maksimal . elum Pengelola SW Ada pengurus harian Sambung Roso yang aktif Peran serta Aktif Image branding Ada dengan nama AuBatik Ciprat LangitanAy 14 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Pemerintah Peran Faktor Eksternal ekonomi kreatif Sosial Kondisi Disabilitas Ekonomi Konsumen peminat produk Penerapan Teknologi Memberikan Simbatan desa wisata batik Tunarunguwicara, tunagrahita . emua sesuai kemampua. Semua kalangan Sederhana . eadaan Pesaing Daya saing Mampu . esaing Sealther produk serup. (Sumber: Hasil Olah Data Penelit. Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan peneliti di atas, dapat ditentukan strategi SW. Sambung roso dalam meningkatkan keberdayaan disabilitas pada usaha ekonomi kreatif batik ciprat, antara Mengoptimalkan marketing dengan menggunakan media online . arket place, dan aplikas. Mengoptimalkan marketing dengan menambah SDM yang mumpuni Menggunakan Teknologi modern yang mampu dikuasai para disabilitas agar produksi semakin cepat dan bertambah. Meningkatkan image branding dan kualitas. Membantu meningkatkan taraf ekonomi dengan usaha ekonomi kreatif batik JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Analisis Peran Ekonomi Kreatif dalam mendorong keberdayaan Ekonomi bagi penyandang disabilitas Ekonomi kreatif merupakan suatu konsep untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan berbasis kreativitas. Memanfaatkan sumber daya yang bukan hanya terbaruan, bahkan tidak terbatas yaitu pada ide, gagasan, bakat dan kreativitas. Sedangkan disabilitas merupakan personal yang mengalami kesulitan dalam berpartisipasi, berinteraksi dengan lingkungan. Dari konsep tersebut dapat di artikan bahwa sumber daya yang mengalami kesulitan berpartisipasi dengan lingkungan diharapkan mampu beradaptasi dan berdikari dengan adanya ekonomi kreatif. Hasil wawancara dengan deni dan malik Pengurus Seksi Produksi Batik Ciprat Sambung Roso Simbatan, bahwa indikator keberlangsungan ekonomi kreatif di antaranya adalah adanya peran ekonomi kreatif. Dalam hal ini Peran Ekonomi Kreatif di antaranya dapat terlihat dari: Pendapatan . ncome Generatio. Peran industri kreatif dalam menambah pendapatan sangat Dalam penelitian ini terbukti bahwa disabilitas yang dianggaptidak mampu untuk memenuhi kebutuhan, sekarang mampu memiliki penghasilan sendiri dan mandiri memiliki pekerjaan. Hal ini terbukti dengan mereka mampu membeli handphone dan sepeda motor sendiri. Menciptakan lapangan Kerja (Job Creatio. Adanya usaha ekonomi kreatif batik ciprat, mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk para disabilitas. Hal ini berarti, usaha ekonomi kreatif mampu memberikan ruang segar untuk para disabilitas mengeksplorasi kemampuan mereka dengan didampingi oleh pendamping khusus. Menambah Kekayaan Intelektual. Peran ekonomi kreatif berikutnya adalah menambah kekayaan Artinya usaha ekonomi kreatif batik ciprat yang membutuhkan skill . khusus mampu menambah wawasan bagi disabilitas. Meskipun secara fisik dan mental, para disabilitas dianggap tidak mampu/kesulitan untuk berfikir dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, namun dengan adanya kegiatan usaha ekonomi kreatif ini, mampu memberikan wawasan baru untuk mereka sehingga dapat berkarya. Menaikkan Citra/identitas. Berikutnya ekonomi kreatif berperan untuk menaikkan citra para Hal ini terbukti dari data yang peneliti peroleh bahwa para disabilitas yang dianggap tidak mampu untuk hidup memenuhi kebutuhan mereka, sekarang mampu berdikari dengan mandiri mencukupi berbagai kebutuhan mereka bahkan mencukupi keluarga 16 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. Disabilitas yang dianggap sebagai penambah angka kemiskinan terbantahkan dengan usaha ekonomi kreatif batik ciprat ini. Sumberdaya Terbarukan. Peran ekonomi kreatif berikutnya adalah adanya sumberdaya Dengan usaha ekonomi kreatif disabilitas muncul sebagai sosok baru dengan kemampuan baru, yang awalnya mereka tidak mampu untuk berfikir, berkarya dan bekerja, maka dengan ekonomi kreatif mampu menjadikan mereka sosok yang mampu mandiri dan Peningkatan Toleransi Sosial. Berikutnya ekonomi kreatif berperan untuk meningkatkan toleransi Hal ini terbukti dengan adanya usaha ekonomi kreatif batik ciprat mampu memberikan kepercayaan diri para disabilitas ditengah-tengah Mereka muncul sebagai sumber daya yang seperti manusia normal pada umumnya. Menurut Wisnu Indrajit pemberdayaan merupakan upaya untuk membangun daya . dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi serta berupaya untuk Sedangkan sebagai tujuannya dalah menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan Dalam penelitian ini, pemberdayaan yang dimaksud adalah berdayanya para disabilitas dengan mampu memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri di tengah-tengah keterbatasan yang mereka Secara teori. Indikator keberhasilan suatu kegiatan yang dipakai untuk mengukur pelaksanaan kegiatan-kegiatan dari sebuah pemberdayaan adalah sebagai berikut: Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Dalam penelitian ini. SW. Sambung Roso telah menciptakan iklim baru terhadap ruang tumbuh kesejahteraan masyarakat. Kaum disabilitas memperoleh perhatian lebih dan khusus dengan memberikan peluang usaha melalui usaha ekonomi kreatif berupa batik ciprat. Pemerintah setempat dan lingkungan sekitar turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan pemberdayaan disabilitas melalui batik ciprat karena mampu di nilai sebagai wahana mengentaskan kemiskinan. Meningkatkan kemandirian kelompok yang ditandai dengan semakin berkembangnya usaha produktif anggota dan kelompok, semakin kuatnya permodalan kelompok, makin rapinya sistem administrasi kelompok serta semakin luasnya interaksi kelompok dengan kelompok lain dalam masyarakat. Pada SW. Sambung Roso, usaha ekonomi kreatif dinilai berkembang dari tahun ketahun. Hal ini ditandai dengan penjualan hasil produksi batik ciprat memperoleh JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. omset puluhan juta setiap bulan. Ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan disabilitas dinilai berhasil memberikan kemandirian para disabilitas. Meningkatnya kapasitas masyarakat dan pemerataan pendapatan yang ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan sosial dasarnya. Dengan adanya usaha ekonomi kreatif batik ciprat disabilitas memiliki pendapatan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan mereka baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan tambahan Berdasarkan data yang peneliti peroleh bahwa disabilitas mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka beserta keluarganya bahkan mampu membeli handphone dan sepeda motor dari komisi penjualan yang mereka dapatkan. Tinjauan Ekonomi Islam terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif bagi Penyandang Disabilitas Secara Teori Keberdayaan merupakan sebuah kemandirian yang dalam pandangan Islam merupakan sebuah anjuran. Islam memrintahkan umatnya untuk bekerja dan mencari penghidupan atau rezeki yang baik serta tidak menganjurkan untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan serta meminta-minta. Hadis nabi yang artinya: AuTangan di atas lebih baik dibanding tangan yang dibawah. Ay (HR. Bukhori Musli. Manusia adalah makhluk sosial yang harus yang tidak mampu hidup sendiri tanpa melibatkan orang lain. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa SW. Sambung Roso merupakan wadah untuk merubah para disabilitas agar tidak berpangku tangan mengharapkan belas kasihan orang lain untuk memenuhi kehidupan mereka. Tidak memandang status sosial dalam masyarakat, para pendamping disabilitas mengajak para disabilitas untuk bersama-bersama menjadi pribadi mandiri agar suatu saat mampu menerapkan konsep tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Artinya diharapkan disabilitas jika sudah mandiri mampu memberikan manfaat untuk sesama baik kerabat maupun Secara teori, ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang dibangun berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Dalam Al quran banyak diperintahkan agar manusia selalu bersifat adil. Adil ini didefinisikan sebagai perlakuan tidak menzalimi dan tidak dizalimi. Maknanya kata adil ini dalam konteks ekonomi ini adalah manusia akan memperoleh hasil sesuai dengan usahanya tanpa harus mengedepankan egonya. Dalam penelitian ini, memberikan keberdayaan kepada disabilitas adalah merupakan penerapan konsep adil. SW. Sambung Roso dibentuk untuk memperlakukan para disabilitas sama dengan manusia 18 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. normal pada umumnya. Mengajarkan kepada mereka bagaimana menjadi normal dan mampu bermanfaat bagi manusia lainnya. Dari analisis di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tinjauan ekonomi Islam terhadap pengembangan usaha ekonomi kreatif pada disabilitas adalah: SW. Sambung Roso dibentuk sebagai wadah pemerataan sosial di masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan sosial. Mendudukkan disabilitas sama rata dengan manusia normal pada umumnya. Menerapkan tolong-menolong menjadikan SW. Sambung Roso berhasil mengentaskan para disabilitas dari golongan kaum marginal. SW. Sambung Roso memberikan kemandirian kepada disabilitas agar mereka suatu saat menjadi pribadi yang mampu menolong Mampu menerapkan konsep tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Menerapkan prinsip Keadilan. Dalam hal ini. SW. Sambung roso memberikan perlakukan kepada disabilitas seperti orang normal Sehingga mereka merasa tidak ada yang membedakan status sosial mereka di masyarakat. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa SW. Sambung Roso di Kabupaten Magetan menerapkan strategi pengembangan ekonomi kreatif sebagai sarana pemberdayaan penyandang disabilitas dengan menitikberatkan pada penggalian potensi, kreativitas, dan kemandirian Strategi ini diwujudkan melalui pelatihan keterampilan produksi, pendampingan usaha, serta penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif terhadap kondisi disabilitas. Temuan ini sejalan dengan teori ekonomi kreatif yang dikemukakan oleh John Howkins dikutip (Suhada, 2. , yang menekankan bahwa kreativitas, ide, dan pengetahuan manusia merupakan faktor utama dalam menciptakan nilai ekonomi. Dalam konteks penyandang disabilitas, ekonomi kreatif menjadi alternatif strategis karena tidak semata-mata bergantung pada kekuatan fisik, melainkan pada kemampuan berpikir, keterampilan, dan inovasi. Dengan demikian, keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang utama untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Ekonomi kreatif dilatarbelakangi oleh salah satunya kreativitas. Suryana dikutip (Suhada, 2. bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental dalam memunculkan ide dan konsep konsep baru atau keterkaitan antara ide ide baru dengan konsep konsep yang ada. Lebih lanjut Suryana dikutip (Tanjung, 2. menjelaskan bahwa terdapat tiga konsep utama kreativitas ekonomi yang dijabarkan sebagai berikut: . Kreativitas ekonomi menyangkut proses yang menghasilkan sesuatu dari JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. suatu yang tidak ada, . Kreativitas ekonomi merupakan hasil dari kolaborasi dalam menghasilkan sesuatu yang lama dengan cara cara baru, serta . Kreativitas ekonomi merupakan penggunaan sesuatu untuk menciptakan sesuatu yang lebih sederhana atau lebih baik. Selain itu. Creative Economy Report dalam (Sofyan, 2. menjelaskan bahwa terdapat pula jenis-jenis kreativitas yang membentuk ekonomi kreatif yaitu sebagai berikut: . Kreativitas ilmu pengetahuan, . Kreativitas ekonomi, . Kreativitas budaya, serta . Kreativitas tekonologi. Penelitian ini juga menguatkan konsep pemberdayaan menurut Chambers dikutip (Rohimah, 2. , yang memandang pemberdayaan sebagai upaya meningkatkan kapasitas individu agar mampu menentukan pilihan hidupnya secara mandiri. Di SW. Sambung Roso, pemberdayaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada peningkatan rasa percaya diri, harga diri, dan peran sosial penyandang disabilitas dalam masyarakat. Dari perspektif ekonomi Islam, strategi pengembangan ekonomi kreatif yang diterapkan di SW. Sambung Roso mencerminkan nilai-nilai keadilan . l-Aoad. , tolong-menolong . aAoawu. , dan kemaslahatan . Islam memandang penyandang disabilitas sebagai subjek pembangunan yang memiliki hak dan potensi yang sama untuk diberdayakan, bukan sebagai objek belas kasihan semata. Hal ini sejalan dengan konsep maqashid syariah, khususnya dalam menjaga harta . ifz al-ma. dan menjaga jiwa . ifz al-naf. Dengan memberikan akses keterampilan dan kesempatan usaha. SW. Sambung Roso berupaya memastikan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan penyandang disabilitas secara bermartabat. Selain itu, prinsip khalifah fil ardh tercermin dalam upaya mendorong penyandang disabilitas untuk produktif dan berkontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki. Hasil penelitian ini mendukung pandangan Chapra dikutip (Noviana, 2. yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi dalam Islam harus bersifat inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. Dengan demikian, strategi ekonomi kreatif di SW. Sambung Roso tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai normatif Islam. Hasil penelitian ini relevan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ekonomi kreatif mampu meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pendekatan berbasis keterampilan dan kreativitas. Temuan tersebut sejalan dengan kondisi di SW. Sambung Roso, di mana pelatihan keterampilan menjadi fondasi utama pemberdayaan. Selain itu, penelitian oleh peneliti lain menegaskan bahwa pemberdayaan disabilitas yang efektif memerlukan pendampingan 20 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. berkelanjutan dan dukungan kelembagaan. Hal ini tercermin dalam peran pengelola SW. Sambung Roso yang tidak hanya memberikan pelatihan awal, tetapi juga melakukan pembinaan, monitoring, dan pendampingan pemasaran produk. Dari sisi ekonomi Islam, penelitian sebelumnya yang membahas pemberdayaan kelompok marginal dalam perspektif syariah menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai Islam mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga aspek moral dan sosial. Temuan tersebut memperkuat hasil penelitian ini, bahwa integrasi ekonomi kreatif dan nilai-nilai Islam dapat menjadi model pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan bagi penyandang Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian ekonomi kreatif dan pemberdayaan disabilitas dengan memasukkan perspektif ekonomi Islam sebagai landasan nilai. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga sosial atau komunitas dapat menjadikan ekonomi kreatif sebagai strategi alternatif dalam memberdayakan penyandang disabilitas, dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan. SIMPULAN. SARAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh etika bisnis Islam terhadap loyalitas nasabah bank syariah, dapat disimpulkan bahwa pertama. Strategi yang dilakukan oleh Pengurus SW. Sambung Roso dalam upaya mendorong keberdayaan ekonomi disabilitas meliputi strategi produk, strategi harga dan strtategi promosi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh strategi yang harus dilakukan oleh pengurus SW. Sambung Roso di antaranya. Mengoptimalkan marketing dengan online . arket dan aplikas. Mengoptimalkan marketing dengan menambah SDM yang mumpuni dibidangnya. Menggunakan Teknologi modern yang mampu dikuasai para disabilitas agar produksi semakin cepat dan bertambah. Meningkatkan image branding dan kualitas. Membantu disabilitas dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan taraf ekonomi dengan usaha ekonomi kreatif batik ciprat. Kedua. Peran ekonomi kreatif dalam mendorong keberdayaan disabilitas adalah menaikkan pendapatan disabilitas, membuka peluang lapangan kerja bagi disabilitas, menambah kekayaan intelektual disabilitas, menaikkan citra disabilitas sehingga dipandang mampu mandiri, membarukan sumberdaya disabilitas dengan skill, menambah toleransi sosial. Ketiga. Perspektif Ekonomi Islam memandang bahwa Usaha Ekonomi kreatif bagi para disabilitas adalah sebagai wadah pemerataan sosial dengan JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. mengedepankan prinsip tolong menolong, kedua memberikan kemandirian untuk disabilitas dengan prinsip tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, dan ketiga menerapkan prinsip keadilan, menyamaratakan disabilitas dengan manusia normal lainnya. Saran Ada beberapa saran dan rekomendasi yang perlu di sampaikan dalam kegiatan penelitian ini. Saran dan rekomendasai ini ditujukan pada dua pihak, pertama LPPM IAIN Ponorogo sebagai pihak yang mempunyai otoritas kebijakan penelitian, kedua SW. Sambung Roso. Pihak LPPM UIN Ponorogo Untuk mencapai hasil dan target penelitian yang maksimal diharapkan pihak LP2M IAIN Ponorogo bisa memfasilitasi segala kebijakan yang diperlukan. SW. Sambung Roso. Desa Simbatan. Nguntoronadi Magetan. SW. Sambung Roso perlu meningkatkan fasilitas untuk para disabilitas. Sentuhan modern perlu dimasukkan dalam kegiatan membatik para disabilitas agar produksi semakin banyak. Selain itu, perlu menambahkan Sumber Daya Manusia dalam marketing agar penjualan lebih banyak dan dapat diakses lebih banyak lagi bagi semua kalangan baik di kancah nasional maupun internasional. Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas: perspektif ekonomi islam, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diberikan diantaranya: . Bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait, penelitian ini merekomendasikan adanya dukungan yang lebih konkret terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis Dukungan tersebut dapat berupa fasilitasi permodalan berbasis syariah, penyediaan pelatihan kewirausahaan inklusif, serta pembukaan akses pasar melalui pameran, kemitraan, dan program ekonomi kreatif daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat sangat diperlukan agar pemberdayaan penyandang disabilitas dapat berjalan secara sistematis dan berkelanjutan, serta . bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan membandingkan beberapa lembaga pemberdayaan disabilitas di wilayah yang berbeda. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengkaji secara lebih mendalam aspek keberlanjutan usaha, dampak ekonomi jangka panjang, serta integrasi instrumen ekonomi Islam seperti zakat, pengembangan ekonomi kreatif penyandang disabilitas. 22 | JPSI (Jurnal Perbankan Syariah Indonesi. | Vol. No. Januari 2026, hal. UCAPAN TERIMA KASIH