Jurnal Siti Rufaidah Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 17-25 Formulasi Dan Pengujian Sediaan Deodorant Spray Yang Mengandung Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L. ) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Devina Chandra Universitas Sari Mutiara Indonesia Manuppak Irianto Tampubolon Universitas Sari Mutiara Indonesia Natanael Priltius Universitas Sari Mutiara Indonesia Alamat: Jl. Kapten Muslim No 79 Medan Korespondensi penulis: devinaz_chandraz@hotmail. Abstract. Basil leaves are very rich in nutritious substances. Among them are beta carotene, vitamin C, macro minerals . alcium, phosphorus, magnesiu. This plant is included in the Lamiaceae family which contains various chemical compounds, including phenols, saponins, alkaloids, flavonoids, tannins, and essential oils. The benefits of basil have been widely applied in people's lives as traditional medicine, for example, basil leaves are used to treat, cough, colds and so on. Body odor can be caused by several factors such as genetic factors, psychological conditions, food factors, obesity factors and clothing materials used. One of the triggers of body odor due to bacterial infection, namely Staphyloccous aureus bacteria. This study aims to formulate deodorant spray ethanol extract of basil leaves, test the physical properties of deodorant spray preparations, and determine whether the preparation of deodorant spray ethanol extract of basil leaves can inhibit staphylococcus aureus Physical tests were carried out on days 0 . fter manufactur. and 7 with the results of the organoleptical physical test of the preparation having a distinctive odor of basil, brownish yellow in color. It has a pH of 4 which corresponds to the pH of the skin, and experiencing an increase in viscosity on day 7 examination. The antibacterial test results of formulations 1, 2, and 3 showed inhibition of the banteri. Keywords: Staphylococcus aureus bacteria, deodorant spray formulation, basil leaves, basil leaf extract. Abstrak. Daun kemangi sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat. Diantaranya betakaroten, vitamin c, mineral makro . alsium, fosfor, magnesiu. Tanaman ini masuk ke dalam famili Lamiaceae yang mengandung berbagai senyawa kimia, di antaranya fenol, saponin, alkaloida, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. Manfaat kemangi sudah banyak diterapkan dalam kehidupan masyarakat sebagai pengobatan tradisional, misalnya saja daun kemangi digunakan untuk mengobati, batuk, selesma dan lain sebagainya. Bau badan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, faktor genetik, kondisi kejiwaan, faktor makanan, faktor kegemukan dan bahan pakaian yang dipakai. Salah satu pemicu bau badan karena adanya infeksi bakteri yaitu bakteri Staphyloccous aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan deodoran spray ekstrak etanol daun kemangi, menguji sifat fisik sediaan deodoran spray, dan mengetahui apakah sediaan deodorant spray ekstrak etanol daun kemangi dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Uji fisik dilakukan pada hari ke-0 . etelah pembuata. dan ke-7 dengan hasil uji fisik sediaan secara organoleptis memiliki bau khas kemangi, berwarna kuning kecoklatan, memiliki pH 4 yang sesuai dengan pH kulit, dan mengalami kenaikan viskositas pada pemeriksaan hari ke-7. Hasil uji antibakteri dari formulasi 1, 2, dan 3 menunjukkan daya hambat pada banteri tersebut. Kata kunci: Bakteri Staphylococcus aureus, formulasi deodoran spray, daun kemangi, ekstrak daun kemangi. Received September 28, 2023. Accepted Oktober 27, 2023. Published November 30, 2023 *Devina Chandra, devinaz_chandraz@hotmail. Formulasi Dan Pengujian Sediaan Deodorant Spray Yang Mengandung Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L. ) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus PENDAHULUAN Bau badan menjadi masalah yang cukup penting dan dapat mengganggu aktivitas Menurut Wijayakusuma . bau badan dapat terjadi karena kurang menjaga kebersihan badan dan adanya bakteri yang menguraikan keringat menjadi zat yang berbau kurang sedap. Bau badan juga dipengaruhi oleh hormon dan makanan yang dikonsumsi Keringat menjadi hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar yang bermuara pada kulit berupa sebum, asam lemak tinggi dan debris . igmen yang terkumpul, sisa hasil metabolisme pada kuli. , oleh karena itu keringat dapat membantu terbentuknya produk yang berbau hasil dekomposisi atau penguraian bakteri. Diantara berbagai jenis kelenjar kulit, bau badan manusia berasal dari kelenjar apokrin. Kelenjar apokrin mengeluarkan sebagian besar senyawa kimia yang diperlukan flora kulit sehingga menghasilkan bau (Lundstrom dan Olsson, 2. Bau yang dihasilkan disebabkan oleh adanya aktivitas beberapa bakteri seperti kelompok Corynebacterium, kelompok Propionibacteria, dan Staphylococcus epidermidis. bakteri lain yang dapat menyebabkan bau badan adalah Staphylococcus aureus. Pseudomonas aeruginosa, dan Streptococcus pyogenes (Endarti dkk. Masalah bau badan dapat diatasi dengan menjaga kebersihan tubuh secara teratur dan pemakaian sediaan topikal khusus seperti antiperspiran dan deodoran. Antiperspiran dan deodoran mengandung suatu antiseptik yang berfungsi untuk menahan atau mengurangi dekomposisi bakteri sehingga dapat mengontrol bau badan (Musfiroh dan Sriwidodo, 2. Masalah bau badan dapat diatasi dengan penggunaan kosmetik. Kosmetik digunakan pada bagian luar tubuh manusia . pidermis, rambut, kuku, dan organ genital bagian lua. atau gigi dan bagian mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan atau melindungi dan memelihara tubuh dalam kondisi baik. Pada saat ini, sediaan kosmetika bukan menjadi kebutuhan tambahan melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari hari salah satunya adalah sediaan deodorant, deodorant ini juga sudah menjadi bagian dalam kosmetika pada kehidupan manusia baik untuk perempuan maupun laki-laki khususnya yang memiliki permasalahan bau badan dan ketiak yang muncul dari keringat. Bagi seseorang keringat yang berlebihan dapat menimbulkan masalah, seperti menimbulkan bau badan yang kurang sedap. Sehingga dapat dilakukan beberapa alternatif tindakan seperti menggunakan sediaan kosmetik anti bau badan . Berdasarkan hasil penelitian dari 90% populasi di dunia ini telah menggunakan deodorant untuk mengontrol keringat dan bau di ketiak (Veranita 2. Antiperspirant dan deodorant yang dijual dipasaran umumnya berbahan aktif aluminium klorohidrat, propilen glikol, triklosan, aluminium zirconium klorohidrat. Adanya kandungan aluminium klorohidrat Jurnal Siti Rufaidah - Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 17-25 dan aluminium zirconium pada sediaan antiperspirant dan deodorant akan bekerja dengan menyumbat pori-pori sehingga produksi keringat akan menurun. Akan tetapi, penggunaan bahan ini dapat memicu iritasi jika digunakan pada kulit yang terluka. (Sitompul, 2. Deodorant berbahan dasar alami sulit ditemukan dan belum diproduksi skala besar di Banyak tanaman yang berpotensi sebagai deodoran, salah satunya adalah kemangi (Ocimum basilicum L. Daun kemangi ini sudah umum dijumpai di masyarakat yaitu santap menu dalam kehidupan sehari-hari yang sering disebut lalapan daun kemangi. Daun tanaman ini memang beraroma wangi dan mengandung zat aktif antiseptik. Zat inilah yang membantu memberantas bakteri penyebab bau badan. Manfaat lain dari daun kemangi adalah meningkatkan nafsu makan. Deodorant bentuknya bermacam-mcam, ada yang padat . , cairan roll-on, ada yang berbentuk spray . urisyah, 2. Kemangi (Ocimum basilicum L. merupakan tanaman yang mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai agen antibakteri pada deodoran. Minyak atsiri daun kemangi dibuat dalam bentuk krim maupun cairan untuk mempermudah penggunaannya (Nurhanifah, 2. Penelitian terdahulu yang meneliti tentang . ormulasi anti bakteri Staphylococcus aureus oleh Nurhanifah,2. yaitu Auformulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan krim minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L. ) sebagai deodorant sprayAy. Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka pada penelitian ini akan dilakukan "Formulasi dan pengujian sediaan deodorant spray yang mengandung ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L. ) terhadap bakteri Staphylococcus METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan tahapan penelitian meliputi, penyiapan bahan, karakterisasi simplisia, pembuatan ekstrak, skrinning fitokimia. Kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan deodorant spray dengan menggunakan ekstrak daun kemangi. Kemudian dilakukan evaluasi mutu fisik sediaan yang terdiri dari pemeriksaan homogenitas, stabilitas, pH, viskositas, dan dilakukan pengujian aktivitas antibakteri deodorant spray terhadap bakteri Staphylococcus aureus. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Skrining Fitokimia Skrinning fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada suatu tumbuhan untuk dapat digunakan sebagai antimikroba. Senyawa Formulasi Dan Pengujian Sediaan Deodorant Spray Yang Mengandung Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L. ) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus steroid/triterpenoid. Hasil skrinning fitokimia simplisia dan ekstrak etanol daun kemangi dilihat pada tabel. Tabel 1. Hasil Skrining Fitokimia Simplisia Batang Muda Rotan Golongan Alkaloid Flavonoid Saponin Tanin Triterpenoid/ Steroid Glikosida Indikator Mayer Bourchard Dragendroff Serbuk Mg Amil Alkohol HCL pekat Air panas HCL FeCl3 1% Lieberman Bouchard Killer Killiani Hasil Terbentuk endapan berwarna putih Terbentuk Endapan Berwarna Coklat Hitam Terbentuk Endapan Berwarna Putih Terbentuk Cincin Berwarna Merah Keterangan Terbentuk Busa Yang Stabil Terbentuk warna hijau kehitaman Terbentuk biru kehijauan Lapisan atas hijau kebiruan dan lapisan bawah merah kecoklatan Keterangan : ( ) Positif : mengandung golongan senyawa (-) Negatif : tidak mengandung golongan senyawa Dari hasil skrining fitokimia, didapatkan hasil bahwa daun kemangi (Ocimum basilicum L. ) menunjukan adanya senyawa Alkaloid. Saponin. Flavonoid. Tannin. Steroid dan Glikosida. Adanya Alkaloid ditentukan dengan penambahan pereaksi meyer terbentuk endapan berwarna putih. Saponin ditunjukan dengan terbentuknya busa yang bertahan selama 10 menit setelah pengocokan dengan air panas selama 3 menit, adanya Flavonoid ditunjukan dengan adanya perubahan warna kuning setelah ditambah serbuk Mg dan HCl pekat. Terdapatnya golongan alkaloid. Saponin, dan flavonoid sangat berpotensial mempunyai aktivitas Hasil uji senyawa alkaloid yang terdapat di dalam simplisia dan ekstrak etanol daun kemangi adalah positif yang ditandai dengan adanya bentuk endapan putih pada uji pereaksi Mayer. Pada uji Bouchardat hasilnya positif dengan terbentuknya endapan coklat, pada penambahan pereaksi Dragendroff diperoleh hasil yang menunjukkan positif dengan terbentuknya endapan putih. Penambahan HCL 2 N pada uji alkaloid yang bertujuan untuk menarik alkaloid dari dalam sampel, senyawa alkaloid memiliki sifat basa sehingga dengan penambahan HCL akan terbentuk garam, kemudian dipanaskan yang bertujuan untuk memecahkan ikatan antara alkaloid yang bukan dalam bentuk garam, lalu didinginkan dan dilakukan reaksi pengendapan dengan menggunakan tiga pereaksi (Mutmainah, 2. Hasil uji flavonoid didapatkan menunjukkan hasil posiitf pada simplisia dan ekstrak etanol daun kemangi. Pada penambahan Serbuk Mg HCL Pekat yang akhirnya terbentuk cincin berwarna merah. Uji senyawa saponin pada simplisia dan ekstrak etanol daun kemangi Jurnal Siti Rufaidah - Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 17-25 memberikan hasil positif yaitu terbentuknya busa yang stabil setelah dilakukan pengocokan dan dengan penambahan HCL 2N busa tidak hilang. Penambahan HCL 2N bertujuan untuk menambah kepolaran sehingga gugus hidrofil akan berikatan lebih stabil dan buih yang dihasilkan akan terbentuk menjadi stabil (Simaremare, 2. Uji Glikosida pada ekstrak daun kemangi memberikan hasil positif yaitu terbentuknya Cincin Berwarna Ungu. Uji Glikosida dilakukan dengan mencampurkan Sebanyak 3 g serbuk dan ekstrak ditimbang lalu disaring dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% dan 3 bagian volume air suling. , kemudian direfluks selama 10 menit, didinginkan dan disaring. Diambil 20 ml filtrat lalu ditambahkan 25 ml timbal (II) asetat 0,4 N, dikocok dan didiamkan selama 5menit lalu Uji steroid pada simplisia dan ekstrak etanol daun kemangi memberikan hasil positif dengan terbentuknya cincin warna biru kehijauan yang menunjukkan kandungan seyawa steroid dan cincin bewarna kecoklatan yang menunjukkan kandungan triterpenoid. Hasil Pengujian Aktivitas Antibakteri Sediaan Deodorant Spray Bakteri Staphylococcus aureus Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L. dengan berbagai jenis konsentrasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan daun kemangi sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Metode ini dipilih karena lebih praktis tetapi tetap memberikan hasil yang diharapkan. Hasil pengukuran diameter zona hambat ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L. ) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil Pengukuran Diameter Zona Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Pengujian aktivitas antibakteri deodoran spray ekstrak etanol daun kemangi ditentukan dengan melihat zona hambat bakteri . terhadap sediaan F0. FI. FII dan Fi beserta dengan sediaan pembanding deodoran spray yang ada di pasaran. Hasil dapat dilihat pada tabel. Tabel 2. Data Hasil Pengukuran Diameter Zona Hambat Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L. ) terhadap bakteri Staphylococcus aureus Sampel Ekstrak Etanol Daun Kemangi 5% Ekstrak Etanol Daun Kemangi 5% Ekstrak Etanol Daun Kemangi 5% Kontrol Positif Kontrol Negatif Keterangan : P1: Pengulangan pertama P2: Pengulangan kedua P3: Pengulangan ketiga Kontrol ( ) : Deodorant Spray Merk X Kontrol (-) : Blanko 5,75 6,85 6,83 Diameter Zona Hambat 4,52 5,48 5,75 7,78 7,05 8,93 7,65 8,75 Rata-Rata 5,25A0,65 6,79A1,02 8,43A1,21 7,74A0,96 Formulasi Dan Pengujian Sediaan Deodorant Spray Yang Mengandung Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L. ) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Hasil diameter zona hambat yang terjadi pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dapat berbeda-beda dari masing-masing pengulangan. Zona hambat ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L. ) pada konsentrasi 5% sebesar 5,25 mm, konsentrasi 10% sebesar 6,79 mm, konsentrasi 15% sebesar 8,43 mm, kontrol positif sebesar 7,74 mm, kontrol negatif 0 mm. Hasil ini menunjukan bahwa zona hambat yang terbentuk berbeda pada setiap Semakin tinggi konsentrasi sediaan deodorant spray maka zona hambat yang terbentuk semakin besar. Begitu pula sebaliknya semakin rendah konsentrasi sediaan maka semakin kecil zona hambat yang terbentuk, hal ini dikarenakan pengaruh besar kecilnya konsentrasai atau kandungan zat aktif yang terkandung didalamnya serta kecepatan difusi bahan antibakteri kedalam media agar (Wulaisfan, 2. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan deodorant spray yang mengandung ekstrak etanol daun kemangi dalam berbagai konsentrasi terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan hasil bahwa sediaan deodorant spray yang mengandung ekstrak etanol daun kemangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5%, 10%, dan konsentrasi 15%. Terdapat perbedaan pada masing-masing kelompok perlakuan, karena setiap penambahan konsentrasi berpengaruh pada peningkatan aktivitas zona hambat antibakteri yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kemangi, sehingga zona hambat yang dihasilkan setiap konsentrasi memiliki perbedaan. Faktor faktor lain yang dapat mempengaruhi terbentuknya zona hambat adalah konsentrasi senyawa aktif, kepekaan pertumbuhan mikroba uji, ketebalan dan viskositas medium serta reaksi antara zat aktif dengan medium dan suhu Hasil diameter daerah hambat pada masing-masing perlakuan memiliki diameter yang berbeda dikarenakan konsentrasi ekstrak yang digunakan berbeda, semakin banyak kosentrasi ekstrak daun kemangi yang digunakan maka semakin kuat pula zona hambat yang di dapat. Adanya perbedaan diameter daerah hambat dalam penelitian ini dengan dilakukan disebabkan oleh jenis bakteri yang digunakan. Terlihat bahwa walaupun diameter hambatan pertumbuhan bakteri yang diberikan oleh sediaan deodorant spray berbeda terhadap bakteri Staphylococcus aureus, lebih besar dibandingkan dengan hambatan pertumbuhan yang diberikan oleh deodorant spray yang beredar di pasaran, namun keduanya masih termasuk kategori sedang dan kuat. Jurnal Siti Rufaidah - Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 17-25 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun Kemangi yang telah diekstraksi dapat diformulasikan ke dalam sediaan deodorant spray berbentuk cair dengan berbagai konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15% dan diperoleh sediaan homogen, ekstrak etanol daun Kemangi (Ocimum basilicum L. ) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5%,10%,15%. Saran