Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. EVALUASI PEMECAH GELOMBANG PANTAI MANGGAR BARU Mochamad Gaharu Dida Devedo*. Ardhan Ismail Fakultas Teknik. Universitas Mulawarman. Indonesia Jl. Kuaro. Gn. Kelua. Kec. Samarinda Ulu. Kota Samarinda. Kalimantan Timur 75119. Indonesia *Korespondensi Penulis: Didadevedo@ft. ABSTRACT The coastal protection structure in the form of an offshore breakwater has been constructed at Manggar Baru Beach by the local government to address the ongoing issue of coastal erosion. However, despite its construction, several problems remain unresolved. This study aims to evaluate the performance of the constructed breakwater and provide recommendations for alternative, more effective coastal protection designs. The research involves assessing the performance of the breakwater structure and designing alternative coastal protection solutions. The data used in this study consists of secondary data obtained from the East Kalimantan Public Works Department. The evaluation results reveal that in areas near the river mouth, waves are still able to pass through the breakwater structure. Additionally, the river flow, which bends towards the area between the beach and the breakwater, allows water to enter without sufficient protective structures to block it. This indicates that the existing breakwater is not fully effective. As a solution, the proposed coastal protection concept involves extending the length and increasing the height of the breakwater The breakwater is planned to be a rubble structure with the following specifications: crest elevation of 5. 5 m LLWL, a total length of 136 m, primary armor layer consisting of tetrapods and crushed stones, and a crest width of 3. 2 m. Keywords: Evaluation. Coastal Erosion. Breakwater ABSTRAK Bangunan pelindung pantai berupa pemecah gelombang lepas pantai telah dibangun di Pantai Manggar Baru oleh pemerintah setempat guna menanggulangi permasalahan erosi pantai yang terus Namun, setelah pembangunan masih terdapat beberapa permasalahan yang belum teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pemecah gelombang yang telah dibangun serta memberikan rekomendasi perencanaan bangunan pelindung pantai alternatif yang lebih efektif. Penelitian dilakukan dengan cara mengevaluasi kinerja bangunan pemecah gelombang dan merencanakan desain alternatif bangunan pelindung pantai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur. Hasil evaluasi menunjukkan gelombang masih mampu masuk melewati struktur pemecah gelombang pada area pemecah gelombang yang berada dekat dengan muara sungai. Selain itu, aliran pada sungai yang berbelok menuju area diantara pantai dan pemecah gelombang dapat menyebabkan aliran masuk tanpa ada bangunan pelindung yang cukup untuk menahannya. Hal ini menunjukkan pemecah gelombang yang dibangun belum sepenuhnya efektif. Sebagai solusi, konsep perlindungan pantai yang diusulkan adalah menambah panjang dan tinggi struktur pemecah gelombang. Pemecah gelombang direncanakan berbentuk tumpukan batu . ubble structur. dengan spesifikasi: elevasi mercu 5,5 m LLWL, panjang 136 m, menggunakan lapis lindung utama berupa tetrapod dan batu pecah, serta lebar puncak 3,2 m. Kata Kunci: Erosi. Evaluasi. Pemecah Gelombang transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Pantai Manggar Baru yang terletak di Kota Balikpapan merupakan salah satu destinasi wisata pantai unggulan di kawasan tersebut. Selain memiliki nilai estetika dan ekonomi, pantai ini juga menjadi salah satu area yang menghadapi tantangan kerusakan lingkungankhususnya akibat abrasi dan sedimentasi yang disebabkan oleh aktivitas gelombang laut. Perubahan garis pantai yang terus terjadi di wilayah ini sebagian besar dipicu oleh proses erosi dan akresi, sebagaimana dijelaskan oleh Irwan dan Ihsan . Berbagai usaha mitigasi telah permasalahan tersebut, telah dilakukan berbagai upaya mitigasi, salah satunya adalah pembangunan struktur pelindung berupa pemecah gelombang. Pemecah gelombang, atau breakwater, adalah struktur buatan yang berfungsi untuk mengurangi energi gelombang laut sebelum mencapai pantai, sehingga mampu melindungi garis pantai dari erosi serta mendukung akumulasi sedimen di area di belakangnya (Dean & Dalrymple. Struktur ini dapat dirancang sejajar pantai . ffshore breakwate. atau tegak lurus terhadap pantai, tergantung pada tujuan perlindungan dan kondisi geografis wilayah pantai yang bersangkutan. Selain berfungsi sebagai pelindung garis pantai, pemecah gelombang juga pengelolaan lingkungan pesisir. Pemecah gelombang sejajar pantai, misalnya, dapat menyebabkan pembentukan salient atau tombolo yang mengubah pola garis pantai secara signifikan, seperti yang dilaporkan oleh Suhaemi dan Riandini . Namun, dampak ini perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi dinamika sedimen dan fungsi ekosistem di sekitar Pada Pantai Manggar Baru, struktur pemecah gelombang yang dibangun menggunakan kombinasi Geotube dan tembok laut. Geotube adalah tabung besar yang diisi dengan pasir atau sedimen lokal dan digunakan sebagai penghalang untuk memecah energi gelombang. Tembok laut berfungsi melindungi pantai dari abrasi. Namun, meskipun struktur ini telah dibangun, masih ada gelombang yang menyerang masuk ke pemukiman warga. Salah satu masalah utama adalah gelombang laut yang masih berhasil melewati celah-celah antara pemecah gelombang dan struktur lainnya sehingga potensi erosi tetap ada. Selain itu, aliran sungai yang memasuki wilayah pantai di antara pemecah gelombang menciptakan hambatan bagi kapal nelayan yang membutuhkan akses untuk berlabuh (Sulaiman, 2. Pembangunan pemecah gelombang di Indonesia telah menjadi salah satu solusi yang umum diterapkan untuk melindungi wilayah pesisir dari dampak gelombang laut. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi berbagai aspek desain dan stabilitas pemecah gelombang. Aipassa . meneliti desain pemecah gelombang di Balongan. Indramayu, untuk keruntuhan geser. Penelitian oleh Suhaemi dan Riandini . menunjukkan bahwa struktur pemecah gelombang sejajar pantai dapat memengaruhi pola garis pantai secara signifikan. Penelitian di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong perlindungan gelombang yang adaptif (Unisma, 2. , sementara di Terminal Khusus TPPI Tuban, pengerukan dengan pemecah gelombang digunakan untuk melindungi dermaga dari gelombang besar (ITS, 2. Selain itu, analisis oleh Batjes dan Roos . menggaris bawahi efektivitas tetrapod sebagai lapisan pelindung dalam meningkatkan stabilitas struktur pemecah Olga Maranatha . menyoroti pemanfaatan batu bronjong untuk stabilitas struktur, sementara Fowler transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. et al. menjelaskan bahwa Geotube memperpanjang garis pantai meskipun memiliki keterbatasan umur pakai. Penelitian ini bertujuan untuk gelombang yang telah dibangun di Pantai Manggar Baru rekomendasi untuk peningkatan desain struktur pelindung tersebut. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan solusi praktis yang tidak perlindungan pantai dari erosi, tetapi juga masyarakat pesisir serta pelestarian METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di Jl. Tanjung kelor 70. Manggar Baru. Kecamatan Balikpapan Timur. Kota Balikpapan. Kalimantan Timur, lokasi ini dipilih karena merupakan lokasi pemecah gelombang yang dibangun oleh pemerintah, ditunjukan ada Gambar 1. dapat ditentukan dengan formula sebagai DWL = HWS SS SLR Keterangan: DWL: design water level . HWS: high water spring . : badai yang bisa jadi gelombang naik . SLR : sea level rise . , . cm/100 tahu. Berat Armor Beban batu lapis pelindung dihitung dengan formula: 3 yaya . cIyc Oe . 3 ycaycuycyuE : beban lazimnya dari batu yang akan ditaruh . Ar : berat jenis batu . on/m. : tinggi gelombang rencana . : komparasi antara berat jenis batu dan berat jenis air laut. Run-up Nilai run-up IrribarenAos. Bilangan IrribarenAos ini berpengaruh pada tinggi bangunan. Adapun persamaan IribarrenAos tersebut adalah sebagai berikut (Iribarren, 1. tan yu Ir = ya 2 . a ) Keterangan: : kemiringan dari dinding bangunan H : tinggi gelombang yang menerjang L0 : jarak antar ujung dari gelombang di laut lepas = 1,56 T2 Gambar 1. Lokasi penelitian (Sumber: Google Eart. Elevasi Rencana Jarak dari dasar permukaan hingga sampai ke muka air laut rencana Perhitungan dari muka air laut rencana Data Penelitian Data penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Dinas Pekerjaan Umum Bidang Sumber Daya Air. Data yang digunakan dalam penelitian ini tertera pada Tabel 1 dan Tabel 2 sebagai berikut. transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Tabel 1. Data pasang surut Pengumpulan data Elevasi Muka Air Acuan Rambu Pasang Surut Highest High Water Level = 2,58 m (HHWL) Mean High Water Spring = 2,1 (MHWS) Mean Sea Level (MSL) = 1,3 Mean Low Water Spring = 0,59 m (MLWS Lowest Low Water Level = 0 (LLWL) Data yang dikumpulkan berupa: data hidro oseanografi, topografi, dan Data didapatkan dari Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur bidang Sumber Daya Air. Analisis efektivitas pelindung dan pengamanan Pantai Manggar Baru. Dalam analisis ini akan dilakukan pengamatan secara langsung untul menilai efektivitas dari bangunan Pantai yang sudah dibangun. Perencanaan Dilakukan perhitungan perencanaan bangunan pelindung pantai yang diusulkan . embok laut dan pemecah Spesifikasi Dilakukan perencanaan tembok laut dan pemecah Tabel 2. Kala ulang signifikan Kala Ulang (Tahu. Tinggi Gelombang (Mete. Periode Gelombang (Deti. Diagram Alir Gambar 2. Tinjauan lapangan Gambar 2 . merupakan pemecah gelombang yang paling dekat dengan muara. Gambar 2 . pemecah gelombang kedua terdekat dengan muara sungai. Gambar 2 . , yang terdekat ketiga dengan muara Sungai, dan Gambar 2 . yang terjauh dari muara Sungai. Prosedur Penelitian Penelitian terdiri tahapan, yaitu: transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Gambar 3. Diagram alir penelitian Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Pemecah Gelombang Eksisting Pada pemecah gelombang . , gelombang masih bisa masuk melewati celah antara tembok laut dan Geotube. Tembok laut dan Geotube yang dibangun dekat dengan rumah warga, sehingga dapat menggerus rumah warga setempat. Pada . , membentuk tombolo periodik. Pada pemecah gelombang . , terlihat Berdasarkan tersebut, pemecah gelombang . , . , dan . efisien dalam melindungi pantai. Namun, pada pemecah gelombang . , masih belum efisien, karena gelombang masih dapat masuk. Perencanaan Konsep Pemecah Gelombang Pantai Manggar Baru Konsep Pemecah Gelombangan dapat dilakukan dengan: Mengubah pemecah gelombang . menjadi bangunan non-overtopping, agar kapal nelayan yang berlabuh tidak terganggu limpasan gelombang. Menambah gelombang . , agar dapat menahan aliran sungai, gelombang dari timur dan timur laut. Perencanaan Tata Letak Sistem Pemecah Gelombang Pantai Manggar Baru Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis efektivitas Pemecah Gelombang yang sudah dibangun, permasalahan yang terjadi adalah difraksi gelombang yang masuk melalui celah di antara pemecah gelombang dan kemudian masuk melalui celah di antara Geotube dan tembok laut. Selain itu, ada arus yang masuk di antara pantai dan pemecah gelombang. Untuk penambahan panjang jadi 75 meter pemecah gelombang yang bertujuan untuk menahan arus yang masuk diantara pantai dan pemecah gelombang. Sedangkan, perubahan struktur pemecah gelombang menjadi bangunan non-overtopping agar kapal nelayan yang berlabuh tidak terganggu limpasan gelombang yang melewati pemecah gelombang. Bahan pelindung yang digunakan untuk pemecah gelombang adalah tetrapod. Tetrapod digunakan karena nilai run-up cukup rendah sehingga bangunan tidak terlalu Perencanaan Bangunan Kriteria Perencaanaan Berikut ini merupakan kriteria perencanaan bangunan: Pemecah gelombang yang akan mengurangi energi gelombang yang datang, menahan arus sungai yang masuk di antara pantai dan pemecah gelombang, selain itu dimanfaatkan sebagai kolam labuh. Pemecah overtopping, pemilihan struktur non overtopping adalah karena pemecah gelombang yang direncanakan akan dibuat sebagai kolam labuh. Lapis pelindung yang digunakan adalah tetrapod dan batu pecah, karena tinggi run up dengan tetrapod yang cukup rendah, sehingga tinggi bangunan tidak terlalu tinggi. Struktur bangunan yang digunakan sama dengan pemecah gelombang, pemilihan struktur yang sama dengan pemecah gelombang adalah Elevasi muka air rencana HHWL yang digunakan adalah 2,58 m, tinggi wave set up sebesar transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. 0,14 m, tinggi storm surge sebesar 0,13 m, sedangkan SLR tidak Hasil perhitungan muka air laut rencana didapatkan sebagai berikut: Perhitungan storm surge . Audara= 1000 mbar. Aair laut = 1013 Setelah nilai sudut datang gelombang di laut dalam dan sudut datang gelombang pada kedalaman tertentu diketahui maka koefisien refraksi (K. dapat dihitung sebagai Perhitungan elevasi muka air rencana . Gelombang Rencana Gelombang digunakan untuk pemecah gelombang 3,71 m. H0 2,46 m. DWL = 2,71 m dan sudut datang dari arah tenggara . Panjang gelombang dan kecepatan rambat gelombang di laut dalam dapat dihitung sebagai m/detik Maka nilai: d/L0 = 0,037. d/L = 0,07984. Ks = 1,08. dengan hasil sebagai berikut. Selanjutnya, kecepatan rambat gelombang dapat dihitung, dengan membagi panjang gelombang dengan periode gelombang. Kemudian, nilai sudut datang gelombang masing-masing dapat dihitung sebagai berikut. transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Berdasarkan gelombang laut dalam (H. , koefisien shoaling . dan koefisien refraksi (K. maka tinggi gelombang pada masing-masing kedalaman (H. dan tinggi gelombang pecah (H. dapat dihitung sebagai berikut . Berdasarkan kemiringan pantai di lokasi studi dirnana pantai relatif landai, maka, tinggi gelombang pecah . dapat dihitung sebagai berikut. Gelombang yang akan dipakai untuk keperluan perencanaan stabilitas bangunan pemecah gelombang adalah tinggi gelombang signifikan dengan kala ulang sepuluh tahun Hs10th = 2,65 dan gelombang pecah. Hb=2,89, sehingga gelombang rencana yang digunakan adalah sebagai berikut. 2,65 m Gelombang digunakan untuk tembok laut adalah difraksi gelombang setelah melewati dua pemecah gelombang, jarak antara pemecah gelombang dengan lokasi rencana tembok laut adalah 60 m, sudut datang gelombang adalah 60o, kedalaman air di belakang pemecah gelombang 2,71 m, dengan tinggi gelombang di pemecah gelombang Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. adalah 2,65 m. Lebar jarak antara pemecah gelombang sepanjang 30 m. Berikut ini adalah perhitungan Fungsi d/L menggunakan nilai d/L0 yang diperoleh pada maka nilai: d/L0 = 0,027. d/L = 0,06747. kemudian didapatkan hasil sebagai Kemudian, untuk mendapatkan nilai KAo, digunakan nilai L = 40,16 m, dan B = 30 m, z = 2,71 m, x = 60 m. Dengan nilai KAo=0,8 didapatkan tinggi gelombang . di lokasi rencana Berat dan tebal pemecah gelombang Berikut ini merupakan perhitungan lapis lindung pemecah gelombang dengan panjang 136 m dengan tinggi gelombang (Hi = 2,65 . dengan material tetrapod, kondisi gelombang belum pecah, didapatkan koefisien difraksi (KD =5,. Pada perencanaan berat batu lapis lindung dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: Berat lapisan utama (W), ton: Berat lapisan kedua (W/. , kg: transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Berat lapisan inti (W/200 sd W/4. Berat kaki (W/. , ton: Perancangan bangunan dengan jumlah butir dasar untuk tetrapod minimum . = 3, koefisien lapis kOI = 1,04, berat jenis beton bertulang r = 2,40 ton/m3 dan berat jenis batu pecah r = 1,45 ton/m3. Berikut adalah contoh perhitungan lebar puncak pemecah lebar puncak pemecah gelombang: Tebal lapis pelindung utama dapat dihitung dengan persamaan sebagai Tebal lapis pelindung kedua dapat dihitung dengan persamaan sebagai Jumlah butir batu lapis pelindung utama tiap satuan luasan . adalah sebagai berikut. Jumlah butir batu lapis pelindung kedua tiap satuan luasan . adalah sebagai berikut. Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Lebar kaki dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut. Tebal lapis pelindung kaki dapat dihitung dengan persamaan sebagai Berdasarkan grafik run up gelombang, didapatkan nilai run up untuk lapis lindung tetrapod: Ru/H = 0,87 dan untuk lapis lindung batu pecah: Ru/H = 1,25. Elevasi Puncak Bangunan Elevasi puncak bangunan terdiri design water level, run-up, dan tinggi Berikut ini merupakan perhitungan dari nilai run up dari pemecah gelombang: panjang gelombang . di laut dalam: Irribaren Sedangkan, untuk run up, adalah sebagai berikut. Tinggi Gambar Teknis Bangunan Berikut ini adalah gambar hasil gelombang alternatif: Gambar 4. Desain pemecah gelombang transform Vol. No. April 2025: 96 - 104 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan perhitungan, didapatkan kesimpulan berikut ini. Berdasarkan hasil pengamatan langsung di belakang pemecah gelombang . , . , dan . isi selata. , tidak terlihat adanya gelombang yang masuk dan menuju rumah warga, sehingga bangunan tersebut sudah cukup efektif. Sedangkan, pada pemecah gelombang . , gelombang masih bisa masuk melewati pemecah gelombang . sehingga pemecah gelombang . isi utar. Geotube dan tembok laut masih belum efektif. Berdasarkan hasil analisis penelitian, opsi yang direkomendasikan adalah gelombang . dengan penambahan panjang dan tinggi agar pemecah gelombang dapat berfungsi sebagai kolam labuh. Spesifikasi direncanakan adalah sebagai berikut. Tinggi gelombang rencana (HD): 2,65 m Elevasi muka air rencana (DWL): 2,71 m Bahan armor: tetrapod Berat armor: 2,55 ton Panjang bangunan: 136 m Elevasi mercu: 5,5 m (LWLL) Lebar puncak bangunan: 3,2 m Fowler. Smith. , & Chang. Performance of geotubes in extending shorelines: Case studies and limitations. Coastal Research Journal. Irwan. , & Ihsan. Pengaruh erosi dan akresi terhadap perubahan garis pantai di kawasan pesisir. Jurnal Geografi Indonesia, 12. , 45-56. ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopembe. Perencanaan pemecah gelombang di Terminal Khusus TPPI Tuban: Kombinasi pengerukan dan proteksi Surabaya: ITS Press. Maranatha. Kestabilan struktur pemecah gelombang dengan batu Jurnal Teknik Sipil. Sulaiman. Kajian efektivitas struktur pemecah gelombang pada kawasan pesisir. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan. Suhaemi. , & Riandini. Pengaruh struktur pemecah gelombang sejajar pantai terhadap perubahan pola garis Jurnal Teknik Pantai, 9. , 23-34. Unisma (Universitas Islam Malan. Analisis desain alternatif perlindungan gelombang di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Malang: Unisma Press. Wiegel. Oceanographical Prentice-Hall. REFERENSI