KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI SUNGAI LOGAWA BANYUMAS Khoerul Umam1 Biologi. Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, umamabidzar@gmail. *Eti Wahyuningsih2 Biologi. Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Corresponding Author: etiwahyuningsih128@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Gastropoda di Sungai Logawa Banyumas. Penelitian ini dilakukan bulan Agustus-September 2021 di Sungai Logawa Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali dengan jangka waktu satu minggu. Sedangkan metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling, dimana ada 5 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 di Desa Sunyalangu. Stasiun 2 di Desa Dawuhan Kidul. Stasiun 3 di Desa Karanglewas Lor, stasiun 4 di Desa Karanglewas Kidul, dan stasiun 5 di Desa Patikraja. Hasil penelitian diperoleh ada 8 spesies yaitu Anentome helena. Filopaludina javanica. Lymneae rubiginosa. Melanoides rustica. Melanoides tubercukata. Sulcospira testudinaria. Terebia ranivera, dan Thiara scabra. Komposisi gastropoda tertinggi yaitu di stasiun 5 yaitu 466 individu dengan 7 spesies dan 4 famili. Keanekaragaman tertinggi di stasiun 5 dengan nilai 1,23, nilai terendah di stasiun 3 yaitu 0,43. Dominansi tertinggi yaitu stasiun 3 yaitu 0,79 termasuk kategori tinggi, sehingga ada yang mendominansi stasiun tersebut yaitu Sulcospira testudinaria, dan nilai indeks dominansi terendah ada di stasiun 5 yaitu 0,32 termasuk dalam kategori rendah. Abstract This study aims to determine the diversity of gastropods in the Banyumas Logawa River. This research was conducted in August-September 2021 on the Banyumas Logawa River. This study uses a survey method. Sampling was carried out 3 times with a period of one week. While the sampling method in this study used a purposive random sampling method, where there were 5 observation stations, namely station 1 in Sunyalangu Village. Station 2 in Dawuhan Kidul Village. Station 3 in Karanglewas Lor Village, station 4 in Karanglewas Kidul Village, and station 5 in Karanglewas Kidul Village. Patikraja Village. The results showed that there were 8 species, namely Anentome helena. Filopaludina javanica. Lymneae rubiginosa. Melanoides rustica. Melanoides tubercukata. Sulcospira testudinaria. Terebia ranivera, and Thiara scabra. The highest gastropod composition was at station 5, which was 466 individuals with 7 species and 4 The highest diversity was at station 5 with a value of 1. 23, the lowest value at station 3 The highest dominance is station 3, which is 0. 79, including the high category, so there is a dominance at the station, namely Sulcospira testudinaria, and the lowest dominance index value is at station 5, which is 0. 32, which is included in the low category. Kata kunci: Keanekaragaman Gastropoda. Sungai Logawa Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. PENDAHULUAN Keanekaragaman tinggal untuk dengan mudah mendapat diberbagai jenis ekosistem yang terdapat di sumber makanannya. Faktor kedua adalah bumi, salah satu ekosistem tersebut yaitu persebaran suatu populasi karena barier merupakan habitat bagi biota air yang atau rintangan yang dapat menghambat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya kelangsungan hidup suatu individu atau meliputi parameter fisika yaitu suhu air dan bahkan populasi tersebut (Campbell, 2. udara, kecepatan arus dan penetrasi cahaya. Gastropoda adalah biota air yang TDS. TSS. Parameter kimia yaitu oksigen dapat digunakan sebagai bioindikator yang terlarut, pH. DO. COD, fosfat dan nitrat. baik dalam memonitor suatu pencemaran Sungai memiliki fungsi sebagai tempat lingkungan yang disebabkan oleh sifatnya berkembang biak, tempat tinggal dan bergerak lambat dalam jangka waktu yang mencari makan bagi biota air. Sumber lama dalam suatu habitat tertentu (Emelda makanan bagi biota air berupa bahan et al. , 2. Selain itu, peran Gastropoda organik yang berasal dari hulu, daun yang dari segi ilmu pengetahuan adalah dapat berguguran maupun sampah dari daratan yang akan membusuk dan menjadi sumber makanan bagi berbagai macam Gastropoda mudah dijumpai. Sementara dari segi (Mardika et al. , 2. Gastropoda mempunyai nilai jual Ekosistem Gastropoda dikenal secara umum sebagai sumber makanan tambahan dan dengan nama siput atau keong. Tubuh juga cangkangnya yang dapat digunakan Gastropoda Oleh Gastropoda memiliki cangkang tunggal keberadaan Gastropoda perlu dilestarikan berulir, dilengkapi dengan tentakel dan juga sehingga keanekaragaman dan kelimpahan jenis Gastropoda dapat terpelihara dengan macam, terdapat di daerah yang dekat dari baik dan habitat Gastropoda dapat terjaga permukaan air atau bahkan jauh dari sebagaimana mestinya (Mardika et al. Habitat Gastropoda keberadaan Gastropoda dapat dipengaruhi Sungai Logawa merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kabupaten keberadaan makanannya (Mardika et al. Banyumas. Penyebaran hewan dapat didasarkan melewati 4 Kecamatan dan 22 Desa yaitu pada dua faktor yaitu faktor pertama. Kecamatan Kedungbanteng, terdiri dari 3 hewan akan cenderung menempati daerah Sungai Baseh. Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. Logawa Karangsalam. Dawuhan Kulon. Kecamatan Karanglewas terdiri dari 12 desa yaitu Sunyalangu. Logawa. Titik pengambilan sampel terdapat Babakan. Singasari. Jipang. Karangkemiri, pada tabel 1. Karanggude. Karanglewas Kidul. Tamansari. Pangebatan. Pasir Lor. Pasir Kulon dan Kediri. Kecamatan Purwokerto St. lor dan Kecamatan Patikraja terdiri dari 6 Kedungwuluh Kedungwuluh Kidul. Lor. Kedungrandu. Sungai Tabel 1. Titik Pengambilan Sampel Barat terdiri dari 1 desa yaitu Karanglewas Berlokasi Desa Sunyalangu Dawuhan Wetan Karanglewas Lor Karanglewas Berpasir, ada tanah cadas. Berpasir dan Patikraja. Karanganyar dan Notog (Fadilah. Penelitian ini menggunakan metode Logawa Patikraja Karakteristik Berbatu dan Berbatu dan Berbatu 7A29'43. 109A13'1. Sungai Titik Koordinat 7A21'57. 109A10'49. 7A23'2. 109A11'19. 7A25'11. 109A11'42. 7A25'51. 109A11'44. Pengambilan sampel dilakukan 3 penduduk sekitar untuk memenuhi berbagai kali dengan jangka waktu satu minggu. macam kebutuhan hidup, debit air yang Sedangkan metode pengambilan sampel deras dimanfaatkan untuk pengairan dan dalam penelitian ini menggunakan metode irigasi salah satunya bendungan Kediri di purposive random sampling dengan kondisi Desa Kediri. Kecamatan Karanglewas, stasiun yang berbeda. Kabupaten Banyumas, selain itu sungai Stasiun 1 di hulu Sungai Logawa, logawa ini biasa dimanfaatkan untuk MCK tepatnya di desa Sunyalangu, terdapat . andi, cuci, kaku. , penambangan batu, penambangan pasir yang dilakukan oleh dan pasir (Ika, 2. Tingginya aktifitas warga sekitar, dan karakteristik sungai didominasi oleh batu dan pasir di daerah Sungai Logawa mengakibatkan penurunan biota sungai logawa terutama gastropoda. Tujuan sekitar sungai terdapat area pesawahan. Stasiun 2 di desa Dawuhan Wetan, terdapat penambangan pasir yang dilakukan oleh warga sekitar, dan karakteristik sungai Gastropoda Sungai Logawa, mengetahui kualitas air di Sungai Logawa untuk kehidupan Gastropoda. didominasi oleh batu dan pasir, di daerah sekitar sungai terdapat area pesawahan. Stasiun 3 di desa Karanglewas Lor, karakteristik sungai didominasi oleh batu. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September di daerah sekitar sungai terdapat area Stasiun 4 di desa Karanglewas Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. Kidul, terdapat penambangan pasir yang Indonesia Widyasatwaloka. dilakukan oleh warga sekitar, karakteristik Pengukuran suhu air sungai didominasi oleh batu, pasir dan dengan mencelupkan thermometer kedalam tanah cadas, di daerah sekitar sungai air dan tunggu sampai 5 detik kemudian terdapat area pesawahan. dibaca hasilnya. Sedangkan pengukuran Stasiun 5 di hilir sungai logawa Patikraja, suhu udara menggunakan thermometer dengan cara thermometer diikat dengan tali penambangan pasir yang dilakukan oleh sampai 5 detik kemudian baca hasilnya. didominasi oleh lumpur dan pasir, di Pengukuran botol plastik 200 ml yang sudah diisi air kemudian diikat dengan tali sepanjang 1 Variabel utama yang diamati adalah meter, kemudian botol tersebut di lepas ke Gastropoda di Sungai Logawa, sedangkan sungai sampai talinya renggang kemudian variabel pendukung yang diamati adalah hitung dengan stopwatch, ulangi sampai variabel yang berpengaruh terhadap habitat tiga kali ulangan kemudian hasilnya dirata- Gastropoda. Variabel pendukung yang diamati adalah parameter fisika yaitu suhu Pengukuran TDS dan TSS dengan air dan udara, kecepatan arus, dan penetrasi metode gravimetri. Pengukuran kecerahan cahaya. TDS. TSS. Parameter kimia yaitu dilakukan dengan menggunakan alat secchi oksigen terlarut, pH. DO. COD, fosfat, dan Cara menggunakan secchi disk cukup Lempengan secchi disk diikat Pengambilan sampel Gastropoda dengan tali lalu dimasukkan ke dalam air. menggunakan alat ekman grab ukuran 20 Saat pola yang terdapat pada secchi disk cm2 dan Jala Surber 40 cm2. Pengambilan tidak terlihat lagi dalam air di kedalaman dilakukan 2 kali setiap stasiun, data primer tertentu, maka didapat hasil analisis tingkat berupa jenis dan jumlah Gastropoda di ukuran kecerahan air. Sungai Logawa. Sampel Gastropoda yang Pengukuran sudah dibersihkan dan di sortir kemudian di kertas lakmus, cara kerjanya kertas lakmus dicelupkan kedalam air kemudian tunggu dengan bantuan buku berjudul Keong Air sampai 5 detik kemudian baca hasilnya. Tawar Pulau Jawa (Moluska. Gastropod. Pengukuran DO dilakukan dengan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Biologi, dimasukkan kedalam botol winkler 100 ml Lembaga Ilmu Pengetahuan Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. secara Botol dari tube atau ampul ke dalam erlenmeyer digunakan untuk mengukur DO0 kemudian untuk titrasi. Tambahkan indikator ferroin untuk botol yang kedua digunakan untuk 0,05 mL - 0,1 mL atau 1 - 2 tetes dan aduk mengukur DO5. Pada pengukuran DO0, dengan pengaduk magnetik sambil dititrasi sampel air botol pertama ditambahkan 1 ml dengan larutan baku FAS 0,05 M sampai MnSO4 H2O dan 1 ml Alkali Iodida azida, terjadi perubahan warna yang jelas dari tunggu sampai terjadi endapan. Setelah hijau-biru menjadi coklat-kemerahan, catat terjadi endapan, tambahkan 1 ml H2SO4 volume larutan FAS yang digunakan. kemudian dikocok dan tambahkan 1 ml Setelah itu, hitunglah nilai COD dengan amilum, kemudian di titrasi dengan natrium Hasil titrasi di hitung dengan Kadar COD = 100 y (. F - . y 0,01 y 31,6 mg/. DO mg/l = = V x N x 8000 x F Faktor koreksi = ycoyco yaycAycuycC4 V = ml Na2S2O3 Data jumlah individu Gastropoda N = Normalitas Na2S2O3 F = Nilai Faktor keanekaragaman dan dominansi. Sedangkan untuk menentukan DO5 botol winkler kedua di inkubasi selama 5 hari kemudian di perlakukan seperti pengukuran DO0. Keanekaragaman Gastropoda dapat Shannon- Wiener sebagai berikut: yaA = OeycEycn yaycu ycEycn Pengukuran COD dilakukan di laboratorium dengan cara pipet volume air sungai dan tambahkan digestion solution dan tambahkan larutan pereaksi asam sulfat ke dalam tabung atau ampul. Tutup tabung dan kocok perlahan sampai homogen. Letakkan tabung pada pemanas yang telah dipanaskan pada suhu 150 AC, lakukan Dinginkan perlahan-lahan contoh uji yang sudah Saat pendinginan sesekali tutup contoh uji dibuka untuk mencegah adanya tekanan Keterangan: H = indeks keanekaragaman Shannon Wiener Pi = ni/N yaitu perbandingan jumlah individu spesies ke-i . terhadap individu (N). Kategorinya ialah rendah (< . , sedang . , tinggi ( >. Dominansi gastropoda ditentukan menggunakan Indeks dominansi Simpson dengan rumus: C = (P. A Keterangan: C = indeks dominansi Simpson Pindahkan secara kuantitatif contoh uji Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. Pi = perbandingan terhadap total indvidu HASIL DAN PEMBAHASAN spesies ke-i . terhadap total individu (N). Kategorinya rendah (< 0,. , sedang . ,4- Komposisi Gastropoda masing-masing stasiun tertera pada tabel 2. , tinggi (> 0,. (Yuliawati et al. , 2. Tabel 2. Komposisi Gastropoda No. Famili Buccinidae Nama Spesies Stasiun Jumlah Individu Anentome Helena Viviparidae Filopaludina javanica Lymnaeidae Lymnaea rubignosa Melanoides rustica Melanoides tuberculata Terebia granifera Thiara scabera Sulcospira testudinaria Thiaridae Pachychilidae Jumlah Total komposisi Gastropoda selama stasiun 5 terdiri dari 4 famili dan 7 spesies penelitian yaitu 653 individu dari 8 spesies, dengan 466 individu. Komposisi tertinggi komposisi Gastropoda terendah terdapat di terdapat pada stasiun 5 dengan jumlah stasiun 4 yaitu 33 individu, sedangkan sebanyak 466 individu. komposisi tertinggi terdapat pada stasiun 5 yaitu 466 individu. Komposisi Gastropoda dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan seperti Spesies Gastropoda yang ditemukan faktor fisika yaitu suhu air, suhu udara, pada penelitian ini disajikan pada tabel 2. TSS. TDS, kecepatan arus dan Dalam tabel tersebut dapat dilihat bahwa faktor kimia yaitu pH. DO. COD. Nitrat, pada penelitian ini ditemukan 8 spesies dan Fosfat (Nurfitriani, 2. Dari semua dari 5 famili yaitu Buccinidae. Viviparidae, stasiun diperoleh, suhu air berkisar antara Lymnnaeidae. Thiaridae. Pachychilidae. 27-29 0C, suhu udara 26-30 0C, kecerahan Jumlah Gastropoda yang ditemukan pada 30-35,5 cm. TSS 78-88 mg/l. TDS 128-140 stasiun 1 terdiri dari 3 famili dan 4 spesies mg/l. Kecepatan arus 0- 5,03 cm/s, pH 7-8, dengan 44 individu, stasiun 2 terdiri dari 4 BOD 4,28-5,62 mg/l. COD 15,03-17,16 famili dan 4 spesies dengan 51 individu, mg/l, nitrat 3,11-5,86 mg/l, dan fosfat 0,3 stasiun 3 terdiri dari 2 famili dan 3 spesies mg/l. Berdasarkan Peraturan Pemerintah dengan 62 individu, stasiun 4 terdiri dari 3 Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 famili dan 3 spesies dengan 30 individu. Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pada stasiun 5 dengan nilai 1,23, nilai tersebut semua stasiun masih dibawah baku mutu termasuk pada kategori sedang. air sungai untuk kehidupan biota sungai. Menurut Laraswati et al. Keanekaragaman menggambarkan kondisi substrat berpengaruh terhadap menganalisis informasi jumlah individu karena substrat yang terdiri dari lumpur masing-masing jenis pada suatu komunitas. dan berpasir sedikit liat merupakan substrat Oleh karena itu, dilakukan perhitungan Jenis Shannon-Wiener. Nilai keanekaragaman dapat dilihat pada tabel 3. Gastropoda dapat tumbuh dan berkembang Keanekaragaman pada jenis substrat berlumpur karena berkisar antara 0,43-1,23, rentang nilai memiliki keistimewaan siphon panjang Pada keanekaragaman berada pada kategori stasiun 5, kondisi substrat terdiri dari redah sampai sedang. Keanekaragaman lumpur dan berpasir. Komposisi individu terendah terdapat pada stasiun 3 dengan setiap spesies berhubungan dengan pola nilai indeks 0,43 dan tertinggi pada stasiun adaptasi masing-masing spesies, seperti 5 dengan nilai indeks 1,23. (Maida, makanan, dan kondisi lingkungan. Keanekaragaman Menurut Nurfitriani . , tinggi rendahnya nilai indeks keanekaragaman masing stasiun tertera pada tabel 3. diantaranya jumlah jenis dan spesies yang Tabel 3. Keanekaragaman (H) Stasiun Nilai Kategori 1,01 Sedang 0,82 Rendah 0,43 Rendah 0,73 Rendah 1,23 Sedang Pada tabel 3, terdapat dua kategori Faktor yang selanjutnya yaitu keanekaragaman yaitu rendah dan sedang. Keanekaragaman terendah terdapat pada rubiginosa. Melanoides tuberculata, dan stasiun 3 dengan nilai 0,43, nilai tersebut Thiara scabra, sedangkan pada stasiun 5 termasuk pada kategori rendah, sedangkan terdapat tujuh spesies yaitu Anantome keanekaragaman tertinggi terdapat pada Helena. Lymnaea rubiginosa. Melanoides habitat Gastropoda yang terganggu atau tidak, indeks keanekaragaman akan serupa atau lebih tinggi di habitat yang terganggu dari pada lokasi yang tidak terganggu (Lange et al. , 2. Pada stasiun 3 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. Lymnaea rustica, sulcospira testudniartia, terebia granifera. Thiara Scabra. Jika didalam dominansi stasiun 2 yaitu 0,55 termasuk keanekaragaman berkategori sedang, maka dominansi stasiun 3 yaitu 0,79 termasuk diduga akan terjadi suatu interaksi antar menimbulkan kompetisi, dominansi stasiun 4 adalah 0,64 termasuk produktivitas cukup, kondisi ekosistem dalam kategori tinggi, dan nilai indeks yang cukup seimbang dan tekanan ekologis dominansi staiun 5 yaitu 0,32 termasuk yang sedang (Laraswati et al. dalam kondisi rendah. Dominansi masing-masing stasiun tertera pada tabel 4. Tabel 4. Dominansi (C) Stasiun Nilai Kategori 0,41 Sedang 0,55 Sedang 0,79 Tinggi 0,64 Tinggi 0,32 Rendah Pada tabel 4, terdapat tiga kategori dominansi yaitu kategori rendah, sedang dan tinggi. Dominansi dengan kategori tinggi terdapat di stasiun 3 dengan nilai 0,74 dan stasiun 4 dengan nilai 0,64. Dominansi terdapat di stasiun 1 dengan nilai 0,41 dan stasiun 2 dengan nilai 0,49. Dominansi dengan kategori tinggi terdapat di stasiun 5 dengan nilai nilai 0,32. Dominansi kekayaan jenis suatu komunitas serta keseimbangan jumlah individu setiap jenis. Adanya lingkungan yang sangat menguntungkan tertentu (Ridwan et al. , 2. Nilai indeks dominansi stasiun 1 yaitu 0,41 termasuk Pada stasiun 3 dan 4 nilai indeks spesies yang mendominasi yaitu Sulcospira Sulcospira tersebar di pulau jawa dan toleran terhadap air yang tercemar (Andharini & Arumasi. Isnaningsih . menyatakan bahwa Sulcospira testudinaria merupakan spesies yang suka terhadap tipe habitat dengan dasar perairan yang sedikit berpasir seperti lumpur atau lapisan bahan organik seperti serasah daun. Selain itu, daya tahan tubuh dan cangkang yang keras memungkinkan untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim. Cangkang tidak hanya berfungsi sebagai rumah bagi hewan jenis Gastropoda namun merupakan alat untuk melindungi tubuhnya yang lunak dari paparan sinar matahari yang terik dan juga dari serangan hewan pemangsa lainnya yang mengancam keselamatan hidup dari penelitian (Mulyani et al. , 2. Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. Tabel 5. Parameter Lingkungan Parameter Lingkungan Satuan St. St. St. St. St. Fisika: Kecerahan 39,5-40 31-38,5 30-35,5 TSS TDS Kecepatan Arus 2,01-2,15 1,53-2,10 1,52-1,99 0-0,3 0-0,3 12,9-13,1 9,12-11,72 8,96-12,8 8,54-11,12 7,4-9,36 COD 11,10-14,92 11,22-14,71 12,40-15,14 13,13-16,80 15,03-17,16 Nitrat Fosfat 2,88-3,42 0,02-0,02 3,09-5,09 0,02-0,03 3,60-4,19 0,02-0,03 3,72-5,33 0,03-0,04 3,11-5,86 0,03-0,03 Suhu Air Suhu Udara Kimia: Parameter lingkungan pada masing- terdapat di stasiun 5 yaitu 3,11-5,86 mg/l, masing stasiun tertera pada tabel 5. dan fosfat tertinggi terdapat di stasiun 4 Parameter yaitu 0,03-0,04 mg/l (Verburge et al. meliputi parameter fisika dan parameter Parameter fisika antara lain suhu Suhu udara di setiap stasiun selama air, suhu udara, kecerahan. TSS. TDS, dan penelitian masih tergolong normal yaitu berkisar antara 26-320C. Dimana pada kimia antara lain pH. DO. COD. Nitrat, stasiun 1 berkisar antara 29-320C, pada Fosfat. Berdasarkan tabel 7 suhu udara stasiun 2 berkisar antara 30-320C, pada tertinggi terdapat di stasiun 3 yaitu 30-36 stasiun 3 berkisar antara 30-320C, pada stasiun 4 berkisar antara 30-310C, dan C, suhu air tertinggi terdapat di stasiun 4 pada stasiun 5 berkisar antara 26-300C. terdapat di stasiun 1 yaitu 49-90 cm. Kisaran nilai suhu udara masih tergolong Kecepatan arus tertinggi terdapat baik bagi kehidupan Gastropoda. Hal ini stasiun 5 yaitu 0-5,03 m/s. pH tertinggi terdapat di stasiun 4 yaitu 8. BOD . , bahwa kisaran suhu yang layak tertinggi terdapat di stasiun 5 yaitu 4,28- 5,62 mg/l. COD tertinggi terdapat di Gastropoda pada umumnya adalah 25- stasiun 5 yaitu 15,03-17,16 mg/l. TSS 320C (Ernawati et al. , 2. Menurut tertinggi terdapat di stasiun 5 yaitu 78-88 Leung et al. , . Gastropoda muncul mg/l. TDS tertinggi terdapat di stasiun 5 kepermukaan batu ketika suhu berkisar yaitu 128-140 mg/l, nitrat tertinggi 21-320C dan tidak ada Gastropoda muncul Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. Odum ke permukaan batu ketika suhu berkisar 36- apabila dalam suatu perairan memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi (Mukhtasor. Nilai kecerahan terendah yaitu pada 2007 dalam Pratama, 2. Canedo et al. stasiun 5 yang hanya mencapai nilai 30 Ae 35,5 . menyatakan bahwa konsentrasi TDS Kecerahan stasiun 5 terendah karena di perairan akan meningkat seiring dengan stasiun 5 merupakan daerah hilir sungai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Siahaan et al. pertanian dan kegiatan manusia lainnya . yang menyatakan bahwa semakin ke (Olson & Hawkins, 2. hilir semakin banyak material yang ada di Kecepatan arus di stasiun 1 berkisar dalam air sungai yang semakin menurunkan antara 2,01-2,15 m/s. Kecepatan arus di kecerahan air sungai. Kecerahan yang baik stasiun 2 berkisar antara 1,52-2,10 m/s, bagi ikan dan biota lainnya seperti gastropoda kecepatan arus di stasiun 3 berkisar antara adalah lebih dari 30 cm (Prabandini et al. 1,52-1,99 m/s, kecepatan arus di stasiun 4 Kecerahan bisa di bandingkan dengan berkisar antara 0-0,3 m/s, dan kecepatan arus kedalaman . alam perse. Artinya kalau di stasiun 5 berkisar antara 0-0,3 m/s. persentase 100% berarti sangat jernih atau Kecepatan arus berpengaruh terhadap jenis penetrasi cahaya sampai dasar. Menurut Hoffman et al. Nilai TSS tertinggi yaitu pada stasiun 5 bahwa kecepatan arus dapat mempengaruhi dengan nilai 78-88 mg/l. Hasil tersebut distribusi Gastropoda dan dapat mengurangi jenis organisme yang tinggal sehingga hanya keberlangsungan hidup Gastropoda. Jika TSS jenis-jenis yang melekat saja yang bertahan 25 mg/L tidak berpengaruh, 25-80 mg/L terhadap arus. Kecepatan arus yang sangat sedikit berpengaruh, 81- 400 mg/L kurang baik, dan >400 mg/L tidak baik bagi menyebabkan perairan tersebut didominasi kelangsungan hidup Gastropoda (Lestari, mengandung bahan organik (Husnayati et al. keanekaragaman, distribusi dan kelimpahan Hal ini menyebabkan habitat tersebut Gastropoda (Ladias et al. , 2. Nilai TSS Nilai TDS tertinggi yaitu pada stasiun 5 dengan nilai 128-140 mg/l. Tingginya nilai TDS Gastropoda itu sendiri. pH selama penelitian berkisar antara 7- menyebabkan terganggunya Pada stasiun 1 diperoleh pH berkisar antara pertumbuhan Gastropoda, hal ini bisa terjadi 7-8, pada stasiun 2 diperoleh pH berkisar 90 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. antara 7-8 , pada stasiun 3 diperoleh pH berkisar antara 7-8, pada stasiun 4 diperoleh Pada individu hipoksia dapat pH 8, dan pada stasiun 5 diperoleh pH berkisar antara 7-8. Hasil tersebut tergolong baik untuk kehidupan Gastropoda. Menurut pertumbuhan kemampuan reproduksi, dan Rachmawaty . Gastropoda umumnya rentan terhadap penyakit (Rumahlatu & dapat hidup secara optimal pada lingkungan Leiwakabessy, 2. dengan kisaran pH 7,0- 8,7. pH juga Gastropoda. COD selama penelitian berkisar antara 11,10 Ae 17,16 mg/l. Pada stasiun 1 diperoleh COD berkisar antara 11,10-14,92 mg/l, pada semakin tinggi keanekaragaman Gastropoda stasiun 2 diperoleh COD berkisar antara (Rumahlatu & Leiwakabessy, 2. 11,22-14,71 mg/l, pada stasiun 3 diperoleh DO selama penelitian berkisar antara COD berkisar antara 12,40-15,14 mg/l, pada 7,4-12,9 mg/l. Pada stasiun 1 diperoleh DO stasiun 4 diperoleh COD berkisar antara berkisar antara 12,90-13,10 mg/l, pada 13,13-16,80 mg/l, dan pada stasiun 5 stasiun 2 diperoleh DO berkisar antara 9,12- diperoleh COD berkisar antara 15,03-17,16 11,72 mg/l, pada stasiun 3 diperoleh DO mg/l. berkisar antara 8,96-12,80 mg/l, pada stasiun Kesehatan Dunia (WHO) untuk kualitas air, 4 diperoleh DO berkisar antara 8,54-11,12 nilai COD yang diperoleh tidak melebihi nilai mg/l, dan pada stasiun 5 diperoleh DO 40 mg/l artinya air sungai Logawa masih berkisar antara 7,40-9,36 mg/l. Oksigen diklasifikasikan sebagai kualitas yang baik terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk (Boudeffa et al. , 2. Nilai COD dapat kehidupan tumbuhan dan hewan di dalam air. digunakan sebagai ukuran bagi pencemaran Kehidupan organisme di dalam air tersebut air oleh zat-zat organik yang secara alamiah kehidupannya (Persulessy & Arini, 2. Berdasarkan Organisasi berkurangnya oksigen terlarut (DO) di dalam Semakin banyak jumlah DO, maka kualitas Pada stasiun 1 diperoleh nitrat berkisar air semakin baik (Ernawati & Dewi 2. antara 2,88-3,42 mg/l, pada stasiun 2 Konsentrasi DO yang sangat rendah akan diperoleh nitrat berkisar antara 3,09-5. mg/l, pada stasiun 3 diperoleh nitrat berkisar 91 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. antara 3,0-4,19 mg/l, pada stasiun 4 diperoleh Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan nitrat berkisar antara 3,72-5,33 mg/l, dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, nilai fosfat pada stasiun 5 diperoleh nitrat berkisar antara masih dibawah baku mutu air sungai untuk 3,11-5,86 mg/l. Kandungan nitrat yang kehidupan biota sungai. optimal untuk pertumbuhan gastropoda adalah 3,9 Ae 15,5 mg/l (Harahap et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Keanekaragaman Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang sungai logawa terdapat di stasiun 5 yang Penyelenggaraan berada di Desa Patikraja dengan nilai indeks Pengelolaan Lingkungan Hidup, nilai nitrat 1,23 yang termasuk dalam kategori sedang. masih dibawah baku mutu air sungai untuk Sementara itu dominansi tertinggi pada kehidupan biota sungai. Sungai Logawa terdapat pada stasiun 3 Perlindungan Pada stasiun 1 diperoleh fosfat sebesar dengan nilai indeks 0,79 yang termasuk dalam 0,02 mg/l, pada stasiun 2 diperoleh fosfat kategori tinggi dikarenakan terdapat spesies berkisar antara 0,02-0,03 mg/l, pada stasiun 3 diperoleh fosfat berkisar antara 0,02-0,03 Kualitas air di Sungai Logawa mg/l, pada stasiun 4 diperoleh fosfat berkisar untuk kehidupan Gastropoda masih cukup antara 0,03-0,04 mg/l, dan pada stasiun 5 baik berdasarkan Berdasarkan Peraturan diperoleh fosfat 0,03 mg/l. Menurut Sanusi Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 . menyebutkan bahwa sumber utama Tahun fosfat terutama berasal dari daratan, yaitu Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan melalui pelapukan batuan yang masuk ke laut Hidup dan tidak ada yang diatas baku mutu yang telah ditetapkan. Tentang Sulcospira Penyelenggaraan Buangan limbah organik seperti deterjen dan hasil degradasi bahan organik juga akan Fosfat. Achmad menyebutkan bahwa selain dari hanyutan pupuk dan limbah domestik, hancuran bahan organik dan mineral fosfat berpengaruh terhadap konsentrasi fosfat (Indrayani et al. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih diberikan kepada Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, serta seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini baik di lapangan maupun di laboratorium. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 92 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Khoerul dan Et. DAFTAR PUSTAKA