Volume 15. Nomor 2. Mei 2023 REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Dr. Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AuEdumathAy volume 15 Nomor 2 edisi Mei 2023. Penerbitan jurnal AuEdumathAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AuEdumathAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AuEdumathAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 DAFTAR ISI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA 1 Ae 15 yasyayayayaya yaEyayaya yanyayauyaoyayayyaoyaya SMK Negeri Mojoagung Jombang RANCANG BANGUN XANTANA APLIKASI ARTICULATE STORYLINE SEBAGAI MEDIA MATEMATIKA M-LEARNING UNTUK PLATFORM ANDROID yaoyayayayaoyayaoyayayaya , yacyayayaya yaIyayauyayayayaoyayayaOya STKIP PGRI Jombang 16 - 25 ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TULIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF 26 - 34 yaeyayayauyaya yaAyayayayayaoyayayayao yaayayayayao yanyaoyayayyaoyayao SMP Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang PENGARUH PERAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA yaAyayayayayao yaeyayayaoya yaAyayaya yaCyayayayayayaoya , yaAyauyay. yacyayayaoya ya 35 - 41 STKIP PGRI Jombang PENERAPAN PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN APLIKASI MICROSOFT MATHEMATICS PADA SISWA SMK KUSUMA NEGARA MOJOAGUNG 42 - 47 yaAyayayayayayao yaAyauyayaoyayaoyayaoyayaoya , yacyayayao yasyayayayayauyaoyaya 1, 2 Program Studi Pendidikan Matematika ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN BERDASARKAN GAYA BELAJAR yasyayayayao yaayayayaya yanyayauyaoyayaoyaya MI Muhammadiyah 2 Jombang MASALAH MATEMATIKA SISWA 48 - 53 ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MODEL PISA LEVEL 5 DITINJAU GAYA KOGNITIF yanyayayayya yaeyaoyayayao yaAyayayauyayaoyayao SD Islam Plus Al-Azhar Mojokerto 54 - 60 KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika atau matematika Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 15 Nomor 2. Mei 2023 Halaman 1 - 15 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA yasyayayayaya yaEyayaya yanyayauyaoyayayyaoyaya SMK Negeri Mojoagung Jombang smkn1mojoagung@yahoo. Abstrak: Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa. Hasil observasi diperoleh nilai ulangan harian kelas XI Akuntansi 3 SMK Negeri Mojoagung yang berjumlah 29 siswa dengan persentase ketuntasan 62,1 %. Rendahnya hasil belajar dikarenakan penerapan model pembelajaran yang kurang sesuai dan siswa pasif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peningkatan hasil belajar kelas XI Akuntansi 3 melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri Mojoagung kelas XI Akuntansi 3 tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 29 siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah soal evaluasi untuk ranah kognitif yang dilaksanakan setiap akhir siklus dan lembar observasi untuk ranah psikomotorik dan ranah afektif. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 69,66 dengan ketuntasan klasikal 72,41 Rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus II sebesar 79,08 dengan ketuntasan klasikal 89,66 %. Adapun rata-rata hasil belajar psikomotorik siswa pada siklus I sebesar 58,34 dengan ketuntasan klasikal 68,97 %. Rata-rata hasil belajar psikomotorik siswa pada siklus II sebesar 75,58 dengan ketuntasan klasikal 93,10 %. Sedangkan rata-rata hasil belajar afektif siswa pada siklus I sebesar 65 dengan ketuntasan klasikal 86,21 %. Ratarata hasil belajar afektif siswa pada siklus II sebesar 83,10 dengan ketuntasan klasikal 100 Sedangkan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan hasil belajar. Saran yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu guru hendaknya memberi motivasi atau penghargaan berupa nilai terhadap tugas siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar karena merasa dihargai. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat dijadikan alternatif untuk memvariasikan model pembelajaran. Kata kunci : Matematika. PENDAHULUAN Pendidikan Student Facilitator and Explaining. Model pembelajaran. Hasil Belajar semua potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh seseorang. Mulyasa mengatakan bahwa Au Pendidikan sangat memungkinkan tumbuh dan berkembangnya penting artinya, tanpa P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 berkembang dan bahkan akan terbelakangAy. belajar, sehingga masalah tersebut berdampak Maka dengan adanya pendidikan manusia akan terhadap hasil belajar siswa yang rendah. memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta Faktor ekstern yang mempengaruhi hasil perilaku yang lebih baik dalam proses belajar belajar salah satunya dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan. perilaku di mana siswa yang semulanya belum Pemilihan model pembelajaran yang tahu menjadi tahu. Suatu kurang tepat dalam pembelajaran matematika dapat mempengaruhi hasil belajar. Seorang untuk dapat mencapai salah satu tujuan memilih model yang sesuai dengan keadaan perwujudan pendidikan adalah pembelajaran di kelas atau siswanya, sehingga siswa merasa dalam kelas yang diikuti oleh peserta didik sebagai individu yang belajar dan juga guru Model mengajar guru yang kurang sebagai pembimbing siswa dalam mempelajari baik akan mempengaruhi hasil belajar siswa segala hal yang dapat menjadikannya sebagai menjadi kurang baik pula. Misalnya, guru individu yang berprestasi. Salah satu hasil dari proses pendidikan yang dapat dilihat secara menggunakan metode ceramah, siswa akan langsung adalah hasil belajar yang sering menjadi bosan, mengantuk, hanya mencatat, dipresentasikan dengan nilai ulangan siswa. akhirnya siswa menjadi pasif. Jadi sangat jelas Indonesia Salah Hasil belajar ini sering digunakan untuk bahwa model pembelajaran itu mempengaruhi dapat mengkategorikan siswa yang belajar hasil belajar. Oleh karena itu, seorang guru harus progresif, berani mencoba model-model Siswa pembelajaran yang baru untuk meningkatkan dikatakan telah menguasai kompetensi adalah keaktifan siswa. siswa yang telah mencapai standar kriteria Dalam seorang guru sebaiknya memposisikan seorang Sedangkan siswa yang belum dapat mencapai siswa sebagai insan yang perlu dihargai standar kriteria ketuntasan minimal dalam potensinya, sehingga hendaknya seorang siswa ulangan hariannya dirasa perlu mendapat diberi kesempatan untuk aktif sehingga dapat mengembangkan potensinya. Maka dari itu, kompetensi tersebut. proses belajar mengajar perlu suasana yang Hasil belajar siswa tidaklah sama, ada baik dan ada yang kurang akrab, terbuka dan saling menghargai. Matematika adalah suatu ilmu yang lebih Kebanyakan siswa mengalami masalah dalam P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 daripada hafalan. Siswa dituntut untuk lebih faktor yang mempengaruhinya antara lain: banyaknya siswa yang pasif baik dalam Matematika bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan, dianggap sulit oleh metode pembelajaran guru yang kurang sesuai Untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan situasi dan kondisi siswa, tidak adanya maka guru diharapkan mampu menggunakan penilaian terhadap tugas. pelajaran yang sering metode pembelajaran yang membuat siswa Model yang digunakan guru adalah aktif dan memudahkan siswa untuk memahami model yang belum bervariasi dan cenderung digunakan berulang kali dan monoton seperti mengajar, guru perlu menggunakan model metode ceramah, tanya jawab dan pemberian Hal ini membuat guru kurang kreatif Dalam memudahkan siswa belajar matematika yang tentunya disesuaikan dengan kondisi siswa dan menggunakan metode yang bervariasi. Siswa kelas XI Akuntansi 3 SMK Negeri diharapkan hasil belajar siswa baik. Mojoagung Hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi 3 matematika itu sulit dan membosankan karena dilihat dari hasil nilai ulangan hariannya, penuh dengan rumus-rumus dan konsep, didapatkan banyak siswa yang tidak tuntas, dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pembelajaran sehingga hasil belajarnya kurang dan ketuntasan belajar belum memenuhi. KKM untuk mata pelajaran matematika di SMK Guru hendaknya menggunakan model Negeri Mojoagung yaitu 70 dan ketuntasan pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa belajar dikatakan berhasil apabila terjadi sehingga diharapkan siswa merasa dihargai, (Mulyasa, 2009:. Hasil observasi diperoleh dapat mengembangkan potensi karena adanya nilai ulangan harian kelas XI Akuntansi 3 yang timbal balik dan komunikasi dua arah antara berjumlah 29 orang siswa, yang tidak tuntas guru dan siswa serta hasil belajar siswa dalam belajar berjumlah 11 siswa dengan menjadi lebih baik. Jadi, model pembelajaran persentase ketuntasan 62,1 %. Berdasarkan uraian diatas menunjukkan monoton hanya ceramah, tanya jawab dan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas XI pemberian tugas, tetapi dalam setiap pertemuan Akuntansi 3 SMK Negeri Mojoagung kurang Setelah dilaksanakan wawancara dan bervariasi, yang tentunya disesuaikan dengan pengamatan dilapangan, ditemukan beberapa situasi dan kondisi siswa dan materi pelajaran. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Dari permasalahan-permasalahan yang analisis data. Kegiatan yang dilakukan pada ditemukan di kelas XI Akuntansi 3 SMK tahap persiapan adalah menyusun perangkat Negeri Mojoagung maka untuk mengatasi pembelajaran, menyusun instrumen sebagai masalah-masalah tersebut guru yang bertindak alat untuk mengumpulkan data. Disebut penelitian tindakan kelas karena proses penelitian tindakan kelas ini melakukan Student Facilitator Explaining. tindakan perbaikan di kelas pada kelas yang Berdasarkan latar belakang tersebut maka guru sebagai peneliti merumuskan penelitian Explaining AuPenerapan Subjek dalam penelitian ini adalah Facilitator siswa kelas XI Akuntansi 3 SMK Negeri Mojoagung Student Akuntansi Subjek/ Sasaran Penelitian SMK Kabupaten Jombang pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 29 Negeri Mojoagung orang siswa, yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Kabupaten JombangAy. Waktu dan Tempat Penelitian METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researc. 2022/2023 Agustus Ae mengganggu proses pembelajaran. tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian ini dilakukan di kelas XI Akuntansi 3 SMK Negeri Mojoagung menuliskan bahwa penelitian tindakan kelas yang terletak di Jl. Veteran no. merupakan suatu pencermatan terhadap Kecamatan kegiatan belajar berupa sebuah tindakan. Mojoagung. Kabupaten Jombang. Jawa Timur. yang disengaja dimunculkan dan terjadi Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan dalam sebuah kelas. Penelitian tidak ada waktu khusus agar tidak pengumpulan data, penafsiran terhadap data . dituntut menggunakan angka, mulai dari tindakan kelas ini dilaksanakan selama kuantitatif yaitu penelitian yang banyak Arikunto. Oktober 2022. Pelaksanaan Penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan Suharsimi Penelitian Data Researc. (Action Dalam penelitian tindakan kelas ini. Kemmis P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Taggart. Penelitian ini dilakukan dengan Suhardjono Suharsimi menggunakan rancangan penelitian tindakan Arikunto, dkk . 7: . menyatakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Adapun tahap pengamatan berjalan bersamaan komponen-komponen pokok yang dapat dijadikan sebagai langkah dalam penelitian dilakukan pada waktu tindakan sedang adalah: perencanaan . Guru melakukan pengamatan . , pengamatan . , refleksi dan mencatat semua hal yang diperlukan . Penelitian ini dilaksanakan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan dalam dua siklus. Siklus I meliputi: Perencanaan (Plannin. Menyusun silabus Pengamatan Refleksi (Reflectio. Refleksi dalam penelitian tindakan kelas mencakup analisis, sintesis, dan (RPP) siklus I dengan menerapkan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Secara lebih Student Facilitator and Explaining. jauh Hopkins mengatakan bahwa jika . Membentuk kelompok belajar secara terdapat masalah dari proses refleksi heterogenitas berdasarkan kemampuan maka dilakukan proses pengkajian ulang akademis, yang dilakukan oleh guru melalui siklus berikutnya yang meliputi mata pelajaran. kegiatan: perencanaan ulang, tindakan . Menyiapkan soal tes evaluasi untuk ulang, dan pengamatan ulang sehingga mengetahui tingkat pemahaman siswa permasalahan dapat teratasi. terhadap materi pelajaran yang telah Hasil refleksi pada siklus I ini menjadi acuan diuji cobakan terlebih dahulu. untuk memperbaiki proses pembelajaran . Menyiapkan lembar observasi afektif pada siklus selanjutnya yaitu siklus II. dan psikomotorik siswa. Siklus II meliputi: Pelaksanaan atau tindakan (Actio. Suhardjono Perencanaan (Plannin. Suharsimi . Membuat skenario pembelajaran Arikunto, dkk . 7: 76-. menuliskan pada tahap tindakan ini, rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus II dengan menerapkan model pembelajaran akan diterapkan. Skenario pembelajaran Student Facilitator dari tindakan harus dilaksanakan dengan and Explaining. baik dan tampak wajar. Menyiapkan Pengamatan (Observatio. afektif dan psikomotorik siswa. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Menyiapkan soal tes evaluasi untuk Observasi (Pengamata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi berpedoman pada instrumen Pelaksanaan (Actio. Terdiri dari dua aspek, yaitu Pengamatan (Observatio. aspek psikomotorik dan aspek afektif. Pada Untuk mengambil data dari mengamati dan penelitian ini diperlukan alat pengumpul data sebagai berikut: Metode Dokumentasi afektif dan lembar kerja psikomotorik Dalam penelitian ini data yang diperoleh selama pembelajaran. Selain itu pada yaitu daftar nama dan jumlah siswa serta tahap ini dilakukan penilaian terhadap hasil nilai ulangan harian matematika kelas XI Akuntansi 3 SMK Negeri Mojoagung pada semester I . tahun siswa setelah proses pembelajaran. Refleksi (Reflectio. 2022/2023 dokumentasi selama penelitian. Pada tahap refleksi siklus II. Metode Tes data hasil tes evaluasi dan data lembar Metode tes observasi dikumpulkan, dianalisis dan penelitian ini adalah tes objektif pilihan dievaluasi untuk mengetahui berhasil ganda, karena mencakup banyak materi, atau tidaknya tindakan yang sudah Pada pelaksanaan siklus II dikoreksi oleh komputer maupun orang jika sudah memenuhi indikator maka lain yang bukan bidangnya (Arikunto, penelitian dihentikan. Dalam menggunakan instrumen penelitian berupa Teknik Analisis Data Adapun Metode Observasi Analisis Hasil Belajar Siswa penjelasan dari masing-masing instrumen Analisis hasil belajar kognitif siswa yang digunakan adalah sebagai berikut: (Purwanto, 1990:. Tes Evaluasi Ranah Kognitif ycA= Tes disusun berdasarkan kisi-kisi dan indikator yang dikembangkan menjadi ycycycoycoycaEa ycycaycycaycaycaycu ycayceycuycayc ycycycoycoycaEa ycycuycayco Analisis hasil belajar afektif butir-butir pertanyaan. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Hasil psikomotorik siswa dinilai melalui O g < 0,3 : rendah lembar observasi. Pemberian skor HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN pada lembar observasi menggunakan Hasil dan Pembahasan interval 1 - 4 (Purwanto, 1990:. ycA= ycycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycycnycycyca ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Deskripsi y 100 Penerapan Student Facilitator and Explaining Perhitungan nilai rata-rata (Sudjana, 2002: . Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I ycuI = OcycU dan siklus II. Siklus I membahas tentang ycA definisi matriks, elemen-elemen matriks. Keterangan: jenis-jenis matriks, kesamaan dua matriks ycuI = nilai rata-rata dan operasi hitung matriks. Sedangkan X = jumlah nilai seluruh siswa pada siklus II membahas materi tentang N = banyaknya siswa yang mengikuti tes determinan, invers dan transpose matriks. Perhitungan ketuntasan belajar Pelaksanaan pembelajaran dengan klasikal (Purwanto, 1990: . Student Facilitator Explaining mengacu pada silabus dan Persentase (%) = N x 100 % RPP yang sudah disusun oleh guru. Keterangan: Pelaksanaan n = jumlah siswa tuntas ditunjang dengan adanya tes evaluasi N = jumlah seluruh siswa pemahaman siswa yang berbentuk tes Pengujian terhadap peningkatan hasil pilihan ganda, serta lembar observasi belajar siswa (Wiyanto,2008:. afektif dan psikomotorik. yci = Pelaksanaan pembelajaran dengan . cIycyycuycyc )Oe. cIycyycyce ) 100Oe. cIycyycyce ) Student Explaining Keterangan: Facilitator langkah-langkah g = gain ternormalisasi . ormal gai. Spre = nilai rata-rata pada siklus I belajar, karena siswa terlibat secara Spost = nilai rata-rata pada siklus II langsung dalam proses pembelajaran. Kriteria faktor g . yaitu sebagai Pembelajaran dengan model tersebut juga melatih siswa mengungkapkan idenya g Ou 0,7 melatih keberanian berbicara didepan. : tinggi P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Perbandingan Hasil Belajar Kognitif Rata-rata Hasil Belajar Kognitif Kemudian pikiran hal itu membuat siswa yang kurang paham menjadi paham, yang tidak tahu menjadi tahu. Hal disampaikan Tya Susanti . model Student Facilitator Explaining Siklus I Siklus II Penilaian Kognitif 1 dan Gambar 1Berdasarkan Diagram batang hasil Belajar kognitif mengalami memberikan kesempatan kepada siswa peningkatan dari siklus I ke siklus II dan atau peserta untuk mempresentasikan ide sudah memenuhi kriteria ketuntasan. atau pendapat pada rekan peserta lainnya. yaitu 0,31 dan masuk dalam kriteria Peningkatan rata-rata Hasil belajar ranah kognitif siswa 9,42 diukur melalui tes evaluasi di setiap akhir Disebabkan siklus yang berbentuk soal pilihan ganda. penerapan model pembelajaran Student Tes evalusi kognitif pada masing-masing Facilitator and Explaining pada materi siklus terdiri dari 15 soal. Hasil analisis matriks: definisi matriks, elemen-elemen tes yang diperoleh siswa pada siklus I matriks, jenis-jenis matriks, kesamaan dan siklus II dapat dilihat pada tabel 1 dua matriks dan operasi hitung matriks, dan gambar 1. determinan, invers dan transpose matriks. Hasil Belajar Ranah Kognitif 69,66 79,08. Dalam pembelajaran materi matriks Keterangan Siklus I Siklus dengan menerapkan model pembelajaran Student Facilitator Explaining Nilai terendah 47,00 53,00 dibentuk 7 kelompok dengan anggota 4 - Nilai tertinggi 87,00 93,00 Rata-rata kelas 69,66 79,08 membuat bagan atau peta konsep diatas Ketuntasan klasikal 72,41 89,66 Gain score siklus I ke 0,31 Masing-masing Keterlibatan siswa dalam pembelajaran menyebabkan siklus II Kriteria peningkatan penguasaan materi matriks dari siklus I Sedang Tabel 1 Hasil Belajar Ranah Kognitif Hal P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 dikarenakan model pembelajarna Student Facilitator and Explaining melibatkan dietntukan dan siswa sudah terbiasa siswa untuk ikut berperan dalam proses dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Pada siklus I hasil belajar siswa Jadi, dapat disimpulkan bahwa belum bisa dikatakan berhasil dan belum model Student Facilitator and Explaining Hal yang melibatkan siswa secara langsung sebagai fasilitator bagi siswa yang lain kelompok yang baru disampaikan pada dapat meingkatkan hasil belajar. Hal ini pertemuan pertama dan siswa disuruh bersesuaian dengan kelebihan dari model Student Facilitator and Explaining yaitu masing-masing. Hal tersebut membuat keributan dan menyita waktu yang sudah Selain itu siswa belum informasi, pendapat dan pengalaman Student Facilitator and Expalining, kebanyakan berkembangnya potensi berpikir kritis siswa masih merasa bingung bagaimana siswa secara optimal. Pernyataan tersebut membuat bagan atau konsep sehingga bersesuaian dengan hasil penelitian Tya guru harus membimbing secara khusus. Susanti . Dari kekurangan pada siklus I bahwa model Student Facilitator and maka disusunlah rencana tindakan pada Explaining dapat meningkatkan hasil siklus II dengan melakukan perbaikan, belajar siswa. yaitu guru mengarahkan siswa pada Peningkatan hasil belajar kognitif pembelajaran dimulai sudah harus duduk sesuai dengan kelompoknya masing- dalam kriteria sedang. Hal tersebut Kemudian guru memberi tugas dikarenakan siswa yang belum terbiasa mengerjakan soal untuk dikumpulkan. dengan model pembelajaran Student Guru menghimbau siswa pada pertemuan Facilitator and Explaining. selanjutnya untuk lebih mempersiapkan Hasil Belajar Ranah Psikomotorik diri dalam menerima pelajaran. Penilaian Pada siklus II hasil belajar siswa Hal dikarenakan alokasi waktu sudah sesuai P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 rata hasil belajar dari 58,34 meningkat pertanyaan baik dari guru atau peserta 17,24 menjadi 75,58. Peningkatan ini terjadi karena siswa dituntut untuk aktif psikomotorik siswa pada siklus I dan dalam diskusi karena jika tidak siswa siklus II dapat dilihat pada tabel 2 dan tidak mampu membuat pertanyaan dan tidak mampu menjawab pertanyaan dari Hasil pengajar maupun siswa lainnya. Keterangan Siklus I Siklus II Nilai terendah Nilai tertinggi Rata-rata kelas 58,34 75,58 Ketuntasan klasikal 68,97 93,10 Gain score siklus I ke 0,41 siklus II Kriteria peningkatan Sedang Student Facilitator and Explaining melatih siswa pendapat pada siswa lainnya yaitu ide yang berupa bagan atau peta konsep dari materi pelajaran. Model ini melatih siswa untuk bertindak sebagai seorang pengajar atau penjelas materi tehadap peserta didik Tabel 2 Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Rata-rata Hasil Belajar Psikomotorik Model Perbandingan Peningkatan hasil belajar Psikomotorik Oleh karena itu ketika pengajar memperhatikan, ketika berdiskusi siswa aktif agar menguasai konsep materi. Karena, jika siswa tidak memperhatikan dan tidak terlibat aktif maka siswa akan kurang Siklus I memahami materi atau bahkan sama Siklus II sekali tidak memahami sehingga ketika Penilaian Psikomotorik Gambar 2 Diagram batang hasil belajar psikomotorik menyampaikan konsep dengan benar dan tidak dapat menjawab pertanyaan baik Berdasarkan tabel 2 dan gambar 2 dari pengajar maupun siswa lain. hasil belajar psikomotorik mengalami Pada siklus I hasil belajar belum peningkatan setelah diterapkan model bisa dikatakan berhasil karena belum Student Facilitator and Expalaining pada materi matriks dari siklus I ke siklus II 0,41 dan masuk kriteria sedang. Peningkatan rata- pelaksanaan pembelajaran ada beberapa Hal siswa yang pasif, karena siswa merasa P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 tidak bisa dan berpangku tangan saja penghargaan nilai bagi yang presentasi pada siswa lain dalam satu kelompok. maupun yang bertanya, siswa tetap masih Ketika presentasi tidak ada siswa yang mau maju karena malu, sehingga guru memotivasi kepada siswa bahwa mereka harus menunjuk salah satu dari siswa. pasti bisa, tidak akan ditertawakan dan Ketika ditunjuk siswa tetap menolak tidak akan dimarahi, siswa yang lain juga karena takut ditertawakan atau dimarahi belum tentu paham, dan bisa jadi mereka jika salah, akhirnya dengan arahan dari salah satu dari yang paham dan bisa guru siswa bersedia maju. Siswa sedikit berbagi ilmu dengan teman sekelas yang bertanya dan banyak yang tidak sehingga siswa yang lain ikut menjadi bisa menjawab pertanyaan, hal itu karena Dari hal itulah akhirnya ada mereka belum terbiasa dengan model beberapa siswa yang mau maju tanpa ditunjuk oleh guru dan banyak yang aktif Student Facilitator and Expalining. Sehingga pada siklus II hasil Pada siklus II guru memberi arahan bahwa siswa yang akan presentasi dan yang akan diberi pertanyaan oleh guru Pernyataan akan dipilih secara acak. Bagi siswa yang tidak aktif dalam diskusi dan tidak serius Facilitator and Explaining yaitu melatih dalam menguasai materi, tidak akan siswa aktif dan kreatif. Peningkatan hasil Student pertanyaan ketika ditunjuk guru karena dengan uji gain menunjukkan bahwa tidak menguasai materi. Bagi siswa yang peningkatannya dalam kriteria sedang. Hal tersebut dikarenakan siswa yang nilainya dan bagi yang aktif dan mampu membuat pertanyaan maupun menjawab pembelajaran Student Facilitator and Explaining serta ada beberapa siswa yang Sehingga menjadikan siswa berusaha kurang bisa menjawab pertanyaan dan untuk aktif dan berusaha menguasai hanya bisa membuat pertanyaan yang materi karena merasa takut jika tidak bisa kurang kreatif. ketika ditunjuk. Akan tetapi ketika Hasil Belajar Ranah Afektif disuruh presentasi siswa tetap malu-malu Penilaian untuk maju, takut jika salah. Guru P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 kemandirian, menjadi pendengar yang pembelajaran dengan penerpan Student baik, menghargai pendapat orang lain Facilitator and Explaining. Siswa tertarik dan keberanian menyampaikan pendapat. untuk mengikuti pembelajaran. Karena Hasil analisis ranah afektif siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada bertukar pendapat dengan siswa yang tabel 3 dan gambar 3. lain, mandiri, bertanggungjawab, dan lain-lain. Keterangan Siklus Siklus II Nilai terendah Nilai tertinggi Rata-rata kelas 65,00 83,10 Ketuntasan klasikal 86,21 100,00 Gain score siklus I ke 0,52 siklus II Kriteria peningkatan Sedang Selain kelompok ditentukan oleh kerjasama dari masing-masing Jika ada siswa yang tidak menghargai pendapat orang lain maka Tabel 3 Hasil Belajar Ranah Afektif Rata-rata Hasil Belajar Afektif kurang baik. Pada siklus I hasil belajar sudah Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Afektif dikatakan memenuhi kriteria ketuntasan. Akan tetapi walau begitu tetap memiliki kekurangan, ketika proses pembelajaran berlangsung ada beberapa siswa masih Siklus I Siklus II pasif, ada yang berbicara sendiri dan Penilaian Afektif membuat gaduh. Oleh karena itu pada siklus II diperbaiki dengan memberi teguran dan motivasi berupa penghargaan berupa tambahan nilai bagi kelompok Gambar 3 Diagram batang hasil belajar afektif yang kompak dan hasil kerjanya bagus Berdasarkan tabel 3 dan gambar 3 dengan menyampaikan bahwa berhasil atau tidaknya kelompok tergantung dari peningkatan dari siklus I ke siklus II Menjelaskan kepada siswa yaitu 0,52 dan masuk kriteria sedang. bahwa jika mereka tidak memperhatikan Peningkatan rata-rata hasil belajar dari 65 dan tidak mengikuti jalannya diskusi 83,10. maka mereka tidak akan menguasai Peningkatan ini terjadi karena siswa P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 menjawab pertanyaan. Sehingga pada ranah kognitif, ranah psikomotorik dan siklus II ini dapat meningkatkan hasil ranah afektif. Peningkatan ini dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar secara klasikal dari siklus I ke siklus Hal tersebut membuktikan bahwa II. model pembelajaran Student Facilitator Ranah kognitif pada siklus I rata-rata 69,66 and Explaining dapat meningkatkan hasil meningkat pada siklus II menjadi 79,08 Hal ini bersesuaian dengan sehingga mengalami peningkatan sebesar kelebihan dari model Student Facilitator Explaining 9,42. Untuk ranah psikomotorik pada siklus I rata-rata 58,34 meningkat pada siklus II tumbuhnya rasa mau mendengarkan dan pada siklus II menjadi 83,10 sehingga Ketuntasan klasikal ranah kognitif pada siklus I sebesar 72,41 % dan meningkat dalam kriteria sedang. Hal tersebut pada siklus II menjadi 89,66 % sehingga dikarenakan siswa yang belum terbiasa mengalami peningkatan sebesar 17,25 %. dengan model pembelajaran Student Ketuntasan klasikal ranah psikomotorik Facilitator and Explaining serta ada pada siklus I sebesar 68,97 % dan pada beberapa siswa yang masih membuat siklus II dan meningkat sebesar 93,10 % gaduh dan kurang menjadi pendengar sehingga mengalami peningkatan sebesar yang baik. 24,13 %. Ketuntasan klasikal ranah afektif mengalami peningkatan sebesar 18,10. afektif pada siklus I rata-rata 65 meningkat Peningkatan hasil belajar afektif peningkatan sebesar 17,24. Untuk ranah mandiri , bertanggungjawab. 75,58 pada siklus I SIMPULAN DAN SARAN 86,21 % dan meningkat sebesar 100% pada siklus II Simpulan Berdasarkan sehingga mengalami peningkatan sebesar 13,79 %. pembahasan yang telah dilaksanakan dapat Saran disimpulkan bahwa : Penerapan model Student Facilitator and Dari hasil kesimpulan penelitian ini. Explaining pada materi matriks di XI maka dapat diajukan beberapa saran dalam Akuntansi 3 SMK Negeri Mojoagung dapat pencapaian tujuan pembelajaran khususnya meningkatkan hasil belajar siswa, baik pada P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 pada materi perubahan sifat benda diantaranya Daryanto. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Elisa Oktariani. Penerapan Student Facilitator and Explaining untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa mata pelajaran geografi kelas X. di SMA Negeri 1 Lawang Kidul Provinsi Sumatera Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016. Bandar Lampung. Universitas Lampung Hadis. Abdul. Psikologi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Meningdias. Catur Yoga. http://w. info/2015/08/ma cam-macam-model-pembelajaran. iakses pada Senin, 1-10-2018,19. Kusnandar. Langkah mudah penelitian tindakan kelas. Jakarta: Grafindo Persada. Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. PT. Raja Grafindo. Jakarta Musliati. Penerapan Model Student Facilitator And Explaining untuk meningkatkan hasil belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA di kelas V MIN Merduati Banda Aceh. Banda Aceh. UIN AR-RANIRY Darussalam. Oemar Hamalik. Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Purwanto. Ngalim. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar. Cet. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rusman. Model-model Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sanjaya. Wina. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sudjana. Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. sebagai berikut: Guru hendaknya memberi motivasi atau penghargaan berupa nilai terhadap tugas kepada siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar karena merasa dihargai. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat dijadikan alternatif untuk memvariasikan model pembelajaran. Untuk peneliti lain, yaitu hendaknya dapat meneliti aspek hasil belajar afektif dan psikomotorik yang lainnya. Diharapkan kepada guru yang menerapkan Student Facilitator Explaining, hendaknya memperhatikan SK. KD dan indikator yang ingin dicapai serta materi dengan model atau pendekatan yang akan diterapkan. Diharapkan kepada siswa untuk dapat mengikuti pelajaran dengan serius penuh konsentrasi supaya proses pembelajaran lebih efektif. DAFTAR PUSTAKA