IMPLEMENTASI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS Vi DI MTS LABORATORIUM UIN STS JAMBI *Ryana Putri Wulandary1. Andiopenta Purba2. Agus Setyonegoro3. Lusia Oktri Wini4 Universitas Jambi1234 *Corresponding author Email : ryanaputriwulandari2001@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas Vi di MTs Laboratorium UIN STS Jambi. Bedasarkan langkah-langkah model experiential learning yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, eksperimentasi aktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil wawancara peneliti dengan guru bahasa indonesia dan hasil belajar siswa dalam kegiatan proses pembelajaran menulis teks eksposisi dan sumber data berupa RPP dan bahan ajar yang berkaitan dengan Langkah-Langkah Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes. Nantinya data tersebut akan di analisis dengan cara, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model experiential learning merupakan sebuah model yang sangat cocok digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi karena model tersebut menggunakan pengalaman peserta didik yang akhirnya dapat mempermudah pemahaman materi serta mengaktifkan peserta didik dalam Hal ini terbukti dengan hasil kerja peserta didik diatas KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. Selain itu model experiential learning bukan hanya mengutamakan pengalaman peserta didik saja namun membuat pengalaman baru yang berkesan pada diri peserta didik. Kesimpulan penelitian ini meunjukkan bahwa implementasi model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas Vi di MTs Laboratorium UIN STS Jambi berjalan sesuai dengan langkah-langkah model experiential learning. Kata kunci: Model Experiential Learning. Menulis Teks Eksposisi Abstract This study aims to determine the implementation of the experiential learning model in learning to write exposition texts in class Vi students at MTs Laboratory UIN STS Jambi. Based on the steps of the experiential learning model, namely concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, active experimentation. This study uses a descriptive qualitative research method. The research data is in the form of the results of researcher interviews with Indonesian language teachers and student learning outcomes in the learning process of writing exposition texts and data sources in the form of lesson plans and teaching materials related to the process of experiential learning steps being carried Data collection in this study was obtained through observation, interviews and tests. Later the data will be analyzed by means of data reduction, data presentation and drawing The results of this study indicate that the experiential learning model is a model that is very suitable for use in learning to write exposition texts because this model uses the experiences of students which can ultimately facilitate understanding of the material and activate students in learning. This is proven by the students' work above the KKM (Minimum Completeness Criteri. In addition, the experiential learning model not only prioritizes the experiences of students but creates new experiences that are memorable for The conclusions of this study indicate that the application of the experiential learning model in learning to write exposition texts in class Vi at MTs Laboratory of UIN STS Jambi goes according to the steps of the experiential learning model. Keywords: Experiential Learning Model. Writing Exposition Text PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa indonesia yang diajarkan di sekolah pada hakikatnya adalah mengajarkan keterampilan berbahasa, bukan bahasa. Keterampilan berbahasa dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa indonesia yang baik dan benar, meliputi empat aspek yaitu berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis. Pembelajaran menulis bersifat berkelanjutan dan perlu dilakukan secara terus menerus karena filosofi dari sekolah dasar adalah menulis merupakan keterampilan yang esensial bagi siswa sebagai persiapan untuk tahap pembelajaran menulis selanjutnya. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah perlu mendapat perhatian lebih untuk mencapai tujuan keterampilan menulis yang digunakan. Berdasarkan masalah yang ditemui di kelas Vi MTs Laboratorium UIN STS Jambi bahwa rendahnya siswa dalam mengembangkan gagasan atau ide dalam menulis teks eksposisi serta daya nalar dalam menulis peristiwa yang terjadi sehingga sesuatu dapat terjadi dilingkungan pembelajaran Tujuan pembelajaran menulis teks eksposisi yaitu . dapat membuat siswa memahami sebuah pengalaman tersendiri sehingga terjadilah menulistekseksposisi, . dapat meningkatkan pengalaman siswa dalam berpikir kritis sehingga siswa mampu menyelesaikan permasalahan dalam proses belajar, . untuk menjelaskan teks eskposisi, memahami unsur-unsur teks eskposisi berupa gagasan dan fakta. Untuk itu, dibutuhkan rencana langkah kerja atau tahapan kegiatan yang mengarahkan siswa agar bisa mencari fakta, contoh, data, gagasan yang berujung pada pengembangan ide/gagasan menjadi sebuah karangan eksposisi. Salah satu metode yang menawarkan Langkah kerja yang dianggap sesuai dengan karangan eksposis iadalah model Experiential Learning. Model pembelajaran Experiential Learning adalahbsuatu model pembelajaran yang mengaktifkan proses pembelajaran untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman secara langsung. Model ini akan bermakna bila siswa berperan serta dalam melakukan kegiatan (Silberman, 2. Pembelajaran dengan model experiential learning diperkenalkan oleh David Kolbyang mendefinisikan belajar sebagai proses bagaimana pengetahuan diciptakan melalui perubahan bentuk Sehubungan dengan itu. Fathurrohman . AuExperiential Learning adalah proses belajar, proses perubahan yang menggunakan pengalaman sebagaimodel belajar atau pembelajaran bukan hanya materi yang bersumber dari buku atau pendidik. Ay Tujuan dari model ini adalah untuk mempengaruhi peserta didik dengan tiga cara, berikut ini. Mengubah struktur kognitif peserta didik dengan adanya pengalaman baru yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Mengubah sikap peserta didik Memperluas keterampilan-keterampilan peserta didik yang telah ada, dengan adanya pengalaman baru dalam proses pembelajaran yang diperoleh peserta didik maka akan menjadikan peserta didik semakin terampil dan memahami, contohnya dalam penelitian ini peserta didik menjadi semakin paham mengenai bagaimana cara menggunakan salah satu teknologi komunikasi. Adapun tahap-tahap pembelajaran dengan model Experiential Learning David Kolb . sebagai berikut. Pengalaman konkret Pada tahap ini pembelajaran disediakan stimulus yang mendorong mereka melakukan sebuah Aktivitas ini bisa berangkat dari suatu pengalaman yang pernah dialami sebelumnya baik formal maupun informal ataupun situasi realistik. Aktivitas yang disediakan bisa di dalam ataupun di luar kelas dan dikerjakan oleh pribadi ataupun kelompok. Observasi reflektif Pada tahap ini pembelajar mengamati pengalaman dari aktivitas yang dilakukan dengan menggunakan panca indra. Selanjutnya pembelajar merefleksikan pengalamanya dan dari hasil refleksi ini mereka menarik pelajaran. Dalam hal ini, proses refleksi akan terjadi bila guru mampu mendorong murid untuk mendeskripsikan kembali pengalaman tersebut. Konseptualisasi abstrak Pada tahap pembentukan konsep, pembelajar mulai mengonseptualisasi suatu teori dari pengalaman yang diperoleh dan mengintegrasikan dengan pengalaman sebelumnya. Eksperimentasi aktif Pada tahap ini, pembelajar mencoba merencanakan bagaimana menguji kemampuan teori untuk menjelaskan pengalaman baru yang akan diperoleh selanjutnya. Siswa melakukan percobaan atau melaksanakan apa yang telah disimpulkan pada tahap konseptualisasi abstrak. Pada tahap ini akan terjadi proses bermakna karena pengalaman atau situasi problematika yang baru. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil wawancara peneliti dengan guru bahasa indonesia dan hasil belajar siswa dalam kegiatan proses pembelajaran menulis teks eksposisi dan sumber data berupa RPP dan bahan ajar yang berkaitan dengan proses Langkah-Langkah pembelajaran experiential learning yang dilaksanakan. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes. Nantinya data tersebut akan di analisis dengan cara, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Pelaksanaan Model Experiential Learning dalam Menulis Teks Eksposisi Pada penelitian ini, proses pembelajaran menulis teks eskposisi di kelas Vi B diterapkan model pembelajaran experiential learning. Bedasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa indonesia kelas Vi B yaitu ibu Lia Wahyuni. Pd. Adapun persiapan sebelum pelaksanan model pembelajaran experiential learning ini adalah mempersiapakan RPP dan bahan ajar. Jadi di awal tahun pembelajaran RPP yang di buat oleh guru sudah menggunakan model pembelajaran experiential learning. Jadi untuk kendala yang ditemukan dalam proses persiapan pelaksanaan model experiential learning tidak ada karena materi yang akan disampaikan sudah sesuai dengan memperhatikan hal-hal yang akan dicapai dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Pelaksanaan Model Pembelajaran Experiential Learning dalam Menulis Teks Eksposisi Pada penelitian ini, proses pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas Vi B terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup yang akan di deskripsikan sebagai berikut ini. Pendahuluan Sebelum memulai pembelajaran guru menyiapkan bahan ajar yang digunakan seperti buku guru. Kemudian guru memulai pembelajaran dengan doa bersama, salam dan mengabsen siswa, guru kemudian memberikan motivasi kepada siswa untuk memulai pembelajaran dan mengulas kembali pembelajaran yang telah di pelajarin pada pertemuan guru menyampaikan tema pembelajaran yaitu menulis teks eksposisi. Kedua, guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa yaitu siswa diharapkan mampu menulis teks eksposisi. Ketiga, guru menjelaskan secara garis besar materi yaitu menjelaskan pengertian teks eksposisi dan unsur teks eksposisi. Untuk waktu yang ditetapkan oleh guru ditahap pendahuluan ini adalah 10 menit. Pada kegaiatan pendahuluan tidak ada kendala yang dirasakan oleh guru karena untuk mengkondisikan siswa cukup mudah sehingga siswa tidak ribut di saat pembelajaran . Inti Setelah penyampaian informasi dilakukan oleh guru kepada siswa, proses pembelajaran masuk kedalam kegiatan ini, yaitu pembelajaran dengan menerapkan langkah-langkah model experiential learning terdiri dari tahap pengalaman konkret, tahap observasi reflektif, tahap konseptualisasi abstrak dan tahap eksperimentasi aktif. Bedasarkan observasi dan wawancara kepada guru menunjukkan bahwa pada tahap pengalaman konkret dilakukan setelah semua siswa dapat dikondisikan, yaitu ketika semua siswa sudah duduk rapi dan siap menerima pelajaran. Pada tahap ini, guru menayakan kembali materi lalu yang telah dipelajari kepada siswa dan kesulitan-kesulitan materi yang belum dapat dipahami siswa . Setelah terjadi umpan balik, guru melanjutkan penjelasan materi yang akan disampaikan pada saat pembelajaran. Guru mengawalinya dengan memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk menceritakan pengalaman pribadi sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Bedasarkan hasil observasi pada tahap observasi reflektif setiap pelajaran memiliki metode dan media yang berbeda, ada yang menggunakan metode di dalam ruangan dan yang di lapangan. Seperti halnya dengan materi pelajaran menulis teks eksposisi, para siswa akan melakukan pembelajaran di dalam kelas. Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru menunjukkan bahwa pada tahap observasi, guru memberikan ruang untuk siswa melakukan observasi secara langsung. Dari hasil observasi pada tahap konseptualisasi abstrak dilakukan dengan berbagai bentuk, yaitu diskusi dan laporan hasil individu. Pada tahap ini siswa mulai membuat abstraksi atau tentang konsep yang pernah dialami. Ada berbagai cara untuk membantu siswa membangun konsep ketika proses pembelajaran. Kelas Vi B menginovasi tahap ini dengan diskusi dan laporan hasil individu. Kegiatan diskusi dilakukan secara bersama, biasanya diawali denga guru dengan mengajukan pertayaan-pertanyaan kepada siswa terkait materi yang telah di observasi. Laporan individu dilakukan dengan cara memberikan laporan secara lisan terhadap observasi yang dilakukan. Bedasarkan hasil observasi pada tahap eksperimentasi aktif dengan memberikan pengarahan atau memberikan tugas kepada siswa dengan konsep yang sama. Pada tahap ini siswa sudah mampu mengaplikasikan suatu aturan kesituasi baru. Pembelajaran dengan mempraktekkan langsung bagaimana cara menjelasakan pengalaman pribadi, merupakan salah satu cara guru untuk memberikan kemampuan siswa agar dapat mengaplikasikan konsep satu dengan konsep lainnya dengan proses yang sama. Dan guru memberikan arahan atau penjelasan bahwa materi yang dipelajari dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Penutup Sebelum menutup pembelajaran, guru menyampaikan hasil dari tugas siswa. Seluruh siswa menyimak guru saat menyebutkan nilai siswa yang paling bagus. Pada kegiatan penutup, guru menyimpulkan materi pembelajaran pada pertemuan tersebut. Kemudian pembelajaran di tutup dengan mengucapkan salam kepada guru PEMBAHASAN Bedasarkan yang peneliti temukan di kelas dapat diketahui bahwa model pembelajaran experiential learning dapat dilakukan dalam menulis teks eksposisi karena kegiatan belajar menulis teks eksposisi merupakan kegiatan mencari tahu tentang informasi atau pengetahuan bedasarkan fakta, hal ini mampu didukung dengan proses pembelajaran model experiential learning dengan menerapkan langkah-langkah model experiential learning serta guru membantu dalam menyelesaikan tugas individu berupa menulis teks eksposisi, tujuan dalam model experiential learning ini adalah membuat suatu pengalaman pribadi. Hal ini sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh David Kolb yang menyatakan "belajar sebagai proses bagaimana pengetahuan diciptakan melalui perubahan bentuk pengalaman". Pada pelaksanaannya kegiatan pembelajaran experiential learning yang dilakukan di kelas Vi B terbagi ke dalam empat langkah pembelajaran yang sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran experiential learning. Langkah-langkah tersebut antara lain, yaitu . pengalaman konkret, . observasi reflektif, . konseptualisasi abstrak, dan . eksperiementasi aktif. Tahap pengalaman konkret siswa mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa sebagaimana adanya. Siswa dapat melihat dan merasakan serta dapat bercerita tentang peristiwa tersebut seperti yang dialaminya. Namun siswa belum dapat memahami mengapa peristiwa tersebut terjadi. Tahap observasi reflektif siswa sudah mampu melakukan observasi secara aktif terhadap materi yang diberikan oleh guru. Proses refleksi yang dilakukan oleh siswa dan guru, akan membantu siswa untuk memahami latar belakang mengapa peristiwa itu terjadi. Pada tahap ini sudah relevan dengan teori David Kolb . pemahaman seseorang akan semakin berkembang yaitu seseorang sudah mulai mencari mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi. Tahapan konseptualisasi abstrak siswa mulai bepikir induktif untuk merumuskan suatu aturan umum atau generalisasi dari berbagai contoh peristiwa yang dialaminya. Pada tahap eksperiementasi aktif ini guru memberikan pengarahan bertujuan untuk memahamkan siswa bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan tahap-tahap sebelumnyan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa sudah mampu menggunakan teori tersebut untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa tahap eksperiementasi aktif sudah relevan dengan teori David Kolb. Setelah model pembelajaran experiential learning terlaksana dengan baik, maka hasil yang diperoleh yaitu model pembelajaran experiential learning berhasil diterapkan pada materi menulis teks eksposisi yang mampu membuat siswa dapat menyelesaikan tugasnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan bersama. Karena implementasi model pembelajaran experiential learning ini menunjukan hasil nilai yang baik bagi siswa dan seluruh siswa memperoleh nilai pada kategori sangat mampu. Hal ini dikarenakan langkah model pembelajaran yang dilaksanakan dapat memberikan dampak baik bagi siswa. Bedasarkan wawancara peneliti dengan guru, diketahui bahwa hanya beberapa siswa saja yang bisa menulis teks eskposisi dalam pengalaman pembelajar yang sesuai dari arahan guru, namun untuk menyelesaikan masalah ini guru membantu siswa satu persatu jadi apabila ada siswa yang kesulitan dalam membuat karangan guru akan memberikan contoh. Selain itu, implementasi model experiential learning telah sesuai dengan langkah pembelajaran yang dikembangkan oleh David Kolb dan telah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang di rancang oleh guru. Hal tersebut terlihat pada proses pembelajaran, guru melakukan kegiatan pendahuluan seperti membuka pembelajaran dengan berdoa, mempersiapkan semua bahan yang diperlukan delam proses pembelajaran, mengulas pembelajaran sebelumnya, menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran. Kemudian pada tahap inti, guru mengajukan tentang pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimentasi aktif. Kemudian pada tahap penutup guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. SIMPULAN Bedasarkan hasil penelitian implementasi model experiential learning dalam menulis teks eksposisi dapat dikatakan terlaksana dengan baik karena sesuai dengan target yang diharapkan oleh guru hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai individu menulis teks eksposisi setelah proses pembelajaran dengan menggunakan model experiential learing. kategorikan sangat mampu. DAFTAR RUJUKAN Arends, . Belajar dan Pembelajaran ,RinekaCipta. Jakarta. Arikunto, . Dasar-dasarEvaluasi Pendidikan. Jakarta: BumiAksara. AndiopentaPurba, . Kualitatif. Kuntitatif dan Pengembangan Pendidikan. MetodologiPenelitian Clark. Potensi Model Pembelajaran Experiential dan PraktikDalam Pendidikan Karir dan Teknik serta Pendidikan Guru Karir dan Teknik. PendidkanKarir dan Teknik Dalman. PenulisanPopuler. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada. Fathurrohman. Muhammad. Belajar&Pembelajaran Modern Konsep Kosasih. Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya Kolb. Experiential Learning: Pengalaman sebagai sumber pembelajaran dan Englewood Chiffs. : Prentice-Hall. Lestari. Pengaruh Model Experiential Learning TerhadapKeterampilanBerpikirKritis dan MotivasiBerprestasiSiswa. Singaraja. Universitas Pendidikan Ganesha. Silberman, 2015 Experiential Learning. (Handbook Experiential Learnin. Penerjemah: M Khozim. Bandung: Nusa media.