Artikel Penelitian Artikel Penelitian Pengaruh Tekanan Telapak Kaki Bagian Depan terhadap Uji Aktivitas Antioksidan KopiTubuh Arabika (Coffea arabica Pemakaian Hak Tinggi danInfusa IndeksBiji Massa Mahasiswi FKUI 2011 Pengukuran Kadar Malondialdehid (MDA) pada Tikus Wistar Handy Winata*. Deswaty Furqonita**. Nyoman Murdana*** (Rattus Hiperurisemia Anna Maria Dewajanti . Erma Mexcorry . Maria Andriana Neno3 *Dosen AnatomiSumbayak FK UKRIDA **Dosen bagian Anatomi FK UI Staf Pengajar Bagian***Dosen Biokimia,bagian Fakultas Kedokteran Universitas Rehabilitasi Medik RSCM Kristen Krida Wacana Staf Pengajar Bagian Histologi,:Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Alamat Korespondensi Jl. Terusan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana E-mail: hand_y19@yahoo. Alamat Korespondensi : anna. dewajanthi@ukrida. Abstrak Abstrak Pendahuluan. saat berdiri, terjadi beban berat badan di titik kaki akan Pada keadaan Pada Salahdibagi satu rata peningkatan radikal bebas pada manusia adalah meningkatnya kadar malondialdehid (MDA). Tujuan II-IV dan bagian kaki oleh Hal ini akan ini untuk biji kopi mengukur kadar MDA darah. Tikus dibagi dalam 5 kelompok kontrol . ikus norma. , tikus Perbedaan adanya masalah juga dapat dengan IMT kopi,pada tiga kelompok hiperurisemia perubahanyang diberi normal ataupun perlakuan pemberian kopi dosis yang berbeda . ,5 mg/200g berat badan (BB). 0,25 mg/200g BB. memakaiBB). hak tinggi, yang akan terdiri kaki darahnya bagian depan. 0,15 mg/200g Setiap kelompok 5 ekor pada Tujuan. jam ke-6 Menilai bagian depanperbedaan pada pemakaian hak tinggi dan menilai dan jamtekanan Uji yang signifikan nilai p tekanan < 0,05 pada IMT Metode. Survei ke-21 setelah pemberian infusa kopi arabika. Penurunan kadar MDA paling efektif pada kelompok Hasil. Pada kaki bagian depan terhadapadalah IMT K3, yaitu tikus 0,5 mg/200g BB. Kesimpulannya 0,000. Dan infusa kopi arabika memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dibuktikan dengan adanya penurunan kaki bagian depan terhadap tinggi, tanpa kadar MDA tikus hiperurisemia hak dengan hak 5 cm, tanpa hak dengan hak 12 cm, dan hak 5 cm dengan hak 12 cm didapat hasil uji analisis kesemuanya dengan P = 0,000. Kesimpulan. Terdapat pengaruh tekanan malondialdehid, telapak kaki bagian Kata kunci: hiperurisemia, kopi arabika, terhadap pemakaian hak tinggi dan IMT. Kata kunci : tekanan telapak kaki, sepatu hak tinggi, indeks massa tubuh. Antioxidative Effect of Arabica (Coffea arabica L. ) Coffee Beans infusion on Hiperuricemic Rats Wistar (Rattus novergicu. : Measurement of Plasma Abstract Malondialdehyde (MDA) Level Introduction. While standing, weight load on the pivot foot will be shared equally at the front by a Abstract bone on the metatarsal capitulum ossi osseum capituli metatarsal I and II-V and the back by a medial has tuberis calcanei. would benumber at thisby Hyperuricemia been associated with anItincrease of iffree Difference BMI levels of Malondialdehid (MDA). In this study, possible antioxidative effect of coffee infusion anatomic changes by measuring MDA plasma levels in experimentally induced hyperuricemia rats. Twenty-five wistar rats were divided into 5 groups, two of which were control. Group-1 was control. The aim of this is to the effect of wearing high heel and body mass of healthy Hyperuricemic plantar pressure. Methods. Descriptive a cross-sectional by oral administration of oxonic acid potassium of 2 ml /200g Hyperuricemia was induced Results. Effect BMI P =5 all rats in group 3 to 5, thereafter were treated orally with 2 ml of coffee infusion. Group-3, 4 and were treated with coffee dose of 0. 5 mg / 200g b. , 0. 25 mg / 200g b. , and 0. 15 / 200g bw. MDA levels in blood plasma was determined spectrophotometrically at 532 nm at 6th with Preceiving = 0. Conclusion. effect of different BMI and 21stresults hour after Forefoot A posthoc test showed very asignificant <0. at the 21st hour after coffee administration. The reduction in MDA levels was most effective in the K3 group, hyperuricemic rats with a coffee dose 0. 5 mg / 200 g bw. The conclusion is that the Keywords: high-heeled shoes, decrease inplantar MDA levels in hyperuricemic rats in proved that Arabica coffee infusions have antioxidant activity. Keywords: arabica coffee, hyperurisemia. Malondialdehyde, wistar rats Kedokt Meditek Volume 24. No. Okt-Des 2018 Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika Pendahuluan Hiperurisemia adalah suatu kondisi di mana kadar asam urat dalam tubuh lebih dari nilai Nilai normal asam urat manusia 2,4 Ae 5, 7 mg/dL pada wanita dan 3,5 Ae 7,0 mg/dL pada 1,2 Jika kadar asam urat berlebihan di dalam darah maka akan menimbulkan penumpukan kristal monosodium urat. 3 Penumpukan kristal umumnya pada jaringan sekitar sendi, sehingga menimbulkan rasa nyeri di daerah tersebut,4 yang dikenal dengan penyakit gout . sam ura. Penumpukan asam urat dapat terjadi di ginjal dan membentuk batu ginjal yang akan membentuk sumbatan pada ureter. Hiperurisemia dapat disebabkan oleh terganggunya pengeluaran asam urat dari dalam 3,6 Asam urat sangat berkaitan erat dengan pola makan yang tidak seimbang dimana jumlah asupan purin sangat tinggi. 2 Sumber makanan tinggi purin terdapat dalam produk hewani seperti hati ayam, hati sapi, ginjal sapi, otak, daging, dan unggas. Diet tinggi purin dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat yang akan mengaktivasi enzim xanthin aksidase dua puluh kali lipat dari keadaan normal. Hal ini dapat menimbulkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh yang akan menyebabkan membran sel seperti hepar dan ginjal. 8 Sebagai akibatnya rantai poly-unsaturated fatty acid (PUFA) yang semula panjang, akan terputus menjadi senyawa sederhana seperti hidrokarbon . entana, malondialdehid (MDA). Dalam kehidupan sehari-hari, penderita asam urat atau gout seringkali menggunakan allopurinol sebagai obat penurun kadar asam urat dengan mekanisme kerja sebagai inhibitor xantin oksidase karena memiliki struktur mirip xantin yang merupakan substrat xantin oksidase. 10,11 Allopurinol memiliki efek samping seperti mual, diare, hingga kulit kemerahan disertai gatal sehingga perlu dicari senyawa bioaktif suatu tanaman sebagai inhibitor alami xantin oksidase untuk dijadikan alternatif pengobatan yang aman untuk dikonsumsi. Salah satu efek dari kopi yang masih menjadi kontroversi adalah efek terhadap kadar asam urat. Beberapa penelitian menyimpulkan kandungan senyawa polifenol di dalam kopi diantaranya chlorogenic acid sekitar 8% pada biji kopi atau 4,5% pada kopi sangrai. Pada kopi arabika yang disangrai konsentrasinya sekitar 1,9-2,5 g/100 g dan 4,1-7,9 g/100 g pada green Kedokt Meditek Volume 24. No. Okt-Des 2018 kopi arabika. 13-15 Senyawa chlorogenic acid mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dan merupakan antiokasidan yang melindungi sel dari radikal bebas. 13,14,16 Hasil studi di Jepang menunjukkan bahwa peminum lima gelas atau lebih kopi per hari memiliki kadar asam urat yang lebih rendah dibandingkan dengan peminum satu gelas atau kurang kopi per Penelitian tentang pengaruh kopi instan terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus wistar yakni diet kopi instan dosis rendah setara 3 cangkir kopi . ,39 mg/3 mL), diet kopi instan dosis sedang setara 6 cangkir kopi . ,78 mg/ 3mL) dan diet kopi instan dosis tinggi setara 10 cangkir kopi . ,3 mg/3mL) selama 4 minggu . 15 Pada uji analisis terdapat perbedaan yang bermakna kadar asam urat antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, terjadi penurunan kadar asam urat dengan pemberian kopi instant pada tikus wistar hiperurisemia. Dengan adanya pengaruh kopi terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus hiperurisemia diharapkan akan menurunkan senyawa-senyawa menyebabkan terjadinya peroksidasi lemak, sehingga kadar MDA di dalam darah akan 15 Penelitian ini dilakukan oleh karena belum adanya penelitian sebelumnya tentang pengaruh kopi Arabica (Coffea arabic. yang diperoleh dari Bajawa. Flores-Nusa Tenggara Timur terhadap kadar MDA darah pada tikus yang hiperurisemia. Dengan Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat dan peneliti lain tentang efek kopi yang langsung diolah dari biji kopi, dalam menangkal/ menurunkan radikal bebas yang tinggi pada penderita hiperurisemia. Dengan turunnya radikal bebas di dalam tubuh maka mengurangi kerusakan membran sel-sel tubuh dari proses oksidasi, yang dapat menimbulkan kerusakan membran sel dari organ yang penting seperti ginjal dan hati. Metode Penelitian Subyek Penelitian Tikus percobaan jenis Rattus novergicus jantan berusia 8 minggu dan berat 200 g yang diperoleh dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika Alat dan Bahan Darah tikus normal dan dan tikus dengan hiperurisemia, kopi dengan dosis 0,5 mg/g BB, 0,25 mg/g BB dan 0,15 mg/g BB, makanan dan minuman tikus, aquades, larutan asam Trikloroasetat (TCA) Thiobarbituratasetat (TBA), larutan Tetra Eetoksi Propane (TEP), larutan CCL4, larutan NaCl Fisiologis 0,9%, asam asetat, eter, kalium oksonat, mikrotube 2 mL, alat sentrifuge, spektrofotometer (Biochrom Libra S. , water bath dan timbangan analitik. Membuat Tikus Hiperurisemia Kalium oksonat dosis 600 mg/kg BB diberikan secara injeksi intraperitoneal sebanyak 2 mL untuk menginduksi hiperurisemia pada Pembuatan dosis PO 600 mg/g BB: kalium oksonat sebanyak 2 g dilarutkan ke dalam 40 mL aquades. Cara Pembuatan Infusa Biji kopi dihaluskan terlebih dahulu menjadi bubuk. Untuk dosis 0,5 mg ditimbang 5 g bubuk kopi kemudian dilarutkan dalam 100 mL aquadest dan dipanaskan pada suhu 900C. Untuk dosis 0,25 mg ditimbang 2,5 g bubuk kopi kemudian dilarutkan dalam 100 mL aquadest dan dipanaskan pada suhu Untuk dosis 0,15 mg ditimbang 1,5 g bubuk kopi kemudian dilarutkan dalam 100 mL akuades dan dipanaskan pada suhu 900C. Cara Pengambilan Data Penelitian ini merupakan penelitian Dilakukan pengelompokkan secara acak, 25 ekor tikus dibagi dalam 5 Kelompok K1 merupakan kelompok tikus yang normal, kelompok K2 merupakan kelompok tikus hiperurisemia, yang tidak diberi perlakuan dengan kopi, kelompok K3. K4 dan K5 merupakan kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan dengan pemberian kopi dosis 0,5 mg/g BB, dosis 0,25 mg/g BB dan dosis 0,15 mg/g BB. Hewan diaklimatisasi selama satu lingkungannya, setelah itu ditimbang untuk penentuan banyaknya kalium oksonat yang harus diberikan terhadap kelompok K2. K3. K4, dan K5 agar dapat diperoleh tikus hiperurisemia. Sebelum dilakukan penginduksian kalium oksonat, dilakukan pengambilan darah tikus untuk menghitung kadar MDA pada semua kelompok jam ke-0 (H. Satu jam setelah induksi kalium, tikus perlakuan diberi cairan kopi sebanyak 2 mL melalui tuba nasogastrik . Pengukuran kadar MDA dilakukan kembali pada jam ke-6 (H. dan jam ke-21 (H. sesudah perlakuan pada kelompok K3. K4, dan K5. Pengukuran kadar MDA dilakukan dengan metode Thiobarbiturat Acid. Pengukuran dilakukan secara in duplo: hemolisat darah tikus sebanyak 250 AAL dimasukkan ke dalam Larutan TCA sebanyak 500 AAL ditambahkan kemudian diproses dengan centrifuge dengan kecepatan 1500 rpm selama 5 Setelah itu ditambahkan larutan TBA sebanyak 750 AAL, kemudian dipanaskan pada suhu 100oC selama 10 menit. Setelah didinginkan, sampel dan blanko dipindahkan ke dalam kuvet untuk dianalisis menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang 532 Blanko yang digunakan berisi akuades 250 AAL. TCA sebanyak 500 AAL dan larutan TBA sebanyak 750 AAL. Data absorban dari spekrofotometri dimasukan ke dalam persamaan regresi linear dari kurva standar TEP (Tetra Etoksi Propan. untuk menghitung kadar MDA sampel yang diperiksa. 19,20 Kaji Etik Penelitian ini telah lolos kaji etik dari Komite Etik Penelitian FK Ukrida. No: 355/SLKE-IM/UKKW/FK/KE/XI/2017. Analisis Data Analisis membandingkan kadar MDA pada tiga tahap pengambilan darah tikus yaitu kadar MDA awal pada jam ke-0 sebelum pemberian potassium oksonat, kadar MDA pada jam ke-6 dan ke-21 setelah pemberian kalium oksonat. Data berupa kadar MDA diuji secara deskriptif dan dianalisis menggunakan uji statistik One way Anova untuk mengetahui adanya perbedaan berupa penurunan kadar MDA setiap kelompok sebelum dan setelah perlakuan yaitu pada jam ke-0, jam ke-6 dan jam ke-21. Apabila terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok maka uji dilakukan dengan uji beda nyata terkecil . ji BNT). Kedokt Meditek Volume 24. No. Okt-Des 2018 Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika Hasil dan Pembahasan Perhitungan kadar MDA didahului dengan pembuatan kurva standar TEP. Kurva standar TEP diperoleh dengan membuat plot absorbansi . erapan cahay. larutan TEP dengan berbagai konsentrasi pada panjang gelombang 532 mn. Dengan kurva standar TEP tersebut dibuat persamaan regresi linearnya. Persamaan regresi linear tersebut kemudian digunakan untuk menghitung kadar MDA dalam darah setiap sampel (Gambar . Gambar 1. Kurva Standar TEP Kadar MDA tikus yang diperoleh dari hasil perhitungan sangat bervariasi di mana terjadi peningkatan dan penurunan baik pada tikus hiperurisemia yang diberikan perlakuan hanya dengan akuades, maupun tikus menggunakan ekstrak kopi. Tikus dikatakan hiperurisemia bila kadar asam urat di atas normal, dimana kadar asam urat normal pada tikus jantan strain winstar 1,11-4,3 mg/dL. Dari hasil pengukuran kadar MDA data dianalisis dengan uji deskriptif yang dibuat dalam bentuk grafik (Gambar . Data kadar MDA pada jam ke-0 (H-. adalah data sebelum tikus disuntikkan kalium oksonat atau tikus yang sehat, belum mengalami Pada jam ke-0 (H-. data kadar MDA rendah dibandingkan dengan data kadar MDA pada jam ke-6, yaitu data yang diperoleh enam jam setelah tikus disuntikkan kalium oksonat (H-. Pada kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan dengan pemberian kopi arabika . elompok tikus K2. K3. terjadi peningkatan kadar MDA pada jam ke-6 (H-. dan terjadi penurunan kadar MDA pada jam ke-21 (H-. Terjadinya peningkatan kadar MDA pada jam ke-6 menunjukan senyawa kalium oksonat berpengaruh terhadap peningkatan kadar MDA. Kedokt Meditek Volume 24. No. Okt-Des 2018 sedangkan penurunan kadar MDA pada kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan pada jam ke-21 menunjukan bahwa pemberian infusa kopi mampu menurunkan kadar MDA tikus hiperurisemia. Kalium oksonat diberikan dengan tujuan membuat tikus sehat menjadi hiperurisemia. Dalam keadaan hiperurisemia akan terjadi peningkatan radikal bebas, sehingga kadar MDA yang merupakan produk dari peroksidasi lipid Pada ke-6, memperlihatkan kelompok tikus hiperurisemia yang tidak diberi perlakuan dengan kopi (K. terjadi peningkatan kadar MDA paling tinggi hiperurisemia dengan perlakuan pemberian Hal ini menunjukkan bahwa kopi yang diberikan pada tikus hiperurisemia tersebut memberikan efek dalam menurunkan kadar MDA, namun dari hasil uji statistik One way Anova diperoleh tidak adanya perbedaan kadar MDA yang signifikan antara kelompok t ikus perlakuan pada jam ke-6, dengan p > 0,05 (Gambar . Penelitian terdahulu menyatakan bahwa pada tikus hiperurisemia terjadi peningkatan enzim xantin oksidase, sehingga dapat menimbulkan peningkatan radikal bebas dalam 5 Radikal bebas dapat mengoksidasi lemak tubuh melalui peroksidasi membentuk MDA. Oleh karena itu seharusnya dalam penelitian ini, tikus yang diberi kalium oksonat akan terjadi hiperurisemia, sehingga MDA akan meningkat. Gambar 2. Grafik Rata-Rata Kadar MDA: Kelompok Kontrol Negatif (K. Kontrol Positif Tanpa Perlakuan (K. Kelompok Perlakuan dengan Pemberian Kopi Dosis 0,5 mg/200gBB (K. Dosis 0,25 mg/200gBB (K. , dan Dosis 0,15 mg/200g BB (K. pada Jam ke-0 (H-. , ke-6 (H-. , dan ke-21 (H-. Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika Hasil uji One Way Anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar MDA antara jam ke-0 dengan jam ke-6 dan ke-21 . >0,. antara kelompok kontrol negatif (K. , kontrol positif (K. , kelompok tikus dengan dosis 0,25 mg/200 g BB (K. , dan dosis 0,15 mg/200 g BB (K. Sementara pada kelompok tikus hiperurisemia dengan pemberian kopi dosis 0,5 mg/200 g BB (K. terdapat perbedaan kadar MDA antara jam ke-0 dengan jam ke-6 dan jam ke-21, dengan nilai p<0,05 (Tabel . Ini bahwa pada kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan dengan kopi dosis 0,5 mg/200 g BB (K. terjadi peningkatan kadar MDA yang signifikan pada jam ke-6 setelah induksi kalium oksonat, dibandingkan dengan kadar MDA pada jam ke-0. Tabel tersebut menunjukkan pula penurunan kadar MDA yang signifikan pada jam ke-21 jika dibandingkan dengan kadar MDA pada jam ke6. Pada jam ke -21, memperlihatkan bahwa kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan pemberian kopi arabika dengan dosis 0,5 mg/200 g BB memberikan efek penurunan kadar MDA paling besar dibandingkan dengan kelompok tikus lain. Hal ini diperkuat dengan hasil uji statistik BNT . ost ho. , dapat dilihat pada Tabel 2, bahwa terdapat perbedaan kadar MDA yang signifikan antara kelompok tikus perlakuan pada jam ke-21, dengan p <0,05. Pada Tabel 3, hasil uji One Way Anova memperlihatkan bahwa data kadar MDA semua kelompok pada jam ke-21 ada perbedaan kadar MDA dengan nilai p<0,05. Pada jam ke-21 semua kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan dengan kopi mengalami penurunan kadar MDA. Rata-rata kadar MDA kelompok tikus hiperurisemia yang diberikan kopi dosis 0,5 mg/200 g BB (K. pada jam ke-21 paling rendah dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya (Gambar . , artinya pada kelompok tersebut terjadi penurunan kadar MDA terbesar dibandingkan kelompok yang lain. Pemberian infusa kopi arabika pada penelitian ini telah mampu menurunkan kadar Malondialdehid (MDA) sampai batas normal. Kopi arabica dosis 0,5 mg/200 g BB merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar MDA darah tikus hiperurisemia pada penelitian ini. Dengan turunnya kadar MDA pada pemberian infusa kopi menunjukkan bahwa kopi memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pada kondisi hiperurisemia . ingginya kadar asam ura. akibat pemberian kalium oksonat, terjadi aktivasi enzim xantin oksidase sehingga menimbulkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel yang ditandai dengan peningkatan kadar MDA darah. 18,21 Tabel 1. Hasil Uji Anova terhadap Tiap Kelompok pada H0. H6 dan H21 Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Jumlah total kuadrat Derajat Kebebasan 0,000 6141,600 6141,600 209,200 332,800 542,000 2310,933 2122,000 4432,933 1332,133 11616,800 12948,933 1040,533 4956,800 5997,333 Sig 0,000 511,800 0,000 1,000 104,600 27,733 3,772 0,054 1155,467 176,833 6,534 0,012 666,067 968,06 0,688 0,521 520,267 413,067 1,260 0,319 Rerata Kuadrat Kedokt Meditek Volume 24. No. Okt-Des 2018 Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika Tabel 2. Hasil Uji Post Hoc (LSD) Variabel H21 (I) Kelompok *Perbedaan rerata signifikan pada taraf 0,05 (J) Kelompo 95% Interval Kepercayaan Batas Bawah Batas Atas 4,1305 43,3535 Beda RataRata (I-J) 23,74200* Std. Error 9,40167 Sig. 0,020 52,34400* 9,40167 0,000 32,7325 71,9555 ,6000 9,40167 0,000 41,5485 80,7715 49,11600* 9,40167 0,000 29,5045 68,7275 -23,74200 9,40167 0,020 -43,3535 -4,1305 28,60200 9,40167 0,006 8,9905 48,2135 37,41800 9,40167 0,001 17,8065 57,0295 9,40167 0,014 5,7625 44,9855 -52,34400 9,40167 0,000 -71,9555 -32,7325 -28,60200* 9,40167 0,006 -48,2135 -8,9905 8,81600 9,40167 0,360 -10,7955 28,4275 -3,22800 9,40167 0,735 -22,8395 16,835 -61,16000 9,40167 0,000 -80,7715 -41,5485 -37,41800 9,40167 0,001 -57,0295 -17,8065 -8,81600 9,40167 0,360 -28,4275 10,7955 -12,04400 9,40167 0,215 -31,6555 7,5675 -49,11600 9,40167 0,000 -68,7275 -29,5045 -25,37400 9,40167 0,014 -44,9855 -5,7625 3,22800 9,40167 0,735 -16,3835 22,8395 12,04400 9,40167 0,215 -7,5675 31,6555 Tabel 3. Hasil Uji ANOVA terhadap Semua Kelompok pada H0. H6. H21 H21 Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Jumlah Kuadrat 5466,339 7283,869 12750,208 3923,254 12013,865 15937,119 11833,507 5128,299 16961,806 Derajat Kebebasan Kopi arabika mengandung senyawa polifenol yang didalamnya terdapat Chlorogenic acid. Senyawa ini memiliki efek menghambat enzim xanthin oxidase sehingga menurunkan kadar asam urat. Selain itu senyawa polifenol juga memiliki efek diuretik yang dapat mempercepat ekskresi asam urat dalam urin sehingga menurunkan kadar asam urat. 15,22 Kadar asam urat yang tinggi seperti pada penderita Kedokt Meditek Volume 24. No. Okt-Des 2018 Rata-Rata Sig. 1366,585 364,193 3,752 0,020 980,814 600,693 1,633 0,205 2958,377 256,415 11,537 0,000 kerusakan pada membran sel yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehida. Peningkatan kadar MDA merupakan parameter oksidan di dalam tubuh, maka dengan pemberian antioksidan berupa infusa kopi arabika dapat terjadi penurunan kadar MDA yang terdapat di dalam 13,14,16. Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika Simpulan Pemberian menyebabkan kondisi hiperurisemia, di mana pada kondisi tersebut, akan terjadi peningkatan radikal bebas yang akan merusak membran sel, ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar MDA dalam Pemberian infusa kopi arabika memberikan efek penurunan kadar MDA darah yang signifikan pada jam ke-21 dan infusa kopi arabika yang efektif dalam menurunkan kadar MDA darah adalah dengan dosis 0,5 mg/200 g BB. Penurunan kadar MDA pada kondisi membuktikan bahwa infusa kopi arabika memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Senyawa polifenol, yaitu chlorogenic acid, yang terkandung dalam infusa kopi, akan menghambat aktivitas enzim xanthin oksidase sehingga menurunkan kadar asam urat, dan akhirnya dapat menurunkan efek radikal bebas terhadap kerusakan membran sel, yang ditandai dengan turunnya kadar MDA darah. Daftar Pustaka