JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 STRATEGI HUMAS DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Rizka Amalia, 2Sudadi Sudadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda e-mail: ra8507368@gmail. ABSTRACT Public trust in the quality of education in schools is an important factor in improving the image and reputation of educational institutions. This study aims to analyze public relations strategies in building public trust in the quality of education in schools. The research method used is library research, by reviewing various relevant literature, scientific journals and previous research in the last five years. The results show that an effective PR strategy involves transparent communication, utilization of digital media, stakeholder involvement, and responsive crisis management. The findings also confirm that public trust can be strengthened through consistent delivery of accurate information, creation of a positive image, and collaboration with various parties, including parents and the surrounding community. The implication of this study is the importance of schools adopting more adaptive and technology-based communication strategies to build strong relationships with the keywords: Public Relations Strategy. Public Trust. Education Quality PENDAHULUAN Pendidikan menjadi sangat penting dalam era globalisasi dan globalisasi saat ini untuk pembangunan negara yang berkelanjutan. Kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas instruksi, tetapi juga pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan (Kurniasari et al. , 2. Karena kepercayaan publik penting untuk mendorong dukungan aktif dari berbagai pihak terhadap kebijakan dan program sekolah, strategi hubungan masyarakat . sangat penting dalam membangun, mempertahankan, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah (Elyus & Sholeh, 2. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan telah diuji dalam beberapa tahun terakhir. Sekolah dapat kehilangan kredibilitas karena banyak hal, termasuk penyalahgunaan dana, pengambilan keputusan yang tidak transparan, dan kurangnya komunikasi antara sekolah dan Masyarakat (Zahra et al. , 2. Sekolah harus lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan informasi publik karena kemajuan teknologi informasi dan tuntutan masyarakat terhadap Humas sekolah memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif sekolah, dan membangun hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat dalam situasi ini (Prisanti & Khamidi, 2. Peningkatan kepercayaan publik terhadap sekolah bukan hanya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh institusi pendidikan. sekolah juga bertanggung jawab untuk membangun lingkungan pendidikan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 yang sehat dengan menunjukkan transparansi informasi, akuntabilitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini juga berdampak pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam program sekolah, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan. Kebutuhan sekolah untuk membangun kepercayaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendidikan adalah urgensi penelitian ini. Kepercayaan publik terhadap sekolah tidak hanya memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas pendidikan, tetapi juga memengaruhi seberapa banyak orang tua berpartisipasi dalam program pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi humas yang dapat digunakan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas Selain itu, penelitian ini juga menganalisis komponen yang berkontribusi terhadap keberhasilan strategi humas dalam meningkatkan transparansi, keterlibatan masyarakat, dan citra sekolah di mata publik. Penelitian ini akan mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi sekolah dalam menerapkan strategi humas yang efektif. Kemudian, penelitian ini akan menganalisis metode komunikasi yang digunakan sekolah dan seberapa efektif mereka dalam membangun kepercayaan masyarakat. Terakhir, penelitian ini akan mengeksplorasi peran media sosial dan teknologi digital dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran yang berbasis bukti untuk membantu sekolah. membuat strategi humas yang lebih efisien dan sesuai dengan perkembangan zaman. Teori komunikasi organisasi oleh Grunig dan Hunt menjadi teori utama yang digunakan. Mereka menekankan betapa pentingnya model komunikasi dua arah simetris untuk membangun hubungan yang harmonis antara publik dan organisasi (Rolos, 2. Dalam konteks sekolah, model ini berarti bahwa sekolah harus memungkinkan masyarakat untuk berbicara dengan lebih banyak orang sehingga komunikasi menjadi lebih terbuka dan terlibat. Selain itu, penelitian ini mengacu pada teori kepercayaan publik yang dikembangkan oleh Mayer. Menurut teori ini, tiga faktor utama mempengaruhi kepercayaan terhadap suatu institusi: kompetensi, integritas, dan niat baik (Nurhatika & Deviani, 2. Dalam konteks sekolah, kompetensi mengacu pada kemampuan sekolah untuk menyediakan pendidikan berkualitas, dan integritas mengacu pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah. Di sisi lain, niat baik menunjukkan komitmen sekolah untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat. Penelitian ini juga merujuk pada beberapa penelitian sebelumnya. Studi oleh (Kiraina & Haq, 2. menemukan bahwa menemukan bahwa website sekolah sangat penting untuk menyebarkan informasi, berkomunikasi, dan mempromosikan sekolah dengan para stakeholder. Studi oleh (Febrinal et al. , 2. menekankan bahwa penggunaan media digital, seperti platform komunikasi daring dan media sosial, dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 Selain itu, (Saputra et al. , 2. menemukan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam kebijakan sekolah dan kejelasan dalam pengelolaan dana pendidikan berkontribusi besar pada peningkatan kepercayaan publik. Secara keseluruhan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pendekatan humas yang dapat digunakan dalam pendidikan serta untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan sekolah untuk berkomunikasi dengan publik dengan cara yang lebih efektif untuk membangun kepercayaan publik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan akan membantu sekolah memperkuat reputasi mereka dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi dalam aspek teoretis, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi sekolah dan lembaga pendidikan dalam menerapkan strategi komunikasi yang lebih efektif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi sekolah dalam mengembangkan kebijakan humas yang lebih inovatif, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan publik. METODE Penelitian ini mengadopsi metode Library Research, atau yang dikenal sebagai studi kepustakaan, dengan menitikberatkan pada pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian. Metode ini dipilih karena memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami strategi humas yang digunakan untuk membangun kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang diberikan di sekolah. Penelitian ini dirancang dalam beberapa tahapan Pada tahap pertama, literatur tentang strategi humas, kepercayaan publik, dan kualitas pendidikan dikumpulkan. tahap kedua adalah analisis literatur tersebut yang berfokus pada teori, konsep, dan hasil penelitian yang relevan. pada tahap ketiga, hasil analisis digabungkan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi humas dalam membangun kolaborasi yang efektif antara sekolah dan Masyarakat. Studi ini berfokus pada strategi humas yang digunakan oleh sekolah untuk menumbuhkan kepercayaan publik. Ini akan menyelidiki berbagai strategi humas yang digunakan sekolah di berbagai negara dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan strategi tersebut. Penelitian ini juga membahas bagaimana media digital mendukung transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam Sumber-sumber utama meliputi jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan. Penelitian yang dikaji berasal dari jurnal dan buku terbitan dalam lima tahun terakhir . untuk memastikan relevansi dengan kondisi terkini. Namun, pengecualian diberikan bagi literatur klasik yang memiliki pengaruh besar dalam studi komunikasi dan humas. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 Penelitian ini berbasis studi pustaka, yang berarti bahwa penelitian tidak terbatas pada lokasi tertentu. sebaliknya, penelitian dilakukan secara digital dengan menggunakan berbagai database akademik seperti Google Scholar. Scopus, dan ProQuest. Selain itu, literatur yang relevan juga diperoleh dari perpustakaan universitas dan lembaga penelitian menggunakan metode dokumentasi, yakni menelaah berbagai literatur, jurnal, buku, dan sumber tertulis lainnya yang relevan dengan topik penelitian menelusuri, mengidentifikasi, dan mengumpulkan informasi dari sumber akademik yang Proses ini termasuk mencari literatur dengan kata kunci yang relevan, memilih sumber berdasarkan kredibilitas dan relevansi, dan mencatat informasi penting tentang penelitian. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur meliputi "strategi humas sekolah", "kepercayaan publik dalam pendidikan", "komunikasi dua arah dalam sekolah", "media sosial dan transparansi sekolah", dan "kebijakan humas dalam Pendidikan. Metode analisis pustaka yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Analisis Tematik, menyusun dan mengelompokkan informasi berdasarkan tema utama yang muncul dari literatur yang dikaji. Analisis Komparatif, membandingkan berbagai strategi humas yang diterapkan di berbagai negara atau institusi pendidikan untuk menemukan praktik terbaik. Pendekatan Teoretis, menggunakan model komunikasi organisasi oleh Grunig dan Hunt, yang menekankan pentingnya model komunikasi dua arah simetris dalam membangun hubungan antara sekolah dan masyarakat. Teori ini akan diterapkan dalam analisis bagaimana sekolah membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan publik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan akan membantu sekolah memperkuat reputasi mereka dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi dalam aspek teoretis, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi sekolah dan lembaga pendidikan dalam menerapkan strategi komunikasi yang lebih efektif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi sekolah dalam mengembangkan kebijakan humas yang lebih inovatif, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan publik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran strategi manajemen hubungan masyarakat . dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan strategi humas yang efektif secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kejelasan tentang pengelolaan pendidikan. Penemuan penting dari penelitian ini meliputi beberapa elemen, yang akan dibahas secara rinci di bawah ini. Peran Strategis Manajemen Humas dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 Menunjukkan bahwa strategi humas yang baik mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program sekolah, seperti kegiatan akademik, ekstrakurikuler, dan penggalangan dana. Selain itu, komunikasi yang efektif antara sekolah dan pemangku kepentingan juga berkontribusi pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama An-Nur Bululawang Kabupaten Malang menunjukkan bahwa kegiatan humas yang terstruktur mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program sekolah (Prabandari et al. , 2. Citra positif sekolah dapat memberikan banyak manfaat, antara lain meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah serta meningkatnya meningkat secara signifikan berkat penerapan strategi humas yang efektif, yang mencakup komunikasi transparan, promosi aktif, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai program sekolah (Rosida, 2. Memanfaatkan platform digital, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi penting dalam manajemen humas. Sekolah dapat menggunakan berbagai platform yang ada kepada masyarakat secara luas, meningkatkan interaksi dengan pemangku kepentingan, serta memperkuat citra positif sekolah. Melalui platform ini, sekolah dapat membagikan berita, pencapaian, program akademik, dan kegiatan ekstrakurikuler secara real-time, sehingga keterlibatan masyarakat dalam dunia pendidikan semakin meningkat mengenai kegiatan sekolah, pencapaian siswa, serta berbagai program unggulan yang dimiliki. Keberadaan media sosial juga memungkinkan sekolah untuk lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat serta menangani berbagai keluhan atau masukan yang diberikan oleh pemangku Dengan demikian, sehingga sekolah mampu menyesuaikan strategi komunikasinya secara lebih efektif, membangun kepercayaan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pendidikan. Tidak hanya itu, strategi humas yang efektif juga melibatkan program sosialisasi secara langsung, seperti kunjungan sekolah ke komunitas lokal, penyelenggaraan seminar atau lokakarya pendidikan, serta keterlibatan sekolah dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Sekolah dapat berpartisipasi dalam program bakti sosial, penghijauan lingkungan, atau program literasi masyarakat. Kegiatan-kegiatan semacam ini dapat meningkatkan hubungan baik dengan transparan, terpercaya, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan Pendidikan. Strategi Humas dalam Meningkatkan Reputasi Sekolah Strategi humas yang efektif melibatkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: pertama, memperkuat kualitas internal sekolah melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengembangan kurikulum yang relevan, dan penyediaan sarana prasarana yang memadai (Allo, 2. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pendidikan berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang berkualitas. Kedua. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 Membangun hubungan baik dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi program sekolah, kerjasama dengan instansi lain, dan partisipasi dalam kegiatan sosial (Kusumaning. Selain itu, penggunaan media sosial sebagai alat publikasi juga memiliki peran krusial dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Implementasi strategi ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan reputasi sekolah. Sebagai contoh, penelitian dari (Lay et al. , 2. menunjukkan bahwa strategi humas yang terencana mampu meningkatkan persepsi positif dari stakeholders, termasuk alumni dan orang tua murid. Sekolah-sekolah yang telah berhasil menerapkan strategi humas secara efektif antara lain: SMP AnNur II Bululawang Kota Malang yang menggunakan media sosial dan komunikasi multi-platform untuk meningkatkan transparansi informasi, sehingga dengan cara ini dapat menargetkan peningkatan jumlah pendaftar dengan strategi humas yang terencana (Ummah et al. , 2. Selain itu. SMA Negeri 1 Plupuh Kabupaten Sragen memanfaatkan humas untuk memperkuat hubungan dengan orang tua dan siswa melalui komunikasi yang baik dan menjadikan strategi humas sebagai alat utama dalam meningkatkan kualitas Pendidikan (Varendra Aldo Azanny, 2. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi juga menjadi aspek penting dalam strategi humas. Media sosial memungkinkan sekolah untuk lebih luas, termasuk kepada calon siswa dan orang tua yang mencari informasi tentang sekolah. Dengan pengelolaan media sosial yang profesional, sekolah dapat menyajikan informasi yang akurat dan menarik, membangun citra yang positif, serta merespons dengan cepat berbagai pertanyaan dan masukan dari masyarakat. Sebagai contoh, sekolah dapat membagikan konten yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan, kisah sukses alumni, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menarik minat calon siswa. Selain itu, strategi humas yang efektif juga mencakup pengelolaan krisis dengan baik. Dalam situasi di mana sekolah menghadapi isu-isu sensitif, seperti permasalahan akademik atau kejadian tidak terduga, humas berperan dalam memberikan klarifikasi kepada masyarakat secara cepat dan transparan. Dengan demikian, sekolah dapat mengelola opini publik secara lebih baik dan mencegah tersebarnya informasi yang tidak Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Pendidikan Transparansi dalam pengelolaan pendidikan merupakan faktor kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sekolah yang secara terbuka menyampaikan informasi terkait kebijakan, program, dan penggunaan anggaran cenderung mendapatkan dukungan lebih besar dari masyarakat (Sholeh, 2. Manajemen humas berperan dalam menyampaikan informasi ini melalui berbagai saluran komunikasi, sehingga masyarakat merasa dilibatkan dan dihargai. Selain itu, akuntabilitas dalam pelaksanaan program-program pendidikan juga penting untuk memastikan bahwa apa yang telah direncanakan tersampaikan secara efektif serta memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 meningkatkan pengalaman belajar dan perkembangan akademik mereka (Arif Fiandi, 2. Dengan demikian, masyarakat akan memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa strategi humas yang baik yaitu kondusif, inklusif, dan kolaboratif, sehingga mendukung perkembangan akademik serta sosial siswa secara optimal lebih kondusif. Sekolah yang memiliki keterbukaan informasi, aktif berkomunikasi dengan publik, serta melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan cenderung mendapatkan dukungan lebih besar dalam pengelolaan pendidikan. Dalam penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa faktor utama yang menentukan efektivitas humas dalam meningkatkan kepercayaan publik adalah konsistensi komunikasi dan keterlibatan aktif pihak sekolah dengan masyarakat. Sekolah yang memiliki keterbukaan informasi, aktif berkomunikasi dengan publik, serta melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan cenderung mendapatkan dukungan lebih besar dalam pengelolaan Dalam penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa faktor utama yang menentukan efektivitas humas dalam meningkatkan kepercayaan publik adalah konsistensi dalam menyampaikan informasi, keterlibatan aktif dalam membangun komunikasi yang transparan, serta adanya sistem monitoring dan evaluasi yang jelas terhadap kebijakan yang diterapkan. Penerapan transparansi dan akuntabilitas yang baik tidak hanya meningkatkan reputasi sekolah, serta mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas. Lebih lanjut, penerapan strategi humas yang berorientasi pada transparansi dan akuntabilitas juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan. Ketika sekolah terbuka terhadap masukan dari masyarakat, orang tua dan komunitas lokal akan merasa lebih termotivasi untuk turut serta dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti program pengembangan siswa, penggalangan dana untuk fasilitas pendidikan, serta kegiatan sosial yang melibatkan peserta didik dan masyarakat sekitar. Partisipasi ini tidak hanya memperkuat ikatan antara sekolah dan masyarakat, tetapi juga menciptakan rasa memiliki yang lebih kuat terhadap lembaga pendidikan. Namun, meskipun transparansi dan akuntabilitas memiliki dampak yang signifikan terhadap kepercayaan masyarakat, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi dalam mengelola sistem komunikasi yang efektif. Tidak semua sekolah memiliki tenaga humas yang terlatih dalam menyusun strategi komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan publik. Selain itu, keterbatasan akses terhadap teknologi informasi di beberapa daerah juga menjadi penghambat dalam penyebaran informasi yang cepat dan akurat. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 Untuk mengatasi tantangan ini, sekolah perlu mengembangkan kapasitas internal dalam manajemen komunikasi dan humas. Pelatihan bagi tenaga pendidik dan staf administrasi mengenai pentingnya transparansi, teknik komunikasi yang efektif, serta pemanfaatan media digital dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keterbukaan informasi. Selain itu, sekolah juga dapat membangun kemitraan dengan lembaga eksternal, seperti pemerintah daerah, organisasi pendidikan, serta media lokal untuk memperkuat sistem komunikasi dan pelaporan kepada Masyarakat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Strategi humas yang baik mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program sekolah, seperti kegiatan akademik, ekstrakurikuler, dan penggalangan dana. Komunikasi yang efektif antara sekolah dan pemangku kepentingan juga berkontribusi pada meningkatnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan. Penerapan strategi humas yang mencakup komunikasi transparan, promosi aktif, serta keterlibatan masyarakat terbukti dapat membentuk citra positif sekolah dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan. Pemanfaatan media sosial menjadi sarana penting dalam menyebarkan informasi, membangun interaksi, serta menanggapi masukan secara cepat dan luas. Selain itu, kegiatan sosialisasi langsung seperti seminar, kunjungan ke komunitas, dan partisipasi dalam kegiatan sosial turut memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat. Dengan strategi humas yang efektif dan berkelanjutan, sekolah dapat membangun kepercayaan publik secara lebih kuat serta menciptakan lingkungan pendidikan yang terbuka dan partisipatif. Strategi humas yang efektif dalam lingkungan sekolah harus dirancang secara matang dan dilaksanakan secara konsisten. Strategi ini mencakup penguatan kualitas internal sekolah melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengembangan kurikulum yang relevan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung. Selain itu, membangun hubungan positif dengan masyarakat dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi menjadi faktor penting dalam membentuk citra positif sekolah. Penerapan strategi humas yang baik terbukti mampu meningkatkan persepsi positif dari para pemangku kepentingan, memperkuat kepercayaan publik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program-program sekolah. Dalam konteks pengelolaan krisis, peran humas juga sangat krusial untuk memberikan informasi yang cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat guna menjaga reputasi lembaga pendidikan. Oleh karena itu, humas yang dikelola secara profesional tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai strategi utama dalam meningkatkan mutu dan daya saing sekolah. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Strategi humas yang terbuka, konsisten, dan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. 8 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2961-7707 kolaboratif berperan penting dalam menyampaikan informasi secara efektif, melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan pendidikan. Sekolah yang aktif berkomunikasi dan terbuka terhadap masukan cenderung lebih dipercaya dan didukung oleh masyarakat. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan akses teknologi masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas komunikasi internal serta kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sistem humas yang profesional, transparan, dan berdampak positif bagi kualitas pendidikan. Saran Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan masukan konstruktif bagi pembaca dan peneliti selanjutnya guna memperbaiki dan mengembangkan kajian sejenis di masa mendatang. Penelitian lanjutan disarankan untuk lebih menekankan pada penguatan kompetensi komunikasi strategis di kalangan pengelola sekolah, terutama melalui pelatihan pemanfaatan teknologi digital, manajemen media sosial, dan teknik membangun citra positif institusi Selain itu, penting pula dilakukan kajian yang lebih mendalam mengenai model kolaborasi multi-pihak antara sekolah, pemerintah, organisasi masyarakat, dan media lokal sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas peran humas sekolah. Di samping itu, pendekatan berbasis data sangat dianjurkan agar strategi humas yang diterapkan dapat dievaluasi secara objektif dan terukur, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Penelitian komparatif antar wilayah atau jenjang pendidikan juga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai variasi praktik terbaik yang dapat dijadikan rujukan bagi sekolah lainnya. Tidak kalah penting, peneliti di masa mendatang diharapkan dapat mengembangkan instrumen penilaian kinerja humas sekolah yang valid dan reliabel, agar pelaksanaan humas tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dan berdampak nyata terhadap peningkatan kepercayaan publik. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kajian mengenai strategi humas di lingkungan pendidikan akan semakin matang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA