ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj. Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Skrining Kesehatan Mental bagi Pasangan Calon Pengantin dalam Persiapan Kehamilan Sehat Siti Fatimah1*. Darmayanti Wulandatika1. Shelly Rodliah Rosyad1 1Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia *email: fattimaharifin80@umbjm. ABSTRACT Pregnancy is an important stage of life and needs to be planned well. During pregnancy, there are significant changes in roles and the initial adaptation to becoming parents. Pregnancy planning not only considers physical aspects but also takes into social aspects and psychological aspects. Pregnancy planning starts from the preconception period so that if any problems are found, they can be identified and addressed early on. One form of pregnancy planning is ensuring that couples have good mental health. Risk of mental health problem can be identified through mental health screening for brides. The mental health screening instrument that is often used is the Self-Report Questionnaire 20 (SRQ-. Self-Report Questionnaire 20 (SRQ-. identifies physical health problems that are the result of untreated mental health issues in the past 30 days. The objective of this study is to identify the mental health of brides in preparing for a healthy pregnancy using the Self-Report Questionnaire 20 (SRQ-. The method used in this study is a cross-sectional study employing total sampling of 35 prospective brides and grooms, analyzed using the Spearman rank test. The results of this study indicate that there is a significant relationship between age, education, occupation, and income on the mental health status of brides and grooms. It is important for couples to ensure proper and healthy pregnancy planning. Healthcare professionals should collaborate across sectors to provide education on healthy pregnancy planning, taking into account physical, psychological, and social aspects. Keywords: Calon Pengantin. Skrining. Kesehatan Mental. Kehamilan Sehat Received: May 2025. Accepted: June 2025. Published: June 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Kehamilan memberikan pengalaman baru kehamilan, penelitian lainnya memaparkan angka kejadian perempuan sebagai seorang ibu. Dalam mempersiapkan berkembang sekitar 34,4% sedangkan di negara maju kehamilan tidak hanya memperhatikan aspek fisik tetapi sekitar 19,4% . Angka kejadian kecemasan selama penting bagi pasangan calon pengantin untuk menyiapkan kondisi psikologi dan perubahan peran sosial menjadi mengalami kecemasan berat mencapai 57,5 % . indonesia yang seorang ibu. Adanya kehamilan memberikan pengaruh Perempuan yang mengalami masalah kesehatan terhadap perubahan fisik dan psikologis yang memerlukan mental sebelum kehamilan . asa prakonseps. akan kebutuhan dan perhatian yang khusus dan kompleks. meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kesehatan Perempuan hamil seringkali mengalami berbagai selama kehamilan seperti terjadinya diabetes selama masalah emosional yang apabila tidak ditangani akan kehamilan, keguguran, persalinan prematur dan berat berdampak pada munculnya masalah kesehatan mental badan lahir rendah (BBLR) . khususnya kecemasan dan depresi selama masa perinatal Penting bagi calon pasangan suami istri dalam . Penelitian terdahulun menjelaskan bahwa masalah mempersiapkan kehamilan dengan baik dan sehat. Salah kesehatan mental seperti kecemasan memiliki prevalensi satu bentuk persiapan yang sering dilakukan adalah kecemasan selama kehamilan terjadi pada 14%-59% skrining kesehatan di fasilitas kesehatan. Skrining Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 92 Ae 97 e-ISSN: 2598-2095 kesehatan meliputi skrining kesehatan fisik dan kesehatan Instrumen pengambilan data menggunakan Self- Skrining kesehatan fisik yang sering dilakukan Report Questionnaire 20 (SRQ-. sejumlah 20 pertanyaan adalah Skrining kesehatan mental pada fasilitas kesehatan yang terdiri dari 4 segmen. Segmen 1 untuk mengukur memberikan manfaat yang signifikan terhadap pelayanan depresi, segmen 2 untuk mengukur gangguan yang kesehatan yang holistik dan komprehensif, meningkatkan berkaitan dengan kecemasan, segmen 3 berkaitan dengan akses pelayanan kesehatan mental , mengurangi stigma gangguan somatis, dan segmen 4 berkaitan dengan dan menekan biaya layanan kesehatan . Salah satu gangguan neurologis yang muncul. Kuesioner SRQ-20 instrumen yang sering digunakan sebangai instrumen digunakan untuk mengukur masalah fisik yang muncul adalah Self-Report Questionnaire 20 (SRQ-. Self-Report karena adanya masalah gangguan psikologis yang tidak Questionnaire tertangani pada 30 hari terakhir . (SRQ-. mengidentifikasi secara dini gejala masalah kesehatan Dalam penelitian ini menggunakan uji univariat dan uji mental yang berdampak pada kesehatan fisik pada 30 hari bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman-rank terakhir . untuk menguji hubungan variabel bebas dan variabel Penelitian Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kesehatan kesehatan mental pasangan calon pengantin dalam mental sedangkan untuk variabel bebas terdiri dari mempersiapkan kehamilan sehat dengan menggunakan Self-Report Questionnaire pekerjaan, pendapata. Banjarmasin. Penelitian (SRQ-. Kota pengembangan dari penelitian sebelum terkait kesehatan . HASIL DAN PEMBAHASAN mental selama kehamilan. Kebaruan dalam penelitian ini Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat dari adalah penelitian dilakukan pada pasangan calon aspek usia. Pendidikan, pekerjaan dan pendapatan dapat pengantin yang berada dalam tahapan prakonsepsi dilihat dari tabel berikut: sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Jumlah Karakteristik Umur Berisiko Tidak Berisiko Pendidikan Pendidikan Tinggi merencanakan kehamilan dan mengidentifikasi masalah kesehatan yang mungkin muncul selama kehamilan. yang datang dalam kegiatan Kelas Pernikahan di Bulan Pendidikan Dasar Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Pendapatan =UMR Hasil Skrining Berisiko Tidak Berisiko Tabel 1 menunjukkan diketahui bahwa sebagian besar November 2024. Penentuan sampel menggunakan teknik responden penelitian memiliki umur yang tidak berisiko total sampling. -30 tahu. sebanyak 34 orang . 1%), berpendidikan METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon pengantin yang terdaftar di KUA Kecamatan Banjarmasin Utara sebanyak 35 orang Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 92 Ae 97 e-ISSN: 2598-2095 dasar (SD-SMA) sebanyak 24 orang 68. 6%, memiliki kesehatan mental . sehingga dapat diidentifikasi lebih pekerjaan sebanyak 21 orang . %), dan memiliki awal dan mampu menerima pengetahuan terkait pendapatan 35 tahun memiliki risiko lebih sebanyak 29 orang . 9%) calon pengantin tidak tinggi mengalami masalah kesehatan mental dikarenakan menunjukkan adanya faktor risiko/ masalah terkait ketidaksiapan secara fisik dan mental dalam merencanakan kesehatan mental yang mengganggu kesehatan fisik, sedangkan sebanyak 6 orang . 1%) calon pengantin keterbatasan akses informasi terkait kesehatan . menunjukkan adanya masalah kesehatan mental yang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat mengganggu kesehatan fisik. hubungan antara tingkat pendidikan dengan kesehatan Tabel 2. Analisis Hasil Penelitian mental pada pasangan calon pengantin. Hal ini sesuai Variabel Umur Berisiko Tidak Berisiko Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Dasar Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Hasil Skrining SRQ-20 Tidak Berisiko Berisiko dengan penelitian sebelumnya yang memaparkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap gangguan kesehatan mental seperti kecemasan terutama pada perempuan hamil . sehingga penting bagi kesehatan mental agar dapat menjalani kehamilan dengan Tingkat Pendidikan yang dimiliki oleh pasangan calon pengantin berpengaruh terhadap kesiapan dan pengetahuan dalam pengelolaan masalah yang ada pada saat sebelum dan saat kehamilan. Pasangan calon pengantin yang memiliki Tingkat pengetahuan tinggi memiliki kesiapan yang baik dalam mengendalikan dan Pendapatan =UMR Berdasarkan tabel 2 hasil analisis menggunakan uji mengelola masalah kesehatan mental maupun gangguan Spearman rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan Selain itu pasangan calon pengantin yang memiliki Tingkat umur . , pendidikan . , pekerjaan Pendidikan baik juga lebih mudah untuk menerima . , dan pendapatan . terhadap informasi dan pengetahuan terkait kesehatan. Selain itu, kesehatan mental pada pasangan calon pengantin. pasangan calon pengantin yang mendapatkan informasi Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur terhadap masalah kesehatan psikologis yang dialami karena memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik dalam persiapan kehamilan sehat. kesehatan akan memiliki kesiapan dan kesadaran pentingnya perencanaan kehamilan sehat . mental yang terjadi. Pasangan calon pengantin yang Hasil penelitian ini memaparkan bahwa terdapat berada pada usia tidak berisiko . -35 tahu. memiliki hubungan siginifikan tingkat pendapatan terhadap kejadian pengetahuan yang baik dalam mengenali masalah Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 92 Ae 97 e-ISSN: 2598-2095 masalah kesehatan mental. Hal ini sesuai dengan penelitian kurang percaya diri, masalah sosial dan meningkatkan sebelumnya yang memaparkan bahwa tingkat pendapatan peluang depresi . yang baik akan menurunkan gangguan psikologis. Hal ini Ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. berkaitan erat bahwa pasangan yang memiliki pendapatan Penelitian ini ini merupakan penelitian cross-sectional dan yang baik akan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dilakukan secara komprehensif. Akan tetapi, penelitian ini keluarga, memiliki persiapan kehamilan yang baik serta belum dapat digeneralisasi terkait faktor yang dominan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik sehingga terhadap kesehatan mental pasangan calon pengantin akan meningkatkan kesiapan pasangan calon pengantin seperti pengaruh sosial, paritas, dan tingkat pengetahuan. dalam menghadapi kehamilan dan persalinan . Selain itu, pengukuran/ skrining kesehatan mental ini Penelitian lain juga menunjukkan bahwa status ekonomi hanya dilakukan 1 kali sehingga perlu dilakukan dan pendapatan yang tinggi berpengaruhi terhadap pemeriksaan ulang dan berkelanjutan sehingga dapat minimnya gangguan psikologis seperti kecemasan selama mengidentifikasi adanya perubahan dan gangguan kehamilan . sehingga diharapkan pasangan calon psikologis pada pasangan calon pengantin sehingga pengantin dapat merencanakan kehamilannya dengan mereka dapat mempersiapkan kehamilan dengan sehat. baik terutama dalam perencanaan keuangan selama Tenaga kesehatan dapat bekerjasama dengan lintas kehamilan dan persalinan agar dapat mengurangi kejadian sektor dalam edukasi perencaan kehamilan sehat dan masalah kesehatan mental saat kehamilan dan persalinan. melakukan skrining secara terprogram sehingga mampu Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat mengindentifikasi adanya masalah kesehatan mental korelasi yang signifikan status pekerjaan terhadap status secara dini pada calon pasangan pengantin. Selain itu, kesehatan mental. Adanya status pekerjaan yang dimiliki penting bagi pasangan calon pengantin untuk memiliki oleh pasangan calon pengantin dapat mempengaruhi perilaku sehat sehingga dapat merencanakan kehamilan kesehatan mental baik secara positif maupun negative. sehat dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis dan Pasangan Hal ini sesuai dengan penelitian yang terdahulu mendapatkan tekanan psikologis selama melakukan dilakukan bahwa calon pasangan pengantin harus pekerjaan rumah tangga selama bekerja maupun juga memperhatikan aspek fisik, psikologis dan sosial dalam mendapatkan masalah dalam bekerja terkait interaksi mempersiapkan pernikahan . Ae. sosial dan pencapaian kerja yang berdampak pada kesehatan mental. Disisi lain, pasangan calon pengantin KESIMPULAN yang tidak bekerja memiliki perasaan cemas karena Kesehatan mental pada pasangan calon pengantin merasa terisolasi, kurang akses informasi dan interaksi dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pendapatan dan sosial dengan sesama namun dapat memiliki waktu yang Peningkatan kesadaran calon pasangan lebih mempuni bersama keluarga. Penelitian terdahulu pengantin dalam perilaku hidup sehat termasuk dalam memapatkan bahwa perempuan yang memiliki pekerjaan akses pelayanan kesehatan terkait skrining kesehatan memiliki peluang lebih besar mengalami kecemasan, mengidentifikasi masalah kesehatan mental sejak dini dan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 92 Ae 97 e-ISSN: 2598-2095 untuk mencegah masalah kesehatan mental yang lebih Oct. 27:100564. Ospina M. Osornio-Vargas yAR. Nielsen CC. Penelitian selanjutnya dapat menggali secara lebih Crawford Kumar psikologis mengingat pada saat kehamilan terjadi outcomes and related maternal factors in rural perubahan fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi and urban Alberta. Canada: a concentration index kesehatan mental dan berdampak pada kesehatan ibu dan BMJ Open. 2020 Feb. :e033296. Fatima B, et al. Screening programs for common maternal mental health disorders among Terima kasih dan penghargaan kepada pihak-pihak Esteban-Gonzalo Caballero-Galilea Gonzalo L. Anxiety and Worries among Pregnant Women during the COVID-19 Pandemic: A Multilevel Analysis. Int J Environ Res Public Health 18. Available https://w. com/1660-4601/18/13/6875 Dennis CL. Falah-Hassani K. Shiri R. Prevalence of antenatal and postnatal anxiety: Systematic review and meta-analysis. Br J Psychiatry. :315Ae23. Yuliani DR. Aini FN. Kecemasan Ibu Hamil Dan Ibu Nifas Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Baturraden. J Sains Kebidanan. :11Ae4. Spry EA. Wilson CA. Middleton M. MorenoBetancur M. Doyle LW. Howard LM, et al. Parental mental health before and during pregnancy and 20-year preconception cohort of maternal and paternal BMC Psychiatry [Interne. 1186/s12888-022-03694-9 Gonzylez-Pascual JL, yAlvaro-Navidad M. Esteban- perinatal women: report of the systematic review 22. :54. Available from: https://doi. DAFTAR PUSTAKA