OPEN ACCESS JIPSH: Jurnal Ilmu Pendidikan. Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. Juli 2025. Hal. e-ISSN. 3090-028X DOI. https://doi. org/10. 58472/jipsh. Research Article Penerapan Teori Gestalt Wolfgang Kohler dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Atha Candra Puspita1. Sachiko Aqila Naila Ismail2 Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia Corresponding Author: Atha Candra Puspita. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia Email: athacandra@student. Abstract This study analyzes the application of Gestalt theory, especially the concept of insight learning developed by Wolfgang Kohler, in an effort to improve student understanding in the learning process. Gestalt theory views that learning is not just about stimulus and response, but rather emphasizes a thorough understanding of a problem so as to be able to produce new insightful conclusions. Wolfgang Kohler, as one of the important figures of Gestalt theory who is famous for his research on insight in chimpanzees, made a significant contribution to the development of an understanding-based learning This research implements Gestalt learning principles such as learning through insight, meaningful learning, and learning interaction. The research methodology uses literature review by comparing various reference sources related to the Application of Wolfgang Kohler's Gestalt Theory in Improving Student Understanding. The results showed that the application of Wolfgang Kohler's Gestalt theory significantly improved studentsAo ability to understand the relationship between parts in the material, can capture the basic principles and apply them in different contexts. However, this study also found that Gestalt theory has limitations in its application to certain abstract topics. Keywords: Gestalt Theory. Wolfgang Kyhler. Learning. Student Comprehension. Insight Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan teori Gestalt, khususnya konsep insight learning yang dikembangkan oleh Wolfgang Kohler, dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Teori Gestalt memandang bahwa pembelajaran bukan sekadar tentang stimulus dan respons, melainkan lebih menekankan pada pemahaman menyeluruh terhadap suatu permasalahan sehingga mampu menghasilkan kesimpulan baru yang berwawasan. Wolfgang Kohler, sebagai salah satu tokoh penting teori Gestalt yang terkenal dengan penelitiannya tentang insight pada simpanse, memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis pemahaman. Penelitian ini mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran Gestalt seperti pembelajaran melalui wawasan . , pembelajaran bermakna, dan interaksi pembelajaran. Metodologi penelitian menggunakan literatur review dengan membandingan berbagai sumber referensi terkait dengan Penerapan Teori Gestalt Wolfgang Kohler dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori Gestalt Wolfgang Kohler secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami hubungan antar bagian dalam materi, dapat menangkap prinsip dasar dan menerapkannya dalam konteks yang berbeda. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa teori Gestalt memiliki keterbatasan dalam penerapannya pada materi-materi tertentu yang bersifat abstrak. Kata kunci: Teori Gestalt. Wolfgang Kyhler. Pembelajaran. Pemahaman Siswa. Insight JIPSH: Jurnal Ilmu Pendidikan. Sosial dan Humaniora. Vol. 1 No. Juli 2025 | 137 PENDAHULUAN Pada awal abad ke-20. Wolfgang Kohler . sikolog Jerma. membawa kontribusi berharga terhadap bidang psikologi dengan memperkenalkan teori Gestalt. Teori ini menekankan pentingnya dalam memahami pengalaman manusia sebagai suatu keseluruhan yang lebih besar dari pada sekedar jumlah bagian-bagian terpisah. Wolfgang Kohler Bersama dengan Max Wertheimer dan Kurt Koffa yang merupakan sesama peneliti merespon terhadap pendekatan psikologi pada saat itu terfokus pada analisis unsur-unsur pikiran (Nisa & AAoyuni. Teori Gestalt merupakan pendekatan dalam psikologi yang menekankan pengorganisasian informasi dan presepsi keseluruhan, dan bukan hanya sebagai Kumpulan bagian-bagian terpisah. Istilah AuGestaltAy sendiri berasal dari Bahasa jerman yang memiliki arti AubentukAy atau AukonfigurasiAy, mencerminkan pandangan bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Wolfgang Kyhler, seorang tokoh dalam psikologi Gestalt, berpendapat bahwa persepsi manusia bukanlah salinan pasif dari rangsangan eksternal. Ia mengemukakan bahwa otak secara aktif mengorganisasi informasi menjadi pola stabil yang disebut eigenstates. Ketika kita menerima rangsangan, otak tidak memproses setiap elemen secara terpisah, melainkan langsung menangkap keseluruhan pola yang bermakna. Kyhler menyadari bahwa otak yang sebenarnya terdiri dari sel-sel saraf dan serat yang menghubungkannya, tetapi ia tetap optimis tentang pendekatan persepsi melalui Physische Gestalten (Westheimer, 2. Wolfgang Kyhler adalah salah satu eksponen utama Psikologi Gestalt yang sangat menekankan pentingnya metode fenomenologis dalam psikologi. Baginya, metode fenomenologis memungkinkan pendekatan yang tepat terhadap apa yang disebutnya sebagai Aupengalaman langsungAy tanpa melakukan kesalahan yang berasal dari introspeksi klasik. Metode ini berfungsi sebagai alat untuk membedakan objek langsung dari pengalaman eksternal dengan objek fisik, sehingga menjadi inti dari dasar-dasar Psikologi Gestalt. Kyhler mengkritik introspeksionisme klasik dan behaviorisme karena gagal memahami konsep pengalaman langsung secara mendalam, di mana introspeksionisme salah memahami konsep tersebut, sementara behaviorisme sepenuhnya menolaknya. Pengalaman langsung, menurut Kyhler, adalah domain fundamental psikologi yang tidak dapat direduksi menjadi kumpulan sensasi atau konten sensorik semata (Protasio, 2. Teori ini menurut wolfgang kohler inti dari belajar adalah proses pengertian . Wolfgang Kohler merupakan seorang tokoh penting dalam pengembangan teori psikologi gestalt, teori yang berupaya untuk memahami pembelajaran, presepsi, dan aspek kehidupan mental lainya sebagai struktur satu kesatuan. Menurut para ahli psikologi gestalt, manusia bukan hanya sekedar makhluk reaksi yang hanya berbuat atau bereaksi jika ada perangsang yang mempengaruhinya. Manusia itu adalah individu yang merupakan kebulatan jasmani dan rohani. Sebagai induvidu, manusia bereaksi atau lebih tepat berinteraksi dengan dunia luar dengan kepribadiannya dan dengan caranya yang unik pula. Tidak ada dua orang yang mempunyai pengalaman yang benar-benar sama atau identik terhadap objek atau realita yang sama (Purwanto, 2. Pemahaman berasal dari kata paham. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia paham berarti mengerti. Sudaryono . mengatakan AuPemahaman adalah kemampuan seseorang untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari, yang dinyatakan dengan menguraikan isi pokok dari suatu bacaan atau mengubah data yang disajikan dalam bentuk JIPSH: Jurnal Ilmu Pendidikan. Sosial dan Humaniora. Vol. 1 No. Juli 2025 | 138 tertentu ke bentuk yang lainAy. Apabila pemahaman merupakan ukuran kemampuan seseorang untuk dapat mengerti atau memahami kegiatan yang dilakukannya, maka dalam pembelajaran, guru harus mengerti atau memahami apa yang diajarkannya kepada peserta didik. Pemahaman belajar adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengerti dan menangkap makna dari materi yang telah dipelajari, yang ditunjukkan dengan kemampuan untuk menguraikan, menafsirkan, dan menggunakan informasi tersebut dengan caranya sendiri. Menurut Sudijono . Pemahaman . merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai sudut. Seorang guru dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Di Tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat dan semakin beragam ini, tentangan yang dihadapi oleh para pendidik adalah bagaimana cara mengintegrasukan prinsipprinsip teori Gestalt, seperti insight dan pemaham holistik ke dalam proses belajar mengajar, terlebih lagi siswa sekarang memiliki kebutuhan dan karakteristik masa kini yang lebih terpapar pada informasi digital. Saat ini penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan teori Gestalt di dalam konteks pembelajaran. Misalnya dengan bagaimana lingkungan belajar, metode pengajaran, dan interaksi sosial antar siswa dapat mempengaruhi insight yang diperlukan dalam mencapai pemaham yang mendalam. Dengan memahami hubungan antara teori gestalt dan pemahama belajar, penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan wawasan baru tentang strategi pengajaran yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di kalangan siswa di zaman sekarang METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian jurnal berikut ini merupakan literatur review, dengan membandingan berbagai sumber referensi terkait dengan Penerapan Teori Gestalt Wolfgang Kohler dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa. Penelitian ini berfokus pada pengumpulan data dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan telah dipublikasikan. Artikelartikel telah didapat melalui google scholar, dengan kata kunci Teori Gestalt. Wolfgang Kyhler. Pembelajaran. Pemahaman Siswa. Insight. Dari hasil pencarian 70 artikel yang diterbitkan antara 2020-2025. Kemudian dilakukan penyortiran dan terdapat aritikel yang memiliki keterbatasan akses sehingga tidak dapat dianalisi lebih lanjut. Selain itu, beberapa artikel dianggap tidak relevan karena tidak spesifik membahas penerapan teori wolfgang kohler dalam meningkatkan pemahaman siswa, atau berfokus pada pemahaman lain. Dengan demikian hanya 6 artikel yang dipilih dan dapat dianalisis lebih lanjur dalam penelitian ini. Terpilih memberikan data yang valid dan mendalam mengenai hubungan antara intensitas penerapan teori wolfgang kohler dalam meningkatkan pemahaman siswa di dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Di zaman sekarang, konsep insight ini diterapkan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, desain pembelajaran, dan pengembangan kreativitas. Pemahaman mendalam terhadap hubungan antar elemen memungkinkan individu untuk menyelesaikan masalah secara lebih efektif dan kreatif. Selain itu, insight juga dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang JIPSH: Jurnal Ilmu Pendidikan. Sosial dan Humaniora. Vol. 1 No. Juli 2025 | 139 relevan dan pengaturan lingkungan belajar secara eksperimental, sehingga menciptakan kondisi optimal bagi munculnya wawasan baru. Hal ini menjadikan teori Gestalt sebagai pendekatan penting dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme yang menekankan pemahaman holistik dan interaksi aktif dengan lingkungan. Tabel 1. Penelitian tentang Teori Gestalt Metode Kualitatif Judul Penerapan Teori Gestalt Dalam Pemahaman Pembelajaran Siswa Di Sekolah Penulis. Tahun Fauzi & Karneli. Kualitatif Teori Gestalt (Meningkatkan Pembelajaran Melalui Proses Pemahama. Safitri. Saraswati & Wahyuni, 2024 Studi Literatur Efektivitas Teori Belajar Gestalt Pada Pendidikan Anak Usia Dini Rohmah. Azizah. Mardiansyah & Yusuf, 2023 Kualitatif Penerapan teori gestalt dalam materi luas dan keliling bangun datar untuk SD/MI Aulya & Purwaningrum. Hasil Penelitian penerapan teori Gestalt untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan menekankan pentingnya melihat keseluruhan dalam proses Penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip Gestalt, seperti pengorganisasian informasi dan metode pembelajaran interaktif, dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam Penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori Gestalt efektif meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan rata-rata motivasi meningkat dari kategori sedang . %-73%) menjadi kategori tinggi . %-88%). penerapan teori Gestalt dampak positif pada perilaku akademik siswa, dengan hipotesis alternatif yang menyatakan adanya efek signifikan dari pendekatan ini Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori Gestalt dalam pendidikan anak usia dini interaksi sosial siswa. Pendekatan yang menekankan pemahaman keseluruhan ini membantu anakanak untuk lebih baik dalam memahami konsep-konsep yang emosional mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori Gestalt dalam materi luas dan keliling bangun datar untuk SD/MI efektif dalam meningkatkan pemahaman Pendekatan memungkinkan siswa menemukan rumus secara mandiri melalui mengurangi miskonsepsi, dan meningkatkan minat belajar serta JIPSH: Jurnal Ilmu Pendidikan. Sosial dan Humaniora. Vol. 1 No. Juli 2025 | 140 No Metode Judul Penulis. Tahun Literatur Riview Efektivitas teori psikologi gestalt pada pembelajaran usia remaja Kamila. Lestari. Raniadi & Yusuf. Literature Kemampuan Literasi Matematika Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Prespektif Teori Gestalt Syah. Widodo & Sudibyo, 2024 Hasil kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori Gestalt efektif dalam meningkatkan harga diri dan pemahaman diri remaja. Pendekatan ini membantu mereka mengatasi stres dan depresi, serta lebih mampu menetapkan tujuan hidup yang jelas. Teknik seperti dialog kursi kosong terbukti bermanfaat dalam proses ini. Metode yang digunakan adalah studi literatur, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis mengevaluasi penerapan teori Gestalt pembelajaran remaja. Hasil penelitian menunjukkan matematika siswa sekolah dasar masih rendah, dengan 67% siswa kesulitan mengidentifikasi masalah Penelitian perlunya pendekatan pengajaran yang lebih efektif dan kontekstual matematika siswa. Sumber: Diolah Peneliti, 2025 Implikasi Teori Gestalt Wofgang Kohler Dalam Pembelajaran Menurut Kohler pemahaman mendalam atau yang disebut insight, sangat penting dalam proses belajar. Insight adalah kemampuan seseorang untuk memahami secara hubungan antara berbagai bagian dalam suatu masalah. Oleh karena itu, guru perlu membantu siswa mengembangkan pemahaman yang kuat tentang apa yang mereka pelajari, bukan hanya menghafal informasi. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk menggunakan kecerdasan mereka dalam memecahkan masalah pembelajaran. Dapat dilakukan dengan menyediakan bahan dan aktivitas yang tepat untuk merangsang pemikiran siswa agar memahami isi Untuk membantu siswa memperoleh pemahaman yang mendalam, guru perlu merancang pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran bermakna adalah proses di mana siswa benarbenar memahami apa yang dipelajari, bukan hanya sekadar mengingat apa yang dipelajari. Guru dapat mencapai hal ini dengan cara memilih strategi pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan relevan, serta menyampaikan materi pelajaran secara bertahap dengan urutan yang logis. Pembelajaran bermakna akan terwujud ketika siswa mempelajari sesuatu sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan sebagai bagian-bagian terpisah. JIPSH: Jurnal Ilmu Pendidikan. Sosial dan Humaniora. Vol. 1 No. Juli 2025 | 141 Setiap perilaku manusia memiliki tujuan. Pembelajaran tidak hanya terjadi karena hubungan stimulus-respons sederhana, tetapi juga karena adanya tujuan yang ingin dicapai. Proses belajar akan lebih efektif jika siswa mengetahui dengan jelas apa tujuan pembelajaran yang ingin mereka capai. Oleh karena itu, guru bertanggung jawab untuk menjelaskan tujuan pembelajaran di awal kegiatan dan membantu siswa memahami manfaat dari materi yang Guru juga perlu membimbing siswa melalui teknik bertanya untuk memastikan mereka memproses informasi dengan baik. Setiap orang memiliki hubungan dengan lingkungan tempat mereka berada. Konsep ini disebut Aulife spaceAy di mana individu bereaksi terhadap orang-orang di sekitar mereka dan objek material yang dihadapi. Guru sebaiknya mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan contoh penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari, mengajak siswa melakukan pengamatan atau percobaan untuk melihat hubungan antara unsur-unsur dalam lingkungan mereka, serta mendesain kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Menurut pandangan Teori Gestalt, pembelajaran dianggap berhasil jika siswa mampu menangkap prinsip-prinsip dasar dari suatu masalah dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam situasi yang berbeda. Guru dapat membantu siswa menguasai prinsip-prinsip pokok dengan membimbing mereka untuk melihat hubungan antar konsep dan mendorong mereka membuat kesimpulan sendiri. Selain itu, guru juga perlu melatih siswa menerapkan prinsip yang dipelajari dalam berbagai konteks. Pendidikan merupakan proses sosial yang mengubah perilaku organisme hidup. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa, antara sesama siswa, serta antara siswa dan masyarakat. Aktivitas pembelajaran sebaiknya mendorong siswa untuk saling belajar, bekerja sama, dan berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Dengan cara ini, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan menyenangkan. KESIMPULAN Teori Gestalt oleh Wolfgang Kohler menekankan pentingnya insight atau pemahaman mendalam dalam proses belajar, di mana siswa seharusnya memahami hubungan antar bagian dalam materi, bukan hanya menghafal. Guru perlu merancang pembelajaran yang bermakna dengan menjelaskan tujuan pembelajaran, mengaitkan materi dengan situasi nyata, dan menggunakan strategi pengajaran yang bervariasi. Selain itu, interaksi sosial antara guru dan siswa serta antar siswa harus didorong untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan Dengan demikian, siswa dapat menangkap prinsip dasar dan menerapkannya dalam konteks yang berbeda. REFERENSI