KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 70-76 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Analisis Kadar Kadmium (C. dalam Bawang Merah Lokal Palu (Allium cepa L. pada Berbagai Lokasi dan Umur Tanam [Analysis of Cadmium (C. in Palu Local Shallots (Allium cepa L. at Various Locations and Planting Age. Eka Lindawati. KhairuddinA. Nurhaeni. Ruslan. Ahmad Ridhay . Husain Sosidi. Erwin Abdul Rahim. Syamsuddin Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta Km. Tondo-Palu. Sulawesi Tengah Abstract. The local Palu shallot (Allium cepa L. plant is one of the leading products in the Central Sulawesi region. Shallots can experience a decrease in quality if they are contaminated with heavy metals, such as cadmium (C. in amounts that exceed the threshold. This study aims to determine the effect of planting age on cadmium levels in local Palu shallots cultivated in Oloboju Village and Solove Village. Biromaru District. Sigi Regency. The research variables used were the planting age which consisted of 4 levels . ge 40, 50, 60, and 70 day. , and the planting location which consisted of 2 levels (Solove Village and Oloboju Villag. Cd levels were analyzed using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Cadmium levels in shallot roots at two planting locations decreased with increasing planting age, from 101. 34 - 107. 18 mg/kg at 40 days of age to 1. 78 mg/kg at 70 days of age. Shallot bulbs at two locations had lower cadmium levels than roots, namely 0. 04 mg/kg. The results of the study found that planting time had a significant effect on cadmium levels in the roots of shallots, but planting age and planting location had no significant effect on cadmium levels in local Palu shallot bulbs with levels that met the SNI (Indonesian National Standar. quality requirements. Keywords: Cadmium, soil, planting Age, root, shallots. Palu Abstrak. Tanaman bawang merah lokal Palu (Allium cepa L. Aggregatu. menjadi salah satu produk unggulan di daerah Sulawesi Tengah. Bawang merah dapat mengalami penurunan kualitas apabila terkontaminasi logam berat, seperti cadmium (C. dalam jumlah yang melebihi ambang batas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh umur tanam terhadap kadar kadmium dalam bawang merah lokal Palu yang dibudidayakan di Desa Oloboju dan Desa Solove Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Variabel penelitian yang digunakan, yaitu umur tanam yang terdiri dari 4 taraf . mur 40, 50, 60, dan 70 har. dan lokasi tanam yang terdiri dari 2 taraf (Desa Solove dan Desa Oloboj. Kadar Cd dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Kadar kadmium dalam akar bawang merah di dua lokasi tanam mengalami penurunan dengan semakin lamanya umur tanam, yaitu dari 101,34 - 107,18 mg/kg pada umur 40 hari menjadi 1,68-3,78 mg/kg pada umur 70 hari. Umbi bawang merah pada dua lokasi memiliki kadar kadmium lebih rendah daripada akar, yaitu 0,01-0,04 mg/kg. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa waktu tanam berpengaruh nyata terhadap kadar kadmium pada bagian akar dari bawang merah, namun umur tanam dan lokasi tanam berpengaruh tidak signifikan pada kadar kadmium dalam umbi bawang merah lokal Palu dengan kadar yang memenuhi syarat mutu SNI. Kata Kunci: Kadmium, tanah, umur tanam, bawang merah. Palu Diterima: 10 Februari 2023. Disetujui: 27 Maret 2023 Sitasi: Lindawati. Khairuddin. Nurhaeni. Ruslan. Ridhay. Sosidi. Rahim. Syamsuddin. Analisis Kadar Kadmium (C. dalam Bawang Merah Lokal Palu (Allium cepa L. pada Berbagai Lokasi dan Umur Tanam. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. : 70-76. A Corresponding author E-mail: heru_jns@yahoo. https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2023 Lindawati et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 70-76 Lindawati et al. LATAR BELAKANG Bawang logam kadmium di dalam tanah kurang dari 1 Badan dunia FAO/WHO menerangkan rempah yang banyak dimanfaatkan sebagai bahwa kadar Cd yang terkonsumsi manusia bumbu masakan yang tumbuh subur di daerah setiap minggunya hanya ditoleransi pada nilai Asia khususnya Indonesia (Rahayu dkk. 400-500 g per orang atau 7 g per kg berat Bawang merah di daerah Sulawesi badan (Kusumaningrum dkk, 2. Tengah atau Kota Palu diolah menjadi bawang Bawang goreng yang merupakan komoditi khas karena tanaman yang mudah dicemari oleh logam memiliki aroma yang sangat khas, rasa gurih, kadmium (Wamaulana dkk. , 2. tekstur padat, dan umur simpan yang lama penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum (Wahyana dkk, 2. Merujuk keunggulan tersebut, sehingga bawang merah banyak kadmium dalam umbi, daun dan akar bawang dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Sigi merah Tegal yang berumur 20 hari yaitu 3,48. atau di Lembah Palu (Wahyana dkk, 2. 4,14 7,92 mg/kg. Hasil Kadar Jenis bawang merah lokal Palu berbeda mengalami penurunan pada umur 50 hari, yaitu dengan bawang merah lain yang tersebar di 1,83 mg/kg masing-masing dalam umbi dan Indonesia. Tanaman bawang merah di Desa daun serta 3,53 mg/kg dalam bagian akar. Oloboju Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Rosnani dan Rasman . juga menganalisis Sulawesi Tengah memiliki bentuk fisik yang kadar Cd dalam beberapa bagian kontur besar dan berbentuk lonjong serta berwarna kemerah-merahan, sedangkan di Desa Solove Kabupaten Enrekang dan ditemukan bahwa Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Sulawsi kadar logam Cd pada tanaman bawang merah Tengah memiliki bentuk yang lebih kecil dan antara 0,1667 mg/kg hingga 0,2386 mg/kg. berbentuk bulat serta berwarna putih. Masa Batas maksimum logam kadmium dalam bahan panen bawang merah biasanya sekitar umur 60 bangan khususnya sayuran sesuai dengan SNI 7387: 2009 adalah 0,2 mg/kg (BSN, 2. membutuhkan waktu sekitar 70 hari (Iriani. Usaha Kandungan Kelurahan Mataran bawang merah lokal Palu, khususnya di Desa Sulawesi Oloboju dan Solove belum pernah dianalisis Tengah tentunya harus ditunjang oleh kualitas Studi waktu tanam menjadi hal dari tanaman bawang merah. Kualitas bawang yang baru dan dapat memberikan informasi merah dapat terganggu oleh kandungan residu berharga bagi para petani dan produsen pestisida dan logam berat selama proses bawang goreng di Kabupaten Sigi dan Kota Kandungan residu tersebut akan Palu. Residu berasal dari penggunaan pestisida dan pupuk. Selain itu, logam berat non-essensial seperti kadmium (C. secara alami terdapat di dalam tanah (Handayani dkk. , 2. Kadar normal METODE PENELITIAN Bahan dan Peralatan Bahan yang digunakan meliputi bawang Aggregatu. Palu (Allium yang diambil sebagian dari populasi secara respesentatif yang dilakukan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 70-76 Lindawati et al. secara random sampling . cak sederhan. dari Penyiangan seluruh populasi di Desa Oloboju dan Desa Penyiangan Solove Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. HCl (Merc. HNO3 (Merc. HCl (Merc. Aquabides dan Kertas saring Whatman no. (Merc. dengan cara mencabut atau memakai tajak. Peralatan Spektrofotometer Atom Penyiangan Penyiangan pertama pada umur 7 Ae 10 hari (Thermo setelah tanam dan kedua pada umur 25 Ae 30 Serapan Scientifi. , tanur (Vulca. , cawan porselin, hot plate (Thermolyn. , neraca analitik (Precis. , oven (Memer. dan desikator (Iwak. hari atau sebelum pemupukan ke 2. Pemanenan Analisis tanaman bawang merah yang Prosedur Penelitian diambil di Kabupaten Sigi. Bagian yang Persiapan lahan dianalisis adalah akar dan umbi bawang merah Lahan diolah sempurna . ibajak 2 kali, pada umur panen 40, 50, 60 dan 70 dan digaruk 1 kali dan dirataka. , kemudian dibuat bedeng dengan lebar 1,2 Ae 1,5 m dengan tinggi menggunakan alat Spektrofotometer Serapan 20 Ae 30 cm. Diantara bedeng dibuat parit Atom. dengan lebar 30 Ae 40 cm untuk pembuangan dan pemasukan air meliputi analisis sifat fisik Preparasi sample akar dan bawang secara dekstruksi kering dan kimia tanah, sifat fisik yang dan sifat Menimbang 5 gram bawang merah dan kimianya berupa pH. C-Organik. N-total. 0,4 gram akar bawang merah, ditempatkan Penanaman dalam cawan porselen kemudian dimasukan ke Jarak tanam yang dipakai adalah 20 x 15 dalam tanur untuk diabukan pada suhu 450oC cm atau 20 x 20 cm. Bibit bawang yang telah selama 18 jam. Keluarkan sample dari tanur disimpan selama 1 -2 bulan setelah panen bila masih berwarna abu-abu dilarutkan dengan kemudian dipotong bagian ujung A bagian. HNO3 Sebelum ditanam, bibit dapat dicelupkan dimasukkan sampel ke dalam tanur dan terlebih dulu kedalam fungisida atau ditaburi dinaikkan suhunya menjadi 450oC selama 3 Untuk mempercepat tumbuh bibit jam sampai sampel berwarna putih. Setelah itu, dapat juga dicelupkan ke dalam air yang telah ditambahkan dengan 5 mL HCl 6 N dipanaskan dicampuri zat perangsang tumbuh. Bibit yang di atas hot plate dan dilarutkan lagi dengan sudah di tanaman, ditutup dengan tanah tipis. HNO3 0,1 N, kemudain disaring dengan kertas pekat sebanyak 1 ml, kemudian saring Whatman dan diencerkan dengan Pemupukan Bawang merah jenis lokal palu, takaran pupuk yang dianjurkan adalah pupuk kandang 5 ton/ha. Urea 100 kg/ha. SP-36 150 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. aquabides hingga 50 ml (Asmorowati dkk. Larutan ini digunakan untuk analisis kuantitatif dengan SSA untuk mengetahui gelombang maksimun 228,8 nm. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 70-76 Lindawati et al. Preparasi Sampel tanah secara dekstruksi yaitu di Desa Oloboju pada bagian akar 10 gram sampel tanah ditimbang ke dalam 1A) dan pada umbi berkisar antara 0,01 - 0,02 gelas piala, kemudian ditambahkan dengan mg/kg (Gambar 1B), kemudian pada bagian aquaregia (HCl:HNO. dengan perbandingan akar di Desa Solove berkisar antara 72,62 - 3:1 lalu diuapkan di atas hot plate sample filtrat 141,73 mg/kg (Gambar 2A) dan pada umbi berkurang setengah (Rusnawati dkk. , 2. berkisar antara 0,01 - 0,03 mg/kg (Gambar 2B). Filtrat disaring dengan menggunakan kertas Kadar bawang merah yang umur panennya 70 hari aquabidest dalam labu ukur 100 mL. Larutan ini pada akar bawang merah di desa Oloboju digunakan untuk analisis kuantitatif dengan berkisar antara 1,37 - 1,99 mg/kg dan pada SSA untuk mengetahui kadarnya. bagian umbi yaitu berkisar antara 0,01 - 0,02 berkisar antara 100,83 - 101,85 mg/kg (Gambar mg/kg, kemudan pada akar di desa Solove HASIL DAN PEMBAHASAN berkisar antara 2,86 - 4,69 mg/kg dan pada Pengaruh umur tanam bawang merah umbi berkisar antara 0,02 - 0,03 mg/kg. lokal palu pada dua lokasi tanam yaitu Desa Kontaminasi logam berat Cd pada bawang Oloboju dan Desa Solove dan variasi umur merah dari dua daerah tersebut menunjukkan yang semakin menurun pada saat banyaknya logam kadmium (C. yang terserap mendekati masa panen. Kadar kadmium setelah 70 hari pada penelitian ini lebih rendah daripada penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum Pada Gambar 1A kandungan kadmium . yang mendapatkan kadar kadmium pada akar menunjukkan pada umur 40 hari pada umbi, daun, dan akar bawang merah Tegal kadar Kadmium cukup tinggi, akan tetapi pada umur panen 50 hari sekitar 1,83 Ae 3,53 mendekati usia panen berturut-turut kadar mg/kg (Tabel . kadmium mengalami penurunan. Begitu pun Kadar Cd pada akar bawang lebih tinggi pada umbi kadar kadmium pada umur 50 hari dibandingkan dengan umbi, karena pada akar cukup tinggi (Gambar 1B) kemudian berturut- terbentuk senyawa fitokelatin. Hal sama juga turut mengalami penurunan, ini disebabkan didapatkan oleh Kusumaningrum dkk. Tegal jaringan akar pada umur 40 hari dari pada ke mengandung Cd hingga 3,53 mg/kg pada umue Faktor lain yang mempengaruhi adalah, panen 50 hari. Purbalisa dkk. juga mendapatkan bahwa kadar Cd pada akar mengandung logam Cd pada awal tanam lebih tanaman padi yang cukup tinggi hingga 4,59 tinggi daripada saat usia bawang merah mg/kg. Logam berat umumnya mulai terserap mendekati panen (Kusumaningrum dkk. , 2. pada akar tanaman dan akan mengikuti aliran Hasil analisis logam berat Cd pada transpirasi menuju kebagian lain dari tanaman, bawang merah dengan umur tanam 40 hari seperti batang dan daun (Khairuddin dkk. pada bagian akar dan umbi bawang merah Taiz dan Ziger . menerangkan memperlihatkan kosentrasi yang cukup tinggi bahwa tumbuhan mempertahankan diri saat KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 70-76 Lindawati et al. sel-selnya berada pada cekaman logam berat berbeda untuk setiap jenis logam (Irwan dkk. Logam Cd mekanismenya adalah polipeptida yang berikatan dengan logam. penyerapannya pasif . assive uptak. , artinya Ekspresi genetika untuk menghasilkan enzim masuknya logam Cd ke dalam akar melalui fitokelatin sintase dan terakumulasi di dalam difusi biasa atau penyerapan non-metabolik vakuola sel-sel tumbuhan (Suharjo dkk. , 2. (Nur, 2. Berbeda dengan logam lainnya Pembentukan senyawa kompleks Cd dengan enzim fitokelatin sintase ditunjukkan pada berlangsung secara aktif . ctive uptak. atau Gambar 3. penyerapan metabolik (Hardiani, 2. Fitokelatin Mekanisme penyerapan logam oleh akar Tabel 1. Perbandingan hasil yang diperoleh dengan penelitian lainnya No. Kadar Cd dalam bawang lokal Palu . g/k. setelah waktu tanam 70 hari Bagian Tanaman Desa Oloboju Desa Solove Kadar Cd dalam bawang merah Tegal . g/k. setelah waktu tanam 50 hari (Kusumaningrum dkk. , 2. Akar 1,68 3,78 3,5323 Umbi 0,02 0,03 1,8331 Konsentrasi . g/k. Konsentrasi . g/k. Umur Tanam (Har. Umur Tanam (Har. Konsentrasi . g/k. Konsentrasi . g/k. (A) (B) Gambar 1. Hubungan umur tanam dengan konsentrasi logam Cd dalam akar (A) dan umbi (B) bawang merah lokal Palu di Desa Oloboju. Umur Tanam (Har. Umur Tanam (Har. (A) (B) Gambar 2. Hubungan umur tanam dengan konsentrasi logam Cd dalam akar (A) dan umbi (B) bawang merah lokal Palu di Desa Solove. Lindawati et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 70-76 Gambar 3. Kompleksasi ion Cd2 oleh fitokelatin (Kobayashi & Yoshimura, 2006. Paramitasari, 2. KESIMPULAN Konsentrasi ion logam Cd2 pada bawang merah lokal Palu pada daerah tanam Desa Oloboju diperoleh pada bagian akar 1,68 Ae 101,34 mg/kg dan pada umbi sebesar 0,01 Ae 0,04 mg/kg, sedangkan pada daerah tanam di Desa Solove diperoleh konsentrasi pada bagian akar 3,78 Ae 107,18 mg/kg dan pada umbi 0,01 Ae 0,03 mg/kg. Hasil analisis statistik menunjukkan kadar ion Cd2 berdasarkan pengaruh umur tanam berbeda tidak nyata pada desa-desa lokasi tanam dan kosentrasi ion logam Cd2 pada umbi bawang merah masih di bawah baku mutu batas maksimum cemaran dalam bahan pangan berdasarkan SNI 7387: 2009. DAFTAR PUSTAKA