Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT LOLOWAU KABUPATEN NIAS SELATAN Ester Marnilandari Claudia Halawa Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya claudyaestera@gmail. Abstrak Latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu hasil kerja pegawai sangat rendah, hal terjadi karena komunikasi antara sesama pegawai tidak terjalin dengan baik, kurangnya berkomunikasi yang baik dan menyelesaikan pekerjaan, kurangnya tingkat pemahaman pesan yang disampaikan oleh sesama pegawai, kurangnya kualitas hasil kerja pegawai dan pegawai tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Lolowau Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif bersifat kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Lolowau Kabupaten Nias Selatan. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu: Y = 18,624 0,772X dan nilai thitung . > ttabel . dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,675 artinya komunikasi mampu menjelaskan variabel minat kinerja pegawai sebesar 67,5%. Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Lolowau Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Komunikasi. kinerja pegawai Abstract The background to the problem in this research is that employee work results are very low, this occurs because communication between fellow employees is not well established, lack of good communication and completing work, lack of level of understanding of messages conveyed by fellow employees, lack of quality of employee and employee work output. not being on time to complete his This study aims to determine the effect of communication on employee performance at the Lolowau District Office. South Nias Regency. This type of research is a causal quantitative The sample in this study amounted to 36 people. The analytical method used in this research is simple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is an influence of communication on employee performance at the Lolowau District Office. South Nias Regency. In this study, a simple linear regression equation was obtained, namely: Y = 18. 772X and a significant value of 0. 000 <0. Then the value of the coefficient of determination (R. 675, meaning that communication is able to explain the variable interest in employee performance of 67. Based on the results of this study and the discussion described, it can be https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X concluded that communication has a positive and significant effect on employee performance at the Lolowau Sub-district Office. South Nias Regency Keywords: Communication. Employee Performance Pendahuluan Organisasi merupakan sekelompok orang yang dikoordisasi yang memiliki suatu tujuan yang harus dicapai. Pada umumnya organisasi membutuhkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang Untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati, harus dimanfaatkan sumber daya manusia yang mempunyai semangat kerja yang tinggi serta kemampuan, keterampilan, dan Korespondensi metode perencanaan antar sub-kerangka yang berbeda di dalam asosiasi. Dalam mencapai tujuan hierarki memerlukan korespondensi yang berhasil. Karena pegawai mengandalkan komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada rekan kerja atau informasi yang diperlukan untuk komunikasi antara atasan dan bawahan serta antar rekan kerja sangatlah penting. Karena dipengaruhi oleh komunikasi, maka Dalam sebuah organisasi, komunikasi membantu pegawai memahami apa yang dikatakan atasan dan rekan kerja mereka. Cara berperilaku setiap pekerja dalam korespondensi yang baik untuk menjaga hubungan baik. Korespondensi dapat meningkatkan tingkat keramahan kerja dalam organisasi, jika korespondensi itu menarik dan korespondensi yang baik dapat mendorong pemahaman umum di tempat kerja, maka korespondensi tidak https://jurnal. id/index. php/JIM boleh diabaikan. Kemudian, kemampuan komunikasi yang baik antar perwakilan pelaksanaan suatu perkumpulan semakin Tujuan komunikasi dalam karyawan, dan rekan kerja adalah untuk memudahkan pekerja dalam melakukan Untuk membatasi kesalahan asumsi dalam menyelesaikan pekerjaan, diperlukan korespondensi yang baik dalam setiap koneksi dalam suatu asosiasi sehingga dapat menghantarkan atau menyatukan dan menyinkronkan semua perspektif untuk kepentingan semua orang dalam suatu asosiasi. Asosiasi dalam suatu asosiasi mencakup penyampaian data, pedoman tugas, dan korespondensi antara setidaknya dua individu. Kinerja pegawai terselesaikan melalui interaksi dalam Kinerja pegawai adalah hasil yang dicapai seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan kewajiban yang telah diberikan kepadanya. Eksekusi dalam suatu asosiasi harus dipandang seperti dalam sebuah asosiasi, karena eksekusi dapat mempengaruhi pencapaian tujuan suatu asosiasi. Tingkat kinerja karyawan yang tinggi sebagian besar bertanggung jawab atas keberhasilan organisasi karena mereka cenderung menghasilkan output berkualitas tinggi dari pekerjaan mereka. Kinerja pegawai adalah seseorang di dalam suatu organisasi sesuai dengan bekerja sesuai tingkat kemampuannya dalam menyelesaikan Kinerja pegawai akan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 meningkat bila ada dukungan dari suatu organisasi Salah satunya yaitu menciptakan suatu lingkungan kerja motivasi dan kepemimpinan yang baik dari atasan titik adanya kepemimpinan dan dorongan yang telah diberikan atasan Kinerja pegawai seseorang sangat diharapkan oleh suatu organisasi pada umumnya karena prestasi kerja ini dapat menunjang suatu keberhasilan atau kesuksesan suatu organisasi dengan baik karena organisasi yang memiliki hasil kerja yang lebih efektif tentunya hasil kerja pegawai diperoleh dengan baik. Kinerja akan meningkat bila ada dukungan dari suatu organisasi Salah satunya yaitu menciptakan suatu lingkungan kerja motivasi dan kepemimpinan yang baik dari Eksekusi representatif yang hebat adalah sosok yang mencapai suatu tujuan atau efisiensi kerja pekerja yang tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan asosiasi untuk lebih mengembangkan eksekusi representatif adalah dengan fokus pada tempat kerja. Eksekusi representatif yang berkembang lebih lanjut dapat membawa kemajuan bagi asosiasi. Eksekusi yang benar-benar dipertimbangkan mengingat fakta bahwa presentasi adalah kunci pencapaian Setiap hasil yang dicapai oleh pekerja adalah tugas yang benar-benar diselesaikan sesuai teknik yang diatur. Salah satu variabel yang dapat lebih mengembangkan kinerja pekerja adalah korespondensi yang baik akan memperluas kinerja perwakilan dan mempengaruhi kemajuan organisasi. Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti pada Kantor Camat Lolowau telah bahwa hasil kerja pegawai sangat rendah. Dalam berkomunikasi antara sesama pegawai tidak terjalin https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X dengan baik sehingga tidak mudahnya disampaikan dan sangat sulit memperoleh informasi yang disampaikan oleh pegawai Kurangnya berkomunikasi yang baik dan menyelesaikan pekerjaan, sehingga tidak memudahkan mengetahui apa yang disampaikan komunikator. Kurangnya disampaikan oleh sesama pegawai, dimana pegawai tidak memahami apa yang disampaikan kepadanya sehingga tidak Terjadinya perubahan sikap yang tidak baik, dimana pegawai tidak memahami pesan yang disampaikan kepadanya sehingga terjadi perubahan sikap yang tidak baik. Kurangnya pegawai, dimana pegawai tidak melakukan pekerjaannya dengan baik sehingga kualitas kerjanya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Kurangnya kuantitas hasil pegawai, dimana pegawai tidak menyelesaikan pekerjaan berdasarkan pekerjan yang telah ditetapkan oleh Pegawai tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaanya, hal ini dibuktikan bahwa pegawai tidak bekerja dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Pegawai tidak bekerjasama dalam menyelesaikan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Tujuan Penelitian Dalam permasalahan tersebut, sasaran yang ingin dicapai melalui penelitian ini AuMengetahui Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor CamatLolowau Kabupaten Nias SelatanAy. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Konsep Komunikasi (X) Komunikasi adalah metode yang melibatkan penyampaian pemikiran dan data kepada orang lain atau hubungan antar individu yang saling mempengaruhi. Menurut Samsinar dan Rusnali . Aukomunikasi adalah proses interaksi yang terjadi antara komunikator dan komunikan dalam penyampaian informasi atau pesan dengan menggunakan saluran tertentu tujuanAy. Menurut Haryanto . Aukomunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang keorang lainAy. Selanjutnya. Menurut Supranto . Aukomunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusiaAy. Konsep Kinerja Pegawai (Y) Kinerja seseorang merupakan hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Tsauri . Aukinerja pegawai adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara legal, bermoral dan beretikaAy. Menurut Kamaroellah . Aukinerja pegawai adalah bagaimana seseorang yang diharapkan dapat berfungsi dan berperilaku sesuai dengan tugas yang telah dibebankan kepadanyaAy. Selanjutnya, menurut Huseno . Aukinerja adalah hasil usaha seseorang yang dicapai dengan kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentuAy. Kemudian menurut Adamy . Aukinerja pegawai adalah seberapa banyak pegawai memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain termasuk kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran tempat kerja dan sikap komperatifAy. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Faktor-Faktor Mempengaruhi Komunikasi (X) Menurut Supranto . 9:10-. ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yaitu: The Act . Peragaan pemanfaatan gambaran-gambaran yang diketahui secara pasti dan hubunganhubungan yang dibuat oleh orang-orang. The Scene . , seperti salah satu unsur dalam korespondensi ini menonjolkan hubungan dengan iklim The Agent . Komunikator adalah orang yang terlibat dalam komunikasi dengan orang lain. The Agency . Alatalat yang digunakan dalam surat pengakuan dari perantara. The purpose . Tujuan yang pada dasarnya bernilai untuk mencapai tujuan diharapkan dapat menggerakkan individu yang berpikiran Selanjutnya, menurut Karyaningsih . faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yaitu: Akibat atau dampak hasil. Kegiatan ini terjadi pada penerima atau komunikan setelah menerima pesan. Umpanbalik (Feedbac. disebut penerima atau komunikator terhadap pesan yang diterimanya. Gangguan (Nois. juga dikenal sebagai kebisingan, adalah faktor fisik . ungkin simboli. yang dapat menghambat aliran komunikasi yang efisien. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Faktor-Faktor Mempengaruhi Kinerja Pegawai (Y) Menurut Kamaroellah . 4:50-. faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yaitu: Efisiensi Dibandingkan dengan eksekusi yang dilakukan secara otoritatif, proporsi eksekusi yang beruntung atau tidak kecukupan dan produktivitas. Otoritas dan tanggung jawab Dalam perkumpulan yang layak, ditetapkan secara tepat, tanpa mencakup usaha-usaha. Disiplin, sebagai aturan umum, disiplin menunjukkan suatu kondisi atau mentalitas penghormatan yang ada pada diri para wakil terhadap prinsip-prinsip dan pedoman-pedoman yang bersifat Inisiatif. Inisiatif seseorang dikaitkan dengan kecerdasan dan kreativitas berupa rencana terhadap sesuatu yang berkaitan dengan tujuan Komunikasi Korespondensi yang berhasil dapat memperlancar pergerakan kerja. Selanjutnya, menurut Afandi . 8:8. faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah: Kemampuan Pegawai pekeraanya dengan akurat akan lebih dan memberikan hasil kerja yang lebih baik pada organisasi. Pengetahuan. Seseorang yang memiliki pengetahuan tentunya ia akan bekerja sesuai apa yang diharapkan oleh organisasi tersebut. Pengetahuan tentang pekerjaan sehingga dapat menghasilkan kerja yang optimal. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kepribadian. seseorang yang memiliki karakter yang baik tentunya hasil kerjanya juga akan lebih baik dan menghasilkan kerja yang optimal. Kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang lebih baik dan efektif bisa mempengaruhi kinerja para mmpengaruhi anggotanya dengan lebih Bugaya Organisasi. Kebiasaan yang diberlakukan pemimpian seperti kedisiplinan dalam bekerja dan saling Lingkungan kerja. harus bisa menata lingkunag kerja dengan sebaik ungkin supaya pegawai bisa bekerja dengan baik. Disiplin kerja. seseorang yang patuh akan peraturan dalam bekerja Indikator Komunikasi (X) Menurut Krisnandi . indikator komunikasi yaitu: Kemudahan memperoleh informasi, informasi mudah diperoleh selama proses komunikasi dan gagasan, gagasan, serta pemahaman dapat ditransfer dengan lancar dari satu orang ke orang lain, maka kinerja yang baik dapat dihasilkan. Intensitas Jika banyak terjadi diskusi yang baik, siklus korespondensi menjadi lebih lancar. Efektivitas Kelangsungan dilakukan secara lugas atau tersirat adalah terulangnya pertemuan secara dekat dan personal untuk memudahkan disampaikan oleh komunikator. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Tingkat Seseorang dapat memahami apa yang komunikator kepada penerima pesan. Perubahan Setelah dipahaminya pesan yang disampaikan penerima pesan, maka akan terjadi penyesuaian disposisi yang dilakukan terhadap apa yang disampaikan. Selanjutnya. Rohman . ada tiga aspek atau indikator yang harus diperhatikan dalam komunikasi Komunikasi dipandang sebagai sebuah siklus. Dalam keadaan khusus ini, korespondensi dipandang sebagai perkembangan data melalui serangkaian atau pengelompokan kemajuan yang Pengiriman informasi, makna. Kalaupun sekedar pengiriman data, bukan surat menyurat, karena surat menyurat itu proses dua arah, bukan satu arah. Mencakup bukan manusia. Dalam menyampaikan pesan atau data lainnya diperlukan strategi atau metode korespondensi yang Indikator Kinerja Pegawai (Y) Menurut Kamaroellah . 4:46-. ada beberapa aspek atau indikator kinerja pegawai yaitu: Kualitas menggambarkan banyaknya kesalahan, menyelesaikan tugas. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kuantitas yang dihasilkan, atau jumlah maksimum barang atau jasa yang dapat diproduksi. Waktu jumlah ketidakhadiran, keterlambatan, dan jangka waktu kerja yang telah dilayani oleh pekerja tunggal. Kerjasama. Jelaskan cara-cara di mana individu mendukung atau menghalangi upaya rekan kerja mereka. Selanjutnya. Huseno . indikator kinerja pegawai yaitu: Quality, adalah seberapa besar pelaksanaan latihan yang mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan Quantity, mengacu pada kuantitas yang diproduksi. Timeliness, merupakan jangka waktu suatu tindakan selesai pada waktu tertentu. Cost efectiveness, seberapa besar pemanfaatan aset yang berwenang untuk mencapai hasil yang maksimal atau mengurangi kerugian dari setiap unit penggunaan aset. Need menyelesaikan kemampuan kerja tanpa memerlukan pengawasan atasan untuk Interpersonal impact, kapasitas karyawan untuk menjunjung tinggi harga diri dan reputasi, serta kapasitas berkolaborasi dengan bawahan dan Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat kausal artinya meneliti hubungan sebab akibat antar dua variabel Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X atau lebih. Penelitian ini terdiri dari dua pemeriksaan, gambar wilayah geografis, dan konstruksi hierarki Jenis dan Sumber Data Data dimanfaatkan dalam penelitian. Jenis data yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif diperkirakan atau ditentukan dan bersifat angka atau bilangan sehingga cenderung ditangani secara tepat. Kemudian data eksplorasi adalah informasi hasil survei atau jajak pendapat dalam bentuk angka. Data primer adalah informasi yang menyelesaikan jajak pendapat mengenai faktor-faktor yang dikaji. Teknik Pengumpulan Data Teknik Angket (Kuesione. Angket adalah metode pengumpulan informasi yang menggunakan daftar menyelidiki responden. Fenomena sosial yang ditentukan secara khusus oleh peneliti dalam penelitian ini dan disebut sebagai variabel penelitian diberi skor dari sangat positif hingga sangat negatif, yaitu,menurut Sugiyono . sebagai mana terlihat dibawah ini : Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Tidak Setuju (TS) Ragu-Ragu (RR) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Teknik Dokumentasi Dokumentasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi dan data berupa buku, kronik, catatan tertulis dalam bentuk angka dan gambar sebagai laporan dan data yang dapat menunjang penelitian. Dalam penelitian ini metode dokumentasi yang digunakan adalah visi dan misi objek Uji Instrumen Uji Validitas. Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan isntrumen Uji Reliabilitas. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. https://jurnal. id/index. php/JIM Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. Uji yang disebut uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah sebaran data berdistribusi normal atau tidak. Kualitas yang tersisa seharusnya tersebar secara teratur dengan asumsi nilai yang tersisa umumnya dinormalisasi atau tidak, hal nonparametrik Kolmogorov-Sminorv (K-S). Jika hasil K-S menunjukkan nilai besar di 0,05. Sementara itu, jika has Uji Heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mempunyai residu dan varians untuk seluruh observasi. Untuk melihat apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak, memperhatikan plot divergensi dimana titik pusat menggambarkan nilai yang diantisipasi, sedangkan poros ke atas Jika memberikan contoh spesifik, maka hal ini menunjukkan adanya masalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Uji Hipotesis Uji (Parsial (Uji . Uji heteroskedastisitas digunakan untuk melihat apakah model regresi mempunyai residu dan varians untuk seluruh observasi. Untuk melihat apakah terjadi heteroskedastisitas atau dapat diselesaikan memperhatikan plot divergensi dimana titik pusat menggambarkan nilai yang diantisipasi, sedangkan poros ke atas Jika memberikan contoh spesifik, maka hal ini menunjukkan adanya masalah Menurut Suliyanto . Keterangan: = nilai thitung = koefisien regresi = kesalahan baku koefisien Koefisien Determinasi. Koefisien determinasi (R ) digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Formula untuk mengetahui besarnya koefisien determinasi yaitu sebagai berikut Suliyanto . R2 = 1 Ae Metode Analisis Data Metode analisis yang akan dipakai untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear sederhana. Regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan kausal satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Model yang digunakan sederhana yaitu sebagai berikut Suliyanto . Y = a bX e https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Keterangan: Y = nilai yang diramalkan a = konstanta/intercept b = koefisien regresi/slope X = variabel bebas Hasil Penelitian dan Pembahasan Uji Instrumen Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Komunikasi (X) Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas pada item total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi rhitung pada butir pernyataan nomor 1 sampai10 bernilai Maka di dapatkan rtabel pada responden 36 dengan taraf signifikan a = 0,05 adalah rtabel = 0,329. Sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan nomor 1 sampai 10 dinyatakan valid karena rhitung > rtabel artinya semua pernyataan mengenai komunikasi (X) yang terdapat dalam daftar pernyataan di anggap valid karena koefisien korelasi bernilai positif. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,895 > 0,60 . ilai standar reliabilita. Menurut Sunyoto . Ausuatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60Ay. Karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat butir-butir penelitian tersebut reliabel. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas pada item total statistic, , koefisien koneksi rhitung yang diperoleh untuk penjelasan benda nomor 1 sampai dengan 12 bertanda positif. Jadi rtabel untuk 36 responden dengan tingkat besar a = 0,05 adalah rtabel = 0,329. Sehingga cenderung diasumsikan bahwa hal artikulasi nomor 1 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X sampai dengan 12 dinyatakan sah dengan alasan rhitung > rtabel mengandung arti bahwa semua pernyataan sehubungan dengan kinerja pegawai (Y) yang terdapat substansial dengan alasan bahwa koefisien hubungan positif. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Karena nilai Kolmogorov Sminorv sebesar 0,531 dan signifikansi Kolmogorov Sminorv sebesar 0,940 > 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel yang diambil dari populasi berdistribusi normal Gambar 1 Normal Probability Plot Sumber: hasil olahan peneliti 2023, dengan SPSS 21. 0 For Windows Uji Heteroskedastisitas. Dalam uji masalah heteroskedastisitas menunjukkan ada suatu pola tertentu atau teratur dan karena hanya data yang menyebar maka persamaan tersebut telah memenuhi asumsi klasik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas https://jurnal. id/index. php/JIM Sumber: hasil olahan peneliti 2023, dengan SPSS 21. 0 For Windows Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Nilai thitung variabel komunikasi (X) sebesar 8,402 sedangkan nilai ttabel berada pada a = 0,05 dengan derajat kebebasan n-k . = 35 sebesar 1,697 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Karena nilai thitung . > ttabel . maka pilihannya adalah H0 ditolak dan Ha diakui, maka cenderung beralasan bahwa komunikasi Koefisien Determinasi (R. Dari diperoleh koefisien jaminan sebesar 0,675 . ,5%) sehingga cenderung menunjukkan bahwa 67,5% kinerja pegawai dipengaruhi oleh komunikasi dan dapat dimaklumi bahwa sisanya 32,5 % dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar mod Metode Analisis Data Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai bahwa variabel komunikasi (X) berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y). Nilai persamaan regresi pengaruh variabel komunikasi terhadap kinerja pegawai dapat dijelaskan dengan persamaan regresi di bawah ini: Y = 18,624 0,772X Keterangan: Y = kinerja pegawai a = 18,624 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 = 0,772 = komunikasi Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana di atas, dapat dijelaskan koefisien regresi variabel komunikasi memiliki tanda positif. Hal ini dengan adanya nilai variabel komunikasi (X) dapat meningkatkan variabel kinerja pegawai (Y). Interprestasi dari persamaan di atas, dapat diuraikan sebagai berikut: Konstanta . = 18,624 menunjukkan nilai tetap kinerja pegawai (Y) apabila nilai komunikasi (X) sama dengan nol. Koefisien regresi komunikasi (X) = 0,772 dengan adanya nilai komunikasi ketika naik satu satuan maka akan meningkatkan kinerja pegawai (Y) sebesar 0,772. Penutup Simpulan Berdasarkan pembahasan penelitian yang diuraikan, maka dapat ditarik berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Lolowau Kabupaten Nias Selatan. Saran Dalam menguraikan beberapa poin yang menjadi saran pada Kantor Camat Lolowau sebagai Agar hubungan antara rekan kerja harmonis, pegawai kiranya melakukan komunikasi yang baik dan efektif antara sesama pegawai dalam mengkoordinasi tentang tugas dan dalam menyampaikan pesan dengan rekan kerja, maka pegawai melakukan komunikasi dengan baik, dan saling merespon apa yang disampaikan pegawai yang lain. Untuk menghasilkan hasil kerja yang baik, pegawai sebaiknya melakukan pekerjaan dengan baik dan bekerja sesuai prosedur dan standar kerja yang telah ditetapkan oleh organisasi dan https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X pegawai diharapkan dapat bekerjasama dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan atasan yang tidak bisa diselesaikan oleh individu. Daftar Pustaka