Jurnal Teknologika 15. Issue 2 . 926-933 Jurnal Teknologika Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/teknologika/index ISSN: 2715-4645 E-ISSN: 1693-2978 Rancang Bangun Prototype Jemuran Pakaian Otomatis Berbasis Internet Of Things (Io. Dengan Raindrop Sensor Dan Sensor Light Dependent Resistor (LDR) Di Leon Laundry Design and Construction of an Automatic Clothesline Prototype Based on the Internet of Things (IoT) with a Raindrop Sensor and a Light Dependent Resistor (LDR) Sensor at Leon Laundry Andri Setiawan1. Dayan Singasatia1,*. Imam Sulistyo1. Bintang Yudistira2 Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukacana. Purwakarta 41153. Indonesia Teknik Informatika. Telkom University. Purwokerto Abstrak: Perubahan cuaca yang tidak menentu sering menyulitkan proses penjemuran pakaian, terutama saat hujan turun tibatiba. Hal ini menjadi kendala bagi masyarakat maupun usaha laundry. Penelitian ini bertujuan merancang jemuran otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor hujan dan sensor cahaya untuk mendeteksi kondisi cuaca secara real-time dan mengatur posisi jemuran secara otomatis. Penelitian menggunakan metode prototype dengan tahapan perancangan cepat, pembuatan alat, dan pengujian sistem. Perangkat dikendalikan oleh NodeMCU ESP8266 dan terhubung ke aplikasi Blynk untuk pemantauan jarak jauh. Motor stepper BYJ-48 menggerakkan jemuran berdasarkan input dari sensor hujan dan LDR. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja dengan baik dan responsif terhadap perubahan cuaca. Jemuran otomatis masuk saat hujan atau gelap, dan keluar saat cuaca terang. Sistem ini memberikan kemudahan, efisiensi, serta solusi praktis dalam aktivitas menjemur pakaian sehari-hari. Kata Kunci: Jemuran otomatis. IoT. Sensor hujan. LDR. Blynk Abstract: Unpredictable weather often complicates the process of drying clothes, especially when rain suddenly falls. This becomes a challenge for both households and laundry businesses. This research aims to design an automatic clothes drying system based on the Internet of Things (IoT), utilizing a rain sensor and a light sensor to detect weather conditions in real-time and automatically adjust the position of the drying rack. The research uses the prototype method, which includes rapid design, device construction, and system testing. The device is controlled by a NodeMCU ESP8266 and connected to the Blynk application for remote monitoring. A BYJ-48 stepper motor moves the drying rack based on input from the rain sensor and LDR (Light Dependent Resisto. Test results show that the system works well and responds quickly to weather changes. The drying rack automatically retracts during rain or low light conditions and extends when the weather is clear. This system offers convenience, efficiency, and a practical solution for everyday clothes drying activities. Keywords: Automatic drying rack. IoT. Rain Sensor. LDR. Blynk Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang berada di garis khatulistiwa dan memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Berdasarkan Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 yang dirilis oleh BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami awal musim hujan pada bulan Oktober hingga Desember 2023 dengan puncak musim hujan terjadi pada JanuariAeFebruari 2024. Sebanyak 68,24% Zona Musim . ZOM) diperkirakan mengalami awal musim hujan pada periode tersebut, dengan durasi musim hujan rataata 10 hingga 24 dasarian . Teknologi berkembang dengan begitu sangat pesat salah satunya teknologi digunakan sebagai alat untuk monitoring jemuran pakaian sebagai salah satu permasalahan yang terdapat pada industry Corresponding author : dayan@wastukancana. https://doi. org/10. 51132/teknologika. Received : 22-09-2025 Accepted : 08-10-2025 Available online : 30-11-2025 Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 926-933 Industri laundry merupakan salah satu sektor jasa yang berkembang pesat di era modern. Masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat kesibukan tinggi sering kali tidak memiliki waktu untuk mencuci dan merawat pakaian sendiri. Hal ini membuka peluang besar bagi usaha laundry untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal perawatan pakaian. Dalam hal ini penjemuran pakaian menjadi permasalahan yang disebabkan oleh perubahan cuaca secara tiba-tiba . Akibatnya penjemuran pakaian menjadi sia-sia karena kondisi cuaca hujan yang tidak dapat diprediksi, maka diperlukan sebuah rancang bangun alat jemuran otomatis memanfaatkan rain Sensor dan Internet of Things (IoT) . Sensor dalam IoT berperan sebagai pengumpul data dari lingkungan sekitarnya, contohnya: suhu, kelembapan, tekanan, cahaya, gerakan, dan lainnya . Data dari keadaan lingkungan tersebut digunakan untuk tujuan tertentu, seperti pemantauan, analisis, dan pengambilan keputusan. Sensor berperan merespons. Perubahan dalam interaksi dengan lingkungan. Sistem kendali yang terhubung dengan internet berfungsi sebagai pemantau dan pengendali secara langsung. Maka dari itu penulis berpikir bagaimana caranya membuat alat yang bisa membantu manusia dalam hal menjemur pakaian agar lebih praktis dalam pekerjaanya. Maka penulis mengambil judul AuRancang Bangun Prototype Jemuran Pakaian Otomatis Berbasis Iot Dengan Raindrop Sensor Dan Sensor Light Dependent Resistor (Ld. Ay. 1 Rancang Bangun Rancang bangun merupakan suatu proses yang mencakup kegiatan penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa secara sistematis untuk menyusun serta mengintegrasikan berbagai elemen yang awalnya terpisah menjadi satu kesatuan yang utuh, terpadu, dan berfungsi sesuai tujuan yang Proses ini melibatkan analisis kebutuhan, pemilihan komponen yang tepat, serta penentuan tata letak dan hubungan antarbagian agar sistem atau produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki bentuk fisik yang jelas, tetapi juga mampu beroperasi secara efektif, efisien, dan memenuhi standar fungsional maupun estetika yang telah ditetapkan. 2 Jemuran Pakaian Jemuran memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga jemuran dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan . 3 Internet Of Things (IOT) IoT merupakan konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat konektivitas internet yang terusmenerus, dengan kemampuan untuk berbagi data, mengontrol jarak jauh, dan banyak lagi, termasuk untuk benda-benda di dunia fisik . 4 Prototype Prototype merupakan suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap sehingga segera dapat dievaluasi oleh pemakai . 5 Motor Stepper Motor Stepper adalah suatu motor listrik yang berputar berdasarkan langkah . Motor Stepper memiliki masukan yang berasal dari pulsa listrik . NodeMCU adalah sebuah board elektronik yang berbasis chip ESP8266 dengan kemampuan menjalankan fungsi Mikrokontroler dan juga koneksi internet (Wif. Terdapat beberapa pin I/O sehingga dapat dikembangkan menjadi sebuah Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 926-933 aplikasi monitoring maupun controlling pada proyek IOT . 6 NodeMCU ESP 8266 NodeMCU adalah sebuah board elektronik yang berbasis chip ESP8266 dengan kemampuan menjalankan fungsi Mikrokontroler dan juga koneksi internet (Wif. Terdapat beberapa pin I/O sehingga dapat dikembangkan menjadi sebuah aplikasi monitoring maupun controlling pada proyek IOT 7 Software Arduino IDE Arduino IDE adalah Software yang digunakan untuk membuat sketch pemrograman atau dengan kata lain arduino IDE sebagai media untuk pemrograman pada board yang ingin di program . 8 Power Suply Power supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung ke komponen Electronik Data Proces (EDP) dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya receiver, transmitter, alarm dan lain-lain. Input power supply berupa arusAC 220 volt menjadi DC 9 volt kemudian melakukan pengubahan sinyal bolak balik menjadi sinyal listrik searah (DC) . 9 Baseplate NodeMCU ESP-8266 DC Jack 6V - 24VDC sebagai Input catu daya nya agar dapat berfungsi. Baseplate sendiri biasanya memiliki pin-pin yang sama seperti modul yang akan dipasangkan dengan nya, hanya saja memiliki jumlah lebih banyak dari masing masing pin module yang terpasang . Metodologi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Prototype. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe jemuran pakaian otomatis berbasis IoT dengan sensor hujan dan sensor cahaya. Adapun alur penelitiannya pada gambar berikut. Gambar 1. Alur Penelitian Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 926-933 1 Communication Tahap communication merupakan langkah awal dalam metode prototype yang berfokus pada proses analisis kebutuhan sistem. Pada tahap ini, penulis melakukan dua pendekatan utama, yaitu wawancara dan observasi. 2 Quick Plan & Design Pada tahap Quick Plan & Design, penulis menjelaskan kebutuhan dan desain untuk perancangan, ada beberapa komponen yang perlu disiapkan, seperti perangkat keras, perangkat lunak, perancangna 3 Construction Of Prototype Tahap ini dilakukan sebagai tahap perancangan atau perakitan serta pengujian untuk menjadikan alat terpasang dengan baik sesuai dengan perencanaan. 4 Deployment Tahap ini meliputi pemasangan prototipe di lokasi sebenarnya, serta evaluasi untuk perbaikan jika Hasil dan Pembahasan 1 Communication Penulis melakukan serangkaian kegiatan penelitian yang meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, teori, serta penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem otomatisasi. Studi literatur dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan, guna membangun landasan teori yang kuat. Observasi dilakukan secara langsung terhadap kondisi dan permasalahan yang muncul dalam penggunaan jemuran konvensional, sedangkan wawancara dilakukan dengan pengguna potensial dan ahli di bidang teknologi untuk memperoleh masukan empiris dan kebutuhan pengguna. Hasil dari ketiga metode tersebut digunakan sebagai dasar dalam proses perancangan dan pengembangan prototipe jemuran otomatis berbasis IoT yang fungsional, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan. 2 Quick Plan & Design Tahapan dalam metode pengembangan sistem . eperti metode prototyp. yang berfokus pada perencanaan dan perancangan cepat. Tujuannya adalah membuat gambaran awal yang sederhana dan rancangan sementara berdasarkan data yang dikumpulkan, untuk kemudian dilanjutkan ke tahap pemodelan dan implementasi yang lebih detaiPada tahapan ini meliputi Flowchart alur sistem. Skema rangkaian alat hardware. Koneksi komponen alat. Diagram Blok. Perancangan di Blynk. Flowchart Alur Sistem Penjelasan berupa proses merupakan gambaran dari Flowchart sistem yang akan dibuat. Tujuan dari pembuatan Flowchart ini adalah untuk memudahkan pembaca dan pembuat sistem itu sendiri untuk dapat memahami langkah-langkah dan kemungkinan dari beberapa keputusan yang akan dijalankan oleh suatu sistem. Flowchart sistem menggunakan simbol-simbol standar yang terhubung dengan panah untuk menunjukkan urutan langkah dari input, proses, hingga output. Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 926-933 Gambar 2. Flowchart jemuran berada Diluar Gambar 3. Flowchart jemuran berada di Rangkaian Hardware Jemuran Otomatis Berikut adalah komponen yang dibuatkan skema rangkaian yaitu sebagai berikut : Gambar 4. Rangkaian Hardware Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 926-933 Keterangan : NodeMCU ESP8266 Baseplate NodeMCU ESP8266 Sensor LDR . Sensor Raindrop Motor Stteper Driver ULN2003 Koneksi komponen dengan NodeMCU ESP8266 Tabel 1. Koneksi Komponen dengan NodeMCU ESP8266 Komponen NodeMCU 8266ESP Sensor Hujan LDR 2003ULN 48-Motor BYJ Pin/Kaki Terhubung ke VCC Sensor Hujan GND GND GND Sensor Hujan Resistor 10k (LDR) GND D6 (GPIO 2003GND (-) ULN 2003VCC ( ) ULN DO Sensor Hujan D1 (GPIO D2 (GPIO D3 (GPIO D4 (GPIO VCC GND VCC GND VCC VCC LDR DO LDR 2003IN1 ULN 2003IN2 ULN 2003IN3 ULN 2003IN4 ULN V3 NodeMCU3 GND NodeMCU D6 NodeMCU V3 NodeMCU3 D6 NodeMCU GND NodeMCU D2 NodeMCU D3 NodeMCU D4 NodeMCU D5 NodeMCU V Eksternal5 Power Suply GND NodeMCU 2003Output ULN GND 1-4 Kabel Keterangan Daya 3. 3V untuk sensor Ground bersama Ground untuk pembagi tegangan LDR Ground bersama Daya 5 v untuk 2003ULN Digital Output sensor hujan Daya Untuk LDR Digital Output LDR Kontrol Motor Stepper Deteksi hujan Pembagi tegangan Daya motor Ground bersama Warna biru, merah hijau, kuning 4 Diagram Blok Diagram blok di bawah ini menjelaskan tentang bagaimana cara kerja alat secara keseluruhan Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 926-933 Gambar 5. Diagram Balok Keterangan : Sensor LDR (Light Dependent Resisto. Fungsi: Sensor LDR berfungsi untuk mendeteksi intensitas cahaya di lingkungan sekitar. Raindrop Sensor (Sensor Huja. Fungsi: Sensor ini dirancang untuk mendeteksi adanya tetesan air atau kelembaban. NodeMCU Fungsi: NodeMCU adalah modul pengembangan Wi-Fi berbasis ESP8266. Ini berfungsi sebagai "otak" utama sistem. Blynk Fungsi: Blynk adalah platform IoT yang menyediakan aplikasi seluler dan server untuk mengontrol perangkat IoT dari jarak jauh, serta memvisualisasikan data sensor. Driver ULN2003 Fungsi: ULN2003 adalah IC (Integrated Circui. darlington array yang berfungsi sebagai driver atau penguat arus. 3 Construction Of Prototype Setelah melakukan tahanpan quick plan & quick design dari pembuatan prototype alat jemuran pakain otomatis berbasis internet of things ini, dilanjutkan dengan melakukan tahapan construction of prototype yang meliputi pengujian alat yang telah dibuat. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, dapatdisimpulkan bahwa sistem jemuran otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan dalam penelitian ini telah berhasil dirancang dengan memanfaatkan sensor hujan dan sensor cahaya untuk mendeteksi kondisi cuaca secara real-time, serta mampu menggerakkan jemuran secara otomatis menyesuaikan perubahan Integrasi NodeMCU ESP8266 dengan aplikasi Blynk memungkinkan pengguna melakukan pemantauan dan pengendalian sistem dari jarak jauh melalui koneksi internet, sehingga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan. Hasil pengujian dengan metode Blackbox menunjukkan bahwa seluruh komponen, mulai dari sensor, mikrokontroler, motor penggerak, hingga aplikasi pendukung, bekerja sesuai dengan spesifikasi dan menunjukkan performa yang stabil. Dengan demikian, sistem ini terbukti menjadi solusi yang efektif dan praktis untuk membantu proses penjemuran pakaian, terutama di wilayah dengan cuaca yang tidak menentu dan di lingkungan tempat tinggal yang sering ditinggal oleh penghuninya. Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . Ucapan Terima Kasih