Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 PENGARUH LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 (TIGA) BULAN DI PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI Suriani1. Wa Ode Sri Kamba Wuna2*. Ano Luthfa3 STIKes Pelita Ibu *waodesrikambawuna543@gmail. Received: 11-03-2024 Revised: 06-05-2024 Approved: 25-05-2024 ABSTRACT This study investigates the influence of the duration of 3-month injectable contraceptive use on menstrual disorders among users at Puskesmas Perumnas. Kendari City. Employing a quantitative method with an analytical observational design and a crosectional approach, data were collected using questionnaires. Conducted in January 2023, the study involved 50 participants selected from a total population of 533 injectable contraceptive users. Statistical analysis revealed a significance value of 013, which is below the threshold of 0. 05, indicating that the duration of injectable contraceptive use significantly affects the occurrence of menstrual disorders in these Keywords: Injectable Contraceptives. Duration of Use. Menstrual Disorders PENDAHULUAN Indonesia menghadapi tantangan serius berupa peningkatan pesat jumlah penduduk yang erat kaitannya dengan tingginya angka kelahiran (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, 2. Untuk mengendalikan laju pertumbuhan ini, pemerintah melalui BKKBN mendorong program Keluarga Berencana yang kini tidak hanya fokus pada pengurangan fertilitas tetapi juga peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi (Siregar dan Harahap, 2. Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992. KB berfungsi meningkatkan peran masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan pengaturan kelahiran pembinaan ketahanan keluarga serta peningkatan kesejahteraan keluarga (Sari, 2. Kontrasepsi suntik tiga bulan Depo Medroksiprogesteron Asetat atau DMPA menjadi pilihan banyak ibu karena efektif praktis aman dan ekonomis (Herowati dan Sugiharto. Nurul Jannah, 2. Namun hormon DMPA dapat memicu efek samping seperti gangguan menstruasi termasuk spotting amenore perubahan durasi dan volume darah haid serta keluhan lain seperti berat badan naik dan gangguan emosional (Glasier et al. Beberapa studi lokal menunjukkan hubungan signifikan antara durasi penggunaan KB suntik dan perubahan pola menstruasi. Ririn dan Ermawati . mencatat bahwa 86,7 persen akseptor suntik tiga bulan mengalami oligomenore atau polimenore dengan signifikansi statistik . = 0,. di Puskesmas Minasa Upa. Selain itu Indra Kurniawati et al. melaporkan 81,7 persen responden di Pamekasan mengalami gangguan siklus menstruasi dengan risiko 2,78 kali lebih tinggi di antara pengguna suntik tiga bulan . < 0,. Temuan dari Fajar Kurniawan . menekankan pentingnya pemantauan kualitas pelayanan KB mengingat risiko jangka panjang dari metode hormonal di layanan primer. Dalam penelitiannya tahun 2023 Fajar Kurniawan menyoroti tingginya angka gangguan menstruasi pada akseptor DMPA sebagai indikator kualitas layanan yang perlu ditingkatkan. Di Sulawesi Tenggara pemakaian kontrasepsi suntik berkisar antara 32 sampai Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 45 persen akseptor aktif (Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, 2. sementara di Kendari angka ini mencapai 66 persen pada 2021 (Dinas Kesehatan Kendari, 2. Puskesmas Perumnas Kendari jenis kontrasepsi suntik menempati posisi terbanyak dengan 56,28 persen dari total akseptor aktif tahun 2022 dan banyak dari mereka menggunakan suntik tiga bulan dengan laporan gangguan haid yang konsisten (Puskesmas Perumnas, 2. Berdasarkan data dan temuan tersebut penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh lama pemakaian kontrasepsi suntik tiga bulan terhadap gangguan menstruasi pada akseptor KB di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan sekali pada satu waktu untuk mengetahui pengaruh lama pemakaian kontrasepsi suntik terhadap gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik tiga bulan di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 akseptor yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup, kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program SPSS dengan analisis univariat dan regresi linear sederhana untuk melihat hubungan antar variable (Kurniawan et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian a Karakteristik responden Populasi dalam penelitian ini sebanyak 533 orang. Jumlah sampel yang di dapat dari perhitungan statistik untuk sampel sebanyak 50 orang. Umur Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Umur Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Umur Jumlah . Total Sumber: Data Primer. Januari 2023 Tabel distribusi responden berdasarkan umur menunjukkan bahwa dari total 50 akseptor KB suntik 3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas, kelompok usia 26-35 tahun dan 36-45 tahun masing-masing mendominasi dengan jumlah 21 orang atau 42% per kelompok. Sementara itu, kelompok usia muda 17-25 tahun hanya terdiri dari 8 orang atau 16% dari total Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas pengguna KB suntik 3 bulan berada pada rentang usia produktif dewasa, yang umumnya lebih aktif dalam merencanakan keluarga dan mempertimbangkan metode kontrasepsi hormonal sebagai pilihan utama. Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 . Pekerjaan Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Pekerjaan Jumlah . IRT Wiraswasta Karyawan Swasta Total Sumber: Data Primer. Januari 2023 Tabel distribusi responden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor KB suntik 3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT), yaitu sebanyak 48 orang atau 98% dari total 50 responden. Sisanya, masing-masing 1 orang . %) bekerja sebagai wiraswasta dan karyawan swasta. Data ini mengindikasikan bahwa metode KB suntik 3 bulan lebih banyak digunakan oleh perempuan yang menjalani peran domestik sebagai ibu rumah tangga, yang mungkin memiliki kebutuhan dan preferensi tersendiri dalam memilih metode kontrasepsi yang praktis dan mudah diakses. Analisis univariat Analisis univariat merupakan analisis yang digunakan untuk memberikan gambaran mengenai distribusi dari variabel yang akan diteliti . Lama pemakaian KB suntik 3 bulan Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Lama Pemakaian Alat Jumlah . Kontrasepsi Suntik 12-24 Bulan 24-36 Bulan >36 Bulan Total Sumber: Data Primer. Januari 2023 Tabel 4. 3 menunjukkan dari 50 responden kelompok lama pemakaian alat kontrasepsi suntik 12-24 bulan berjumlah 15 orang . %), kelompok dengan lama pemakaian 24-36 bulan berjumlah 14 orang . %) dan kelompok dengan lama pemakaian > 36 bulan berjumlah 21 orang . %). Gangguan menstruasi Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Gangguan Mesntruasi Gangguan Mesntruasi Jumlah . Mengalami Tidak Mengalami Total Sumber: Data Primer. Januari 2023 Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa dari 50 responden kelompok yang mengalami gangguan menstruasi pasca pemakaian alat kontrasepsi suntik sebanyak 28 orang . %). Sedangkan kelompok yang tidak mengalami gangguan menstruasi sebanyak 22 orang . %). Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 Analisis regresi . Uji kesesuaian model Tabel 4. 5 Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-Square Sig Hipotesis: H0: Model yang terbentuk cocok dengan data pengamatan H1: Model yang terbentuk tidak cocok dengan data pengamatan Dasar pengambilan keputusan: Jika nilai sig. Hosmer and Lemeshow Test < 0. 05 maka H0 diterima . Jika nilai sig. Hosmer and Lemeshow Test > 0. 05 maka H1 diterima Berdasarkan hasil uji pada tabel 4. 5 dapat dilihat bahwa nilai chi-square = 0. karena nilai P = 0. 095 lebih besar dari pada taraf signifikansi = 0. (P > 0. maka dapat disimpulkan bahwa model tidak sesuai (H 1 diterim. artinya bahwa lama pemakaian alat kontrasepsi suntik belum dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap gangguan menstruasi karena model logistik belum sesuai. Menguji keseluruhan parameter dengan menggunakn uji G Tabel Iteration Historyabcd Coefficients -2 Log Iteration Constant Lama pemakaian Step Berdasarkan hasil uji pada tabel 4. 6 ditemukan nilai pada -2 log likelihood terjadi penurunan dari step 0 . ke step 1 yang diperoleh dari tabel model summary . yang artinya model regresi tersebut yang terbentuk lebih baik. Tabel Model Summary Step -2 Log Cox & Snell R Nagelkerke R Square Square Berdasarkan hasil uji pada tabel 4. 7 dapat dilihat bahwa nilai G adalah Kemudian diperoleh nilai Nagelkerke R Square sebesar 0. 173 yang berarti bahwa variabel bebas . ama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bula. mampu menjelaskan 0. 173% keragaman/variasi gangguan menstruasi. Pengubah yang terdapat dalam model regresi logistik tentang pengaruh lama pemakaian alat kontrasepsi suntik terhadap gangguan menstruasi Tabel Variables In The Equation Variabel Wald Sig. Exp(B) Lama Constant Dengan hasil uji pada tabel 4. 8 variabel lama pemakaian alat kontrasepsi suntik memiliki nilai signifikan sebesar 0. 013 < = 0. 05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya variabel lama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent yaitu gangguan menstruasi. Kemudian memiliki nilai Exp(B) yaitu sebesar 0. Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 Pembahasan Berdasarkan hasil uji statistik, nilai signifikansi sebesar 0,013 < 0,05 menunjukkan bahwa variabel lama pemakaian alat kontrasepsi suntik berpengaruh signifikan terhadap gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin lama penggunaan KB suntik 3 bulan, semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan Temuan ini sejalan dengan Anggina dan Sinaga . yang menyatakan bahwa lama pemakaian KB suntik 3 bulan dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi, termasuk memendeknya durasi menstruasi hingga terjadi amenore. Gangguan tersebut terutama disebabkan oleh kandungan gestagen dalam DMPA yang mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, khususnya FSH dan LH, sehingga kadar estrogen dan progesteron menjadi tidak seimbang. Kondisi ini menyebabkan perubahan histologi endometrium, termasuk penipisan dinding endometrium, yang berakibat pada perubahan siklus menstruasi dan kentalnya lendir serviks sebagai penghalang sperma (Melyani, 2. Holidah . menambahkan bahwa efek samping kontrasepsi suntik 3 bulan tidak hanya berupa gangguan menstruasi seperti oligomenore, polimenore, spotting, hipermenore, hipomenore, hingga amenore, tetapi juga gejala lain seperti sakit kepala, penurunan libido, dan jerawat. Penelitian oleh Mersiana . juga menemukan bahwa pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan umumnya mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal ini didukung oleh Hartanto . yang menegaskan bahwa kontrasepsi hormonal dengan kandungan progesteron dapat memodifikasi siklus menstruasi secara signifikan. Penelitian oleh Fajar Kurniawan et al. pada populasi akseptor KB suntik memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan hubungan kuat antara lama pemakaian kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi, khususnya pada kelompok wanita usia reproduksi di wilayah Sulawesi Tenggara. Selain itu, studi Kurniawan dan Rekawati . juga menyoroti bahwa ketidakseimbangan hormonal akibat penggunaan kontrasepsi hormonal berulang dapat memicu gangguan endokrin yang berdampak pada kesehatan reproduksi jangka panjang. Kedua penelitian ini memperkuat urgensi evaluasi intensif terhadap efek samping kontrasepsi hormonal di tingkat pelayanan kesehatan primer. Dari sisi mekanisme fisiologis, ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen yang dipicu oleh penggunaan kontrasepsi suntik menyebabkan penipisan dinding endometrium, yang kemudian berperan dalam terjadinya perdarahan bercak dan gangguan haid lainnya (Fauziyah et al. , 2. Hal ini penting diperhatikan karena gangguan menstruasi menjadi salah satu penyebab utama ketidaknyamanan dan potensi penurunan kepatuhan akseptor dalam menggunakan metode KB suntik (Putri et al. , 2. Meskipun demikian, kontrasepsi suntik 3 bulan tetap menjadi pilihan populer di kalangan ibu karena kemudahan penggunaan, biaya yang relatif murah, dan efektivitasnya dalam mencegah kehamilan. Menurut Kurniawan . , faktor aksesibilitas dan kemudahan layanan KB suntik menjadi alasan utama pemilihan metode ini, meskipun risiko efek samping seperti gangguan menstruasi harus tetap diberikan edukasi yang memadai oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan kepuasan dan keberlanjutan penggunaan KB (Kurniawan & Rekawati, 2. Selain itu, penelitian di Jurnal Pelita Ibu juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas informasi dan konsultasi kepada akseptor guna mengurangi ketakutan dan kesalahpahaman terkait efek samping KB suntik (Sari et al. , 2023. Dewi & Hasanah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan perlunya monitoring dan Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 evaluasi jangka panjang terhadap penggunaan KB suntik 3 bulan, khususnya terkait gangguan menstruasi yang dialami oleh akseptor. Peningkatan pemahaman tentang efek samping dan mekanisme hormonal di balik gangguan tersebut akan membantu tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat dan pengelolaan yang optimal untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa lama pemakaian alat kontrasepsi suntik 3 bulan berpengaruh signifikan terhadap gangguan menstruasi pada akseptor di Puskesmas Perumnas Kota Kendari, dimana semakin lama penggunaan kontrasepsi, risiko gangguan menstruasi meningkat akibat ketidakseimbangan hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi. Sebagai rekomendasi, perlu dilakukan peningkatan edukasi dan konseling oleh petugas kesehatan mengenai potensi efek samping kontrasepsi suntik, serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap akseptor untuk mengoptimalkan kepatuhan dan menjaga kesehatan reproduksi perempuan. DAFTAR PUSTAKA