CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 ISSN : 2614-8900 E-ISSN : 2622-6545 AProgram Pascasarjana Universitas Papua, https://pasca. Fungsi lanskap linguistik dalam menciptakan kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Papua Barat: Kajian ekolinguistik The function of linguistic landscape in creating environmental health at the Regional General Hospital of West Papua Province: An ecolinguistic study Ahmad Yani*. Muhammad Hussen. Imoifa Igga Jurusan Magister Linguistik Fakultas Sastra Universitas Papua Jalan Gunung Salju Amban. Manokwari. Indonesia *Email : a. yani@unipa. Disubmit: 3 Maret 2026, direvisi: 27 April 2026, diterima: 29 April 2026 Doi : 10. 30862/casowary. ABSTRACT : This study aims to identify the availability of linguistic landscapes in the Provincial General Hospital of West Papua Province in Manokwari and to describe the functions of the linguistic landscapes in promoting environmental health. This study was a descriptive qualitative study using a documentation method which tried to potrait the situation in the place. Data were collected using purposive sampling technique and analyzed using descriptive method. The use of purposive sampling technique was to ensure that the data contained significant amount of verbal information and that they addressed environmental health issues. The results showed that there were 14 linguistic landscapes in the hospital, comprising of 6 prohibition landscapes, 5 information landscapes, and 2 procedure landscapes Keywords: linguistic landscapes, functions, environmental health, hospital PENDAHULUAN Salah satu aspek penting yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah berkomunikasi satu sama Komunikasi yang dilakukan pada umumnya disertai dengan penggunaan Dari sudut pandang jenisnya, komunikasi dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu komunikasi verbal yaitu komunikasi yang menggunakan kata-kata, dan komunikasi non-verbal yang dilakukan menggunakan media selain kata-kata, misalnya gerak tubuh dan bahasa isyarat (Kusumawati, 2016. Pohan, 2. Lanskap linguistik merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal dalam bentuk tulisan yang dapat dijumpai di berbagai tempat, terutama di daerah Jenis lanskap linguistik yang dapat kita jumpai di sekitar kita juga banyak seperti poster, papan nama, iklan, papan tanda, dan papan informasi. Secara lebih tegas, lanskap linguistik adalah penggunaan bahasa tertulis yang dipasang di berbagai ruang publik. Studi tentang lanskap linguistik telah dilakukan oleh banyak penelti dan penulis dari berbagai disiplin ilmu seperti linguistik, sosiologi, komunikasi, dan Hal ini karena lanskap linguistik merupakan disiplin ilmu yang bersifat multidisipliner dan dapat menjadi titik temu antara ilmu-ilmu tersebut (DyOGI, 2012. Landry and Bourhis, 1997. Cenoz & Gorter, 2. Landry & Bourhis . menggunakan istilah linguistic landscape CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 sebagai istilah yang digunakan untuk bidang tersebut. Gorter dkk . menggambarkan lanskap linguistik sebagai salah satu media yang menggambarkan penggunaan bahasa di tempat-tempat umum di suatu wilayah dalam suatu negara. Lebih lanjut. Gorter dkk . dalam pembelajaran bahasa dan simbol. Sejalan dengan Gorter dkk . Blommaert . juga berpendapat bahwa lanskap linguistik memberikan gambaran tentang situasi kebahasaan di suatu tempat . alan-jalan. Blommaert menambahkan bahwa penelitian lanskap linguistik dapat berupa jumlah bahasa yang digunakan dalam lanskap, dalam hal ini apakah sebuah lanskap linguistik menggunakan satu bahasa, dua bahasa, atau bahkan banyak Selain itu studi tentang lanskap linguistik juga mencakup studi tentang perbedaan pilihan bahasa yang digunakan dalam setiap lanskap linguistik, dan juga tentang bentuk atau jenis lanskap linguistik untuk membedakan apakah sebuah lanskap linguistik berupa papan nama, papan informasi, tanda lalu lintas, poster, banner, graffiti, dan sebagainya. Wang . berpendapat bahwa lanskap linguistik memberikan informasi tentang penggunan bahasa dalam konteks komunikasi, sosiologi, budaya dan Bila dilihat dari jenisnya, maka penggunaan bahasa dalam lanskap linguistik merupakan kombinasi dari berbagai bentuk penggunaan bahasa pada lingkungan masyarakat urban yang memiliki dua fungsi utama yaitu fungsi informatif dan fungsi simbolik. Wang . menambahkan bahwa papan tanda publik . ublic sign. memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai peringatan dan sebagai media informasi. Jie . juga menyebut fungsi papan tanda publik yang mencakup peringatan dan instruksi. Hal senada juga ditemukan oleh Ayyub dan Rohmah . , yang mengatakan bahwa lanskap linguistik berfungsi sebagai petunjuk, informasi, iklan, peringatan, larangan, dan bahkan sebagai sarana untuk melestarikan budaya dan simbol-simbol daerah. Bahasa yang digunakan pada lanskap juga salah satu aspek yang menjadi perhatian penulis (Sridhar, 1996. Aristova. Mansoor dkk, 2023. Agustin dkk. Menurut Aristova . dan Agustin dkk . bahasa yang digunakan pada lanskap linguistik dapat berupa bahasa tunggal, dwibahasa, maupun yang Namun, seiring dengan kemajuan zaman, lanskap linguistik yang mendominasi terutama untuk lanskap linguistik komersial di kota-kota besar. Penggunaan dwibahasa dalam lanskap linguistik lebih menonjol pada beberapa bentuk seperti terjemahan, alih kode, serta Penggunaan lanskap linguistik dwibahasa secara masif di berbagai tempat selain memiliki fungsi informasi, juga memiliki dampak terhadap bahasa yang Dalam hal ini tentu juga perlu kajian terhadap bentuk dan akurasi penggunaannya, baik secara makna maupun secara gramatika. Jika tidak, maka penggunaan dwibahasa pada lanskap linguistik dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan bahasa daerah maupun Indonesia sebagai bahasa nasional. Seharusnya penggunaan bahasa Indonesia lebih diutamakan sehingga bahasa Indonesia bukan sebagai pendamping bahasa asing, tetapi merupakan bahasa utama dalam sebuah lanskap linguistik. Astutik & Mulyono . menyebut peran positif lanskap linguistik dalam menjaga lingkungan di kota Lamongan sehingga kota tersebut mendapatkan penghargaan Adipura. Menurut Astutik dkk, salah satu faktor yang berperan dalam perolehan penghargaan Adipura kota Lamongan tersebut adalah adanya pesan melalui lanskap linguistik. Secara umum, lanskap linguistik terbagi menjadi dua kategori yaitu lanskap linguistik yang bersifat top-down yaitu lanskap linguistik yang dibuat oleh pemerintah atau lembaga pemerintah dan lanskap linguistik yang bersifat bottom-up yaitu lanskap linguistik yang dibuat oleh CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 masyarakat (Sena &Laksminy, 2. Lanskap linguistik yang termasuk dalam kategori top-down terdapat beberapa jenis yaitu lanskap linguistik yang dibuat oleh institusi publik seperti keagamaan, pendidikan, dan kesehatan. Juga yang termasuk kategori lanskap linguistik ini adalah lanskap linguistik informasi publik, dan nama-nama jalan. Adapun lanskap linguistik yang termasuk dalam kategori lanskap linguistik botton-up adalah lanskap-lanskap linguistik seperti namanama toko, papan-papan bisnis, dan juga papan promosi produk. Lanskap linguistik banyak ditemukan pada tempat-tempat tertentu dengan fungsi Salah satu fungsi lanskap linguistik pada tempat tertentu dengan fungsi khusus adalah lanskap linguistik yang terdapat di rumah sakit yang digunakan khusus untuk isu-isu yang terkait dengan kesehatan lingkungan di sekitar rumah sakit tersebut. Lanskap linguistik di rumah sakit dapat berupa peringatan, larangan, imbauan, prosedur, dan informasi (Nurfirdaus & Yusuf, 2024. Riani, 2. Lanskap linguistik di rumah sakit berfokus pada bagaimana bahasa digunakan untuk lingkungan termasuk aturan ketertiban yang harus dipatuhi oleh pengunjung dan pasien rumah sakit. Lanskap linguistik merupakan salah satu media komunikasi publik yang sangat efektif, dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama dan mudah diingat karena berupa tulisan yang ditempatkan di ruang-ruang publik. Lanskap linguistik memiliki fungsi informatif dan bahkan fungsi regulatif (Hilaliyah dkk, 2. Papan tanda di area rumah sakit didominasi oleh fungsi informatif dan regulatif. Papan nama dan petunjuk di rumah sakit memiliki peranan penting dalam memberikan informasi kepada para praktisi kesehatan dan terutama pasien yang Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi lanskap linguistik yang terdapat pada Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Papua Barat di Manokwari. METODE Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menekankan elaborasi dan penjelasan tentang data secara verbal menggunakan kata-kata (Alwasilah, 2006. Jackson, 1995. Nasution, 2. Dengan menggunakan metode ini penulis mengambil data bahasa dan menganalisis data secara deskriptif menggunakan kata- kata. Data diambil Penulis langsung dengan cara atau memotret lanskap-lanskap linguistik yang ada di RSUD Provinsi Papua Barat. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik purposive sampling atau sampling bertujuan, untuk memastikan bahwa lanskap linguistik yang dijadikan data adalah lanskap linguistik yang mengandung informasi verbal secara signifikan. Selain itu, pengambilan data secara sampel bertujuan untuk memastikan bahasa lanskap yang dijadikan data adalah lanskap yang ada kaitannya dengan kesehatan lingkungan khususnya lingkungan sekitar rumah sakit. Penelitian data dilakukan selama tiga bulan yaitu Oktober-Desember 2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 14 lanskap linguistik yang terdapat di RSUD Provinsi Papua Barat di Manokwari yang terdiri dari 6 lanskap larangan, 5 lanskap informasi, dan 2 lanskap prosedur, sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 2. Pembahasan Pada bagian ini dibahas ketiga fungsi lanskap linguistik yang terdapat pada RSUD Provinsi Papua Barat sebagaimana terdapat dalam hasil penelitian ini. Ketiga fungsi tersebut adalah larangan, informasi, dan prosedur. Larangan Fungsi pertama lanskap lingustik yang terdapat pada RSUD Provinsi Papua Barat CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 adalah sebagai penanda larangan. Terdapat 6 lanskap linguistik dari jumlah lanskap linguistik yang ada atau 42,58%. Lanskap linguistik larangan merupakan penggunaan bahasa untuk melarang atau membatasi masyarakat di suatu tempat atau wilayah agar tidak melalukan hal-hal yang dilarang. Berikut adalah lanskap linguistik larangan yang terdapat pada RSUD Provisi Papua Barat. Tabel 1. Lanskap dan Fungsi Lanskap No. Kode Lanskap Fungsi L01 Larangan meludah di area tertentu L02 Informasi tempat meludah L03 Informasi tempat sampah infeksius . engandung penyakit menula. L04 Informasi jaminan kesehatan khusus OAP L05 Informasi tempat buang sampah L06 Larangan membawa anak di bawah umur pada area tertentu L07 Larangan merokok pada area tertentu L08 Larangan membuang masker bekas di area tertentu L09 Informasi keberadaan pasien penyakit menular L10 Larangan melewat pada area tertentu L11 Larangan merokok dan meludah pinang pada area tertentu L12 Informasi tentang ruangan khusus L13 Prosedur melakukan batuk L14 Prosedur mencuci tangan Catatan: L (Lanska. Gambar 1. L01: Larangan meludah di area Larangan meludah di sembarang tempat telah menjadi lanskap linguistik yang sangat umum di rumah sakit. Larangan seperti ini telah menjadi syarat dalam kelengkapan rumah sakit. Meludah sembarangan di rumah sakit dilarang karena alasan kesehatan. Rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya orang sakit sehingga penyebaran kuman dan infeksi melalui air liur sangat mudah terjadi. Lanskap L06 memberikan peringatan kepada pengunjung rumah sakit untuk tidak membawa anak di bawah umur . alam hal in di bawah umur 12 tahu. ke dalam ruang Hal ini untuk melindungi anak agar tidak tertular penyakit karena anak di bawah 12 tahun memiliki sistem imun tubuh yang belum sempurna. Lanskap L07 juga berupa larangan. Pada lanskap ini larangan yang maksud adalah larangan merokok. Biasanya larangan merokok di rumah sakit diberlakukan di seluruh area rumah sakit. Merokok dilarang dilakukan di rumah sakit dikarenakan asap rokok yang mengandung racun yang dapat membahayakan pasien dan pengunjung lainnya. Larangan berikutnya yang terdapat pada RSUD provinsi Papua Barat adalah larangan membuang masker bekas di tempat-tempat tertentu. Hal ini bertujuan untuk melindungi pasien dan pengunjung dari infeksi yang berasasal dari bahan Bahan berbahaya dan beracun (B. berpotensi menyebarkan penyakit. CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 Pada area-area tertentu di rumah sakit tidak semua orang dibolehkan melewati area tersebut, misalnya ruang IGD, seperti yang terdapat pada lanskap L10 di atas. Larangan ini bertujuan untuk menjaga keamanan, sterilitas, dan kelancaran penangana pasien kritis. Pembatasan akses ini penting untuk menyelamatkan nyawa pasien yang harus ditangani dengan cepat dan hati-hati. Gambar 2. L06: Larangan Membawa Anak di bawah umur pada area tertentu Gambar 6. L11: Larangan merokok dan meludah pinang pada area tertentu Gambar 3. L07: Larangan merokok pada area tertentu Gambar 4. L08: Larangan membuang masker bekas di area tertentu Gambar 5. L10: Larangan melewat pada area tertentu Larangan pada L11 merupakan merokok dan meludah pinang. Meludah pinang dapat emnularkan penyakit, khususnya penyakit Tuberkolusis (TBC). Hal ini karena ludah kunyahan sirih pinang mengandung kuman yang dapat menyebar melalui udara maupun kontak langsung. Pada lanskap larangan terdapat aspek komunikasi dan aspek kebahasaan . Sebagai alat komunikasi, lanskap tersebut berupa komunikasi verbal yang menggunakan kata-kata sebagai media utama. Adapun dari aspek kebahasaan/linguistic, terdapat dua aspek yaitu aspek semantis yaitu makna yang terkandung pada lanskap tersebut dan aspek sintaksis yaitu dalam bentuk struktur kalimat yang berupa kalimat negasi yang dalam hal ini didominasi oleh kata AodilarangAo. Informasi Fungsi kedua dari lanskap linguistik di RSUD Provinsi Papua Barat yang terkait dengan kesehatan adalah fungsi informasi. Lanskap linguistik informasi pada RSUD CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 Provinsi Papua Barat terdiri dari informasi tempat, informasi layanan, dan informasi keberadaan pasien penyakit menular. Contoh informasi tempat dapat dilihat pada lanskap L03 berikut. Gambar 7. L03: Informasi tempat sampah Informasi tempat sampah infeksius bertujuan untuk mencegah penularan penyakit, mencegah infeksi nosokomial, dan untuk mencegah cidera pada petugas Informasi tentang tempat hazardous materials sangat penting karena bahan berbahaya ini sering mengandung darah dan cairan tubuh yang sangat bahaya. Selain informasi tentang tempat, terdapat menginformasikan tentang informasi layanan masyarakat terkait dengan keberadaan jaminan layanan kesehatan khusus untuk orang asli papua (OAP), sebagaimana dapat dilihat pada lanskap L04 berikut. Gambar 8. L04: Informasi jaminan kesehatan khusus OAP Walaupun sifatnya hanya informasi, lanskap L04 sangat penting karena merupakan bagian dari informasi akses Pada informasi, aspek kebahasaan yang menonjol adalah struktur Bahasa yang digunakan yaitu berupa frase benda dan kalimat positif. Prosedur Fungsi lingkungan RSUD Provisnsi papua Barat yang ketiga adalah sebagai lanskap prosedur, yaitu lanskap yang menjelaskan cara mnegerjakan sesuatu. Terdapat 2 lanskap prosedur yang berkaitan dengan kesehatan, sebagaimana dapat dilihat pada lanskap L13 dan L14. Lanskap prosedur batuk atau sering disebut etika batuk sangat penting diinformasikan di rumah sakit untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang dapat menular melaluai droplet dari pasien, pengunjung, dan tenaga Beberapa penyakit menular dapat menyebar dengan cepat seperti TBC dan Selain lanskap prosedur batuk yang benar, terdapat juga lanskap linguistik prosedur membersihkan tangan, seperti dapat dilihat pada lanskap L14. Gambar 9. L13: Prosedur . ata car. CASSOWARY volume 9. : April 2026: 29 - 36 Gambar 10. L14: Prosedur/tata cara membersihkan tangan dengan benar Membersihkan atau mencuci tangan adalah hal yang lazim kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tata cara mencuci tangan yang benar belum tentu setiap orang mengetahuinya. Oleh sebab itu penjelasan tentang tata cara tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat. Hal demikian juga berlaku di rumah sakit. Cuci tangan di rumah sakit sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman terutama kuman yang sering resisten terhadap KESIMPULAN Merujuk pada hasil dan pembahasan data di atas, penulis menarik simpulan bahwa terdapat tiga fungsi lanskap linguistik di RSUD Provinsi Papua Barat yang terkait dengan kesehatan lingkungan RSUD tersebut, yaitu sebagai media larangan, sebagai saluran komunikasi sesuatu dengan benar. DAFTAR PUSTAKA