Serambi Saintia. Volume V. No. Oktober 2017 ISSN : 2337 - 9952 Buah Lindur (Bruguera gymnorrhyz. sebagai Makanan Masyarakat Aceh Kepulauan Kardiman1 Ridhwan2 Armi3 1,2,3 Pendidikan Biologi Universitas Serambi Mekkah Email: kardiman@gmail. ABSTRAK Mangrove merupakan suatu ekosistem hutan yang terdapat di daerah tergenang dan bermanfaat baik secara ekologis maupun secara ekonomis. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemanfaatan buah mangrove oleh masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulu. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian diskriptif. Objek penelitian adalah masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulu. Sampel diambil 25 orang masyarakat yang sering memanfaatkan tanaman Lindur sebagai bahan makanan. Data diperoleh dengan teknik Data diolah dengan menguraikan jawaban-jawaban responden. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan sering memanfaatkan buah lindur sebagai sumber pangannya. Buah Lindur yang diperoleh diolah dengan cara: a. Pemilihan buah, b. Perebusan yang dicampur dengan abu dapur dan arang, c. Pencucian, d. Pengupasan kulit luar, e. Perendaman, dan f. Penumbukan hingga dapat di kosumsi. Kata Kunci: Lindur. Pengolahan. PENDAHULUAN Salah satu ekosistem hutan dengan habitat yang ekstrim adalah hutan mangrove. Hutan mangrove merupakan hutan yang terdapat di daerah yang tergenang dengan kondisi fisik yang ekstreem seperti salinitas yang tinggi, dan daerahnya berlumpur. Banyak fungsi hutan mangrove misalnya menjaga abrasi pantai, penyerap polutan, sebagai habitat burung, tempat pemijahan udang dan kepiting (Heriyanto & Subiandono, 2. Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem yang memiliki berbagai macam tumbuhan seperti Rhizophora apiculata. Rhyzophora mucronata. Bruguira cylindrica. Avicennia marina. Avicennia officanalis. Cardia bantamensis. Xylocarpus molucencis. Xylocarpus granatum, dan Bruguera gymnorrhyza . Lindur memiliki bahan aktif yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Bahan aktif yang terkandung dalam tanaman lindur seperti flavonoid, tannin, fenol, saponin, steroid, dan triteponoid. Bahan aktif tersebut dapat bermanfaat untuk bahan anti oksidan (Dia. Nurjanah, & Jacoeb, 2. Sebagaimana tumbuhan lainnya, lindur juga mempunyai buah. Penyebaran buah lindur yaitu di daerah tropis Afrika Selatan dan Timur. Madagaskar. Asia Tenggara dan Selatan . ermasuk Indonesia dan negara di kawasan Malaysi. , sampai timur Laut Australia. Mikronesia. Polinesia dan Kepulauan Ryukyu. Tanaman lindur (Bruquiera gymnorrhiz. merupakan salah satu jenis mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan baru, karena spesies ini mengandung karbohidrat yang tinggi telah Kardiman. Ridhwan. Armi melakukan penelitian mengenai tepung buah lindur dan didapatkan kadar air 11,63%, kadar abu 1,40%, kadar lemak 3,21%, kadar protein 1,85%, dan kadar karbohidrat 86,10% (Handayani dan Kartika, 2. (Hidayat, 2. Tepung buah lindur dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan biscuit (Perkasa, 2. Hasil penelitian Dewi. Sukerti, and Ekayani . , terhadap proses pembuatan kue salju dari tambahan tepung lindur menunjukkan bahwa rasa dan tekstur berkategori baik, artinya tepung buah lindur dapat diolah menjadi kue kering putri salju. Masyarakat Aceh umumnya dan masyarakat Kabupaten Simeulu khususnya yang tinggal di Desa Langi Kecamatan Alafan sudah turun temurun menggunakan buah lindur sebagai alternative makanan tambahan dalam menu keseharian mereka. Untuk itu kami tertarik untuk mengadakan penelitian tentang proses pembuatan tepung buah lindur secara tradisional oleh masyarakat. Rumusan Masalah Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana proses pembuatan makanan dari buah lindur METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian diskriptif. Objek penelitian adalah masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulu. Sampel diambil 25 orang masyarakat yang sering memanfaatkan tanaman Lindur sebagai bahan makanan. Data diperoleh dengan teknik Data diolah dengan menguraikan jawaban-jawaban responden. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sebagian besar masyarakat Desa Langi mengatakan bahwa mereka mengenal buah lindur sudah sangat lama karena mereka memanfaatkan buah lindur sudah dari turun temurun yang dijadikan sebagai bahan makanan alternatif atau bahan makanan Masyarakat Desa Langi sudah biasa mengkonsumsi buah Lindur setelah diolah menjadi tepung. Tepung Lindur tersebut biasa dimasak dengan dicampurkan nasi ataupun sagu. Hasil makanan tersebut biasanya dimakan sebagai makanan tambahan dan kadang kadang sebagai pangan utama. Buah Lindur dapat dipakai sebagai makanan utama karena mengandung tepung karbohidrat yang sangat tinggi (Hidayat. Berdasarkan hasil wawancara dengan Masyarakat Desa Langi mengatakan bahwa proses perebusan buah lindur membutukan waktu lebih kurang dari 2-3 jam, sedangkan bahwa proses dari perendaman buah lindur membutukan waktu lebih kurang dari 12-24 jam. Pentingnya perebusan dan perendaman buah lindur disebabkan dalam buah lindur mengandung senyawa tannin yang kalau dikonsumsi terus menerus akan berbahaya bagi tubuh. Perebusan ini akan menguraikan tannin menjadi glukosa dan asam galat (Perdana. Nirwani, & Supriyantini, 2. Sebagian besar masyarakat Desa Langi mengatakan bahwa proses atau langkalangka dari pembuatan buah lindur adalah: a. Pemilihan buah, b. Perebusan yang dicampur dengan abu dapur dan arang, c. Pencucian, d. Pengupasan kulit luar, e. Serambi Saintia. Volume V. No. Oktober 2017 ISSN : 2337 - 9952 Perendaman, dan f. Penumbukan hingga dapat di kosumsi. Setelah melalui masa perendaman pertama ternyata buah lindur belum dapat di kosumsi atau dimakan langsung karena masih perlu perebusan ulang dan perendaman baru buah lindur dapat Berdasarkan hasil wawancara dengan Mayarakat Desa Langi kurang mengetahui tentang pemanfaatan buah lindur selain dijadikan sebagai bahan makanan alternatif atau bahan makanan tambahan. Namun beberapa masyarakat ada yang mengetahui bahwa buah lindur juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Hasil pengolahan buah lindur menjadi dari tepung oleh masyarakat Desa tidak diperjualbelikan melainkan karena dipakai sendiri. Mereka juga sering menggunakan tepung buah lindur untuk pembuatan jenis makan lain misalnya seperti pembuatan kue bolu dan gorengan. Menurut masyarakat tepung buah lindur bisa dijadikan mie tapi mereka belum terlalu mahir dalam proses pembuatanya. Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisis data tentang pengolahan buah lindur . ruquiera gymnorrhiz. dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Langi Kecamta Alafan sebagai makanan alternatif pada saat musim paceklik dimana pada musim itu masyarakat tidak bisa turun kelaut atau bersawah. Desa Langi merupakan daerah yang terpencil di Kabupaten Simeulu, sehingga pada saat paceklik mereka biasa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah tersebut untuk kebutuhan Salah satu sumber daya alam yang dapat dipakai sebagai sumber karbohidrat adalah buah lindur (Budiandari & Widjanarko, 2. Lindur baru dapat dimakan setelah dilakukan pemrosesan yaitu dengan cara direbus, pengupasan, perendaman, dan perebusan ulang atau dikeringkan agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Dalam bentuk alami, pemanfaatan Bruguiera gymnorrhiza atau buah lindur untuk olahan pangan menjadi sangat terbatas. Masyarakat Desa Langi mengeola buah lindur sebagai bahan makanan alternatif masih secara tradisional belum memakai bio teknologi, dalam kondisi alami ini juga menjadi sangat terbatas umur daya simpan dari buah lindur karena tak seperti buah-buahan hasil pertanian yang lainnya buah lindur ini akan cepat membusuk. Hanya dengan cara pengeringan dan penepungan dapat memutus rantai metabolism dari buah indur sehingga menjadi lebih awet dan tahan lama untuk disimpan karena kandungan air dalam buah lindur sedikit ebih banyak. Buah mangrove jenis lindur (Bruquiera gymnorrhiz. yang secara tradisional diolah menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau dimakan langsung dengan bumbu kelapa (Sadana, 2. mengandung energi dan karbohidrat yang cukup tinggi, bahkan melampaui berbagai jenis pangan sumber karbohidrat yang biasa dikonsumsi masyarakat seperti beras, jagung singkong atau sagu. Penelitian yang dilakukan oleh IPB bekerjasama dengan Badan Bimas Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur menghasilkan kandungan energi buah mangrove ini adalah 371 kalori per 100 gram, lebih tinggi dari beras . kalori per 100 gra. , dan jagung . kalori per 100 Kandungan karbohidrat buah bakau sebesar 85. 1 gram per 100 gram, lebih tinggi dari beras . 9 gram per 100 gra. dan jagung . 6 gram per 100 gra. (Fortuna, 2. Kardiman. Ridhwan. Armi Sebagai sumber pangan baru kami juga menganalisis kandungan Tanin dan HCN sebagai indikator keamanan pangannya. Karena tanin dan HCN dalam dosis tertentu bisa meracuni manusia. Perebusan dan perendaman disamping menginaktifkan enzim juga dapat mengurangi dan menghilangkan racun-racun yang ada pada buah lindur antara lain dari jenis tanin dan HCN. Dengan perendaman yang berulang daging buah lindur yang awalnya berwarna coklat tua berubah menjadi coklat muda. Dari hasil wawancara terlihat bahwa masyarakan memanfaatkan buah lindur yang sangat melimpah dengan cara tradisional dan yang bijaksana diantaranya dijadikan bahan makanan alternatif baik sebagai tepung maupun aneka macam makanan linnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Menurut (Fortuna, 2. , buah lindur cocok untuk dieksplorasi sebagai sumber pangan lokal baru karena mengandung karbohidrat yang sangat tinggi, yaitu 85. 1 g/100 g bahan. (Bayu, 2. juga menyatakan bahwa kandungan gizi yang terdapat dalam buah lindur cukup lengkap sehingga dapat diolah menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau dimakan langsung dengan bumbu kelapa. Buah lindur cocok untuk diolah menjadi tepung karena kandungan karbohidrat yang tinggi. Dengan tingginya pengetahuan seseorang tentang tetang pemanfaatan sumberdaya alam yang melimpah diantaranya buah lindur maka akan meningkatkan/memperluas wawassan berpikir, lebih trampil serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap pelestarian magrove agar buah lindur dapat terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai makanan alternatif. Begitu juga dengan sikap yang positif atau sikap yang bijaksana akan dapat membawa suatu pengaruh terhadap pengelolaan buah lindur lebih baik dan mampu membimbing keluarganya untuk hidup dengan berbagai macam sumberdaya alam dengan Pendapat di atas menjelaskan bahwa antara tingkat pengetahuan dan pemahan masyarakat tentang buah lindur mempunyai hubungan yang erat yang dapat memberikan manfaat yang besar terhadap pengelolaan lingkungan dan sumberdaya banyak spesies mangrove yang secara tradisional sudah dikonsumsi oleh masyarakat pesisir. Namun pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan hanya bersifat insidentil atau dalam keadaan darurat jika terjadi krisis pangan. Sebenarnya ada buah mangrove yang dapat secara spesifik di manfaatkan sebagai sumber pangan kaya karbohidrat yaitu dari spesies B. Buah mangrove jenis lindur dapat dieksplorasi menjadi bahan pangan alternatif. Buah lindur yang diolah menjadi tepung kandungan gizinya terutama karbohidrat sangat dominan sehingga bisa dieksplorasi menjadi sumber pangan baru berbasis sumber daya lokal mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga bisa membudidayakan mangrove jenis lindur ini disepanjang garis pantai. Tepung ini mempunyai derajat putih yang rendah tetapi justru dalam aplikasi untuk pengolahan pangan tidak dibutuhkan pewarna makanan. Secara alami buah lindur ini memberikan warna kecoklatan. Bisa dibentuk menjadi adonan yang kalis dan mempunyai kandungan amilosa hampir sama dengan beras yaitu sekitar 17%. Tepung buah lindur yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria tepung yang bisa Kadar air, karbohidrat abu dan serat sudah memenuhi standar SII untuk Faktor pembatas buah lindur antara lain tanin dan HCN juga berkurang secara signifikan dengan pengolahan sehingga tepung buah lindur ini aman untuk Serambi Saintia. Volume V. No. Oktober 2017 ISSN : 2337 - 9952 PENUTUP Simpulan Dari hasil penelitian diperoleh bahwa masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan sering memanfaatkan buah lindur sebagai sumber pangannya. Buah Lindur yang diperoleh diolah dengan cara: a. Pemilihan buah, b. Perebusan yang dicampur dengan abu dapur dan arang, c. Pencucian, d. Pengupasan kulit luar, e. Perendaman, dan f. Penumbukan hingga dapat di kosumsi Saran-Saran. Pengolahan Lindur oleh masyarakat masih dengan cara tradisional, karena itu diharapkan kepada peneliti lain untuk dapat meneliti cara pengolahan yang lebih modern dan simple sehingga diperoleh tepung buah lindur yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA