STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN ISLAM Zaenal Arifin Dosen Prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek Email: arzafin@gmail. Abstract Innovation is a necessity in all aspects of life, including education. Islamic education, which is interpreted as guidance and teaching as well as training in the context of developing intellectual and spiritual potential, in its implementation will continue to change in search of the ideal model in accordance with current developments and the needs of students. There are several reasons that influence whether an innovation is accepted quickly or slowly, namely: quantitative or qualitative benefits, conformity with the values held by the school or society, and the level of possibility of Islamic education is indeed different from nonIslamic education. To ensure that the goals of Islamic education are achieved, ijtihad is needed so that the transcendental values of the Islamic religion are maintained in all supporting elements of education, namely: human resources . specially teacher. , parents, society and the educational environment. Islamic education innovation strategies can be carried out with four strategies, namely: facilitative strategies, re-educative strategies, persuasive strategies and power strategies. Keywords: Strategy. Innovation. Islamic Education Abstak Inovasi adalah keniscayaan dalam semua aspek kehidupan termasuk Pendidikan Islam yang dimaknai sebagai bimbingan dan pengajaran serta pelatihan dalam rangka pengembangkan potensi intelektual dan spiritual dalam implementasinya akan terus berubah mencari model ideal sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Ada beberapa alasan yang mempengaruhi 150 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 cepat atau lambatnya penerimaan sebuah inovasi, yaitu: keuntungan kuantitatif atau kualitatif, kesesuaian dengan nilai yang dianut oleh sekolah atau masyarakat, dan tingkat kemungkinan untuk dilakukan. Pendidikan Islam memang berbeda dengan pendidikan nonIslam. Untuk tetap menjaga agar tujuan pendidikan Islam tercapai, maka diperlukan ijtihad agar nilai-nilai nilai-nilai transcendental agama Islam tetap terjaga dalam semua unsur penyangga pendidikan, yaitu: sumber daya manusia . hususnya gur. , orang tua, masyarakat, dan lingkungan pendidikan. Strategi inovasi pendidikan Islam dapat dilakukan dengan empat strategi, yaitu: strategi fasilitatif . acilitative strategie. , strategi pendidikan . e-educative strategie. , strategi bujukan . ersuasive strategie. , dan strategi paksaan . ower Kata kunci: Strategi. Inovasi. Pendidikan Islam PENDAHULUAN Perubahan sosial yang disebabkan oleh gelombang teknologi, informasi dan kominikasi telah memaksa paradigma pendidikan Islam secara perlahan sedang bergeser ke arah yang lebih terbuka, professional, dan demokratis. Pergeseran paradigma pendidikan Islam dalam menghadapi era yang terus menuntut penyesuaian lembaga atau organisasi pendidikan Islam atau pendidikan Islam secara lebih terencana dengan tujuan yang jelas dan terukur hasilnya, dengan menerapkan fungsi-fungsi manjamen yang menekankan pada kualitas proses daripada kuantitas hasil. Kualitas proses pendidikan Islam akan mentransformasikan AuwajahAy baru yang lebih bersifat jejaring, terbuka, interaktif, beragam, multidisiplin serta berorientasi produktivitas kerja saat itu Aujust on timeAy dan kompetitif di masa yang akan Tuntutan perubahan di era globalisasi saat ini, paradigma pendidikan Islam dipegaruhi oleh pemikiran Islam modern-kontemporer. Dalam peta pemikiran Islam, secara umum terdapat tiga tipologi pemikiran yang mewarnai terutama dalam hubungan dengan tantangan modernitas dan tuntutan tradisi sebagaimana dijelaskan Lutfie Asysyaukani yang dikutip oleh Esha, yaitu, tipologi transformatik, tipologi reformistik dan tipologi 151 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 ideal-totalistik. Pertama. Tipologi transformatik mewakili para pemikir yang secara radikal mengajukan proses transformasi masyarakat muslim dari budaya tradisional-patriarkal kepada masyarakat rasional dan ilmiah. Mereka menolak cara pandang agama dan kecenderungan mistis yang tidak berdasar nalar praktis serta menganggap agama dan tradisi masa lalu sudah tidak relevan lagi dengan tuntutan zaman sekarang. Karena itu, harus Kedua, tipologi reformistik. Mewakili kelompok yang melakukan penafsiran-penafsiran baru yang lebih hidup dan cocok dengan tuntutan zaman. Kelompok ini lebih spesifik dibagi kepada dua kecenderungan, yaitu para pemikir yang memakai pendekatan rekonstruktif dan dekonstruktif. Ketiga, tipologi ideal-totalistik yang ciri utamanya adalah sikap dan pandangan idealis terhadap ajaran Islam yang bersifat totalistic. Kelompok ketiga ini sangat committed dengan aspek religious budaya Islam sehingga berupaya menghidupkan kembali Islam sebagai agama, budaya, dan peradaban dengan menolak semua hal yang berasal dari Barat. Tipologi pemikiran Islam kontemporer ini menjadi AuvirusAy yang masuk ke semua system kehidupan Islam, seperti politik, ekonomi, budaya dan tidak ketinggalan pendidikan. Pengaruh tipologi tranformik menggiring dan membawa dunia pendidikan Islam menuju suatu era yang disebut lilberalisasi pendidikan. Pendidikan yang dahulu dianggap sebagai kegiatan nonprofit atau nonkomoditi, sekarang pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari biro jasa atau bagian yang tidak terpisahkan dari komoditi Oleh karena itu, orientasi pendidikan pendidikan Islam yang dahulu hanya sebagai tempat transfer of Islamic value or culture menjadi tempat process of Islamic science or Islamic civilization. Pergeseran orientasi pendidikan Islam modern ini meniscayakan inovasi berkelanjutan, terus menerus diupayakan agar pendidikan Islam tetap sholihun li kulli zamanin wa makanin. Inovasi yang dilakukan harus melalui berbagai pertimbangan yang komprehensif sehingga inovasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kepuasan masyarakat akan investasi pendidikan. Di sinilah dapat dipahami bahwa inovasi Muhammad In`am Esha. Institusional Transformation: Reformasi dan Modernisasi Pendidikan Tinggi Islam (Malang: UIN Malang Press, 2. , hlm. 152 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 merupakan hal yang sangat krusial dilakukan agar pendidikan Islam survive ditengah-tengah arus globalisasi atau modernisasi. Dari uraian di atas, diskursus bagaimana strategi inovasi pendidikan Islam dalam arus perubahan sosial yang begitu cepat menjadi sangat penting untuk dikaji. Diharapkan dengan kajian ini, menjadi bahan diskusi selanjutnya tentang bagaimana strategi inovasi pendidikan Islam dapat Hal ini penting karena dengan strategi yang tepat dapat melahirkan dan memunculkan inovasi pendidikan Islam yang benar-benar diterima masyarakat sebagai suatu model alternatif sekaligus rujukan bagi pendidikan lain. PEMBAHASAN Konsep dasar Inovasi Pendidikan Islam Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan akan melahirkan berbagai program pendidikan demi efektifitas dan Program-Program ini didesain sedemikian rupa dengan pola pengenalan pembaharuan-pembaharuan yang cenderung memiliki prinsip faster, cheaper and better. Pembaharuan selaras dengan perputaran zaman yang sudah menjadi sunnatullah yang tidak boleh tidak harus terjadi. Perubahan zaman berbanding luru pula dengan perubahan kebutuhan dan Hal inilah yang menjadi faktor utama pendorong lahirnya inovasi pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus terus-menerus melakukan inovasi layanan pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman, situasi dan kondisi dunia yang dihadapi. Pengertian Inovasi Pendidikan Innovation . merupakan term yang terkait dengan ilmu murni atau teknologi dan istilah ini sering umum diartikan sebagai kemajuan teknologi. Namun demikian, inovasi pedagogis . endidikan/pembelajara. mengasumsikan berbagai bentuk Dalam konteks ini, sulit untuk menetapkan definisi inovasi pedagogis. Namun, para peneliti telah banyak 153 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Istilah AuinovasiAy mirip, dalam arti harfiahnya, itu berarti penyesuaian, perbaikan, pengembangan, percobaan, atau bahkan modernisasi, reformasi atau pembaharuan. Dilihat dati asal katanya, inovasi berasal berasal dari bahasa latin AuInnovationAy yang berarti pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya AuinnovoAy yang artinya memperbarui dan mengubah. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru menuju ke arah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana . idak secara kebetulan Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, dijelaskanbahwa inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, pembaharuan, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya . agasan, metode, atau Menurut Muhammad Yunus, inovasi adalah macammacam AuperubahanAy genus. Inovasi sebagai perubahan yang disengaja, baru, dan khusus untuk mencapai tujuan-tujuan sistem. Jadi perubahan ini dikehendaki dan direncanakan. 4 Definisi inovasi tersebut di atas terlihat dengan jelas tidak mengandung adanya perbedaan yang mendasar. Oleh karena itu, dapat diambil benang merah bahwa inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, maupun barang bantuan manusia yang diamati atau dirasakan sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang . Hal-hal yang baru itu dapat berupa hasil invensi dan discovery yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dan diamati sebagai sesuatu yang baru Anne Mai Walder. The Concept of Pedagogical Innovation in Higher Education. Education Journal. Vol. No. 3, 2014, pp. doi: 10. 11648/j. http://article. com/pdf/10. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , hlm. Muhammad Yunus. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Mutiara, 1. , hlm. 154 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 bagi seseorang atau sekelompok masyarakat. Jadi inovasi adalah bagian dari perubahan sosial. Udin dalam bukunya. Inovasi Pendidikan mengutip beberapa pendapat para ahli tentang pengertian inovasi: An innovation is an idea for accomplishing some recognition social and in a newway for a means of accomplishing some social (Donald P. Ely 1982. Seminar on Educational Chang. An innovation is any idea, practice, or mate artifact perceived to be new by the relevant unit of adopt. The innovation is the change object. A change is the altera in the structure of the part of the actor . in response to a The requirements of the situation often involve a res to a new requirement is an inventive process producing an invention. However, all innovations, since not everything an individual or formal or informal group adopt in perceived as new. (Zaltman. Duncan, 1977:. The term innovation is usually employed in three different In one context it is synonymous with invention. is, it is refers to s creative process whereby two or more exiting concepts or entities are combined in some novel way to produce a configuration not previously known by the person involved. A person or organization performing this type of activity treats the term innovation in this fashion. (Zaltman. Duncan. Holbek, 1973: . An innovation is an idea, practice, or object that is received as new by an individual or other unit of adoption. It matters little, so far as human behavior is concerned, whether or not an idea is AuobjectivelyAy new as measured by the lapse of time since its first use of discovery. The perceived mewness of the idea for the individual determines his or her reaction to it. 155 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 the idea seems new to the individual, it is an innovation. (M. Rogers, 1983:. Dari beberapa devini inovasi di atas dapat dipahami bahwa inovasi merupakan Aujalan baruAy yaang di dalamnya terdapat suatu ide, hal-hal praktis dan sesuatu yang dirasakan baru oleh individu atau masyarakat dalam bentuk invensi atau diskoveri. Dari berbagai pandangan para ahli. William Hare memberi satu kesimpulan bahwa secara umum, inovasi merupakan suatu konsep yang menyiratkan perubahan untuk sesuatu yang lebih baik . he concept does imply alteration for the bette. 6 Jadi, inovasi merupakan term yang biasa digunakan dalam berbagai disiplin ilmu untuk berbagai kegiatan yang diorientasikan untuk menjadikan sesuatu yang ada sekarang lebih baik lagi dari berbagai sudut pandang tentang fungsi dan peran sesuatu tersebut di masa lalu. Sebagaimana Anne MW di atas singgung bahwa ada kesulitan mendefinisan inovasi dalam konteks pendidikan maupun pembelajaran. Sebelum mendefinisikan, apa konsep dari inovasi pendidikan. Valeria bertitik tolak dari pandangan bahwa dari berbagai penelitian, seperti yang dilakukan oleh CERIAos Innovation Strategy for Education and Training maupun The Oslo Manual for Measuring Innovation bahwa dimulai dari mendefinisikan makna produk teknologi dan proses inovasi atau lebih detail dengan istilah teknologi inovasi produk. Teknologi inovasi produk dapat mengambil dua bentuk yang luas: . Auproduk teknologi baruAy, yang merupakan produk yang memiliki karakteristik atau penggunaan dimaksudkan teknologi berbeda secara signifikan dari orang-orang dari produk yang dihasilkan Udin Syaefudin SaAoud. Inovasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, cet. 3, 2. William Hare. The Concept of Innovation in Education. Educational Theory Journal, 68Ae74, doi:10. 1111/j. http://onlinelibrary. com/doi/10. 1111/j. x/full. diakses juli 156 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 inovasi seperti ini dapat melibatkan teknologi baru yang radikal, dapat didasarkan pada penggabungan teknologi yang ada di penggunaan baru, atau bisa berasal dari penggunaan pengetahuan baru. Auteknologi peningkatan produk Au, yang merupakan produk yang sudah ada yang kinerja telah ditingkatkan secara signifikan atau upgrade. Sebuah produk sederhana dapat diperbaiki . alam hal kinerja yang lebih baik atau biaya yang lebih renda. melalui penggunaan yang lebih tinggi-komponen kinerja atau bahan, atau produk yang kompleks yang terdiri dari sejumlah sub teknis terpadu-sistem dapat ditingkatkan secara parsial perubahan ke salah satu subsistem. Dari pandangan dua bentuk tentang teknologi inovasi produk di atas, valeria sepakat dengan definisi inovasi pendidikan yang disampaikan oleh Pedro, yaitu: Au. educational innovation as Auany dynamic change intended to add value to the educational processes and resulting in measurable outcomes, be that in terms of stakeholder satisfaction or educational performanceAy . novasi pendidikan sebagai perubahan dinamis dimaksudkan untuk menambah nilai proses pendidikan dan mengakibatkan hasil yang terukur, bahwa dalam hal kepuasan pemangku kepentingan atau kinerja pendidikan"). Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa inovasi pendidikan merupakan upaya untuk menambah nilai guna dari produk pendidikan secara terukur baik sesuatu yang benar-benar baru ataupun sesuatu yang merupakan penyempurnaan produk pendidikan yang sudah ada sebelumnya dalam kerangka prinsip efektif dan efisien. Valeria Pandolfini. Innovation and Education Systems: Teachers Experiencing Interactive Whiteboards. International Journal of Scientific and Research Publications. Volume Issue October ISSN 2250-3153, http://w. org/research-paper-1013/ijsrp-p2250. diakses Juli 2016. 157 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Pengertian Pendidikan Islam Ditelaah dari sisi etimologinya, term pendidikan Islam merujuk pada tiga kata, yaitu tarbiyah, ta`lim dan ta`dib. Namun. Abudin Nata menginventarisir kata-kata lain yang berhubungan dengan pendidikan, yaitu:al-tazkiyah, al-muwa`idzhah, altafaqquh, al-tilawah, al-tahzib, al-irsyad, al-tabyin, al-tafakkur, al-ta`aqqul, dan al-tadabbur. Pertama, tarbiyah merujuk dari kamus Mu`jam al-Lughah, berarti education . , upbringing . , teaching . , instruction . , pedagogy . embinaan kepribadia. , breeding . emberi maka. , raising of animal . Sedangkan menurut Mahmud Yunus, tarbiyah berasal dari kata kerja rabba-yarubburabban yang berarti mengasuh, memimpin, dan mengasuh anak, memperbaiki, mengurusi kepentingan, megatur, menjaga, memperhatikan, memelihara, mendidik, dan membesarkan. 8Istilah tarbiyah dapat ditemukan dalam QS. Al-Israo . ayat 24 dan QS. Asu-SyuAoaraa . ayat 18, di mana an-Nahwi dalam Ushulut Tarbiyah Islamiyah wa Asalibiha fi Baiti wal Madrasati wal mujtamaAo sebagaimana dikutib oleh Mardia, melihatnya terdiri dari empat unsur. Pertama, menjaga dan memelihara fitrah anak menjelang dewasa. Kedua, mengembangkan seluruh potensinya. Ketiga, mengarahkan seluruh fitrah dan potensinya menuju Keempat, dilaksanakan secara bertahap. Term Ta`lim dalam menurut abuddin Nata merujuk pada Mu`jam bentuk jamak atau plural Auta`alimAy, memiliki makna Auinformation . emberitahuan tentang sesuat. , advise . , instruction . , direction . , teaching . , training . , schooling . endidikan sekola. , education . , dan apprenticeship . ekerja sambil belaja. Dan lebih ringkas. Mahmud Yunus mengatakan bahwa kata ta`lim Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2, 2. , hlm. Jejen Mustofa . Pendidikan Holistik: Pendekatan Listas Perspektif (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Cet. 1, 2. , hlm. 158 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 berarti hal yang berkaitan dengan mengajar atau melatih. 10 Kata Aoallama dapat ditemui pada beberapa ayat. Pada dua ayat, yaitu QS. Al-Baqarah . ayat 31 dan QS. Al-Naml . Kata Aoallama dalam dua ayat pada kedua surah tersebut, mengandung arti pengajaran dalam arti memberi pengetahuan tidak mengandung makna membina kepribadian. Hal senada dikatakan Azyumardi Azra bahwa ta`lim merupakan suatu proses transfer ilmu belaka bukan transformasi nilai dan pembentukan Jadi ta`lim lebih berorientasi pada pemberdayaan potensi akal baik kecerda intelektual, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan spiritual. Selain tarbiyah dan ta`lim, istilah lain yang merujuk pada pendidikan Islam adalah ta`dzib. Al-ta`dzib berasal dari kata adzdzaba, yuadzdzibu, ta`dziban yang dapat berarti education . , discipline . isiplin, patuh, dan tunduk pada atura. , . eringatan/hukuma. , . ukuman/penyucia. Al-ta`dzib berasal dari kata adab yang berarti beradab, bersopan santun. 12Pengertian ta`dib ini mengarah pada perbaikan tingkah laku peserta didik. Kata ta`dzib ini tidak sekalipun disebut dalam al-Qur`an, asumsi al-Qur`an tidak menyebutnya bahwa nilai-nilai yan terkandung dalam lafal ta`dib sudah tercakup dalam istilah tarbiyah dan ta`lim. Dengan demikian, ta`dib mengandung pengertian mendidik kepribadian sekaligus memberdayakan potensi akal. Maka esensi dari ta`dib adalah masalah kebaikan moral, sesuai hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. AuTuhan telah mendidikku, maka ia sempurnakan pendidikankuAy. Dari sudut terminologi. Pendidikan Islam memiliki banyak pengertian sebanyak pakar yang memberi pengertian sesuai dengan sudut pandang mereka sendiri sendiri. Azyumardi Azra Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam . , hlm. Azyumardi Azra. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium i (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, cet. 1, 2. , hlm. Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan IslamA hlm. 159 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 dalam bukunya. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Di Tengah Tantangan Millenium i menulis beberapa pendapat pendidikan Muslim tentang pengertian dari pendidikan. Pertama. Muhammad Natsir mengatakan bahwa pendidikan adalah suatu pimpinan jasmani dan rohani menuju kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan arti sesungguhnya. Kedua. Yusuf al-Qardhawi memberikan pandangan bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohaninya, dan jasmaninya, akhlaknya dan keterampilannya. Oleh karena itu, pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya. Ketiga. Hasan langgulung merumuskan pendidikan Islam adalah suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akherat. Dan secara lebih teknis. Endang Saifuddin Anshari memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai proses bimbingan . impinan, tuntutan, usula. oleh subyek didik terhadap perkembangan jiwa . ikiran, perasaan, kemauan, dan intuis. , dan raga peserta didik dengan bahan materi tertentu, pada jangka waktu tertentu dan dengan alat perlegkapan yang ada kearah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai ajaran Islam. Dari uraian di atas mengenai arti pendidikan Islam baik dari sisi etimologi maupun terminology yang diajukan para cendikiawan muslim tersebut, ada karakteristik yang membedakan pendidikan islam dengan pendidikan yang lain, yaitu: pendidikan Islam itu bimbingan jasmani dan rohani perserta didik. Islam itu proses transfer of knowledge and share of value secara bersama-sama. pendidikan Islam itu penyiapan generasi yang orientasi hidupnya diarahkan pada tujuan dunia dan akherat. pendidikan Islam itu menyiapkan generasi yang memiliki life skill yang unggul. dan pendidikan Islam itu proses penyiapan generasi 160 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 menghadapi situasi dan kondisi di masa mendatang. Jadi dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam itu adalah proses yang terencana menyiapkan generasi yang baik jasmani, rohani dan skillnya serta seimbang orientasi hidupnya di dunia dan akherat dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun di masa mendatang. Inovasi Pendidikan Islam Kata inovasi identik dengan modernisasi. Inovasi dan sama-sama Perbedaannya hanya terletak pada penekananciri dari perubahan. Jika inovasi lebih menekankan pada ciriadanya sesuatu yang diamati sebagai sesuatu yang baru bagi individu atau masyarakat, makamodernisasi menekankan pada adanya proses perubahan dari tradisional kemodern, atau dari belum maju ke arah yang sudah Sesuatu yang baru atau suatu gagasan yang baru sebagai suatu hasil pemikiran haruslah mampu memecahkan persoalan pendidikan yang tidak terpecahkan hanya dengan cara tradisional atau konvensional yang ada. Gagasan baru harus memenuhi ketentuan pemikiran pendidikan yang progresif dan bukan hasil trial and error atau coba-coba salah inilah yang biasa dikenal dengan istilah inovasi pendidikan. Menurut Udin, inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal . ang ada sebelumny. , serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. 13 Dari definisi tersebut dapat dijabarkan beberapa istilah yang menjadu kunci inovasi pendidikan, yaitu: AubaruAy dalam inovasi dapat diartikan apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh penerima inovasi, meskipun mungkin buka baru lagi bagi orang lain. Udin Syaefudin SaAoud. Inovasi Pendidikan A, hlm. 161 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru ialah sifat kualitatif berbeda dari sbelumnya. AukualitatifAy berarti inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali unsur-unsur dalam Jadi, bukan semata-mata penjumlahan atau penambahan unsur-unsur setiap komponen. AuhalAy yang dimaksud dalam definisi tadi banyak sekali, meliputi semua kompnen dan aspek dalam subsistem Hal-hal yang diperbaharui pada hakikatnya adalah ide atau rangkaian ide. Sementara inovasi karena sifatnya, bercorak mental, sedangkan yang lain memperoleh bentuk nyata. Termasuk hal yang diperbaharui ialah buah pikiran, metode, dan teknik bekerja, mengatur, mendidik, perbuatan, peraturan, norma, barang, dan alat. AukesengajaanAy merupakan usnur perkembangan baru dalam pemikiran para pendidikan dewasa ini. Sering digunakannya kata-kata dan dikembangkannya konsepsi-konsepsi inovasi pendidikan dan kebijaksanaan serta strategi untuk melaksanakannya, membuktikan adanya anggapan yang kuat bahwa inovasi dan penyempurnaan pendidikan harus dilakukan secara sengaja dan berencana, dan tidak dapat diserahkan menurut cara-cara kebetulan atau sekedar hobi perseorangan saja. Aumeningkatkan kemampuanAy mengandung arti bahwa tujuan utama inovasi adalah kemampuan sumber-sumber tenaga, uang, dan sarana, termasuk struktur dan prosedur Pendek kata, keseluruhan system perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya. AutujuanAy yang direncanakan harus dirinci dengan jelas tentang sasaran dan hasil-hasilnya yang ingi dicapai, yang 162 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 sedapat mungkin dapat diukur untuk mengetahui perbedaan antara keadaan sesudah dan sebelum inovasi dilaksanakan. Dari uraian di atas, dapat dikemukakan bahwa yang dinamakan inovasi pendidikan merupakan usaha mengadakan suatu hal yang baru . dengan berbagai cara atau metode untuk meningkatkan seluruh sumberdaya pendidikan demi mencapai tujuan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Pendidikan Islam berbeda dengan pendidikan secara Sesuai uraian tentang hakekat pendidikan Islam di atas jelas menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah pembinaan jasmani dan rohani peserta didik. Oleh karena itu, inovasi pendidikan Islam harus tetap berada tujuan ini sehingga inovasi yang dilakukan tidak lepas dari nilai-nilai transcendental dari agama Islam. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan inovasi pendidikan Islam, yaitu: Sumber Daya Manusia (SDM) Komponen SDM, khususnya guru menjadi motor penggerak dari inovasi pendidikan Islam. Inovasi di mulai dari guru dahulu kemudian komponen SDM yang lain. Di pendidikan islam selayaknya didahulukan inovasi dimulai dari kompetensi pribadi, kompetensi sosial, kompetensi kognitif dan kemudian kompetensi professional. Lingkungan pendidikan Islam Pengaturan desain lingkungan pendidikan Islam termasuk di dalamya peserta didik . menjadi bagian di dalamya menjadi unsur yang perlu ditata sedemikian rupa untuk membangun suatu system yang baik Orang tua murid Orang tua memilihkan pendidikan untuk anaknya jelas memiliki orientasi-orientasi tertentu yang tentunya perlu mendapat perhatian. Ibid. , hlm. 163 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 User/masyarakat Pendidikan adalah investasi peradaban masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam akan menjadi amodel alternative pertama apabila sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Startegi Inovasi Pendidikan Islam Untuk menjaga agar inovasi pendidikan Islam tepat sasaran dan tepat guna membentuk profil insan yang unggul jasmani dan rohaninya, maka diperlukan strategi. Menurut Rogers sebagaimana dikutip oleh Imam Suprayogo, hal-hal yang mempengaruhi cepat lambatnya penerimaan sebuah inovasi antara lain: Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Kompatibel, yaitu kesesuaian inovasi dengan nilai, pengalaman dan kebutuhan penerima. Kompleksitas dan tingkat kesukaran, yaitu inovasi yang mudah akan cepat diterima. Triabililiitas, yaitu dapat dicoba atau tidak. Artinya, inovasi yang dapat dicoba akan cepat diterima. Dapat diamati, artinya inovasi yang dapat di amati akan cepat Imam suprayogo selanjutnya memberi beberapa tips yang seharusnya diperhatikan dalam melaksanakan inovasi pendidikan, yaitu: memulai dari hal-hal yang sederhana, dan jangan puas kepada sesuatu yang telah dihasilkan, bahkan sebaiknya justru ditingkatkan terus menerus sampai pada hal yang lebih besar. Hasil tersebut bukan hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi justru dapat menjangkau kepentinganmasyarakat umum. Jika sudah dapat melaksanakan inovasi, jangan lupa diri, apalagi merasa lebih atau paling berhasil, paling sukses, dan paling Muslih Usa . Pendidikan Islam: Antara cinta dan fakta (Yogyakarta: Tiara Wacana. Yogyakarta, 1. , hlm. 164 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Hendaknya perasaan AupalingAy supaya dihindari dan diganti dengan rasa penuh syukur. Mulailah dari apa yang ada, jangan mengada-ada, apalagi mengharapkan sesuatu yang diluar jangkauan. Sebaiknya Auberakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepianAy, bersakit-sakit dahulu bersenang-senangkemudian, jangan muluk-muluk diluar Dalam inovasi dituntut adanya suatu keberanian untuk bertindak mengambil langkah. Melakukan inovasi perlu resiko. Namun dengan sikap optimise bahwa kegiatan yang dilakukan itu akan membawaperubahan yang berarti. Agar inovasi itu berarti atau membawa kebutuhan. Oleh karena itu, konsepinovasi harus efektif dan membawa hasil yang maksimal. Dalam era globalisasi, masyarakat menuntut kualitas. Karena kualitasberada di atas kuantitas. Penguasaan terhadap komunikasi bahasa mutlak diperlukan pada Bagitu juga kemampuan teknologi digital merupakan kebutuhan pada era globalisasi. Dalam konteks inovasi pendidikan merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Menurut Udin, ada beberapa strategi inovasi pendidikan yang dapat diadopsi oleh pendidikan Islam antara lain: strategi fasilitatif . acilitative strategie. , strategi pendidikan . e-educative strategie. , strategi bujukan . ersuasive strategie. , dan strategi paksaan . ower Strategi fasilitatif . acilitative strategie. Strategi fasilitatif merupakan pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakan pencapain tujuan sebagai sasaran yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program perubahan sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar. Ibid. , hlm. Udin Syaefudin SaAoud. Inovasi Pendidikan A, hlm. 165 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dengan strategi fasilitatif ini, antara lain: Digunakan apabila klien mengenal masalah, merasa perlu adanya perubahan, bersedia menerima bantuan dari luar dirinya, dan memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha merubah atau memperbaiki dirinya Dilaksanakan dengan disertai program menimbulkan kesadaran pada klien atas tersedianya fasilitas atau tenaga bantuan yang Digunakan sebagai kompensasi motivasi yang rendah terhadap perubahan sosial. Strategi pendidikan . e-educative strategie. Perubahan sosial didefinisikan sebagai pendidikan atau pengajaran kembali . e-educatio. Pendidikan juga dipakai sebagai strategi untuk mencapai tujuan perubahan sosial. Dengan menggunakan strategi pendidikan berarti untuk mengadakan perubahan sosial dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta atau informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan. Dengan dasar pemikiran bahwa manusia akan mampu untuk membedakan fakta serta memilihnya guna mengatur tingkah lakunya apabila fakta itu ditunjukkan kepadanya. Zaltman menggunakan istilah Aure-educationAy dengan alasan bahwa dengan strategi ini mungkin seseorang harus belajar lagi tentang sesuatu yang dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari tingkah laku atau sikap yang baru. Dengan menggunakan strategi pendidikan berarti tidak menutup kemungkinan untuk digunakannya strategi yang lain sesuai dengan keperluan. Agar penggunaan strategi pendidikan dapat berlangsung secara efektif, perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: Strategi pendidikan akan dapat digunakan secara tepat dalam kondisi dan situasi sebagai berikut: 166 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 . apabila perubahan sosial yang diinginkan, tidak harus terjadi dalam waktu yang singkat . idak ingin segera cepat . apabila sasaran perubahan . belum memiliki keterampilan atau pengetahuan tertentu yang diperlukan untuk melaksanakan program perubahan sosial. apabila menurut perkiraan akan terjadi penolakan yang kuat oleh klien terhadap perubahan yang diharapkan. apabila dikehendaki perubahan yang sifatnya mendasar dari pola tingkah laku yang sudah ada ke tingkah laku yang . apabila alasan atau latar belakang perlunya perubahan telah diketahui dan dimengerti atasa dasar sudut pandang klien sendiri, serta diperlukan adanya kontrol dari klien. Strategi pendidikan untuk melaksanakan program perubahan akan efektif jika: digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai untuk digunakan sebagai dasar tindakan selanjutnya sesuai dengan tujuan perubahan sosial yang akan dicapai. disertai dengan keterlibatan berbagai pihak misalnya dengan adanya: sumbangan dana, donatur, serta berbagai penunjang yang lain. digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya. digunakan untuk menanamkan pengertian tentang hubungan antara gejala dan masalah, menyadarkan adanya masalah dan memantapkan bahwa masalah yang dihadapi dapat dipecahkan dengan adanya perubahan. Strategi pendidikan akan kurang efektif jika: tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan . dengan tanpa dilengkapi dengan strategi yang lain. Strategi bujukan . ersuasive strategie. 167 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Program perubahan sosial dengan menggunakan strategi bujukan, artinya untuk mencapai tujuan perubahan sosial dengan cara membujuk . agar sasaran perubahan . , mau mengikuti perubahan sosial yang direncanakan. Sasaran perubahan diajak untuk mengikuti perubahan dengan cara memberikan alasan, mendorong, atau mengajak untuk mengikuti contoh yang diberikan. Strategi bujukan dapat berhasil berdasarkan alasan yang rasional, pemberian fakta yang akurat, tetapi mungkin juga justru dengan fakta yang salah sama sekali . ayuan gomba. Tentu saja yang terakhir ini hasilnya tidak akan tahan lama bahkan untuk selanjutnya akan merugikan. Strategi bujukan biasa digunakan untuk kampanye atau reklame pemasaran hasil perusahaan. Demikian pula sering terjadi dalam komunikasi antar individu di masyarakat, walaupun kadang-kadang tanpa disadari bahwa dia melakukan atau menggunakan strategi Untuk berhasilnya penggunaan strategi bujukan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: Strategi bujukan tepat digunakan bila klien . asaran perubaha. tidak berpartisipasi dalam proses perubahan sosial. berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak pperubahan sosial. diajak untuk mengalokasikan sumber penunjang peruba han dari suatu kegiatan atau program ke kegiatan atau program yang lain. Strategi bujukan tepat digunakan jika: masalah dianggap kurang penting atau jika cara pemecahan masalah kurang efektif. pelaksana program perubahan tidak memiliki alat kontrol secara langsung terhadap klien. sebenarnya perubahan sosial sangat bermanfaat tetapi menganggap mengandung suatu resiko yang dapat menimbulkan perpecahan. 168 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 . perubahan tidak dapat dicobakan, sukar dimengerti, dan tidak dapat diamati kemanfaatannya secara langsung. dimanfaatkan untuk melawan penolakan terhadap perubahan pada saat awal diperkenalkannya perubahan sosial yang Strategi paksaan . ower strategie. Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakan strategi paksaan, artinya dengan cara memaksa klien . asaran perubaha. untuk mencapai tujuan perubahan. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan. Kemampuan untuk melaksanakan paksaan tergantung daripada hubungan kontrol antara pelaksana perubahan dengan sasaran . Jadi, ukuran hasilnya target perubahan tergantung dari kepuasan pelaksanaan Sedangkan kekuatan paksaan artinya sejauh mana pelaksana perubahan dapat memaksa klein tergantung dari tingkat ketergantungan klien dengan pelaksana perubahan. Kekuatan paksaan juga dipengaruhi berbagai faktor antara lain: ketatnya pengawasan yang dilakukan pelaksana perubahan terhadap klien. Tersedianya berbagai alternatif untuk mencapai tujuan perubahan, dan juga tergantung tersedianya dana . untuk menunjang pelaksanaan program, misalnya untuk memberi hadiah kepada klien yang berhasil, atau menghukum yang tidak mau Penggunaan strategi paksaan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: strategi paksaan dapat digunakan apabila partisipasi klien terhadap proses perubahan sosial rendah dan tidak mau meningkatkan partisipasinya. strategi paksaan juga tepat digunakan apabila klientidak merasa perlu untuk berubah atau tidak menyadari perlunya perubahan strategi paksaan tidak efektif jika klien tidak memiliki sarana penunjang untuk mengusahakan perubahan dan pelaksana perubahan juga tidak mampu mengadakannya. 169 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 strategi paksaan tepat digunakan jika perubahan sosial yang harapkan harus terwujud dalam waktu yang singkat. Artinya tujuan perubahan harus segera tercapai. strategi paksaan juga tepat dipakai untuk menghadapi usaha penolakan terhadap perubahn sosial atau untuk cepat mengadakan perubahan sosial sebelum usaha penolakan terhadapnya bergerak. strategi paksaan dapat digunakan jika klien sukar untuk mau menerima perubahan sosial artinya sukar dipengaruhi strategi paksaan dapat juga digunakan untuk menjamin keamanan percobaan perubahan sosial yang telah direncanakan. KESIMPULAN Pergeseran orientasi dunia modern pendidikan Islam modern meniscayakan pentingnya akan inovasi pendidikan Islam. Inovasi akan berjalan sesuai yang diharapkan dengan menggunakan strategi yang tepat Inovasi yang dilakukan harus melalui berbagai pertimbangan yang komprehensif sehingga inovasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kepuasan masyarakat akan investasi pendidikan Islam. Nah, alasan inilah kenapa inovasi itu penting diterapkan pada pendidikan Islam dan menjadi hal yang sangat krusial dilakukan agar pendidikan Islam survive ditengah-tengah arus globalisasi atau modernisasi Dari uraian makalah di atas, ada tiga hal utama yang dapat diambil kesimpulan, yaitu: inovasi pendidikan adalah upaya yang efektif dan efisien dalam menambah nilai guna produk pendidikan agar proses belajar dan mengajar dapat terukur dan berjalan sesuai harapan seluruh stakeholder pendidikan yang dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu menciptakan produk pendidikan yang benar-benar baru atau menyempurnakan produk pendidikan yang sudah ada. Strategi inovasi pendidikan Islam meruapkaan suatu cara atau usaha mengadakan suatu hal yang baru . dengan berbagai cara atau metode untuk meningkatkan seluruh sumberdaya pendidikan Islam demi mencapai tujuan sesuai 170 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 rencana yang telah ditetapkan didasarkan nilai-nilai yang terdapat pada al-Qur`an dan al-Hadis. Strategi inovasi pendidikan Islam dapat dilakukan dengan empat strategi, yaitu strategi fasilitatif . acilitative strategie. , strategi pendidikan . e-educative strategie. , strategi bujukan . ersuasive strategie. , dan strategi paksaan . ower strategie. Dan keempat strategi ini harus memperhatikan beberapa aspek, seperti efektifitas dan efisiensi, kompatibel, triabilitas, dan dapat diukur agar inovasi yang dilakukan benar-benar berdampak positif bagi lembaga, tenaga pendidikan dan kependidikan, peserta didik, orang tua dan user atau masyarakat. DAFTAR PUSTAKA