Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN KEJADIAN STRES KERJA PADA PEKERJA KONTRUKSI PEMBUATAN HOTEL Oleh I Kadek Dwi Arta Saputra1. Cokorda Gde Putra Pemayun2. Ni Putu Indah Rosita3. Ni Rai Sintya Agustini4. I Wayan Septa Wijaya5 1,2,3,4,5,6Universitas Triatma Mulya E-mail: 1duwiarta89@gmail. Abstract Work stress can trigger work fatigue in workers which has an impact on decreasing work This research is a quantitative descriptive research with a cross-sectional approach. The sampling technique in the study was simple random sampling. The population in this study amounted to 459 respondents and based on the calculation of the sample size formula, the sample needed was 69 respondents. To find out the incidence of stress due to work is carried out using The results of occupational stress events in construction workers showed that as many as 23. 2% of respondents experienced work-related stress. The results of the chis quare test showed that occupational stress disorders in response had significant differences . < 0. in workload and age, while other variables such as length of work and noise perception did not show significant differences with occupational stress events. Based on the findings above, the advice should be for companies to provide clear information about rest periods and targets to be achieved so that workers do not feel exhausted and burdened at work. Keywords: Work Stress. Construction. Hotel PENDAHULUAN Menurut Alias et al . , stres kerja merupakan salah satu masalah terkait kesehatan kerja yang terus menjadi perhatian di berbagai Negara, di era digitalisasi sekarang ini, tingginya tuntutan kerja dan perubahan lingkungan kerja seringkali menjadi faktor psikososial yang berdampak pada munculnya gejala stress pada pekerja stres kerja dapat muncul pada tingkat yang berbeda di setiap tempat kerja, stres kerja dapat menyebabkan pekerja mengalami depresi dan konflik, sedangkan menurut (Elizabeth Zavanya M. Ekawati, 2. , stress kerja merupakan suatu keadaan internal yang diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai memberikan potensi membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya, stres kerja merupakan hal yang sering terjadi pada pekerja di dunia kerja. Dalam survey yang dilakukan oleh The Chartered Institute of Building (CIOB) terhadap pekerja konstruksi di Inggris ditemukan bahwa dari 847 responden, sebanyak 578 atau 68,2% responden menderita stress, kecemasan dan depresi, dari 578 responden tersebut menunjukkan bahwa 61,9% responden mengalami stres, 48,4% pernah mengalami kecemasan dan 18,5% pernah mengalami depresi. World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari separuh pekerja di negara maju mengalami stres kerja di tempat kerja. Hampir 11 juta orang menderita stres kerja di Amerika Serikat dan dikatakan bahwa stres kerja adalah masalah terpenting dalam kehidupan (WHO. Survei yang dilakukan oleh Health and Safety Executive (HSE) menyatakan, pada tahun 2017-2018, angka kasus stres, depresi, dan kecemasan akibat kerja sebanyak 595. kasus dengan tingkat prevalensi 1. 800 per 000 pekerja, angka kasus kemudian a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a mengalami peningkatan pada tahun 2021 000 dan mengalami penambahan kasus baru sebanyak 372. 000 dengan angka 120 per 100. 000 pekerja (HSE. Dampak negatif dari beban kerja yang berdampak pada munculnya stres kerja menurut jurnal (Rusda & Dini Arimbi, 2. adalah kualitas kerja menurun, adanya keluhan terkait hasil kerja dan kenaikan tingkat Menurut (Fatin et al. , 2. berbagai faktor dapat menimbulkan stres kerja, secara umum berasal dari faktor lingkungan kerja seperti jam kerja yang panjang, masa kerja dan meliputi faktor fisiknya seperti kebisingan, faktor organisasi yang melibatkan hubungan antar pekerja, hingga faktor inidividu pekerja itu sendiri. Penelitian yang dilakukan (Wibowo 2. , masa kerja yang baru atau lama mempengaruhi tenaga kerja dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan di tempat kerjanya karena berkaitan dengan pengalaman yang mereka miliki, karyawan yang memiliki masa kerja baru umumnya masih merasa sulit untuk menyelesaikan permasalahan tersebut karena perlu adanya adaptasi sementara karyawan dengan masa kerja lama umumnya mengalami stres kerja akibat kejenuhan, hasil penelitian yang (Manabung et al. , 2. menunjukan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan stres pada tenaga kerja, dimana, pekerja yang mengalami stres kerja sedang sebanyak 26 responden dengan presentase 41,9%, masa kerja < 5 tahun mengalami stres kerja rendah dan sedang masing-masing sebanyak 8 responden dengan persentase 13%, hasil penelitian yang dilakukan oleh (Paramita, 2. menunjukan bahwa jam kerja yang panjang terlebih bila melebihi NAB (>8 jam/har. membuat pekerja memiliki sedikit waktu untuk beristirahat dan menyebabkan kelelahan. Hasil pengamatan sementara mengenai proses kerja pada pekerja kontruksi proyek hotel X yang dilakukan pada 8 orang pekerja pembuat beton, bahwa 5 diantaranya mengatakan mengalami gejala susah tidur pada malam hari dan semangat untuk bekerja pekerja menurun. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara Karateristik pekerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi pembuatan hotel. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di proyek kontruksi resort X bintang 5 yang berada Badung Bali pada bulan Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pembuatan hotel X yang berjumlah 549 orang pekerja. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian adalah simple random sampling, berdasarkan perhitungan rumus besar sampel sampel yang dibutuhkan sebanyak 69 pekerja. Data yang dikumpulkan berupa data primer dengan dan metode ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner HRSA (Hamilton Rating Scale Anxiet. yang sudah valid dan sering digunakan dalam penelitian mengenai stress kerja, kuesioner HRSA berisi 14 kelompok pertanyaan sesuai dengan gejala yang dirasakan oleh responden dan menggunakan kuesioner identitas diri. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data berupa analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik penelitian dan analisis bivariat dengan melakukan uji Chi-square untuk mencari hubungan keeratan antara variabel dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui karatekristik responden berupa umur, lama kerja masa kerja, status merokok APD serta distribusi kejadian hipertensi pada Hasil analisis ditampilkan dalam tabel dibawah ini. a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Tabel 1. Karakteristik Pekerja Kontruksi Tabel 3. Hubungan Karakteristik Pekerja Dengan Kejadian Stres Kerja Variabel Proporsi (%) Stres Kerja Umur Variabel Tidak < 28 tahun Umur Ou 28 tahun < 28 tahun 0,046 Masa kerja Ou 28 tahun Masa < 5 tahun < 5 tahun 0,042 Ou 5 tahun Ou 5 tahun 12 48,0 Lama kerja Lama kerja < 8 jam 16 94,1 0,140 < 8 jam Ou 8 jam 0,00 Beban Kerja Ou 8 jam Tidak 10 16,4 0,001 Beban Kerja Persepsi Kebisingan 0,223 Tidak Menganggu 10 20,0 Tidak Persepsi Menganggu Kebisingan Proporsi kejadian stres akibat kerja Menganggu secara bermakna lebih tinggi pada masa kerja Tidak Ou28 tahun . =0,. , masa kerja Ou 5 tahun Menganggu . =0,. , beban kerja . =0,. , sedangkan Total variabel yang lain seperti lama kerja . =0,. Karakteristik pekerja berdasarkan dan persepsi kebisingan . =0,. tidak umur memiliki rentangan umur 20-50 tahun, menunjukkan hubungan yang bermakna dimana rentangan umur responden terbanyak dengan kejadian stres akibat kerja pada pekerja berada pada umur Ou 28 tahun, berdasarkan kontruksi pembuatan hotel. masa kerja responden terbanyak berada Pembahasan dengan masa kerja <5 tahun, berdasarkan lama Menurut (Maudy et al. , 2. kerja responden terbanyak berada dengan lama menyatakan umur adalah lamanya seseorang kerja Ou 8 jam, sebanyak 11,6% responden hidup sampai penelitian ini dilaksanakan, memiliki beban kerja dan 27,5% responden seiring bertambahnya usia keterampilanmengakui keterampilan akan menurun yang akan berdampak pada kondisi kesehatan baik fisik Tabel 2. Distribusi Kejadian Stres Kerja dan mental seseorang dan menurut penelitian Variabel Proporsi (%) yang dilakukan oleh (Amalia & Widajati. Stres Kerja 2. kekuatan fisik seseorang sangat Tidak dipengaruhi oleh usia, dimana usia akan mempengaruhi tingkat kapasitas kerja dalam Total melakukan setiap pekerjaannya. Semakin tua Berdasarkan tabel diatas, usia pekerja maka kecenderungan untuk ditemukan responden yang mengalami mempersepsikan stres kerja semakin besar kejadian stress kerja sebesar 23,1% dan tidak sehingga terdapat kemungkinan pekerja g mengalami kejadian stres kerja sebesar 76,8% lebih muda kurang dapat mengatasai stres Analisis bivariat dilakukan untuk kerja secara efektif dibandingkan yang mengetahui hubungan antara karakteristik berusia lebih muda (Elizabeth Zavanya M, pekerja berupa umur, masa kerja, lama kerja. Ekawati, 2. Berdasarkan hasil penelitian beban kerja dan persepsi kebisingan dengan yang penulis lakukan menunjukkan hasil kejadian stres kerja pada pekerja. bahwa terdapat hubungan yang signifikan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a antara umur Ou 28 tahun dengan kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi pembuatan hotel dengan nilai p<0,05, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sari et al. , 2. , berdasarkan hasil uji statistic chi-square diperoleh nilai p value= 000 < 0. 05 yang berarti terdapat hubungan antara umur dengan stres kerja pada pekerja dan hasil penelitian juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yulia Handayani et al. , 2. menyatakan hasil bahwa umur menjadi salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi stres kerja. Semakin tua umur seseorang maka orang tersebut semakin rentan mengalami stress akibat kerja. Masa kerja dalam penelitian ini merupakan lamanya waktu terhitung mulai pertama kali pekerja masuk kerja hingga penelitian berlangsung dalam pengambilan data penelitian, berdasarkan hasil pengamtan yang dilakukan, seluruh pekerja melakukan pekerjaan yang berulang dan berlangsung setiap hari. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur Ou 5 tahun dengan kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi pembuatan hotel dengan nilai p<0,05, penelitian ini sejalan dengan (Mahardika, 2. bahwa ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan stres kerja. Masa kerja memiliki pengaruh dalam memicu terjadinya stres kerja dan penelitian yang didukung oleh teori Wibowo . yang menyatakan bahwa masa kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stres kerja. Dimana, tenaga kerja baru (< 1 tahu. mengalami stres kerja akibat masih beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya termasuk dengan penyelesaian masalah yang dihadapi. Sementara tenaga kerja lama (Ou 1 tahu. umumnya mengalami stres kerja karena Pekerja dengan jam kerja yang panjang sangat rentan terhadap berbagai jenis keluhan kesehatan, seperti durasi tidur yang singkat, kelelahan, gangguan tidur, hipertensi dan sters kerja, pekerja dengan jam kerja panjang memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami keluhan kesehatan, dan durasi tidur yang pendek memiliki hubungan yang paling kuat terhadap jam kerja panjang, yang pada akhirnya mengakibatkan terganggunya kondisi kesehatan (Ramadani, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi pembuatan hotel dengan nilai p>0,05. Menurut (Setiyo Utomo, 2. beban kerja yang terlalu banyak dapat menyebabkan ketegangan dalam diri seseorang sehingga menimbulkan stres. Hal ini bisa disebabkan oleh tingkat keahlian yang dituntut terlalu tinggi, kecepatan kerja mungkin terlalu tinggi, volume kerja mungkin terlalu banyak dan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi pembuatan hotel dengan nilai p>0,05, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Safitri, 2. , berdasarkan analisis pearson product moment didapatkan hasil beban kerja dengan stres kerja yakni nilai korelasi sebesar 0. nilai Sig sebesar 0. 000 (P < 0. , hal ini menunjukan kolerasi yang sedang atau cukup artinya hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja dan penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Muhbar & Rochmawati, 2. dimana hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan beban kerja pada (Pratiwi et al. , 2. persepsi lingkungan yang bising ini dianalogikan dapat mempengaruhi pekerja terutama lingkungan kerja berdampak sebagai gangguan yang dapat a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. mempengaruhi yang bersifat psikologis, hal Konstruksi. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan ini tergantung pada kenyamanan dan Gizi (JIG), 156Ae165. kesehatan sehingga apabila semakin tingkatan https://doi. org/10. 55606/jikg. stres yang dialami dan cara mempersepsikan . Mahardika. Hubungan tinggi individu mempersepsikan lingkungan Antara Masa Kerja Dengan Stres Kerja yang bising lingkungan kerjanya maka Pada Tenaga Kerja Bagian Winding. semakin tinggi pula tingkat stres sedangkan . Manabung. Suoth. , & semakin rendah individu mempersepsikan Warouw. Hubungan Antara lingkungan yang bising maka semakin rendah Masa Kerja dan Beban Kerja Dengan pula tingkat stres. Berdasarkan hasil Stres Kerja pada Tenaga Kerja Di PT. penelitian yang penulis lakukan menunjukkan Pertamina TBBM Bitung. Kesmas, 7. , hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang 1Ae10. signifikan antara persepsi kebisingan dengan . Maudy. Ruliati. , & Doke. kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi . Keluhan Musculoskeletal pembuatan hotel dengan nilai p>0,05. Disorders dan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di PENUTUP Pelabuhan Tenau. Media Kesehatan Kesimpulan Masyarakat, 3. , 312Ae321. Berdasarkan hasil penelitian yang telah https://doi. org/10. 35508/mkm. dilakukan, didapatkan data sebesar 23,2% pekerja mengalami kejadian stres kerja dan . Muhbar. , & Rochmawati. 76,8% tidak mengalami stres kerja, . Hubungan Antara Tingkat berdasarkan analisis data yang dilakukan Stres Dengan Beban Kerja Guru Di ditemukan bahwa kejadian stres kerja secara Sekolah Luar Biasa. Jurnal bermakna lebih tinggi pada kelompok umur Ou Keperawatan Jiwa, 5. , 28, masa kerja Ou 4 tahun dan beban kerja https://doi. org/10. 26714/jkj. sedangkan untuk variabel lama kerja dan persepsi kebisingan tidak berhubungan dengan . Paramit. kejadian stres kerja pada pekerja kontruksi Pengaruh Konflik. Kelelahan Emosional dengan hasil p<0,05. dan Kepuasan Kerja Terhadap Intensitas Turnover Yang Dimediasi Komitmen DAFTAR PUSTAKA