Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Metode Pembelajaran Dalam Memberikan Pendidikan Agama Islam Pada Usia Dini Industri 4. Ita Erliyani1 Khozin Yuliana2 Hendra Kusumah3 Naufal Aziz4 Universitas Raharja Jl. Jendral Sudirman No. 40 Modernland. Cikokol. Tangerang. Indonesia E-mail: ita. erliyani@raharja. khozin@raharja. kusumah@raharja. naufalaziz@raharja. ABSTRAK Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengenalkan anak mengenai pendidikan islam sejak dini dengan menggunakan metode baru dari sebelumnya. Dimana media yang digunakan dalam memberikan pembelajaran agama islam terhadap anak dapat menyesuaikan zaman saat ini . Dimana industri 4. 0 membawa banyak perubahan dalam banyak hal seperti trend dalam berpakaian, makanan dan teknologi yang ternyata dapat mempengaruhi agama Media yang digunakan lebih kekinian tidak hanya berbentuk tulisan dalam bentuk buku, tapi berbentuk mainan, media massa dan aplikasi, dari sini terlihat metode yang digunakan dalam bentuk tradisional menjadi modernisasi salah satu upaya menarik minat anak untuk belajar mengenal agama islam. Namun dibutuhkan dukungan dari keluarga, lingkungan masyarakat dan sekolah dalam memanfaatkan teknologi saat ini, tidak hanya dilihat dari sisi negatifnya tapi dari positifnya. Karena minat anak dalam mempelajari agama islam sudah menurun dan memiliki mindset bahwa saat pembelajaran akan membuat jenuh, media yang digunakan hanya berbentuk buku dan tidak dapat digunakan dimana saja. Penelitian ini menggunakan literature review yaitu dengan cara mengkaji judul penelitian sebelumnya yang sudah publish dan sesuai dengan penelitian saat ini. Oleh sebab itulah penelitian ini bertujuan untuk menarik minat anak sejak dini bahwa belajar agama islam itu menyenangkan dan tidak sesusah yang dibayangkan dengan media pembelajaran modern. Kata Kunci: Metode Pembelajaran. Pendidikan Islam. Industri 4. ABSTRACT Many things can be done in introducing children to Islamic education from an early age by using new methods than before. Where the media used in providing Islamic religious learning to children can adapt to the current era . Where industry 4. 0 brings many changes in many things such as trends in clothing, food and technology which can actually affect Islam. The media used is more contemporary, not only in the form of writing in the form of books, but in the form of toys, mass media and applications, from here it can be seen that the methods used in traditional forms are modernizing one of the efforts to attract children's interest in learning about Islam. However, support from families, communities and schools is needed in utilizing today's technology, not only from the negative side but from the positive side. Because children's interest in studying Islam has decreased and they have a mindset that when learning will make them bored, the media used is only in the form of books Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - and cannot be used anywhere. This study uses a literature review, namely by reviewing the titles of previous studies that have been published and in accordance with current research. Therefore, this study aims to attract children's interest from an early age that learning Islam is fun and not as difficult as imagined with modern learning media. Keywords: Learning Methods. Islamic Education. Industry 4. PENDAHULUAN Media pembelajaran dibutuhkan dengan adanya inovasi dalam metode baru yang dapat menyesuaikan dengan industri 4. Dimana dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam memanfaatkan teknologi tersebut, karena dengan adanya industri 4. 0 membawa perubahan besar dengan teknologi yang lebih berekembang dan modern yang dapat mempengaruhi tingkah laku manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari seperti gaya berbusana, makan dan bahasa didapatkan dari budaya luar. Oleh sebab itulah kemajuan akan pola pikir manusia akan adanya industri tersebut dapat membawa manusia akan lupa agamanya yang dianut bagaimana cara hidup dengan kesesuaian ajaran agama islam saat berperilaku tanpa melanggar norma. Pendidikan islam dapat memberikan fasilitas terhadap peserta didik berupa pemahaman teknologi yang berkembang pesat. Namun pendidikan islam yang didapatkan dari lingkungan keluarga salah satu cara dalam mengenalkan agama islam terhadap anak sejak dini, seperti mengajarkan hal sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari menjadi sebuah kebiasaan baik, seperti contoh kecil saat melakukan apapun membaca bismillahirrahmanirrahim, sebelum keluar rumah dapat mengucapkan salam dan pada saat makan membaca doa makan. Hal-hal yang dilakukan tersebut adalah suatu hal kecil yang membawa anak dapat dengan baik bersosialisasi akan lingkungan sekitar. Tetapi lingkungan keluarga tidak cukup dalam mengenalkan dan menerapkan agama islam kepada anak, untuk itu dibutuhkan pendidikan yang terdapat pada lingkungan sekolah dalam membentuk karakter manusia menjadi manusia yang dapat menghargai manusia lain tanpa membedakan . uku, warna kulit dan bentuk fisi. , mengenalkan perbedaan agama terhadap anak untuk dapat bertoleransi dengan agama lainnya dan menggunakan akal yang dimiliki pada tempatnya tanpa mengganggu orang lain. Kian hari manusia terlalu dimanjakan dengan teknologi modern saat ini, dimana pengguna teknologi tersebut dapat dinikmati semua kalangan dengan penggunaan yang mudah serta tidak mengenal adanya batas waktu ketika saat menggunakannya. Oleh sebab itu industri 0 mendorong penggunaan internet terhadap masyarakat untuk dapat melakukan apapun dalam mengenal hal-hal baru dengan melihat dunia luar mengenai gaya hidup yang dijalankan sehari-hari meningkat, dapat membawa hal buruk apabila pengguna tidak dapat mengontrol dengan baik saat menerima informasi tersebut atau melihat nya. Anak usia dini termasuk pengguna internet yang rawan akan penerimaan informasi karena dapat membawa anak akan hal negatif seperti penggunaan internet akan bermain game hingga lupa waktu, menonton film kartun akan lupa waktu belajar, menonton siaran kategori dewasa yang dapat membentuk karakter anak tidak sesuai dengan usianya seperti berkata kasar, berpakaian yang tak seumurnya dengan memakai make up dan lainnya adalah tantangan yang dihadapi saat ini dalam adanya industri 4. Metode pembelajaran di era industri 4. 0 tentunya membutuhkan media yang lebih menyenangkan. Karena orang dapat memanfaatkan media yang ada seperti menggunakan media pembelajaran offline dan internet tentunya, tetapi dibutuhkan kebijakan dan inovasi saat memberikan pelajaran terhadap anak, agar anak tidak merasa cepat bosan dalam sistem belajar. Peran orang tua menjadi lingkungan pertama dalam mengajarkan anaknya mengenai agama yang dianut. Lingkungan masyarakat adalah pendidikan kedua yang didapatkan anak Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - seperti terbiasa dalam mengucapkan salam saat bertegur sapa saat dijalan. Urutan ketiga lingkungan sekolah tidak kalah penting mengenalkan anak dalam menganut agama islam untuk dapat menjalankan kehidupan bersosialisasi dengan baik. Dengan kata lain lingkungan dapat membawa anak mengenal agama islam dengan baik tanpa adanya hambatan apabila dapat dioptimalkan dengan tepat. METODOLOGI PENELITIAN Dalam melakukan penelitian pada paper ini menggunakan metode literature review dengan cara mencari topik penelitian terdahulu untuk memudahkan penelitian, mencari literatur . arya tuli. yang serupa dengan topik penelitian, mengembangkan pendapat yang terdapat pada paper penelitian sebelumnya dengan tulisan yang sudah terpublish dan terpercaya akan karya tulis sebelumnya. Dapat dilihat beberapa literature review sebelumnya dari peneliti sebelumnya bisa dijabarkan sebagai berikut dengan ketersangkutan dari peneliti terpublish sebelumnya sebagai berikut. Penelitian, menjabarkan bahwa manajemen pendidikan islam dibutuhkan dalam menghadapi industri 4. 0 untuk dapat membangun nilai-nilai positif atas perubahan pada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan dunia industri 4. 0 dalam segala keahlian. Berikutnya penelitian, mengemukakan pada paper penelitian bahwa peran pendidikan islam membentuk karakter siswa di industri 4. 0 dalam pembentukan karakter siswa melalui kegiatan yang dilakukan seperti kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler. Tidak hanya itu penelitian dari, berkata bahwa peran guru dalam mengembangkan kurikulum di dunia pendidikan bersifat dinamis agar dapat menyeimbangi perubahan yang ada pada revolusi industri 4. 0 saat ini dengan adanya inovasi, aktivitas dan kreatif. Dapat dilihat penelitian dari, ialah pendidik salah satu sumber dalam membentuk lingkungan ideal yang dapat lebih optimal dalam meningkatkan potensi diri terhadap siswa tersebut, karena telah memberikan arahan peserta didik dalam membimbing dan membina ke arah pendidikan agama islam dengan secara langsung di era industri 4. 0 tanpa memberikan pendapat negatif. Selain itu penelitian yang dilakukan, menggambarkan potret guru ideal dalam industri 4. 0 di pendidikan islam yang mampu saat dapat mendekatkan diri terhadap anak didik pada proses pembelajaran untuk mendapatkan pendidikan didunia dan diakhirat saat mencari kebahagiaan dengan penyampaian yang diterima baik oleh peserta didik. Namun itu semua itu dibutuhkan kepemimpinan yang tepat untuk dapat mengikuti perubahan industri 4. di masyarakat pada penelitian. Terlihat penelitian dari, dalam papernya mengemukakan bahwa madrasah juga membutuhkan teknologi agar terjadinya digitalisasi dalam memudahkan melakukan pengabdian masyarakat saat ini di zaman era industri 4. 0 yang dimana apapun membutuhkan teknologi agar tidak ketinggalan. Dimana banyak tanggapan dengan respon positif yang diberikan umat muslim dengan adanya industri 4. 0 seperti memanfaatkan peluang yang ada dalam melakukan dakwah secara digital agar dapat dinikmati masyarakat dimana dan kapan saja, terdapat pada paper penelitian. Dari kedelapan paper diatas dapat dilihat bahwa setiap perubahan dari pendidikan islam di era industri 4. 0 menyangkut terhadap pembentukan karakter anak usia dini tanpa melanggar aturan agama yang sudah diajarkan sebelumnya. Untuk itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran dengan peran orang tua, masyarakat dan pendidik memanfaatkan media saat proses pembelajaran anak usia dini dengan inovasi baru agar memudahkan pendekatan agama islam dengan masuknya budaya barat, tanpa menggusur nilai agama sebagai pedoman hidup. Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - HASIL DAN PEMBAHASAN Negara inggris sebagai pelopor pertama terjadinya industri 4. 0 di mana revolusi yang dilalui dengan empat fase yang pertama dengan revolusi industri 1. 0 yang terjadi di abad 18 dimana teknologi saat itu masih sederhana namun sudah menemukan mesin uap yang dapat memproduksi barang secara banyak. Revolusi kedua terjadi pada abad ke 19-20 dengan penemuan listrik, dimana listrik tersebut digantikan sebagai media produksi, karena biaya penggunaan relatif murah dan mudah. Revolusi industri ketiga terjadi di tahun 1970 an yang sudah menemukan komputer dengan ukuran cukup besar dan penggunaan saat produksi dapat dilakukan melalui komputer dan revolusi industri keempat terjadi di tahun 2010sekarang yang menemukan rekayasa dalam intelegensi dan internet of thing memudahkan pekerjaan manusia dalam menjalankan aktivitas mesin produksi dengan mudah dan lebih terkontrol dengan baik. Secara singkat dapat dilihat empat fase yang dialami revolusi industri dari satu sampai dengan empat pada gambar dibawah. Gambar 1. Revolusi Industri Dari adanya revolusi industri tentunya membawa perubahan besar dalam kegiatan yang dilakukan manusia,tidak hanya dalam pola pikir manusia semakin maju akan keterbukaan mengenai pentingnya teknologi dalam berbagai bidang seperti perusahaan industri, kesehatan dan lainnya. Salah satu bidang yang termasuk ada pendidikan dimana revolusi industri membawa perubahan akan mengenai interpersonal, dapat berpikir secara global dan kemampuan media serta informasi yang tidak terlihat secara langsung mengenai keterampilan dalam menyeimbangi industri 4. Mungkin perubahan yang dirasakan juga berpengaruh pada pendidikan agama islam saat ini dimana dapat tergeser akan kemauan anak mengenal agamanya. Prose pembelajaran yang sering terjadi selama ini hanya dilakukan dengan metode lama yang tak sesuai pada industri 4. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran dengan inovasi baru yang dapat membawa orang tua menjadi kreatif dalam mengenalkan pendidikan agama islam terhadap anak baik melalui media secara offline maupun online. Untuk itu dibutuhkan pendekatan terhadap anak melalui aktivitas sehari-hari seperti saat keluar rumah mengucapkan assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh atau ketika seseorang mengucapkan salam wajib dijawab dengan membalas ucapan waalaikumsalam warahmatullahi Tidak hanya itu banyak hal yang dapat dikenalkan kepada anak dalam menanamkan agama islam sejak dini seperti mengajarkan shalat, membaca doa saat makan, tidur dan lainnya. Namun semua itu dibutuhkan dengan kesabaran, keuletan dan konsisten dalam tahap memberikan pengertian atas hal tersebut agar anak menjadi terbiasa dalam melakukannya sehari-hari. Secara tidak langsung hal tersebut dapat dilihat metode yang diciptakan sendiri dengan menggunakan media yang ada pada gambar dibawah: Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Puzzle Hijaiyah Gambar 2. Puzzle Hijaiyah Karakter Keterkaitan adalah sumber yang harus kita dapatkan dari anak-anak saat mengenalkan pendidikan agama islam, oleh sebab itu media yang digunakan dapat berupa secara bentuk mainan seperti gambar 2 diatas. Sering dikenal dengan belajar dan bermain, kenapa begitu? karena anak-anak lebih senang saat proses pembelajaran berbentuk mainan dan media unik. Karena metode pembelajaran dengan menggunakan media biasa seperti kertas hijaiyah yang ditempelkan di tembok kurang efektif karena terkesan kaku dan bosan. Peran orang tua juga menjadi pendukung saat mengenalkan anak dalam pendidikan agama islam karena orang tua dituntut untuk bisa kreatif dan media puzzle tersebut penggunaannya mudah serta biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal dimana anak merasa senang dan gembira karena media yang dikemas menjadi kegiatan yang mampu meningkatkan retorik terhadap anak. Buku Dongeng Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Gambar 3. Buku Dongeng Banyak hal yang dapat diterapkan dalam media gambar tidak hanya bentuk lukisan yang dipajang poster tetapi dapat dimuat di sebuah buku seperti gambar 3 diatas. Dimana gambar dapat meningkatkan konsentrasi terhadap anak dalam saat proses pembelajaran. Anakanak lebih menyukai bentuk gambar dengan bentuk yang terlihat nyata, berwarna dan ukuran tidak kecil maupun besar. Karena media gambar membawa anak dapat masuk ke dalam cerita secara tidak langsung dan tak lepas dari tulisan singkat dan dimengerti anak saat orang tua maupun guru dalam menceritakan kisah di buku dongeng tersebut seperti kisah dua puluh lima nabi, dimana si anak dapat melihat dan menerima dengan baik ternyata di islam mempunyai nabi yang dapat diteladani akan kisah dan wahyu yang didapat serta pesan moral dalam cerita tersebut. Untuk itu dibutuhkan peran orang tua dalam selektif memberikan bacaan menarik mengenai pendidikan agama islam melalui buku cerita dengan gambar-gambar menarik seperti kisah dongeng pada umumnya. Media Massa (Televis. Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Gambar 4. Kartun Nussa Tayangan serial televisi yang ditampilkan saat ini terkadang mengkhawatirkan terhadap moral anak dan pembentukan karakter, karena banyak tayangan yang tidak pantas untuk ditonton anak usia dini saat ini. Seperti sinetron yang terbilang lebih menampilkan kisah cinta remaja yang belum saatnya anak kenal dan berpikir dalam percintaan. Dimana sutradara dan prosedur indonesia membawa angin besar dalam serial televisi dengan menampilkan animasi mengenai pendidikan agama islam kisah dari seorang anak laki-laki bernama Nussa dan mempunyai adik perempuannya bernama Rara. Dimana kisah yang ditampilkan terlihat dalam kehidupan sehari-hari, orang tua dapat melihat dan belajar banyak juga bagaimana Nussa mendapat dukungan penuh dari orang tua nya akan cita-cita yang diinginkan tanpa lupa mengenai pendidikan agama islam juga dibutuhkan. Aplikasi Gambar 5. Aplikasi Belajar Agama Islam Bersama Marbel Pemanfaatan teknologi sudah diterapkan diberbagai bidang untuk memudahkan manusia dalam melakukan apa saja tanpa terkecuali, yang dimana teknologi tersebut sudah Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - diimplementasikan pada sebuah aplikasi yang dapat dinikmati di playstore. Aplikasi tersebut membutuhkan modal data internet untuk dapat diunduh di handphone. Dimana aplikasi tersebut dapat dipilih penggunaanya sesuai dengan kebutuhan seperti: Belajar Agama Islam Bersama Marbel. Cerdas Cermat Islam, belajar al-Quran Suara dan aplikasi lainnya yang dapat dimanfaatkan orang tua dalam memberikan pendidikan melalui gadget. Karena terdapat permainan yang dapat ditampilkan dalam contoh aplikasi seperti gambar 5 diatas AuBelajar Agama Islam Bersama MarbelAy. Dimana tampilan yang diberikan pada aplikasi tersebut sangat tepat untuk anak-anak karena materi yang ditampilkan berbentuk sebuah gambar, narasi . dan animasi yang menambah keterkaitan anak dalam belajar karena tidak merasa bosan serta disaat saat proses pembelajaran seperti bermain game pada umumnya dengan tingkatan tentunya. Tidak hanya itu saja banyak yang dapat dipelajari pada aplikasi tersebut dengan tiga belas kategori di dalamnya seperti: rukun islam, rukun iman, malaikat dan tugasnya, huruf arab, angka arab, nabi dan rasul, khulafaur rasyidin, asmaul husna, bulan dalam islam, hari dalam islam, tata cara wudhu, tata cara sholat dan dzikir. Tidak hanya itu respon masyarakat akan adanya aplikasi ini positif dan pendapat yang mereka sampaikan juga mengarahkan bahwa mengenalkan anak di usia dini mengenai pendidikan islam sangat Tidak hanya itu minat pengguna aplikasi tersebut juga memiliki bintang dengan 4,7 dan sudah sebanyak 100 ribu orang yang telah menginstal di handphone pintarnya. KESIMPULAN Paper penelitian ini dapat dirangkum bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan usia dini pada industri 4. 0 dapat memanfaatkan teknologi yang sudah diterapkan dalam media massa, aplikasi atau secara offline seperti buku dan puzzle. Dimana proses saat pembelajaran dibutuhkan inovasi dari orang tua dan guru dalam mengenalkan anak akan agama islam pada media tersebut, agar terciptanya keingintahuan yang dari anak. Karena proses pembelajaran yang menyenangkan membawa anak lebih kreatif saat berpikir dan merasa senang saat pembelajaran berlangsung, sehingga hambatan yang dikhawatirkan seperti biaya yang mahal, jarak waktu yang ditempuh dan media digunakan tidak menjadi hambatan dalam mengenalkan agama islam terhadap anak saat usia dini. Anak suka bermain dan mendengarkan dan juga suka hal baru jadi metode dulu dengan sekarang sangat jauh berbeda. Dengan adanya penelitian diharapkan anak usia dini dapat memiliki karakter kuat tanpa melupakan ajaran agama islam sebagai pedoman hidup dan dapat menyeimbangi perubahan-perubahan yang akan datang serta memudahkan peneliti untuk dapat mengenalkan inovasi baru dalam mendorong penerapan teknologi sebagai media yang lebih inovatif dan menyenangkan. DAFTAR PUSTAKA