Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat PEMBINAAN KELOMPOK MASYARAKAT PENGRAJIN BORDIR DESA MANGGA II DENGAN PENDEKATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN Fitrawaty 1. Armaini Rambe 2. Karya Sinulingga 3. Gamal Kartono 4* Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Pasar V-Kotak Pos No. 1589-Medan 20221. Sumatera Utara. INDONESIA Email : 1*fitra53@gmail. Abstrak Desa Mangga Dua. Kecamatan Beringin Kabupaten Serdang Bedagai dihuni oleh 1106 KK. Pekerjaan kepala rumah tangga terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Pegawai. Petani dan Peternak. Akan tetapi mereka masyarakat yang sangat terbuka dengan perkembangan dan mempunyai keinginan yang kuat meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup. Hal ini terbukti saat tim membina salah satu kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok UPPKS Kemuning mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari LPM Unimed, mereka sangat antusias. Kelompok ini dinilai sangat berhasil meningkatkan usahanya. Sementara di Desa tersebut terdapat 60 KK ibu rumah tangganya juga mempunyai usaha yang sama yaitu Mereka kebanyakan masih menjahit sesuai orderan atau limpahan pekerjaan dari kelompok kemuning. Mereka juga sangat berharahap akan dilakukannya pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan seperti kelompok UPPKS Kemuning. Tim berusaha mendiskusikan dengan kepala desa, kelompok PKK dan ibu perwiritan untuk membentuk kampung bordir yang pada akhirnya tercipta badan usaha desa dalam bentuk koperasi. Tawaran ini langsung disambut mereka terutama bapak kepala desa yang menjanjikan akan memasukkan kedalam RPJMD. Metode yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut diatas TIM menyusun program dalam bentuk tranfer ilmu dan pendampingan yang Tim yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari 4 fakultas yang berbeda yang mempunyai fungsi dan keahliannya masing-masing. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa untuk dapat berperan dalam pengabdian dan pemberdayaan Kegiatan ini diawali dari pemetaan peserta baik dari segi pasilitas yang dimiliki, omset, dan keterampilan yang sudah dikuasai. Transfer ilmu untuk pembekalan pada masyarakat, kemudian tim bersama dengan masyarakat berusaha meningkatkan mutu produk dengan melibatkan tenaga ahli, mahasiswa dan tutor Menciptakan produk yang mempunyai kekhasan daerah sehingga dapat berdaya saing. Perbaikan dari segi manajemen usaha seperti pembukuan secara Demikian juga sistem pemasaran yang berbasis IT dan sistem online akan Dari hasil pembinaan yang dilakukan telah menghasilkan produk yang lebih baik dengan basis motif etnis Sumatera Utara. Secara manajemen pembukuan setiap peserta telah menggunakan pembukuan standar yang telah dirancang oleh tim. Disamping itu, peserta juga berhasil menghasilkan produk turunan dari kain percah yang selama ini menjadi limbah. Kata kunci : Bordir. Pelatihan. Pendampingan. Berkelanjutan. Akan tetapi terdapat 60 KK ibuibunya sebagai pengrajin bordir untuk berbagai macam produk, seperti taplak meja, baju koko, mukenah dan sopenir yang terbuat dari kain Mayoritas penduduknya bersuku jawa dan sebagian kecil bersuku melayu. Kelompok UPPKS Kemuning yang terdapat di desa ini sudah mendapat pembinaan selama 1 tahun dari LPM Unimed, dan tahun 2016 ini PENDAHULUAN Desa Mangga Dua di Pimpin oleh seorang Kepala Desa bernama Mustakim. Desa ini terdiri dari 4 dusun yaitu dusun 1, 2, 3 dan 4 yang dihuni oleh 1106 KK. Pekerjaan kepala rumah tangga terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Pegawai. Petani dan Peternak. Sedangkan ibu rumah tangga rata-rata tidak punya Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat mendapat pembinaan untuk tahun yang kedua. Berdasarkan kondisi yang telah kami lihat dan diskusi dengan mereka, bahwa masyarakat sangat membutuhkan pembinaan. Selama ini hanya 10 KK yang tergabung dalam kelompok UPPKS Kemuning yang dapat kami bina. Dari pembinaan ini mereka sekarang telah mampu meningkatkan produksinya dan memasarkan produknya keluar sumatera yaitu Kalimantan. Berdasarkan kondisi ini kami Tim pembina berkeyakinan jika dilakukan pembinaan yang lebih besar akan dapat menghasilkan potensi yang lebih besar. Berdasarkan hasil FGD dengan Kepala Desa. Kelompok UPPKS Kemuning. Ibu PKK dan Perwiritan, pengrajin di desa ini masih banyak mengalami kendala dalam pengembangan Salah satunya adalah model hasil produksinya masih sama dengan daerah lain sehingga tidak bisa menciptkan brand tersendiri. Kemudian managemen pengelolaan usaha belum diterapka, tidak adanya pembukuan yang standar, pemasaran yang tradisional serta persaingan yang tidak sehat diantara pengrajin. Sementara Bapak Mustakim sebagai kepala desa sangat berkeinginan untuk mewujudkan terbentuknya sistem koperasi agar pengrajin dapat berkembang bersama dan terlindungi dari tekanan harga yang dilakukan oleh pembeli. Akan tetapi mereka membutukan pelatihan dan pendapingan yang berkelanjutan dari berbagai pihak karena mereka tidak mempunyai tenaga yang terdidik saat ini. Bapak kepala Desa berkomitmen untuk memasukkan program pembentukan koperasi desa dalam RPJMD nya. Oleh karena itu tim LPM unimed melalui program Desa Binaan merencanakan berbagai program untuk dapat berpartisipasi mewujudkan Desa Mangga Dua menjadi Kampung Bordir yang pengrajinnya terhimpun dalam Koperasi Desa kesejahteraan masyarakat umumnya dan peningkatan ilmu pengetahuan pengrajin yang terlindungi dalam wadah koperasi khususnya. dilakukan oleh tim ahli, mahasiswa maupun tutor sebaya. Untuk mencapai tujuan kegiatan ini maka terlebih dahulu dilakukan pemetaan Pemetaan ini bertujuan untuk melihat kemampuan masing-masing peserta yang berjumlah 60 orang. Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh tiga kategori kelas yaitu, kelas terampil . udah bisa menggunakan mesin jahit, bordir, dan telah produks. , kelas biasa . udah bisa menggunakan mesin jahit, bordir belum mahir tetapi belum produks. , dan kelas dasar . elum dapat menggunakan mesin jahit, bordir dan belum Materi pembinaan berdasarkan kelas Sedangkan tenaga pelatih dibagi menjadi tiga bagian yaitu untuk tingkat mahir dilatih oleh doen ahli, untuk tingkat biasa dilatih oleh mahasiswa terampil sedangkan untuk untuk tingkat dasar dilatih oleh mahasiswa terampil dan tutor sebaya. Tutor sebaya diberdayakan untuk mengisi antar waktu kedatangan tim sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Sedangkan pembukuan dilakukan dengan metode pelatihan. HASILDAN PEMBAHASAN Keberhasilan kegiatan pelatihan dan pendampingan didasarkan pada penyelesaian projek yang telah ditetapkan untuk masingmasing kelas. Pada kelas dasar materi dan projek yang diberikan adalah belajar menggunakan mesin, menyulam dengan memanpaatkan kain percah. Dari kedua target ini, untuk belajar menggunakan mesin telah berhasil 60 persen, sedangkan dari projek yang diberikan telah berhasil 100%. Capaian ini belum sesuai dengan diharapkan disebabkan oleh faktor waktu latihan yang masih singkat dan peralatan yang digunakan masih terbatas sehingga harus bergantian dalam penggunaan Disamping itu kondisi teknis yang menjadi penghambat capaian tersebut seperti mesin sering rusak karena penggunaannya yang tidak pas akibat dari keterbatasan keterampilan yang mereka miliki. Akan tetapi bagi kelompok yang telah berhasil menggunakan mesin sudah keterampilannya menggunakan mesin lebih cepat lagi. II . METODE PELAKSANAAN Pelatihan dan pendampingan kelompok pengrajin bordir menggunakan bahan kain dan benang yang bersumber dari kota Medan dan pulau Jawa. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ini menggunakan berbagai peralatan seperti gunting, jarum rajut, meteran, cukit, pemidang, mesin jahit, mesin bordir, mesin gulung dan lainnya. Peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan ini disediakan oleh tim sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Metode yang digunakan selama kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan baik yang Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat produksi dari segi kerapian bordiran maupun desainnya sehingga tidak terkesan monoton. Untuk kelas terampil diberikan materi teknik membordir, mendesain motif dengan projek membuat mukenah untuk kebutuhan pasar kelas tinggi yang selama ini belum mereka miliki. Khusus untuk kelas ini diberikan projek sebanyak enam varian dengan dasar motif adalah ornamen etnis Sumatera Utara. Dari projek ini tingkat keberhasilannya telah mencapai 100 persen. Akan tetapi dari segi hasil tingkat kerapian dan kehalusan bordiran masih dibutuhkan latihan yang lebih sehingga dapat menghasilkan produk yang dapat handalkan bersaing pada pasar baik ditingkat Sumatera Utara maupun di luar Sumatera Utara bahkan manca negara. Gambar 1. proses pelatihan kelas dasar Gambar 1. proses pelatihan membuat motif. Sedangkan kelas biasa meningkatkan kemahiran menggunakan mesin bordir dan membuat mukenah telah berhasil 100%. Pada kelas ini projeknya hanya meningkatkan kualitas produk yang selama ini mereka Peningkatan manajemen usaha salah satunya melalui penggunaan buku usaha. Seluruh peserta dilatih menggunakan buku kas sehingga dapat membukukan hasil usahanya. Untuk mempermudah seluruh perserta dalam mencatat kas usahanya maka tim memberikan buku yang telah didesain sesederhana mungkin. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta akan manpaat dan penggunaan buku kas. Akan tetapi pemantauan yang dilakukan masih terdapat beberapa peserta yang belum menggunakan buku kas tersebut khususnya bagi kelas dasar. Hal ini dapat dipahami karena belum adanya produksi yang mereka jual selama proses pelatihan dan Gambar 2. proses pelatihan kelas terampil. REFERENSI