Volume 1 Nomor 2 . Pages 155 Ae 158 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Email Journal : pen. jhn@gmail. Web Journal : http://onlinejournal. com/index. php/jhn Pancasila sebagai Pendidikan Moral Bangsa: Peran dan Tantangan dalam Mewujudkan Karakter Bangsa Indonesia Ajeng Saprina Maulida1. Ipik Chanina2. Rizky Darmawan3. Maulidah Sakinatul Jannah4. Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negri Syekh Nurjati Cirebon Email : ajeng5072@gmail. com1, ipikchanina417@gmail. com2, rd2222999@gmail. jannahmaulidah@gmail. Received : 2024-12-11. Accepted : 2025-01-11. Published : 2025-05-01 Kata Kunci: Pancasila. Pendidikan Moral. Karakter Bangsa. Pendidikan Pancasila. Indonesia. Abstrak Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, tidak hanya berfungsi sebagai ideologi politik tetapi juga sebagai pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks pendidikan. Pancasila memiliki peran penting sebagai landasan untuk mengembangkan karakter dan moral bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pancasila dapat dijadikan sebagai pendidikan moral dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan studi pustaka dan analisis terhadap implementasi pendidikan Pancasila di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Artikel ini juga membahas tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menerapkan Pancasila sebagai pendidikan moral di Indonesia. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 156 | Pancasila dan perang ideologi : membangun identitas Nasional di Tengah Hegomoni Global (Hukum Ekonomi Syaria. Keywords: Pancasila. Moral Education. National Character. Education. Indonesia. Abstract Pancasila, as the basis of the Indonesian state, not only functions as a political ideology but also as a moral guideline in social life. In the context of education. Pancasila has an important role as a foundation for developing national character and morals. This article aims to analyze how Pancasila can be used as moral education in shaping the character of the Indonesian nation. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach, using literature study and analysis of the implementation of Pancasila education in various educational institutions in Indonesia. This article also discusses the challenges faced in implementing Pancasila as moral education in Indonesia. Copyright A 2025 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 157 | Pancasila dan perang ideologi : membangun identitas Nasional di Tengah Hegomoni Global (Hukum Ekonomi Syaria. PENDAHULUAN Pancasila, yang diresmikan sebagai dasar negara Republik Indonesia pada 18 Agustus 1945, tidak hanya berfungsi sebagai ideologi politik dan dasar hukum, tetapi juga sebagai pedoman moral yang mengarahkan kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan tentang moralitas, etika, dan sikap hidup yang bermartabat. Setiap sila dalam Pancasila mengandung makna yang dalam, yang jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk karakter bangsa yang adil, beradab, dan memiliki rasa persatuan yang kuat (Soekarno, 1. Oleh karena itu. Pancasila memiliki peran penting dalam pendidikan, khususnya sebagai sumber utama dalam pembentukan moral bangsa. Dalam konteks pendidikan. Pancasila bukan hanya diajarkan sebagai materi dalam kurikulum sekolah, tetapi lebih dari itu. Pancasila harus diinternalisasi sebagai nilai moral yang dapat memandu perilaku dan sikap hidup masyarakat. Pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila bertujuan untuk membangun karakter dan moral bangsa, terutama di kalangan generasi muda. Seperti yang diungkapkan oleh Mulyana . , pendidikan Pancasila merupakan sarana strategis dalam membentuk manusia Indonesia yang berkarakter, beradab, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Namun, meskipun Pancasila memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi pendidikan moral, implementasinya dalam sistem pendidikan Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila sering kali tergerus oleh pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, penting untuk terus memperkuat pendidikan moral berbasis Pancasila melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat (Wahyudi, 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis Data yang digunakan diperoleh dari berbagai literatur yang membahas tentang Pancasila, pendidikan karakter, serta penerapan pendidikan moral di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga mencakup observasi terhadap implementasi pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Pancasila sebagai Sumber Nilai Moral: Pancasila mengandung lima sila yang memiliki nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sila pertama. AuKetuhanan Yang Maha EsaAy, mengajarkan nilai ketuhanan dan toleransi antarumat Sila kedua. AuKemanusiaan yang Adil dan BeradabAy, mengajarkan tentang penghormatan terhadap martabat manusia dan pentingnya keadilan sosial. Sila ketiga. AuPersatuan IndonesiaAy, mengandung nilai persatuan dan kebersamaan yang sangat penting untuk menjaga integritas bangsa. Sila keempat. AuKerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanAy, mengajarkan tentang pentingnya demokrasi, musyawarah, dan kebijaksanaan dalam pengambilan Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 158 | Pancasila dan perang ideologi : membangun identitas Nasional di Tengah Hegomoni Global (Hukum Ekonomi Syaria. Sila kelima. AuKeadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaAy, menekankan pentingnya kesejahteraan sosial dan keadilan bagi seluruh rakyat. Peran Pendidikan Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa: Pendidikan Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar untuk membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia, berbudi pekerti, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Dalam sistem pendidikan Indonesia. Pancasila dapat ditanamkan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. , yang berfokus pada pembelajaran tentang nilai-nilai luhur Pancasila, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan Pancasila juga dapat diterapkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan sosial, serta pembentukan budaya di sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Tantangan Penerapan Pendidikan Pancasila sebagai Pendidikan Moral: Di era globalisasi, penerapan pendidikan Pancasila sebagai pendidikan moral menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh budaya asing, individualisme, dan materialisme. Generasi muda yang terpapar oleh media sosial dan teknologi cenderung lebih terfokus pada kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama. Selain itu, krisis moral yang terjadi di kalangan sebagian masyarakat, seperti korupsi, intoleransi, dan kekerasan, juga menjadi tantangan dalam mewujudkan pendidikan Pancasila sebagai pendidikan moral yang efektif. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan moral berbasis Pancasila. KESIMPULAN Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki nilai-nilai moral yang sangat relevan dalam pembentukan karakter bangsa. Pendidikan Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moralitas dan karakter bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pergeseran nilai-nilai moral. Meskipun demikian, penerapannya dalam pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan pengaruh negatif budaya asing dan krisis moral di Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa untuk mengimplementasikan Pancasila sebagai pendidikan moral yang efektif. DAFTAR PUSTAKA