Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 PROGRAM PELATIHAN MOTIVASI USAHA. SUMBER MODAL USAHA DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI WILAYAH KECAMATAN SUKAJADI KOTA BANDUNG Dudi Rudianto1*. Monica Weni Pratiwi2. Siti Zubaidah Chaidir3. Nurusyifa2 Program Studi Magister Manajemen, 2 Program Studi Akuntansi, 3 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Universitas Bakrie. Indonesia E-mail: dudi. rudianto@bakrie. id*, monica. wenipratiwi@bakrie. id, sitizc9@gmail. com, nrsy. syifa1224@gmail. Received: April 29, 2021 | Revised: June 10, 2021 | Accepted: June 25, 2021 DOI: https://doi. org/10. 36782/ijsr. ABSTRAK Penanganan bagi penyandang disabilitas memerlukan bantuan dan partisipasi masyarakat secara luas agar mereka bisa hidup mandiri dan merasa AunormalAy diantara sesama anggota masyarakat lainnya. Upaya tersebut dilakukan melalui program pelatihan motivasi usaha, rencana bisnis, sumber modal usaha dan penyusunan laporan keuangan yang difasilitasi oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie bagi penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Program pelatihan dilaksanakan secara offline selama 2 hari tanggal 15 Ae 16 Maret 2021 di Aula Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 18 orang penyandang disabilitas, terdiri dari 9 orang cacat tubuh, 7 orang tuna netra dan 2 orang tuna rungu. Materi pelatihannya terdiri dari motivasi usaha, rencana bisnis, sumber modal usaha dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Setelah mengikuti program pelatihan ini, seluruh peserta merasakan manfaat yang diperoleh, hasil ini ditunjukkan oleh nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test untuk semua materi pelatihan, masing-masing meningkat 40% untuk materi motivasi usaha, 30% untuk materi rencana bisnis, 60% untuk materi sumber modal usaha dan 40% untuk materi penyusunan laporan keuangan. Demikian juga meningkatnya keinginan para peserta untuk memperoleh tindak lanjut dari program pelatihan dalam bentuk pendampingan untuk menjadi pengusaha yang sebenarnya. Keinginan ini ditunjukkan oleh video testimoni dari wakil peserta dan aktifnya para peserta pada WhatsApp Group yang anggotanya adalah sesama peserta pelatihan dan semua narasumber, sebagai sarana diskusi dan informasi. Salah satu hasil implementasi dari kegiatan pelatihan ini, salah satu peserta pelatihan ikut bergabung dengan UMKM usaha konveksi untuk mengikuti pameran yang diadakan di Bandung Trade Mall. Kata kunci: Laporan Keuangan. Modal Usaha. Motivasi. Pengusaha. Rencana Bisnis. ABSTRACT Handling for persons with disabilities requires assistance and broad community participation so that they can live independently and feel AunormalAy among other members of the community. These efforts are carried out through business motivation training programs, business plans, sources of business capital and preparation of financial reports facilitated by the Bakrie University Community Service Institute (LPkM) for people with disabilities in the Sukajadi District. Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 Bandung City. The training program was carried out offline for 2 days from 15-16 March 2021 at the Sukajadi District Hall. Bandung City. The participants who attended the training were 18 people with disabilities, consisting of 9 people with physical disabilities, 7 people who were blind and 2 people who were deaf. The training materials consist of business motivation, business plans, sources of venture capital and the preparation of simple financial reports. After participating in this training program, all participants feel the benefits obtained, this result is shown by the post-test scores which are higher than the pre-test scores for all training materials, each increasing 40% for business motivation materials, 30% for planning materials business, 60% for business capital sources and 40% for financial statement preparation materials. Likewise, the participants' increased desire to receive follow-up from the training program in the form of mentoring to become real entrepreneurs. This desire is shown by video testimonials from participant representatives and the active participation of participants in the WhatsApp Group whose members are fellow trainees and all resource persons, as a means of discussion and One of the results of the implementation of this training activity, one of the training participants joined the MSME convection business to take part in the exhibition held at the Bandung Trade Mall. Keywords: Business Plan. Entrepreneur. Financial Statements. Motivation. Venture Capital. PENDAHULUAN disabilitas, diantaranya penyediaan aksesibilitas Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat, di setiap ruang publik dan tempat kerja, pemberian pelayanan sosial mengacu pada terbanyak di Indonesia (Badan Pusat Statistik, kebutuhan penyandang disabilitas. (Hikmawati & 2. memiliki jumlah penyandang disabilitas Rusmiyati, yang cukup banyak terutama di Kecamatan merujuk pada keadaan saat mereka dapat Sukajadi. Kecamatan Sukajadi merupakan daerah melakukan segala aktivitas keseharian untuk dengan jumlah penyandang disabilitas yang memenuhi segala kebutuhan dan keinginannya terbesar di Kota Bandung yaitu sebanyak 396 sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari orang orang (Portal Data Kota Bandung, 2. Dimana lain (Akurat. , 2. Kemandirian ini dicirikan dari jumlah tersebut didominasi oleh cacat tubuh oleh sikap tidak tergantung terhadap orang lain, sebesar 29%, buta . una netr. 22% serta bisu memiliki kepercayaan diri, berperilaku disiplin, dan tuli masing-masing 16%. Penyandang tekun dan gigih, memiliki rasa tanggung jawab, disabilitas . acat tubu. Kemandirian memiliki kemampuan dan potensi yang dapat melakukan kontrol diri, dan tidak mudah putus dikembangkan agar dapat mandiri. Untuk dapat asa (Keumala, 2. Kemandirian mudah dicapai apabila mereka berdaya baik kepedulian masyarakat kepada penyandang secara ekonomi dan sosial. Oleh karena itu. Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 pemberdayaan ekonomi dan sosial merupakan beberapa pilihan sumber modal usaha yang bisa kunci mencapai kemandirian para disabilitas (Dhairyya & Herawati, 2. Perbedaan jenis disabilitas akan menentukan jenis keterampilan TINJAUAN PUSTAKA apa yang bisa dilatih kepada penyandang Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 2016. Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang Masalah permodalan usaha seringkali menjadi suatu kendala dalam memulai suatu usaha mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu termasuk upaya pengembangannya. Faktor lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan itulah yang melatarbelakangi perlunya diadakan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk suatu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan (PkM) untuk mengembangkan motivasi dan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak. potensi bagi para penyandang disabilitas dalam Menurut pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2016, dikatakan bahwa ragam atau jenis disabilitasnya di Kecamatan Sukajadi di Kota Penyandang Disabilitas meliputi 4 . Bandung serta upaya untuk pengembangan usaha bagi penyandang disabilitas yang sudah Penyandang Disabilitas fisik, punya usaha termasuk informasi mengenai Penyandang Disabilitas intelektual, upaya-upaya untuk memperoleh modal usaha. Penyandang Disabilitas mental, dan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pekerjaan, kewirausahaan dan koperasi, yang bisnis, sumber modal usaha dan penyusunan meliputi hak untuk : laporan keuangan bagi penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Adapun manfaat dari program pelatihan ini bagi Penyandang Disabilitas memiliki hak atas tentang motivasi usaha, penyusunan rencana Penyandang Disabilitas sensorik. (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Pemerintah. Pemerintah Daerah, atau swasta tanpa Diskriminasi. menumbuhkan dan meningkatkan motivasi memperoleh upah yang sama dengan usaha dalam berwirausaha sesuai kemampuan tenaga kerja yang bukan Penyandang dan jenis disabilitasnya sehingga nantinya Disabilitas dalam jenis pekerjaan dan mereka menjadi pribadi yang tangguh dan tanggung jawab yang sama. mandiri baik secara sosial maupun secara ekonomi serta memperoleh informasi mengenai Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 memperoleh Akomodasi yang Layak dalam pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa. Motivasi kerja merupakan bagian yang urgen dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk pencapaian tujuan atau sasaran yang mendapatkan program kembali bekerja. ingin dicapai, . Motivasi kerja mengandung dua penempatan kerja yang adil, proporsional, tujuan utama dalam diri individu yaitu untuk dan bermartabat. memenuhi kebutuhan atau keinginan pribadi dan tujuan organisasi, dan . Motivasi kerja yang mengembangkan jenjang karier serta segala diberikan kepada seseorang hanya efektif hak normatif yang melekat di dalamnya. manakala di dalam diri seseorang itu memiliki memajukan usaha, memiliki pekerjaan kepercayaan atau keyakinan untuk maju dan berhasil dalam organisasi. Pada prinsipnya modal usaha terbagi atas 2 koperasi, dan memulai usaha sendiri. jenis, yaitu modal pinjaman . dan modal Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilainilai sendiri . Kedua jenis modal tersebut masing-masing mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan itu diperoleh, jangka waktu dan biaya modalnya. suatu kekuatan untuk mendorong individu kekurangannya, baik dilihat dari sumber modal Sikap dan nilai tersebut merupakan (Ross. Westerfield & Jordan, 2. Modal usaha ini merupakan komponen utama yang harus Dorongan tersebut terdiri dari dua komponen, dimiliki sebelum memulai sebuah bidang usaha. yaitu: arah perilaku kerja . erja untuk mencapai Tak tujua. , dan kekuatan perilaku . ebagai kuat mendapatkan modal, meski telah merancang usaha individu dalam bekerj. Motivasi meliputi konsep usaha yang akan dirintis sebelumnya. perasaan unik, pikiran dan pengalaman masa lalu Berikut ini disampaikan beberapa pilihan sumber yang merupakan bagian dari hubungan internal modal yang dapat dilakukan untuk memulai dan eksternal perusahaan. Motivasi sering kali usaha, utamanya untuk usaha kecil dan UMKM, diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku diantaranya yaitu modal usaha dari Bank, modal dari keluarga, penggalangan dana, menjual aset. Menurut Robbins dan Timothy . , dan menggadaikan aset. motivasi sebagai proses yang menjelaskan Untuk memperoleh modal usaha ke bank, intensitas, arah dan ketekunan seseorang maupun untuk menilai kinerja sebuah usaha individu untuk mencapai tujuan. Berdasarkan maka kemampuan menyusun sebuah laporan Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 dan catatan keuangan yang baik menjadi suatu dan akuntansi dari Universitas Bakrie untuk yang hal penting untuk diketahui dalam menjaga kelangsungan usahanya (John. Van Horn & John seluruh peserta PkM. W, 2. Untuk menyusun sebuah laporan Gambaran IPTEK keuangan maka kita perlu tahu dan mengerti Gambaran Iptek yang akan ditransfer pada dalam melakukan pembukuan. Pembukuan kegiatan PkM ini adalah transfer teknologi usaha dapat dilakukan dengan melalukan kepada penyandang disabilitas, yaitu : pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang Kemampuan mengakses sumber modal terjadi pada aktivitas bisnis yang dijalankan usaha baik secara konvensional maupun (Weygandt. Kimmel. , & Kieso. melalui platform secara online. Kemampuan menawarkan produk yang Berikut adalah tahapan-tahapan untuk telah mereka buat melalui media promosi yang ada baik yang bersifat tradisional seperti leaflet / brosur, atau melalui media pencatatan biaya operasional dan Menyusun sosial dan atau marketplace. laporan laba rugi dan Neraca. Biaya operasional Kemampuan membangun komunikasi dan untuk perusahaan memproduksi barang jadi kerjasama dengan UMKM setempat. pada umumnya terdiri dari Biaya Administrasi Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Umum dan Biaya Pemasaran (Anitasari. , 2. Persiapan dilakukan selama 2 bulan sebelum jadwal kegiatan akan dilakukan. Persiapan yang METODE KEGIATAN dilakukan meliputi koordinasi topik, wilayah Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh para kegiatan, survei lokasi, rapat koordinasi, dan penyandang disabilitas baik yang belum punya penyiapan materi. Survei lokasi dilakukan untuk usaha maupun yang telah tergabung dalam mengetahui kondisi tempat acara pelatihan akan kelompok usaha di wilayah Kecamatan Sukajadi dilakukan dan fasilitas serta penunjang lainnya Kota Bandung. Metode pelaksanaan PkM nya yang sudah dan yang perlu disediakan. meliputi kegiatan program pelatihan yang terdiri Salah satu tujuan dari rapat koordinasi dari pelatihan motivasi usaha, rencana bisnis, dilakukan untuk memilih materi pelatihan apa sumber modal usaha dan penyusunan laporan yang akan disampaikan pada saat pelaksanaan keuangan sederhana, yang Pemilihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta PkM dan penyandang disabilitas, ahli motivator, pelaku disesuaikan pula dengan bidang keahlian dari UMKM serta dosen-dosen manajemen keuangan masing-masing dosen yang terlibat dalam Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 kegiatan PkM serta instruktur lain yang Penyandang Disabilitas dan Kelompok Usaha di Kegiatan pelatihan dilakukan dalam Wilayah Kecamatan Sukajadi Kota BandungAy. waktu 2 hari selama 5 jam per hari, yang terbagi Adapun Tim Pelaksana PkM sendiri terdiri dari : dalam 2 sesi per hari dengan durasi masing- Dr. Dudi Rudianto. SE. MSi (Ketua Tim masing sesi adalah 2,5 jam. Setiap sesi Pengabdia. Monica Weni Pratiwi. Si. instruktur/dosen (Anggota Tim Pengabdia. Siti Zubaidah Chaidir sebagai penanggung jawab kegiatan sekaligus (Anggota Mahasiswa Prodi S1 Manajeme. dan sebagai narasumber, dan dibantu oleh fasilitator Nurusyifa (Anggota Mahasiswa Prodi Akuntans. lain yang kompeten dan mahasiswa Universitas Awalnya rencana program pelatihan PkM ini Bakrie yang ikut serta dalam membantu kegiatan akan dilaksanakan secara online . dengan PkM tersebut. Tolak Ukur Keberhasilan Kegiatan dilaksanakan masih di masa pandemi dengan Zoom Tolak ukur keberhasilan program pelatihan harapan juga akan bisa diikuti oleh banyak ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner peserta, namun karena berbagai kendala dan pre-test dan post-test kepada peserta pelatihan mengenai pemahaman terhadap seluruh materi disabilitas baik karena masalah keterbatasan yang disampaikan. Apabila hasil post-test sarana teknologi maupun karena keterbatasan menunjukkan hasilnya lebih baik dibandingkan hasil pre-test maka menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program pelatihan dilaksanakan program pelatihan tersebut, dan sebaliknya secara offline . apabila hasil post-test lebih kecil dari hasil pre- Program Pelatihan PkM test menunjukkan ketidak berhasilan dan kurang selama 2 . hari yaitu tanggal 15 Ae 16 Maret efektifnya program pelatihan yang dilakukan. 2021 bertempat di Aula Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. HASIL DAN PEMBAHASAN penyandang disabilitas dari 20 peserta awal yang Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) penggunaan maksimum 50% dari kapasitas aula perjanjian/kontrak pengabdian di lingkungan yang hanya bisa menampung pada kapasitas Universitas maksimum sebanyak 35 orang. Dari jumlah 040/SPK/LPkM-UB/i/2021. Sesuai SK tersebut peserta sebanyak 18 orang tersebut terbagi atas kegiatan PkM berjudul AuProgram Pelatihan cacat tubuh sebanyak 9 orang . aik cacat kaki Motivasi Usaha. Sumber Modal Usaha dan maupun cacat tanga. , 7 orang tuna netra dan 2 Penyusunan orang tuna rungu. Bakrie Laporan sudah terdaftar, dengan menyesuaikan terhadap Keuangan Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 Acara pembukaan pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 15 Maret 2021, dimulai 30 yang diawali oleh penyampaian laporan kegiatan pelatihan oleh Ketua Tim Pelatihan yakni bapak Dr. Dudi Rudianto. SE. MSi. , yang menginformasikan tentang jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan. Gambar 3. Suasana Acara Pembukaan Pelatihan Pembukaan kegiatan pelatihan sendiri secara Tepat pukul 09. 00 pelatihan sesi 1 tentang resmi dilakukan oleh Ibu Pancariny. AMP selaku motivasi usaha disampaikan oleh Bapak Dudu Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Hafidz. Beliau adalah seorang penyandang tuna Sukajadi Kota Bandung yang mewakili Bapak netra, sebagai Founder dan Ketua Yayasan Daya Camat yang agak terlambat hadir saat acara Inspirasi Disabilitas Indonesia. Founder ketua Koperasi Daya Wirabilitas Indonesia dan juga sebagai Pimpinan CV Mandiri Daya Group yang bergerak di bidang Diffs Reflexology. Diffs Food. Diffs Catering dan Diffs Laundry. Gambar 1. Spanduk Acara Pelatihan Gambar 4. Foto bersama dengan Bapak Camat Kec. Sukajadi Bandung Gambar 2. Pembukaan Acara Pelatihan Oleh Ibu Pancariny AMP. Kasi Kesos Kec. Sukajadi Bandung Sebelum dahulu diedarkan kuesioner pre-test tentang Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 materi motivasi usaha. Salah satu pertanyaan jadikan hinaan sebagai cambuk untuk terus dari soal pre-test tersebut mengenai seberapa berusaha secara giat dan semangat, besar keyakinan peserta untuk bisa membuka mencari partner bisnis yang tepat, usaha sebagai pengusaha, sebagian besar banyak-banyak berdoa untuk keberhasilan peserta memberikan jawaban kurang dan tidak yakin, dan terkandung nada pesimistis para selalu memikirkan orang-orang yang kita peserta untuk bisa membuka usaha, dan yang menyatakan keyakinan usaha hanya ada 60%. selalu berpikir optimis dan yakin. Dengan Setelah selesai pre-test, berikutnya adalah selalu berpikir optimis dan yakin maka pemaparan materi tentang motivasi usaha. pikiran kita pasti akan terasa lebih tenang Materi ini disampaikan dengan penuh dan lebih termotivasi untuk mewujudkan semangat dan menarik oleh narasumber, rencana usahanya dengan baik. Materi yang disampaikan oleh Bapak Dudu Hafidz diselesaikan dalam waktu 2 jam dan di sehingga beliau memiliki pengalaman panjang akhir materi, dan merasakan sendiri bahwa masih adanya seluruh peserta . %) menyatakan keyakinannya yang tinggi untuk bisa perlakuan diskriminatif dari kalangan masyarakat hidup mandiri dengan memiliki usaha sendiri. Perbandingan Tingkat Keyakinan Usaha Pre & Post Test Materi Motivasi Usaha kesangsian keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat, sehingga para penyandang disabilitas dituntut harus bisa hidup mandiri baik secara ekonomi maupun secara sosial. Salah satunya yaitu harus bisa menciptakan usaha HASIL sendiri sesuai kemampuan dan keterampilan PRE TEST yang dimiliki masing-masing. POST TEST Grafik 1. Perbandingan Tingkat Keyakinan Usaha Pre & Post Test Materi Motivasi Usaha Menurut Bapak Dudu Hafidz bahwa ada beberapa cara efektif untuk memunculkan dan meningkatkan motivasi diri untuk memulai usaha, beberapa diantaranya adalah : bergabung ke komunitas bisnis yang tepat, banyak membaca cerita sukses usaha orang Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 prinsipnya terdapat 7 langkah praktis yang perlu dilakukan untuk memulai rencana usaha, yaitu : menjabarkan deskripsi bisnis, menyusun strategi pemasaran, membuat analisis kompetitor. Gambar 5. Penyampaian Materi Motivasi Usaha oleh Bapak Dudu Hafidz Materi selanjutnya dimulai pukul 11. 00 Ae masalah pembiayaan, 00 WIB,yaitu tentang rencana bisnis. Materi membuat kesimpulan atau resume rencana kedua ini disampaikan secara paralel oleh Ibu Ir. Yani Mulyani sebagai pelaku UMKM yang telah melakukan kemitraan usaha dengan penyandang disabilitas, yang juga sebagai Sekretaris Majelis Kesejahteraan Sosial Cabang Aisyiyah Sukajadi dan sebagai pengurus komunitas UMKM di wilayah Kecamatan Sukajadi, bersama dengan Bapak Ir. Amir Mideva, dimana beliau adalah sebagai Ketua ICSB (International Consult for Small Busines. Korwil Kota Bandung. Sebelum materi disampaikan oleh kedua narasumber. Gambar 6. Simulasi Rencana Bisnis terlebih dahulu diedarkan soal pre-test untuk materi pelatihan secara menarik, maka seluruh perencanaan usaha . , dan diperoleh hasil peserta dibagi atas 4 kelompok rencana usaha, nilainya rata-rata 70 . %). dimana masing-masing kelompok bertugas Setelah Untuk lebih memahami dan mendalami pre-test untuk membuat simulasi rencana bisnisnya dilakukan selanjutnya disampaikan paparan masing-masing Adapun pembagian kelompok dan Kedua narasumber memaparkan materinya dengan rencana bisnisnya adalah sebagai berikut: sangat menarik yaitu tentang langkah-langkah praktis untuk memulai rencana usaha. Menurut mereka berdua mengatakan bahwa pada Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 Tabel 1. Daftar Pembagian Kelompok Simulasi Rencana Bisnis Nama Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Anggota Lastyono R Ajeng Neneng N Nina R Elim E. Siti Mariam Evie R. Resti Khaerunisa Alifa Soni Yusuf Subarnas Cahyadi Agus Irdan Asep Andi rencana usaha yang bisa mereka jalankan dan prospeknya di masa depan terlebih dalam Rencana Bisnis Juice NI menghadapi bulan puasa ramadhan dan lebaran. Rencana usaha yang akan mereka jalankan adalah rencana usaha yang mampu dijangkau oleh keadaan ekonomi dan kondisi disabilitasnya masing-masing, yaitu usaha kuliner, parfum dan Jahit keterampilan jahit. Acara pelatihan hari pertama ditutup pada pukul 13. 00 WIB, dilanjutkan Kuliner Cemilan Cilok dengan ishoma serta evaluasi dan persiapan Usaha Parfum Perbandingan Nilai Pre & Post Test Materi Rencana Usaha pelatihan hari kedua besok. NILAI PRE TEST POST TEST Grafik 2. Perbandingan Nilai Pre & Post Test Materi Rencana Usaha Acara pelatihan berikutnya dilanjutkan pada hari Selasa, tanggal 16 Maret 2021, dimana materi pertama pada hari kedua dilakukan mulai 30 Ae 10. 30 WIB dengan materi tentang sumber modal usaha. Materi ini disampaikan Gambar 7. Presentasi Simulasi Rencana Per Kelompok Bisnis oleh bapak Dr. Dudi Rudianto. SE. MSi, sebagai dosen tetap program studi Magister Manajemen Nilai post-test pada materi ini hasilnya rata- di Universitas Bakrie dengan bidang ilmunya di rata peserta memperoleh nilai yang tinggi yaitu bidang keuangan. Materi tentang sumber modal nilai 100 atau betul semua . %). Dari materi usaha menjadi bagian yang penting dan menarik simulasi rencana bisnis ini terlihat peserta begitu bagi peserta, karena rencana bisnis yang bagus sangat antusias untuk menggarap sebuah perlu ditunjang oleh pilihan sumber modal yang Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 Sebelum materi disampaikan, terlebih dahulu diedarkan kuesioner pre-test kepada peserta tentang pemahaman sumber modal mengetahui jenis-jenis sumber modal usaha serta kelebihan dan kelemahannya masingmasing. Gambar 8. Materi Sumber Modal Usaha Secara garis besar terdapat 12 pilihan sumber modal usaha untuk usaha kecil dan UMKM, yaitu meminjam dari bank dengan Jaminan, meminjam dari bank tanpa Jaminan (Aguna. , menggunakan tabungan, menjual aset yang dimiliki, menggadaikan aset yang dimiliki, meminjam dari teman atau saudara, dana dari ikut serta pelatihan. Joint Venture, modal dari konsumen, franchise (Waralab. , sponsor dari Gambar 9. Suasana Pelatihan Hari Kedua website, meminjam dari koperasi. Hasil post-test Materi berikutnya pada pelatihan hari kedua, pada materi sumber modal ini rata-rata peserta yaitu tentang Penyusunan Laporan dan Catatan mampu menjawab 90% dengan baik sehingga Keuangan sederhana bagi usaha kecil dan UMKM. peserta mengetahui bebagai macam pilihan Materi ini disusun oleh Ibu Monica Weni Pratiwi, sumber modal usaha serta kelebihan dan SE. ,MSi. Beliau adalah Dosen Tetap Program kelemahannya masing-masing. Studi S1 Akuntansi Universitas Bakrie dengan bidang Ilmu Pengantar Akuntansi dan Akuntansi Perbandingan Nilai Pre & Post Test Materi Sumber Modal Usaha Keuangan. Seperti biasa sebelum disampaikan materi, terlebih dahulu diedarkan pertanyaan pre-test kepada peserta mengenai proses penyusunan laporan dan catatan keuangan Dari 10 pertanyaan, hanya 40% yang NILAI PRE TEST dapat menjawab dengan benar. Materi Ibu POST TEST Monica Weni, secara langsung disampaikan oleh Grafik 3. Perbandingan Nilai Pre & Post Test Materi Sumber Modal Usaha Bapak Dr. Dudi Rudianto, mengingat kondisi kesehatan Ibu Monica weni yang sedang Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 terganggu dan domisili di Jakarta. Materi Perbandingan Nilai Pre & Post Test Materi Catatan & Laporan Keuangan Usaha tersebut menjelaskan bahwa terdapat 8 catatan menyusun sebuah laporan keuangan yang sehat bagi usaha kecil dan UMKM. Ke-8 catatan tersebut adalah sebagai berikut : Kemampuan untuk bisa memisahkan secara Nilai PRE TEST keperluan pribadi atau keluarga dan uang POST TEST Grafik 4. Perbandingan Nilai Pre & Post Test Materi Catatan & Laporan Keuangan Usaha untuk keperluan usaha. Rencanakan setiap penggunaan dana usaha prioritas untuk pengembangan usaha jangka panjang dan kesinambungan usahanya. Menyusun buku kas harian. Menyusun buku persediaan barang. Menyusun Laporan Laba Rugi . Kemampuan memutar uang lebih cepat. Menyusun dan mengawasi setiap catatan Gambar 10. Materi Laporan Keuangan Usaha utang piutang dari usaha kita. Kemampuan untuk menyisihkan setiap pengembangan usaha kita di masa depan, agar bisa maju dan lebih berkembang lagi. Setelah selanjutnya adalah pengisian post-test tentang penyusunan dan laporan keuangan usaha sederhana, dan hasilnya secara menyeluruh ratarata peserta dapat menjawab dengan baik Gambar 11. Suasana Pelatihan Hari Kedua dengan nilai rata-rata sebesar 80%. Acara Selanjutnya di akhir acara pelatihan pada pelatihan hari kedua diselesaikan pada jam 13. hari kedua Selasa, tanggal 16 Maret 2021, adalah dan dilanjutkan dengan ishoma. acara penutupan. Acara penutupan pelatihan Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 diawali dengan laporan oleh ketua panitia yakni Bapak Dr. Dudi Rudianto. SE. MSi, yang juga mewakili pihak Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie untuk pelatihan selama 2 hari dan penyampaian ucapan terima kasih kepada pihak Kecamatan Sukajadi, seluruh jajaran panitia dan peserta Dan setelahnya dilakukan pembagian sertifikat baik kepada seluruh peserta maupun kepada perwakilan narasumber. Setelah itu acara ditutup dengan foto bersama dengan Gambar 13. Pembagian sertifikat secara simbolis kepada wakil narasumber seluruh peserta, panitia acara, narasumber serta perwakilan dari pihak Kecamatan Sukajadi. Gambar 14. Foto bersama -1 Gambar 12. Pembagian sertifikat secara simbolis kepada wakil peserta Gambar 15. Foto bersama - 2 Setelah acara penutupan selesai, dilakukan testimoni kesan dan pesan dari 3 orang perwakilan peserta tanggapannya terhadap Dan Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 memberikan tanggapan dan apresiasi yang positif terhadap penyelenggaraan acara. Dan diharapkan ada tindak lanjutnya dari acara pelatihan, diantaranya adanya upaya untuk merealisasikan rencana pembuatan usaha dari masing-masing peserta. Upaya untuk menginisiasi tindak lanjut dari acara pelatihan, yaitu dengan dibentuknya WA Group yang terdiri dari seluruh peserta, panitia. Gambar 17. Liputan Acara Pelatihan pada HU AuPikiran RakyatAy edisi 16 Maret 2021 Ae Rubrik Pendidikan narasumber dan pihak kecamatan Sukajadi, sebagai media informasi, diskusi dan bertukar pikiran tentang upaya-upaya untuk membuka KESIMPULAN usaha baru dan persyaratannya. Dan upaya ini Kegiatan PkM yang dijalankan adalah sangat direspon positif oleh seluruh peserta Program Pelatihan Motivasi Usaha. Rencana secara antusias. Kegiatan acara pelatihan Bisnis. Sumber Modal Usaha dan Penyusunan tersebut dimuat pada Harian Umum AuPikiran Laporan Keuangan bagi Penyandang Disabilitas RakyatAy, edisi tanggal 16 Maret 2021 pada rubrik di Wilayah Kecamatan Sukajadi Kota Bandung yang dilaksanakan secara offline . selama 2 hari yaitu tanggal 15 Ae 16 Maret 2021, bertempat di Aula Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 18 orang sebagai penyandang disabilitas, dengan kriteria 9 orang cacat tubuh . aki dan tanga. , 7 orang tuna netra dan 2 orang tuna rungu. Terdapat 5 narasumber yang berkompeten Gambar 16. Liputan acara pelatihan pada HU AuPikiran RakyatAy edisi 16 Maret 2021 Ae Halaman depan yang terlibat dalam pelatihan ini, yaitu Bapak Dudu Hafidz, beliau adalah penyandang tuna netra, sekaligus sebagai Founder dan Ketua Yayasan Daya Inspirasi Disabilitas Indonesia, sebagai Founder Ketua Koperasi Daya Wirabilitas Indonesia. Pimpinan CV Mandiri Daya Group (Diffs Reflexology. Diffs Food. Diffs Catering & Diffs Laundr. , beliau menyampaikan materi Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 hinaan sebagai cambuk untuk terus berusaha, motivasi usaha. Narasumber kedua dilakukan mencari partner bisnis yang tepat, menghargai secara paralel oleh Ibu Ir. Yani Mulyani, beliau adalah Pelaku UMKM yang telah bermitra memikirkan mereka yang kita cintai, dan selalu dengan Kaum Disabilitas, sebagai Sekretaris berpikir optimis dan yakin. langkah-langkah Majelis Kesejahteraan Sosial pimpinan cabang praktis dalam membuat rencana bisnis. Bahwa Aisyiyah Pengurus terdapat 7 langkah praktis untuk membuat komunitas UMKM Kecamatan Sukajadi Kota rencana bisnis, yaitu menjabarkan deskripsi Bandung. Serta Bapak Ir. Amir Mideva Madyana, bisnis, menyusun strategi pemasaran, membuat beliau adalah Ketua ICSB Korwil Kota Bandung. analisis kompetitor, memperhatikan rencana Kedua narasumber tersebut menyampaikan desain dan pengembangan, menyusun rencana materi tentang langkah-langkah praktis dalam Narasumber pembiayaan, dan membuat kesimpulan dari berikutnya adalah Bapak Dr. Dudi Rudianto. SE. rencana bisnisnya apakah akan jalan atau perlu MSi. , beliau adalah Dosen Tetap di Prodi MM dikoreksi kembali. sumber modal usaha. Universitas Terdapat 12 cara untuk memperoleh modal Manajemen Keuangan yang menyampaikan usaha, yaitu meminjam dari bank dengan materi tentang sumber modal usaha. Dan jaminan, meminjam dari bank tanpa jaminan narasumber terakhir adalah Ibu Monica Weni . , menggunakan tabungan, menjual aset Pratiwi. SE. MSi. Beliau adalah Dosen Tetap di yang kita miliki, menggadaikan aset yang kita Prodi S1 Akuntansi Universitas Bakrie dengan miliki, meminjam dari teman atau saudara, bidang Ilmu Pengantar Akuntansi dan Akuntansi mengikuti pelatihan, joint venture, menggunakan Keuangan yang menyusun materi tentang modal dari konsumen, franchise . , laporan dan cacatan keuangan sederhana untuk sponsor dari website, meminjam dari koperasi. usaha kecil dan UMKM. penyusunan laporan dan cacatan keuangan Sukajadi Bakrie. Terdapat sederhana untuk usaha kecil dan UMKM. disampaikan yaitu . materi cara efektif untuk Terdapat 8 catatan keuangan yang penting yaitu : meningkatkan motivasi usaha. Bahwa ada 10 memisahkan secara jelas antara kebutuhan uang cara efektif untuk meningkatkan motivasi usaha, untuk keperluan pribadi atau keluarga dan uang meliputi: bergabung pada komunitas bisnis yang untuk keperluan usaha, rencanakan setiap tepat, membaca cerita sukses usaha orang lain, membayangkan seperti apa usaha kita kelak, pengembangan usaha jangka panjang dan kesinambungan usahanya, menyusun buku kas Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 harian, menyusun buku persediaan barang, peserta ikut bergabung dengan UMKM usaha menyusun Laporan Laba Rugi setiap bulannya, konveksi untuk mengikuti salah satu pameran memutar uang lebih cepat, menyusun dan yang diadakan di salah satu mall di Bandung, mengawasi setiap catatan utang piutang dari yaitu di BTM (Bandung Trade Mal. usaha kita, kemampuan untuk menyisihkan setiap perolehan keuntungan untuk upaya SARAN pengembangan usaha kita di masa depan. Dari program pelatihan ini, sesuai keinginan Setelah mengikuti program pelatihan ini, peserta agar ditindaklanjuti dalam bentuk upaya seluruh peserta merasakan manfaat dan dampak pendampingan untuk menjadi pengusaha yang positif yang diperoleh. Hal ini dibuktikan dengan sesungguhnya sesuai minat, bakat dan jenis dipahaminya seluruh materi pelatihan dengan disabilitasnya masing-masing. baik oleh peserta, yang ditunjukkan oleh hasil Upaya post-test yang menunjukkan nilai yang jauh disabilitas memerlukan partisipasi aktif seluruh meningkat dibandingkan dengan hasil saat pre- komponen masyarakat baik dari dinas sosial, test, masing-masing meningkat 40% untuk pemerintah pusat dan daerah sampai di tingkat materi motivasi usaha, 30% untuk materi kecamatan maupun pihak perguruan tinggi agar rencana bisnis, 60% untuk materi sumber modal mereka bisa hidup mandiri dan merasa AunormalAy usaha dan 40% untuk materi penyusunan diantara sesama anggota masyarakat lainnya laporan keuangan. Hasil dari program pelatihan ini diikuti pula keinginan para peserta untuk mengimplementasikan dari program pelatihan Perlu dalam bentuk pendampingan untuk menjadi masyarakat yang dilakukan secara terus menerus, bahwa penyandang Kondisi ditunjukkan oleh video testimoni dari beberapa wakil dari peserta. secara harmonis untuk menghasilkan karya yang Keinginan peserta untuk berkualitas dan bisa saling bekerjasama dengan ditunjukkan oleh aktifnya para peserta pada WAG (WhatsApp Grou. antar sesama peserta TINDAK LANJUT digunakan sebagai sarana diskusi, informasi dan Setelah Salah seluruh peserta merasakan manfaat dan dampak positif yang diperoleh. Hasil ini ditunjukkannya implementasi dari kegiatan pelatihan, salah satu dengan meningkatnya keinginan para peserta Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , hal. 47- 64 tindak lanjut dari program pelatihan dalam bentuk pendampingan untuk menjadi pengusaha yang sebenarnya. Keinginan peserta untuk ditunjukkan oleh aktifnya para peserta dalam WAG (WhatsApp Grou. antar sesama peserta digunakan sebagai sarana diskusi, informasi dan komunikasi tindak lanjutnya. Dari perbincangan WAG keinguinan para peserta untuk membuat NIB (Nomor Induk Berusah. dan IUMK (Izin Usaha Mikro keci. Gambar 19. Pameran UMKM BTM Expo Bukti tindak lanjut dan implementasi lainnya UCAPAN TERIMA KASIH dari kegiatan pelatihan tersebut, dimana salah Terima kasih kepada Lembaga Pengabdian satu peserta telah ikut bergabung dengan salah Masyarakat Universitas Bakrie, yang telah satu UMKM usaha konveksi untuk mengikuti mendanai dan memfasilitasi untuk kegiatan PkM salah satu pameran yang diadakan di salah satu mall di Bandung, yaitu di BTM (Bandung Trade Mal. DAFTAR PUSTAKA