PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Konsep Sedekah dalam Perspektif Filsafat Dakwah (Studi Kasus Konsep Sedekah Yusuf Mansu. Irwansyah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu irwansyah@gmail. Abstract: The Concept of Alms in the Perspective of Da'wah Philosophy (A Case Study of Yusuf Mansur's Alms Concep. Human life that is increasingly complex makes humans have to be able to adapt to existing developments, work together to achieve a happy life in the world and the hereafter. This goal will be easily achieved when humans have a social movement that is in accordance with Islamic religious law. Likewise, in preaching Islam without innovation, a movement will find it difficult to achieve the mission of Islamic teachings. The mission of the teachings of Islam itself is to be a bearer of grace for the whole world. This research is library research, because the objects of study are related to literature. how the concept of alms is carried out by Yusuf Mansur, the researcher concludes that the alms carried out by Yusuf Mansur is the concept of alms in a contemporary way, he invites alms with real reality because it is based on his direct experience which is proven or other people who have direct In addition. Yusuf Mansur's invitation to give alms is based on the basis of the Qur'an. Hadith and scholars' where Yusuf Mansur's alms preaching is in accordance with the context and contemporary da'wah. We can see from Yusuf Mansur's opinion that Yusuf Mansur, that alms is a practice that can get the pleasure of Allah Ta'ala. Yusuf Mansur said that alms are giving something from one person to another with earnest expectations of Allah's pleasure which is carried out spontaneously and voluntarily. That by giving charity can bring God's forgiveness, remove sins, and get God's help. So when we have many sins, we can give charity to remove them. And when we need help from Allah for something, then give charity. While charity can make people continue to do it because they are happy to do it. Practice one! After istiqomah, add it to 2, add it again to 3, continue to practice other sunnahs, then istiqomah. And that alms is one of the keys to open the door for prayer to be granted. after giving charity, just ask Allah. Keywords: Philosophy of Da'wah. Method of Da'wah. Alms. Abstrak: Konsep Sedekah dalam Perspektif Filsafat Dakwah (Studi Kasus Konsep Sedekah Yusuf Mansu. Kehidupan manusia yang semakin komplek membuat manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, saling bekerjasama untuk mencapai hidup bahagia dunia dan akhirat. Tujuan itu akan mudah tercapai manakala manusia itu punya suatu gerakan sosial yang sesuai dengan syariat agama Islam. Begitu pula dalam berdakwah Islam tanpa adanya inovasi suatu gerakan akan terasa sulit untuk mencapai misi ajaran Islam. Misi ajaran Islam itu sendiri adalah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam 1Penelitian ini adalah penelitian pustaka . ibrary researc. , karena objek-objek kajiannya ialah hal yang berhubungan dengan literaturliteratur kepustakaan. bagaimana konsep sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur, maka peneliti berkesimpulan bahwa sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur adalah konsep sedekah dengan cara kekinian, ia mengajak sedekah dengan realitas yang nyata karena berdasarkan pada pengalaman ia langsung yang terbukti atau orang lain yang punya pengalaman langsung. Selain itu ajakan Yusuf Mansur bersedekah berdasarkan landasan al-QurAoan. Hadits dan ulamaAo yang mana dakwah sedekah Yusuf Mansur sesuai dengan konteks dan dakwah kontemporer. Hal itu kita bisa lihat dari pendapat Yusuf Mansur bahwa Yusuf Mansur, bahwa sedekah merupakan amalan yang bisa mendapatkan ridha Allah TaAoala. Yusuf Mansur mengatakan bahwa sedekah merupakan pemberian sesuatu dari seseorang terhadap orang lain dengan sungguh-sungguh mengharapkan keridhaan Allah Swt yang dijalankandengan spontan serta sukarela. Bahwa dengan bersedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, serta mendapatkan pertolongan Allah. Jadi ketika kita banyak dosa dapat dengan cara bersedekah Dan ketika kita butuh pertolongan kepada Allah akan sesuatu, maka bersedekahlah. Sedangkan sedekah itu bisa membuat orang terus menerus melakukannya karena bahagia melakukannya. Amalakan satu! Setelah istiqomah, tambahkan menjadi 2, tambah lagi jadi 3, terus amalkan sunnah-sunnah yang lain, selanjutnya Serta sedekah itu adalah salah satu kunci membuka pintu dikabulkannya doAoa. Sehingga setelah bersedekah, tinggal mintanya saja sama Allah. Kata Kunci: Filsafat Dakwah. Metode dakwah. Sedekah. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Pendahuluan Kehidupan manusia yang semakin komplek membuat manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, saling bekerjasama untuk mencapai hidup bahagia dunia dan akhirat. Tujuan itu akan mudah tercapai jika manusia punya suatu gerakan sosial yang sesuai dengan syariat agama Islam. Begitu pula dalam berdakwah Islam tanpa adanya inovasi suatu gerakan akan terasa sulit untuk mencapai misi ajaran Islam. Misi ajaran Islam itu sendiri adalah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam2 Masalah dakwah Islamiah adalah yang sangat penting dalam kehidupan. Bukan saja sangat penting, bahkan masalah dakwah itu sama sekali tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam, baik dalam keluarga, maupun dalam Maju mundurnya sebuah umat sebagian besar ditentukan oleh maju mundurnya peran dakwah itu sendiri. Sebagai suatu sistem penyampaian materi dakwah dengan menggunakan metode ceramah seringkali dilakukan tidak berdiri sendiri. Bagaimana masyarakat dapat aktif melakukan suatu kegiatan, kalau mereka hanya penerima dakwah . yang hanya dituturkan oleh daAoi tanpa diiringi dengan suri tauladan yang Oleh karena itu, dengan memberi kombinasi dalam metode ceramah dengan metode dakwah sosial, diharapkan dapat meningkatkan kualitas umat Muslim secara nilai dan aplikasi. Menurut Abdurrahman Al-Baghdadi, strategi menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat luas dapat dilakukan 2Abdulah Nata. Metodologi Studi Islam. Edisis revisi (Jakarta: Raja Grafindo persada, 2. , dalam dua kriteria, yaitu dakwah kepada orang kafir dan dakwah kepada orang Islam. 3 Dalam hal bagaimana strategi . dalam menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat secara luas memang dapat berbeda-beda, sesuai dengan perbedaan orang-orang yang menyampaikannya . aAoi, ustadz, mubalig. , baik penyampaian itu melalui individu . maupun jamaAoah . Filosofi perubahan ke arah yang lebih baik. Jadi, erat kaitannya dengan perbaikan . , pembaharuan . Perbaikan pemahaman, cara berpikir, sikap, dan tindakan . Dari pemahaman negatif, sempit dan kaku berubah menjadi positif dan berwawasan luas. Dari sikap menolak . , ragu . , berubah menjadi sikap menerima . , dengan jalan ilm al-yaqin, haqqu al-yaqin menuju alain al-yaqin. Dari sikap imanemosional, statis, dan apatis, berubah menjadi iman rasional, kreatif, dan inovatif. Dari aktifitas lahwun, laib, laghwun yang tidak bermanfaat, baik secara individual atau secara kolektif. Semua itu untuk mewujudkan kegiatan dakwah yang antisipatif, kreatif, dinamis, dan relevan. filsafat dakwah adalah ilmu pengetahuan yang memelajari secara kritis dan . ujuan dakwah, mengapa diperlukan proses komunikasi dan transformasi ajaran dan nilai-nilai Islam dan untuk mengubah 3Abdurrahman Al-Baghdadi. Dakwah Islam dan Masa Depan Umat (Bangil: Al-Izzah, 1. , h 87-88 4Samsul Munir Amin. Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam, (Jakarta: Amzah, 2. h 105 5Asep Muhyiddin dan Ahmad Agus Safei. Metode Pengembangan Dakwah,( Bandung : Pustaka Setia, 2. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 keyakinan, sikap, dan perilaku seseorang khas Isla. dan respon terhadap dakwah yang dilakukan oleh para dyAoi dan mubaligh, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadi manusia-manusia yang baik dalam arti beriman, berakhlak mulia seperti yang diajarkan oleh Islam. Dalam berdakwah, dikenal banyak metode dan media yang dapat digunakan. Metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh pelaku dakwah kepada sasaran dakwah . untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih sayang, maksudnya adalah dakwah harus disertai dengan suatu pandangan human oriented . enempatkan penghargaan yang mulia atas diri 7 Di dalam buku karangan Wahyu Ilaihi yang berjudul AuPengantar Sejarah DakwahAy. SaAoid bin Ali bin Wahj AlQahthani mengatakan bahwa metode dakwah adalah ilmu tentang cara menghilangkan halangan-halangan yang merintangi sampainya tujuan dakwah. Dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, manusia hendaklah tidak melupakan akhiratnya di atas kepentingan Yusuf Qardhawi, ahli fiqih hukum Islam, menyikapi harta. Islam bersifat tengahtengah: tidak condong kepada paham yang menolak dunia secara mutlak dan tidak 6KiMusaA. Machfoeld,2004,FilsafatDakwah(Jak arta: PT Bulan Bintan. , h. 7Siti Zainab. Harmonisasi Dakwah Komunikasi (Banjarmasin: Antasari Press, 2. , h 32. 8Wahyu Ilaihi dan Harjani Hefni. Pengantar Sejarah Dakwah (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , h 48 juga condong kepada paham yang menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, sesembahan, dan pujian9 Jika kita lihat dari beragam realitas khususnya Jawa dan banyak penelitian karya ilmiah menjelaskan bahwa filosofi sedekah yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah bersedekah untuk bumi agar bumi tidak marah, ngamuk, dan Bersedekah untuk Bumi agar terhindar dari bencana dan ucapan syukur. Contohnya sedekah Bumi yang dilakukan oleh masyarakat Kalitanjung, yang rutin diadakan pada bulan Sura hari Kamis Wage dan JumAoat Kliwon. Selain itu terdapat juga sedekah laut atau naber laut, yang dilakukan oleh para nelayan yang mana sedekah tersebut dilakukan ketika ada masyarakat nelayan yang meninggal ketika melaut. Filosofi sedekah tersebut agar agar mereka selamat dari laut, tidak sebagaimana ada nelayan yang meninggal di laut, dan agar mereka mendapatkan rezeki melimpah dari laut. Sebagaimana tradisi naber laut ini dilakukan oleh nelayan di masyarakat Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Selain itu di masyarakat juga terdapat ajakan persuasif agar melakukan sedekah secara rombongan. Sebagaimana yang dilakukan Komunitas Sedekah Rombongan di DKI Jakarta dalam mengajak masyarakat 9Umi iktafa, memberi 10ribu dibalas 10 juta. Real books, 2013, hal 11 10 A Miftahudin. Penanaman Nilai Syukur dalam Tradisi Sedekah Bumi di Dusun Kalitanjung Desa Tambaknegara Rawalo Banyumas, (IAIN Purwokerto: repository, 11 Sri Widati. Tradisi Sedekah Laut di Wonokerto Kabupaten Pekalongan: Kajian Perubahan Bentuk dan Fungsi, (Unnes: Jurnal JPP, 2. , 1. No. Desember. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Mereka juga menggunakan media sebagai sarana untuk membantu mempermudah masyarakat dalam menyalurkan sedekahnya. Dari filosofi yang berkembang di masyrakat di atas dari dulu sampai sekarang, hal itu kemudian dianggap berbeda bahkan bertentangan dengan ajaran sedekah Islam. Padahal, disisi lain masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sedekah sudah seharusnya menjadi kewajiban yang ditunaikan oleh setiap individu yang Sedekah merupakan ibadah yang horizontal dan vertikal. Dimensi horizontal berkaitan dengan bentuk dan pola hubungan antar manusia, sedangkan vertikal berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Sedekah bisa disebut sebagai ibadah sosial. Ibadah sosial merupakan ibadah yang mempunyai efek langsung dengan konteks kehidupan masyarakat sekitar, mengandung nilai gotong royong dan tanggung jawab sosial meratakan pendapatan ekonomi serta menghapus kemiskinan dalam masyarakat. Sedekah sebagai sebuah solusi dari hubungan kemasyarakatan bagi umat Hal ini membuktikan bahwa sedekah adalah sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupn sosial kita. Ada di antara orang yang masih belum memahami perihal makna sedekah. Mereka mengira bahwa yang disebut dengan sedekah itu adalah . yang berkaitan dengan harta saja, padahal bukanlah demikian. Sedekah bisa berupa harta, perkataan yang baik, bahkan menyingkirkan benda berbahaya di jalan Sedangkan memberikan bantuan atau pertolongan berupa barang . atau yang lain tanpa mengharapkan ridha Allah Swt. Bersedekah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, baik materi maupun yang bersifat Misalnya, berupa sumbangan pikiran, tenaga, atau perkataan berupa saran dan nasihat yang baik. Menurut para fuqaha . hli fiqi. sedekah dalam pengertian di atas disebut oadaqah at-tatawwu . edekah secara spontan dan sukarel. Dengan bersedekah akan menyadarkan manusia, bahwa harta yang ada pada diri manusia sesungguhnya tidak seluruhnya miliknya, namun ada hak orang lain. Harta yang menjadi hak orang lain itu perlu disampaikan kepada yang berhak dengan cara bersedekah. Barang sesamanya sama seperti mencintai dirinya sendiri, mereka tidak dihinggapi rasa gara-gara menumpuknya harta, bahkan sebaliknya harta menjadi anugerah terbesar mereka Beramal baik kepada sesama itu dijanjikan keuntungan yang besar berupa ganjaran yang tidak akan pernah putus berupa kebahagiaan lahir dan batin, karena harta yang disedekahkan akan diganti oleh Allah Swt. Sedekah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak, karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau mendermakan Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik. Dalam sebuah AuMemberikan 12Amirulloh Syarbini. The Miracle Of Ibadah, (Bandung: Fajar Media, 2. , h. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 senyuman kepada saudaramu adalah Ay Secara tersirat sedekah yang dimaksudkan dalam hadis tersebut adalah segala macam bentuk kebaikan yang dilakukan oleh setiap muslim dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT Baik dalam bentuk ibadah atau perbuatan yang secara lahiriyah terlihat sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT maupun dalam bentuk aktivitas yang secara lahiriyah tidak tampak seperti bertaqarrub kepada Allah, seperti hubungan intim suami istri, bekerja, dll. Semua aktivitas ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Sedekah merupakan bagian dari kedermawanan dalam konteks masyarakat muslim sebagai wujud kecintaan hamba terhadap nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya sehingga seorang hamba rela menyisihkan sebagian hartanya untuk kepentingan agama baik dalam rangka membantu sesama maupun perjuangan dakwah Islam. Gerakan sosial mempunyai tujuan untuk merubah keadaan sosial yang lebih Dalam hal ini gerakan dakwah dan sedekah juga mempunyai tujuan mengajak manusia kepada kebaikan dan meningalkan kejahatan, sehingga keduanya mempunyai tujuan yang hampir sama. Ustadz Yusuf Mansur sebagai seorang pendakwah dengan materi sedekahnya telah membuat makna sedekah yang Televisi, koran, majalah yang pernah memuat artikel dan berita beliau serta buku-buku yang telah beliau buat menggiring opini kita bahwa sedekah itu membantu hidup kita dalam menuju suksesnya kehidupan. Dengan beberapa buku tentang sedekah, para pembaca mempraktikkan ibadah sedekah yang beliau konsepkan dengan sedemikian rupa Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja, seukuran proyek, seukuran dagangan, atau seukuran modalnya. Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa diperbesar lewat jalan ibadah, dan jalan usaha bisa diperluas lewat jalan ibadah. 14 Ibadah itu memang banyak ragamnya, akan tetapi sedekah punya sesuatu yang khas. Sesungguhnya sedekah mempunyai pengaruh yang baik dan kesudahan yang bagus bagi individu maupun masyarakat. Selain penulis memunculkan tokoh pendakwah kontemporer yaitu Yusuf Mansur yang fokus pada sedekah, kalau dilihat dari perkembangannya ilmu filsafat tampaknya mengabaikan dakwah. Begitu pula dakwah tidak membutuhkan ilmu Karena itu, dibandingkan bidang ilmu filsafat lainnya, filsafat dakwah tidak begitu menarik untuk didiskusikan , jika disebut istilah filsafat dakwah, dalam benak kita terlintas beberapa pertanyaan, antara lain: apakah filsafat dakwah itu perlu dalam kajian ilmu dakwah? Apakah filsafat itu induk ilmu dakwah atau hanya cabang ilmu Dan pertanyaan yang bisa muncul di benak kita. Maka dari itu penulis akan melihat salah satu materi dakwah Yusuf Mansur di mana bisa menyadarkan orang untuk segera bersedekah, padahal secara materi disampaikan, melihat fenomena ini apakah 14Yusuf Mansur. An Introductio to The Miracle 13Sayyid Sabiq. Fiqih Sunnah (Bandung: PT Al-MaAoarif, 1. , h 173 of Giving (Jakarta: Penerbiat Zikrul Hakim, 2. , h. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 ada unsur Filsafat Dakwah dalam materi Yusuf Mansur dalam Buku-bukunya. dengan demikian bersama penilitian ini, penulis mencoba untuk menggali filsafat dakwah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur pada materi dakwah . tentang Sedekah. Dengan tema Sedekah dalam dalam perspektif filsafat dakwah studi kasus konsep sedekah Yusuf Berdasarkan latar belakang di atas, maka disusunlah rumusan masalahnya sebagai berikut. Apa terminologi sedekah perspektif filsafat Dakwah ?. Bagaimana konsep sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur? Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian pustaka . ibrary researc. , karena objekobjek berhubungan dengan literatur-literatur 15 Penelitian perpustakaan atau dikenal juga dengan riset non reaktif berbeda dengan penelitian kualitatif Beda substansial terletak pada judul, masalah penelitian, kerangka berpikir, objek/subjeknya, metodologi, analisis data, hingga betuk sistematika Para pakar penelitian juga berbeda dalam memahami tentang penelitian ini, tetapi mereka hampir sepakat pada aspek sumber yaitu sepenuhnya dari perpustakaan atau Penelitian pustaka adalah menjadikan bahan pustaka berupa buku, majalah ilmiah, dokumen-dokumen dan lainnya yang dapat dijadikan sumber rujukan dalam penelitian. Pembahasan 15Winarno Surakhmad. Pengantar Penelitian Ilmiah (Bandung : Tarsito, 1. , h. Sutrisno Hadi. Metodologi Research I, (Yogyakarta: Andi Offset, 2. , h. Tujuan berfilsafat yakni mendapat kebenaran yang sesungguhnya, yang Bila hasil pemikiran tersebut disusun, maka susunan itulah yang dinamakan sistematika filsafat. Sistematika filsafat atau struktur filsafat pada garis besar adalah ontology, epistemologi, serta Muatan dipengaruhi oleh objek apa yang diteliti . Pemikiran filsafat sangat luas karena memikirkan yang ada . da adalah objek filsafa. Bila dia memikirkan Bila memikirkan dakwah maka lahirlah filsafat dakwah. Secara garis besar maka basis ontologis klasifikasi ilmu tersebut dibagi tiga, terutama epistimologi Islam, sebab pada filsafat Barat itu hanya terbagi dalam pengetahuan yang bersifat fisik saja, sebab filsafat Barat menolak dari eksistensi status ontologis ilmu metafisika, oleh karena itu pada filsafat Islam yang masih menjaga status ontologis ilmu metafisika, maka basis epistemologi islam tersebut dibagi 3 diantaranya yaitu : Kesatu ilmu-ilmu ilmu-ilmu matematika dan yang terakhir yaitu ilmuilmu alam atau fisik. Klasifikasi tersebut tidak bisa dirasakan oleh mereka yang tidak mempercayai dari adanya ontologis ilmu metafisika atau objek-objek lain, terkecuali objek fisik. Secara garis besar akan penulis bahas tentang klasifikasi di atas, yang pertama yaitu ilmu-ilmu metafisika, dalam ilmu tersebut metafisika ini hendak dibahas tentang objek-objek yang tergolong untuk objek-objek metafisika, di antaranya Tuhan, malaikat . , serta jiwa. Objek ilmu metafisika yang pertama yakni tuhan selaku PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 puncak hirarki. Yang tidak dapat diragukan sebab meragukan status ontologis sebab akan menganggu sendi-sendi serta status Demikian pula sifatnya yang immateriil, mengakibatkan Tuhan abadi, sementara alam selaku dampaknya tersebut bersifat Objek kajian ilmu-ilmu metafisika kedua yaitu apa yang oleh Ibn Sina Akal mempunyai wujud immateril, terpisah dari materi serta gerak. Oleh karena itu akal tergolong kepada pembahasan objek Yang terakhir akan kajian objek ilmu metafisika yaitu jiwa, pendapat Ibn Sina pada pandangan mengenai seputar keberadaan serta immateriilitas jiwa, dialah membuktikan keberlangsungan jiwa usai Selaras terhadap pembagian status ontologi yang dikatakan oleh Ibn Khaldun mengenai keadaan jiwa usai berpulangnya jiwa ke asalnya. Kemudian kita masuk kepada basis ontologis ilmu-ilmu matematika dengan mengetahui terlebih dahulu sifat dasar objek-objeknya. Bila sifat dasat objek-objek ilmu metafisika sifatnya immateril, atau kata lainnya terbebas akan materi serta gerak, juga fisik sebaliknya yang bersifat berhubungan terhadap materi juga gerak. Kemudian bagaimanakah sifat dari objek matematika? Pendapat Ibn Sina mengilustrasikan jika objek matematika itu biarpun dirinya bersifat immateril, tetapi dia bisa melakukan interaksi terhadap materi serta gerak. Yang mana cocok selaku objek-objek ilmu matematika misal angkaangka. Basis ontologis klasifikasi ilmu-ilmu alam atau fisik. Status ontologis ilmu fisik tersebut nyatanya sangat jelas sebab status ontologis ilmu ini setidaknya sudah diakui secara umum untuk eksistensinya, di luar itu status ontologis tersebut pun berkaitan langsung terhadap materi serta gerak. Pastinya ilmu tersebut dibagi berdasarkan sifat alaminya. Seperti diungkapkan alFarabi jika benda-benda alam ini dilukiskan selaku bentuk-bentuk yang dengan niscaya berkaitan terhadap materi serta gerak. Ilmu ini terbagi untuk sejumlah kelompok yakni:: unsur-unsur, mineral, tumbuhan, hewan, serta manusia. Kelima pembagian di atas adalah basis dari status ontologi fisik, dimana tiap unsurnya memerlukan ilmu-ilmu tersendiri guna pembahasan hal itu. Pastinya masih banyak lagi objek kajian yang sudah dikembangkan pada objek fisik ini oleh para ilmuan serta para filosof islam tentang aspek tersebut. Secara ringkas bisa dipahami jika pada basis ontologis klasifikasi ilmu sebagaimana sudah sedikit dibahas dalam pembahasan sebelumnya tersebut dibagi jadi yakni immateril, matematika, serta fisik. Dimana tiap objek-objek yang terdapat dalam setiap status ontologis ilmu ini adalah basis ontologis klasifikasi ilmu. Setelah pembahasan di atas, maka menurut penulis mengenai Konsep Sedekah Yusuf Mansur dalam Perspektif Filsafat Dakwah secara ontologis, maka objek ontologisnya adalah objek-objek metafisika karena sedekah oleh Yusuf Mansur juga dikaitkan dengan Tuhan, jiwa, hati, amal, dan sebagainya. Selain itu juga masuk pada objek-objek ontologis matematika sebab konsep sedekah Yusuf Mansur seringkali persoalan angka-angka. Setelah peneliti melakukan analisis, maka peneliti berpendapat bahwa secara perspektif Filsafat Dakwah, maka basis epistemologis konsep sedekah Yusuf PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Mansur adalah dakwah kontemporer atau dapat dikatakan dakwah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur adalah bukan dakwah Hal itu berdasarkan cara ia berdakwah dengan metode menggunakan teknologi digital, kekinian/kontekstual, dan tepat sasaran. Dikatakan kontemporer sebab ditinjau dari kapasitasnya untuk menyampaikan materi dakwah. Bagaimana Yusuf Mansur mengemas materi dakwah yang gampang diterima, tidak menjenuhkan, aktual serta selaras terhadap kebutuhan audiens. Hal itu terbukti bahwa Yusuf Mansur mencipatakan platform website resmi yang mudah diakses, aktif tidak hanya di televisi tetapi juga di Youtobe, di media sosial, menulis dengan bahasa kekinian dan gaul, bahkan ia menciptakan aplikasi yaitu Paytren. Selain itu, penulis juga menilai bahwa cara dari dakwah Yusuf Mansur adalah tentang Sedekah. Sehingga setiap ia berdakwah seringkali kita menemukan bahwa ia selalu mengkaitkannya dengan Analisis yang penulis maksud di sini adalah analisis berdasarkan data yang penulis peroleh dari rekam jejak dan karya Yusuf Mansur yang telah terpublish secara resmi dan ilmiah, atau secara aksiologis yang telah dilakukan oleh Yusuf Mansur. Kajian Islam mengungkapkan bahwa perkembangan metode dakwah di masyarakat zaman digital bertambah beragam serta wujudnya. Metode dakwah menggunakan gaya ceramah tradisional tidak kembali jadi satusatunya model yang dijalankan oleh para Perkembangan teknologi lewat aplikasi selaku produk keagamaan bisa jadi media yang dipakai untuk berdakwah salah satu nya yakni ustad Yusuf Mansur. Salah satu contohnya adalah aplikasi Paytren. Sehingga menurut penulis bahwa terdapat juga komersialisasi agama menggunakan metode jual beli produk-produk spiritual. Yang mana hal itu adalah bentuk representasi akan komodifikasi agama yang membawa transformasi wujud praktek keagamaan di masyarakat zaman digital yang tergambar pada komunitas pengguna yang dipelopori oleh Ustadz Yusuf Mansur. Setelah penulis perhatikan bahwa pada aplikasi paytren, ada gejala bahwa para pemakainya memanfaatkan aplikasi itu untuk setiap aktifitas transaksinya yang dipandang selaku suatu ibadah pada praktik keagamaannya. Pada metode seperti ini terdapat nilai-nilai spiritual keagamaan yang mengajarkan seseorang guna mengingat serta beribadah terhadap Rabb-Nya, akan tetapi di sisi lain dengan tidak langsung terkandung nilai material serta nilai transaksi lewat produk keagamaan yang diberikan oleh Yusuf Mansur dalam wujud transaksi jual beli lewat aplikasi berbayar paytren di media Hal ini memperlihatkan bagaimana penyesuaian realitas lokal dengan meninjau sisi perkembangan masyarakat sekarang terutama masyarakat kelas menengah atau kaum urban yang tinggal di kawasan Konsumsi Islam selaku komoditas keagamaan sekarang ini sudah menyebar serta berkembang di Indonesia dan mempunyai dampak-dampak sisi ekonomi serta budaya yang sifatnya kompleks secara 17Geertz. Clifford . Islam Observed : Religious Development in Marocco and Indonesia. New HeavenandLondon:YaleUniversityPress, chapter1,Au TwoCountries,TwoCulturesAy. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Komodifikasi Islam memperlihatkan peningkatan religiusitas Indonesia membenarkan jika tumbuhnya konsumsi dari produk-produk Islam menimbulkan proses Islamisasi lebih jauh selaku bagian dari pernyataan atas keimanan akan agama yang dipeluk. Argumen yang dibangun oleh para Filosof Islam akan berkesimpulan Islam. Berbicara tentang hubungan ini tidak bisa kita nafikan, karena istilah filsafat itu berasal dari Yunani, akan tetapi yg dikenal adalah hikmah (Oliver Leaman. Pengantar Fislafat Islam AuSebuah Pendekatan TematisAy Benar komersialisasi dari aplikasi atau media dakwah Yusuf Mansur. Namun dalam kacamata Filsafat Dakwah hal itu sah dan dibenarkan saja, sebab yang terpenting dalam Filsafat Dakwah bahwa seorang daAoi itu menggunakan ide kreatifnya, agar apa yang ia sampaikan mengena kepada para pendengar dan itu sesuai dengan konteks kehidupan mereka agar mereka mau mengikuti dakwahnya. Selain itu, bahwa seorang pendakwah sendiri harus sudah melakukan apa yang ia katakana, sebab sesuai dengan tujuan filsafat bahwa seseorang harus cinta pada kebijaksanaan, dan orang yang bijaksana adalah orang yang telah melakukan terlebih dahulu apa yang ia katakan sebelum ia mengatakan. Hal itu juga sesuai dengan apa yang diajarkan oleh tauladan bijak kita yaitu Nabi Muhammad saw. Dan menurut penulis. Yusuf Mansur sudah melakukan hal tersebut sesuai dengan Filsafat Dakwah, sebab berdasarkan bukti-bukti di atas sebelumnya bahwa apa yang diajarkan oleh Yusuf Mansur adalah berdasarkan apa yang ia alami dan Selain itu argument yang dibangun oleh para filsuf Islam selalu akan berkesimpulan yang mendukung kebenaran Islam, dan begitu juga yang dilakukan oleh Yusuf Mansur dalam Konsep Sedekahnya. Kesimpulan Masyarakat menilai sedekah itu merupakan langkah atau awal untuk membuka keselamatan, kesejahteraan, dan Hal itu bisa terlihat bahwa mereka mau melakukan sedekah karena mereka ingin terhindar dari bahaya bencana, dan mereka melakukan sedekah agar agar permohonan mereka dikabulkan oleh Allah swt. Mereka diridhoi, mereka diampuni dan mereka mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Bahwa dalam perspektif filsafat dakwah, ajakan untuk sedekah harus merujuk pada landasan filosofis dakwah yaitu Q. S an-Nahl ayat 125. Bahwa para pendakwah yang menyeru pada sedekah harus dengan hikmah . erdakwah dengan bijaksana, benar, budi mulia dan berhati bersi. , al-mauAoidzah hasanah . emberi pengajaran, bimbingan atau pendidikan yang bai. , serta almujadalah bi al-lati hiya ahsan . erdialog atau bertukar pendapat yang bai. Selanjutnya bagaimana konsep sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur, maka peneliti berkesimpulan bahwa sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur adalah konsep sedekah dengan cara kekinian, ia mengajak sedekah dengan realitas yang nyata karena berdasarkan pada pengalaman ia langsung yang terbukti atau orang lain yang punya pengalaman langsung. Selain itu ajakan Yusuf Mansur bersedekah berdasarkan landasan al-QurAoan. Hadits 18OliverLeaman. Pengantar Filsafat Islam: Sebuah Pendekatan Tematis, terj. Musa Kazhim & Arif Mulyadim, (Bandung: Mizan, 2. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 dan ulamaAo yang mana dakwah sedekah Yusuf Mansur sesuai dengan konteks dan dakwah kontemporer. Hal itu kita bisa lihat dari pendapat Yusuf Mansur bahwa sedekah merupakan amalan yang bisa mendapatkan ridha Allah TaAoala. Yusuf Mansur mengatakan bahwa sedekah seseorang terhadap orang lain dengan sungguh-sungguh keridhaan Allah Swt yang dijalankan dengan spontan serta sukarela. Bahwa dengan bersedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, serta mendapatkan pertolongan Allah. Jadi ketika kita banyak dosa dapat dengan cara bersedekah menghapusnya. Dan ketika kita butuh pertolongan kepada Allah akan sesuatu, maka bersedekahlah. Sedangkan sedekah itu bisa membuat orang terus menerus melakukannya karena bahagia Amalakan satu! Setelah istiqomah, tambahkan menjadi 2, tambah lagi jadi 3, terus amalkan sunnah-sunnah yang lain, selanjutnya istiqomahkan. Serta sedekah itu adalah salah satu kunci membuka pintu dikabulkannya doAoa. Sehingga setelah bersedekah, tinggal mintanya saja sama Allah. Daftar Pustaka