P - ISSN E - ISSN Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 : 2503-4413 : 2654-5837. Hal 469 Ae 476 PENGARUH INTEREST RATE DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP STOCK RETURN Oleh : Andi Tenri Uleng Akal Prodi Manajemen. STIE Tri Dharma Nusantara Makassar Email: hj. anditenriuleng@gmail. Sri Wahyuni Nur Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Institut Agama Islam Negeri Parepare Email : sriwahyuninur@iainpare. Nurlaela Prodi Manajemen. Institut Teknologi Bisnis Nobel Indonesia Email: nurlaelanais@gmail. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract The purpose of this research is to know the effect of interest rate, and financial distress of stock return on manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019-2021. The sampling method used in this research is purposive sampling with 47 manufacturing company. Data used for this study is obtained from financial statement for the year ended December 31st during Analysis tool that will be used to analyze the hypothesis with multiple linier regression model is software IBM SPSS (Statistical Product and Service Solution. 0 for Windows. The result for this research showed that interest rate have positive and significant effect on stock return, while financial distress has positive and not significant effect on stock return. Keywords : Interest Rate. Financial Distress. Stock Return perusahaan-perusahaan yang akan melakukan transaksi jual beli saham adalah perusahaan yang sudah listing atau go public di Bursa Efek Indonesia baik itu perusahaan yang bergerak dibidang jasa, dagang, dan manufaktur. Perusahaan yang menjual sahamnya kepada investor bertujuan meningkatkan modal kerja dan memperluas bisnis para investor. Pasar modal juga sebagai tempat bagi para investor untuk melakukan investasi saham dengan harapan mendapatkan return yang Sekarang ini beberapa perusahaan yang sudah go public sedang intens memberikan edukasi melalui seminar kepada masyarakat khususnya kalangan pelajar atau mahasiswa tentang saham dan cara berinvestasi saham. Dengan modal seratus ribu rupiah kita sudah bisa membuka rekening saham yang dapat. Edukasi ini memberikan pengetahuan bahwa tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk berinvestasi. Kemudian dengan majunya teknologi membuat banyaknya aplikasi online yang memberikan edukasi tentang saham dan trading. PENDAHULUAN pada umumnya perusahaan selalu berusaha meningkatkan laba yang maksimal yaitu adanya penggunaan biaya yang termanage oleh perusahaan baik itu pendapatan maupun pengeluaran, salah satu pengeluaran yang memiliki kontribusi dalam perolehan return saham yaitu interest rate dan financial distress. Sumber dana perusahaan terbagi menjadi dua sumber yaitu dana yang bersumber dari dalam perusahaan dan dana yang bersumber dari luar Beberapa cara dalam memperoleh dana untuk membiayai usaha produksinya salah satunya adalah menggunakan laba yang telah diperoleh atas penjualan pada periode sebelumnya, namun demikian perusahaan tidak bisa hanya bergantung pada dana tersebut saja, tetapi juga perusahaan membutuhkan dana dari sumber lain yang berasal dari luar perusahaan. Salah satu dana yang bersumber dari luar perusahaan adalah melalui pasar modal. Pasar memperjualbelikan saham perusahaan, dimana Return saham adalah satu tujuan dari investor untuk melakukan investasi. Return saham merupakan tingkat pengembalian yang didapatkan oleh para pemegang saham sebagai hasil dari investasinya di perusahaan tertentu. Return sendiri merupakan level keuntungan dari sebuah investasi (Safitri dan Henni, 2. Return saham juga didefinisikan sebagai hasil dari keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari sebuah investasi Perbedaan antara harga investasi saat ini yang lebih tinggi dari periode sebelumnya maka akan memberikan capital gain, bila sebaliknnya maka akan terjadi capital loss (Michael, 2. Investasi saham disaat sekarang ini sangat diminati oleh investor dalam negeri maupun luar negeri karena investasi saham banyak memberikan keuntungan, keuntungan inilah yang disebut Return (Pengembalia. Return yang tinggi sangat diminiati oleh para investor untuk meningkatkan kemakmuran investor. Selama melakukan investasi akan ada risiko pengembalian saham yang harus dihadapi oleh para investor. Untuk meminimalisir risiko, para investor perlu melakukan analisis kinerja Semakin tinggi dan positif hasil kinerja keuangan suatu perusahaan maka return saham yang diberikan perusahaan juga akan semakin Sebaliknya, semakin rendah dan negatif hasil kinerja keuangan suatu perusahaan maka return saham yang diberikan perusahaan akan semakin rendah dan bisa saja tidak akan diberikan kepada para investor. Interest rate mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan khususnya stock return, dimana berbagai keputusan yang berkaitan dengan konsumsi dan investasi sangat terkait dengan kondisi interest rate. Jika interest rate meningkat maka beban bunga emiten juga meningkat sehingga menyebabkan perolehan laba Selain itu, jika interest rate tinggi maka biaya produksi akan meningkat, sehingga harga produk menjadi lebih mahal, dan konsumen akan menunda pembelian, sehingga berimbas pada penjualan perusahaan yang menurun. Tingkat suku bunga menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan harga saham dan juga laba. (Bachtriyoh, 2. Selain interest rate, keadaan yang membuat investor dan kreditur khawatir adalah ketika perusahaan mengalami financial distress yang mengarah kepada kebangkrutan. Jika perusahaan sudah memberikan tanda mengalami kegagalan finansial, maka perusahaan tersebut tidak dapat memberikan keuntungan kepada pemegang sahamya dan harga saham perusahaan tersebut akan turun dan ditolak. Financial distress akan meningkat ketika perusahaan mengalami kerugian. Financial distress yang tinggi menggambarkan keadaan perusahaan yang buruk. Keadaan perusahaan yang buruk biasanya akan direspon kurang baik dengan turunnya harga saham sehingga turut mempengaruhi return saham bagi Apabila biaya produksi semakin meningkat sedangkan harga penjualan semakin menurun, hal itu dapat menyebabkan kerugian perusahaan. Jika terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan financial distress bahkan mengalami kebangkrutan perusahaan (Yunanto, 2. Pada awal tahun 2019 terjadi pandemi covid19 yang menyebabkan perekonomian dunia khususnya Indonesia, mengalami penurunan kinerja ekonomi bahkan beberapa perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja karyawan dan kebangkrutan perusahaan yang tidak dapat Pandemi covid-19 menyebabkan interest rate yang tidak stabil selain itu terpuruknya keuangan perusahaan menimbulkan financial distress yang menyebabkan anjloknya harga Beberapa penelitian yang terkait dengan penelitian ini antara lain, penelitian yang dilakukan oleh Bangun, dkk . hasil penelitian menunjukkan bahwa interest rate dan investor sentiment berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return sedangkan financial distress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stock Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Sudirgo, dkk . menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap stock return, financial perfomance berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return dan liqudity berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap stock return. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah interest rate dan financial distress berpengaruh terhadap stock return perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah periode penelitian dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 dengan sampel 47 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan manufaktur dijadikan objek dalam penelitian ini karena beberapa perusahaan manufaktur yang dianggap sejauh ini mampu bertahan di tengah kondisi pandemi covid19 yang melanda. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Sinyal Teori sinyal (Signalling Theor. adalah memberikan petunjuk kepada investor tentang bagaimana pandangan manajemen dalam prospek perusahaan di masa yang akan datang (Brigham dan Houston, 2. Teori sinyal menjelaskan bagaimana perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini dapat berupa informasi melalui laporan keuangan oleh manajemen bahwa perusahaan menerapkan kebijakan akuntansi konservatisme sehingga menghasilkan laba yang lebih berkualitas. Laporan memberikan informasi berupa informasi keuangan kepada pihak internal dan pihak eksternal Informasi keuangan yang di berikan pada laporan keuangan berupa posisi keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan selama satu Dengan adanya informasi dari laporan keuangan pihak internal dan pihak eksternal dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat. Teori sinyal ini menekankan pada pentingnya pemberian informasi kepada pihak yang berkepentingan seperti informasi mengenai investasi pada perusahaan sehingga para investor dapat mengambil keputusan. Teori sinyal (Signalling Theor. ini sangat berperan penting bagi perusahaan karena mempunyai dorongan untuk perusahaan kepada pihak eksternal . ara investo. , yang nantinya akan menjadi sinyal bagi para investor untuk membuat keputusan investasi (Safitri dan Henni, 2. Teori sinyal menjelaskan bahwa dengan adanya komunikasi yang baik maka dapat menimbulkan kinerja yang baik pula. Artinya antara individu yang satu dengan individu yang lain perlu saling memahami dan saling mendukung agar segala pekerjaan berjalan efektif dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal utama dalam teori ini adalah keselarasan informasi yang disampaikan dan yang diterima dapat dipastikan kebenarannya. Dalam hal ini manajemen memiliki peranan penting dalam menghubungkan informasi yang baik bersifat secara internal dan eksternal antara para atasan dan bawahan (Saputra dan Ida, 2. Interest Rate Untuk mengontrol perekonomian suatu negara maka perlu diketahui interest rate. rate adalah harga dari penggunaan dana investasi (Boediono, 2. Interest rate merupakan salah satu indikator orang akan melakukan investasi atau Interest rate adalah harga dari Suku bunga sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan ukuran harga atas sumber daya yang digunakan oleh debitur yang dibayarkan kepada kreditur. Suku bunga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Suku bunga nominal adalah rate yang diamati dalam pasar. Suku bunga riil adalah konsep yang menghitung tingkat bunga yang sesungguhnya, suku bunga riil dihitung dengan cara suku bunga nominal dikurangi dengan laju inflasi yang diharapkan (Sunariyah, 2. Financial Distress Financial distress adalah kondisi dimana keuangan perusahaan sedang dalam keadaan tidak sehat atau krisis. Kondisi ini diawali dengan kesulitan likuiditas dimana perusahaan kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada kreditur (Zahara, 2. Financial distress adalah tahap akhir dari krisis likuiditas yang berpotensi mengalami kebangkrutan. Financial distress suatu kondisi dimana perusahaan sedang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo (Drescher, 2. Kesulitan untuk memenuhi kewajibannya ini faktor utamanya adalah menurunnya tingkat pendapatan perusahaan, perolehan arus kas negatif yang akan berpengaruh pada penurunan harga ekuitas menghilangkan pembayaran dividen, serta mengakibatkan adanya tuntutan kepailitan dari pihak kreditur. Financial distress terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan perusahaan Financial distress terjadi sebelum Model Financial distress perlu dikembangkan dengan baik, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini diharapkan dapat melakukan tindakan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat berdampak pada kebangkrutan (Andriawan, 2. Stock Return Return didapatkan oleh suatu perusahaan, individu dan institusi atas investasi yang dilakukannya (Hadi. Dalam teori pasar modal, tingkat pengembalian yang diterima oleh investor dari saham yang diperdagangkan di pasar modal . aham perusahaan go publi. biasa diistilahkan dengan return. Dalam pasar saham tidak selalu menjanjikan suatu return yang pasti bagi investor, namun beberapa komponen return saham yang memungkinkan pemodal meraih keuntungan adalah deviden, saham bonus, dan capital gain. aspek yang bisa membentuk return saham, antara lain : Capital gain . adalah elemen pendapatan yang dihasilkan oleh naik turunnya harga selama proses investasi dan dapat menguntungkan . Yield adalah elemen pengembalian yang diterima investor secara teratur sebagai pendapatan atau biasa disebut deviden (Tendelilin, 2. Return saham dibagi menjadi dua yaitu : Return Realisasi (Realized Retur. adalah return yang sudah terjadi yang dihitung dengan menggunakan data historis. Return realisasi digunakan sebagai data analisis investasi, serta digunakan sebagai data analisis portofolio. Return Ekspektasi (Expected Retur. adalah return yang diharapkan oleh investor di masa yang akan datang. Return ekspektasi digunakan sebagai input dari analisis portofolio. (Jogiyanto, 2. Pengaruh Interest Rate terhadap Stock Return Jika Interest rate meningkat dengan tidak wajar maka akan berdampak pada perusahaan, karena Interest rate yang tinggi akan meningkatkan beban perusahaan, sehingga jika beban perusahaan bertambah maka secara langsung dapat mengurangi profit perusahaan itu Jika Interest rate mengalami peningkatan, stock return yang akan diperoleh akan rendah. Namun, saat interest rate menurun atau rendah, maka stock return yang diperoleh akan tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adeputra dan Wijaya . Haryani dan Priantinah . Oshaibat . yang menyatakan bahwa interest rate berpengaruh signifikan terhadap stock return. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, dkk . yang menyatakan bahwa interest rate tidak mempengaruhi stock return. Menaiknya serta menurunnya interest rate apabila dilihat pada sudut pandang investor lebih mengarah untuk mengontrol inflasi. Pengaruh Financial Distress terhadap Stock Return Kinerja suatu perusahaan dapat tergambar pada kondisi keuangannya, sedangkan kondisi keuangan perusahaan dapat terlihat pada laporan keuangan perusahaan yang dibuat setiap periode. Apabila suatu perusahaan berada dalam kondisi financial distress maka akan berakibat pada stock return dimana stock return sudah tidak dapat dikontrol sehingga dapat menyebabkan kepailitan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kewal, dkk . dan Bangun, dkk . yang menyatakan bahwa financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sudirgo, dkk . yang menyatakan bahwa financial distress berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap stock return. Kerangka Pikir dan Hipotesis Interest Rate (X. Stock Return (Y) Financial Distress (X. Gambar 1. Kerangka Pikir Berdasarkan kerangka pikir pada gambar 1 maka ditentukan hipotesis dalam penelitian ini H1 : Interest Rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. H2 : Financial Distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana data diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Teknik pengambilan data dilakukan dengan Teknik dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data dari website idx. id dan referensi yang terkait dengan penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah : Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021. Perusahaan manufaktur yang mengalami IPO. Delisting, dan Relisting pada tahun 2019-2021. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan berturut-turut dari tahun 2019-2021. Dari kriteria tersebut diperoleh jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 47 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Adapun metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 23,0. Pengujian regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut : Y = A A1X1 A2X2 e Keterangan : Y = Stock Return A = Konstanta X1 = Interest Rate X2 = Financial Distress Uji statistik deskriptif dilakukan dengan A1 = Koefisien Regresi X1 memberikan gambaran secara ringkas A2 = Koefisien Regresi X2 mengenai variabel penelitian yang telah digunakan e = Tingkat Kesalahan dalam penelitian dan melihat kesiapan data dalam Pengujian hipotesis menggunakan uji-t uji selanjutnya (Ghozali, 2. dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05 atau 5%. Uji statistik deskriptif adalah uji untuk Jika A > 0,05 atau 5% maka maka H1 dan H2 gambaran atas suatu data yang dapat diterima dan sebaliknya jika Jika A < 0,05 atau 5% rata-rata . , standar deviasi, maka H1 dan H2 ditolak. Sebelum melakukan Hasil output dari uji statistik pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan deskriptif atas variabel-variabel yang digunakan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji adalah stock return (Y), interest rate (X. dan normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, financial distress (X. dari 47 perusahaan dan uji heteroskedatisitas. manufaktur selama periode 2019-2021 yang HASIL DAN PEMBAHASAN dijadikan sampel dalam penelitian. Hasil Uji Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Standar Deviasi Stock Return Interest Rate Financial Distress Valid N (Listwis. Sumber : Data sekunder diolah. Tahun 2021 Hasil uji statistik deskriptif menunjukkan financial distress dengan 47 perusahaan memiliki bahwa jumlah responden (N) sebesar 141. Dimana nilai minimum 0,04343 yang diperoleh PT. Star variabel stock return dengan jumlah 47 perusahaan Petrochem Tbk pada tahun 2019, dan nilai memiliki nilai minimum -1,4132 yang diperoleh maximum sebesar 31,9916 yang diperoleh PT. perusahaan PT. Champion Pacific Indonesia Tbk Sampoerna Tbk pada tahun 2020. Sedangkan pada tahun 2020 dan nilai maximum sebesar nilai rata-rata dari 47 perusahaan sebesar 6,572983, 2,6025 yang diperoleh perusahaan PT. Lionmesh nilai standar deviasi variabel financial distress Prima Tbk pada tahun 2019. Sedangkan nilai ratasebesar 6,3751074. rata dari 47 perusahaan sebesar 0,141096, nilai Uji Normalitas standar deviasi variabel stock return sebesar Uji normalitas digunakan untuk mengetahui 0,4911714. Hasil uji statistik deskriptif variabel apakah setiap variabel mempunyai distribusi interest rate dengan 47 perusahaan memiliki nilai normal atau tidak (Sugiyono, 2. Uji normalitas minimum 0,0546 yang diperoleh PT. Duta Pertiwi menggunakan program SPSS Nusantara Tbk pada tahun 2019, dan nilai Kolmogorov Smirnov Test, dengan dasar maximum sebesar 0,0745 yang diperoleh PT. pengambilan keputusan sebagai berikut : Sampoerna Tbk pada tahun 2020. Sedangkan Nilai signifikasi O 0,05 maka variabel tidak nilai rata-rata dari 47 perusahaan sebesar 0,036000, terdistribusi normal nilai standar deviasi variabel interest rate sebesar Nilai signifikasi > 0,05 maka variabel 0,0285081. Hasil uji statistik deskriptif variabel terdistribusi normal Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Asymp. Sig. - taile. Sumber : Data sekunder diolah. Tahun 2021 Berdasarkan tabel 2, menunjukkan bahwa dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation nilai signifikansi pada pengujian Kolmogorov Factor (VIF), dengan kriteria sebagai berikut : Smirnov sebesar 0,991, nilai tersebut lebih besar Jika nilai tolerance lebih dari 0,10 dan VIF lebih dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kecil dari 0,10, maka variabel bebas tersebut normalitas variabel pada persamaan regresi sudah tidak memiliki multikolineritas yang serius terdistribusi secara normal. dengan variabel bebas lainnya. Jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,10 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk sedangkan nilai VIF lebih besar dari 0,10, maka mengetahui apakah suatu model regresi memiliki variabel independen memiliki multikolinearitas korelasi antar variabel bebas. Uji multikolinearitas yang serius dengan varibel bebas lainnya. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel VIF Keterangan 1,824 Tidak ada gejala multikolinearitas 1,866 Tidak ada gejala multikolinearitas Sumber : Data sekunder diolah. Tahun 2021 Berdasarkan Tabel 3, hasil pengujian dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai VIF . Model regresi yang baik adalah semua variabel < 10 maka dapat disimpulkan regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji bahwa tidak terjadi gangguan autokorelasi menggunakan uji Run Test, dengan multikolinearitas dalam penelitian ini. Nilai signifikasi O 0,05 maka terjadi Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah suatu model regresi linear ada korelasi Nilai signifikasi > 0,05 maka tidak terjadi antara kesalahan pengganggu pada periode t Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Unstandardized Residual Asymp. Sig. - taile. Sumber : Data sekunder diolah. Tahun 2021 Berdasarkan tabel 4, hasil uji autokorelasi regresi linear yang baik dan layak digunakan menunjukkan nilai signifikansi run test sebesar adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. 0,764 . ebih besar dari 0,. sehingga dapat Pengujian menggunakan uji Glejser dengan kriteria disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Jika nilai signifikansi (Si. > 0,05 : tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Uji Heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terjadi Jika nilai signifikansi (Si. < 0,05 : terjadi ketidaksamaan antar varian dari nilai residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Sig. Keterangan 0,514 Tidak ada gejala heteroskedastisitas 0,533 Tidak ada gejala heteroskedastisitas Sumber : Data sekunder diolah. Tahun 2021 Berdasarkan tabel 5 menggunakan metode Uji regresi linier berganda digunakan untuk Glejser didapatkan hasil nilai signifikansi pada mengukur kekuatan dan arah hubungan antara semua variabel > 0,05, sehingga berdasarkan data return saham . ariabel depende. dengan interest tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi rate dan financial distress . ariabel independe. gejala heteroskedastisitas dalam model Regresi. pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Uji Regresi Linier Berganda Tabel 6. Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Sig. Std. Error (Constan. Interest Rate (X. Financial Distress (X. Sumber : Data sekunder diolah. Tahun 2021 Persamaan regresi linier berganda : terhadap stock return pada perusahaan manufaktur Y = -0,364 0,137X1 0,256X2 e yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019Nilai -0,364 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa mengindikasikan bahwa jika variabel independen tingkat signifikansi X1 atau variabel interest rate yaitu interest rate dan financial distress tidak ada 000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti maka nilai stock return adalah sebesar konstanta variabel interest rate berpengaruh positif dan 0,364. signifikan terhadap stock return pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji Hipotesis Hipotesis pertama yang diajukan adalah Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa interest rate berpengaruh positif dan signifikan hipotesis pertama atau H1 diterima. Koefisien determinasi R2 (R squar. x 100% = 0,801 x 100% = 80,1%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel interest rate berpengaruh kuat terhadap stock return sebesar 80,1% dan sisanya 19,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian. Hipotesis kedua yang diajukan adalah financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa tingkat signifikansi X2 atau variabel financial distress sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel interest rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua atau H 2 Koefisien determinasi R2 (R squar. x 100% = 0,784 x 100% = 78,4%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel financial distress berpengaruh kuat terhadap stock return sebesar 78,4% dan sisanya 21,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian. Pengaruh Interest Rate Terhadap Stock Return Pada Perusahaan Manufaktur Berdasarkan analisis statistik dalam penelitian ini ditemukan bahwa hipotesis pertama (H. diterima dan disimpulkan bahwa interest rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Bangun, dkk . yang menyatakan bahwa interest rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return. Tetapi hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, dkk . yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap return saham. Pengaruh Financial Distress Terhadap Stock Return Pada Perusahaan Manufaktur Berdasarkan analisis statistik dalam penelitian ini ditemukan bahwa hipotesis kedua (H. diterima dan disimpulkan bahwa financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sudirgo, dkk . yang menyatakan bahwa financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return. Tetapi hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bangun, dkk . yang menyatakan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap stock return. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Interest rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021. Financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock return pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021. REFERENSI