Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Atraktanitas. Palatabilitas, dan Kandungan Nutrisi Usus Ayam dan Pakan GELnat pada Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinu. dengan Recirculating Aquaculture System (RAS) (Attractiveness. Palatability, and Nutritional Content of Chicken Intestines and GELnat Feed on the Growth of Catfish (Clarias gariepinu. in a Recirculating Aquaculture System (RAS)) Edison Saade*. Muhammad Yusri Karim. Marlina Ahmad. Mutmainnah. Puteri Ayu Reskyani. Rini Indriani. Nurfadina. Suci Anugrah Subhiati Program Studi Budidaya Perairan. Departemen Perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar *Corresponding author: edison90245@yahoo. ABSTRACT This study aims to compare the attractiveness, palatability and nutrient composition of chicken intestines with GELnat feed for growing African catfish reared with RAS (Recirculating Aquaculture Syste. The test fish used were African catfish with a weight of between 50 Ae 59 g and were kept in a basin with a volume of 1000 L. The test feed used was chicken intestines obtained from farmers and homemade GELnat feed. This research was carried out with two treatments and three replications. Testing of attractiveness and palatability parameters begins with feeding for a week with a feeding frequency of three times a day at a dose of 7 Ae 8 % of the biomass weight of the test fish. Next, the attractiveness parameters were tested 18 times, and palatability 8 times, as well as analysis of the nutritional content of the test feed 2 times. Descriptive data processing. The results showed that the average attractancies of chicken intestines and GELnat feed were 6. 98 and 3. 66 s, respectively, and palatability 42. 53 and 30. 07 g. Meanwhile, the crude protein, crude lipid, carbohydrate and chicken intestine ash content were 64. 30 %, 12 %, 22. 49 % and 4. 12 % respectively, and GELnat feed was 55. 04 % respectively. 33, 19. 89 %, 70 %. Based on the results of this research, it was concluded that the attractiveness, palatability, crude protein content and carbohydrate content of chicken intestines were higher compared to GELnat Keywords: Attractantity. African catfish. Chicken intestines. GELnat feed. Palatability ABS TRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan atraktanitas, palatabilitas dan komposisi nutrien antara usus ayam dengan pakan GELnat pada pembesaran ikan lele dumbo yang dipelihara dengan RAS (Recirculating Aquaculture Syste. Ikan uji yang digunakan adalah ikan lele dumbo dengan bobot antara 41,14A2,21 g dan dipelihara di baskom dengan volume 80 L. Pakan uji yang digunakan adalah usus ayam yang diperoleh dari pembudidaya dan pakan GELnat buatan sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Pengujian parameter atraktanitas dan palatabilitas diawali pemberian pakan selama sepekan dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari dengan dosis 7 Ae 8 % dari bobot biomassa ikan uji. Selanjutnya dilakukan pengujian parameter atraktanitas sebanyak 18 kali, dan palatabilitas 8 kali, serta analisis kandungan nutrisi pakan uji sebanyak 2 kali. Pengolahan data secara Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata atraktanitas usus ayam dan pakan GELnat adalah masing-masing 6,04A 1,84 dan 3,15A0,11 detik, dan palatabilitas 42,53A4,97 dan 30,07A0,34 g. Sedangkan kandungan protein kasar, lipid kasar, karbohidrat, dan abu usus ayam masing-masing 64,30 %, 9,12 %, 22,49 %, dan 4,12 %, serta pakan GELnat adalah masing-masing 55,04 %, 13,33 %, 19,89 %, dan 11,70 %. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa atraktanitas, palatabilitas, kandungan protein kasar, dan karbohidrat usus ayam lebih tinggi dibanding dengan pakan GELnat. Kata kunci: Atraktanitas. Ikan lele dumbo. Pakan GELnat. Palatabilitas. Usus ayam AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Saade et al. | Seminar Nasional PKP I . : 164 Ae 169 Pendahuluan . dan kandungan nutrisi antara usus ayam dan pakan GELnat pada pemeliharaan ikan lele dumbo adalah sangat Atraktanitas disebabkan oleh aroma pakan, sedangkan zat yang mempengaruhi atraktanitas disebut atraktan . Atraktan merupakan bahan yang dicampurkan dalam pakan dalam jumlah sedikit untuk meningkatkan asupan pakan . ood intak. , pertumbuhan, dan tingkat konsumsi pakan. Sedangkan palatabilitas adalah tingkat kelezatan pakan yang dipengaruhi oleh kandungan nutrisi dan atraktan, dan sangat terkait dengan konsumsi pakan. Palatabilitas adalah jumlah pakan yang terkonsumsi pada pagi hari saja atau saat usus ikan kosong, sedangkan konsumsi pakan adalah total pakan yang terkonsumsi pada satu hari. Kualitas pakan dipengaruhi oleh kualitas fisik, kimiawi dan biologis pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan atraktanitas dan palatabilitas antara usus ayam dengan pakan GELnat ikan lele dumbo (Clarias gariepinu. yang dipelihara dengan RAS (Recirculating Aquaculture Syste. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan informasi pada pengembangan budidaya ikan lele (Clarias geriepinu. di masa akan datang. Ikan lele dumbo (Clarias geriepinu. adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak disenangi masyarakat. Hal ini didukung oleh kandungan nutrisi yang tinggi, terutama kandungan lemaknya . Ikan lele dumbo senang mengonsumsi usus ayam karena memiliki beberapa kelebihan seperti aroma khas yang mampu meningkatkan napsu makan dan pertumbuhan, serta harganya murah. Namun demikian, salah satu masalahnya adalah kuantitas dan kualitas nutrisinya kurang sempurna. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan produksi tidak optimal, membutuhkan waktu yang lebih lama hingga panen, sehingga keuntungan usahanya rendah. Oleh karena itu dibutuhkan hasil inovasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menjadi solusi masalah tersebut. Salah satu hasil inovasi yang ramah lingkungan, murah dan berkualitas adalah optimalisasi pemanfaatan pakan GEL dan GELnat (GEL natura. Pakan GEL adalah pakan yang teksturnya yang lembek sehingga mudah dikonsumsi oleh kultivan, utamanya pada fase penanganan khusus atau untuk ikan-ikan yang tergolong sulit mengonsumsi pakan buatan kering dan menggunakan rumput laut sebagai bahan pengental dan dibuat dengan cara pengukusan . Pakan GEL memiliki kelebihan yaitu: . hanya membutuhkan alat yang sederhana karena tidak memerlukan mesin pelet, melainkan hanya panci dan kompor, . praktis, . mudah dikonsumsi dan dicerna oleh kultivan karena teksturnya lembek, dan . atraktibilitas tinggi karena aromanya cepat menyebar di air . Pakan GELnat (GEL natura. adalah pakan GEL yang menggunakan bahan baku utama yang diolah tanpa perlakuan panas . ipe Perlakuan panas yang tinggi pada pengolahan bahan baku menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas nutrisinya. Jadi perbedaan utama antara pakan GEL dengan pakan GELnat adalah pakan GEL meggunakan bahan baku dalam bentuk GELnat menggunakan sebagian besar bahan baku dalam bentuk lumatan. Berdasarkan hal tersebut informasi tentang kualitas fisik meliputi daya pikat . , daya lezat Metode Penelitian Materi Penelitian Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan lele dumbo. Clarias gariepinus yang diperoleh dari Kelompok Pembudidaya Ikan Bina Perikanan di Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Makassar. Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah hewan uji yang digunakan adalah 72 ekor, masingmasing 12 ekor per baskom dengan bobot antara 50 Ae 59 g. Pakan yang digunakan yaitu usus ayam dan pakan GELnat. Usus ayam diperoleh dari pengusaha ayam potong di Makassar. Sedangkan pakan GELnat dibuat sendiri di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar. Pembuatan pakan uji menggunakan bahan baku yang masih segar. Bahan baku yang digunakan berupa lumatan DOC. Saade et al. | Seminar Nasional PKP I . : 164 Ae 169 lumatan darah sapi, lumatan jeroan ikan, lumatan rumput laut, ampas tahu, terasi, minyak ikan, vitamin dan mineral, progol, dan meizena. Formulasi pakan uji disajikan pada Tabel 1. WITA secara satiasi. Wadah Penelitian Wadah penelitian yang digunakan adalah Baskom dengan volume 1000 L. Bagian atas wadah ditutup dengan waring. Hal ini dimaksudkan agar ikan uji terhindar dari gangguan luar dan agar ikan uji tidak melompat keluar. Baskom diisi dengan air mengalir dengan sistem resirkulasi. Prosedur Penelitian Pakan Uji Tahapan pembuatan lumatan-lumatan pakan uji adalah: pencucian, penirisanpemotongan kecil-kecil, penyaringan, serta penyimpanan di freezer hingga digunakan. Tahapan pembuatan pakan GELnat adalah: penimbangan bahan baku sesuai dengan formulasi, pencampuran, pengukusan di wadah kotak plastik, pendinginan, pemotongan sesuai dengan bukaan mulut ikan uji, dan penyimpanan di freezer hingga digunakan. Pemberian pakan uji dilakukan secara satiasi . dengan cara ikan uji diberikan pakan secara perlahan hingga ikan menolak dan menghindar untuk makan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali dalam sehari yaitu pada pukul 08. 00, 13. 00 WITA. Rancangan Percobaan Penelitian ini menggunakan metode Perlakuan pada penelitian ini adalah: usus ayam . erlakuan USA) dan GELnat . erlakuan GELna. Perlakuan pada penelitian ini adalah: usus ayam . erlakuan USA) dan pakan GELnat . erlakuan GELna. Variabel yang Diamati Variabel atraktanitas, palatabilitas, dan komposisi nutrien usus ayam dan pakan GELnat pada pembesaran ikan lele dumbo dengan RAS. Atraktanitas Tabel 1. Formulasi pakan GELnat yang digunakan pada penelitian ini. Bahan baku pakan Lumatan DOC* Lumatan darah sapi Lumatan jeroan ikan Lumatan rumput laut Lumatan ampas tahu Terasi Minyak ikan Vitamin dan mineral Proqol Meizena Total Atraktanitas atau daya tarik pakan dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan ikan uji untuk makan pertama kali pakan uji yang diletakkan pada jarak tertentu dan dinyatakan dalam satuan detik. Pengujian daya tarik pakan menggunakan baskom dengan volume 1000 L. Baskom diisi air dengan menggunakan sistem resirkulasi. Pada bagian atasnya ditutup dengan jaring. Hal ini dimaksudkan agar ikan uji terlindung dari gangguan luar dan ikan uji tidak melompat Metode pengukuran atraktanitas adalah pertama ikan uji dibiasakan mengonsumsi pakan uji selama sepekan. Pada hari berikutnya dilakukan pengukuran atraktanitas dengan cara meletakkan di dalam sendok teh dan dipasang di permukaan air, waktu antara pemasangan pakan uji di permukaan air hingga pakan dikonsumsi adalah nilai atraktanitas dan dinyatakan dengan satuan detik . Pengukuran atraktanitas hanya dilakukan pada pagi hari saja. Jumlah (%) Keterangan: *Day Old Chiken Aklimatisasi Sebelum dimasukkan ke dalam wadah penelitian, hewan uji disortir berdasarkan kesamaan bobotnya, kesempurnaan organ tubuhnya seperti kepala, sungut, mata dan Selanjutnya dilakukan aklimatisasi pakan dan lingkungan penelitian selama 7 frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari yaitu jam 08. 00, 13:00 dan 18:00 Saade et al. | Seminar Nasional PKP I . : 164 Ae 169 Palatabilitas dan 3,15A0,11 detik. Hal ini berarti bahwa pakan GELnat lebih cepat direspon atau didekati untuk dikonsumsi dibanding dengan usus ayam. Salah satu kelebihan pakan GELnat adalah bentuknya yang lembek sehingga aromanya cepat menyebar ke media air serta lebih cepat terdeteksi oleh ikan lele Hal ini menandakan bahwa pakan GELnat mengandung zat yang berfungsi sebagai atraktan yang berkualitas. Bahan pakan yang diduga menjadi atraktan adalah lumatan DOC, lumatan darah sapi, lumatan jeroan ikan, lumatan rumput laut dan lumatan ampas tahu. Semakin menyengat pakan uji, maka ikan uji semakin cepat memberikan mendekati pakan untuk mengkonsumsinya . Atraktanitas pakan dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas aroma yang cukup dan menjadikannya lebih cepat dideteksi oleh organ reseptor . hewan uji, dan semakin cepat ikan mendekati pakan, maka kualitas dan kuantitas aroma semakin baik. Hal ini merangsang hewan uji untuk meningkatkan keterkaitannya. Hal ini sesuai dengan Samsudin et al. yang menyatakan pakan yang baik untuk ikan selain ditentukan oleh nilai nutrisinya, dipengaruhi juga oleh aroma pakan, karena aroma mampu merangsang nafsu makan ikan. Tahapan pengukuran daya lezat pakan . adalah ikan uji diberi pakan uji secara satiasi selama sepekan, dengan maksud agar ikan uji tersebut jinak dan terbiasa dengan pakan uji. Metode pengukuran palatabilitas adalah jumlah pakan yang dikonsumsi ikan uji di pagi hari dan dinyatakan dengan gram . Kandungan Nutrisi Usus Ayam dan Pakan GELnat Kandungan nutrisi usus ayam dan pakan GELnat berupa kadar protein kasar diukur dengan metode mikro Kjekdahl, lemak kasar dengan metode etraksi dengan etanol dan karbohidrat berdasarkan perhitungan. Analisis nutrisi ini dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar. Analisis Data Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif lalau disajikan dalam bentuk tabel rataan . Hasil dan Pembahasan 1 Atraktanitas usus ayam dan pakan GELnat Rataan atraktanitas usus ayam dan pakan GELnat oleh ikan lele dumbo dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rataan atraktanitas usus ayam dan pakan GELnat Rataan palatabilitas usus ayam dan pakan GELnat yang dikomsumsi oleh ikan lele dumbo dapat dilihat pada Tabel 3. Jenis pakan Ulangan Usus ayam RataanASD Pakan GELnat RataanASD Rataan atraktanitas . 4,52 4,96 8,63 6,04 A1,84 3,27 3,18 3,00 3,15A0,11 Palatabilitas Usus Ayam dan Pakan GELnat Tabel 3. Rataan palatabilitas usus ayam dan pakan GELnat Jenis pakan Usus ayam Rata-rataASD Pakan GELnat Sumber: Data primer hasil peneltian . Penentuan atraktanitas atau daya tarik pakan uji dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketertarikan ikan terhadap pakan. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh atraktanitas pakan usus ayam dan pak GELnat adalah masing-masing 6,04 A1,84 Rata-rataASD Ulangan Palatabilitas . 42,53A4,97 30,07A0,34 Sumber: Data primer hasil peneltian . Palatabilitas atau daya lezat merupakan derajat kesukaan yang ditunjukkan suatu organisme dalam mengomsumsi pakan yang Saade et al. | Seminar Nasional PKP I . : 164 Ae 169 diberikan pada periode tertentu, tingkat palatabilitas ditentukan oleh rasa, aroma, bentuk, ukuran, dan warna yang merupakan faktor fisik dari pakan. Daya lezat pakan berhubungan erat dengan jumlah komsusmsi pakan yang tinggi menunjukkan presentase palatabilitas pakan yang baik . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan palatabilitas usus ayam sebesar 42,53A4,97 g, lebih tinggi dibanding dengan pakan GELnat sebesar 30,07A0,34 g. Hal ini disebabkan karena usus ayam memberikan aroma khas dan daya lezat yang tinggi. Arditya et al. menyatakan bahwa, aroma pada pakan memiliki daya tarik yang kuat terhadap ikan untuk membantu dalam pengambilan pakan dengan cepat, sehingga mengurangi waktu pencampuran nutrisi pakan dengan air. Saade et al. menambahkan bahwa palatabilitas berkaitan dengan selera, kualitas pakan . andungan nutrisi, kesegaran, dan arom. dan kebiasaan makan atau feed habit . enis makanan, waktu dan cara maka. dumbo termaksud hewan karnivora, lebih menyukai makanan yang berasal dari daging. Berdasarkan disimpulkan bahwa palatabilitas, kandungan protein kasar, dan karbohidrat usus ayam lebih tinggi dibanding dengan pakan GELnat, sedangkan atraktanitas, lipid kasar dan abu pakan GELnat lebih baik dibanding usus Daftar Pustaka