Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 KOMODIFIKASIAN OJEK PANGKALAN DALAM ARENA DEMOKRASI LOKAL (Studi Kasus di Pemilihan Walikota Sorong Tahun 2. Bustamin Wahid,2Ari Purnomo Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Sorong ABSTRACT This research is entitled: Commodification of Base Ojek Services in the Arena of Democracy (Case Study of Sorong City Election in 2. Researchers try to review local political phenomena in Sorong West Papua by utilizing social solidarity ojek base in the interests of political power. Because ojek services are not just public transportation services but now base motorcycle taxi services are now a new social strength and capital that can be commercialized in political interests. In this study, the researchers formulated two questions: How was the involvement of base taxi drivers in the elections in the city of Sorong in 2017? . What is the impact of modification of base taxi in the elections in Sorong city in 2017? With the existing research focus, the researchers used modification theory, political theory, social solidarity and knowledge of ojek services as theoretical legitimacy to direct and analyze this research so that it could provide adequate outcomes. This study uses a qualitative approach and descriptive method, with the aim of describing existing phenomena, which occur at this time or in the past. This study does not carry out manipulation or alteration of independent variables but tries to describe in accordance with the real reality, about content and research focus. Of course with great hope that this research can provide scientific and beneficial effects for many people and become an evaluation material for party institutions . olitical partie. in providing political education to the public. Especially for people who move as ojek . otorcycle tax. The output of this study can also add to the discourse and study of local politics which is increasingly complex to the social foundations of society. Keywords: Commodification. Ojek, and Local Democracy Bugis-Makasar. Buton. Ternate. Tidore. PENDAHULUAN Sorong menjadi Kota transit di tanah Halmahera. Manado. Tanimbar. Seram. Papua, gemar manusia dari berbagai Key. Ambon. NTT. NTB. Batak, dan penjuru daerah berdatangan di tanah bahkan seluruh suku yang ada di nusantara Papua, siklus meningkat daerah Sorong ada di Kota Sorong. Ojek menjadi pekerjaan alternativ . dan menetap hidup untuk untuk waktu senggang para pendatang dan mencari suaka rejeki. Kota urban yang orang asli Papua. Tetapi mayoritas jasa ojek ditempati banyak pendatang baik itu Jawa, di Sorong Papua Barat adalah orang-orang 72 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 pendatang yang bekerja sebagai pekerjaan mereka harus membangun reputasi secara Tidak baik agar dipercayai oleh masyarakat. main-main memiliki peran besar sebagai penyelamat menjelaskan perjalanan peristiwa yang cita-cita pendidikan anak dan terlebih lagi dipahami oleh kelompok ojek . ransportasi Ada kerinduan dan kegelisahan untuk umum/moto. , tentu dalam penulisan ini tidak jauh menjelaskan secara mendalam tentang sosial-ekonomi tukang ojek itu Di Sorong Papua Barat jasa ojek sendiri tetapi lebih dari ojek dan politik gemar di gunakan, tetapi tak sedikit sontak Ojek kata-kata miring untuk para tukang ojek elemen yang berada pada pusat dinamisasi yang nakal . Perjuangan para ojek sosial yang terjadi, dinamisasi sosial ini menuntun manusia untuk selalu bertahan sebagai tukang ojek. Jasa ojek di Sorong produktif dan tidak memiliki administrasi Papua Barat, ada beberapa ojek dengan panjang jasa ojek sebagai solusi alternatif dasar kepercayaan karena konsistensi dan dalam ruang kerja. Jasa kepercayaan publik bukan hal yang mudah tanggungjawab, mereka . asa oje. dipakai sebagai langganan antara-jemput anak pangkalan-pangkalan ojek, mereka pula sekolah dan mereka disebut sebagai ojek memiliki koordinator pangkalan, ternyata langganan keluarga. Pangkalan-pangkalan ojek tumbuh subur dan menjamur dimana-mana, dimana resmi dan terorganisir. Walau sejauh ini ada celah tempat publik yang ramai disitu belum ada aturan yang mengikat mereka pula akan berdiri pangkalan jasa ojek. secara terpadu tetapi jasa ojek sangat Mereka sadar pelayanan prima dengan Kepentingan pelanggan jasa ojek kota Sorong, dengan perhatian khusus, ojek pangkalan menjadi penuh disiplin dan budaya antri yang kekuatan modal sosial baru karena dengan Dalam kondisi untuk bergerak cepat untuk mencari pundi-pundi rejeki, 73 Komodifikasian ojek pangkalan. simpul-simpul Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 kepentingan politik kekuasaan. memberikan bentuk secara kolektif kepada tiap-tiap Hasil riset Basri Amin menemukan Pengakuan salah satu ojek pangkalan kekuatan dan mobilisasi pengojek ini kampus UM-Sorong bahwa menjelang pilkada kami ditawari untuk memilih salah satu kandidat dengan nilai tukar perorang seorang politisi. Pengakuan Rival Rahmi Rp. eratus ribu rupiah per oran. yang menyimpan memori salah satu caleg atau dalam istilahnya sebagai uang minyak anggota DPRD dari partai golkar dia jasa ojek pangkalan. menggunakan jasa ojek untuk menyebar Jasa stiker, kartu nama, spanduk selama pemilu digunakan sebagai tim kampanye kandidat . aca: Pemuda, ojek dan dan para partai politik. Biasa kami digunakan untuk masa kampanye, jika tiba pangkalan di kota Sorong menjadi objek waktu kampanye kami tukang ojek biasa yang menarik sebagai basis kapitalisasi didatangi oleh anggota partai atau tim atau dalam bahasa penelitian ini sebagai sukses, sebab tukang ojek pangkalan sering membuat ramai pada saat konvoi partai kepentingan politik praktis. Atau dalam atau kandidat, jika ditilik dalam perspektif Ervin Goffman, maka jasa ojek pangkalan masyarakat kelas bawah biasa terjadi sebagai pelabelan masa politik. Biasa juga tukang ojek pangkalan dipakai untuk Ternat. Karl Selanjutnya Marx, mendapatkan nilai kepentingan. pemasangan baliho dan spanduk kandidat. Hasil riset perilaku politik di Kota justru tim sukses atau orang partai meminta Sorong memberikan kita gambaran bahwa pemasangan baliho dan spanduk dekat presentase keinginan politik uang . oney pangkalan ojek, karena itu sentral dan politi. 12 persen (%), dan ini ada beberapa responden yang bekerja sebagai (Pengakuan Tukang Ojek AuInsial MTAy, jasa ojek pangkalan (Laporan hasil riset Januari 2. The Papua Institute. Mei 2. Di kota Kekuatan dan modal sosial per-ojek- Sorong jasa ojek pangkalan menjadi an bisa dikomersilkan menjadi basis tempat untuk jual beli kepentingan, baik itu Sebab dalam dunia politik juga 74 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 tidak terlepas dari dua kutub besar yaitu Pangkalan dalam Arena Demokrasi Lokal. modal sosial dan modal finansial. Jasa ojek (Studi Sorong tahun 2. Kasus Pemilihan Walikota terorganisir dan kompak tukang ojek pangkalan dilirik menjadi salah satu simpul KAJIAN PUSTAKA sosial yang bisa dimanfaatkan sebagai Komodifikasian basis politik. Foucault (Yudilatif. Menurut Yasraf Piliang (Zebrina, 2. , setiap subjek sosial memiliki relasi kuasa, dan subjek itu sendiri terlibat dalam . menurut adalah sebuah sebelumnya bukan komoditi sehingga kini Konteksnya dijasa ojek pangkalan sama persis, sebab gabungan subjek sosial yang terorganisir memiliki pengaruh kuasa yang proses asosiasi terhadap kapitalisme, yaitu besar dan bisa memberikan pengaruh objek, kualitas dan tanda dijadikan sebagai strategi kepada subjek sosial yang lain. Jadi Komoditas adalah sesuatu yang di antara politisi dan ojek pangkalan sama- tujuan utamanya adalah untuk dijual ke sama memainkan peran strategi untuk Sedangkan Barker Dari pemanfaatan jasa ojek dalam politik lokal saat ini, dan tukang ojek pangkalan Peneliti komodifikasian dalam dunia politik bukan hal yang baru, tetapi terjadi semenjak lama. memanfaatkan momentum politik dalam Kapitalisasi basis sosial baik itu kumunitas, peningkatan pendapatan dan keuntungan dari bantuan partai atau kandidat. Jual beli kesaralan sekalipun menjadi akses dan kepentingan menjadi hal yang biasa dan perantara untuk menjual basis sosial ke sering terjadi dalam kehidupan sosial- kepentingan politik. Peneliti merasa penting untuk Dalam dunia demokrasi, celah dan meneliti sebuah fenomena ojek pangkalan permainan strategi untuk berada pada titik dan politik dengan merumuskan judul kemenangan adalah sebuah keharusan. penelitian tentang: Komodifikasian Ojek 75 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 Dalam . Kuntowidjoyo Ulasan Adorno (Yasraf, 2010: . , politik yang syarat dengan kemodifikasian produksi budaya masa. Tetapi ada dua hal, politik itu sendiri. Dan bahkan seperti PKB budaya dikendalikan kelompok elit dari Aupartai politikAy telah menggunakan empat atas . op dow. , dan beda budaya yang hal yaitu: . penggunaan jasa jin. upaya penyumpahan anggota legislatif. komodifikasian politik ini bisa menjadi pemanfatan para kiai sebagai political rentetan pemanfatan kelompok elit politik broker, dan . kultur pribadi. Empat item terhadap kelompok sosial . jek pangkala. tersebut dalam pendapat peneliti ada dua sebagai basis politik. kutup yang bermain dalam kepentingan politik: pertama adalah tekanan mistisisme. Kedua: menggunakan basis sosial sebagai kapitalisasi suara politik. Dalam Ada Dalam bahwa basisi sosial yang menjadi sasaran empuk untuk para pencari dan pemuja 2004:. solidaritas dan komunitas untuk Auhasrat katakan bahwa memberinya makna sebagai politikAy. Sebuah kewajaraan dan mungkin Marx (Evans. Tidak ada nilai guna Perkara murni yang dihasilkan, namun hanya nilai jual, diperjualbelikan bukan digunakan. dengan kerangka Komodifikasi memberikan nilai lebih dalam dunia politik menguntungkan dan dimana sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomis diberi nilai dan karenanya Jadi kontennya yang dibahas bagaimana nilai pasar dapat menggantikan dan dilacakan adalah ojek pangkalan dalam nilai-nilai fenomena kapitalisasi politik. Sebagai komoditas ia tidak hanya penting untuk berguna, tetapi juga berdaya jual. Ojek Pangkalan Jasa pangkalan adalah penyediaan jasa transportasi roda dua . yang 76 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 melayani aktivitas masyarkat di mana Demokrasi . masyarakat itu membutukan. Ojek pangkan Ramlan Surbakti . Pemilu yang biasa dengan budaya antri dan menawarkan jasanya untuk dengan standa bayaran yang telah di tentukan oleh Solidaritas pengojek talah dirajuk diartikan sebagai mekanisme penyeleksi kedaulatan kepada orang atau partai yang bersama didunia pangkalan. dicantumkan dalam Undang-Undang dan Dalam UUD 1945. Indonesia (KBI), ojek/ojeg adalah sepeda Fitriyah Aupentingnya atau sepeda motor yang ditambangkan pilkadaAy secara langusng membuat semua dengan cara memboncengkan penumpang daerah harus mempersiapkan diri mereka atau penyewanya. Lebih lanjut J. S Badudu sebaik-baiknya dan berusah bagaiman dan Sutan Mohammad Zain . , dalam kamus bahasa Indonesia sepeda motor yang dibuat menjadi kendaraan umum untuk memboncengi penumpang ke tempat kepalah daerah yang dapat membawa Peter Salim dan Yenny Salim . , ojek adalah sepeda atau sepeda Selain itu, salah satu tujuan membonceng penyewanya. benar-benar diselenggarakanya pilkada secara langsung Pengojek dan dunia politik bukan juga dapat memberikan pendidikan politik hal baru. Sheller & Urry (Basri Amin, bagi masyarakat didaerah, di mana nantina 2012: . , ada sejumlah faktor yang mereka menjadi lebih pengalaman dan ikut menjadikan ojek menarik bagi politisi partisipasi dalam kegiatan politik. Pengojek adalah kelompok besar Menurut Prihatmoko bergerak, sebuah pemilu dalam pelaksanaanya memiliki tiga pencerminan dari gejala Aumobilitas gandaAy tujuan yakni: . Sebagai mekanisme untuk dimana pergerakan fisik dan komunikasi menyeleksi para pemimpin pemerintahan dilakukan setiap harinya. dan alternatif kebijakan umum . ublic yang sangat lincah 77 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 . Pemilu sebagai pemindahan pilihannya, pemilih dijamin kerahasiaan Pemilih memberikan suaranya kepada badan badan perwakilan rakyat pada surat suara dengan tidak dapat melalui wakil wakil yang terpilih atau diketahui oleh orang lain kepada siapa pun partai yang memenangkan kursi sehingga suaranya diberikan. Jujur, berarti semua integrasi masyarakat tetap terjamin. pihak yang terkait dengan pemilu harus Pemilu bertindak dan juga bersikap jujur sesuai menggerakan atau menggalang dukungan rakyat terhadap Negara dan pemerintahan yang berlaku. Adil, berarti dalam dengan jalan ikut serta dalam proses pelaksanaan pemilu, setiap pemilih dan Asas-Asas Pemilu Dalam pelaksanaan pemilihan umum asas-asas pemilih memiliki hak untuk memilih secara langsung dalam pemilihan umum sesuai dengan keinginan diri sendiri tanpa ada perantara. Umum, berarti pemilihan umum berlaku untuk seluruh warga negara membeda-bedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, golongan, pekerjaan, kedaerahan, dan status sosial yang lain. Bebas, memenuhi persyaratan sebagai pemilih pada pemilihan umum, bebas menentukan siapa saja yang akan dicoblos untuk membawa aspirasinya tanpa ada tekanan perundang-undangan kecurangan pihak mana pun. Pelaksanaan pemili telah di atur 78 Komodifikasian ojek pangkalan. pemilihan umum Repoblik Indonesia No 3 tahun 2016 tentang tahapan, program dan jadwal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Buati Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dan undang-undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2016 tentang undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undangundang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur. Bupati, dan Walikota menjadi undang-undang . umber: salilan PKRI. UU Pemilu 2. dan paksaan dari siapa pun. Rahasia Rahasia, perlakuan yang sama, serta bebas dari yang digunakan diantara sebagai berikut :. Langsung, berarti masyarakat sebagai METODE PENELITIAN Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 analisis data proses berkelanjutan yang Model Penelitian Metode penelitian ini menggunakan terus-menerus penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen terhadap data, mengajukan pertanyaan- kunci dalam penelitian adalah peneliti. pertanyaan analitis, dan menulis catatan Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas peneliti analisis data kualitatif bisa saja sehingga dapat bertanya, menganalisa dan mengkonstruksikan objek yang diteliti menafsirkan data dan pelaporan hasil secar menjadi jelas. serentak dan bersama-sama. Maksud Karena penelitian ini bermaksud memperoleh gambaran yang mendalam tentang kemodifikasian ojek pangkalan dalam pemilihan walikota sorong tahun PEMBAHASAN Keterlibatan Ojek Pangkalan Dalam Pilkada Di Kota Sorong Momentum politik adalah hajat Di samping itu fenomena yang akan digali merupakan fenomena sosial-politik semua rakyat. Keterlibat dalam pilkada yang berhubungan dengan perilaku dan atau pemilihan umum itu adalah hak rakyat Indonesia sosial-politik Kota Sorong Provinsi Papua Barat. cita-cita demokrasi di negeri ini. Untuk Kota Sorong daerah . 2017 adalah pertaruang Teknik Pengumpulan dan Analisis Lambert Jitmau Data Iskandar Teknik Pengumpulan Data melawan kotak Kosong. Arena semakin Untuk mengumpulkan data dengan menggunakan cara: Observasi. Wawancara. Teknik Dokumentasi. menarik karena gerakan dan kompanye Teknik Analisis Data. Aktivitas analisis beda dalam pandangan politik. Hal itu dideskripikan oleh Rossman dan Rallis (Johan W. Creswell, 2010: . , bahwa 79 Komodifikasian ojek pangkalan. Fahima (Jilid II) untuk memilihi kotak kosong cukup massif di lakukan oleh kelompok masyarakat yang terlihat juga oleh salah satu tukung ojek pangkalan. Bapak Acham katakana bahwa Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 dalam pemilihan kali ini kita tidak punya melawan Bapak Walikota Lambert Jitmau karena persoalan banjir di kilo meter 10 Dengan kondisi yang ada, yang tidak ada solusi . (Hasil Wawancara maka kami akan perjuangkan kotak kosong dengan Bapak Steven (Kk Ste. ojek di pilkada kota Sorong. Dari penyataan pangkalan Jupute. bahwa, jika di ajak kompanye kami ikut, bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. tapai kami katakana bahwa ini Papua. Fenomena lain juga terjadi pada semua serba mahal dan tim sukses melalui Bapak Abas Ojek pangkalan dalam melihat momentum pilkada ini, hasil riset persepsi masyarakat memberikan uang celengan untuk kami terhadapa sosial politik pada 28 Juni 2016 oleh The Papua Institute. Presentasi potensi ditugaskan untum memasang dan menjaga politik transaksional . oney politi. di baliho/spanduk Calon Walikota. Terlibat kota Sorong cukup tinggi diangka 78. dalam politik itu terkadang aneh, dan persen (%), itu terjadi dimasyarakat kelasa sebenarnya itu adalah pelanggaran, sebab menengah kebawa (Dokumen Laporan kami tukang ojek biasanya kami memilih Survei The Papua Institute, 2. Mngang . berulang-ulang kali karena ada ada politik transaksi terjadi . olitik uan. , mobilisasi, istilah kami disinia adalah ojek tapi belum tentu kami memilih. Hal itu biasa dikordinir oleh Menurut Steven (Kk Ste. Joho Dipangkalan (Hasil bahwa yang berhubungan dengan politik Wawancara dengan Bapak Abas Joho, transaksional memang betul adanya, tapi Ojek Pangkalan Kilo 12 Masu. hal itu dilakukan karena ada uang bensin. Perspektif yang dibangun dalam ya lemayan Au100. 000Ay rupiah. melihat momentum politik di kota Sorong. Tapi sikap politik belum tentu, bahkan seakan-akan ada post-optimisme . ase saya secara pribadi termasuk orang yang kompanyekan kotak kosong . untuk 80 Komodifikasian ojek pangkalan. enggan dicapai oleh pengambil kebijakan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 Tanggapan dan partisipasi para ojek dengan semangat pemilihan legislatif nanti, karena yang perjuangan adalah orang- orang yang dianggap laya secara idiologi masing-masing, terlibat dalam proses demokrasi di kota dan perjuangan paguyuban. Sorong baik dari kompanye sampai pada Seorang pemilihan, dari pandangan mereka tentang HBM, justru menjelaskan bahwa betapa politik transaksional tidak menjamin dan pentinganya harapan tentang politik yang memberikan satu kepastian bahwa kami lahir dari rasa kemanusiaan yang tinggi, memilih kandidat yang memberikan uang. Money politic sangat luar biasa terjadi partisipasi dalam memilih pemimpin pun dalam Peilkada. Masyarakat tidak mau semakin baik, berikut kutipannya: AuKami berpartisiapsi kalau tidak ada uang. Uang ojek terlibat dan bicara tentang politik itu buakan menjadi segalanya, namun ada titik kejenuahan masyarakat pada model politik menentukan seorang pemimpin politik kita karena disebabkan oleh para pemimpin lahir dari keususahan masyarakat, karena yang banyak tidak tepati dengan janjinya, dan hanya menguntungkan golonganya. menyelesaikannya, bukan sekejab datang Oleh karena mengambil uang kandidat bukan untuk memilih tetapi hanya ekspresi pemimpin yang tidak bicara perbedan dari rasa kesal kepada janji-janji politik. agama, rasa, suku, kami ikut dia karana dia kemanusiaan itu Kami Kami Tapi dari hasil observasi ternyata, bicara masalah kemajuan. Memang kami peneliti menemukan pergeseran partisipasi ikuti kompanya jika diajak, tapai belum tentu memilih, sebab kami walau pun ojek Dari data yang bisa kami membaca mana yang baik dan dimiliki oleh peneliti, beberapa pangkalan mana yang melupakan kami setelah jadi. Ay (Hasil Wawancara dengan Bapak Tiku legislative berbeda. memberikan satu tanggapan bahwa pilkada Ojek Pangkalan HBM. kota Sorong adalah momentum politik Cukup kompleks alasan partisipasi yang tidak memberikan pilihan laina atau ojek pangkalan dalam pilkada Kota Sorong Situasi Miriam Budiarjo secara umum mengartikan partisipasi politik sebagai 81 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 kegiatan sesorang atau kelompok orang dalam ruang-ruang normatif dan pendapat untuk ikut serta secara aktif dalam para ahli. Dari pandangan partisipasi ojek kehidupan politik yaitu dengan jalan pangkalan, ada memberkan satu fakat memilih pimpinan Negara/Daerah secara langsung atau tidak langsung memengaruhi seperti ojek pangkalan sering terjadi. ublic Sekaligus membagiakan jenis partispasi politik dalam tiga bagian, . gladiator adalah mereka terlibat aktif dalam politik Dampak Komodifikasian Ojek Pangkalan Dalam Pilkada di Kota Sorong Ojek pangkalan adalah komunitas sosial yang bisa menjadi nilai tambah memiliki pengaruh yang sangat besar. untuk kepentingan elite politik dalam spectator adalah masyarakat yang ikut momentum politik yang dikenal dengan menggunakan hak pilihnya, berpartisipasi pemilu dan pilkada. Ojek pangkalan adalah dengan hanya ditunjukkan dengan memilih pada saat Pemilu. apatis yang tidak satu titik simpul sosial yang tingkat mobalinya tinggi dan relatif muda untuk mau menggunakan hak pilihnya dalam diajak terlibat dalam kepentingan politik. Pemilu. (Tia Subekti, 2014: . Jika kita lihat dari temuan Tapi tak disangka dari hasil observasi dan penelitian tersebut, maka pandangan dan dokumen riset menunjukan bahwa ojek kepentingan ojek pangkalan dalam politik itu banyak dan beragama. Tetapi mayoritas memiliki pandangan politik yang bisa ojek pangkalan lebih tepat pada kelompok partisipasi spectator dan apatis. Tetapi komunitasn dan individu. disisi laina kita lihat bahwa partisipasu Pertama, imbalan karena ada keuntungan atau pertukaran nilai materi. Kedua, partisipasi lahir dari kesadaran terutama terlibat Dari dokumen tersebut, selaras dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Marten di saat peneliti berjumpa di pangkalan ojek 35, dalam pengakuanya langsung dalam memilih. Jadi makna bahwa selama saya berpangkalan di sini, partisipasi politik oleh ojek pangkalan ini sering dalam momentum politik baik itu sangat jauh berbeda seperti apa yang diulas 82 Komodifikasian ojek pangkalan. Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 Walikota Sorong, pasti ada yang datang (Hasil Wawancara Dengan Bapak Anton, untuk meminta dukungan. Hal itu bagi Pangkalan Ojek 13 Moy. Jika dicermati, ojek pangkalan kami sesuatu hal yang wajar karena ini politik, mereka hadir untuk menyapa bagian dari pada klompok sosial yang terorganisir dan memiliki basis politik realitif banyak. Peran-perana kordinator membukan diri. Mengukapa hal yang sama juga oleh Velix, bahwa: Dunia politik memanfatan basis sosial sebagai kekuatan politik untuk merebut kemenangan. Ojek pangkalan termasuk salah satu kelompok kini digemari untuk kepentingan politik kekuasaan para elite . (Hasil Wawancara dengan Bapak Velix Dama. Anton memberikan satu keterangan bahwa: AuKami ojek pangkalan sering dimanfatkan misalnya diminta untuk membutuakn banyak masa. Kami berfikir teranya ojek pangkalan kini sudah menjadi komoditi politik, tadinya tidak dianggap dan tidak bernilai. Kini malah dicari dan Bahkan rujukan untuk kepentingan para elite Di beberapa tempat kordinator ojek pangkalan cukup berperan sebagai titik simpul dalam kemenangan pilkada. Dan nilai tukuar yang meraka miliki adalah transaksi . diperunjukan kepada komunitas ojek pangkalan, isyarat jual beli kepentingan akan terjadi dalam komunitas Selain dari pendapat di atas. Bapak dalam politik, politik ojek pangkalan menjadi salah satu basis masa rill yang siap dimobilisasi. Bayangkan saja dalam bebrapa pilkada serentak, kami bukan saja tim kompanye di pilkada kota Sorong tetapi mobilisasi hingga kompanye Kab. Sorong di Aimas. 83 Komodifikasian ojek pangkalan. Kepentingan elite politik terlepasa membutukan modal sosial yang kuta terlebih penjaringan komunitas itu sendiri. Peneliti melihat bahwa komodifikasian dalam dunia politik bukan hal yang baru, tetapi terjadi semenjak lama. Kapitalisasi basis sosial baik itu kumunitas, organisasi, ketokohan dan bahkan kesaralan sekalipun menjadi akses dan perantara untuk menjual basis sosial ke kepentingan politik. Bergening politik yang dimainkan oleh ojek pangkalan memberkan posis politik yang tinggi. Karena dalam dunia politik praktis, sebaik-baiknya jejaring adalah jejaring yang memiliki basis politik Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 yang banyak dan komitmen terhadap walau secara organisatoris ada dukungan keputusan politik secara kolektif. Ojek Tetapi ada beberapa tukang ojek pangkalan memiliki nilai tawar itu, yang komodifikasi kelompok sosial sebagai komoditi politik. namun ada pula kesadaran pesimisme Kekuataan menjamur dan menggunakan pragmatisme dikomersialisasi menjadi kekuatan politik sebagai dalil untuk menghendaki politik dalam kepentingan politik praktis. Dan transaksional atau mengiyakan politik bahkan tukang ojek menjadi salah satu komunitas sosial, salah satu titik incaran Politik bisa masuk dalam sendi yang alhasil bisa membangun kontrak sosial mana saja, dimana ada ruang dan Dibeberapa daerah selain Papua, di celah maka senada kepentingan politik Tidore berada pada ruang itu. Afiliasi dan mengungkap tentang politik ojek/politik sosialisasi partai politik ini menjadi hal pangkalan, setiap pangkalan ojek di Tidore yang wajar dan secara kelas sosial pun bisa diklasifikasi dalam analisis politik, cukup kepada salah satu kepala daerah baik itu fasih dijelaskan oleh Gabriel Almond foto kandidat atau partai pengusung yang tentang pentingnya memahami budaya politik karena ini menyangkut sikap dan masing-masing . ego-dego menggambarkan dukunga. Ada Konslidasi kekuatan politik yang paling pangkalan yang pada umumnya terjadi menarik adalah berada pada komunitas- seperti TV dan dana santunan kepada konistas sosial yang banyak. Nah dalam tukang ojek. pengadan-pengadan Hasil riset Basri Amin . pengojek ini dimanfaatkan oleh elit lokal pengojek ini kian berbeda secara personal, 84 Komodifikasian ojek pangkalan. Sorong, pangkalan menjadi menarik karena ojek adalah kelompok sosial yang menjadi sasaran dan serbuan kepentingan politik. sebagai seorang politisi. Corak pemikiran Negara KESIMPULAN Jurnal Noken. Volume 4 . Halaman 72-86 2018 Penelitian yang dilakukan di Kota Sorong yang fokus pada ojek pangkalan dan pilkada di tahuan 2017. Dalam riset ini memberikan beberapa kesimpulan sebagai Kertlibatan pangkalan sama sepeti masyarakat pada umumnya sepreti para kaderkader Tetapi transaksional pada momentum pilkada kota sorong 2017. Hal lainya jika mereka nilai dari seorang figur. Makna partisipasi yang ditangkap dari ojek pangkalan, terus Perana memberikan efek pada peningkatan Komodifikasian yang dilakukan oleh elite politik untuk kepentingan kuasa kapitalisasi komunitas oleh aktor ojek DAFTAR PUSTAKA