JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ EVALUASI TANTANGAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE HOT FIT PADA LAYANAN RAWAT JALAN DI KLINIK PUSDIKARHANUD Annabila Ferdianna1 Fita Rusdian Ikawati1. Agus Syukron MaAoruf1 Program Studi Di Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Institut Teknologi. Sains dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang. annabilaferdianna02@gmail. com, fita. 160978@itsk-soepraoen. id, syukron. agsma2901@itsk-soepraoen. Keywords: ABSTRACT Evaluation. HOT-Fit. Electronic Medical Records. Health Information System. This study aims to encourage the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in the outpatient services of the Pusdikarhanud Clinic using the HOT-Fit approach. The research method used was qualitative with in-depth interviews with health workers involved in the system's use. The results showed that the human and technological aspects have been running quite well, but there are still obstacles in the organizational aspect, especially related to management support and user training. In conclusion, the success of EMR implementation is influenced by the harmony between humans, technology, and the organization. Increased organizational support is needed to optimize the system's sustainable use. Kata Kunci ABSTRAK Evaluasi. HOT-Fit. Rekam Medis Elektronik. Sistem Informasi Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di layanan rawat jalan Klinik Pusdikarhanud menggunakan pendekatan HOT-Fit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Teknik wawancara mendalam terhadap tenaga Kesehatan yang terlibat dalam penggunaan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek human dan technology telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat kendala pada aspek organisasi, khususnya terkait dukungan manajemen dan pelatihan Kesimpulannya, keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh kesesuaian antara manusia, teknologi, dan organisasi. Diperlukan peningkatan dukungan organisasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem secara berkelanjutan. Korespondensi Penulis: Submitted : 05-03-2026. Accepted : 04-05-2026. Annabila Ferdianna. Institut Teknologi. Sains Dan Kesehatan RS DR. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang. Jl. Supriadi No. Sukun. Kec. Sukun. Kota Malang. Jawa Timur Kode Pos: 65147 Telepon : 085707991776 Email: annabilaferdianna02@gmail. Published : 01-06-2026 Copyright . 2024 The Author . This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ PENDAHULUAN Transformasi digital di bidang Kesehatan mendorong fasilitas pelayanan Kesehatan untuk beralih dari sistem pencatatan manual ke sistem berbasis elektronik, salah satunya melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Rekam Medis Elektronik (RME) memungkinkan data Kesehatan pasien, seperti riwayat penyakit, diagnosis, terapi, dan hasil pemeriksaan, tersimpan secara digital dan dapat diakses secara lebih cepat serta terstruktur . Konsep Rekam Medis Elektronik menekankan integrasi data, keamanan informasi, dan kemudahan akses sehingga dapat mendukung tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinik yang lebih cepat dan akurat . Selain itu, penggunaan Rekam Medis Elektronik juga dilaporkan mampu meningkatkan koordinasi antar unit pelayanan Kesehatan serta mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis data yang lebih akurat . Kebijakan nasional melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan Kesehatan untuk mengimplementasikan rekam medis elektronik secara bertahap guna meningkatkan keamanan, integritas, dan aksesibilitas data pasien . Dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di layanan rawat jalan Klinik Pusdikarhanud menghadapi beragam tantangan yang penting . Salah satu masalah utama adalah resistensi pengguna, di mana tenaga medis merasa kesulitan beradaptasi dengan sistem baru. Ketidaknyamanan ini dapat menghambat proses implementasi, dan kebingungan dalam alur kerja sehari-hari. Selain itu, terdapat keterbatasan infrastruktur, tidak semua fasilitas Kesehatan memiliki sarana dan prasarana yang memadai, seperti jaringan internet yang stabil dan perangkat keras yang diperlukan untuk mendukung Rekam Medis Elektronik (RME). Dengan masalah ini tidak hanya terjadi di Klinik Pusdikarhanud, tetapi juga dialami oleh banyak fasilitas Kesehatan di setiap klinik. Pada layanan rawat jalan, kebutuhan akan sistem pencatatan yang efisien menjadi semakin penting karena karakteristik pelayanan yang cepat dan jumlah pasien yang relatif tinggi . Pencatatan manual berisiko menimbulkan duplikasi data dan kehilangan informasi, yang pada akhirnya dapat menghambat alur pelayanan. Penerapan RME di layanan rawat jalan terbukti membantu pencatatan riwayat pasien secara sistematis, mempercepat pelayanan, serta mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat . Selain itu. Rekam Medis Elektronik juga berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan kualitas pelayanan karena data tersedia secara lengkap dan akurat . Meskipun demikian, implementasi Rekam Medis Elektronik di berbagai fasilitas kesehatan belum sepenuhnya berjalan optimal. Sejumlah penelitian menunjukkan masih adanya kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan organisasi yang belum merata . Hambatan tersebut menyebabkan pemanfaatan Rekam Medis elektronik belum maksimal dan dalam beberapa . Selain itu, keberhasilan penerapan sistem informasi Kesehatan juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan pengguna, kebijakan internal, serta komitmen manajemen organisasi . Banyak tenaga medis dan staf administrasi masih terbiasa dengan sistem manual sehingga kesulitan beradaptasi dengan sistem Selain itu, keterbatasan sarana seperti perangkat komputer, jaringan internet yang belum stabil, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi membuat proses penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) tidak berjalan optimal . Permasalahan serupa juga dijumpai pada penerapan Rekam Medis Elektronik di layanan rawat jalan Klinik Pusdikarhanud, di mana sistem masih berada dalam tahap pengembangan sehingga belum seluruh proses pencatatan dapat dilakukan secara eletronik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencatatan ganda, menambah beban kerja petugas, serta meningkatkan risiko ketidakonsistenan dan ketidaklengkapan data. Selain itu, adaptasi tenaga Kesehatan terhadap perubahan sistem kerja dari manual ke digital serta dukungan organisasi yang belum optimal turut meengaruhi efektivitas pemanfaatan Rekam Medis Elektronik. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa tantangan penerapan Rekam Medis elektronik tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga melibatkan aspek manusia. Untuk mengevaluasi permasalahan tersebut secara komprehensif, diperlukan suatu pendekatan yang tidak hanya menilai aspek teknis sistem, tetapi juga mempertimbangkan faktor manusia dan Metode Human. Oganization, and Technology-Fit (HOT-Fi. merupakan salah satu kerangka evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan sistem informasi berdasarkan kesesuaian antara tiga 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ komponen utama, yaitu manusia, organisasi, dan teknologi . Ketidaksesuaian pada salah satu aspek dapat memengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan dan menghambat tercapainya manfaat optimal dari penerapan RME . Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis tantangan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di layanan rawat jalan Klinik Pusdikarhanud menggunakan metode HOT Fit dengan meninjau aspek manusia, organisasi, dan teknologi yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam tantangan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) pada layanan rawat jalan di Klinik Pusdikarhanud dengan menggunakan pendekatan Human. Organization, and Technologi -fit (HOT Fi. Pendekatan kualitatif digunakan karena memungkinkan peneliti untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman, presepsi, serta kendala yang dialami oleh tenaga Kesehatan dan staf administrasi dalam penggunanan sistem Rekam Medis Elektronik. Penelitian ini melibatkan beberapa informan yang dipilih secara purposive untuk memperoleh data yang mendalam dan relevan dengan fokus Informan terdiri dari informan kunci, yaitu Kepala Klinik, serta informan utama yang meliputi petugas rekam medis, perawat, bidan, apoteker, dokter yang terlibat langsung dalam pelayanan rawat jalan dan penggunaan Rekam Medis Elektronik. Pemilihan informan didasarkan pada pengalaman kerja, keterlibatan langsung dalam penggunaan sistem Rekam Medis Elektronik, serta pemahaman terhadap proses pelayanan di klinik Pusdikarhanud. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer dan sekunder dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara semiterstruktur untuk menggali informasi terkait aspek human, organization, dan technology dalam penerapan RME. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung proses pelayanan dan penggunaan sistem RME di lapangan, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data pendukung seperti SOP, kebijakan internal, dan arsip administrasi klinik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. , serta penarikan kesimpulan dan verifikasi . onclusion drawing/verifyin. Data yang telah dianalisis kemudian dikelompokkan berdasarkan tiga aspek HOT-Fit untuk menggambarkan secara sistematis tantangan penerapan RME di layanan rawat jalan Klinik Pusdikarhanud. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah informan sebanyak 6 orang yang terdiri dari tenaga Kesehatan dan staf administrasi yang menggunakan system RME. Uji vaiditas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan reliabilitas dijaga melalui konsistensi proses wawancara. Penelitian ini juga telah memperhatikan aspek etika dengan memastikan persetujuan informan . nformed consen. sebelum pengambilan data. HASIL DAN ANALISIS Hasil Penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan sebagai pengguna langsung sistem serta informan kunci sebagai pihak yang memiliki peran dalam pengelolaan dan kebijakan terkait implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Secara umum, implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di layanan rawat jalan telah memberikan manfaat dalam mendukung proses pelayanan, terutama dalam meningkatkan efisiensi pencatatan dan pengelolaan data pasien. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan pada aspek teknologi dan organisasi yang mempengaruhi optimalisasi penggunaan sistem. Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis. Hasil penelitian disajikan berdasarkan pendekatan HOT-Fit yang meliputi aspek Human. Technology, dan Organization, sebagaimana ditunjukkan pada tabel 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Tabel 1. Ringkasan Hasil Berdasarkan Pendekatan HOT_Fit Aspek HOT-Fit Human Technology Organizatiom Temuan Pengguna mampu menggunakan sistem, namun masih membutuhkan pelatihan lanjutan Sistem membantu pekerjaan, tetapi masih terdapat error dan keterlambatan akses Dukungan manajemen dan pelatihan belum Berdasarkan Tabel 1. Dapat diketahui bahwa implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat ketidakseimbangan antar aspek HOT-Fit. Aspek human dan Technology menunjukkan hasil yang cukup baik, namun aspek organization masih menjadi kendala utama dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem secara menyeluruh. Aspek Human (Sumber Daya Manusi. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama sebagai pengguna sistem, diketahui bahwa sebagian besar pengguna telah mampu mengoperasikan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) dengan cukup baik. Informan utama menyatakan bahwa sistem relative mudah digunakan dan membantu dalam mempercepat proses pelayanan, khususnya dalam pencatatan dan pengelolaan data pasien. Selain itu, informan kunci juga menyampaikan bahwa secara umum pengguna telah memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan sistem, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam memahami fitur tertentu. Hal ini menujukkan bahwa tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem sudah cukup baik. Namun demikian, masih terdapat beberapa pengguna yang belum sepenuhnya memahami seluruh fungsi sistem. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang berkelanjutan agar pemanfaatan sistem dapat lebih optimal. Dalam perspektif HOT-Fit, temuan ini mengindikasikan adanya kesesuaian antara aspek manusia dan teknologi, khususnya pada indikator kemudahan penggunaan . , namun masih perlu penguatan dalam aspek kemampuan pengguna Aspek Organization (Organisas. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama, sistem Rekam Medis Elektronik (RME) dinilai telah memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi pelayanan, terutama dalam hal penyimpanan dan akses data pasien yang lebih cepat dan terstruktur. Informan utama menyatakan bahwa penggunaan sistem lebih praktis dibandingkan dengan metode manual. Meskipun demikian, beberapa informan utama mengungkapkan bahwa sistem masih mengalami kendala teknis seperti error dan keterlambatan akses data, yang pada kondisi tertentu dapat menghambat proses pelayanan. Hal ini juga diperkuat oleh informan kunci yang menyatakan bahwa sistem masih dalam tahap pengembangan sehingga belum sepenuhnya stabil. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas sistem belum sepenhnya optimal dan masih memerlukan Dalam kerangka HOT-Fit, hal ini berkaitan dengan aspek kualitas sistem . ystem qualit. yang berpengaruh terhadap efektivitas penggunaan sistem. Oleh karena itu, peningkatan kualitas teknis sistem menjadi hal yang penting untuk mendukung kinerja pengguna secara maksimal. Aspek Technology (Teknolog. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama dan informan kunci, diketahui bahwa dukungan organisasi terhadap implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) masih belum optimal. Informan utama 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ menyampaikan bahwa pelatihan terkait penggunaan sistem masih terbatas, sehingga pemahaman pengguna belum merata. Sementara itu, informan kunci menyatakan bahwa dukungan manajemen dan kebijakan terkait implementasi sistem masih dalam tahap penguatan. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi belum sepenuhnya memberikan dukungan yang maksimal dalam implementasi sistem. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan sistem oleh pengguna. Dalam perspektif HOT-Fit, aspek organisasi memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan implementasi sistem. Kurangnya dukungan manajemen, pelatihan, dan kebijakan yang jelas dapat menjadi hambatan dalam optimalisasi penggunaan sistem, meskipun aspek teknologi dan pengguna sudah cukup KESIMPULAN Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di layanan rawat jalan menunjukkan bahwa sistem telah memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan Kesehatan, namun belum berjalan secara optimal. Hal ini dipengaruhi oleh aspek teknologi yang masih memiliki kendala, aspek manusia yang memerlukan peningkatan kompetensi, serta aspek organisasi yang belum memberikan dukungan maksimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas sistem, pelatihan pengguna secara berkala, serta penguatan dukungan manajemen melalui kebijakan dan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan keberhasilan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh staf klinik Pusdikarhanud yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapkan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh informan yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi yang sangat berharga bagi kelancaran dan penyelesaian penelitian ini. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak institusi Pendidikan yang telah memberikan bimbingan dan dukungan selama proses penyusunan dan penyelesaian penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pelayanan Kesehatan, khususnya dalam penerapan Rekam Medis Elektronik di fasilitas pelayanan Kesehatan. REFERENSI