Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 Pelatihan Musikalisasi Drama oleh Mahasiswa PLPT sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Haekal Fardeni1 | Indri Anggraini2 | Aldo Arrohim3 | Rahmadita Pratiwi4 | Intan Maulina5 Universitas Asahan1,2,3,4 | Universitas Deli Sumatera5 haikalriwan84@gmail. Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, khususnya bidang seni Keterlibatan siswa dalam kegiatan seni sering kali masih terbatas karena kurangnya pembinaan yang terarah dan minimnya media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, pengabdian ini berfokus pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler teater di tingkat SMA sebagai wadah pengembangan potensi diri siswa sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter. Realisasi kegiatan dilakukan melalui serangkaian program pembinaan ekstrakurikuler teater yang mencakup pelatihan dasar seni peran, pengenalan teknik olah tubuh dan suara, serta praktik pementasan drama sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan guru pembina, mahasiswa, dan siswa secara langsung. Dokumentasi berupa foto kegiatan dan catatan proses latihan dijadikan bukti pelaksanaan yang sistematis dan berkesinambungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme siswa dalam mengikuti latihan, berkembangnya keterampilan kinestetik melalui gerak tubuh yang lebih ekspresif, serta tumbuhnya rasa percaya diri ketika tampil di depan umum. Selain itu, siswa menjadi lebih kreatif dalam mengekspresikan gagasan dan bekerja sama dalam kelompok pementasan. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler teater tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media efektif dalam membangun kreativitas, kecerdasan kinestetik, serta karakter positif Program ini dapat dijadikan contoh untuk pengembangan kegiatan ekstrakurikuler seni lainnya di sekolah. Kata Kunci: Ekstrakurikuler. Karakter. Kreativitas. Musikalisasi drama. Teater. Pendahuluan Pendidikan ekstrakurikuler telah lama diakui sebagai sarana penting untuk pengembangan potensi nonakademik siswa, terutama dalam bidang seni dan budaya. Di tingkat SMA/SMK/MA, ekstrakurikuler teater, musik, dan drama bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi juga media untuk meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan sekolah (Andini, 2. Namun kenyataannya, partisipasi siswa dalam ekstrakurikuler seni drama atau musik sering kali masih rendah, disebabkan oleh kurangnya pelatihan yang sistematis, sumber daya . lat, ruang latihan, pembin. , dan motivasi siswa. Salah satu bentuk ekstrakurikuler seni yang berkembang belakangan adalah musikalisasi puisi, yang menggabungkan unsur musik dan dramatisasi puisi. Penelitian di SMA Negeri 1 Lubuklinggau menyebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler musikalisasi puisi dengan latihan rutin . isalnya satu kali dalam seminggu selama beberapa pertemua. dapat menghasilkan karya Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 musikalisasi puisi, penguasaan tema-makna dalam puisi, dan meningkatkan partisipasi siswa dalam festival tingkat provinsi dan nasional (Yuventio Dwi Arampan & Harisnal Hadi, 2. Namun, penelitian ini juga menemukan kendala seperti fasilitas yang kurang memadai, kurangnya pembina yang benar-benar ahli di bidang musikalisasi, dan disiplin siswa dalam Latihan (Yuventio Dwi Arampan & Harisnal Hadi, 2. Kemudian, ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 2 Lamongan juga menunjukkan bahwa melalui pelatihan yang mengombinasikan teknik olah tubuh, olah vokal, dialog, dan penghayatan naskah, kreativitas dan semangat siswa meningkat, meskipun terdapat kendala, seperti kurangnya apresiasi dari pihak sekolah dan minat siswa yang dipengaruhi pandangan negatif tentang teater (Andini, 2. Dari kasus-kasus tersebut terlihat bahwa aspek pelatihan sangat krusial dalam meningkatkan kualitas dan partisipasi siswa. Selanjutnya, dalam penelitian yang membahas teater sebagai ekstrakurikuler di SMA Negeri 5 Kota . , ditemukan bahwa pembelajaran teater berpengaruh positif terhadap kecerdasan kinestetik siswa, yang juga mendukung kemampuan siswa untuk lebih aktif dalam pertunjukan seni dan lebih percaya diri dalam mengeksplorasi ekspresi gerak dalam drama (Rahma et al. , 2. Ini menunjukkan bahwa unsur gerak, ekspresi dan latihan kontinu sangat berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan bahwa salah satu upaya strategis untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seni adalah melalui pelatihan musikalisasi drama yang dikemas secara sistematis. Dalam konteks ini, mahasiswa PLPT (Pengenalan Lapangan Persekolahan Terpad. memiliki potensi sebagai agen pelatihan, baik karena keahlian mereka dalam seni serta akses ke teori dan praktik terkini, sekaligus sumber daya manusia yang bisa dimanfaatkan sekolah. Penelitian ini menjadi penting karena dapat memberikan model pelatihan musikalisasi drama yang dapat diterapkan di SMA/SMK/MA dengan melibatkan mahasiswa PLPT sebagai pelatih atau Selain itu, penelitian ini membantu mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan pelatihan, termasuk fasilitas, metode latihan, motivasi siswa, dan dukungan sekolah. Tidak kalah penting, penelitian ini juga menilai sejauh mana pelatihan tersebut meningkatkan partisipasi siswaAibaik dari segi jumlah siswa yang bergabung, intensitas kehadiran, maupun kepuasan dan keterikatan siswa terhadap ekstrakurikuler. Berdasarkan rumusan masalah dan urgensinya, penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan musikalisasi drama oleh mahasiswa PLPT di sekolah menengah (SMA/SMK/MA) karna rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seni, khususnya drama/musikalisasi. Menganalisis pengaruh pelatihan tersebut terhadap tingkat partisipasi siswa dalam ekstrakurikuler seni drama/musikalisasi. Mengidentifikasi kendala serta faktor pendukung dalam pelaksanaan pelatihan. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat praktis bagi sekolah, mahasiswa PLPT, pembina ekstrakurikuler, dan siswa. Bagi sekolah, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi metode pelatihan yang efektif untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Bagi mahasiswa PLPT, penelitian ini memberi pengalaman praktis dalam mengaplikasikan pengetahuan seni dan pendidikan di lapangan. Bagi pembina ekstrakurikuler, penelitian ini menyediakan alternatif metode dalam Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 pembinaan seni. Sedangkan bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, serta partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Selain manfaat praktis, penelitian ini juga diharapkan memberikan kontribusi teoretis dengan menambah literatur tentang peran pelatihan seni di tingkat menengah dalam konteks Indonesia, khususnya tentang musikalisasi drama. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan sekolah atau program pelatihan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Realisasi Kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Daarul Falah yang berlokasi di Jln. Protokol Sei Kamah II. Kec. Sei Dadap, sebuah sekolah menengah yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan bakat seni siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan sekolah ini didasarkan pada kebutuhan mereka untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan seni, khususnya melalui pelatihan musikalisasi drama. Sebelum pelatihan dilaksanakan, kondisi awal menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan seni, khususnya musikalisasi drama, masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman dasar mengenai teknik vokal, ekspresi dramatik, serta koordinasi gerak dan musik. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler seni di sekolah tersebut belum berjalan maksimal karena kurangnya pelatih khusus, terbatasnya fasilitas pendukung, serta minimnya pengalaman siswa dalam mengikuti pertunjukan seni. Baseline kondisi ini menjadi acuan penting dalam merancang program pelatihan yang terarah dan sesuai kebutuhan siswa. Program pengabdian masyarakat ini berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 10 Agustus 2025 hingga 10 September 2025. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dengan jadwal pelatihan yang menyesuaikan agenda sekolah, misalnya setiap hari SeninAeKamis pukul 13. 30Ae15. 30 WIB, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini melibatkan tim mahasiswa PLPT Universitas Asahan yang terdiri dari enam orang dengan pembagian tugas yaitu: Jabatan Nama Mahasiswa Tugas dan Tanggung Jawab Ketua tim Aldo Arrohim Bertanggung jawab atas koordinasi dan jalannya program. Sekretaris Haekal Fardeni Mengelola administrasi, dokumentasi, dan laporan kegiatan. Bendahara Destri Widi Astuti Mengelola keuangan kegiatan. Koordinator pelatihan Rahmadita Pratiwi Merancang materi dan metode pelatihan musikalisasi drama. Anggota pelaksana Neha Tita Ardila Membantu teknis lapangan, mendampingi siswa, serta melakukan evaluasi kegiatan. Anggota pelaksana Indri Anggraini Membantu teknis lapangan, mendampingi siswa, serta melakukan evaluasi kegiatan. Di samping itu, guru pembina ekstrakurikuler sekolah juga turut serta sebagai mitra pendamping, sehingga sinergi antara pihak sekolah dan mahasiswa dapat terjalin dengan baik. Mahasiswa berperan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 sebagai fasilitator yang membawa pendekatan baru dalam pembelajaran seni, sementara pihak sekolah memberikan dukungan berupa fasilitas dan pengawasan. Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim mahasiswa dan pihak sekolah untuk merancang bentuk pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Setelah itu, dilakukan sosialisasi kepada siswa untuk menjaring peserta ekstrakurikuler yang berminat mengikuti pelatihan. Tahapan pelatihan disusun secara sistematis, dimulai dengan pengenalan dasar musikalisasi drama yang mencakup pembacaan dan penghayatan puisi, olah vokal, serta pengenalan musik pengiring sederhana. Selanjutnya, siswa dibimbing dalam latihan ekspresi tubuh, intonasi suara, dan kemampuan menghayati naskah agar mampu membawakan drama dengan lebih hidup. Pelatihan kemudian berlanjut pada penggabungan antara seni musik dan drama dalam bentuk latihan Pada tahap ini, siswa diarahkan untuk bekerja sama dalam tim, memadukan teks, musik, dan gerak tubuh menjadi sebuah pertunjukan utuh. Puncak kegiatan berupa pementasan mini yang ditampilkan di hadapan guru dan teman-teman sebaya sebagai bentuk implementasi dari hasil pelatihan. Di akhir kegiatan, tim mahasiswa bersama guru pembina melakukan evaluasi dan refleksi, baik dari sisi teknis, tingkat keterlibatan siswa, maupun kendala yang dihadapi selama proses pelatihan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode ilmiah, antara lain: Observasi Partisipatif Guru pembina dan mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap keterlibatan siswa selama proses pelatihan, mencatat aspek kedisiplinan, motivasi, kerja sama tim, serta perkembangan kemampuan siswa dari sesi ke sesi. Angket/Kuisioner Siswa diberikan angket untuk menilai tingkat kepuasan mereka terhadap kegiatan pelatihan, persepsi mengenai manfaat, serta motivasi mereka untuk terus mengikuti ekstrakurikuler seni. Data kuantitatif dari angket ini digunakan untuk melihat kecenderungan umum respon siswa. Wawancara Terstruktur Wawancara dilakukan dengan beberapa siswa, guru pembina, dan pihak sekolah untuk memperoleh informasi mendalam terkait pengalaman mereka selama mengikuti atau mendampingi Hal ini membantu menggali faktor pendukung maupun kendala yang tidak terungkap dalam angket. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Data dari angket dianalisis secara kuantitatif menggunakan perhitungan persentase untuk melihat tren tingkat partisipasi, motivasi, dan kepuasan siswa. Sementara itu, data dari observasi dan wawancara dianalisis secara kualitatif dengan teknik kategorisasi tema untuk menemukan polapola penting dalam pelaksanaan pelatihan. Melalui pendekatan evaluasi yang komprehensif ini, hasil kegiatan dapat dinilai secara objektif dan menyeluruh, baik dari sisi keberhasilan program maupun aspek yang masih perlu diperbaiki di masa Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 Gambar 1: Proses Pemilihan Peran Musikalisasi Drama Gambar 2: Proses Peregangan Sebelum Fase Pelatihan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 Gambar 3 Dan 4: Pemberian Arahan oleh Kakak-kakak Mahasiswa PLPT Gambar 5: Latihan oleh Siswa-siswi Aliyah Gambar 6: Penampilan Drama oleh SiswaDaarul Falah siswi Aliyah Daarul Falah Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Gambar 7: Penampilan Drama oleh Siswa-siswi Aliyah Daarul Falah Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan memperoleh respon positif. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam setiap sesi latihan, meningkatnya jumlah peserta yang konsisten hadir, serta keberanian mereka untuk tampil dalam pementasan. Kehadiran mahasiswa PLPT tidak hanya memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai mitra dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui kegiatan ekstrakurikuler seni. Hasil Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pelatihan musikalisasi drama yang difasilitasi oleh mahasiswa PLPT di Madrasah Aliyah Daarul Falah telah berjalan dengan baik. Siswa yang semula kurang aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mulai menunjukkan minat dan partisipasi yang lebih tinggi. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang mendaftar serta tingkat kehadiran dalam setiap sesi latihan. Dari total 50 siswa, sebanyak 35 siswa bergabung secara aktif mengikuti kegiatan hingga tahap pementasan akhir. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama satu bulan berhasil memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengombinasikan seni musik dan drama. Hasilnya, siswa mampu menampilkan pertunjukan mini drama musikal yang memadukan ekspresi tubuh, dialog, vokal, dan iringan musik Selain itu, evaluasi akhir menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri siswa dalam tampil di depan umum, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kreativitas dalam mengolah naskah. Guru pembina ekstrakurikuler juga menilai kegiatan ini berdampak positif terhadap motivasi siswa dalam mengembangkan potensi seni mereka. Dari segi kehadiran dan keterlibatan, hasil kegiatan dapat digambarkan dalam tabel berikut: Tabel 1. Jumlah Peserta dan Kehadiran Siswa dalam Kegiatan Tahap Kegiatan Jumlah Peserta Hadir Persentase Kehadiran Sosialisasi awal 50 siswa Pertemuan pelatihan 1 42 siswa Pertemuan pelatihan 2 39 siswa Pertemuan pelatihan 3 37 siswa Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Tahap Kegiatan Jumlah Peserta Hadir Persentase Kehadiran Pementasan mini 35 siswa Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa meskipun terjadi sedikit penurunan kehadiran dari awal hingga akhir, jumlah siswa yang bertahan sampai pementasan cukup signifikan, yaitu sekitar 70%. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi partisipasi siswa, terutama mereka yang memiliki minat besar pada seni drama dan musik. Untuk memperjelas hasil kegiatan, berikut ditampilkan diagram yang menunjukkan tingkat keterlibatan siswa pada setiap tahap kegiatan: Diagram Tingkat Kehadiran Siswa per Tahap (%) Sosialisasi Awal nOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnO 100% Pertemuan 1 nOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnO Pertemuan 2 nOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnO Pertemuan 3 nOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnO Pementasan nOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnOnO Selain keterlibatan siswa, hasil lain yang diperoleh adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam tiga aspek utama: . keterampilan olah vokal dan intonasi, . ekspresi tubuh dan penghayatan naskah, serta . kerja sama tim dalam menggabungkan musik dengan drama. Aspek ini dinilai melalui observasi langsung oleh mahasiswa PLPT dan guru pembina. Meskipun kegiatan pelatihan musikalisasi drama ini dapat dikatakan berhasil meningkatkan minat, keterlibatan, dan kemampuan siswa, terdapat beberapa aspek yang dinilai kurang optimal. Pertama, konsistensi kehadiran siswa dari pertemuan pertama hingga menjelang pementasan mengalami Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala, seperti adanya jadwal belajar tambahan di kelas, kegiatan keluarga, serta sebagian siswa yang mengalami kesulitan membagi waktu antara ekstrakurikuler dan tugas akademik. Kedua, keterbatasan sarana dan prasarana seperti alat musik yang tersedia sangat minim, membuat proses latihan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Beberapa adegan yang membutuhkan iringan musik tertentu harus disederhanakan atau diganti dengan alternatif lain. Ketiga, sebagian siswa masih membutuhkan pembimbingan lebih intensif dalam aspek vokal dan penghayatan naskah. Hal ini terjadi karena perbedaan kemampuan dasar antar siswa cukup beragam, sehingga waktu satu bulan pelatihan belum sepenuhnya mampu mengakomodasi pendalaman materi untuk seluruh peserta secara merata. Selain itu, kolaborasi antara musik dan drama juga masih menghadapi tantangan teknis, misalnya kesulitan menjaga tempo musik agar selaras dengan dialog dan gerak siswa. Di sisi lain, keterbatasan durasi setiap sesi latihan . jam per pertemua. menyebabkan beberapa latihan tidak dapat diulang sebanyak yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang lebih matang. Guru pembina juga menilai bahwa meskipun motivasi siswa meningkat, kemampuan koordinasi antartim masih perlu diasah dalam kegiatan lanjutan. Berdasarkan evaluasi ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan telah Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 terjadi, namun efektivitas pelatihan akan jauh lebih maksimal jika didukung dengan fasilitas yang memadai, durasi pelatihan yang lebih panjang, dan pendampingan lanjutan secara berkala. Secara keseluruhan, hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pelatihan musikalisasi drama yang melibatkan mahasiswa PLPT mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Tidak hanya berdampak pada keterampilan seni, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, semangat kebersamaan, dan kreativitas siswa, sehingga dapat menjadi alternatif kegiatan pengembangan diri di sekolah. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan musikalisasi drama oleh mahasiswa PLPT di Madrasah Aliyah Daarul Falah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seni. Melalui pelatihan yang terstruktur, siswa memperoleh pengalaman baru dalam memadukan musik, puisi, dan drama, sehingga tidak hanya mengasah keterampilan seni tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Manfaat kegiatan ini dirasakan oleh siswa yang lebih termotivasi untuk aktif mengikuti ekstrakurikuler, oleh guru pembina yang mendapatkan model pembinaan baru, serta oleh mahasiswa PLPT yang memperoleh pengalaman praktis dalam mengaplikasikan keilmuannya di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat dan konsistensi kehadiran siswa hingga tahap pementasan mini, dengan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan olah vokal, ekspresi tubuh, dan kerja sama tim. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan berhasil memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan seni dan kreativitas siswa. Untuk pelaksanaan berikutnya, program ini direkomendasikan untuk diperpanjang durasinya serta ditambah sesi yang berfokus pada pendalaman teknik vokal, improvisasi panggung, dan penguatan aspek musikal. Sekolah juga dapat mempertimbangkan kolaborasi lanjutan dengan komunitas seni lokal atau alumni yang memiliki kompetensi di bidang musik dan teater agar pembinaan dapat dilakukan secara Program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler unggulan karena antusiasme siswa dan dukungan guru pembina cukup kuat. Pementasan mini yang telah dilaksanakan dapat dijadikan agenda rutin sekolah, seperti pentas seni semesteran atau keterlibatan dalam lomba kesenian tingkat daerah, sehingga keberlanjutan program dapat terjaga. Bagi sekolah, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan seni yang sistematis mampu memperkuat budaya kreatif dan apresiasi seni di lingkungan madrasah. Selain itu, kegiatan ini mempererat hubungan antara sekolah dan perguruan tinggi sebagai mitra pengembangan kompetensi. Bagi mahasiswa PLPT, keterlibatan dalam program ini memberikan pengalaman langsung sebagai calon pendidik dalam mengintegrasikan teori dengan praktik, serta membuka peluang kerja sama pengabdian masyarakat yang lebih luas di masa mendatang. Namun demikian, kegiatan ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain: Keterbatasan waktu, karena pelatihan hanya dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan sehingga pendalaman materi belum maksimal. Keterbatasan fasilitas, seperti peralatan musik dan ruang latihan yang memadai, sehingga beberapa sesi latihan harus dilakukan dengan peralatan sederhana. Jumlah peserta terbatas, hanya melibatkan sebagian siswa yang berminat pada seni drama, sehingga belum menggambarkan partisipasi seluruh siswa secara menyeluruh. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-21 Accepted : 2025-12-04 Published : 2026-01-04 Dukungan sekolah yang masih terbatas, terutama dalam hal penyediaan sarana prasarana dan alokasi waktu khusus untuk ekstrakurikuler. Keterbatasan ini menjadi catatan penting untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan agar dapat dioptimalkan melalui perencanaan yang lebih matang, dukungan fasilitas yang memadai, serta jangka waktu kegiatan yang lebih panjang. Ucapan Terimakasih Tim pengabdian masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Asahan melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan Terpadu (PLPT) yang telah memberikan kesempatan sekaligus dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Madrasah Aliyah Daarul Falah beserta kepala sekolah, guru pembina, dan seluruh siswa yang telah menjadi mitra, serta memberikan ruang, waktu, dan semangat sehingga kegiatan pelatihan musikalisasi drama dapat terlaksana dengan baik. Semoga segala bentuk kerja sama dan dukungan yang diberikan menjadi amal kebaikan serta bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan pembinaan siswa di masa yang akan datang. Daftar Pustaka