AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 Bimbingan Lapangan Dosen Pada Kegiatan KKN Kolaborasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Holistik Di Desa Tempeh Kidul Arijo Isnoer Narjono1* 1Fakultas Ilmu Administrasi. Program Studi Administrasi Negara. Universitas Lumajang. Lumajang. Indonesia Email: 1*ariyoisnur@gmail. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi yang menekankan pada pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan KKN sangat dipengaruhi oleh peran dosen pembimbing lapangan (DPL) dalam mengarahkan, membimbing, membangun kemitraan dan memotivasi mahasiswa di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bimbingan lapangan dosen dalam memperkuat kapasitas mahasiswa KKN Kolaborasi serta dampaknya terhadap penguatan Desa Pendidikan Holistik dan Cerdas di Desa Tempeh Kidul. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan mahasiswa, perangkat desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat sebagai mitra aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bimbingan lapangan dosen berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen program mahasiswa, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan. Program unggulan yang dilaksanakan meliputi pemutaran dan diskusi film edukasi, pendampingan belajar mengaji, serta pelatihan dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), yang berdampak positif pada penguatan nilai sosial, religius, dan keterampilan hidup masyarakat. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa bimbingan lapangan dosen memiliki peran strategis dalam menjamin efektivitas KKN Kolaborasi dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian konteks lokal. Kata Kunci: Bimbingan Lapangan Dosen. Pendidikan Holistik. KKN Kolaborasi. Pemberdayaan Masyarakat Abstract Oe The Kuliah Kerja Nyata (KKN) program is a concrete implementation of the universityAos Tri Dharma, particularly in the dimension of community engagement. The success of KKN activities is strongly influenced by the role of field supervising lecturers (Dosen Pembimbing Lapangan Ae DPL) in guiding, mentoring, building partnerships and motivating students during field implementation. This article aims to describe the role of lecturersAo field supervision in strengthening studentsAo capacities and its impact on the development of a Holistic and Smart Educational Village in Tempeh Kidul Village. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach, involving students, village officials, educational institutions, and local communities as active partners. The results indicate that lecturersAo field supervision significantly enhanced studentsAo communication skills, leadership, and program management abilities, while also encouraging community participation in educational activities. The flagship programs included educational film screenings and discussions. QurAoan reading assistance, and basic first aid (P3K) training, which positively contributed to strengthening social values, religious character, and community life This study concludes that lecturersAo field supervision plays a strategic role in ensuring the effectiveness of Collaborative KKN programs and can be replicated in other areas with appropriate contextual adaptations. Keywords: Lecturer Field Guidance. Holistic Educational. Collaborative KKN. Community Empowerment. PENDAHULUAN Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat melalui pelaksanaan tridarma, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat (Sekolah DPL KKN Universitas Bengkulu, n. Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi bentuk implementasi pengabdian yang memungkinkan transfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sosial kepada masyarakat (Surat Pengantar Panduan KKN Kebangsaan 2025, 2. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di lapangan (UIN Bandung. Keberhasilan program KKN sangat dipengaruhi oleh kualitas pendampingan yang diberikan oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) (Sekolah DPL KKN Universitas Bengkulu, n. Bimbingan lapangan yang efektif mampu mengarahkan mahasiswa untuk merancang. Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 104 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 melaksanakan, dan mengevaluasi program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat (Reposister Almaata, 2. Selain itu. DPL berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan mahasiswa dengan pemangku kepentingan desa (Astna et al. , 2. Konsep desa pendidikan holistik dan cerdas menekankan pengembangan pendidikan yang menyeluruh, meliputi pengetahuan akademik, keterampilan hidup, pembentukan karakter, dan literasi digital (Setyadi, 2. Pendidikan holistik bertujuan membentuk pribadi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan berdaya secara ekonomi (Husamah. Literasi digital menjadi bagian penting untuk membekali masyarakat dengan keterampilan kritis, kreatif, dan aman dalam menggunakan teknologi (Kharizmi, 2. Desa Tempeh Kidul memiliki potensi sumber daya manusia yang memadai, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam sarana belajar, rendahnya literasi digital, dan minimnya program pengembangan keterampilan (Astna et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi terencana yang berkelanjutan agar kualitas pendidikan di desa dapat ditingkatkan (Setyadi, 2. Pelaksanaan KKN di Desa Tempeh Kidul menjadi momentum strategis untuk menerapkan konsep desa pendidikan holistik dan cerdas (Astna et al. , 2. Melalui perencanaan yang matang dan bimbingan intensif dari dosen, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Reposister Almaata, 2. Pendekatan partisipatif dipilih agar program dapat diterima dan dijalankan bersama oleh warga desa (Husamah, n. Bimbingan lapangan dosen bukan hanya sebatas supervisi administratif, tetapi juga mencakup pembinaan mental, motivasi, dan strategi pelaksanaan kegiatan (Reposister Almaata. Peran dosen dalam memfasilitasi diskusi, memberi masukan terhadap program kerja, dan membantu penyelesaian kendala menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan (Sekolah DPL KKN Universitas Bengkulu, n. Dengan demikian, dosen pembimbing lapangan menjadi pengungkit utama dalam pemberdayaan mahasiswa KKN. Pemberdayaan mahasiswa KKN melalui bimbingan lapangan memberikan dampak ganda. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar kontekstual, keterampilan memimpin, dan kemampuan manajemen program (UIN Bandung, 2. Sementara itu, masyarakat mendapatkan manfaat berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih produktif (Astna et al. , 2. Secara teoritis, pemberdayaan mahasiswa dalam program KKN selaras dengan paradigma experiential learning, yakni pendekatan belajar melalui pengalaman langsung yang memadukan siklus pembelajaran: pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif (Kolb & Kolb, 2. Kolb & Kolb . menekankan bahwa pembelajaran yang efektif terjadi saat mahasiswa terlibat penuh secara aktif dan reflektif dalam konteks situasional yang nyata, bukan sekadar penyerapan teori. Morris . , dalam tinjauan sistematisnya, menambahkan bahwa pengalaman pembelajaran yang bermakna harus bersifat kontekstual dan menantang Ai melibatkan refleksi kritis terhadap masalah dunia nyata Ai sehingga memperkuat kontribusi experiential learning dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa. Dalam kerangka ini. DPL berperan sebagai learning coach yang membantu mahasiswa merefleksikan pengalaman, mengidentifikasi pembelajaran yang diperoleh, dan mengaplikasikannya di lapangan (Husamah, n. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang efektif dari perguruan tinggi ke masyarakat (Kharizmi, 2. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendeskripsikan peran strategis bimbingan lapangan dosen dalam memberdayakan mahasiswa KKN serta menjelaskan hasil program pengembangan desa pendidikan holistik dan cerdas di Desa Tempeh Kidul. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, bagi mahasiswa melalui pengalaman praktik lapangan, dan bagi perguruan tinggi melalui kontribusi nyata pada pembangunan desa. Pada akhirnya, model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian konteks lokal. Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 105 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 METODE PELAKSANAAN 1 Pendekatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan Pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan kolaborasi aktif antara dosen pembimbing lapangan (DPL), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN Kolaboras. , serta masyarakat Desa Tempeh Kidul. Pendekatan ini dipilih karena PAR memandang masyarakat bukan sebagai objek, melainkan mitra aktif yang terlibat dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi (Kemmis. McTaggart, & Nixon, 2. Dengan prinsip learning by doing, pendekatan ini relevan untuk mewujudkan desa pendidikan holistik dan cerdas yang berkelanjutan. 2 Tahapan Kegiatan 1 Persiapan Tahap awal melibatkan koordinasi antara DPL, mahasiswa KKN Kolaborasi, dan perangkat Koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait tujuan, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan program. Rapat koordinasi dilaksanakan secara formal di balai desa dan informal melalui komunikasi daring, guna memastikan semua pihak memahami peran masing-masing. 2 Identifikasi Kebutuhan Kebutuhan masyarakat diidentifikasi melalui survei awal, wawancara dengan tokoh masyarakat, guru, dan perangkat desa, serta observasi langsung terhadap sarana pendidikan yang Tahap ini menghasilkan peta kebutuhan . eeds assessmen. yang menjadi dasar penyusunan Proses identifikasi ini melibatkan mahasiswa secara aktif agar mereka memiliki pemahaman kontekstual terhadap dinamika desa. 3 Perencanaan Program Berdasarkan hasil identifikasi, tim menyusun program kerja berbasis kebutuhan riil Penyusunan program dilakukan melalui forum musyawarah yang menghadirkan unsur pemerintah desa, tokoh pendidikan, kelompok pemuda, dan perwakilan orang tua siswa. Kegiatan ini memastikan program memiliki legitimasi sosial dan dukungan komunitas. 4 Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan program meliputi bimbingan rutin oleh DPL untuk mahasiswa KKN Kolaborasi, pelatihan keterampilan pendidikan, pengembangan media belajar kreatif, dan kegiatan edukatif bagi siswa sekolah dasar. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator, sedangkan DPL memberikan supervisi metodologis dan memastikan program berjalan sesuai rencana. 5 Monitoring dan Evaluasi Proses monitoring dilakukan secara berkala melalui pendampingan lapangan dan evaluasi Evaluasi ini mencakup aspek kehadiran peserta, ketercapaian indikator program, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan revisi program secara real-time sehingga kegiatan tetap relevan dengan kondisi lapangan. 6 Tindak Lanjut Tahap ini menghasilkan rekomendasi pengembangan program pendidikan holistik dan cerdas yang dapat dilanjutkan oleh perangkat desa dan mitra lokal pasca-KKN Kolaborasi. Rekomendasi ini mencakup model pembelajaran berbasis komunitas, strategi keberlanjutan, dan potensi kolaborasi dengan pihak eksternal. 3 Lokasi dan Waktu Kegiatan dilaksanakan di Desa Tempeh Kidul. Kecamatan Tempeh. Kabupaten Lumajang. Jawa Timur. Waktu pelaksanaan berlangsung selama periode KKN Kolaborasi reguler, yaitu selama satu bulan, dimulai pada tanggal 14 juli 2025 s/d 10 agustus 2025. Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 106 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 4 Subjek dan Mitra Subjek kegiatan adalah mahasiswa KKN Kolaborasi yang dibimbing langsung oleh DPL. Mitra program meliputi perangkat desa, guru sekolah dasar, tokoh masyarakat, serta kelompok warga yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Bentuk Bimbingan Lapangan Dosen Bimbingan lapangan yang dilakukan oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) di Desa Tempeh Kidul meliputi aspek teknis, motivasional, kemitraan dan monitoring berkelanjutan yang terintegrasi dalam pelaksanaan program KKN. Pendampingan teknis seperti penyusunan perencanaan kerja, pengelolaan waktu, serta manajemen kegiatan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran program pengabdian mahasiswa. Hal ini sejalan dengan praktik service learning yang dilaporkan oleh Kustiawati et al. , di mana pendampingan teknis yang matang terbukti mampu meningkatkan minat baca anak secara Gambar 1. Pendampingan Teknis dan Motivasional Oleh DPL Selanjutnya. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) berperan penting dalam memberikan motivasi serta pembinaan karakter mahasiswa selama proses pengabdian berlangsung (Nazhifah et al. , 2025. Yanuarita et al. , 2. Melalui refleksi kritis, penguatan nilai tanggung jawab sosial, dan keteladanan, mahasiswa diarahkan untuk memahami perannya sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana program, sebagaimana ditegaskan dalam studi tentang kemitraan dosenAe mahasiswa dalam kegiatan KKN berbasis pengabdian masyarakat (Wiyani, 2. Bimbingan dosen yang intensif diharapkan mampu mentransformasi mahasiswa menjadi agen perubahan yang berdaya dan adaptif terhadap kebutuhan desa, sejalan dengan temuan bahwa pendampingan dosen yang sistematis berkontribusi signifikan terhadap penguatan soft skills, kepemimpinan sosial, dan profesionalisme mahasiswa (Nazhifah et al. , 2025. Yanuarita et al. , 2. Dosen Pembimbing Lapangan adalah Aujembatan emasAy yang menghubungkan potensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan praktis masyarakat desa. Peran DPL tidak hanya sebatas pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Dengan bimbingan DPL dalam menjalin kemitraan dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat, mahasiswa dapat merancang program kerja yang lebih relevan dan tepat sasaran (Sari & Rahmawati, 2. Hal ini menjadikan program KKN tidak sekadar tugas akademik yang bersifat sementara, melainkan proses pembelajaran yang kontekstual Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 107 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 dan bermakna. Pada akhirnya, kolaborasi tersebut mampu bertransformasi menjadi upaya pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. Gambar 2. Membangun Kemitraan Dengan Aparatur Desa Dan Tokoh Masyarakat Monitoring capaian program secara berkala juga merupakan aspek krusial dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan kegiatan KKN. Evaluasi mingguan yang disertai penyesuaian adaptif berdasarkan kondisi lapangan memungkinkan program tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Temuan ini sejalan dengan penelitian lingkungan di Binjai yang menunjukkan bahwa evaluasi berkelanjutan kegiatan KKN memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan (Gulo et al. , 2. Gambar 3. DPL Melakukan Monitoring Lapangan 2 Program Unggulan KKN Kolaborasi di Desa Tempeh Kidul Program unggulan yang dilaksanakan di Desa Tempeh Kidul dirancang sebagai bagian dari upaya penguatan desa pendidikan holistik, dengan menekankan aspek kognitif, afektif, spiritual, dan keterampilan hidup masyarakat. Program-program ini disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta hasil diskusi antara mahasiswa KKN Kolaborasi, dosen pembimbing lapangan, dan Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 108 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 perangkat desa, sehingga pelaksanaannya bersifat kontekstual dan partisipatif. Tema yang diambil adalah Pendidikan Holistik dan Kreatif Anak, yang disingkat PELITA. Program pertama adalah pemutaran dan diskusi film edukasi yang bertujuan untuk mendukung pembelajaran emosional dan penanaman nilai-nilai sosial. Kegiatan ini menyasar anakanak dan remaja dengan menggunakan film edukatif yang mengangkat tema empati, kerja sama, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Setelah pemutaran film, mahasiswa memfasilitasi diskusi interaktif untuk menggali pemahaman peserta terhadap pesan moral yang disampaikan. Melalui metode ini, peserta didorong untuk mengaitkan nilai-nilai dalam film dengan pengalaman seharihari di lingkungan keluarga dan masyarakat. Gambar 4. Pemutaran Dan Diskusi Film Edukasi Program kedua berupa pendampingan belajar mengaji yang difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Pendampingan dilakukan secara rutin di mushala dan rumah belajar desa dengan pendekatan yang persuasif dan bertahap, disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing peserta. Mahasiswa berperan sebagai pendamping sekaligus motivator, sementara tokoh agama setempat dilibatkan untuk memastikan ketepatan metode dan materi pembelajaran. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi Al-QurAoan, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter religius dan kedisiplinan peserta. Gambar 5. Pendampingan Belajar Mengaji Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 109 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 Program ketiga adalah pelatihan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang ditujukan untuk memperkenalkan praktik dasar penanganan kecelakaan ringan kepada Pelatihan ini mencakup materi tentang penanganan luka ringan, pingsan, dan cedera sederhana yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan dilakukan melalui kombinasi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung agar peserta memperoleh pemahaman yang Melalui pelatihan P3K, masyarakat diharapkan memiliki kesiapsiagaan awal dalam menghadapi kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Gambar 6. Pelatihan Dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Secara keseluruhan, ketiga program unggulan tersebut saling melengkapi dalam membangun kapasitas masyarakat Desa Tempeh Kidul secara holistik. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan keterampilan praktis yang mendukung kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. 3 Dampak terhadap Mahasiswa KKN Kolaborasi Pelaksanaan program unggulan di Desa Tempeh Kidul memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, baik dari aspek akademik, sosial, maupun Keterlibatan langsung mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian mendorong terjadinya proses pembelajaran kontekstual yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas. Kegiatan pemutaran dan diskusi film edukasi berkontribusi pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam komunikasi interpersonal dan fasilitasi diskusi Program pendampingan belajar mengaji memberikan dampak positif terhadap penguatan nilai spiritual dan keteladanan mahasiswa. Sementara itu, pelatihan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) memperkaya keterampilan praktis mahasiswa di bidang kesehatan dasar dan Secara keseluruhan, keterlibatan mahasiswa dalam program unggulan tersebut berkontribusi pada pengembangan kompetensi holistik, mencakup kemampuan komunikasi, kepemimpinan, empati sosial, serta keterampilan hidup. Dampak ini memperkuat peran KKN sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. yang relevan dengan tantangan nyata di Dampak Program Unggulan terhadap Masyarakat Desa Tempeh Kidul Pelaksanaan program unggulan di Desa Tempeh Kidul memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas sosial, pendidikan, dan keterampilan hidup masyarakat Program-program tersebut dirancang secara partisipatif sehingga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendorong keterlibatan aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Kegiatan pemutaran dan diskusi film edukasi berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, terhadap pentingnya pembelajaran emosional dan nilai-nilai Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 110 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 Program pendampingan belajar mengaji memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan, terutama pada anak-anak usia sekolah. Sementara itu, pelatihan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kecelakaan ringan yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Secara keseluruhan, program unggulan yang dilaksanakan telah berkontribusi pada penguatan kapasitas masyarakat Desa Tempeh Kidul secara holistik, mencakup aspek emosional, spiritual, dan keterampilan praktis. Dampak tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN yang dirancang berbasis kebutuhan lokal dan didukung oleh pendampingan dosen yang efektif mampu menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Faktor Penghambat dan Pendukung Pelaksanaan Program Selama pelaksanaan Program PELITA, baik di lingkungan SD maupun TPQ, terdapat beberapa hambatan ringan yang ditemui di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah proses mengondisikan peserta didik, khususnya anak-anak, yang cenderung mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih sabar, komunikatif, serta kreatif agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal. Selain itu, keterlambatan pada pelaksanaan beberapa sesi kegiatan tidak dapat sepenuhnya Keterlambatan tersebut terutama disebabkan oleh proses persiapan operasional yang memerlukan waktu lebih lama dari perencanaan awal, khususnya pada tahap pembukaan dan pengaturan sarana pendukung kegiatan. Meskipun demikian, hambatan ini bersifat teknis dan tidak berdampak signifikan terhadap substansi maupun capaian utama program. Di sisi lain, terdapat sejumlah faktor pendukung yang berperan penting dalam kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Program PELITA. Dukungan penuh dari lembaga pendidikan yang ada, terutama pihak SDN Tempeh Kidul 01 dan pengurus TPQ Miftahul Huda menjadi modal utama dalam pelaksanaan kegiatan, baik dalam penyediaan tempat, pengondisian peserta, maupun koordinasi teknis di lapangan. Kerja sama yang baik ini menciptakan suasana yang kondusif bagi berlangsungnya seluruh rangkaian kegiatan. Selain dukungan kelembagaan, kemudahan dalam proses perizinan dan respons positif dari masyarakat sekitar turut memperkuat pelaksanaan program. Sikap terbuka dan kooperatif dari para pemangku kepentingan desa memungkinkan mahasiswa melaksanakan kegiatan dengan lancar dan minim kendala administratif. Dengan adanya faktor pendukung tersebut, seluruh rangkaian program PELITA dapat terlaksana secara efektif dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa bimbingan lapangan oleh dosen berperan strategis dalam mengarahkan dan memotivasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi untuk menjalankan program secara efektif. Peran ini meliputi pemberian arahan teknis yang relevan dengan kebutuhan lapangan, fungsi motivasi dan fasilitasi komunikasi dengan mitra desa serta monitoring . Program KKN Kolaborasi yang dilaksanakan di Desa Tempeh Kidul terbukti mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun penciptaan ruang belajar yang partisipatif. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan lokal dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan kapasitas masyarakat Selain itu, model pendampingan ini memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain, dengan catatan penyesuaian terhadap konteks sosial, budaya, dan infrastruktur setempat. Hal ini memperkuat pandangan bahwa KKN Kolaborasi dapat menjadi instrumen strategis dalam pengabdian masyarakat sekaligus pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik. Arijo Isnoer Narjono | https://journal. id/index. php/amma | Page 111 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 104-112 REFERENCES