Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 1. Mei 2022 Page 26 - 30 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PELATIHAN. PENGEMBANGAN. PENDAMPINGAN PERSONAL BRANDING DAN MENINGKATAN DIGITAL LITERACY BAGI MASYARAKAT KELURAHAN TANJUNG DUREN JAKARTA BARAT Wenny Desty Febrian Universitas Dian Nusantara. Indonesia Corresponding Author: wenny. febrian@undira. Abstrak: Pada saat ini penggunaan social media sebagai sarana digital literacy yang menghasilkan informasi dan komunikasi sudah menjadi hal yang utama bagi manusia dan masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna aktif media sosial. Personal branding tidak hanya terjadi didalam ruang dan waktu nyata tetapi juga terjadi didalam ruang representasi virtual seperti media sosial, namun penggunaan media social saat ini belum banyak secara sadar digunakan untuk personal branding. Personal branding adalah proses membawa skill, kepribadian, dan karakter untuk seseorang untuk kemudian dapat membungkusnya menjadi sebuah identitas yang memiliki kekuataan lebih dibandingkan dengan yang lain. Pengabdian ini dilakukan agar menambah wawasan masyarakat, pengembangan setra pendampingan tentang personal branding dan digital literacy di Kelurahan Tanjung Duren Utara tersebut. Tujuan Kegiatan Diterima : 04/03/2022 Pengabdian kepada Masyarakat yang di tujukan untuk Sumber Daya Direvisi : 18/05/2022 Manusia yang ada di Kelurahan Tanjung Duren bertujuan untuk Dipublikasi : 31/05/2022 memberikan tambahan wawasan, mengembangkan dan mendampingi dalam hal personal branding dan digital literacy di Kelurahan Tanjung Duren. Jakarta Barat, dan untuk meningkatkan kapasitas staf kelurahan dalam hal tersebut. Kata Kunci: Personal Branding. Digital Literacy. Sumber Daya Manusia Abstract: At this time the use of social media as a means of digital literacy that produces information and communication has become the main thing for humans and the Indonesian people are known as active users of social Personal branding does not only occur in real time and space but also occurs in virtual representation spaces such as social media, but the use of social media is currently not widely used for personal branding. Personal branding is the process of bringing skills, personality, and character to someone so that they can then wrap it into an identity that has more power than others. This service is carried out in order to broaden the community's knowledge, develop mentoring sets on personal branding and digital literacy in the North Tanjung Duren Village. The purpose of Community Service Activities aimed at Human Resources in Tanjung Duren Village aims to provide additional insight, develop and assist in terms of personal branding and digital literacy in Tanjung Duren Village. West Jakarta, and to increase the capacity of village staff in terms of the. Keywords: Personal Branding. Digital Literacy. Human Resources Management Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 26 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 1. Mei 2022 Page 26 - 30 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PENDAHULUAN Informasi yang tadinya harus didapatkan dari siaran Televisi atau edaran berbentuk cetak seperti koran maupun majalah, yang mana saat ini dapat diakses dengan satu klik lewat gawai hanya dengan memastikan data internet cukup dan signal kuat. Namun, cepatnya pertukaran informasi yang cepat juga membawa bencana ketika literasi media bagi mereka yang mengaksesnya tidak memadai, hal inilah yang umumnya terjadi di negara kita. (Rakhmat,J. , 2. Ketika membahas literasi, kita bisa memulai dengan pemahaman bahwa dasar-dasar teori teori literasi di Amerika Serikat terletak pada John Dewey, pragmatis Amerika, dan cendekiawan di sejumlah bidang yang mencakup pendidikan (Wenner, 2. Digital literacy sangat berkaitan dengan personal branding. Personal branding merupakan sesuatu yang ada pada diri yang menjual dan membedakan kita dengan orang lain, seperti pembawaan diri, skill ataupun taktik pemasaran dan lain sebagainya (Soraya, 2. Personal branding adalah bentuk dalam memproduk diri dalam hal kepribadian baik yang dapat ditampilkan dalam hal komunikasi yang baik dengan orang lain (Stevani dan Widayatmoko, 2. Melalui personal branding hal tersebut dapat menjadi jalan bagi orang lain terkait cara pandang/ persepsinya terhadap diri kita. Menurut Horean . terdapat konsep pembentukan personal brand yaitu: Spesialisasi (The Law of Specializatio. Kepemimpinan (The Law of Leadershi. Kepribadian (The Law of Personalit. Perbedaan (The Law of Distinctivenes. Terlihat (The Law of Visibilit. Kesatuan (The Law of Unit. Keteguhan (The Law of Persistenc. Nama Baik (The Law of Goodwil. Manfaat personal branding yang bisa kita peroleh yaitu kita bisa dikenal banyak orang, meminimalkan impostor syndrome, menarik kesempatan kerjasama dengan brand lain, meningkatkan energi karena kita tidak perlu menjadi diri orang lain, pekerjaan yang bisa kita selesaikan secara enjoy, menambah pendapatan, punya kontrol terhadap diri sendiri, meraih tujuan hidup yang sejalan dengan personal branding kita, dan tentunya melalui personal branding dapat membuat diri kita nyaman serta percaya diri meningkat karena personal branding yang ada pada diri. (Haroen. Dewi, 2. Selama apa yang menjadi personal branding kita merupakan cerminan kehidupan yang profesional jangan pernah merasa ragu dan takut untuk membuat branding dalam diri agar mampu bersinar layaknya orang-orang hebat. (Rakhmat J. , 2. Di Kelurahan Tanjung Duren Utara penggunaan social media sebagai sarana digital literacy yang menghasilkan informasidan komunikasi sudah menjadi hal yang utama bagi manusia dan masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna aktif media sosial. Media social membuka peluang besar bagi pembentukan personal branding yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan profesi. Personal branding tidak hanya terjadi didalam ruang dan waktu nyata tetapi juga terjadi didalam ruang representasi virtual seperti media sosial, namun penggunaan media social saat ini belum banyak secara sadar digunakan untuk personal branding bagi Personal branding adalah proses membawa skill, kepribadian, dan karakter untuk Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 27 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 1. Mei 2022 Page 26 - 30 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 seseorang untuk kemudian dapat membungkusnya menjadi sebuah identitas yang memiliki kekuataan lebih dibandingkan dengan yang lain. (Nugraha,A. R, 2. Terbukanya jalur komunikasi secara aktif di media social dengan fitur-fitur yang dapat menampilkan identitas, data diri, dan aktivitas melalui foto dan video. Ini merupakan peluang terbuka yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan brand kreatif di Indonesia. (Nugraha. , 2. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa kegiatan yaitu tahap survei yaitu sosialisasi dilakukan dengan menyusun berbagai hal yang akan disampaikan pada saat kegiatan pengabdian yang akan dilakukan yang meliputi: penyusunan materi yang akan diberikan, penyusunan jadwal pemberian materi, pembagian tugas tim pengabdian dan survei ke lokasi pengabdian. Tahap sosialisasi yaitu sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan tahap sosialisasi yaitu melakukan silaturahmi dengan Lurah dan pegawai kelurahan Tanjung Duren Utara menyampaikan maksud dan tujuan pengabdian ini. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: Tahap Persiapan Tahap Pelaksanaan Tahap Evaluasi Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Analisis data dimulai dengan menyiapkan dan mengorganisasikan data . aitu data teks seperti transkrip data atau gambar seperti fot. , untuk dianalisis, kemudian mereduksi data tersebut menjadi tema melalui proses pengodean dan peringkasan kode, dan terakhir menyajikan data dalam bentuk bagan, tabel, atau pembahasan (Cresswell,2013:. Dalam penelitian ini, analisis data merujuk teori Cresswell. Adapun langkah-langkah analisis data yang digunakan terdiri atas empat hal,yaitu: Mengorganisasikan data Hasil wawancara ditranskrip secara manual menggunakan alat yang sederhana. Data rekaman wawancara dipindahkan di laptop dengan format MP3, dan penulis mendengarkan rekaman sambil menulis apa yang dikatakan dalam rekaman. Reduksi Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 28 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 1. Mei 2022 Page 26 - 30 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Langkah selanjutnya adalah mereduksi data dengan melakukan pengodean. Seluruh transkrip dikumpulkan menjadi satu dan dipilih sesuai dengan kode-kode yang sudah ditentukan berdasarkan sebelas karakteristik personal branding. Peringkasan Kode-kode yang telah ditentukan direduksi kembali agar lebih sederhana dan ringkas menjadi kata-kata yang dapat menggambarkan masing-masing pengertian indikator yang disimpulkan dari hasil wawancara. Penyajian data Pada tahap akhir dari penelitian ini, para peneliti menyajikan data, yaitu mengemas apa yang ditemukan dalam bentuk teks, tabel, bagan atau gambar (Crasswell,2013:. Pada penelitian ini, penulis memvisualisasikan data dalam bentuk teks. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN Hakikatnya suaru pelatihan bertujuan utntuk membuat suatu kelompok lebih memahami sesuatu yang belum mereka pahami dan dapat meningkatkan kinerja kedepannya, sementara itu pengembangan bertujuan untuk mengembangkan seseorang dari yang memiliki kemampuan kurang baik menjadi cukup baik, cukup baik menjadi baik, bahkan baik menjadi amat baik, dan dimaksudkan juga agar karir seseorang dapat berkembang dalam suatu organisasi atau kelompok, dan Pendampingan bertujuan untuk mendampingi peserta pelatihan agar dapat benar-benar memahami dan menjalankan apa saja yang baik bagi perjalanan kehidupan organisasi mereka kedepannya nanti. Personal branding dan peningkatan digital literacy dimaksud untuk menjadikan personal brand yang dilakukan akan memberikan hasil yang baik dan bertahan lama, jika seseorang dibelakangnya dipersepsikan dengan citra yang positif dengan terus menjaga dan mengembangkan nama baik diri. Nama baik menjadi hal penting dalam membangun personal branding. Harapan kami dengan pengabdian ini dapat membuka wawasan para pegawai di kelurahan tanjung duren utara yang diperoleh pada Pengabdian Masyarakat kali ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi kita dalam menjalankan roda kehidupan budaya organisasi yang sudah ada di kelurahan tanjung duren utara tersebut dan juga dapat memperbaiki dan digital literacy dengan adanya materi dan motivasi serta berkontribusi bagi generasi muda, baik dilingkungan kelurahan, kampus dan keluarga yang ada di wilayah KESIMPULAN DAN SARAN Adapun kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang saya lakukan ini, antara lain sebagai berikut : Para belum sepenuhnya memahami dan belum mampu menerapkan personal brand dan digital literacy sesuai yang diaharapkan. personal brand dan digital literacy merupakan bagian penting dalam menjalankan aktfitas sebuah lembaga untuk mencapai visi dan misinya. Personal brand dan digital literacy dapat dijadikan penggerak sebuah yang baik dalam lembaga atau organisasi akan menciptakan iklim kerja yang baik, kinerja yang bagus serta ketercapaian akan sebuah tujuan. Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 29 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 1. Mei 2022 Page 26 - 30 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Personal brand dan digital literacy dapat ditingkatkan di kelurahan tanjung duren utara. Adapun saran yang penulis sampaikan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini, setelah pengabdian ini diharapkan para pegawai dapat membuat iklim kerja yang baik dengan memadukan nilai nilai optimize, realistis, kepercayaan dan saling menghargai. Tim pengabdian agar terus melakukan kegiatan-kegiatan serupa secara berkesinambungan di masa yang akan datang. DAFTAR RUJUKAN Fernandes,A. ,&Afonso,L. Joana Vasconcelos: Managingan Artist's Studio in the 21st Century. International Journal of Arts Management,17. ,54. Gitosudarmo,indriyo. Manajemen Strategis. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Harsono. Manajemen Pengantar. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Haroen. Dewi. Personal Branding:Kunci Kesuksesan Berkiprah di Dunia Politik. Jakarta: Gramedia. Mc Nally&Speak. Be your own brand: achievemoreof what you want by beingmore SanFransisco:BerretKoehler Publisher. Moleong. Nugraha,A. Branding kota bandung di era smart city. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 8 No. 1, 1-16. Rakhmat,J. Metode Penelitian Komunikasi Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Rampersad. Authentic personal branding. Jakarta: PPM Publishing. Setianti, . Pemanfaatan media sosial dalam implementasi modelkomunikasi kesehatan reproduksi remaja. Komunikatif: Jurnal IlmiahKomunikasi. Vol. 5 No. 1, 1-24. Soraya. Personal Branding Laudya Cynthia Bella Melalui Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Akun Instagram@ Bandungmakut. Jurnal Komunikasi, 8. Stevani. , & Widayatmoko. Kepribadian Dan Komunikasi Susi Pudjiastuti Dalam Membentuk Personal Branding. Jurnal Komunikasi, 9. , 65-73. Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 30 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License