Journal of Applied Management Studies (JAMMS) Vol. 6 No. 1 Desember 2024: 75-84 ANALISIS STANDAR RATA-RATA ROA DAN ROE PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI & LOGISTIK DAN PERUSAHAAN KESEHATAN Adrian Daniel Daputra1, *). Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5, dan Gusganda Suria Manda6 1,2,3,4,5,6 Universitas Singaperbangsa Karawang *Corresponding author: 2110631020054@student. Abstract Company financial performance, especially as measured by Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE), is an important benchmark in evaluating management effectiveness. However, given the diversity of characteristics between industry sectors, it is important to understand whether the commonly used average standards of ROA and ROE can be applied across the board. This study focuses on two sectors with unique characteristics, namely transportation & logistics and Using secondary data from 36 transportation & logistics companies and 34 healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The data is sourced from the Indonesia Stock Exchange website, the company's official website and Yahoo Finance, this study aims to determine the relevant ROA and ROE benchmarks for each sector. The results of descriptive analysis and homogeneity of variance tests indicate significant differences in financial performance between the two sectors. The healthcare sector generally recorded a higher average ROA . 93%) compared to the transportation & logistics sector . 56%). This indicates that the assets of healthcare companies are more efficient in generating profits. contrast, the transportation & logistics sector recorded a higher average ROE . 46%) compared to the healthcare sector . 52%). This finding suggests that investors in the transportation & logistics sector earn a higher rate of return on their investment, despite lower asset utilization efficiency. Keywords: ROA. ROE. Standard Financial Performance. Transportation & Logistics Sector. Health Sector PENDAHULUAN Rasio profitabilitas merupakan tolok ukur utama untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendatangkan laba dari berbagai aktivitas, seperti penjualan dan investasi (Nugrahini et al. , 2. ROA serta ROE sering dipakai investor, analis, dan manajemen perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan secara lengkap (Ivashka et al. , 2. Namun, ada fenomena yaitu karaketiristk yang unik dimiliki setiap perusahaan yang membedakannya dari perusahaan lain, terutama jika berasal dari sektor yang berbeda seperti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan. Emiten pada Bursa Efek Indonesia dibagi ke dalam berbagai sektor, di mana setiap sektor memiliki karakteristik kegiatan usaha yang unik (Suryaningsum & Ayusulistyaningrum, 2. Sebagian besar perusahaan di sektor transportasi & logistik berkaitan dengan armada darat, armada laut, armada udara, dan perawatan armada yang menjalankan bisnis, diantaranya Jasa angkutan 75 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . penumpan, angkutan umum, dan penyewaan mobil. Jasa transportasi darat, seperti muatan lepas, peti kemas, dan armada truk long. Jasa pengiriman kargo melalui laut, penyewaan kapal tanker. , dan penyewaan pekerja lepas pantai. Jasa pelayaran, konsultasi dan pengiriman barang untuk industri ekspor dan impor. Maskapai Jasa sewa helikopter. dan Jasa Pengurusan transportasi (Bursa Efek Indonesia, 2024. Sementara itu, umumnya perusahaan di sektor kesehatan berkaitan dengan obat-obatan . , jasa kesehatan dan peralatan medis yang menjalankan bisnis, diantaranya Produksi obat resep maupun obat bebas dan pengembangan obat. Produksi kosmetik Pelayanan kesehatan terpadu dan rumah Layanan laboratorium klinik. Produksi obat herbal dan minuman berenergi. Produksi perangkat medis seperti sarung tangan lateks. dan Perdagangan alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran (Bursa Efek Indonesia, 2024. Sektor transportasi & logistik serta sektor kesehatan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia (Purwanti, 2. Keduanya mempunyai peran yang sangat strategis dalam menolong eskalasi ekonomi dan memperluas kesejahteraan masyarakat. Transportasi & logistik adalah bertugas sebagai penghubung antar daerah baik domestik maupun internasional dan memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa (Nugrahini et al. , 2. Sementara itu, sektor kesehatan berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, menyediakan layanan medis berkualitas, dan melindungi masyarakat dari berbagai penyakit (Hartati et al. , 2. Mengacu pada jumlah saham perusahaan yang tercatat di BEI perusahaan transportasi & logistik dan perusahaan kesehatan memegang total saham yang besar. Perusahaan transportasi maskapai penerbangan Garuda Indenesia (Perser. Tbk. (GIAA) mempunyai 91. saham dalam rentang 11 Febuari 1990 hingga November 2024. Perusahaan logistik dan pengantaran Temas Tbk. (TMAS) memiliki 57. saham dalam rentang 09 Juli 2003 hingga November 2024. Perusahaan logistik dan pengantaran Berlian Laju Tanker Tbk. (BLTA) memiliki 25. saham dalam rentang 26 Mei 1990 hingga November 2024. Disisi lain. Perusahaan kesehatan Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mempunyai 46. saham dalam rentang waktu 30 Juli 1991 hingga November 2024. Perusahaan kesehatan Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) memiliki 000 . saham dalam rentang waku 13 Maret 2020 hingga November 2024. Perusahaan kesehatan Industri Jamu dan Farmasi Tbk. (SIDO) sudah mempunyai 30. saham dalam rentang waktu 18 Desember 2013 hingga November 2024 (Bursa Efek Indonesia, 2024. Perbedaan jumlah saham yang tercatat di bursa antara sektor transportasi & logistik dan sektor indutri kesehatan menunjukkan bahwa kedua sektor ini sangat berbeda dalam ukuran dan kompleksitas operasinya. Akibatnya. Efisiensi perusahaan saat mengonversikan aktiva dan modal menjadi laba berbeda-beda, serta standar yang tepat untuk mengukur kinerja keuangan juga berbeda-beda antar Berbagai pertanyaan mengenai posisi keuangan suatu perusahaan dapat dijawab melalui analisis keuangan komprehensif (Diana, 2. Laporan keuangan adalah dokumen esensial yang menyajikan informasi lengkap tentang kinerja keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Dokumen ini memiliki peran krusial dalam memantau perkembangan dan pertumbuhan bisnis (Witantri & Wilestari, 76 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . Secara umum, analisis rasio keuangan, khususnya rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE, dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mengevaluasi kinerja Rasio-rasio ini membandingkan performa perusahaan baik secara historis . maupun terhadap perusahaan sejenis . Penggunaan rasio tersebut sangat penting untuk menilai seberapa efektif manajemen dalam mendatangkan keuntungan dan mengoptimalkan aset serta modal yang dimiliki. Secara spesifik. ROA akan melihat efektif seluruh aset perusahaan dalam menghasilkan laba sedangkan ROE akan melihat sejauh mana efisiensi modal sendiri dalam menghasilkan laba (Rahmawati & Sembiring, 2. Performa profitabilitas yang tinggi tidak hanya akan membuat para investor tertarik dalam menginvestasikan dananya, tetapi juga sebagai tanda baik bagi para pemegang saham yang memperoleh keuntungan dan adanya indikator positif bagi pembagian dividen (Devi & Albertus, 2. Berdasarkan penelitian (Gustyana & Ghiffany, 2. , rata-rata standar ROA sektor 29% dan rata-rata standar ROE menurut (Tindige et al. , 2. sebesar 3,9%. Pada penelitian (Nugrahini et al. , 2. menjelaskan bahwa rata-rata standar ROA sektor sebesar 1% dan rata-rata standar ROE menurut (Awalya et al. , 2. sebesar 15%. Sementara itu, penelitian (Anggraini & Khoiriawati, 2. memperlihatkan rata-rata standar ROA sektor sebesar 8% dan menurut (Devi & Albertus, 2. rata-rata standar ROE sektor sebesar 10%. Perbedaan persentase standar nilai rata-rata sektor dari berbagai penelitian menimbulkan pertanyaan berapa realisasi nilai rata-rata kelompok perusahaan sektor tertentu. Mengingat terbatasnya riset yang secara spesifik mengukur ROA dan ROE di sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan, penelitian ini bersifat Tujuannya ialah untuk menjelaskan secara rinci profil kinerja keuangan kedua sektor tersebut dan mengungkap perbedaan mendasar dalam hal efisiensi penggunaan aset dan pengembalian bagi pemegang saham. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan (Bahri, 2. menjelaskan bahwa laporan keuangan merupakan rangkuman transaksi keuangan yang terjadi pada suatu periode tertentu. Laporan keuangan dibuat untuk menunjukkan tanggung jawab entitas kepada pemiliknya. Menurut (Hanggara, 2. laporan keuangan merupakan dokumen yang disajikan kepada manajer tentang kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Informasi keuangan SAK ETAP meliputi neraca, laporan hasil, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan penjelasan. Laporan keuangan suatu perusahaan pada hakikatnya merupakan hasil suatu metode akuntansi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau aktivitas keuangan perusahaan dan membaginya kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi atau aktivitas tersebut. Dengan demikian, penerapan laporan keuangan bersifat luas dan mempengaruhi cara pengambilan keputusan (Dharma et al. , 2. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan penilaian yang dilakukan untuk memeriksa apakah suatu perusahaan mengikuti aturan keuangan dengan benar dan tepat (Fahmi, 2. Pada (Trianto, 2. , kinerja keuangan dapat dipahami melalui 77 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . analisis terhadap dokumen keuangan perusahaan, seperti rasio keuangan. Keberhasilan finansial perusahaan selalu dievaluasi untuk memastikan kinerja keuangan yang baik. Bagi perusahaan, menganalisis kinerja keuangan merupakan hal yang penting. Ia berfungsi sebagai panduan untuk memantau pencapaian perusahaan dari waktu ke waktu, sebagai dasar pengambilan keputusan penting, untuk mengidentifikasi investasi yang dapat meningkatkan produksi, untuk mengevaluasi kinerja perusahaan secara keseluruhan, untuk menguji pengaruh setiap sektor terhadap pertumbuhan bisnis dan sebagai alat untuk membantu pengambilan keputusan (Rahmadan & Huda, 2. Rasio Profitabilitas Dalam (Sartono, 2. , dikatakan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam kaitannya dengan penjualan, total aset dan ekuitas. Menurut (Harahap, 2. , rasio profitabilitas menunjukkan bagaimana perusahaan mengelola keuntungan dari seluruh sumber daya dan sumber yang ada, seperti penjualan tunai, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan lain-lain. Tingkat profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan cara menghitung rasio-rasio profitabilitas perusahaan tersebut. Menurut (Sartono, 2. , secara umum terdapat 4 . jenis rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas yaitu Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Gross Profit Margin (GPM), dan Net Profit Margin (NPM). Proksi profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). (Adnyana, 2. menyatakan bahwa Return On Assets (ROA) merupakan metrik yang menunjukkan seberapa besar aset perusahaan dapat menghasilkan Nilai return on assets yang mendekati angka 1 menunjukkan bahwa perusahaan semakin untung karena seluruh aset dapat menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain, semakin besar laba atas investasi maka semakin baik pula kesehatan keuangan perusahaan (Kasmir, 2. Adapun rumus dari ROA yaitu : yaycaycayca ycayceycycycnEa ycyceycyceycoycaEa ycyycaycycayco ycIycCya = ycu 100% ycNycuycycayco yaycoycycnycyca (Fahmi, 2. menyatakan bahwa return on equity merupakan ukuran yang menunjukkan bagaimana perusahaan memanfaatkan sumber dayanya untuk menghasilkan laba atas ekuitas. Semakin tinggi tingkat pengembalian ekuitas, semakin tinggi pula nilai laba bersih yang dihasilkan oleh setiap rupee sumber daya yang diinvestasikan dalam ekuitas. Di sisi lain, semakin rendah tingkat pengembalian ekuitas, semakin rendah pula nilai laba bersih yang dihasilkan oleh setiap rupee sumber daya yang diinvestasikan dalam ekuitas (Hery, 2. Rumus dari ROE yaitu: yaycaycayca ycayceycycycnEa ycyceycyceycoycaEa ycyycaycycayco ycIycCya = ycu 100% ycNycuycycayco yaycoycycnycycayc METODE PENELITIAN Penelitian ini menganalisis dan mengolah data Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Data tersebut dianalisis secara parsial dengan mengelompokkan perusahaan dalam sektor Kesehatan dan sektor Transportasi & Logistik. Teknik analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan data serta menentukan rata-rata standar di kedua sektor tersebut. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan pengujian homogenitas. Pengujian Homogenitas dimaksud 78 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . untuk memperlihatkan kelompok data yang dianalisis tergolong data homogen atau heterogen heterogen (Suryaningsum & Ayusulistyaningrum, 2. Populasi dalam penelitian ini mencakup perusahaan-perusahaan di sektor Kesehatan serta sektor Transportasi & Logistik di Indonesia. Berdasarkan informasi dari situs Bursa Efek Indonesia, terdapat 34 perusahaan di sektor Kesehatan dan 37 perusahaan di sektor Transportasi & Logistik. Sampel penelitian diambil dengan kriteria ketersediaan laporan keuangan pada kuartal kedua tahun 2024. Hanya 34 perusahaan sektor Kesehatan dan 36 perusahaan sektor Transportasi & Logistik yang digunakan sebagai sampel karena satu perusahaan di sektor Transportasi & Logistik tidak memiliki data laporan keuangan Q2 tahun 2024. Data diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia dan situs resmi masing-masing perusahaan sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif guna memberikan gambaran data yang diamati pada perusahaan transportasi & logistik serta perusahaan kesehatan sebagai berikut: Tabel 1 Data Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif ROA Keterangan Max Min Mean Std. Deviasi Median Per. Transportasi & Logistik 11,56 -21,67 0,56 6,05 1,51 Per. Kesehatan 15,92 -12,41 1,93 4,62 1,00 Analisis Deskriptif ROE Keterangan Max Min Mean Std. Deviasi Median Per. Transportasi & Logistik 389,67 -5,94 14,46 64,50 4,10 Per. Kesehatan 17,54 -6,92 3,52 5,43 2,63 Sumber: Diolah Penulis . Berdasarkan olah data analisis statistik deskriptif, ditemukan hasil sebagai Di antara 36 perusahaan sektor transportasi dan logistik. AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) memiliki ROA terendah sebesar -21,67%, sementara Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. (NELY) mencatat ROA tertinggi sebesar 11,56%. Median ROA tercatat pada angka 1,51%, dengan rata-rata 0,56% dan standar deviasi 6,05%. Di sektor kesehatan yang mencakup 34 perusahaan. Indofarma Tbk. (INAF) menunjukkan ROA terendah sebesar -12,41%, sedangkan ROA tertinggi sebesar 15,92% diraih oleh Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO). Nilai median ROA berada di 1,00%, dengan rata-rata sebesar 1,93% dan standar deviasi 4,62%. Pada kelompok 36 perusahaan di sektor transportasi dan logistik. ROE terendah sebesar -5,94% ditemukan di Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk 79 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . (AKSI), sementara Steady Safe Tbk (SAFE) mencatat ROE tertinggi sebesar 389,67%. Median ROE adalah 4,10%, dengan rata-rata sebesar 14,46% dan standar deviasi 64,50%. Untuk sektor kesehatan dengan 34 perusahaan. Phapros Tbk. (PEHA) memiliki ROE terendah sebesar -6,92%, sedangkan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) memiliki ROE tertinggi sebesar 17,54%. Median ROE tercatat sebesar 2,63%, rata-rata 3,52%, dan standar deviasi sebesar 5,43%. Analisis Homogenitas Data Berdasarkan analisis deskriptif, penelitian ini menghitung koefisien variasi, yang merupakan rasio antara standar deviasi dan rata-rata dalam bentuk persentase. Berdasarkan pendapat (Suryaningsum & Ayusulistyaningrum, 2. , data dikategorikan seragam apabila koefisien variasinya di bawah 20%. Sebaliknya, jika koefisien variasi melebihi 20%, data tersebut dianggap beragam atau tidak seragam. Dengan demikian, semakin rendah nilai koefisien variasi, semakin homogen data sebaliknya, semakin tinggi koefisien variasi, data cenderung heterogen. Berdasarkan perhitungan nilai koefisien variasi, besaran persentase menunjukkan bahwa keseluruhan kelompok data tergolong sebagai data heterogen karena setiap kelompok perusahaan transportasi & logistik dengan jumlah 36 perusahaan dan Kesehatan dengan jumlah 34 perusahaan secara parsial menghasilkan persentase koefisien variasi ROA dan ROE diatas 20%. Nilai koefisien variasi ROA pada perusahaan transportasi & logistik sebesar 1. 080,36%, sedangkan nilai koefisien variasi ROA pada perusahaan kesehatan sebesar 239,38%. Sementara itu, nilai koefisien variasi ROE pada perusahaan transportasi & logistik sebesar 446,06%, sedangkan nilai koefisien variasi ROE pada perusahaan kesehatan sebesar 154,26%. Penelitian ini juga melakukan analisis uji homogenitas dengan cara menggabungkan 70 perusahaan . perusahaan transportasi & logistik dan 34 perusahaan kesehata. dalam 2 kategori saja, yakni homogenitas nilai ROA dan homogenitas nilai ROE sebagai berikut: Tabel 2 Data Analisis Homogenitas ROA ROE Levene Statistic Sig. Levene Statistic Sig. Based on Mean 0,086 0,770 2,477 0,120 Based on Median 0,019 0,890 0,834 0,364 Based on the Median and with adjusted df Based on trimmed mean 0,019 0,890 0,834 0,367 0,011 0,917 0,825 0,367 Sumber: Diolah Penulis . Merujuk pada homogenitas diatas, nilai Signifikansi atau p value pada Based on Mean ROA dan ROE lebih besar dari 0,05. Hal tersebut dapat ditafsirkan bahwa keseluruhaan data ROA dan ROE dari 70 perusahaan tergolong sebagai data 80 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . Selanjutnya akan dilakukan analisis berdasarkan nilai mean pada masing-masing sektor. Berdasarkan perhitungan koefisien variasi dan uji homogenitas, data ROA dan ROE pada sektor transportasi & logistik serta sektor kesehatan secara parsial menunjukkan karakteristik heterogen, dengan nilai koefisien variasi di atas 20% (ROA pada sektor transportasi & logistik sebesar 1. 080,36% dan pada sektor kesehatan sebesar 239,38%. ROE pada sektor transportasi & logistik sebesar 446,06% dan pada sektor kesehatan sebesar 154,26%). Hal ini menandakan bahwa data-data ROA dan ROE pada masing-masing sektor sangat beragam. Namun, ketika data dari kedua sektor digabungkan dan dilakukan uji homogenitas, hasil uji Levene menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk ROA dan ROE lebih besar dari 0,05, sehingga data secara keseluruhan tergolong homogen. Ini menunjukkan bahwa cakupan yang lebih luas dari nilai ROA dan ROE menjadikan data lebih seragam saat diuji tanpa pengelompokan sektor. Standar ROA dan ROE Pada tahap ini melibatkan analisis nilai rata-rata untuk setiap sektor dalam kaitannya dengan tingkat profitabilitas perusahaan. Tabel 3 Mean ROA dan ROE pada Setiap Sektor Kesehatan Mean ROA Transportasi & Logistik 0,56 Mean ROE 14,46 3,52 1,93 Sumber: Diolah Penulis . Berdasarkan data pada tabel 3, penelitian ini mengungkapkan hal-hal Nilai rata-rata ROA pada perusahaan sektor transportasi dan logistik di Indonesia tercatat sebesar 0,56% Nilai rata-rata ROA pada perusahaan sektor kesehatan di Indonesia tercatat sebesar 1,93% Nilai rata-rata ROE pada perusahaan sektor transportasi dan logistik di Indonesia adalah 14,46%. Nilai rata-rata ROE pada perusahaan sektor kesehatan di Indonesia sebesar 3,52%. Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa nilai ROA pada perusahaan sektor kesehatan di Indonesia 3,43 kali lebih tinggi dibandingkan perusahaan sektor transportasi dan logistik. Di sisi lain, nilai ROE pada perusahaan sektor transportasi dan logistik 4,11 kali lebih tinggi dibandingkan perusahaan sektor kesehatan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaanperusahaan di sektor transportasi dan logistik serta sektor kesehatan di Indonesia menggunakan rasio ROA dan ROE. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sektor kesehatan memiliki rata-rata ROA lebih tinggi, yaitu 1,93%, dibandingkan dengan sektor transportasi dan logistik yang rata-ratanya sebesar 0,56%. 81 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Adrian Daniel Daputra1. Delia Setia Putri2. Novy Fitri Khotimah3. Fitria Wahyu Utami4. Devita Ramandhani5. Gusganda Suria Manda6, hal. 75 - . Sebaliknya, sektor transportasi & logistik memiliki ROE yang lebih tinggi . ,46%) dibandingkan sektor kesehatan . ,52%). Selanjutnya, analisis homogenitas data melalui perhitungan koefisien variasi dan uji Levene menunjukkan bahwa data ROA dan ROE pada kedua sektor tersebut secara parsial bersifat heterogen, karena nilai koefisien variasi masing-masing sektor melebihi 20%, yang menunjukkan keragaman yang signifikan dalam data. Namun, ketika data dari kedua sektor digabungkan, hasil uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa data gabungan ROA dan ROE dari sektor transportasi dan logistik serta sektor kesehatan dapat dianggap homogen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat keragaman dalam data masing-masing sektor, ketika dianalisis secara keseluruhan, data ini menjadi lebih seragam. Saran Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pihak berkepentingan, seperti investor dan manajer keuangan, memperhatikan perbedaan dalam kinerja keuangan antar sektor dalam pengambilan keputusan investasi. Perusahaan sektor transportasi & logistik dengan ROE yang lebih tinggi dapat dianggap lebih menguntungkan dalam hal pengembalian ekuitas, sementara sektor kesehatan dengan ROA yang lebih tinggi menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan aset. Selain itu, meskipun data dari kedua sektor menunjukkan keragaman, analisis gabungan data menghasilkan temuan yang lebih homogen, yang dapat dijadikan standar perbandingan kinerja antar sektor. Penelitian berikutnya dapat memperluas penggunaan rasio lain, seperti Margin Laba Bersih atau Return on Investment (ROI), untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang kinerja keuangan perusahaan di kedua sektor tersebut. Hal ini dapat membantu dalam memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi pengambilan keputusan yang lebih tepat. DAFTAR PUSTAKA