Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. INOVASI MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETERNAK KAMBING ETAWA DI DESA BANGUN SARI BARU KECAMATAN TANJUNG MORAWA. KABUPATEN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Surya Dharma1*. Abd. Razak2. Lia Hartika3. Indri Dithisari4. Rahmawaty5. Yetty Meuthia Hasibuan6. Riadini Wanty Lubis7 Politeknik Negeri Medan (Prodi Teknik Mesin. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesi. Politeknik Negeri Medan (Prodi Teknik Konversi Energi. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesi. Politeknik Negeri Medan (Prodi AKuntansi. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesi. Politeknik Negeri Medan (Prodi Akuntansi. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesi. Politeknik Negeri Medan (Prodi Teknik Konversi Energi. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesi. Universitas Harapan(Prodi Teknik Mesin. Universitas Harapan. Medan. Indonesi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Prodi Teknik Mesin. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan. Indonesi. *Korespondensi : . uryadharma@polmed. sury4_m3@yahoo. Abstrak Beternak kambing merupakan suatu usaha yang dapat memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di kabupaten Deli Serdang umumnya dan di Desa Bangun Sari Baru pada Beternak kambing memiliki keunggulan dibanding ternak jenis lainnya, karena kambing mudah untuk dipelihara, cepat berkembang biak, memiliki pasar yang selalu tersedia setiap saat dan memerlukan modal yang relatif sedikit bila dibandingkan ternak ruminansia yang lebih besar seperti sapi. Peternakan kambing yang selama ini dilakukan sangat dipengaruhi oleh keberadaan pakan yang biasa diperoleh dari perkebunan di lingkungan sekitar yang semakin hari berkurang kapasitasnya karena alih fungsi lahan. Selama ini, kambing diberikan pakan berupa rumput-rumputan hijau, daun singkong dan rumput gajah. Akan tetapi banyak sisa makan yang terbuang karena tidak dapat di konsumsi secara maksimal oleh hewan ternak seperti tangkai-tangkai singkong bagian ujung dan batang rumput gajah. Oleh sebab itu, pencacahan pakan sangat perlu dilakukan untuk meminimalisir pakan yang terbuang. Selain kendala pada penyediaan pakan, kendala lain yang dihadapi oleh mitra adalah perlunya pengemasan susu secara higienis. Sehingga, mesin pencacah dan pengemasan susu merupakan Solusi yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahn yang dihadapi oleh mitra peternak kambing yaitu Bapak Abu Daud di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang. Kata kunci: ternak kambing, pakan ternak, mesin pencacah Abstract Sheep farming is a business that can provide economic improvement and welfare for the community in Deli serdang district in general and Bangun Sari Baru Village in particular. Raising sheep has advantages over other types of livestock, because sheep are easy to raise, breed quickly, have a market that is always available at any time and require relatively little capital when compared to larger ruminant livestock such as cattle. Sheep farming that has been carried out is greatly influenced by the existence of feed that is usually obtained from plantations in the surrounding environment which is decreasing in capacity due to land conversion. So far, sheep have been given feed in the form of green grasses, cassava leaves and elephant grass. However, a lot of leftover food is wasted because it cannot be consumed optimally by livestock such as cassava stalks at the ends and elephant grass stalks. Therefore, feed enumeration is very necessary to minimize wasted feed. In addition to obstacles in the provision of feed, another obstacle faced by partners is the need for hygienic milk packaging. Thus, the milk chopper and packaging machine is a solution that is considered to be able to solve the problems faced by goat farming partners, namely Mr. Abu Daud in Bangun Sari Baru Village. Tanjung Morawa District. Deli Serdang Regency. Keywords: sheep livestock, animal feed, shredding machine. Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Bangun Sari Baru juga bekerja di sector peternakan seperti unggas, kambing, sapi/lembu Sebahagian peternak sapi dan kambing ada yang digembalakan secara bebas dan ada juga dipelihara dikandang. Adapun rincian mata pencaharian masyarakat di Desa Bangun Sari Baru dapat dilihat dari tabel 1 berikut ini: Desa Bangun Sari Baru merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tanjung Morawa yang mempunyai luas wilayah mencapai 653 Ha dengan jumlah penduduk Desa Bangun Sari Baru sebanyak 10. Jiwa. Desa Bangun Sari Baru berjarak kurang lebih 19,2 km dari kampus Politeknik Negeri Medan. Desa Bangun Sari Baru merupakan salah satu Desa dari 26 Desa/Kelurahan yang ada di kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Desa Bangun Sari Baru berada pada koordinat : 2A 57Ao Ae 3A 16Ao LU dan 98A 33Ao- 99A 27Ao BT, rata-rata suhu udara 28A - 36A celcius dengan bentuk wilayah mendatar dengan batasbatas sebagai berikut : Sebelah Utara Batang Kuis Tabel 1. Jumlah Penduduk menurut mata pencarian di Desa Bangun Sari Baru : Desa Sena Kec. Sebelah Timur : Desa Telaga Sari dan Desa Buntu Bedimbar. Jenis Mata Pencarian Jumla Buruh Pabrik Petani Peternak PNS/TNI/POLRI Wiraswasta Belum/Tidak bekerja Jumlah Total Dari table mata pencaharian diatas, diketahui bahwa sebahagian masyarakat di Desa Bangun Sari Baru banyak yang menjalankan usaha peternakan, khususnya ternak kambing. Beternak kambing merupakan suatu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di kabupaten Deli serdang umumnya dan di Desa Bangun Sari Baru pada khususnya. Beternak dibanding ternak jenis lainnya, karena kambing mudah untuk dipelihara, cepat berkembang biak, memiliki pasar yang selalu tersedia setiap saat dan memerlukan modal yang relatif sedikit bila dibandingkan ternak ruminansia yang lebih besar seperti sapi. Potensi kambing dan domba sebagai ternak potong kecil cepat berkembang biak, pertumbuhan dan produksi karkas tinggi bahkan kualitas daging berlemak Sebelah Selatan : Desa Bangun Sari dan Desa Limau Manis Sebelah Barat : Bangun dan Desa Amplas Kec Amplas. Vol. 8 No. November 2024 Sari Gambar 1. Lokasi Desa Bangun Sari Baru terhadap kampus Politeknik Negeri Medan Mata Pencarian yang paling banyak di Desa Bangun sari Baru . adalah pekerja buruh dan petani bunga dan pembibitan buah, karena Desa Bangun Sari Baru terdapat beberapa perusahaan yang bergerak dibidang industry seperti pabrik kayu dan pabrik makanan. Selain itu, beberapa diantara penduduk Desa Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) disukai konsumen serta mampu mentolerir serat kasar (Samputri & Rahman, 2. Vol. 8 No. November 2024 bergantung pada areal atau lahan-lahan kosong bekas perkebunan PTPN 2 yang hingga kini masih belum jelas Lahan-lahan kosong bekas perkebunan tersebut banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan sebahagian digarap oleh petani untuk menjadi lahan perkebunan mereka. Diketahui bahwa, kemampuan seekor ternak mengkonsumsi pakan tergantung pada hijauan, temperatur lingkungan, ukuran tubuh ternak dan keadaan fisiologi ternak. Konsumsi makanan akan bertambah jika aliran makanan cepat tercerna atau jika diberikan makanan yang berdaya cerna tinggi (Rudiah, 2. Produktivitas kambing sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber pakan hijauan yang berkualitas. Sifat selektif yang tinggi pada ternak kambing mendukung kemampuannya untuk hidup dan berkembang pada daerah marginal. Kambing dalam keadaan bebas . kemampuan untuk memilih pakan atau bagian tanaman yang lebih bergizi. (Susanti & Marhaeniyanto, 2. Kebutuhan pakan ternak hijauan seperti rumput dan legum merupakan pakan utama ternak ruminansia karena 70% pakan ternak ruminansia berupa hijauan (Tanuwiria. Yulianti, & Mayasari. Luasnya lahan bekas perkebunan PTPN 2 tersebut menjadikan potensi pakan untuk ternak kambing menjadi Untuk menyuplai pakan bagi ternak-ternak kambing tersebut, para peternak dapat mencari rumputrumput hijauan atau memanfaatkan sisa dari tanaman perkebunan mereka seperti daun singkong, batang jagung, dan tumbuhan hijau lainnya. Mitra Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada masyarakat ini adalah Bapak Abu Daud yang berprofesi sebagai peternak domba dan kambing Etawa di Desa Bangung Sari Baru. Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Saat ini, jumlah kambing yang dimiliki oleh Bapak Abu Daud adalah 12 ekor kambing biri-biri dan 10 ekor kambing Peternakan dipengaruhi oleh keberadaan pakan yang biasa diperoleh dari perkebunan di lingkungan sekitar yang semakin hari berkurang kapasitasnya karena alih fungsi lahan. Akan tetapi pemanfaatan pakan yang dilakukan belum dilakukan secara optimal, karena usaha ternak umumnya masih dikelola secara konvensional dan sebagai sampingan dalam pengelolaan lahan (Kabeakan. Alqamari, & Yusuf, 2. Gambar 2. Kambing ternak mitra dengan jenis Etawa dan kambing biribiri Selain usaha untuk membesarkan atau menggemukkan kambing, mitra juga memproduksi susu dari kambing. Dalam usia 1,5 tahun seekor kambing sudah dapat diperah susunya dan diolah (Saleh, 2. Produksi susu kambing PE (Peranakan Ettaw. 0,5-0,7 liter per ekor per hari dengan produksi tertinggi Para peternak di Desa Bangun Sari Baru dalam mencukupi kebutuhan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dicapai 0,9 liter (Setyaningsih. Budiarti, & Suprayogi, 2. Sedangkan untuk pedaging minimal usia 12 bulan sudah Menurut Wahyudi dkk. menjelaskan konsumen lebih menyukai daging ternak kambing yang belum terlalu tua karena kualitas dagingnya lebih baik dan lebih empuk. Pemotongan pada usia muda . -1,5 tahu. dikarenakan konsumen lebih menyukai daging kambing muda dan ditinjau dari segi ekonomis lebih menguntungkan bagi peternak yang juga bergerak dalam usaha pemotongan karena pada usia tersebut persentase dikonversikan secara optimal terhadap pendapatan peternak. Vol. 8 No. November 2024 dikarenakan makanan tersebut terlalu keras sehingga dibuang begitu saja. Sisa makanan ini diperkirakan terbuang sebanyak lebih kurang 30 kg Sementara untuk membantu peternak dalam memperoleh pakan hijauan, mitra mempekerjakan 2 orang karyawan dengan tugas untuk mencari pakan dan di beri upah perhari adalah Rp 30. 000,-. Selain itu, kendala lain yang dihadapi oleh peternak adalah pemasaran dari susu kambing etawa yang dihasilkan. Selama ini, susu kambing etawa dikemas dalam plasticplastik kemasan biasa sehingga kurang menarik konsumen. Setiap plastic kemasan tersebut di isi dengan 200 ml susu dan dijual dengan harga Rp. 500,-/kemasan. Dalam sehari susu yang diperoleh berkisar 3 - 7 liter susu. Mitra juga belum memahami konsep pemasaran usaha yang baik serta manajemen pembukuan usaha. Permasalahan Mitra Gambar 3. Susu perah dari Berdasarkan hasil wawancara dengan mitra seperti yang telah dipaparkan pada analisis situasi diatas, tampak bahwa mitra memiliki permasalahan yang berkaitan dengan pakan dalam menjalankan usaha peternakannya. Permasalahan tersebut adalah sebagai Gambar 4. Daun dan batang singkong sebagai makanan kambing Dari hasil survey yang dilakukan, diketahui mitra mengalami beberapa kendala dalam menjalankan peternakan kambing tersebut, yaitu masalah kebutuhan akan pakan ternak dan hasil susu yang dikemas secara sederhana. Selama ini, kambing diberikan pakan berupa rumput-rumputan hijau, daun singkong dan rumput gajah. Akan tetapi banyak sisa makan yang terbuang karena tidak dapat di konsumsi secara maksimal oleh hewan ternak seperti tangkai-tangkai singkong bagian ujung dan batang rumput gajah. Hal ini Bagaimana mengurangi sisa bahan pakan mengupayakan bahan pakan hijauan dapat dicampur dengan bahan pakan tambah lainnya dalam upaya mempercepat proses penggemukan kambing dan meningkatkan produksi susu kambing yang dipelihara oleh Selain itu, masalah kemasan susu kambing yang belum Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menarik tampilannya dan kurang wawasan dalam melakukan pembukuan usaha. Setelah diskusi Tim PKM bersama dengan mitra, akhirnya disepakati kualitas pakan dan memperbaiki kemasan susu yang dijadikan sebagai prioritas permasalahan yang harus diperbaiki dalam usulan PKM ini serta perlunya peningkatan wawasan dari mitra terkait manajemen pemasaran dan pembukuan usaha. Tangkai daun singkong dan juga batang muda rumput gajah atau jenis-jenis pakan lain yang tersisa dan terbuang tetapi sebenarnya masih layak untuk dijadikan pakan sebagai prioritas utama permasalahan yang akan diatasi, yaitu melalui cara pencacahan dengan menggunakan mesin pencacah pakan yang akan diterapkan oleh tim PKM ini. samping itu, memberikan peralatan penutup gelas plastik kemasan berupa pemanas untuk menutup gelas plastik susu yang akan dipasarkan. mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah metode pendidikan, pelatihan serta pendampingan. Secara rinci, kegiatan pengabdian ini akan dilakukan sesuai dengan tahapan pelaksanaan berikut ini. Pihak-pihak yang telibat dalam kegiatan pengabdian PKM. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat skema PKM, beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat terdiri atas dosen pengusul, mahasiswa, teknisi, dan mitra. Metode dan tahapan dalam penerapan teknologi tepat guna Identifikasi kebutuhan mitra. Rancang pencacah dan pengaduk pakan dan pemberian mesin kemasan cup sealer. Uji operasi alat yang telah Penyerahan alat, pelatihan pengoperasian dan perawatan. Penyerahan alat, pelatihan dan penggunaan mesin pencacah informasi terkait dengan proses kambing menggunakan cup Pelatihan dan pendampingan keuangan usaha bagi peternak peternakan tersebut. Adapun jumlah peserta yang dilatih dalam kegiatan ini adalah 5-7 Jika beberapa permasalahan ini dapat diatasi melalui pembuatan mesin pencacahan pakan dan mesin kemasan gelas plastic serta pelatihan pembukuan dan manajemen pemasaran, secara langsung kegiatan ini akan . memangkas pemborosan biaya pakan, . meningkatkan kuantitas serapan pakan oleh ternak, . meningkatkan keuntungan peternak METODE PELAKSANAAN Metode dilakukan bersama mitra Vol. 8 No. November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Secara pelaksanaan pengabdian PKM yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: tersebut dibawa ke tempat mitra guna melaksanakan pelatihan pengoperasian dan operator . inimal 2 oran. , mengoperasikan dan merawat mesin yang telah dibangun. Survei lapangan, bertemu dengan kelompok tani peternak Diskusi dengan mitra tentang masalah dan kendala yang langkah-langkah alternatip yang dapat dilakukan untuk pengembangan usaha peternakan, mitra bersedia menyediakan lahan tempat peralatan dari kegiatan PKM. Menghibahkan mesin kepada Mitra. Mesin tersebut diserahterimakan oleh Tim Pelaksana ke Mitra untuk digunakan. Melakukan kepada mitra selama kurang lebih satu bulan tentang penggunaan operasional mesin dan pencatatan data kebutuhan Penentuan kesimpulan bahwa optimalisasi pakan ternak diperlukan mekanisasi dalam sehingga dapat meringankan menghemat kebutuhan pakan ternak yang harus disediakan setiap harinya. Melakukan Penyuluhan tentang manajemen pemasaran dan pengelolaan keuangan dalam usaha ternak kambing dan pemasaran susu kambing. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat PKM ini memiliki dampak yang sangat baik bagi Beberapa tahapan yang dilalui dalam proses pelaksanaan pengabdian ini yaitu dimulai dari proses persiapan pengabdian. Pada tahapan ini, tim pelaksana merancang dan membuat mesin pencincang pakan ternak sebagai implementasi dari hasil survey yang telah dilakukan. Kapasitas olah mesin dibuat sebesar 75kg/jam. Dengan kapasitas tersebut diharapkan mampu menyuplai bahan makan untuk hewan ternak dari mitra pengabdian. Melakukan analisis kebutuhan mesin pencacah pakan sesuai digunakan oleh mitra. Penyiapan desain rekayasa mesin pencacah pakan ternak. Proses manufaktur mesin dan penyempurnaan mesin hingga siap beroperasi. Melakukan mengoperasikan mesin. Setelah mesin selesai dibangun dan diuji coba, maka mesin Setelah proses pembuatan dan pengujian mesin dilakukan, selanjutnya seluruh tim berkoordinasi untuk masyarakat PKM ini. Pada saat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pelaksanaan kegiatan pengabdian, mitra secara seksama mengikuti rangkaian kegiatan yang dilakukan, mulai dari proses instalasi, proses pengujian alat, penyuluhan perawatan dan perbaikan, serta arahan terkait dengan safety dan K3. Mitra dan tim melakukan diskusi tanya jawab dan interaksi berjalan cukup baik, hingga mitra benar-benar memahami cara kerja dan merawat mesin agar terus dapat beroperasi secara maksimal. Dari pengujian alat pencincang pakan ternak tersebut, didapatkan hasil cacahan yang sangat sesuai untuk pakan ternak. Batangbatang ubi yang semula terbuang karena tidak dapat tercincang, saat ini dapat tercincang dengan halus dan dapat dikonsumsi oleh ternak kambing Selain itu, saat ini mitra juga telah memesan kurang lebih 5 ekor kambing etawa lagi, sebagai tahapan Hal mengingat kapasitas olah mesin sudah lebih besar dari pengolahan secara konvensional atau manual. Selain itu, pemberian alat cup sealer kepada mitra memberi dampak terhadap kebersihan dan kehigienisan dari susu kambing yang dipasarkan. Pembukuan kas sederhana juga diterapkan kepada Hal ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada mitra terkait pembukuan keuangan usaha yang baik. Vol. 8 No. November 2024 batang-batang ubi dan batang-batang jagung sebagai sisa dari pemberian pakan ternak. Adapun dampak dari kegiatan pengabdian ini dapat dilihat pada table berikut ini: Tabel 1. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Setelah berlangsung, tim juga melakukan evaluasi dan monitoring untuk melihat dampak dari proses pengabdian yang telah dilakukan. Beberapa hari setelah proses pelaksanaan, tim melakukan komunikasi dan kunjungan ke lokasi Hasilnya diketahui bahwa hampir keseluruhan pakan dapat dikonsumsi oleh ternak mereka, sehingga tidak ada lagi tumpukan N Keterangan Seb Sesu PPT Perse Penin 1 Kapasitas olah pakan perhari . 2 Harga susu . Rp. Rp. 3 Waktu Pengerjaan 4 Jumlah ternak . 00,- 0,2 jam Gambar 5. Penyerahan Mesin Pencacah dan Mesin pengemas cup plastic kepada mitra KESIMPULAN Dari Pengabdian masyarakat dengan skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu berupa sebuah alat pencincang atau pencacah pakan ternak kapasitas 75 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kg/jam dan mesin kemasan plastik. Mitra juga diajarkan tentang bagaimana cara mengoperasikan dan melakukan perawatan mesin. Dengan adanya alat meningkatkan memproduksi pakan ternak lebih banyak dan lebih baik serta pengemasan yang menarik. Selain itu, keuangan sederhana, memberikan pengetahuan kepada mitra terkait pengelolaan keuangan usaha yang baik Vol. 8 No. November 2024 Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat. Setyaningsih. Budiarti. , & Suprayogi. Peran massage dan pakan terhadap produksi dan kadar lemak susu kambing peranakan Ettawa. Animal Agriculture Journal, 2. , 329-335. Susanti. , & Marhaeniyanto. Proporsi penggunaan berbagai jenis daun tanaman untuk pakan ternak kambing pada lokasi dan ketinggian berbeda di wilayah Malang Raya. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26. , 42-52. Tanuwiria. Yulianti. , & Mayasari. Potensi pakan asal limbah tanaman pangan dan daya dukungnya ruminansia di wilayah Sumedang (Agriculture by product as potential feed and its carrying capacity In Sumedan. Jurnal Ilmu Ternak, 6. , 112-120. Wahyudi. Ciptadi. , & Budiarto, . Studi Kasus Tingkat Pemotongan Kambing Berdasarkan Jenis Kelamin. Kelompok Umur Dan Bobot Karkas Di Tempat Pemotongan Hewan Kota Malang. TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production, 18. , 69-76. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis dengan penuh rasa syukur mengucapkan terima kasih atas dukungan finansial yang diberikan melalui dana DIPA Politeknik Negeri Medan tahun 2024 dengan nomor kontrak: B/155/PL5/PM. 01/2024 REFERENSI