Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 This is an open access article under the CCBYSA Naskah masuk Direvisi Diterima Diterbitkan 19-Pebruari-2025 08-Mei-2025 01-Juli-2025 25-Juni-2025 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Media Dakwah di Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan Kelompok Studi Ekonomi Islam Al-Musthofa Eny Latifah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia E-mail : enilathifah@iai-tabah. Suroso Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia E-mail : suroso. jos@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan media dakwah oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Al-Musthofa dalam menghadapi peluang dan tantangan di era disrupsi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini berfokus pada aktivitas KSEI AlMusthofa di Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ini memanfaatkan empat metode utama dakwah: ceramah, diskusi intelektual, publikasi ilmiah, dan keterlibatan langsung di masyarakat. Metodemetode ini menciptakan peluang peningkatan literasi ekonomi Islam, kolaborasi antarlembaga, dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Namun demikian, sejumlah tantangan juga dihadapi, seperti komitmen anggota yang rendah, keterbatasan regenerasi kader, dana yang terbatas, dan kurangnya dukungan Studi ini menekankan pentingnya inovasi strategis dan literasi digital dalam praktik dakwah Islam, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Kata Kunci : Media Dakwah. KSEI. Peluang. Tantangan. Disruption ABSTRACT: This study explores the utilization of da'wah media by the Al-Musthofa Islamic Economic Study Group (KSEI) in addressing opportunities and challenges in the era of disruption. Employing a qualitative descriptive method with a case study approach, the research focuses on the activities of KSEI Al-Musthofa at the Tarbiyatut Tholabah Islamic Institute. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the group employs four primary da'wah methods: public lectures. Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 intellectual discussions, scholarly publications, and direct community engagement. These approaches provide opportunities to enhance Islamic economic literacy, foster interinstitutional collaboration, and develop student leadership. However, several challenges also persist, including low member commitment, limited cadre regeneration, insufficient funding, and a lack of institutional support. This study highlights the importance of strategic innovation and digital literacy in the practice of Islamic da'wah, particularly within higher education contexts. Keywords : Da'wah Media. KSEI. Opportunities. Challenges. Disruption PENDAHULUAN Era disrupsi yang dipicu oleh perkembangan teknologi secara cepat telah mengubah berbagai sektor, termasuk pendidikan, keuangan, dan komunikasi Dakwah Islam yang selama ini disampaikan secara konvensional kini menghadapi peluang dan tantangan besar dalam beradaptasi dengan realitas digital dan global(Syakarna, 2. Diera ini juga ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dalam bidang dakwah. Hal ini menciptakan tuntutan dalam penguasaan atas tantangan yang akan dihadapi generasi bangsa untuk kedepanya dan harus memiliki jiwa masif bergerak dalam mengambil peluang yang ada di depan mata. Salah satu media komunikasi dalam melestarikan scientific atas pengetahuan ilmu sosial dalam ruang ekonomi Islam terkemas dalam KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Isla. yang ada di beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia. KSEI berada dibawah kordinasi Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI). Pentingnya media dakwah dalam konteks KSEI juga dapat dilihat dari peranannya dalam membangun kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang prinsipprinsip ekonomi Islam. Dengan memanfaatkan media digital. KSEI dapat menyebarluaskan informasi yang relevan dan edukatif, seperti artikel tentang keuangan syariah, investasi halal, dan etika bisnis dalam Islam. Hal ini sejalan dengan tujuan KSEI untuk meningkatkan literasi ekonomi Islam di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) adalah suatu organisasi kemahasiswaan yang mewadahi silaturahim antar mahasiswa penggerak ekonomi Islam yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di lebih dari Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 230 kampus se-Indonesia untuk melahirkan Ekonomi Rabbani yang dapat bersaing secara global. Hal ini merupakan bagian dari dakwah yang dilakukan dalam rangka mengembangkan keilmuan dan wawasan. Dakwah memiliki makna dalam estimologi arab daAoa, yadAou yang artinya mengajak, memanggil, seruan. Dan dalam terminologinya dakwah memiliki arti suatu ajakan atau seruan yang dilakukan seseoran dalam kebaikan . alan Alla. Upaya pendirian KSEI Al-Musthofa dalam lingkup kampus Institut Agama Islam diharapkan mampu memberikan nilai dakwah dalam pengembangan serta kebendaharaan referensi mahasiswa terkait keilmuan atau pengetahuan ekonomi Untuk metode dakwah, ada beberapa macamnya yaitu pertama metode ceramah (Dakwah Bil-Lisa. , yang kedua metode diskusi (Dakwah Bil-Mujadalla. , metode dakwah melalui karya tulisan (Dakwah Bil-Qalam / Dakwah Bil-Kitaba. , metode dakwah melalui perbuatan langsung yang dilakukan oleh da'i (Dakwah Bil-Ha. , metode dakwah yang dilakukan oleh da'i dengan melakukan terhadap mad'u . bjek dakwa. agar melakukan perintah Allah SWT atas kemauannya sendiri (Dakwah Bil-Hikma. (Sari & Hasmawati, 2. Berbagai macam metode dakwah yang diterapkan dalam KSEI Al-Musthofa mulai dari ceramah, diskusi, membuat karya tulis dan dakwah secara langsung kepada masyarakat sekitar demi syiar atas ekonomi rabbani untuk umat. Berbagai program yang ada dianggap sebagai peluang besar namun semakin berkembangnya era dengan segala kecanggihan Teknologi dan minimnya kaderisasi membuat perkembangan KSEI membutuhkan media dakwah yang tepat untuk dapat mamaksimalkan peluang yang ada. Karena semakin berkembang pasti akan mendapati tantangan dalam prosesnya. Dakwah merupakan sebuah transformasi sosial yang didasarkan kepada nilai-nilai normatif Islam yang miliki tujuan menciptakan suatu kondisi sosial dan individual yang serasi, selaras, dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. Dakwah normatif disini memiliki makna membawa kebaikan untuk umat baik di dunia 1 Dalinur M Nur . AuDakwah Teori. Definisi Dan Macamnya,Ay Wardah 12, no. 2, h. 135Ae41. Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 maupun dia akhirat. Perjalanan dalam syiar melalui media dakwah tidaklah mudah. Diperlukan upaya-upaya dalam memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi. Seperti(Haramain, 2. :upaya Pertama, menjadikan ajaran Islam sebagai sumber vitalitas peradaban. (Rubawati, 2. Kedua, membangun kerja sama yang harmonis antara Islam dengan Barat, terutama medianya. Ketiga, meningkatkan kemampuan umat Islam dalam penguasaan ilmu dan teknologi, khususnya komunikasi serta membangun kantor-kantor berita dunia. Keempat, institusi-institusi Islam dapat memainkan perannya dalam percaturan Kelima, kerjasama antarnegara Islam perlu ditingkatkan. Peluang dan tantangan dalam pengembangan media dakwah pastilah akan dihadapi Forum kajian yang ada pada KSEI Al-Musthofa di era disruption ini. Sehingga fokus masalah yang ada dalam penelitian ini adalah keinginan memaparkan peluang dan tantangan yang akan dihadapi KSEI Al-Musthofa dengan media dakwahnya di era disruption. METODE Metode Penelitian menggunakan pendekatan paradigma kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dimana penelitian diharapkan mengerucut pada satu obyek yang telah ditentukan untuk dikupas lebih dalam demi menyajikan data sesuai fakta(JamiAouswaniyah & Latifah, 2. Studi kasus dalam penelitian ini adalah KSEI Al-Musthofa IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder(Hasibuan et al. , 2. Dimana data primer didapat dari wawancara dengan berbagai pihak yang berkepentingan, observasi serta dokumentasi atas fokus permasalahan yang diangkat tentang obyek dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangannya di era disruption. Data sekunder tentunya dari buku referensi dan artikel-artikel dalam mendukung dan melengkapi scope pembahasan yang diangkat dalam penelitian ini. Beberapa informan penelitian yang diambil pendapatanya secara random Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 yaitu pendiri KSEI Al-Musthofa IAI Tarbiyatut Tholabah dalam hal ini Eny Latifah . Ketua KSEI yakni Rifki Danu Pratama dan beberapa pengurus lainya. Teknik analisis data yang dipergunakan dengan memadukan triangulasi data yang terdiri dari wawancara, dokumentasi dan observasi yang dipadukan dan dikaitkan untuk memberikan data dan informasi yang komplek sehingga dapat menjawab permasalahan yang ada. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana KSEI dapat memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi tantangan dalam penyebaran dakwah ekonomi Islam melalui media Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi KSEI dan organisasi lain yang memiliki tujuan serupa dalam memanfaatkan media dakwah secara efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah KSEI Al-Musthofa IAI Tarbiyatut Tholabah Berdirinya KSEI Al-Musthofa merupakan bentuk inisiatif yang dilakukan program studi ekonomi syariah agar mahasiswa dapat bergabung dan membuka wawasan dan pengalaman dalam bidang ekonomi syariah khususnya dan bidang keilmuan lainya. Tanggal 18 Mei 2022 di Kampus IAI Tarbiyatut Tholabah KSEI AlMusthofa resmi di deklarasikan berbaringan dengan kegiatan Diklat Ekonomi Syariah. Kegiatan dihadiri oleh Dekan FEBI periode 2020-2022 bapak Drs. Abdul Kholiq. Kom. I dan Ketua Prorgam Studi Ekonomi Syariah periode 2020-2022 Ibu Eny Latifah,S. Sy. ,M. Ak. Selain jajaran pimpinan hadir juga Ketua KSEI AlMusthofa yang ditunjuk langsung oleh Kaprodi yaitu ananda Rifqi Danu Pratama. Perjalanan KSEI Al-Musthofa tergolong sulit karena hanya memiliki beberapa partisipan dalam meraiakan kegiatan yang dilaksanakan khususnya kajian intelektual yang diharapkan dapat mengasah keilmuan dan ketangkasan mahasiswa dalam menghadapi persaingan ekonomi secara global untuk bisa tetap mengibarkan panji-panji syariah Islam. Perkembangan KSEI Al-Musthofa di tahun pertama dan kedua mampu memberikan perubahan atas tekad mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 serta menjalin persaudaraan dengan mahasiswa-mahasiswa dari kampus-kampus lain melalui kepengurusan di tingkat Regional maupun Nasional melalui Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI). Program-program yang telah dilaksanakan yaitu pertama. Diklat Ekonomi Islam: Kegiatan kaderisasi tingkat 1 dalam lingkup KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Isla. tiap kampus(Rifqi & Latifah, 2. Kedua. Sharia Economics Training: Kegiatan kaderisasi tingkat 2 dalam lingkup KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Isla. tiap kampus. Ketiga. Sharia Economics Training for Trainer: Kegiatan kaderisasi tingkat 3 dalam lingkup KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Isla. tiap kampus. Keempat. FoSSEI Development Training: Kegiatan kaderisasi tingkat 2 dalam lingkup FoSSEI di masing-masing regional. Kelima. FoSSEI Leadership Forum: Kegiatan kaderisasi tingkat 3 dalam lingkup FoSSEI di masing-masing Regional. Berbagai program yang ada dianggap sebagai peluang besar namun semakin berkembangnya era digital dengan segala kecanggihan Teknologi dan minimnya kaderisasi membuat perkembangan KSEI membutuhkan media dakwah yang tepat untuk dapat mamaksimalkan peluang yang ada. Karena semakin berkembang pasti akan mendapati tantangan dalam prosesnya. Hasil yang dapat dilihat atas berdirinya KSEI Al-Musthofa adalah mahasiswa ekonomi syariah dapat masuk dalam jajaran kepengurusan FoSSEI di Regional Jawa Timur di tahun 2023 yang diwakili ananda Rifqi Danu Pratama. Dan ananya Ismy Tsania menjadi pengurus di FoSSEI Nasional pada tahun 2022-2023. Hal ini menjadi bentuk upaya program studi ekonomi syariah untuk dapat menyediakan wadah bagi mahasiswa agar lebih meningkatkan kualitas keilmuan dan kuantitas Media Dakwah KSEI Al-Musthofa IAI Tarbiyatut Tholabah Dalam perjalanan dan perkembangan Kelompok Studi Ekonomi Islam memiliki bentuk dan kegiatan melalui media dakwah yang dilakukan. Berikut adalah Media Dakwah yang mampu diciptakan KSEI Al-Musthofa: Metode ceramah (Dakwah Bil-Lisa. Program kerja dalam KSEI Al-Musthofa menggunkan metode ceramah untuk Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 menyampaikan syiar atas keilmuan dan pengetahuan yang berkaitan dengan wawasan ilmu sosial . konomi syaria. atau ilmu pengetahuan lainya. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang efektif dalam penyampaian materi Konsep dalam metode ceramah yang dilakukan KSEI Al-Mustofa adalah dengan menunjuk pemateri dari para ahli yang dianggap mampu dan telah berpengalaman dalam keilmuan. Pengurus menunjuk Dosen yang ada di Kampus IAI Tarbiyatut Tholabah khususnya yang mengampu di program studi ekonomi syariah. Dan terkadang Dosen yang prodi lainya juga memberikan wawasan yang dimiliki untuk berbagai kepada ummat. Selain Dosen yang dapat memberikan kontribusi sebagai pemateri adalah senior atau para alumni yang sebelumnya telah aktif pada kepenguruan FoSSEI Nasional untuk sharing pengalaman serta pengetahuan kepada junior dan lainya dalam rana keilmuan yang telah dipelajari sebelumnya. Metode Diskusi (Dakwah Bil-Mujadalla. Implementasi Media Dakwah melalui ceramah memberikan implikasi bagi para peserta dan pemateri untuk dapat melaksanakan Metode diskusi dalam proses Kajian Intelektual yang ada. Setelah materi disampaikan maka tahap selanjutnya adalah diskusi dengan konsep tanya jawab, dimana pemateri yang akan bertindak sebagai responden untuk pertanyaan-pertanyaan yang diberikan para peserta Kajian intelektual. Dalam metode diskusi ini diharapkan dapat membangun generasi muda yang memiliki intelektual tinggi sebagai modal ilmu di era disruption ini. Karena sangat penting memiliki ilmu pengetahuan yang banyak dan mampu mengaplikasikanya untuk modal pengutan dan keberlanjutan di masa yang akan datang. Metode dakwah melalui karya tulisan (Dakwah Bil-Qalam / Dakwah Bil-Kitaba. Wujud aktualisasi atas pemahaman, ruang gerak serta memanfaatkan peluang . ebutan KSEI) menuangkannya dalam sebuat tulisan yang bernilai karya abadi. Mahasiswa Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 yang aktif dalam KSEI Al-Musthofa rata-rata telah memiliki tulisan terkait bidang keilmuan ekonomi syariah yang mereka terbitkan baik dalam jurnal nasional atau internasional. Mahasiswa sadar bahwa warisan terbaik bukanlah harta tapi karya. Kenapa demikian, harta memiliki keterbatasan dan kelak akan habis apabila telah dipakai atau konsumsi. Namun tidak dengan karya, semakian banyak karya yang kita ciptakan akan memberikan dampak bagi pembaca untuk memiliki pengetahuan lebih dari sebelumnya. Dan pemilik karya tentunya akan mendapatkan keistimewaan . ahala dan kebanggaa. Bahkan hal itu dapat dirasakan meskipun pemilik karya sudah meninggal dunia. Dari kajian intelektual KSEI Al-musthofa mahasiswa mendapatkan inspirasi menulis dan mengembangkan keilmuan dan terinspirasi untuk selalu berkarya dan bermanfaat untuk sesama. Metode dakwah melalui perbuatan langsung yang oleh da'i (Dakwah Bil-Ha. Media dakwah KSEI Al-Musthofa selain ceramah, diskusi dan menciptakan karya adalah memanfaatkan peluang menjadi daAoI secara langsung baik dengan mengikuti perlombaan secara online atau offline. Meski dalam kesempatan ini peserta atau pengurus KSEI belum pernah mendapatkan kejuaraan tetapi dapat menjadi bagian syiar menjadi hal yang membanggakan. Di beberapa praktek ekonom rabbani mampu menjadi penceramah dalam khutbah jumat dikala mereka mengikuti program Kuliah Kerja Nyata. Kesempatan dan peluang yang ada seringkali dimanfaatkan dalam media dakwah atas implementasinya menjadi bagian dari Kajian Intelektual yang diadakan oleh KSEI Al-Mustofa. Harapan besar untuk ekonom rabbani untuk dapat meningkatkan kepercayadirian dan kemampuan dalam menerapkan keilmuan ditengah-tengah masyarakat . Berbagai metode dakwah yang telah diterapkan ekonomi rabbani melalui Kajian Intelektual Kelompok Studi Ekonomi syariah memang tidak sesempurna seperti yang dilakukan penceramah dalam karya Hasmawati et,. al (Sari & Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 Hasmawati, 2. yaitu belum adanya kemauannya sendiri (Dakwah Bil-Hikma. karena merasa belum mampu dan masih harus banyak belajar dan mempersiapkan keberanian dan menegapkan kepala didepan umat lainya. Apapun itu kami memiliki keyakinan kelak mereka akan mampu menerapkanya dengan penuh kesadaran dan kemauan sendiri dalam hati dan bahkan bisa menjadi pendakwah Peluang dan Tantangan KSEI Al-Musthofa IAI Tarbiyatut Tholabah di Era Disruption Meskipun terdapat banyak peluang. KSEI juga dihadapkan pada berbagai tantangan dalam memanfaatkan media dakwah di era disrupsi. Salah satu tantangan utama adalah tingginya tingkat persaingan di dunia digital. Dengan banyaknya konten yang tersedia di internet. KSEI perlu berusaha keras agar pesan dakwah mereka dapat menonjol di antara berbagai informasi lainnya. Tantangan lainnya adalah risiko penyebaran informasi yang tidak akurat atau Di era digital, informasi dapat dengan mudah disebarkan, tetapi tidak semua informasi tersebut dapat dipercaya. KSEI harus memastikan bahwa setiap konten yang mereka buat berdasarkan pada sumber yang valid dan dapat Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas KSEI sebagai lembaga yang menyebarkan informasi tentang ekonomi Islam. Berjalannya suatu organisasi dalam berjalan baik apabila semua program atau metode yang dijalankan berjalan dengan baik. Metode ceramah (Dakwah Bil-Lisa. Peluang yang dapat diciptkan dengan metode ceramah dalam kajian intelek yang ada dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam Al-Musthofa adalah Pertama, memberikan ruang edukasi dan literasi untuk mahasiswa dan peserta kajian baik dari internal maupun eksternal KSEI. Kedua, memperluas wawasan dan pengetahuan terkait keilmuan ekonomi Islam bagi para pegiat atau peserta yang aktif mengikuti kajian baik secara daring maupun luring. Ketiga. Media ini memberikan peluang menambah relasi bagi KSEI Al-Musthofa kepada pihak-pihak pengisi kajian yang berasal dari eksternal KSEI. Keempat yaitu menambah peluang KSEI Al-musthofa dikenal dan terkenal baik melalui kajian Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 yang dilaksanakan dan kegiatan lainya. dan Kelima. Peningkatan skill publik speaking bagi mahasiswa dan pihak-pihak yang terkait yang memberikan perform dalam kajian intelektual yang dilaksanakan KSEI. Tantangan dalam media komunikasi dengan metode ceramah dalam penyampaian kajian intelektual yang dilakukan KSEI Al-Musthofa adalah kurangnya skill publik speaking yang ada untuk dapat mengembangkan keilmuan dengan olah kata dalam bahasa asing seperti bahasa inggris dan bahasa arab. Sehingga kedepanya tantangan penguasaan skill dalam bahasa perlu untuk ditingkatkan demi sukses menyampaikan kajian dengan metode Tantangan lain dalam metode ceramah untuk pengerak dan peserta kajian intelektual adalah ruang lingkup yang masih regional atau sampai nasional saja sehingga kedepanya harus mampu terjun dalam rana global sebagai bentuk upaya pengembangan ekonomi syariah di dunia. Metode Diskusi (Dakwah Bil-Mujadalla. Dalam metode diskusi sekiranya dapat memberikan peluang peningkatan skill dalam debat dan keberanian dalam mengungkapkan pemikiran dan solusi terkait topik yang diangkat dalam kajian yang dilaksanakan. Diskusi sebagai media dakwah dalam kajian intelektual dapat memberikan penambahan kebendaraan referensi atas permasalahan yang tidak dijelaskan lebih luas dalam ruang perkuliahan. Selain itu diskusi akan memberikan peluang pengalaman, mempererat hubungan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi konflik dan yang terpenting adalah pembentukan karakter. Tantangan yang dihadapi KSEI Al-Musthofa dengan metode diskusi adalah keberadaan teknologi membuat peran diskusi harus masif dan lebih kritis yang tidak bisa dibatasi ruang atau waktu. Namun hal ini haruslah diimbangi dengan kemampuan dalam penguasaan teknik dan penggunaan teknologi yang semakin canggih. Tantangan lainya yaitu minimnya literasi dalam keilmuan ekonomi syariah sehingga perlu adanya kajian yang tidak hanya sebatas lingkup nasional saja tetapi literasi yang menyampaikan wacana atau Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 tema global demi memberikan pengetahuan luas dan kompleks. Metode Dakwah melalui karya tulisan (Dakwah Bil-Qalam / Dakwah Bil-Kitaba. Di era diruption sangat penting untuk menciptkan peluang melalui karya tulis yang terpublikasi. Kajian intelektual yang dilaksanakan KSEI Al-Musthofa seringkali memberikan refleksi keilmuan bagi mahasiswa khususnya dalam penugasan karya tulis baik berupa buku, artikel, opini, puisi atau lainya. Secara tidak langsung mahasiswa memiliki peran penting dalam optimalisasi bagi penulis atau penelitian yang telah dipublikasikan sebagai jejak digital atas hasil pemikiran dan upaya dalam menorehkan karya untuk diabadikan. Semangat ini tentunya dilakukan dengan menciptakan peluang yang datang di depanya untuk menambah karya digital, selain itu mahasiswa mendapatkan supplay atas prestasi non-akademik yang nantinya akan mereka jadikan kredit dalam penilaian SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijaza. Apapun peluang diharapkan mampu meningkatkan karya dan meningkatkan kreatifitas dalam menulis bagi mahasiswa atau pihak-pihak lainya yang terkait dalam kajian intelektual KSEI Al-Musthofa. Tuntunan publikasi global seperti scopus menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dikejar dan diwujudkan melalui metode dakwah dengan karya tulis ilmiah yang beberapa didapatkan dari perolehan mengikuti kajian intelektual yang dilaksanakan KSEI Al-Musthofa. Pesaing yang ada dalam cipta karya tulis ilmiah tidak hanya para pelaku ekonom rabbani yang ada dalam rana nasional tetapi internasional. Tantangan atas kualitas dari skill dalam menciptakan karya tulis ilmiah yang masih harus terus dilatih dan dikemgangkan sehingga dapat mencapai tuntutan pasar global untuk layak dipublikasikan di rana global. Metode Dakwah melalui perbuatan langsung yang oleh da'i (Dakwah Bil-Ha. Peluang yang dapat diwujudkan melalui kajian intelektual dengan metode dakwah yaitu mendapatkan kesempatan dalam merefleksikan sekaligus praktek untuk menyampaikan syiar keilmuan kepada sesama. Peluang untuk Eny Lathifah. Suroso Media Dakwah di Era Disrupsi Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 1 Tahun 2025 meningkatkan kualitas diri dan akhlak sesuai dengan keilmuan yang telah disampaikan dalam kajian intelektual. Dan yang terpenting adalah mengambil kesempatan untuk dapat berperan menjadi insan yang bermanfaat untuk sesama dengan syiar keilmuan melalui dakwah yang dilakukan dalam kajian Tantangan yang dapat dilihat dengan metode perbuatan langsung disini adalah informasi dan pendanaan yang tergolong minim sehingga pelaku kajian Intelektual terbatas ruang dan geraknya dan sulit mengembangkan karena kurangnya support dana dan informasi. Sehingga sulitnya mengembangkan sayap dirana global untuk dapat diimplementasikan masih tergolong sulit. Tantangan lainya yaitu kurang adanya support dalam dampingan untuk dapat aksi dan mengembangkan di rana global membuat perkembangan kajian intelektual masih baru sebatas lingkup nasional saja. KESIMPULAN KSEI Al-Musthofa menunjukkan peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam wacana ekonomi kontemporer. Strategi dakwah yang keterlibatan sosial, dan inovasi organisasi. Namun demikian, keberlanjutan organisasi sangat tergantung pada dukungan institusi, stabilitas pendanaan, dan peningkatan literasi digital di kalangan anggotanya. Penelitian mendatang disarankan untuk melakukan studi komparatif lintas kampus guna mengidentifikasi praktik terbaik dalam dakwah ekonomi Islam mahasiswa, serta memperluas jejaring global untuk memperkuat peran strategis KSEI di tingkat internasional. DAFTAR PUSTAKA