Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Pendampingan Guru dan Orang Tua PAUD Manbaul Huda dalam Membangun Iklim Membaca Anak Usia Dini Evi Maulidah IAI Al-Qodiri Jember Artikel Info ABSTRAK Genesis Artikel: Latar Belakang: Berdasarkan data PISA 2018, posisi literasi siswa Indonesia masih berada di 10 terbawah dari 79 negara. Hal ini mencerminkan adanya krisis serius yang memerlukan intervensi sejak usia Tujuan: Tujuan dari pengabdian ini yaitu meningkatkan sinergi antara guru dan orang tua dalam membangun iklim membaca yang kondusif guna meningkatkan literasi anak sejak dini. Metode: Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Hasil: Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterlibatan orang tua dan guru dalam menciptakan iklim membaca anak. Kesimpulan: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara orang tua dan guru dapat meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini. Dikirim, 19 November 2024 Diterima, 7 Desember 2024 Diterbitkan, 25 Desember 2024 Kata Kunci: Literasi Minat Baca PAUD ABSTRACT Keywords: Literacy Reading Interest Early Childhood Background: Based on PISA 2018 data, the literacy position of Indonesian students is still in the bottom 10 out of 79 countries. This reflects a serious crisis that requires intervention from an early age. Objective: The purpose of this service is to increase the synergy between teachers and parents in building a conducive reading climate to improve children's literacy from an early age. Method: The method used in this service is Asset-Based Community Development (ABCD). Results: The results of this service show a significant increase in the involvement of parents and teachers in creating a reading climate for children. Conclusion: Thus, it can be concluded that collaboration between parents and teachers can improve early childhood literacy skills. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Evi Maulidah. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. IAI Al-Qodiri Jember. Email: evi. maulidah@yahoo. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Permasalahan literasi anak usia dini di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data dari Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2018, tingkat literasi siswa Indonesia menduduki posisi 10 terbawah dari 79 negara yang berpartisipasi (NurAoAini dkk, 2. Rendahnya kemampuan literasi ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca pada anak-anak sejak usia dini masih belum optimal. Literasi pada anak usia dini merupakan fondasi krusial bagi perkembangan kognitif mereka di masa depan, terutama dalam mempersiapkan mereka menghadapi pendidikan formal. Pendampingan dari orang tua dan guru di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi permasalahan ini. Fakta lain dari data OECD menunjukkan bahwa sekitar 3,5% dari anak-anak berusia 15 tahun rentan terhadap rendahnya keterampilan literasi. Hal ini disebabkan karena orang tua yang bertanggung jawab memiliki keterampilan literasi yang rendah (Jonas. , & Thorn. Padahal, motivasi dari keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan literasi anak. Peran aktif keluarga sangat diperlukan sebagai pengganti peran guru di sekolah ( Rusli. , & Hidayah. , 2. Guru sebagai fasilitator di sekolah sangat potensial dalam mengembangkan kemapuan literasi anak, yakni dengan menciptakan interaksi yang kaya dengan bahasa dan teks, baik melalui percakapan sehari-hari maupun aktivitas yang dirancang khusus untuk mendukung perkembangan literasi (Salsa , 2. Melalui pengoptimalisasian kesadaran tersebut, guru berpotensi menjadi motor penggerak dalam membangun fondasi yang kuat bagi kemampuan literasi anak. Apabila peran guru dan orang tua bersinergis secara maksimal dalam upaya membangun kemampuan literasi anak, maka tentu anak-anak dapat segera keluar dari situasi krisis literasi ini. Pendekatan yang digunakan dalam program pendampingan ini adalah berbasis masalah, di mana permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat literasi dan minimnya dukungan keluarga dalam membentuk kebiasaan membaca di Di sisi lain, pendekatan berbasis aset juga diterapkan dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh komunitas PAUD Manbaul Huda, termasuk ketersediaan sumber daya guru yang bersemangat dan antusias dalam menerima pelatihan, serta lingkungan sekolah yang mendukung. Pemetaan masalah dalam komunitas PAUD Manbaul Huda menunjukkan beberapa faktor penyebab utama rendahnya literasi anak usia dini, di antaranya keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang sesuai untuk anak-anak, kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya literasi sejak dini, serta metode pengajaran yang masih didominasi oleh pendekatan yang kurang interaktif. Sedangkan dari sisi aset. PAUD Manbaul Huda memiliki guru-guru yang cukup berpengalaman dan memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah. Dari aset yang dimiliki oleh PAUD Manbaul Huda, sangat potensial sekali untuk dilaksanakan perberdayaan dalam upaya meningkatkan literasi anak. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Berbagai penelitian yang berkaitan dengan upaya peningkatan literasi anak, diantaranya dilakukan oleh Retno Fuji Oktaviani tentang Edukasi Menumbuhkan Literasi Finansial Pada Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19 (Oktaviani, dkk. , 2. Dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang literasi keuangan sederhana bagi anak usia dini sehingga mampu membantu dirinya membuat keputusan keuangan yang tepat di masa yang akan datang khususnya dalam masa pandemi COVID-19. Penelitian lainnya dilakukan oleh Hajerah tentang pelatihan pembuatan media pembelajaran loose parts untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini di taman kanak-kanak. Penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengembangkan potensi anak untuk mengatualisasikan dirinya melalui penggunaan media pembelajaran loose parts pada satuan pendidikan khususnya di Taman Kanak-Kanak (Hajerah dkk. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kiling tentang pelatihan penulisan buku cerita bergambar untuk meningkatkan literasi anak di Kabupaten Sabu Raijua, bertujuan untuk membangun kesadaran mengenai literasi kepada guru-guru di PKG Hawu Timu dan PAUD Lobohede Cerdas Hawu Mehara Mitra serta meningkatkan keterampilan mereka dalam hal menulis cerita sendiri dan perbaikan pojok baca sebagai media literasi di sekolah . iling dkk. , 2. Dari beberapa penelitan di atas belum ada yang menekankan kolaborasi dan sinergitas antara guru dan orang tua dalam meningkatkan literasi anak usia dini. Ketiganya berfokus pada pemberdayaan terhadap guru dan anak. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengisi kekosongan literatur dengan mengeksplorasi secara mendalam pendekatan kolaboratif antara guru dan orang tua. Program pengabdian ini bertujuan untuk membantu pihak sekolah dalam memberikan intervensi yang tepat untuk meningkatkan keterampilan literasi anak usia dini, yaitu dengan membangun sinergi antara orang tua dan guru dalam membangun iklim membaca. Lebih lanjut, program ini juga membantu orang tua dalam proses pembelajaran di rumah agar guru maupun orang tua semakin melek literasi. Jika program pengabdian ini berjalan dengan baik, maka PAUD Manbaul Huda akan mampu menjadi contoh bagi lembaga-lembaga PAUD lainnya dalam membangun iklim membaca yang kuat sejak dini. METODE PENGABDIAN Metode Pengabdian Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dipilih sebagai metodologi dalam kegiatan pengabdian "Pendampingan Guru dan Orang Tua PAUD Manbaul Huda dalam Membangun Iklim Membaca Anak Usia Dini" karena pendekatan ini menekankan pada pengembangan komunitas berdasarkan kekuatan dan aset yang dimiliki oleh komunitas itu sendiri (Sutini, dkk. , 2. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Tahapan Metodologi ABCD Di dalam metode ABCD ada beberapa langkah aplikatif yang akan digunakan yaitu terdiri dari siklus 5-D . iscovery, dream, design, define-destin. Langkah-langkah tersebut diilustrasikan pada gambar 1 berikut : Gambar 1. Langkah-langkah metode ABCD Adapun maksud dari diagram di atas akan dijelaskan sebagaimana berikut. Pertama, discovery . Proses penemuan mendalam ini berjalan optimal karena adanya upaya pencarian dan pengidentifikasian asset-asset yang dimiliki oleh komunitas. Agar Langkah ini berjalan dengan baik, maka ada enam instrument yang digunakan oleh tim pengabdian yaitu silaturrahim berbasis inkuiri, pemetaan komunitas, asosiasi dan kelembagaan, keterampilan inventarisasi individu, leaky bucket dan low hanging fruit (Anam, 2021 :12-. Instrumen-instrumen tersebut menghasilkan proses pemetaan/mapping asset yang akan dikembangkan dan membantu untuk pencapaian tujuan atau mimpi yang diinginkan oleh lembaga. Penyusunan dan penerapan instrumen dilakukan oleh Lembaga dan didampingi oleh tim pengabdian. Kedua, dream . Setelah melakukan proses discovery, langkah selanjutnya adalah penyusunan impian yang inginkan oleh PAUD Manbaul Huda. Perumusan impian ini dilakukan oleh Lembaga dan didampingi oleh tim pengabdian. Ketiga, design . Proses design berkaitan dengan penentuan strategi pendampingan yang akan digunakan. Proses pelaksanaan pendampingannya, pembagian peran dan tanggung jawab, pembuatan keputusan dan kolaborasi untuk mensupport tercapainya impian/ tujuan yang diinginkan. Proses design ini dilakukan oleh Lembaga dan didampingi oleh tim pengabdian. Keempat dan Kelima, define dan destiny . enentuan dan pelaksanaa. Proses terakhir ini merupakan proses untuk menjalankan berbagai design yang sudah direncanakan sendiri oleh Lembaga dan tim pengabdian. Di dalam proses ini terdapat kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian. Selain proses kegiatan pendampingan ada juga proses control, evaluasi dan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. refleksi untuk mewujudkan efektifitas, optimalisasi dan pengembangan di Lembaga PAUD Manbaul Huda. HASIL DAN ANALISIS Hasil Pengabdian Pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Pendampingan Guru dan Orang Tua PAUD Manbaul Huda dalam Membangun Iklim Membaca Anak Usia Dini" ini berlangsung dinamis. Adapun hasil temuan PKM ini adalah terbentuknya sinergitas antara orang tua dan guru dalam membangun iklim membaca anak yang kondusif. Sinergitas dalam membentuk iklim yang baik tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini, khususnya di PAUD Manbaul Huda. Dinamika Proses Pengabdian Tahap pertama dalam proses pengabdian ini adalah Discovery, di mana tim pengabdian melakukan pemetaan aset dengan melibatkan guru, orang tua, dan tokoh masyarakat. Dalam kegiatan ini, ditemukan bahwa PAUD Manbaul Huda memiliki guru-guru yang berkomitmen tinggi serta orang tua yang cukup aktif dalam kegiatan sekolah. Selain itu, terdapat fasilitas ruang kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hasil dari pemetaan ini menjadi dasar untuk merancang program-program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan komunitas. Setelah identifikasi aset, tahapan Dream dilakukan melalui serangkaian diskusi dan pertemuan yang melibatkan seluruh stakeholder. Pada tahap ini, visi bersama untuk membangun sinergi dan kolaborasi antara orang tua dan guru dalam menciptakan lingkungan yang mendukung literasi di kalangan anak usia dini mulai dirumuskan. Visi tersebut mencakup keinginan untuk menjadikan PAUD Manbaul Huda sebagai Lembaga yang mampu membangun iklim membaca anak usia dini dan melek Pada tahap Design, tim pengabdian mulai merancang program-program spesifik untuk mencapai visi tersebut. Salah satu program utama adalah pelatihan bagi guru tentang metode membaca kreatif. Pelatihan ini melibatkan sesi-sesi praktis di mana guru diajarkan bagaimana menciptakan suasana membaca yang menarik. Selain itu, diadakan seminar parenting bagi orang tua untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan literasi di rumah. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini. Untuk menunjang programprogram tersebut. Tim pengabdian bersama dengan komunitas membangun AuPojok BacaAy di ruang kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini bertujuan untuk menciptakan inisiasi anak untuk membaca karena tersedianya tempat dan buku-buku menarik yang mudah dijangkau. Tahapan Define - Destiny berfokus pada implementasi program dan monitoring hasilnya. Dalam implementasi program-program seperti pelatihan, seminar dan pengadaan pojok baca, tidak hanya berhasil membangun iklim membaca anak-anak, akan tetapi yang lebih penting adalah juga membangun kesadaran orang tua untuk turut andil mengambil peran bersama guru dalam upayanya meningkatkan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. motivasi dan kebiasaan membaca anak. Secara lebih jauh, program ini memberikan perubahan nyata dalam perilaku orang tua, yang kini lebih proaktif dalam menyediakan waktu untuk membaca bersama anak-anak di rumah . ambar 2-. Gambar 2. Seminar dan Pelatihan Untuk Guru dan Orang Tua Gambar 3. Pengadaan Pojok Baca Indikator Perubahan Sosial Selama proses pengabdian, terjadi beberapa perubahan sosial yang signifikan. Pertama, perubahan perilaku yang terlihat dari peningkatan partisipasi orang tua, khususnya yang berkaitan dengan literasi. Orang tua yang sebelumnya pasif, kini lebih terlibat dalam program-program sekolah dan bahkan menginisiasi kegiatan literasi di lingkungan rumah masing-masing. Kedua, terjadi peningkatan kesadaran terhadap pentingnya literasi sebagai bagian dari perkembangan anak yang tidak boleh Guru mengupayakan beragam aktivitas membaca sebagai bagian dari pembiasaan literasi. Ketiga, terciptanya iklim membaca pada lingkungan belajar PAUD Manbaul Huda. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Rangkuman Hasil Pengabdian Tabel 1. Hasil Pengabdian Aspek Perubahan Perilaku Kesadaran Baru Implementasi Program Optimalisasi Aset Hasil Peningkatan partisipasi orang tua dalam hal literasi, ragam aktivitas membaca yang upayakan oleh guru, dan terciptanya iklim membaca anak. Meningkatnya kesadaran komunitas tentang pentingnya literasi dalam perkembangan anak usia Pelatihan pada guru, seminar parenting untuk orang tua, dan pengadaan Pojok Baca. Pengadaan Pojok Baca pada ruang kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pada tabel di atas dapat dilihat rangkuman hasil penelitian ini ditinjau dari beberapa aspek. Pertama, hasil pengabdian ini memberikan beberapa perubahan perilaku yakni, adanya peningkatan partisipasi orang tua dalam hal literasi, ragam aktivitas membaca yang upayakan oleh guru, dan terciptanya iklim membaca anak di PAUD Manbaul Huda. Kedua, pengabdian ini memberikan kesadaran baru kepada komunitas akan pentingnya literasi dalam perkembangan anak usia dini. Ketiga. Pengabdian ini dilaksanakan melalui implementasi program pelatihan dan seminar parenting bagi guru dan orang tua, serta pengadaan pojok baca sebagai fasilitas membaca anak. Keempat, memanfaatkan ruang kosong secara maksimal dengan dibangunnya pojok baca. Diskusi Hasil Pengabdian Diskusi hasil dari pengabdian masyarakat dengan judul "Pendampingan Guru dan Orang Tua PAUD Manbaul Huda dalam Membangun Iklim Membaca Anak Usia Dini" mencerminkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam mengatasi permasalahan literasi di lingkungan pendidikan anak usia dini. Pengabdian ini tidak hanya menghasilkan perubahan pada aspek teknis pendidikan tetapi juga menunjukkan adanya transformasi Pendidikan yang lebih berkualitas. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini, yaitu Asset-Based Community Development (ABCD), terbukti efektif dalam memberdayakan komunitas dengan memanfaatkan aset yang sudah ada. Prinsip utama dari ABCD adalah fokus pada kekuatan dan potensi komunitas, bukan pada kekurangannya. Hal ini sesuai dengan pandangan Sutini dkk. penerapan ABCD bukan hanya tentang mengidentifikasi aset, tetapi juga melibatkan partisipasi kolaboratif. Dalam kasus PAUD Manbaul Huda, aset-aset tersebut meliputi keterlibatan aktif guru, partisipasi orang tua, dan fasilitas ruang yang sebelumnya kurang Selama proses pengabdian, salah satu perubahan yang paling menonjol adalah perubahan perilaku orang tua yang lebih terlibat dalam kegiatan literasi. Sebelumnya, banyak orang tua cenderung pasif dalam mendukung kegiatan membaca anak di rumah. Namun, melalui seminar parenting dan pelatihan yang diberikan, orang tua mulai memahami bahwa keterlibatan mereka adalah faktor kunci dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Hal ini dibenarkan oleh atwell . bahwa ketika orang tua Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. secara aktif terlibat dalam membaca dan berbagi pengalaman tentang buku, orang tua akan menjadi model yang kuat bagi anak-anak. Anak-anak cenderung meniru perilaku yang orang tua tampilkan, dan ketika anak melihat bahwa membaca adalah kegiatan yang dihargai dan menyenangkan, anak akan lebih termotivasi untuk mengembangkan kebiasaan membaca secara mandiri. Dengan demikian, peningkatan partisipasi orang tua yang diamati selama pengabdian ini merupakan refleksi dari penerapan teori keterlibatan keluarga dalam konteks pendidikan anak usia dini. Selain itu, kesadaran baru yang muncul dalam komunitas mengenai pentingnya literasi juga sejalan dengan konsep kesadaran kritis yang dikemukakan oleh Paulo Freire . Freire berargumen bahwa kesadaran kritis adalah proses di mana individu mulai memahami kondisi sosial mereka dan kemudian mengambil tindakan untuk mengubahnya. Dalam konteks pengabdian ini, komunitas PAUD Manbaul Huda tidak hanya menyadari pentingnya literasi, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka. Kesadaran ini terlihat dalam peningkatan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan literasi serta inisiatif baru seperti berdirinya "Pojok Baca" yang melibatkan seluruh komunitas. Dari perspektif praktis, implementasi program-program seperti pelatihan guru dan seminar parenting orang tua menunjukkan bahwa pendekatan praktis dan berkelanjutan adalah kunci dalam mengembangkan iklim membaca di sekolah. Pelatihan yang diberikan kepada guru tidak hanya meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar tetapi juga memberikan wawasan baru yang dapat diimplementasikan secara kreatif dalam proses belajar mengajar. Hal ini mendukung pandangan Mulyasa . yang menyatakan bahwa pengembangan profesional guru yang berkelanjutan adalah salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Secara lebih tegas, hasil pengabdian ini adalah sinergitas antara guru dan orang tua dalam menciptakan iklim membaca yang kondusif bagi anak usia dini. Kerjasama yang terbentuk dari keduanya dapat memberikan dampak yang signifikan terutama bagi perkembangan literasi anak. Hal ini didukung oleh teori Bronfenbrenner tentang Ecological Systems Theory, yang menyatakan bahwa lingkungan mikro . memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan individu. Lingkungan mikro yang dimaksud seperti keluarga, teman sebaya, sekolah, atau tempat kerja. Lingkungan ini memberikan pengalaman langsung yang sangat penting untuk perkembangan psikologis dan perubahan perilaku seseorang (Crawford. , 2. Maka, dalam konteks ini, kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menciptakan ekosistem yang mendukung akan memotivasi anak untuk senantiasa melaksanakan aktivitas membaca dan berliterasi. Namun, meskipun hasil pengabdian ini menunjukkan banyak hal positif, sebagai evaluasi ada beberapa tantangan yang perlu dicatat. Salah satunya adalah keberlanjutan program setelah intervensi dari tim pengabdian selesai. Oleh karena itu, penting bagi komunitas PAUD Manbaul Huda untuk terus mengembangkan dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua agar program-program literasi dapat berjalan secara mandiri di masa depan. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. KESIMPULAN Program Pengabdian kepada Masyarakat bertema "Pendampingan Guru dan Orang Tua PAUD Manbaul Huda dalam Membangun Iklim Membaca Anak Usia Dini" berhasil menciptakan sinergitas antara guru dan orang tua dalam membangun ekosistem literasi yang kondusif. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), kegiatan ini mengoptimalkan potensi komunitas seperti keterlibatan aktif guru dan orang tua serta memanfaatkan ruang kosong untuk dijadikan Pojok Baca. Program-program seperti pelatihan guru, seminar parenting, mendorong peningkatan kesadaran keduanya tentang pentingnya membangun kebiasaan membaca pada anak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kerjasama antara orang tua dan guru berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi pada anak usia dini. Selanjutnya. PKM dapat dikembangkan melalui penguatan kolaborasi dengan pihak lain. Untuk mendukung keberlanjutan program, pengembangan kemitraan dengan lembaga lain seperti perpustakaan daerah, organisasi non-pemerintah yang fokus pada literasi anak, serta pihak swasta yang peduli terhadap pendidikan anak usia dini sangat diperlukan. Dengan adanya kolaborasi ini, sumber daya dan jaringan yang lebih luas dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar bagi anakanak serta memperluas dampak program. REFERENSI