Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 PENGARUH INSFRASTUKTUR SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Anisatul Hidayah1. Syahrul Ramadhan2 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta Email: 22204081021@student. uin-suka. id, syahrul. ramadhan@uin-suka. Abstrak The study aims to analyze the influence of school infrastructure on studentsAo academic The issue of education quality involves many factors, one of which is the lack of adequate school infrastructure to achieve the goals of the learning process. The research employed a quantitative method using a linear regression model with the help of JASP (JeffreyAo s Amazing Statistics Progra. The data were obtained from the 2018 PISA (Programme for International Student Assessmen. results, focusing on the relationship between inadequate school infrastructure and studentsAo learning outcomes. The findings of the study indicate that school infrastructure has an effect on academic achievement in the 2018 PISA (Programme for International Student Assessmen. It was concluded that there is a positive and significant influence between school infrastructure and studentsAo academic achievement, thus the alternative hypothesis (H. is accepted. In this context, school infrastructure serves as a facility that directly supports the educational process in achieving its goals. The completeness of facilities in a school supports the learning process, enabling students to optimize their thinking abilities, which in turn positively impacts their academic achievement. Kata Kunci: School Infrastructure. JASP. PISA. Learning Achievement. Elementary School. PENDAHULUAN Permasalahan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia, seperti dikatakan Asisten Direktur Jenderal Pendidikan United Nations Educational. Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Qiang Tang, pada peluncuran Global Education Monitoring (GEM) bahwa Aukesenjangan kualitas pendidikan masih menjadi kendala bagi banyak negara, khususnya IndonesiaAy (Matondang, 2. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana agar semua anak dapat bersekolah mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Jika dilihat dari tabel Indeks Pembangunan Pendidikan (Education Development Inde. Indonesia berada di peringkat ke-5 setelah Thailand dengan Index 0,603 menempati peringkat ke-108 dunia (Irmayani et al. , 2. Ketersediaan modal khusus merupakan salah satu faktor kunci untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di dunia. Akses ke pendidikan berkualitas untuk semua adalah langkah pertama dalam proses ini (Shirrell & Spillane, 2. Dengan jumlah penduduk muda yang begitu tinggi, masalah pendidikan menjadi hal Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 yang sangat penting bagi pembangunan negara (Ibanez et al. , 2. Korelasi sistematis antara struktur kolegial yang mendukung untuk perencanaan dan persiapan serta pengesahan guru atas pengajaran dan kondisi kerja mereka (Hidayatullah et al. , 2019. Nordgren et al. , 2. Hal ini juga dilakukan oleh PISA . he programme for international student assessmen. yang merupakan program mengukur prestasi untuk anak usia 15 Tahun. Penilaian dilakukan PISA dilakukan pada 3 tahun sekali yang berfokus di Pendidikan dari suatu negara. Adapun negara yang berpartisipasi pada penilaian PISA tersebut berawal dari tahun 2000 terus bertambah, tercatat sampai 2018 berawal 41 menjadi 79 negara sebagai partisipan penilaian PISA di bawah Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Penilaian PISA dijadikan untuk referensi acuan serta evaluasi pada kualitas dari pendidikan negara yang ikut berpartisipasi PISA. Indonesia turut serta partisipasi dalam program penilaian PISA untuk usaha serta ikhtiar guna menerawang sejauh apa program pendidikan membantu siswa mempunyai kemampuan sesuai standar masyarakat internasional, bukan hanya itu tetapi juga pembanding dari program Pendidikan Indonesia dengan berbagai negara di dunia yang turut serta pada penilaian tersebut (Hewi & Shaleh, 2. Satu di antara yang menjadi tolak ukur dari rendahnya mutu Pendidikan adalah prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan suatu capaian yang diperoleh siswa dalam kegiatan belajar baik berbentuk nilai atau angka yang diperoleh dari evaluasi (Winatha & Setiawan, 2. Dikatakan bahwa prestasi belajar berasal dari hasil belajar siswa atau untuk mengukur pencapaian (Goksun & Gursoy, 2. Hasil belajar merupakan hasil belajar dari suatu individu berinteraksi baik secara positif dan aktif dengan lingkungannya (Nasution, 2. Sedangkan pendapat lain hasil belajar merupakan jika seseorang sudah belajar terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut (Hamalik. Hal ini sejalan menurut Purwanto yang dikutip oleh Metta Ariyanto menyatakan bahwa hasil belajar merupakan capaian tujuan pendidikan peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran, hasil belajar juga diartikan perubahan yang terjadi dikarenakan perubahan sikap dan tingkah lakunya (Ariyanto, 2. Adapun penilaian pada proses pembelajaran merupakan satu diantaranya tugas guru hal ini juga terdapat di dalam 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) (Nanang & Rusman, 2. Sehingga disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil yang diberikan pada siswa berupa penilaian setelah mengikuti pembelajaran dengan menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan diri siswa ditandai adanya perubahan tingkah laku. Banyak faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia seperti terbatasnya akses pendidikan, jumlah guru yang tidak merata, dan kualitas guru yang dinilai masih kurang serta sarana dan prasarana pendidikan. Banyak sekali permasalahan mutu yang dihadapi dalam dunia pendidikan, mulai dari mutu lulusan, pengajaran, bimbingan dan pelatihan guru, serta profesionalisme dan kinerja guru. Untuk itu harus lebih memperhatikan tingkat kebutuhan guru terhadap PTK yaitu masih Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 sangat rendah karena meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan penelitian (Jayanti & Wahyudin, 2. Selain itu, mutu juga terkait dengan manajerial pimpinan pendidikan, keterbatasan dana, sarana dan prasarana, sarana dan prasarana pendidikan, media, sumber belajar, alat dan bahan pelatihan, iklim sekolah, lingkungan pendidikan, serta dukungan dari pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan. Segala kelemahan mutu komponen pendidikan tersebut menyebabkan rendahnya mutu lulusan (Irmayani et al. , 2. Sejalan dengan hal tersebut sistem manajemen yang tertata dengan baik dalam lembaga pendidikan sangat diperlukan dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan dalam ruang lingkupnya. Tanpa manajemen yang baik, suatu pendekatan pendidikan tidak dapat berjalan secara optimal, efektif, dan efisien, yang berlaku pada semua lembaga pendidikan yang terkait dengannya. Manajemen yang efektif bertujuan untuk mencapai tujuan dengan menghemat tenaga, waktu, dan biaya yang diperlukan. Pengelolaan ini juga diperlukan dalam pemenuhan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan mengenai alokasi sumber keuangan yang diperoleh dan harus dikeluarkan oleh suatu lembaga, tentunya diperlukan perencanaan yang baik agar tujuan dari proses pendidikan itu sendiri dapat tercapai. Dengan demikian, menyediakan sistem manajemen yang baik menjadi faktor kunci dalam membangun fasilitas pendidikan yang memadai (Digdowiseiso, 2. Sarana dan sarana pendidikan juga dapat dipahami sebagai perlengkapan yang dapat digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran, antara lain ruang kelas, gedung, kursi, halaman, dan media pembelajaran. Prasarana pendidikan merupakan komponen lain yang tidak dapat menunjang proses pembelajaran, seperti lapangan, taman sekolah, kebun, dan kolam. Infrastruktur dapat berubah menjadi fasilitas yang digunakan untuk pembelajaran langsung, misalnya jika kolam digunakan untuk belajar tentang biologi perairan, maka kolam menjadi sarana Efisiensi sekolah dasar sangat penting untuk mengevaluasi efisiensi sistem wajib belajar, kelebihan guru dan staf di sebagian besar sistem wajib belajar pemerintah daerah adalah sumber utama ketidakefisienan. Oleh karena itu, penyesuaian alokasi guru dan staf yang cepat berdasarkan jumlah siswa adalah pendekatan utama untuk meningkatkan efisiensi sistem (Lin & Yu, 2. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar, yang mana dapat dikelompokkan menjadi faktor eksternal dan internal (Ruhyana & Aeni, 2. Faktor eksternal tersebut antara lain sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan adalah sarana yang mendukung secara langsung proses pendidikan mencapai tujuan pendidikan, misalnya kelas, buku, perpustakaan, dan laboratorium. Sementara infrastruktur Pendidikan fasilitas yang secara tidak langsung mendukung proses pendidikan, misalnya taman sekolah dan halaman sekolah. Kelengkapan fasilitas pada suatu sekolah menunjang proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir dalam belajar (Hidayat & Ardipal, 2023. Oktavian, 2. Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Insfrastuktur sekolah mempunyai peran pada kegiatan sekolah. Kurangnya insfrastruktur suatu sekolah berpengaruh pada proses pembelajaran. Fasilitas Infrastruktur yang baik selalu menunjang Pendidikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas udara yang bersih dan baik, pencahayaan yang baik, lingkungan yang kecil, nyaman, aman, usia dan kondisi bangunan, kualitas pemeliharaan, suhu, dan warna, dapat mempengaruhi kesehatan, keselamatan, serta rasa diri dan psikologis Pembuat kebijakan harus memperhatikan hubungan antara fasilitas infrastruktur sekolah dan pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa, bukan hanya karena masalah kesehatan, keamanan, dan psikologis, tetapi juga karena kegagalan untuk menciptakan dan memelihara lingkungan belajar yang optimal dapat merusak upaya reformasi pendidikan lainnya (Nepal, 2. Kelengkapan sarana dan prasarana dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Untuk itu komunikasi dengan orang tua dapat menjembatani karena sekolah yang memiliki kerjasama yang baik dengan orang tua memiliki dampak pada keberhasilan program sekolah dalam menghadapi berbagai Pengadaan sarana dan prasarana di sekolah umum menjadi tanggung jawab penuh pemerintah. Insfrastuktur yang tepat dapat memberikan pelayanan pendidikan lebih maksimal (A. Hallatu & Lasaiba, 2022. Ismail, 2. Siswa di sekolah yang terpelihara dengan baik lebih cenderung berfokus pada tantangan akademik daripada mereka yang terganggu atau tertekan oleh fasilitas yang tidak terpelihara dengan baik. Dengan cara yang sama, kondisi fisik juga memengaruhi perasaan efektifitas dan rasa aman guru di kelas (Belmonte et al. , 2. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Nugrahana Fitria dan Ani Nur mengenai pengaruh sarana dan prasarana terhadap hasil belajar dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa manajemen sekolah dan kelas berpengaruh pada hasil belajar siswa (Ruhyana & Aeni, 2. Penelitian lain dilakukan oleh Bijaya Nepal mengenai hubungan sarana, lingkungan belajar dan hasil belajar siswa yang menunjukkan hasil siswa yang berhubungan langsung dengan kondisi sarana prasarana sekolah dan secara tidak langsung berhubungan dengan lingkungan belajar sekolah (Nepal, 2. Pada penelitian lainnya oleh Rihatul Miski mengenai pengaruh saran prasarana terhadap hasil belajar yang menunjukkan hasil pengaruh saran prasarana terhadap hasil belajar 40,38%, sedangkan 59,62% dipengaruhi dari motivasi, minat, bakat, dan lainnya (Miski. Penelitian yang dilakukan Kaja Primc mengenai infrastruktur pendidikan yaitu keberlanjutan strategi untuk meningkatkan bangunan dan infrastruktur publik telah menjadi prioritas dalam agenda Uni Eropa (UE). Mengingat banyaknya bangunan publik dan akses mereka ke mekanisme pendukung, otoritas publik dapat bertindak sebagai penggerak penting dari upaya keberlanjutan tersebut. Namun, data yang menginformasikan otoritas publik, perancang bangunan, dan pemangku kepentingan lainnya tentang kebutuhan infrastruktur bangunan sangat penting untuk mendukung transisi ke strategi tersebut. Prosedur pendokumentasian untuk menghasilkan representasi bangunan yang akurat secara teratur dilakukan secara terpisah oleh badan Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 swasta dan publik yang berbeda, tidak terkecuali infrastruktur pendidikan (Primc et al. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik menguji terkait pengaruh insfrastuktur sekolah terhadap prestasi belajar siswa berdasarkan hasil PISA . he programme for international student assessmen. METODE PENELITIAN Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Metode untuk mengidentifikasi pengaruh antara variabel independent dan variabel terkait (Ruhyana & Aeni, 2. Dengan menggunakan model regresi sederhana. Pada uji regresi digunakan untuk menguji hubungan antara insfrastruktur sekolah dan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa ditentukan oleh insfrastruktur sekolah. Dengan demikian, peneliti menggunakan model regresi untuk menilai antara variabel independent dan variabel Mengidentifikasi pengaruh dari variabel independent terkait yaitu insfrastuktur atau sarana prasarana sekolah dengan variabel dependent prestasi belajar Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif dengan tujuan menguraikan objek penelitian (Sugiyono, 2. Penelitian ini mendapatkan berbagai bahan yang dibutuhkan relevan dengan tujuan dari penulisan yaitu mengetahui pengaruh insfrastuktur sekolah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Adapun data penelitian diperoleh dari PISA (The Programme for International Student Assesmen. 2018 mengenai insfrastuktur sekolah dan prestasi belajar siswa serta berbagai hasil penelitian terdahulu yang mempunyai relevansi dengan penelitian ini. Sebagai pelengkap peneliti juga menggunakan berbagai buku pendukung penelitian. Pada penelitian menggunakan bantuan software JASP (JeffreyAos Amazing Statistics Progra. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Insfrastruktur dan Prestasi Belajar Siswa Data kuantitaif terhadap insfrastruktur dan prestasi belajar siswa diketahui dengan menjumlahkan skor jawaban pada angket yang terdapat pada data PISA (The Programme for International Student Assesmen. 2018 mengenai insfrastruktur sekolah dan prestasi belajar sekolah sesuai frekuensi jawaban. Kemudian, data yang didapatkan dari hasil perhitungan menggunakan bantuan software JASP (JeffreyAos Amazing Statistics Progra. 30 disajikan dengan tabel deskripsi pada Tabel 1. Tabel 1. Deskripsi statistik frekuensi insfrastruktur dan prestasi belajar siswa Descriptive Statistics Insfrastuktur Prestasi Valid Missing Mean Std. Deviation Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Descriptive Statistics Insfrastuktur Minimum Maximum Prestasi Berdasarkan tabel di atas maka diketahui bahwa hasil dari perhitungan mean 027 dan 4. 081, standar deviation sebesar 3. 996 dan 2. 434, nilai minimum 000, dan maximun 27. 000 dari data insfrastruktur dan prestasi belajar siswa. Uji Prasarat Analisis Data Uji prasarat yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji normalitas. Uji ini dilakukan guna menyelidiki dan mengetahui normal atau tidaknya distribusi dari sebuah Adapun kriteria pada pengujian merupakan bentuk kurva seperti lonceng terbalik dinyatakan berdistribusi normal. Berikut tabel dari hasil uji normalitas yang dilakukan oleh peneliti melalui penghitungan JASP (JeffreyAos Amazing Statistics Progra. Gambar 1. Uji Normalitas Data Kemudian dilakukan uji linier nilai taraf signifikan lebih besar dari 0,05 (P>5%). Berikut tabel 2 mengenai model summary-insfrastruktur. Tabel 2. Model Summary-Prestasi Model Summary Ae Prestasi Model Adjusted RA RMSE HCA HCA Dari pembahasan pada tabel 2 di atas, model summary ditemukan bahwa R=0,300 yang menunjukkan 30 hubungan linier antara dua variabel insfrastruktur dan prestasi hasil belajar. R2 nilai koefisien determinan yang menunjukkan 0,090 yang berarti bahwa insfrastruktur sekolah menjelaskan 9% varisai nilai total prestasi belajar siswa . ariabel dependen. yang disesuaikan R2 nilai 0,087, yang berarti bahwa variabel memberikan konstribusi 8,7% total prestasi hasil belajar. Berdasarkan hasil dari tabel Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 tersebut dapat dikatakan bahwa data tersebut terdistribusi normal karena nilai taraf signifikan lebih besar dari 0,05 (P>5%). Uji Hipotesis Dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh salah satu variabel terhadap variabel lainnya. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Model Summary-Insfrastruktur dengan kriteria berikut. : Tidak terdapat pengaruh insfrastruktur terhadap prestasi belajar siswa. : Terdapat pengaruh insfrastruktur terhadap prestasi belajar siswa. Pada H1 didapatkan R2 (Squar. 0,09 atau varian explain sebagai varians dari variabel prestasi yang mampu dijelaskan oleh insfrastruktur. Bahwa insfrastruktur mampu mempengaruhi atau memberikan sumbangan efektif 0,09 atau 9% dari variasi prestasi belajar siswa. Selanjutnya dilihat dari Tabel 3. Anova menunjukkan apakah predictor yang dimasukkan mampu mempengaruhi variabel independentnya. Tabel 3. Anova ANOVA Model Sum of Squares Df Mean Square Regression 811 < . HCA Residual Total Note. The intercept model is omitted, as no meaningful information can be shown. Pada tabel Anova ditunjukkan semua jumlah kuadrat yang sudah dibahas sebelumya, regresi menunjukkan model dan Residual menunjukkan error. Statistik-F menunjukkan signifikan dengan nilau p=0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model tersebut secara signifikan menjadi presiktor yang lebih baik. , . = 32,811, p<0,001 hal tersebut menandakan signifikan. Dapat disimpulkan secara signifikan bahwa insfrastruktur mampu mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tabel 4. Koefisien Regresi Coefficients Model Unstandardized Standard Error Standardized t (Intercep. 641 < . HCA (Intercep. 145 < . HCA Insfrastuktur 728 < . Pada tabel di atas tabel koefisien regresi dapat dilihat H1 nilai p pada tabel 4 sama dengan nilai p pada tabel 3 sehingga dikatakan signifikan. Uji t juga menunjukkan bahwa insfrastruktur mampu signifikan memprediksi prestasi belajar siswa . = 5,72. p<0,. dengan = 0,300. Dapat dituliskan persamaan regresi sebagai berikut. Y= c B. Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 Y= Intercept Koefisien Unstandardized x Insfratruktur Y= 2,614 . ,183 x Insfrastruktu. Hal tersebut menunjukkan jika sekolah tidak dengan insfrastruktur yang baik, maka prestasi hasil belajar siswanya 2,614. Sedangkan setiap satu . point kenaikan insfrastruktur sekolah menaikkan prestasi belajar siswa sebesar 0,183. Hasil dari pengujian signifikan koefisien regresi menggunakan uji regresi menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari insfrastruktur terhadap prestasi belajar siswa pada hasil PISA (The Programme for International Student Assesmen. 2018 di Indonesia. Dengan ketentuan taraf signifikan 0,05 atau 5%. Demikian, hipotesis penelitian dinyatakan H0 ditolak disebabkan nilai F hitung> F tabel, sehingga insfrastruktur berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Adapun haisl penghitungan koefisien determinasi menunjukan terdapat pengaruh insfrastruktur terhadap prestasi belajar siswa dengan persamaan regresi Y= 2,614 . ,183 x Insfrastruktu. Hal tersebut pernah diteliti oleh Debi Wulandari, dkk mengenai adanya pengaruh insfrastruktur sekolah terhadap prestasi belajar (Ardila et al. , 2022. Wulandari et al. , 2. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor tidak berkembangnya suatu lembaga secara maksimal. Terkait infrastruktur juga terjadi perubahan, dimana sebagian sarana dan prasarana sekolah tidak digunakan dan ada sarana dan prasarana yang harus dijaga, serta penyesuaian dengan kondisinya. Sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam menghadapi berbagai zaman (Widayati et al. , 2. Keberhasilan pembelajaran di sekolah didukung oleh pemanfaatan secara efektif dan efisien semua sarana dan prasarana pendidikan yang Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 45 Tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan menyatakan bahwa: AuSetiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan jasmani. kecerdasan, potensi intelektual, emosional, dan psikologis peserta didikAy (Nurlaila et al. , 2. Fasilitas pendidikan merupakan semua peralatan, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, sedangkan sarana pendidikan adalah semua perlengkapan dasar yang secara tidak langsung mendukung terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. SIMPULAN Pengaruh insfrastruktur sekolah terhadap prestasi belajar pada hasil PISA (The Programme for International Student Assesmen. 2018, diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara antara insfrastruktur dengan prestasi belajar siswa, dengan demikian diartikan bahwa Ha diterima. Hal tersebut juga berartikan semakin lengkap, baik serta meningkatnya insfrastruktur sekolah maka prestasi hasil Anisatul Hidayah. Syahrul Ramadhan/ Pengaruh Insfrastuktur Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Vol. 1 No. 4 Desember 2023 E-ISSN: 3021-8497 belajar siswa juga meningkat. Begitu juga pada sebalinya, jika insfrastruktur sekolah menurun atau kurang baik maka prestasi hasil belajar juga menurun. Adapun pada konstribusi dari pengaruh insfrastruktur sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada penelitian ini Y= 2,614 . ,183 x Insfrastruktu. Berdasarkan kajian teori serta didukung penelitian, maka hasilnya menunjukkan bahwa insfrastruktur sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu, penting untuk sekolah terus meningkatkan insfrastruktur sekolah, baik secara kualitatif, kuantitatif serta relevan dengan kebutuhan guna prestasi belajar siswa juga DAFTAR PUSTAKA