Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Anemia Postpartum dan Dampaknya terhadap Kualitas Hidup Ibu Nifas: Scoping Review Afita Rokhimawaty1. Anita Rachmawati2. Akhmad Yogi Pramatirta2. Ruswana Anwar2. Vita Murniati Tarawan3. Edhyana Sahiratmadja3 Magister Kebidanan. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia Departement Obstetri dan Ginekologi. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia Departemen Ilmu Kedokteran Dasar. Fakultas Kedokteran. Bandung. Indonesia Email: afita23001@mail. ABSTRAK Latar belakang : Anemia postpartum masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan. Penurunan kadar hemoglobin dapat menurunkan kualitas hidup ibu nifas dan menghambat proses adaptasi terhadap peran keibuan. Kajian ini diperlukan untuk memahami sejauh mana kadar hemoglobin berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu pascapersalinan. Metode : Penelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed. Scopus. ScienceDirect, dan Google Scholar untuk periode 2015Ae2025. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil : Analisis menghasilkan tiga tema utama, yaitu kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan adaptasi peran ibu. Kadar hemoglobin rendah berhubungan dengan kelelahan, penyembuhan luka yang lambat, depresi postpartum, serta penurunan kepercayaan diri dan kelekatan ibuAebayi. Kesimpulan : Kadar hemoglobin postpartum memengaruhi kualitas hidup ibu secara multidimensi. Pemantauan hemoglobin dan intervensi gizi serta dukungan psikososial perlu diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan pascapersalinan. Kata Kunci: anemia postpartum. kualitas hidup. ibu nifas Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . ABSTRACT Background : Postpartum anemia remains a global health problem that affects the physical and psychological recovery of mothers after childbirth. A decrease in hemoglobin levels may reduce the quality of life of postpartum women and hinder their adaptation to the maternal role. This review aims to explore the extent to which hemoglobin levels influence maternal well-being during the postpartum period. Method : This study employed a scoping review approach guided by the PRISMA-ScR framework. Literature searches were conducted in PubMed. Scopus. ScienceDirect, and Google Scholar for publications from 2015 to 2025. Ten eligible articles were included and analyzed thematically. Result : Three main themes emerged: physical health, psychological well-being, and maternal role Low hemoglobin levels were associated with fatigue, delayed wound healing, postpartum depression, decreased self-confidence, and reduced motherAeinfant bonding. Conclusion : Postpartum hemoglobin levels affect the quality of life of mothers in multiple dimensions. Routine hemoglobin monitoring, nutritional interventions, and psychosocial support should be integrated into postnatal midwifery care to enhance maternal recovery and well-being. Keyword : postpartum anemia. quality of life. postpartum women Page 2 Of 6 Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Introduction (Pendahulua. Masa nifas merupakan periode enam minggu setelah persalinan yang berperan penting dalam pemulihan kesehatan ibu. Pada fase ini, perubahan fisiologis serta kehilangan darah selama proses persalinan sering menyebabkan penurunan kadar hemoglobin (Schrey-Petersen et al. , 2. Anemia postpartum tetap menjadi masalah kesehatan global, dengan prevalensi mencapai 50Ae80% di negara berkembang (Moya et al. , 2. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh defisiensi zat besi dan perdarahan saat persalinan, yang dapat menghambat pemulihan serta berdampak pada kesejahteraan ibu dan bayinya (He et al. , 2025. Owais et al. , 2. Kadar hemoglobin pada masa nifas dipengaruhi oleh status gizi, kehilangan darah, dan pemberian suplementasi zat besi (He et al. , 2025. World Health Organization, 2. Studi global melaporkan bahwa peningkatan asupan zat besi, tingkat pendidikan ibu, serta akses terhadap layanan kesehatan berperan dalam menurunkan risiko anemia postpartum (Owais et al. , 2. Metaanalisis terbaru juga menegaskan bahwa anemia postpartum berhubungan dengan peningkatan risiko kelelahan dan depresi, sedangkan suplementasi zat besi terbukti memperbaiki kondisi tersebut (Moya et al. , 2. Meskipun menelaah anemia pada masa nifas, bukti yang tersedia masih terbatas dan belum merata antarwilayah (Moya et al. , 2. Selain itu, perbedaan metode pengukuran kadar hemoglobin dan waktu evaluasi postpartum menyebabkan hasil penelitian sulit dibandingkan (Owais et al. , 2. Keterbatasan tersebut perlu diperhatikan karena kadar hemoglobin yang rendah dapat berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup ibu. Kadar hemoglobin yang rendah pada masa nifas berpengaruh terhadap berbagai aspek kualitas hidup, baik fisik maupun psikologis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anemia postpartum berhubungan dengan peningkatan kelelahan, gangguan kognitif, serta depresi, yang pada akhirnya menurunkan kesejahteraan ibu dan interaksinya dengan bayi (Maeda et al. , 2. Sebaliknya, kadar hemoglobin yang optimal berkontribusi terhadap pemulihan energi dan fungsi mental yang lebih baik setelah melahirkan (Bombas Tavsar et al. , 2. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan bukti ilmiah mengenai kadar hemoglobin pada ibu nifas serta hubungannya dengan kualitas hidup. Melalui scoping review ini, penulis menelaah ruang lingkup, karakteristik, serta dampak kadar hemoglobin terhadap kesejahteraan fisik maupun psikologis ibu. Hasil kajian ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai peran kadar hemoglobin terhadap pemulihan dan kualitas hidup ibu nifas, serta menjadi dasar bagi upaya peningkatan kesehatan ibu di masa pascapersalinan. Methods (Metod. Penelitian ini merupakan scoping review yang bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai pengaruh kadar hemoglobin terhadap kualitas hidup ibu nifas. Kajian dilakukan secara daring melalui empat basis data utama, yaitu PubMed. Scopus. ScienceDirect, dan Google Scholar. Strategi pencarian disusun berdasarkan kerangka PEO (Population. Exposure. Outcome. menggunakan kombinasi kata kunci: (Aupostpartum womenAy OR Auibu nifasA. AND (AuhemoglobinAy OR Auanemia postpartumAy OR Auiron deficiencyA. AND (Auquality of lifeAy OR Aupostpartum depressionAy OR AufatigueAy OR Aumaternal wellbeingA. Pencarian dibatasi pada artikel berbahasa Inggris, teks lengkap, dan terbit antara 2015Ae2025. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMAScR yang mencakup tahap penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi akhir. Duplikasi dihapus menggunakan Zotero, kemudian penyaringan dilakukan berdasarkan judul dan abstrak, dilanjutkan dengan telaah penuh terhadap artikel yang memenuhi kriteria. Artikel yang disertakan merupakan penelitian asli . bservasional atau intervens. yang meneliti hubungan kadar hemoglobin dengan aspek fisik, psikologis, atau adaptasi peran ibu. Artikel berupa tinjauan pustaka, editorial, laporan kasus tunggal, atau yang tidak melibatkan ibu nifas dikeluarkan dari analisis. Data dari artikel yang memenuhi kriteria diekstraksi menggunakan lembar kerja standar mencakup nama penulis, tahun, negara, judul, dan desain penelitian. Artikel yang disertakan dirangkum dalam Tabel Sintesis Data Artikel yang Direview, kemudian dianalisis secara tematikdeskriptif menjadi tiga tema utama: . kesehatan fisik, . kesejahteraan psikologis, dan . adaptasi peran ibu. Kajian ini tidak melibatkan partisipan manusia sehingga tidak memerlukan persetujuan Tabel 1. PEO Mnemonic (Populatio. (Exposur. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK (Outcom. Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Kadar Hemoglobin dan Kualitas Hidup Ibu Nifas Tabel 2. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi Artikel diterbitkan dalam 10 tahun terakhir . 5Ae2. Artikel ditulis dalam bahasa Inggris. Artikel merupakan penelitian asli dengan desain kuantitatif, kualitatif, atau mixedmethod. Artikel dapat diakses secara penuh . ull tex. Artikel meneliti ibu nifas/postpartum women, dengan fokus pada kadar hemoglobin, anemia, dan dampaknya terhadap kualitas hidup, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Identifikasi Ibu Nifas Kondisi Anemia Postpartum Kriteria Eksklusi Artikel berupa buku, tesis, disertasi, laporan, editorial, atau tinjauan pustaka . ukan penelitian Artikel yang tidak meneliti hubungan kadar hemoglobin/anemia dengan kualitas hidup atau kondisi ibu nifas. Artikel yang tidak tersedia dalam bentuk teks lengkap . ull tex. Artikel yang tidak melaporkan data empiris . isalnya hanya teori atau opin. Artikel yang fokus pada populasi non-postpartum . isalnya kehamilan, bayi, atau populasi umu. Artikel yang diidentifikasi dari basis data PubMed . Scopus . ScienceDirect . Google Scholar . Total = 853 artikel Kelayakan Penyaringan Duplikasi artikel dihapus Total = 163 artikel. Artikel yang disaring . udul & abstra. Total = 690 artikel Artikel yang tidak relevan dengan topik dikeluarkan Total = 620 artikel Artikel teks lengkap yang diperiksa Total = 70 artikel Inklusi Artikel yang dikeluarkan Total = 60 artikel Artikel yang memenuhi kriteria kelayakan Total = 10 artikel Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Gambar 1. Diagram Alir PRISMA Tabel 3. Sintesis Data Artikel yang Direview No. Penulis (Tahu. Judul Penelitian Negara 1 Babah et al. Is an improvement in anaemia and iron Nigeria levels associated with the risk of early postpartum depression? Desain/Metode Penelitian Studi kohort prospektif Chandrasekaran et Is anemia an independent risk factor for postpartum depression in women who have a cesarean section? India Studi observasional Cheng et al. Exploring the relationship between anemia and postpartum depression: Evidence from Malawi Malawi Studi potong lintang . Hameed et al. Palestina Studi kasusAekontrol Holm et al. Single-dose intravenous iron infusion or oral iron for treatment of fatigue after postpartum haemorrhage Denmark Uji klinis acak (Randomized Controlled Trial/RCT) Maeda et al. Association between perinatal anemia Jepang and postpartum depression Studi kohort prospektif Miller et al. The impact of postpartum hemoglobin Amerika levels on maternal quality of life after Serikat Studi kohort prospektif Setiawan et al. Studi observasional analitik . asusAekontro. Susis et al. Wellbeing forecasting in postpartum anemia patients Slovenia Studi observasional dengan pendekatan machine 10 Bombas Tavsar et Maternal fatigue after postpartum anemia treatment with different iron Slovenia Uji klinis acak (Randomized Controlled Trial/RCT) Is iron deficiency a risk factor for postpartum depression? Effect of hemoglobin levels on the Indonesia process of healing post sectio caesarea Results (Hasi. Pencarian literatur melalui basis data PubMed. Scopus. ScienceDirect, dan Google Scholar menghasilkan 853 artikel. Setelah proses penyaringan duplikasi, seleksi judul, abstrak, serta penilaian kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Artikel yang diikutsertakan diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025 dan seluruhnya menggunakan bahasa Inggris. Sebagian besar penelitian menggunakan desain observasional seperti kohort prospektif, potong lintang, dan kasusAekontrol, sedangkan dua di antaranya merupakan uji klinis acak (Randomized Controlled Tria. Penelitian yang direview berasal dari beberapa kawasan dunia dengan konteks sosial ekonomi dan sistem kesehatan yang berbeda. Sebagian besar dilakukan di kawasan Asia dan Eropa, diikuti oleh Afrika dan Amerika Utara. Distribusi geografis penelitian dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel Distribusi Geografis Berdasarkan Benua Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Penelitian Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . Benua Asia Afrika Eropa Amerika Utara Negara Penelitian India. Jepang. Indonesia. Palestina Nigeria. Malawi Denmark. Slovenia Amerika Serikat Jumlah Artikel Berdasarkan hasil analisis dari sepuluh artikel yang direview, ditemukan tiga tema utama yang menggambarkan hubungan kadar hemoglobin dengan kualitas hidup ibu nifas, yaitu tema Kesehatan Fisik, tema Kesejahteraan Psikologis, dan tema Adaptasi Peran Ibu. Setiap tema terdiri atas beberapa sub-tema yang menunjukkan hubungan antara kondisi hematologis postpartum dengan aspek tertentu dari kualitas hidup. Rangkuman hasil sintesis dari artikel yang dianalisis ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 5. Hasil Sintesis dari Artikel-artikel yang Direview Tema Sub Tema Kesehatan Penyembuhan luka postpartum Fisik Kelelahan postpartum . Fungsi tubuh dan aktivitas harian . Kesejahteraan Depresi postpartum . Psikologis . Persepsi diri dan keseimbangan emosional ibu . Adaptasi Hubungan dan kelekatan ibuAe Peran Ibu bayi . Identitas dan kepercayaan diri keibuan . Hasil sintesis menunjukkan bahwa pada tema Kesehatan Fisik, kadar hemoglobin yang rendah keterlambatan penyembuhan luka, serta gangguan fungsi tubuh. Penelitian yang dilakukan di Denmark melaporkan bahwa pemberian zat besi intravena mampu meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan kelelahan fisik meskipun tidak selalu disertai peningkatan signifikan skor kualitas hidup (Holm et al. , 2. Hasil serupa ditemukan pada penelitian di Slovenia yang membandingkan terapi besi intravena dan oral pada ibu dengan anemia postpartum dan menunjukkan peningkatan hemoglobin yang cepat disertai penurunan tingkat kelelahan (Bombas Tavsar et al. , 2. Sementara itu, penelitian di Indonesia menegaskan bahwa kadar hemoglobin yang optimal berkontribusi terhadap percepatan penyembuhan luka operasi sesar serta meningkatkan kenyamanan ibu selama masa nifas (Setiawan et al. , 2. Pada tema Kesejahteraan Psikologis, sebagian besar artikel menunjukkan bahwa kadar peningkatan risiko depresi postpartum dan gangguan mood. Studi di Jepang dan Malawi menunjukkan bahwa anemia postpartum pada minggu pertama berhubungan dengan skor depresi yang lebih tinggi pada minggu keempat setelah melahirkan (Cheng et al. , 2023. Maeda et al. , 2. Penelitian di Palestina memperkuat temuan tersebut dengan menyebutkan bahwa defisiensi besi merupakan faktor risiko penting bagi terjadinya depresi postpartum (Hameed et al. , 2. Selain itu, ibu dengan kadar hemoglobin rendah cenderung memiliki persepsi diri yang negatif dan keseimbangan emosional yang lebih rendah yang berdampak pada rasa percaya diri serta kepuasan diri sebagai ibu (Babah et al. , 2025. Chandrasekaran et al. , 2018. Miller et al. , 2. Selanjutnya, tema Adaptasi Peran Ibu menunjukkan bahwa kondisi fisik dan psikologis yang baik berperan penting dalam keberhasilan ibu menyesuaikan diri dengan peran barunya. Ibu dengan kadar hemoglobin rendah atau gejala depresi postpartum sering kali mengalami kesulitan membangun kelekatan dengan bayi dan memiliki tingkat kepercayaan diri keibuan yang lebih rendah (Cheng et al. , 2023. Maeda et al. , 2. Sebaliknya, penelitian yang menilai efek terapi zat besi hemoglobin berkaitan dengan perbaikan fungsi peran dan kualitas hubungan ibu dengan bayi (Bombas Tavsar et al. , 2024. Holm et al. , 2. Secara keseluruhan, ketiga tema tersebut saling berkaitan dan menunjukkan bahwa kadar hemoglobin postpartum memiliki pengaruh multidimensi terhadap kualitas hidup ibu nifas. Faktor biologis seperti anemia berdampak pada kesehatan fisik dan emosional yang selanjutnya memengaruhi keberhasilan adaptasi sosial dan peran keibuan. Hasil ini menegaskan pentingnya pemantauan kadar hemoglobin dan intervensi yang holistik untuk mendukung pemulihan serta kesejahteraan ibu setelah melahirkan. Discussion Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . (Pembahasa. Kajian ini mengidentifikasi bukti ilmiah mengenai kadar hemoglobin pada masa nifas dan hubungannya dengan kualitas hidup ibu. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema utama, yaitu kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan adaptasi peran ibu. Ketiganya menegaskan bahwa kadar hemoglobin tidak hanya mencerminkan kondisi biologis, tetapi juga memengaruhi fungsi tubuh, emosi, dan peran sosial ibu setelah Temuan ini sejalan dengan model Wilson dan Cleary . yang mengaitkan faktor biologis dengan kualitas hidup melalui gejala dan fungsi individu, serta teori Becoming a Mother dari Mercer . yang menekankan proses transformasi identitas keibuan. Dengan demikian, anemia postpartum perlu dipahami sebagai kondisi multidimensi yang berdampak pada pemulihan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh. Kesehatan fisik menjadi dimensi pertama yang menunjukkan keterkaitan langsung antara kadar hemoglobin dan kualitas hidup ibu pada masa Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan luka, menurunkan energi, dan membatasi aktivitas harian. Pemberian zat besi intravena terbukti mempercepat peningkatan kadar hemoglobin serta mengurangi kelelahan fisik pada ibu setelah perdarahan persalinan (Holm et al. Bombas Tavsar et al. , 2. Hasil penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa kadar hemoglobin yang optimal berperan dalam percepatan penyembuhan luka operasi sesar dan pemulihan kenyamanan fisik (Setiawan et al. Secara fisiologis, defisiensi zat besi menyebabkan berkurangnya kapasitas oksigenasi jaringan dan penurunan aktivitas enzim mitokondria, sehingga metabolisme energi menjadi tidak efisien (Beard, 2. Kondisi ini menimbulkan kelelahan dan memperlambat proses regenerasi jaringan tubuh. Milman . menegaskan bahwa anemia postpartum merupakan salah satu penyebab utama penurunan kebugaran, gangguan fungsi tubuh, dan penurunan vitalitas ibu setelah melahirkan. Dengan demikian, kadar hemoglobin yang adekuat memiliki peran kunci dalam proses pemulihan fisik dan peningkatan fungsi tubuh selama masa nifas. Kadar hemoglobin yang rendah pada masa nifas tidak hanya menurunkan fungsi fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara anemia postpartum dan peningkatan risiko depresi. Studi di Malawi menemukan bahwa ibu dengan kadar hemoglobin rendah memiliki skor depresi yang lebih tinggi pada minggu keempat setelah melahirkan (Cheng et al. , sedangkan penelitian di Palestina menunjukkan bahwa defisiensi besi menjadi faktor risiko penting terjadinya depresi postpartum (Hameed et al. , 2. Analisis global oleh Moya et al. memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa ibu yang mengalami anemia postpartum memiliki kemungkinan 1,66 kali lebih tinggi mengalami gejala depresi dibandingkan ibu tanpa anemia. Secara biologis, defisiensi zat besi mengganggu sintesis dan fungsi neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin yang berperan penting dalam regulasi suasana hati (Beard, 2. Kondisi ini menjelaskan mengapa kelelahan kronis dan gangguan tidur akibat anemia dapat memperburuk kestabilan emosional. Mercer . juga menegaskan bahwa keseimbangan psikologis merupakan bagian penting dari proses menjadi ibu, karena perasaan percaya diri dan kemampuan beradaptasi dengan peran keibuan sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional yang stabil. Oleh karena itu, penurunan kadar hemoglobin pada masa nifas dapat dipahami sebagai faktor biologis dan psikososial yang berkontribusi terhadap munculnya depresi dan penurunan kesejahteraan psikologis ibu. Proses adaptasi peran ibu mencerminkan kemampuan seorang wanita untuk membangun hubungan emosional dengan bayinya dan menyesuaikan diri terhadap identitas keibuan yang Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik dan psikologis berperan penting dalam keberhasilan proses ini. Ibu dengan kadar hemoglobin rendah atau gejala depresi postpartum sering kali mengalami kesulitan dalam membangun kelekatan dengan bayi dan memiliki tingkat kepercayaan diri keibuan yang lebih rendah (Babah et al. , 2025. Maeda et al. , 2. Penelitian di Denmark juga menunjukkan bahwa perbaikan kadar hemoglobin melalui terapi zat besi berkaitan dengan peningkatan interaksi positif antara ibu dan bayi (Holm et al. , 2. Secara teoretis. Mercer . menjelaskan bahwa adaptasi keibuan merupakan proses transformasi yang melibatkan pembentukan identitas dan rasa kompetensi sebagai ibu, yang dipengaruhi oleh kesehatan fisik, dukungan sosial, dan keseimbangan emosional. Ketika kondisi anemia menyebabkan kelelahan berkepanjangan, proses becoming a mother menjadi terhambat karena ibu merasa kurang mampu memenuhi Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 . perannya secara optimal. Hal ini sejalan dengan hasil tinjauan global oleh Moya et al. yang menemukan bahwa anemia postpartum dapat menurunkan sensitivitas dan responsivitas ibu terhadap bayi. Dengan demikian, kadar hemoglobin yang adekuat dan dukungan psikososial yang memadai merupakan dua faktor penting untuk memastikan keberhasilan ibu dalam mencapai adaptasi keibuan yang sehat dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa kadar hemoglobin pada masa nifas berpengaruh terhadap kualitas hidup ibu, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Oleh karena itu, pemantauan hemoglobin sebaiknya menjadi bagian dari pelayanan rutin pascapersalinan. Wilson dan Cleary . menjelaskan bahwa variabel biologis dan kualitas hidup saling terhubung melalui fungsi dan persepsi individu, sehingga penanganan anemia perlu bersifat holistik. Milman . dan WHO . merekomendasikan pemeriksaan serta suplementasi zat besi pada ibu postpartum untuk mencegah gangguan pemulihan dan kesejahteraan. Selain intervensi medis, diperlukan dukungan psikososial dan edukasi gizi agar pemulihan berlangsung optimal. Penelitian mendatang disarankan menggunakan desain longitudinal dan pendekatan multidisiplin untuk memahami dampak jangka panjang kadar hemoglobin terhadap kesejahteraan ibu nifas. Conclusion (Simpula. Kajian ini menegaskan bahwa kadar hemoglobin pada masa nifas berpengaruh terhadap kualitas hidup ibu, mencakup aspek fisik, psikologis, dan adaptasi peran keibuan. Hemoglobin yang rendah meningkatkan risiko kelelahan, depresi, dan kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap peran sebagai ibu. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bahwa pemantauan kadar hemoglobin dapat menjadi indikator penting kesejahteraan ibu nifas. Dalam praktik kebidanan, pemeriksaan hemoglobin, suplementasi zat besi, serta dukungan psikologis dan edukasi gizi perlu diintegrasikan dalam pelayanan pascapersalinan untuk mendukung pemulihan ibu secara optimal. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang kadar hemoglobin terhadap kesejahteraan ibu setelah melahirkan. References (Referens.