1023 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PENERAPAN GREEN TOURISM DALAM PENGEMBANGAN POTENSI WISATA PULAU PASI GUSUNG DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Oleh Nur Afiah1. Siti Anggriana2. Lalu Ferdi Ferdiansyah3. Ahmad Rizaldi Aspri4 1,2,3,4 Program Studi D3 Pariwisata. Fakultas Ekonomoni dan Bisnis. Universitas Mataram Email : 1nurafiah@staff. id, 2sitianggriana@staff. laluferdi_f91@staff. id, 4rizaldiaspri12@staff. Article History: Received: 12-11-2024 Revised: 16-11-2024 Accepted: 18-11-2024 Keywords: Green Tourism. Pengembangan. Pulau Pasi Gusung. Abstract: Konsep green tourism menjadi pendekatan yang tepat untuk diterapkan guna memastikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus melestarikan sumber daya alam dan budaya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan green tourism dalam pengembangan pariwisata di Kepulauan Selayar, khususnya di Pulau Pasi Gusung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan aparat pemerintah, masyarakat lokal, dan tokoh pariwisata, serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat telah berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata, namun pada kenyataannya pemerintah daerah lebih mendominasi setiap kegiatan yang berlangsung dan masyarakat setempat ataupun pokdarwis kurang mendapatkan bimbingan dan pelatihan tentang pengelolaan daya tarik wisata. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah dalam penerapan green tourism termasuk pelatihan dan bimbingan serta edukasi tentang pariwisata berkelanjutan kepada masyarakat, pelatihan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Pemerintah memiliki peran penting dalam memfasilitasi upaya tersebut serta mengatur regulasi bagi investor yang akan masuk agar sejalan dengan prinsip green tourism. PENDAHULUAN Pulau Pasi Gusung merupakan salah satu objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Keindahan alamnya, terutama pantai dan hutan mangrove, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, pemanfaatan potensi wisata di pulau ini masih belum optimal, baik oleh masyarakat maupun oleh Pemerintah Daerah. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk memastikan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan adalah green tourism. Konsep ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, tetapi juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, budaya lokal, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan daya tarik wisata. Pulau Pasi Gusung terletak di sebelah barat Kota Benteng. Pada awalnya, pulau ini hanya terdiri dari satu dusun yang kini dikenal sebagai Pulau Gusung Tallang. Namun, pada tahun 1974, adanya gelombang pasang besar yang menghancurkan permukiman penduduk, menyebabkan warga berpindah ke tiga wilayah berbeda, yaitu Gusung Barat. Gusung Timur, dan Gusung Lengu . agian selatan pula. Saat ini, wilayah-wilayah tersebut menjadi kawasan pemukiman utama di a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Pulau Pasi Gusung . Konsep green tourism menjadi pendekatan yang tepat dalam menciptakan keberlanjutan dalam sektor pariwisata. Sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan, green tourism bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya saat ini dapat terpenuhi tanpa mengorbankan generasi mendatang . Konsep ini tidak hanya berfokus pada konservasi sumber daya alam, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata secara berkelanjutan. Dengan demikian, green tourism menciptakan keseimbangan antara pariwisata dan upaya pelestarian lingkungan serta budaya lokal. Selain itu, green tourism juga dapat dipandang sebagai label dalam pariwisata berkelanjutan yang lebih mengutamakan pengalaman wisata berbasis pengetahuan . nowledge-based touris. dan pengalaman langsung . xperiential touris. Melalui pendekatan ini, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam dan budaya setempat, tetapi juga memperoleh wawasan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dalam pengembangannya, green tourism menekankan tanggung jawab terhadap ekosistem, keberlanjutan budaya lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui usaha-usaha berbasis lokal yang dapat meningkatkan perekonomian daerah. Oleh karena itu, penerapan green tourism memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan untuk menciptakan sistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi semua pihak. Berbagai aktivitas wisata bahari . arine-based touris. dapat menjadi daya tarik utama di pulau ini, seperti menyelam . , berenang, snorkeling, serta berbagai kegiatan pantai lainnya. Selain itu, hutan mangrove yang menyerupai labirin memberikan pengalaman eksplorasi alam yang Pulau ini juga dikenal dengan tradisi budaya unik seperti "Assulo", yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbasis kearifan lokal. Selain itu. Pulau Pasi Gusung juga menjadi lokasi yang ideal untuk camping dan outing, menawarkan pengalaman wisata alam yang lebih mendalam bagi para pengunjung. Dengan adanya berbagai kegiatan wisata yang memanfaatkan kearifan lokal masyarakat, penerapan green tourism di Pulau Pasi Gusung dapat mendorong keberlanjutan dengan menerapkan kegiatan wisata yang lebih selektif dalam pengembangan potensi wisata, guna menarik wisatawan yang memiliki kesadaran lingkungan. Konsep ini menekankan sikap hormat terhadap alam, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta kepedulian terhadap budaya lokal. Green tourism dianggap sebagai model wisata yang ideal dalam menjaga sumber daya yang terbatas agar tetap dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik di masa kini maupun bagi generasi Sebagai bentuk wisata alternatif, green tourism berfokus pada beberapa aspek utama, seperti kapasitas wisata, edukasi, pelestarian lingkungan, pembangunan daerah, serta pengembangan kegiatan khas yang mencerminkan karakter suatu wilayah. Pertama, hubungan simbiosis antara pariwisata, lingkungan, dan masyarakat harus berada dalam satu sistem yang saling terintegrasi. Kedua, keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata menjadi salah satu faktor utama keberhasilan konsep ini. Masyarakat setempat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata. Ketiga, konsep tanggung jawab dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan harus diperkuat, sejalan dengan prinsip kelestarian ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi . Penerapan green tourism dapat dipahami melalui berbagai studi tentang destinasi atau daya tarik wisata. Beberapa penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa kajian green tourism melibatkan aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lingkungan . Penerapan green tourism di pulau pasi gusung sangatlah tepat dalam mengembangkan potensi wisatanya karrna memiliki a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 sumber daya alam dan budaya yang dimanfaatkan sebagai aset wisata oleh masyarakat lokal dan Pemerintah Daerah. Mengingat keberadaan hutan mangrove dan pesisir pantai yang indah. Dengan minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan pantai, laut dan hutan mangrove sehingga penulis tertarik melakukan kajian lebih mendalam mengenai green tourism di pulau pasi gusung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat penerapan green tourism dalam pengembangan potensi wisata di Pulau Pasi Gusung serta dampak positif dan negatif dari penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di wilayah ini. LANDASAN TEORI Menurut Spillane . alam Prayogi, 2. mendefinisikan pariwisata sebagai Aumature tourismAy atau wisatawan yang berpengalaman Dimana melakukan perjalanan atau kunjungan ke Kawasan lain dengan tujuan tidak hanya bersifat recreational tetapi lebih bermotivasi untuk menimba sebuah pengalaman melalui keterlibatan langsung dengan aktivitas kehidupan dan tradisi serta budaya masyarakat lokal . Konsep Green tourism mengacu pada kegiatan pariwisata yang berkelanjutan pada wisata alam dengan fokus utama pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Konsep ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan, baik dalam skala kecil maupun besar, serta menjaga keberlanjutan satwa liar untuk generasi mendatang. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan yang menerapkan prinsip pariwisata hijau cenderung lebih kritis terhadap aktivitas konsumsi yang tidak ramah lingkungan dan berusaha menerapkan kesadaran ini dalam perjalanan mereka. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada definisi yang disepakati secara universal mengenai green tourism . Secara umum, konsep ini menekankan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan menyasar wisatawan yang memiliki tanggung jawab tinggi terhadap destinasi yang mereka Komponen Green Tourism menurut Doods and Joppe (Furqan,2. Tanggung Jawab Lingkungan Green tourism menekankan pentingnya perlindungan dan pelestarian lingkungan alam. Upaya ini mencakup pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa aktivitas pariwisata tidak merusak keseimbangan alam. Prinsip ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang, sehingga generasi mendatang masih dapat menikmati keindahan alam yang ada. Vitalitas Ekonomi Lokal Model green tourism yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dengan mendorong keterlibatan mereka dalam industri pariwisata. Dukungan terhadap usaha kecil dan menengah, seperti kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan jasa wisata berbasis komunitas, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Keanekaragaman Budaya Green Tourism juga bertujuan untuk menghormati dan melestarikan budaya lokal. Dengan memahami dan menghargai keunikan tradisi, adat istiadat, dan warisan budaya masyarakat setempat, wisatawan dapat berkontribusi dalam menjaga identitas dan kesejahteraan masyarakat sebagai tuan rumah yang berkelanjutan. Pengalaman Salah satu aspek penting dalam pariwisata hijau adalah memberikan pengalaman yang bermakna bagi wisatawan. Pengalaman ini bukan hanya tentang menikmati keindahan alam, tetapi juga melibatkan interaksi yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan budaya setempat. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Melalui pendekatan ini, wisatawan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh wawasan baru tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya . Konsep green tourism ini menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya untuk menciptakan industri pariwisata yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak. Konsep pengembangan merupakan penerapan berbagai aspek penting yang telah dirancang di lapangan. Setelah desain dibuat dan diuji coba, langkah selanjutnya adalah memperbaiki desain dan memperbaruinya berdasarkan masukan yang diterima. Menurut Yoeti . alam Prayogi, 2. , pengembangan adalah upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk memperbaiki sesuatu yang sudah ada atau menambah variasi produk yang ditawarkan. Secara umum, pengembangan berarti meningkatkan dan memperbaiki suatu hal, termasuk dalam konteks pengembangan objek wisata, yang mencakup pembangunan, pemeliharaan, serta pelestarian fasilitas dan infrastruktur pendukung kegiatan pariwisata. Keberhasilan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan memerlukan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk mencegah kerusakan yang mungkin timbul akibat adanya aktivitas pariwisata . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Sukmadinata . , penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomenafenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu. Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Penelitian ini berfokus pada penerapan green tourism di Pulau Pasi Gusung, sebagai objek utama karena potensi yang dimiliki sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam konteks, makna, dan pengalaman pada subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis naratif, tematik dengan tujuan memastikan keakuratan hasil penelitian. Proses penelitian mencakup beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data di lokasi, hingga analisis data secara sistematis untuk mendapatkan temuan yang valid dan komprehensif. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara geografis. Pulau Pasi Gusung berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. Provinsi Sulawesi Selatan. Indonesia. Letak wilayahnya terdiri atas wilayah kepulauan yang terpisah dari daratan selayar. Pulau ini memiliki karakteristik yang unik karena dikelilingi oleh Pantai dengan pasir putih dan pemandangan bawah laut yang indah dan menarik, terutama bagi pengunjung yang tertarik dengan aktivitas wisata bahari. Pemerintah daerah telah menjadikan Pulau Pasi Gusung sebagai daerah pariwisata, yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam Dengan kekayaan alam yang dimiliki, berbagai jenis wisata dapat dikembangkan di pulau ini, termasuk wisata bahari serta ekowisata mangrove, yang menawarkan pengalaman alam yang berkelanjutan dan edukatif bagi wisatawan. Kondisi Lingkungan pulau pasi gusung Penerapan green tourism pada Pulau Pasi Gusung dapat dijadikan sebagai konsep utama dalam pengembangan wisata yang diharapkan dapat berpartisipasi langsung untuk mengembangkan konservasi lingkungan dan memahami tentang pentingnya melestarikan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 ekosistem dan biota laut dimasa kini dan masa yang akan datang. Pelaksanaan sustainable tourism di Pulau Pasi Gusung dapat dilihat dari pendekatan atau aspek lingkungan dan sosial budaya masyarakat Pulau Pasi Gusung, kondisi masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai nelayan. Setiap hari, nelayan menjalankan akifitas pencarian ikan dengan cara tradisional maupun menggunakan kapal untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Pulau Pasi Gusung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis pariwisata berkelanjutan. Konsep ini diharapkan dapat mendukung upaya konservasi lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem dan biota laut, baik untuk masa kini maupun masa depan. Penerapan pariwisata berkelanjutan di pulau ini dapat ditinjau dari aspek lingkungan serta sosial budaya masyarakat setempat, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Setiap harinya, para nelayan mencari ikan dengan metode tradisional maupun menggunakan kapal sebagai bagian dari aktivitas ekonomi mereka. Dari perspektif pariwisata, aktifitas pencarian ikan secara tradisional (Assul. juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kegiatan masyarakat pulau sehingga dengan adanya pengembangan konsep green tourism sangat tepat untuk memaksimalkan masyarakat Pulau Pasi Gusung sebagai pelaku pariwisata baik pelaku secara langsung . maupun yang secara tidak langsung memperoleh manfaat dari aktifitas pariwisata. Pulau Pasi Gusung juga ditunjang dengan pertumbuhan mangrove yang berbentuk labirin berada di sekitar pulau tersebut. Namun, seiring dengan kebutuhan masyarakat yang variatif, terdapat perilaku sebagian masyarakat yang merusak hutan dan terumbu karang secara tidak bertanggung jawab. Selain itu, masalah sampah di pesisir pantai Desa Bontolebang Pasi Gusung juga menjadi tantangan yang serius dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Sampah yang menumpuk di sepanjang garis pantai, terutama setelah musim angin barat, mencerminkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada estetika pantai yang menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Sampah plastik dan limbah lainnya dapat mencemari perairan, mengganggu kehidupan biota laut, serta merusak terumbu karang yang menjadi aset penting bagi sektor pariwisata bahari. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan yang lebih efektif dan partisipatif untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah melibatkan masyarakat dalam program pengelolaan sampah berbasis komunitas, seperti kelompok sadar wisata yang bertanggung jawab terhadap kebersihan pantai. Pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata juga perlu berperan aktif dengan menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, termasuk tempat pembuangan sementara dan sistem daur ulang yang efektif. Selain itu, edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan harus diperkuat, baik melalui sekolah, kelompok pemuda, maupun komunitas lokal. Dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku wisata. Desa Bontolebang Pasi Gusung dapat berkembang menjadi destinasi wisata hijau yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan. Strategi perahu sampah dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung konsep pariwisata berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir yang mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik utama. Sampah yang mencemari perairan dan pesisir tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga menurunkan daya tarik wisata serta kenyamanan wisatawan. Oleh karena itu, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah secara efektif, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat serta wisatawan. Dengan melibatkan masyarakat lokal, program ini mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui sistem insentif atau honorarium bagi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 warga yang berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Meskipun demikian, implementasi program ini harus didukung oleh infrastruktur dan kebijakan yang memadai, termasuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tempat pembuangan akhir (TPA). Metode pembakaran sampah yang masih sering digunakan saat ini perlu digantikan dengan praktik yang lebih ramah lingkungan, seperti sistem pemilahan sampah, daur ulang, dan pengolahan limbah yang lebih inovatif. Selain itu, edukasi bagi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar juga harus menjadi bagian dari strategi ini. Pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, dan komunitas lokal perlu bersinergi dalam menerapkan kebijakan yang mendorong praktik ramah lingkungan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta penyediaan fasilitas pengelolaan sampah di destinasi wisata. Dengan pendekatan ini, wisata hijau dan pariwisata berkelanjutan dapat berjalan secara optimal, tidak hanya menjaga kebersihan dan keindahan destinasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan menjamin keberlanjutan sektor pariwisata di masa depan. Gambar 1. Sumber: jadesta. Kesejahteraan Ekonomi masyarakat pulau pasi gusung Konflik kepentingan antara masyarakat dan pemerintah menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan konsep green tourism. Penerapan Green tourism telah membawa manfaat bagi ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Peningkatan jumlah wisatawan berdampak langsung pada bertambahnya pendapatan warga melalui bisnis seperti homestay, warung makan, dan jasa pemandu wisata. Selain itu, keberadaan green tourism juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal. Namun, kesenjangan ekonomi antara mereka yang terlibat langsung dalam sektor pariwisata dan yang tidak masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masyarakat setempat kurang mendapatkan pembinaan dan pelatihan tentang pariwisata. Sehingga kegiatan pariwisata di dominasi oleh pemerintah daerah. Peran pemerintah yang terlalu dominan membuat sebagian masyarakat merasa kurang dilibatkan dalam berbagai aspek pengelolaan wisata. Padahal, pariwisata yang berkelanjutan seharusnya melibatkan seluruh elemen masyarakat agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara merata. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam sektor a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 pariwisata mengakibatkan ketimpangan ekonomi dan sosial. Sebagian warga yang tidak memiliki akses atau kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata merasa tersisih, sehingga memicu gesekan dengan pemerintah. Jika tidak segera ditangani, konflik ini dapat menghambat perkembangan pariwisata di pulau tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif, di mana masyarakat lokal diberikan peran lebih besar dalam pengelolaan wisata, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi yang dihasilkan dari sektor ini. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata berkelanjutan memiliki peran yang sangat penting. Tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, keterlibatan masyarakat juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap daerah wisata mereka. Kearifan lokal menjadi landasan utama dalam praktik pariwisata ramah lingkungan, tetapi masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk melibatkan generasi muda serta memastikan partisipasi yang lebih luas. Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan green tourism di pulau pasi gusung adalah kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Untuk mengatasi hal ini, perlu dibentuk forum komunikasi yang melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat guna menyelaraskan visi dan misi pengelolaan pariwisata yang Selain itu, kampanye edukasi yang melibatkan seluruh bagian lapisan masyarakat yang dapat meningkatkan suatu kesadaran lingkungan, sementara konflik kepentingan dapat diselesaikan melalui mediasi dan kebijakan yang adil serta inklusif. Gambar 2. Sumber:pariwisata. Dampak Positif penerapan green tourism di pulau pasi gusung Dampak positif dari wisata berkelanjutan menunjukkan bahwa konsep ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan jumlah wisatawan telah membawa manfaat ekonomi sebagian masyarakat, terutama dalam bidang usaha akomodasi seperti homestay, kuliner, dan jasa wisata. Namun, ketimpangan pendapatan masih menjadi tantangan yang harus diatasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga. Oleh karena itu, strategi yang tepat perlu diterapkan, salah satunya dengan peningkatan bimbingan dan pelatihan masyarakat dalam mengelola usaha pariwisata serta edukasi tentang pariwisata berkelanjutan kepada masyarakat, pelatihan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Pemerintah memiliki peran penting dalam memfasilitasi upaya tersebut serta mengatur regulasi bagi investor yang akan masuk agar sejalan dengan prinsip green tourism. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 3 Sumber: selayar. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan dari hasil pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan konsep green tourism di Pulau Pasi Gusung menjadi langkah yang tepat dalam menjaga keseimbangan pengembangan pariwisata, budaya lokal dan pelestarian lingkungan pulau pasi Sebagai salah satu obyek dan daya tarik wisata yang telah dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Pulau Pasi Gusung menghadapi tantangan besar dalam penerapan green tourism yakni terkait pengelolaan sampah yang berada di pinggir pantai dan kesadaran lingkungan baik oleh masyarakat maupun wisatawan. Oleh karena itu, peran pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting dalam menciptakan sistem pariwisata yang Langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan adalah sistem pengelolaan sampah menggunakan perahu serta memberikan bimbingan dna pelatihan yang berkelanjutan dan kebijakan yang mendukung tentang penerapan green tourism dalampengembangan pariwisata pulau pasi gusung, agar masyarakat setempat dapat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan potensi wisata secara bijaksana. Selain itu, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat akan menciptakan kebijakan yang lebih efektif dalam mengembangkan Pulau Gusung sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. Jika konsep green tourism dapat diterapkan secara optimal, maka Pulau Pasi Gusung tidak hanya akan tetap menjadi obyek dan daya tarik wisata yang menarik akan tetapi juga dapat menjadi contoh keberhasilan dalam menerapkan prinsip-prinsip pariwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR REFERENSI Abdi. Nyoman. Putu Adi Suprapto, and Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja. "Pengembangan desa berbasis green tourism Desa Wisata Bakas,Banjarangkan,Klungkung. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat 2 . : 101-105. Adnyana. Made. "Dampak green tourism bagi pariwisata berkelanjutan pada era revolusi Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA) 4. : 15821592. Ahmad Riadi. Agustus Diakses Januari https://selayar. id/tourism/pasi-gusung-eco-tourism-usung-pariwisata-berkelanjutantawarkan-konsep-one-stop-destination . Andari. Rini, and Heri Puspito Diyah Setiyorini. Green tourism role in creating sustainable urban tourism. South East Asia Journal of Contemporary . David A. Fennell & Kevin Ebert . Tourism and the Precautionary Principle. Journal of Sustainable Tourism, 12:6, 461-479. DOI: 10. 1080/09669580408667249 Disparbud Selayar . Februari 2. Diakses pada 6 Februari 2025. https://pariwisata. id/2018/07/jauh-jauh-dari-negeri-matadorwisatawan-ini-kagumi-pulau-pasi-gusung/ . Fitrah. Ramdansyah. Sukiman Sukiman, and Andri Soemitra. Green Tourism Development Using The Addie Learning Model In A Maqashid Sharia Framework at Gayo Highlands. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 12. Furqan. Som. , & Hussin. Promoting Green Tourism For Future Sustainability. Theoretical and Empirical Researches in Urban Management, 5-8 . , 64Ae http://w. org/stable/24872610. https://jadesta. id/desa/gusung. Prayogi. Putu Agus. Wayan Kartimin, and I. Made Hedy Wartana. "Penerapan Konsep Green Tourism Dalam Pengembangan Pantai Kelan Tuban Sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan Di Kabupaten Badung. Journal of Tourism and Interdiciplinary Studies 2. : 101-109. Putri. Puri Kusuma Dwi. Devi Purnamasari, and Zahrotul Umami. "Communication in the Development of Tourism Ecology and Placemaking of Kemambang Village. Ambarawa. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial 7. : 11-28. Sahdi Amin. Taraniuk. Leonid Mykolaiovych, et al. "Bibliometric analysis of green tourism in the implementation of sustainable development goals by international tourism companies. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 HALAMAN INI SENGAJA DI KOSONGKAN https://stp-mataram. e-journal. id/JRT