Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Pelatihan Pengembangan Handicraft Inovatif untuk Meningkatkan Kreativitas UKM Al Manshurien Bangkalan Innovative Handicraft Development Training to Enhance the Creativity of Al Manshurien Bangkalan SMEs Mochammad YasirA*. Ahmad Sahru RomadhonA. Rahmad Fajar SidikA. Adinda Bernicha AriestaA. Elicha Dwi SatrianaA 1Universitas Trunodjoyo Madura. Bangkalan. Indonesia yasirtrunojoyo@gmail. com, sahru@trunojoyo. id, rahmadfajarsidik@gmail. adindabernichaariesta@gmail. com, elicha030421@gmail. *Corresponding Author: . asirtrunojoyo@gmail. ABSTRAK Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Al Manshurien di Desa Gili Timur. Bangkalan merupakan salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat, namun terdapat tantangan yang dihadapi terkait keterbatasan inovasi produk handicraft jamu. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas inovasi mitra melalui pelatihan pengembangan handicraft inovatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan mitra, pemberian pelatihan desain dan inovasi produk, pendampingan praktik pembuatan produk, hingga evaluasi hasil karya. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya pemahaman mengenai strategi pengemasan produk menarik dan bernilai jual tinggi. adanya peningkatan kreativitas UKM dalam menciptakan variasi produk baru inovatif dari aspek desain, motif, dan fungsi Simpulan kegiatan ini adalah pelatihan pengembangan handicraft dapat meningkatkan kreativitas mitra dan memperkuat identitas produk jamu menarik. Implikasi kegiatan ini adalah perlunya keberlanjutan program pendampingan pemasaran produk inovatif UKM secara luas bagi masyarakat. Kata Kunci: handicraft. ukm al manshurien ABSTRACT Al Manshurien Small and Medium Enterprises (SME. in Gili Timur Village. Bangkalan is one of the driving forces of the community's economy, but there are challenges faced related to limited innovation in herbal handicraft products. This community service was carried out with the aim of increasing the creativity and innovation capacity of partners through innovative handicraft development training. The implementation method uses a participatory approach with stages of identifying partner needs, providing product design and innovation training, mentoring product manufacturing practices, and evaluating the results. The results of the implementation show an understanding of attractive product packaging strategies with high sales value. an increase in the creativity of SMEs in creating new innovative product variations from the aspects of design, motifs, and function. The conclusion of this activity is that handicraft development training can increase partner creativity and strengthen the identity of attractive herbal products. The implication of this activity is the need for a sustainable program to assist in marketing innovative SME products widely for the community. Keywords: handicraft. al manshurien sme PENDAHULUAN berkontribusi sekitar 61,1% terhadap Produk Peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lebih dari 97% tenaga kerja (KemenKopUKM. Indonesia sangat strategis dan tidak dapat Secara ideal. UKM diharapkan mampu Berdasarkan data Kementerian menghasilkan produk yang kreatif, inovatif. Koperasi dan UKM, lebih dari 99% unit usaha dan bernilai tambah tinggi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Indonesia Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap UKM Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 Pada sektor handicraft dan produk berbasis desa, dengan jangkauan pasar terbatas dan kearifan lokal, kreativitas desain, inovasi volume penjualan handicraft relatif stagnan. produk, dan kekuatan identitas budaya menjadi faktor kunci yang menentukan daya saing, mempertimbangkan fungsi produk, tetapi juga nilai estetika, keunikan, dan cerita budaya yang (Manioyudis Angelakis, 2. Namun, kondisi faktual di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar UKM dalam pengembangan produk. Hasil survei nasional menunjukkan bahwa sekitar 64% UKM di Indonesia masih mengalami kendala dalam inovasi produk, sementara 58% UKM belum memiliki kemampuan desain dan pengemasan yang memadai (BPS, 2. Kondisi serupa juga dialami oleh UKM Al Manshurien yang berlokasi di Desa Gili Timur. Kabupaten Bangkalan. Situasi ini berimplikasi Tantangan utama yang dihadapi UKM Al Manshurien tidak hanya bersifat teknis, tetapi Data menunjukkan bahwa dalam satu bulan rata-rata hanya 20Ae30% produk yang mampu terjual di bergantung pada konsumen lokal. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya pemanfaatan media digital dan minimnya keterampilan dalam mengembangkan produk turunan atau inovasi berbasis bahan lokal. Produk kerajinan dan jamu naturna yang dihasilkan cenderung bersifat homogen, sehingga sulit bersaing dengan produk sejenis yang telah dikemas secara modern dan dipasarkan secara digital. Hal ini berdampak langsung pada rendahnya nilai jual produk serta terbatasnya peningkatan pendapatan mitra. pada daya saing produk yang rendah, sehingga Berdasarkan analisis kebutuhan dan potensi ekonomi dan sosial yang seharusnya pemetaan masalah bersama mitra, prioritas dapat ditingkatkan menjadi tidak optimal. permasalahan yang perlu segera ditangani Berdasarkan wawancara dan observasi, diketahui lebih dari 70% produk UKM Manshurien memiliki desain kemasan yang sederhana, minim variasi, dan belum mencerminkan Selain pemasaran produk handicraft masih didominasi oleh penjualan langsung di lingkungan sekitar adalah rendahnya kreativitas dan inovasi dalam Permasalahan ini menjadi prioritas utama karena berpengaruh langsung terhadap aspek produksi, pemasaran, dan keberlanjutan Tanpa inovasi desain dan diferensiasi produk. UKM Al Manshurien akan sulit meningkatkan daya saing dan memperluas Selain itu, keterbatasan keterampilan Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 dalam mengolah bahan lokal menjadi produk Dibutuhkan bernilai tambah juga menjadi masalah penting, handicraft inovatif yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan sumber daya lokal yang sebenarnya melimpah. para anggota UKM. Pelatihan ini tidak hanya Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka UKM berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dalam menghasilkan produk baru, tetapi juga kehilangan peluang pasar yang lebih luas. UKM Al Manshurien telah melakukan berbagai upaya pengembangan usaha secara mandiri sebelum dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut meliputi produksi rutin minuman herbal tradisional seperti kunyit asam, temulawak, dan sirih pinang dengan memanfaatkan bahan baku lokal serta mempertahankan resep turuntemurun. Selain itu, mitra telah berupaya memperluas pemasaran melalui penjualan memberikan wawasan tentang pentingnya desain yang unik, pengemasan yang menarik, serta nilai tambah produk yang berakar pada kearifan lokal. Pendekatan partisipatif dalam pelatihan memungkinkan anggota UKM untuk belajar langsung melalui praktik, berdiskusi, dan menciptakan inovasi produk yang sesuai (Raghuvanshi & Garg, 2022. Dwivedi, 2. Keberhasilan langsung kepada masyarakat sekitar, titip jual didukung oleh berbagai penelitian dan kajian di warung lokal, serta promosi sederhana dari Menurut Putra dan Wahyuni . mulut ke mulut. Dalam aspek pengemasan, serta Rahman et al. , pelatihan berbasis mitra telah melakukan perbaikan awal dengan penggunaan botol kemasan sederhana dan keterampilan inovasi produk UKM hingga 65% pemberian label produk meskipun masih dibandingkan dengan pelatihan berbasis teori terbatas pada informasi dasar. Mitra juga mulai Penelitian lain oleh Sari et al. mencoba pemanfaatan media digital secara dan Sica et al. menegaskan bahwa integrasi aspek budaya lokal dalam desain WhatsApp untuk menerima pesanan. Namun, kerajinan tangan berpotensi meningkatkan daya upaya-upaya tersebut belum terintegrasi secara tarik produk di pasar, karena konsumen optimal, terutama dalam hal pemanfaatan cenderung mencari keunikan yang tidak website dan media sosial sebagai sarana dimiliki produk massal. Selain itu, hasil riset pemasaran digital yang sistematis, sehingga Susanto . menunjukkan bahwa pelatihan jangkauan pasar dan daya saing produk masih pengemasan produk yang dikombinasikan relatif terbatas. dengan strategi pemasaran digital mampu Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 memperluas jangkauan pasar UKM hingga ke tingkat regional. Temuan-temuan tersebut memberikan dasar akademik yang kuat bahwa pelatihan pengembangan handicraft inovatif menjadi solusi yang relevan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi UKM Al Manshurien. Oleh karena itu, tujuan utama dari METODE PENELITIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan pendekatan partisipatif, di mana mitra dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode ini pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan yang komprehensif peningkatan kapasitas mitra secara nyata kepada UKM Al Manshurien Desa Gili Timur, melalui pengalaman langsung. Bangkalan. Jenis kegiatan utama berupa pelatihan kreativitas dan inovasi produk kerajinan dan pendampingan pengembangan handicraft Melalui kegiatan ini, diharapkan mitra Kegiatan ini meliputi pemberian mampu menghasilkan produk baru dengan materi terkait prinsip kreativitas produk, pengenalan desain inovatif, praktik langsung pengemasan menarik yang memiliki daya saing membuat variasi produk baru, serta strategi lebih tinggi di pasar. Lebih jauh lagi, program pengemasan dan pemasaran. Selain pelatihan, ini bertujuan untuk memperkuat identitas dilakukan pula diskusi kelompok terarah . ocus budaya lokal dalam setiap produk yang group discussion/FGD) untuk menggali ide dihasilkan, sehingga tidak hanya memberikan kreatif dari anggota UKM, serta bimbingan dampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi teknis . agar keterampilan dapat pada pelestarian kearifan lokal. Pengabdian ini diaplikasikan secara berkelanjutan. juga diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi pada UKM lain yang memiliki Pelatihan pengembangan handicraft inovatif tidak hanya menjadi jawaban atas masalah rendahnya kreativitas produk UKM, tetapi juga membuka peluang bagi keberlanjutan usaha, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Gili Timur. Bangkalan. Sasaran utama kegiatan adalah anggota UKM Al Manshurien Desa Gili Timur. Bangkalan, yang sebagian besar terdiri dari pelaku usaha jamu naturna dengan jumlah sekitar 5Ae10 orang. Peserta terdiri dari pemilik usaha, pengrajin, serta anggota keluarga yang terlibat dalam produksi. Pemilihan sasaran ini Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 kapasitas usaha agar produk dihasilkan mampu pertemuan, ruang praktik pelatihan, dan bersaing di pasar lebih luas. Pengabdian dilaksanakan selama periode AgustusAeSeptember 2025. Lokasi pelaksanaan di UKM Al Manshurien sebagai tempat Persiapan Pelaksanaan Pelatihan Pendampingan Lanjutan Evaluasi dan Keberlanjutan lingkungan kerja nyata. Tahapan pelaksanaan kegiatan disajikan pada Gambar 1. ASurvei awal dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra APenyusunan modul pelatihan berisi materi inovasi produk, desain, pengemasan produk APersiapan alat dan bahan untuk praktik pembuatan produk kerajinan APengenalan konsep kreativitas, inovasi produk, serta pentingnya identitas budaya lokal dalam handicraft APelatihan desain inovatif . otif, warna, fungsi produ. dan praktik membuat prototipe produk baru APendampingan praktik pembuatan produk dengan variasi desain dan inovasi fungsi AMonitoring hasil karya mitra secara berkala ADiskusi kelompok untuk refleksi hasil dan evaluasi kendala APemberian rekomendasi pengembangan produk untuk tahap berikutnya APresentasi hasil karya oleh peserta AUmpan balik dari fasilitator dan narasumber APenilaian tingkat kreativitas dan kualitas produk yang dihasilkan Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Data kegiatan dikumpulkan melalui kendala, dan manfaat yang dirasakan. beberapa teknik, yaitu . observasi langsung pembuatan produk. wawancara singkat pemahaman peserta. dokumentasi berupa dengan peserta untuk mengetahui persepsi, foto, video, catatan hasil karya pelatihan. Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Data HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan kualitatif dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisis dengan menekankan inovatif di UKM Al Manshurien Desa Gili pada perubahan perilaku, keterampilan, serta Timur Bangkalan berjalan sesuai rencana. Seluruh peserta mengikuti tahapan pelatihan kuantitatif dari kuesioner dianalisis dengan selama dua bulan. Secara umum, hasil kegiatan dapat dikelompokkan menjadi tiga capaian Sementara pemahaman dan keterampilan. Hasil analisis Peningkatan Pengetahuan Berdasarkan hasil pre-test dan keberhasilan program, mengidentifikasi aspek post-test, terjadi peningkatan rata-rata memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan pengemasan dan branding Tabel 1. Rata-rata Skor Pengetahuan Peserta Aspek yang diukur Pre-test Post-test N-Gain Kategori Inovasi produk 0,84 Tinggi Desain kreatif 0,88 Tinggi Pengemasan dan branding 0,89 Tinggi Rata-rata keseluruhan 0,87 Tinggi Berdasarkan Tabel 1, peningkatan menunjukkan mitra yang awalnya kurang memahami pentingnya inovasi produk kini UKM Manshurien lebih sadar akan peran kreativitas dan nilai menunjukkan hasil yang sangat signifikan. tambah dalam usaha jamu yang diramu dalam Semua aspek yang diukur dari inovasi produk, desain kreatif, serta pengemasan dan branding berada pada kategori tinggi dengan rata-rata keseluruhan N-Gain sebesar 0,87. Data ini Capaian Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 pendekatan partisipatif dan praktik langsung Capaian ini menunjukkan bahwa memperkuat kapasitas UKM di era persaingan pelatihan mendorong peserta untuk lebih berani bereksperimen dengan bentuk, motif. Pada aspek inovasi produk, nilai N- dan estetika produk. Perubahan signifikan Gain 0,84 . ategori tingg. menunjukkan terlihat pada pola pikir peserta yang semula bahwa pelatihan berhasil mendorong peserta memandang desain hanya sebagai aspek untuk mengembangkan ide-ide baru dalam estetika, kini menjadi lebih sadar bahwa Peserta desain juga merupakan strategi komunikasi mampu memahami dan mengaplikasikan nilai produk kepada konsumen. Hasil ini konsep inovasi dalam diversifikasi produk konsisten dengan penelitian Siregar et al. Kondisi cenderung menghasilkan produk monoton menyatakan bahwa pengembangan desain berbasis lokal dapat meningkatkan daya tarik tentang peluang inovasi berbasis kebutuhan produk kerajinan di pasar internasional. Studi pasar dan potensi lokal. Inovasi ini mencakup terkini Nugroho et al. bahkan menekankan bahwa inovasi desain yang pengembangan variasi fungsi, serta eksplorasi mengintegrasikan kearifan lokal mampu identitas lokal sebagai diferensiasi produk. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian memperkuat branding daerah. Keberhasilan Prasetyo et al. yang menyatakan peserta dalam mengembangkan keterampilan bahwa inovasi produk adalah determinan desain kreatif bukan hanya berdampak pada penting dalam menjaga keberlanjutan daya kualitas produk, tetapi juga pada posisi saing UMKM kreatif. Lebih lanjut, studi Sica kompetitif UKM di tingkat global. et al. menegaskan bahwa pemanfaatan Aspek pengemasan dan branding industri kreatif yang berakar pada budaya memperoleh nilai N-Gain 0,89 . ategori lokal dapat mendorong inovasi sosial dan tingg. , menandakan bahwa peserta tidak memperkuat identitas komunitas. Pencapaian hanya memahami pentingnya kualitas produk, inovasi produk di UKM Al Manshurien dapat tetapi juga strategi penyajian dan promosi. dipandang sebagai langkah strategis menuju Peserta peningkatan kapasitas ekonomi sekaligus penyajian produk secara holistik. Peserta tidak pelestarian budaya. hanya belajar merancang kemasan yang Aspek desain kreatif memperoleh nilai fungsional, tetapi juga memahami bagaimana tertinggi dengan N-Gain 0,88 . ategori kemasan dapat menjadi media komunikasi Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 nilai budaya dan identitas produk. Branding keterampilan kreatif, dan kapasitas inovasi yang kuat memungkinkan produk memiliki pelaku UMKM (Rahman et al. , 2022. daya pembeda di pasar yang semakin Nugroho et al. , 2. Hasil ini konsisten dengan riset Implikasi praktis dari hasil ini adalah Lestari dan Hidayat . yang menekankan perlunya model pelatihan serupa direplikasi di bahwa kemasan inovatif dan strategi branding UKM lain dengan menekankan inovasi, digital mampu meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Rahman et al. Pendekatan ini bukan hanya mendukung daya menunjukkan bahwa branding berbasis narasi saing ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada budaya lokal dapat memperkuat loyalitas pelestarian budaya lokal melalui produk konsumen dan membuka akses ke pasar Dari sisi akademik, penelitian ini memperluas pemahaman tentang hubungan Manshurien pada aspek ini mencerminkan antara pelatihan partisipatif, peningkatan kemampuan untuk bersaing tidak hanya secara lokal, tetapi juga di pasar regional berbasis budaya. maupun global. Peningkatan Keterampilan Praktis Capaian UKM Secara keseluruhan, kategori tinggi Selama sesi praktik, peserta berhasil pada ketiga aspek menunjukkan bahwa model membuat 5 variasi handicraft baru, termasuk pelatihan yang diberikan efektif dalam motif Madura sederhana dengan kombinasi meningkatkan pengetahuan peserta. Temuan warna alami, handicraft dengan desain lebih ini memperkuat literatur mutakhir yang modern, serta produk fungsional seperti Penilaian kualitas produk dilakukan fasilitator kolaborasi, serta pemanfaatan kearifan lokal dengan rubrik sederhana mencakup aspek dapat meningkatkan literasi kewirausahaan, desain, fungsi, dan kerapian Tabel 2. Rata-rata Skor Keterampilan Praktis Aspek yang diukur Pre-test Post-test N-Gain Kategori Desain 0,82 Tinggi Fungsi 0,83 Tinggi Kerapian 0,87 Tinggi Rata-rata keseluruhan 0,84 Tinggi Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 Berdasarkan Tabel 2, keterampilan menegaskan bahwa pelatihan desain berbasis praktis peserta pelatihan dan pendampingan kearifan lokal dapat meningkatkan kualitas pengembangan handicraft inovatif di UKM estetika sekaligus daya saing produk di pasar Al Manshurien mengalami peningkatan yang Penelitian terbaru konsisten pada tiga aspek penilaian: desain, . integrasi nilai budaya dalam desain produk menunjukkan nilai N-Gain dalam kategori mampu memperluas segmen konsumen tinggi, dengan rata-rata keseluruhan 0,84. karena produk tidak hanya dipandang Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan fungsional tetapi juga memiliki narasi pelatihan berhasil memberikan pengaruh identitas budaya. Dengan demikian, capaian peserta UKM Al Manshurien pada aspek keterampilan peserta. Program pelatihan dan desain dapat dianggap sebagai bentuk pendampingan di UKM Al Manshurien tidak keberhasilan dalam menggabungkan tradisi hanya meningkatkan pengetahuan peserta, dan modernitas. Seluruh Nugroho et al. tetapi juga berhasil mengasah keterampilan Aspek fungsi memperoleh nilai N- teknis yang langsung terimplementasi dalam Gain 0,83 . ategori tingg. , menunjukkan produk kerajinan. Aspek desain memperoleh nilai N- menghasilkan produk yang tidak hanya Gain 0,82 . ategori tingg. , yang berarti estetis tetapi juga memiliki nilai guna, peserta mampu meningkatkan kreativitas misalnya tempat penyimpanan berbahan visual, pemilihan motif, dan komposisi lokal yang dikembangkan dalam sesi praktik. warna dalam produk kerajinan. Keberhasilan Kemampuan menggabungkan fungsi dengan ini terlihat dari variasi produk baru yang desain memperlihatkan adanya pemahaman Madura bahwa produk yang baik adalah produk yang sederhana yang dikombinasikan dengan mampu memenuhi kebutuhan konsumen warna alami, serta desain modern yang sekaligus memberikan nilai tambah. mampu menarik konsumen generasi muda. Penelitian Prasetyo et al. Hal ini menunjukkan adanya kemampuan adaptasi peserta terhadap tren pasar tanpa merupakan salah satu determinan penting kehilangan identitas lokal. dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM Temuan karena konsumen semakin mengutamakan penelitian Siregar et al. , yang utilitas dalam produk yang mereka gunakan. Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 Lebih lanjut, penelitian oleh Rahman et al. Luaran utama dari kegiatan ini meliputi . menemukan bahwa pelatihan berbasis mendesain kemasan produk yang lebih mengembangkan produk yang memiliki estetis, fungsional, dan berciri khas lokal, keseimbangan antara fungsi dan estetika, pengembangan variasi konten kreatif pada sehingga produk kerajinan tidak hanya produk jamu naturna, serta peningkatan menjadi artefak budaya tetapi juga bagian keterampilan dalam menjaga kerapian dan Dengan kualitas hasil produksi. Selain itu, pelatihan demikian, capaian aspek fungsi memperkuat ini menghasilkan produk jamu naturna dengan tampilan yang lebih inovatif dan sehari-hari. UKM pemahaman mitra terhadap prinsip desain. Manshurien dalam konteks kebutuhan pasar Aspek kreativitas konten, dan standar kualitas capaian tertinggi dengan N-Gain 0,87 Luaran lainnya berupa tersusunnya . ategori media promosi digital dan pemanfaatan web menunjukkan kemampuan peserta dalam interaktif sebagai sarana pemasaran, yang memperhatikan detail teknis, penyelesaian meningkatkan daya saing produk. Secara keseluruhan, luaran program ini tidak hanya teknis ini terlihat pada hasil finishing produk bersifat fisik berupa produk inovatif, tetapi yang lebih halus, proporsi bentuk yang lebih juga berupa peningkatan kapasitas sumber presisi, serta detail hiasan yang lebih terjaga. daya manusia mitra yang berkelanjutan Hal Peningkatan Peningkatan dalam mengembangkan usaha jamu naturna secara kreatif dan inovatif sebelumnya kurang mendapat perhatian. meningkatkan standar kualitas produksi yang Program Lestari UKM Temuan ini sejalan dengan penelitian Hidayat menegaskan bahwa aspek teknis seperti Manshurien Desa Gili Timur. Kabupaten Bangkalan, menghasilkan sejumlah luaran konsumen dan daya saing produk UMKM. Sementara itu, studi terbaru oleh Wibowo et terhadap peningkatan kreativitas dan inovasi . menambahkan bahwa peningkatan produk kerajinan tangan jamu naturna. keterampilan teknis melalui pelatihan praktik Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 SIMPULAN Simpulan kegiatan pengabdian kepada kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produknya ke tingkat regional pelatihan pengembangan handicraft yang maupun internasional. Secara keseluruhan, capaian pada pengetahuan dan keterampilan mitra UKM Al Manshurien secara signifikan, khususnya menunjukkan efektivitas program pelatihan dalam aspek kreativitas desain, inovasi berbasis praktik yang dilengkapi dengan produk, dan pengemasan berbasis kearifan Secara konkret, mitra mengalami peningkatan kemampuan dalam merancang menekankan pentingnya pendekatan berbasis kemasan jamu naturna yang lebih estetis, praktik langsung dan kolaboratif dalam fungsional, dan memiliki identitas visual meningkatkan keterampilan teknis serta daya yang kuat, serta mampu menghasilkan variasi saing UMKM (Rahman et al. , 2022. Nugroho produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi et al. , 2. dibandingkan kondisi awal. Selain capaian Temuan Implikasi praktis dari temuan ini pada aspek keterampilan, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa produk jamu direplikasi di UKM lain yang menghadapi naturna dengan desain kemasan inovatif dan tantangan rendahnya keterampilan teknis. diferensiasi produk yang lebih jelas, sehingga Dengan fokus pada desain, fungsi, dan meningkatkan daya saing dan potensi pemasaran produk. Implikasi dari kegiatan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga ini menegaskan pentingnya keberlanjutan mampu memperluas pasar dan meningkatkan program pendampingan dan inovasi produk nilai tambah ekonomi. Dari sisi akademik. UKM, penelitian ini memperkuat argumen bahwa konsistensi kualitas dan kreativitas mitra, integrasi kearifan lokal dalam pelatihan tetapi juga untuk mendorong peningkatan keterampilan praktis dapat menjadi strategi nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan efektif untuk menjaga relevansi budaya sekaligus mendorong keberlanjutan usaha Bangkalan. kecil di era modern. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih bisa disampaikan UMKM Desa Gili Timur, kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Yasir, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 667-679 Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trunodjoyo Madura yang memberi hibah pengabdian Masyarakat nasional tahun 2025. DAFTAR PUSTAKA