JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN MENGGUNAKAN PILLBOX DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI DESA BENDILJATI WETAN KECAMATAN SUMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG Dhanang Prawira Nugraha. Ana Amalia. Eki Wulan Oktafiona. Almana Rizki Alifa. Eli Ernawati. Ikfa Oktaviana Maurizka Program studi S1 Farmasi. STIKES Karya Putra Bangsa Jalan Raya Tulungagung-Blitar KM 4. Sumbergempol-Tulungagung. Gempol. Sumberdadi. Kec. Sumbergempol. Kabupaten Tulungagung. Jawa Timur 66291 Email: dhanang. pn@stikes-kartrasa. ABSTRAK Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tertinggi di Dunia dan Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg secara persisten. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang akan menyebabkan stroke dan gagal ginjal. Salah satu strategi yang bisa digunakan untuk mengontrol tekanan darah adalah penggunaan obat antihipertensi secara rutin. Salah satu masalah dari penggunaan obat adalah fakor AulupaAy dan pengetahuan yang tidak baik dalam mengkonsumsi obat, sehingga salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi faktor AulupaAy tersebut adalah dengan menggunakan pillbox dan untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan Pengabdian ini terbagi menjadi empat tahap dimana tahap pertama dan keempat adalah dengan memberikan pretes dan postes untuk mengukur dan mengevaluasi pengetahuan dan kepatuhan warga dengan menggunakan keusioner yang disebar. Di akhir program data dianalisis dengan uji normalitas untuk mengetahui sebaran data dan uji willcoxon untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan setelah program selesai. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah program pengabdian dengan p-value > 0,05. Akan tetapi, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kepatuhan sebelum dan sesudah program pengabdian dengan nilai pretes rata-rata 22,90 A 4,01 dan nilai postes rata-rata15,98 A 2,84 dengan p-value < 0,05. Kata Kunci: Hipertensi. Kepatuhan. Pengetahuan. Pillbox. Tulungagung ABSTRACT Hypertension is one of non-communicable disease that has highest prevalence in the world an in Indonesia. Hypertension characterized by persistent increase in blood preassure above 140/90 mmHg. In long term, uncontrolled hypertension can cause stroke and kidney failure. One of strategi can be used to control blood preasure is increase adherence to antihypertension use. Forget to take consume antihypertension and lack of knowledge is a barrier to control blood preassure. The way that can be used to reduce the AuforgetAy factor is to use a pillbox and to increase knowledge by providing counseling. This community service program, devided into four phase, where the first and fourth phase are to provide a pretest and posttest to measure and evaluate the knowledge and adhherance of citizens by using a distributed questionnaire. At the end of the program, the data were analyzed by normality test to determine the distribution of the data and the Willcoxon test to determine the difference in knowledge and adherance before and after the community service program was completed. Based on the results of the community service program carried out there was no significant difference in knowledge before and after the service program with p-value > 0. However, there was a significant difference in adherence before and after the service program with an average pretest value of 22. 90 A 4. 01 and an average post-test value of 15. 98 A 2. 84 with p-value <0. Keywords: Hipertension. Adherance, knowledge. Pillbox. Tulungagung J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE PENDAHULUAN Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan peningaktan tekanan darah sistol lebih dari 140 mmHg dan tekandan darah diastol lebih dari 90 mmHg dan terjadi secara menahun. Penyakti ini adalah salah satu penyakit tidak menular yang diderita oleh banyak orang di seluruh dunia. Hipertensi muncul akibat dari berbagai faktor baik faktor yang dapat dikendalikan diet tinggi natrium dan lemak, stress maupun faktor yang tidak data dikendalikan usia, jenis kelamin. Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang merupakan faktor yang menyebakan tingginya angka bertambahnya usia. Penyakit seperti stroke dan gagal ginjal merupakan penyakit yang muncul akibat tekanan darah yang tidak Berdasarkan laporan dinas kesehatan jawa timur persentase penderita hipertensi di jawa timur sebesar 22,71% atau sebesar 592 jiwa pada tahun 2018 dan paling banyak diderita oleh pasien laki-laki sebesar 99% dan paling banyak diderita oleh kelompok usia diatas 55 tahun dan prevalensinya semakin meningkat seiring bertambahnya usia (Departemen Kesehatan. Dinas kesehatan jawa timur, 2. Mengontrol tekanan darah salah satunya adalah dengan menggunakan obat-obatan berdasarkan penelitian tingkat kerutinan masyarakat jawa timur mengkonsumsi obat hipertensi di Jawa Timur masih diangka 56,07% selebihnya masih tidak rutin dan tidak mengkonsumsi obat (Departemen Kesehatan, 2. kelompok usia lebih dari 55 tahun memiliki kerutinan mengkonsumsi obat hipertensi yang cukup baik. Terdapat beberapa alasan kenapa pasien hipertensi tidak patuh mengkonsumsi obat secara tepat sesuai anjuran beberapa diantaranya adalah sudah merasa sehat, tidak rutin berobat ke sarana kesehatan, mengkonsumsi obat tradisional serta sering lupa. dengan berbagai VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 alasan tersebut dapat menjadi suatu masalah dalam pengobatan pasien, dengan kepatuhan yang rendah menyebabkan tekanan darah menjadi buruk dan tekanan darah dapat berfluktuasi bahkan cenderung tinggi dan pada akhirnya dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat hipertensi (Departemen Kesehatan, 2. Pengetahuan adalah salah satu komponen untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat dan sehingga dapat mengontrol tekanan darah dengan baik dan mengurangi komplikasinya. masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai hipertensi dan komplikasinya serta obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan hipertensi. Selain pengetahuan, masyarakat sering lupa untuk mengkonsumsi obat hipertensi yang dimilikinya berdasarkan hasil RISKESDAS 2018 kelompok usia lebih dari 65 tahun lebih dibandingkan kelompok usia dibawahnya, laki-laki juga lebih sering lupa mengkonsumi obat yang telah dimilikinya. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat salah satunya adalah dengan meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, diantaranya adalah dengan menggunakan pill box (Sammulia. Rahmawati and Andayani. Selain itu dengan meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi dan penggunaan obat juga akan meningkatkan kepatuhan penggunaan obat (Pramestutie and Silviana, 2016. Harahap. Aprilla and Muliati. Dukungan keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien hipertensi juga dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat (Violita. Thaha and Dwinata, 2. Dengan pemberdayaan keluarga atau orang yang tinggal Bersama pasien maka akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat dan pada . J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE akhirnya akan memberikan kontrol tekanan darah yang baik kepada pasien. METODE DAN PELAKSANAAN Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan desember 2021 Ae januari 2022 dan terbagi dalam 4 tahap pelaksanaan. Untuk tiap tahap dilakukan setiap 2 minggu. Tahap pertama didahului dengan pretest mengenai pengetahuan dan kepatuhan minum obat hipertensi yang dimiliki oleh mitra. Setelah itu dilanjukan dengan penyuluhan mengenai hipertensi serta komplikasi hipertensi yang penyuluhan disertai dengan pembagian Tahap kedua dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai cara penggunaan obatobatan hipertensi dan bagaimana cara penggunaan obat-obat tersebut, tahap ketiga adalah pengenalan dan edukasi mengenai pillbox serta pembagian pillbox kepada Tahap keempat adalah posttest dan evaluasi pengetahuan serta kepatuhan minum obat pasien. Untuk menilai kepatuhan pasien digunakan kuesioner Adherence to Refills and Medications Scale (ARMS). Kuesioner menggunakan skala likert dan jawaban Autidak pernahAy. AuseringAy. Ausangat seringAy dan AuselaluAy diberikan skor berturut-turut 1,2,3 Total skor adalah penjumlahan dari 12 pertanyaan yang ada di kuesioner. Pasien dinyatakan memiliki kepatuhan yang tinggi jika skornya 12, kepatuhan sedang jika skornya 13-30 dan kepatuhan rendah jika skornya 31-48. (Nita et al. , 2. Untuk menilai pengetahuan juga menggunakan Untuk pengetahuan dikatakan baik jika skor 100-75%, cukup jika skor 74-55% dan buruk jika skor <54% (Pramestutie dan VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 Silviana. Penilaian Untuk melihat apakah pengetahuan dan kepatuhan ada perbedaan antara sebelum dan setelah program, maka dilakukan analisis statistik dengan menggunakan analisis uji Sapiro-wilk untuk melihat normalitas Jika hasilnya data terdistribusi normal perbedaan sebelum dan sesudah dianalisis dengan menggunan uji t berpasangan jika hasilnya tidak terdistribusi normal maka menggunakan uji willcoxon. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Bendiljati Wetan terletak di kecamatan Sumbergempol yang berada dibagian timur kabupaten Tulungagung. Berdasarkan hasil wawancara dengan hipertensi cukup tinggi dikawasan Bendiljati Wetan. Pemberdayaan masyarakat di desa Bendiljati Wetan dilakukan dalam empat tahap yang dilakukan setiap 2 minggu Pada awal program dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan dan kepatuhan mitra mengenai hipertensi dan obat hipertensi yang digunakan serta kepatuhan pasien mitra dalam Pada pelaksanaan program dihadiri oleh 41 warga desa Bendiljati Wetan. Kemudian tahap kedua dilakukan penyuluhan mengenai apa saja obat antihipertensi dan bagaiaman cara Tahap ketiga adalah penyuluhan mengenai penggunaan pill box dan manfaat yang bisa didapatkan. Tahap keempat adalah evaluasi dan posttes. J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 Gambar 1. Peta lokasi penelitian desa Bendiljati Wetan Gambar 2. Pillbox . J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Berdasarkan hasil pengabdian ini banyak masyarakat yang merasa terbantu dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan serta mengurangi faktor AulupaAy Berdasasarkan hasil pretes dan postes, pengetahuan warga Bendiljati Wetan mengenai hipertensi dan obat-hipertensi termasuk baik dan kepatuhan dalam kategori sedang, untuk detail datanya bisa dilihat di Setelah masyarakat dan pembagian pillbox pada masyarakat di desa Bendiljati Wetan terjadi perubahan mengenai kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Terjadi perbaikan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Hal ini dibuktikan dengan penurunan skor ARMS dari 22,90 menjadi 15,98. Semakin kecil skor ARMS maka menunjukkan pasien semakin patuh mengkonsumsi obat. Tabel 1. Hasil pengukuran pengetahuan dan kepatuhan warga Bendiljati Wetan Pengetahuan Kepatuhan Pretes Postes Pretes Postes Rerata 75,30 75,15 22,90 15,98 A 8,52 A 6,38 A 4,01 A 2,84 Tabel 2. Data normalitas & p-value pengetahuan dan kepatuhan Pengetahuan Kepatuhan Pretes 0,000 0,010 Postes 0,000 0,034 p-value 0,856 0,000 Setelah diketahui skor pengetahuan dan kepatuhan kemudian dilakukan analisis statistikan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan skor sebelum dan sesudah program pengabdian masyarakat Analisa data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dengan hasil menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal karena p-value < 0,05. Data normalitas dapat dilihat di tabel 2 dan selanjutnya dianalisis dengan VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 menggunakan uji willcoxon. Dari hasil analisa data menunujukkan tidak ada pengetahuan sebelum dan sesudah program pengabdian masyarakat ini, akan tetapi pada skor kepatuhan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum program pengabdian hal ini bisa dilihat dari p-value < 0,05. Sehingga masyakarak ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mengkonsumsi obat antihipertensi sehingga harapaannya masyarakat tetap menggunakan program ini untuk tetap patuh dalam mengkonsumsi obat yang pada akhirnya akan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi jangka panjang dari hipertensi. Kesimpulan Berdasarkan pengabdian, terjadi peningkatan kepatuhan Adanya penyuluhan dan penggunaan pillbox membuat pasien menjadi lebih memahami mengenai hipertensi, penggunaan obat antihipertensi dan pillbox yang pada akhirnya akan mortalitas serta kualitas hidup masyarakat. Warga Bendiljati Wetan diharapkan dapat menularkan ilmu yang telah didapatkan kepada warga lainnya untuk dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mengkonsumsi obat antihipertensi Selain itu, program-program yang ada ini juga dapat diadopsi oleh pemangku kebijakan dalam skala yang lebih luas dan digunakan untuk manajemen penyakitpenyakit kronis lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Bendiljati Wetan. Kecamatan Sumbergempol. Kabupaten Tulungagung atas waktu dan tempat pengabdiannya dan LPPM STIKES Karya . J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Putra Bangsa atas kesempatan melakuan pengabdian. DAFTAR PUSTAKA