JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Mei 2025, pp. 344 - 357 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk Nilam Kusuma Sabda Prastiana1. Kusni Ingsih2. Artha Febriana3. Febrianur Ibnu Fitroh Sukono Putra4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam Bonjol No. Pendrikan Kidul. Kec. Semarang Tengah. Kota Semarang. Jawa Tengah 50131 e-mail: 211202106950@mhs. id1, kusni. ingsih@dsn. id2, artha. febriana@dsn. fbr10@dsn. ARTICLE INFO Article history: Received 03 Mei 2025 Received in revised form 17 Mei 2025 Accepted 23 Mei 2025 Available online 30 Mei 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the Merdeka Entrepreneurship Program, self-efficacy, and tolerance for risk on entrepreneurial interest of Dian Nuswantoro University students. The research method used is quantitative with an associative approach. The research sample consisted of 151 students who had participated in the Merdeka Entrepreneurial Program in 2023, selected through simple random sampling Data collection was carried out using a questionnaire, and data analysis using IBM SPSS version 26, with a series of tests such as validity and reliability, classical assumptions, multiple linear regression, and hypothesis testing. Keywords: independent entrepreneurship program, self efficacy, tolerance for risk and entrepreneurship Abstrak Untuk menarik perhatian mahasiswa terhadap kewirausahaan, sangat penting untuk memperhatikan program wirausahaan merdeka, self efficacy, dan tolerance for risk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan antara minat berwirausaha mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro dengan tiga faktor: program kewirausahaan merdeka, self efficacy, dan tolerance for risk. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 151 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan simple random sampling dengan syarat mahasiswa Udinus yang pernah mengikuti program wmk pada tahun 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 26. Berbagai jenis uji, termasuk validitas dan reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis dilakukan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro cenderung lebih berminat untuk memulai usaha mereka sendiri jika memiliki tingkat tolerance for risk, self efficacy, serta mengikuti program wirausaha merdeka. Kata Kunci: program wirausaha merdeka, self efficacy, tolerance for risk dan minat wirausaha PENDAHULUAN Di zaman globalisasi dan digital saat ini, persaingan dalam dunia kerja semakin ketat. Lulusan universitas diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan dalam berinovasi, berpikir analitis, dan kemandirian. Salah satu pendekatan strategis untuk menangani masalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah dengan meningkatkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Received Mei 03, 2025. Revised Mei 17, 2025. Accepted Mei 23, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Kewirausahaan tidak hanya dapat menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengoptimalkan potensi mereka. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa minat mahasiswa untuk berwirausaha masih sangat rendah. Banyak di antara mereka yang lebih memilih bekerja setelah menyelesaikan studi ketimbang menjadi pengusaha yang menciptakan pekerjaan sendiri. Di samping itu, ada persepsi bahwa kewirausahaan tidak menjanjikan karier yang menjanjikan, serta kendala seperti kurangnya modal, ketakutan mengambil risiko, dan minat yang kurang terhadap kewirausahaan . Rendahnya ketertarikan untuk berwirausaha ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor signifikan, seperti tingkat kepercayaan diri yang belum optimal, ketakutan terhadap kemungkinan kegagalan, dan minimnya dukungan serta fasilitas dari institusi pendidikan atau pemerintah. Kepercayaan diri yang tinggi diyakini dapat meningkatkan keyakinan mahasiswa untuk memulai usaha, bahkan dalam kondisi yang penuh Di sisi lain, kemampuan untuk menerima risiko memungkinkan seseorang berani mengambil keputusan penting dalam situasi yang tidak pasti, yang merupakan unsur penting dalam wirausaha. Menyadari betapa pentingnya mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak awal, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Wirausaha Merdeka, yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam berwirausaha melalui pelatihan, bimbingan, dan praktik usaha yang terencana. Universitas Dian Nuswantoro (Udinu. adalah salah satu institusi pendidikan tinggi yang aktif berpartisipasi dalam program ini. Berikut adalah data jumlah mahasiswa dari fakultas di Udinus yang menjadi fokus dalam penelitian ini: Tabel 1. Peserta Program WMK tahun 2023 Udinus Jumlah Persentase Fakultas Mahasiswa 53,11% FEB FIK 17,51% FIB 11,86% 10,73% FKES 6,78% Total Sumber Data Biro Kewirausahaan Udinus . Melalui informasi tersebut, dapat diketahui bahwa mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) adalah fakultas dengan jumlah peserta tertinggi yang berpartisipasi dalam Program WMK pada tahun 2023, yaitu sebanyak 94 orang. Angka ini mencerminkan peluang besar untuk memperkuat kewirausahaan di kalangan mahasiswa FEB, yang biasanya memiliki dasar pengetahuan di bidang bisnis, manajemen, dan Meskipun jumlah peserta tinggi, hal ini tidak selalu berarti bahwa minat mereka juga tinggi, karena partisipasi mungkin dipicu oleh kewajiban akademik atau dorongan dari faktor eksternal lainnya. Menjadi wirausahawan yang inovatif adalah salah satu solusi terbaik bagi lulusan universitas untuk menghindari pengangguran . Sebagai generasi muda dan calon penerus bangsa, mahasiswa perlu beralih dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan kerja, agar mereka dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih baik. Untuk mendorong semangat berwirausaha di kalangan siswa, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan untuk mereka yang ingin mengembangkan potensi kewirausahaan. Salah satu inisiatif yang dirancang khusus untuk tujuan ini adalah Wirausaha Merdeka, yang diadakan di institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Program MBKM (Belajar Mandiri-Kampus Mandir. mencakup jalur khusus untuk kewirausahaan Keterlibatan dalam beragam aktivitas ekstrakurikuler sangatlah penting untuk tujuan program ini dalam mempersiapkan siswa menjadi wirausahawan . Pelaksanaan program ini terbagi menjadi empat tahap, yang terdiri dari workshop, pelatihan magang di Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), pembuatan produk, serta pemasaran produk. Dengan cara ini, menunjukkan bahwa program MBKM Kewirausahaan memiliki dampak yang signifikan terhadap minat mahasiswa dalam berwirausaha . Namun, penelitian yang dilakukan oleh . mengungkapkan bahwa setelah menyelesaikan program magang Kewirausahaan Merdeka, sejumlah usaha mahasiswa mengalami kebuntuan. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengeksplorasi apakah dan bagaimana program magang Kewirausahaan Merdeka menarik minat mahasiswa untuk berwirausaha, dengan perhatian khusus pada angkatan 2023. Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk (Nilam Kusuma Sabda Prastiana, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Di sisi lain, self efficacy memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri individu untuk memulai usaha. Dalam jurnal . , self efficacy diartikan sebagai keyakinan seseorang atas kemampuannya untuk berhasil menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu, khususnya dalam ranah Konsep ini diuraikan sebagai faktor psikologis yang esensial yang menjembatani hubungan antara pendidikan kewirausahaan dan niat untuk berwirausaha. Menurut Bandura dalam penelitian . , efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengontrol diri dan menghadapi berbagai tantangan yang ada di sekitarnya. menekankan pentingnya kepercayaan diri kewirausahaan untuk meraih keberhasilan dalam bisnis, mengingat mendirikan sebuah usaha bukanlah hal yang mudah. menjelaskan bahwa perilaku toleransi terhadap risiko merupakan variabel psikologis yang menunjukkan kemampuan individu untuk mengambil risiko yang sudah diperhitungkan serta menghadapi tantangan yang mungkin dihadapi. Tolerance for risk juga sangat berpengaruh terhadap minat dalam Istilah ini menggambarkan sejauh mana seseorang bersedia menerima konsekuensi negatif demi mencapai tujuannya . Akan tetapi, kenyataannya, banyak mahasiswa yang kurang berani untuk mengambil risiko dalam berwirausaha, hal ini dapat menghambat mereka dalam menciptakan lapangan kerja baru . Penelitian ini layak untuk dilakukan karena masih sedikit studi yang membahas secara khusus mengenai dampak Program Wirausaha Merdeka, efikasi diri, serta toleransi terhadap risiko pada minat berwirausaha di antara mahasiswa, terutama di Universitas Dian Nuswantoro (Udinu. Penelitian ini penting untuk menjawab sejauh mana variabel-variabel seperti pengetahuan kewirausahaan, efikasi diri, dan toleransi risiko memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat tersebut. Penulis menilai bahwa penelitian ini memiliki arti penting, sebab dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha, institusi pendidikan dapat mengembangkan strategi bimbingan yang lebih efektif untuk memupuk semangat Ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga sanggup menciptakan peluang usaha secara mandiri. TINJAUAN PUSTAKA Minat Wirausaha . Minat wirausaha adalah kecenderungan dan motivasi individu untuk terlibat dalam kegiatan . menjelaskan bahwa minat wirausaha adalah kecenderungan seseorang yang memiliki ketertarikan untuk menjalankan suatu usaha. Hal ini melibatkan kemampuan untuk mengelola, mengatur, mengatasi risiko, dan berusaha mengembangkan usaha tersebut. Pendapat ini diperkuat oleh . Menurutnya, jiwa kewirausahaan tidak hanya meliputi rasa haus akan petualangan, tetapi juga kesiapan mengambil risiko terukur dalam mencapai sasaran dan keinginan tak terpuaskan untuk belajar dari kemunduran. Selain itu, . menambahkan, rasa ingin tahu dalam memulai suatu usaha juga meliputi pemikiran mendalam mengenai suatu perusahaan, yang muncul karena keinginan untuk mengetahui lebih banyak mengenai suatu usaha setelah menentukan pilihan dalam hal tersebut Indikator minat berwirausaha menurut . adalah sebagai berikut: Tekad yang kuat untuk meraih tujuan dan kebutuhan hidup. Kepercayaan yang mendalam terhadap kemampuan diri sendiri. Sikap terbuka dan bertanggung jawab. Daya tahan fisik dan mental, ketekunan, keberanian, serta usaha yang gigih. Pemikiran yang inovatif dan positif. Fokus pada masa depan dan keberanian untuk mengambil risiko. Program Wirausaha Merdeka Wirausaha Merdeka adalah salah satu inisiatif dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk mendukung pengembangan dan peningkatan kemampuan kewirausahaan di kalangan generasi muda, terutama di kalangan mahasiswa. Program ini memberikan pengetahuan keterampilan berwirausaha melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, magang, proposal atau prototype dan expo . Pembelajaran dalam program MBKM kewirausahaan dibuat untuk membantu anak muda mengenali dan mengembangkan potensi berwirausaha yang mereka miliki, dengan dasar bahwa kemampuan wirausaha bisa dipelajari dan dilatih seiring waktu . Indikator dari wirausaha merdeka menurut . Perasaan senang Mahasiswa merasakan kegembiraan dalam mengikuti Program Wirausaha Merdeka karena program ini tidak hanya memperluas pengetahuan mereka tetapi juga mendorong kreativitas dalam mengembangkan ide-ide bisnis yang inovatif. Ketertarikan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Mahasiswa tertarik karena adanya manfaat langsung, seperti konversi mata kuliah dan kesempatan untuk mengikuti kelas-kelas bisnis yang aplikatif. Perhatian Mahasiswa menunjukkan fokus yang tinggi terhadap kegiatan kewirausahaan dalam program Mereka mendalami pemahaman tentang usaha yang mereka rintis dengan tujuan menghasilkan bisnis yang berkualitas, . Keterlibatan Keterlibatan aktif mahasiswa dalam program ini terlihat dari partisipasi mereka dalam menciptakan produk baru dan pemahaman mendalam tentang praktik kewirausahaan yang baik. Penelitian terbaru . menunjukkan bahwa Program Wirausaha Merdeka memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. H1: AuDiduga Variabel Program Wirausaha Merdeka berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat WirausahaAy. Self Efficacy Terhadap Minat Wirausaha Self efficacy adalah sikap dan kepercayaan diri untuk memulai, melaksanakan, dan menyelesaikan tugas atau tugas yang ada . Menurut . keyakinan bahwa individu memiliki potensi untuk mencapai sasaran yang berarti dalam kehidupannya disebut dengan efikasi diri. Pada tahap awal memulai pekerjaan, efikasi diri dan jalur karier seseorang dapat memainkan peran penting dalam pengembangan pribadi Keinginan yang lebih kuat untuk memulai bisnis sendiri dikaitkan dengan tingkat efikasi diri yang lebih tinggi. Ketika seorang wirausaha menggunakan efikasi diri, maksudnya adalah mereka yakin akan kemampuan mereka untuk melaksanakan kegiatan dan menggunakan bakat yang diperlukan untuk perencanaan wirausaha . Menurut Penggabean . , beberapa indikator dari efikasi diri adalah sebagai berikut. Rasa percaya diri dalam mengelola bisnis Kepemimpinan dalam pengelolaan sumber daya manusia Kematangan mental dalam memulai bisnis Keyakinan yang kuat dalam dunia usaha Kemampuan untuk memulai sebuah usaha. Penelitian yang dilakukan oleh . menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki dampak positif dan signifikan secara statistik terhadap minat berwirausaha mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang. H2: AuDiduga Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat WirausahaAy Tolerance For Risk Terhadap Minat Wirauasaha Semangat kewirausahaan tidak lengkap tanpa kecenderungan terhadap risiko . Pendapat ini di dukung oleh pernyataan . yang menyatakan bahwa toleransi risiko dan antisipasi risiko seseorang berfungsi sebagai indikator nyata kecenderungan kewirausahaan, dengan toleransi risiko yang lebih besar berfungsi sebagai insentif untuk menjadi wirausahawan. Menurut . bahwa toleransi risiko menggambarkan sejauh mana seseorang sanggup dan bersedia memanfaatkan kemampuan serta ide-ide kreatifnya dalam menghadapi tantangan dan menyelesaikan berbagai tingkat risiko demi mencapai penghasilan yang Menurut . adapun indikator dari Tolerance for Risk adalah. Kolektif . Tanggung Jawab . Menyukai rintangan. Sabar . Pengendalian diri. Dalam studi . ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara statistik antara ketertarikan untuk berbisnis dengan variabel toleransi terhadap risiko. H3: AuDiduga VariabeI ToIerance for Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat WirausahaAy Kerangka konseptual adalah sebagai berikut Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk (Nilam Kusuma Sabda Prastiana, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 1: Kerangka Pemikiran Kerangka konseptual dalam studi ini dimodifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Sasmita Anggraeni dan Marpaungyang sebelumnya meneliti pengaruh The Influence Self Efficacy and Tolerance for Risk on the Interest Entrepreneurship of Students in Medan City. Penelitian ini memperkenalkan variabel baru, yaitu Program Wirausaha Merdeka, sebagai representasi dari pengaruh eksternal yang berasal dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan minat wirausaha di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, variabel independen yang digunakan terdiri dari Program Wirausaha Merdeka (X ). Efikasi Diri (X ), dan Toleransi terhadap Risiko (X ) terhadap Ketertarikan Wirausaha (Y). METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan yang bersifat asosiatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis hubungan atau pengaruh antara variabel yang diteliti, yaitu pengaruh dari Program Wirausaha Merdeka (X. Self-Efficacy (X. , dan Tolerance for Risk (X. terhadap ketertarikan berwirausaha mahasiswa Udinus (Y). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinu. yang telah mengikuti Program Kewirausahaan Merdeka pada tahun 2023. Berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah peserta Program Kewirausahaan Merdeka Udinus pada tahun 2023 adalah 177 mahasiswa. Karakteristik populasi ini sesuai dengan tujuan penelitian yang bertujuan untuk meneliti pengaruh program kewirausahaan terhadap minat berwirausaha di kalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling, yaitu metode pengambilan simple random sampling di mana semua anggota populasi memiliki kesempatan yang setara untuk terpilih sebagai sampel. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinu. Telah berpartisipasi dalam Program Kewirausahaan Merdeka (WMK) tahun 2023. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, yang mana seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria dijadikan sebagai sampel penelitian. Dari populasi total yang mencapai 177 mahasiswa, data yang berhasil dikumpulkan hanya sebanyak 151 responden atau sekitar 85% dari total populasi. Sebagian besar mahasiswa yang tidak mengisi kuesioner merupakan alumni, sehingga penulis mengalami kesulitan karena kehilangan kontak dengan mereka. Teknik pengumpulan data ini memakai pendekatan primer yang diambil melalui penyebaran kuesioner kepada responden menggunakan skala likert 1-5. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah. Uji validitas dan reliabilitas. Instrumen dinyatakan valid jika nilai Korelasi Item-Kumulatif yang Diperbaiki > 0,3 dan reliabel jika nilai Alpha Cronbach > 0,6. Uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas (Sig. Kolmogorov-Smirnov > 0,. Uji multikolinearitas (Tolerance > 0,10 dan VIF < . dan uji heterosdastisitas robust standart error digunakan saat terdapat heteroskedastisitas, dengan menyesuaikan standar error agar hasil tetap Pengaruh variabel tetap dinilai signifikan jika nilai signifikansi < 0,05. Analisis regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen. Model dinyatakan layak jika: . uji F menunjukkan signifikansi < 0,05 . engaruh simultan signifika. , . uji t tiap variabel menunjukkan signifikansi < 0,05 . engaruh parsial signifika. , . nilai RA tinggi . odel mampu menjelaskan variasi Y), dan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 . memenuhi asumsi klasik seperti normalitas, tidak ada multikolinearitas, dan tidak terjadi Uji hipotesis yang mencakup uji F . jika nilai signifikansi (Sig. ) < 0,05, maka ketiga variabel berpengaruh secara bersama-sama. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masingmasing variabel independen secara parsial terhadap minat berwirausaha, dengan kriteria signifikan jika nilai signifikansi < 0,05. Sementara itu, koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi seluruh variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel Nilai RA yang tinggi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Deskriptif Tabel 2. Uji Deskriptif Kriteria Gender Usia Semester Fakultas Kategori Laki-laki 20 thn 23 thn Semester 5 Angkatan FIK Total 52,30% 26,50% 5,30% 35,76% 3,97% 9,27% 11,92% Kategori Perempuan 21 thn 24 thn Semester 7 FEB FIB Total Kategori 72 47,70% 63 41,70% 22 thn 1,30% 25 thn 89 58,94% Semester 9 Total 24,50% 0,70% 1,32% 6,62% 60,93% 11,26% Total FKES Total Responden Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan terhadap 151 responden, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden dalam studi ini adalah mahasiswa yang berusia 21 tahun . ,70%) dengan komposisi gender yang cukup seimbang antara pria . ,30%) dan wanita . ,70%). Mayoritas responden berasal dari semester 7 . ,94%), yang menunjukkan bahwa mereka berada di fase akhir studi. Selain itu. Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki proporsi responden yang paling banyak . ,93%), yang menandakan minat atau keterlibatan yang lebih tinggi dari mahasiswa FEB dalam penelitian ini. Uji Validitas Koefisien korelasi, yaitu nilai r, yang menunjukkan hubungan antara setiap item dan total skor variabel keseluruhan, dibandingkan dengan tabel r pada tingkat signifikansi = 0,05 untuk menguji validitas. Agar dinyatakan valid, nilai r yang diperoleh dari suatu item harus lebih tinggi daripada nilai dalam tabel r. Sebaliknya, suatu item dianggap tidak valid jika nilai r yang diperoleh lebih rendah dari nilai tabel r. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Program WMK (X. Var. X1. X1. X1. X1. Pernyataan Saya merasa melalui Program Wirausaha Merdeka, antusiasme saya semakin meningkat terhadap dunia kewirausahaan 0,830 Saya merasa melalui Program Wirausaha Merdeka membuat saya menjadi lebih tertarik untuk menjadi seorang wirausahawan 0,806 Saya merasa setelah mendapat materi dalam program Wirausaha Merdeka membuat ketertarikan saya pada dunia wirausaha meningkat 0,797 Saya merasa pengalaman keterlibatan dalam program Wirausaha 0,608 Merdeka membuat saya kebih percaya diri untuk memulai usaha Ket. Valid Valid Valid Valid Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk (Nilam Kusuma Sabda Prastiana, et a. p-ISSN : 2808-8786 Var. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Tabel 4. Uji Validitas Self Efficacy (X. Pernyataan Saya merasa yakin akan berhasil dalam memulai Saya yakin akan kemampuan saya dallam menyelesaikan setaip masalah yang saya hadapi Saya akan berusaha lebih keras apabila belum mencapai Saya yakin kesungguhan belajar akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat dalam berwirausaha nanti Saya akan mendapatkan hasil sesuai yang saya inginkan jika menjalankan usaha dengan giat Ketika ada bisnis yang lebih menggiurkan, saya tidak terpengaruh untuk berubah Banyaknya usaha yang mengalami kebangkrutan tidak membuat saya merasa pesimis dalam membuka usaha e-ISSN : 2798-1355 0,566 Ket. Valid 0,768 Valid 0,708 Valid 0,603 0,607 0,615 0,372 Valid Valid Valid Valid Tabel 5. Uji Validitas Tolerance For Risk (X. Var. X3. X3. X3. X3. X3. Pernyataan Saya menyukai setiap tantangan yang ada dalam menjalankan usaha milik sendiri. Saya tidak takut dengan besarnya kemungkinan resiko yang akan muncul nantinya saat berwirausaha Saya tidak keberatan dengan tuntutan tanggung jawab besar yang harus dimiliki sebelum memulai usaha Saya percaya setiap kegagalan yang timbul dalam berwirausaha merupakan langkah awal menuju kesuksesan Saya dapat menahan diri untuk tidak mengambil risiko yang terlalu besar tanpa pertimbangan. 0,690 Ket. Valid 0,753 Valid 0,731 Valid 0,675 0,649 Valid Valid Tabel 6. Uji Validitas Minat Wirausaha (Y) Var. Pernyataan Saya memiliki kesenangan tersendiri saat membahas hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan Saya memiliki ketertarikan dan keinginan untuk menciptakan usaha sendiri di kemudian hari Saya akan memilih karir sebagai pengusaha setelah lulus dari UDINUS nantinya. Saya tahu beberapa orang di kampus saya yang sukses berwirausaha . emulai usaha mereka sendir. Saya percaya, saya akan menjadi orang yang sukses jika memulai berwirausaha Saya memperkirakan dapat memulai usaha saya sendiri dalam kurun waktu 1-3 tahun kedepan 0,697 Ket. Valid 0,671 Valid 0,726 Valid 0,674 0,676 0,758 Valid Valid Valid Berdasarkan tabel tersebut. Nilai r yang ditetapkan lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0,1587 dikaitkan dengan semua klaim untuk X1. X2. X3, dan Y dalam penelitian ini. Oleh karena itu, aman untuk mengasumsikan bahwa klaim apa pun yang melibatkan variabel-variabel ini benar. Uji Reliabilitas Jika nilai CronbachAos Alpha lebih dari > 0. 6, maka kuesioner memiliki konsistensi internal yang baik dan dianggap reliabel. Sebaliknya, jika nilainya < 0. 6, maka kuesioner dinilai kurang konsisten dan dapat memengaruhi tingkat reliabilitas instrumen. Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Variabel Program WMK (X. Self Efficacy (X. Tolerance For Risk (X. Mahasiswa Udinus (Y) CronbachAos Alpha 0,758 0,732 0,737 0,792 Deskripsi Diterima Diterima Diterima Diterima Seluruh variabel memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,7, menurut temuan uji reliabilitas, sehingga dinyatakan reliabel dan konsisten dalam mengukur variabel yang diteliti. Variabel Mahasiswa Udinus (Y) memiliki nilai reliabilitas tertinggi . , sementara variabel lainnya juga memenuhi kriteria reliabilitas dengan kategori diterima. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Nilai r, yang merupakan koefisien korelasi antara setiap item dan skor variabel keseluruhan, dibandingkan dengan tabel r pada ambang batas signifikansi = 0,05 untuk melakukan pengujian validitas. Agar valid, r yang dihitung dari suatu item harus lebih besar dari nilai tabel r. Di sisi lain, item dianggap tidak valid jika r yang dihitung lebih kecil dari tabel r. Tabel 8. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Data dianggap mengikuti distribusi normal karena, sebagaimana terlihat dalam tabel di atas, angka probabilitas yang tercantum dalam tanda tangan Asymp. -taile. adalah 0,200 yang lebih besar dari 0,05. Uji Multikolinieritas Untuk mengevaluasi apakah variabel independen model saling terkait, peneliti menggunakan uji Uji multikolinearitas kami menghasilkan temuan berikut Tabel 9. Hasil Uji Multikolinieritas Model Program Wirausaha Merdeka Self Efficacy Tolerance for Risk Collinearity Statistic Tolerance VIF Pada variabel Program Wirausaha Merdeka. VIF tercatat sebesar 1,439 dan <10,00. Data tersebut diperoleh dari tabel yang telah disajikan sebelumnya. Untuk nilai 1,730, variabel Efikasi Diri menunjukkan nilai VIF di bawah 10,00, sedangkan variabel Toleransi menunjukkan nilai VIF di atas 0,57. Terdapat juga nilai VIF yang mencapai 1,916 < 10,00 untuk variabel Toleransi terhadap Risiko dan nilai Toleransi sebesar 0,522> 10,00. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa multikolinearitas tidak terwujud dalam penelitian Uji Heteroskedastisitas Dalam penelitian ini, digunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh Program Wirausaha Merdeka (X. Self-Efficacy (X. , dan Tolerance for Risk (X. terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Udinus (Y). Untuk mengatasi kemungkinan pelanggaran asumsi klasik berupa heteroskedastisitas, analisis regresi dilakukan dengan menggunakan Robust Standard Errors metode HC3. Untuk mengatasi masalah tersebut dan memastikan estimasi koefisien regresi tetap reliabel, digunakan pendekatan regresi dengan robust standard error menggunakan metode HC3 . Penggunaan Robust Standard Errors (HC. bertujuan untuk memberikan estimasi standar error yang lebih akurat dan valid meskipun terdapat ketidaksamaan varians . dalam residual model. Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk (Nilam Kusuma Sabda Prastiana, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Metode ini sangat direkomendasikan ketika data diperoleh dari kuesioner, yang sering kali rawan terhadap pelanggaran asumsi klasik. Tabel 10. Hasil Uji Heterosdastisitas Parameter Robustd Error SIG Upper Bound Confidence Interval Lower Bund Intercept Program WMK (X. Self Efficacy (X. Tolerance for Risk (X. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk variabel Program Wirausaha Merdeka (X. SelfEfficacy (X. , dan Tolerance for Risk (X. tetap signifikan (< 0,. , sehingga ketiga variabel tersebut secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Penggunaan Robust Standard Error memastikan bahwa hasil tersebut tetap valid meskipun terdapat potensi varians residual yang tidak konstan. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 11. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Model Unstandarized Coefficients Standar Coefficents Beta Std. Error (Constan. Program WMK (X. Self Efficacy (X. 0,087 Sig Penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda sebagai berikut: Y= 1,501 0,380 0,261 0,501 Variabel Program WMK memiliki koefisien standartdized beta sebesar 0,270 menunjukkan bahwa program wirausaha merdeka memiliki pengaruh positif yang cukup signifikan terhadap minat wirausaha (Y). Setiap peningkatan satu standar deviasi pada program wmk akan meningkatkan minat wirausaha sebesar 0,270 standar deviasi ini menunjukkan bahwa program wmk merupakan faktor penting yang berkontribusi pada minat wirausaha walaupun tidak sebesar pengaruh variabel tolerance for risk. Self Efficacy Memiliki koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,228, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu standar deviasi pada variabel self efficacy akan meningkatkan minat wirausaha sebesar 0,228 standar deviasi, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,002 (< 0,. menunjukkan bahwa pengaruh ini signifikan secara statistik. Oleh karena itu, self efficacy memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat wirausaha, meskipun pengaruhnya lebih kecil dibandingkan dengan Program WMK (X. dan tolerance for risk (X. Variabel Tolerance for Risk Memiliki koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,409, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu standar deviasi pada tolerance for risk akan meningkatkan minat wirausaha sebesar 0,409 standar deviasi, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000 (< 0,. mengindikasikan bahwa pengaruh ini signifikan secara statistik. Dengan demikian, tolerance for risk memiliki pengaruh positif yang paling dominan terhadap minat wirausaha dibandingkan dengan variabel lainnya dalam model ini. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji Hipotesis Pengujian hipotesis bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan uji statistik seperti uji t . , uji F . , dan koefisien determinasi (R. Jika nilai p kurang dari 0,05, hipotesis diterima, dengan asumsi ada pengaruh yang bermakna. Sebaliknya, jika nilai p lebih tinggi dari 0,05, hipotesis nol ditolak dan disimpulkan bahwa pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil ini menjadi acuan dalam penarikan kesimpulan penelitian. Uji Parsial (Uji T) Sebagai uji parsial, uji-t memungkinkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen diperiksa secara independen. Proses pengambilan keputusan mendasar uji-t adalah bahwa dampak signifikan antara variabel independen dan dependen hadir jika nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel dan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Nilai t-tabel pada penelitian ini adalah 1,97612. Hasil uji t adalah sebagai Tabel 12. Hasil Uji Parsial (Uji T) Model Unstandarized Coefficients Standar Sig Coefficents Beta Std. Error (Constan. 1,501 Program WMK (X. Self Efficacy (X. Tolerance For Risk (X. 0,087 Pengaruh Program WMK (X. terhadap Mahasiswa Udinus (Y) Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 4,252 lebih besar dari t tabel sebesar 1,97612, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,380. Hal ini mengindikasikan bahwa Program WMK (X. berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap Mahasiswa Udinus (Y). Dengan demikian, hipotesis H1 diterima. Pengaruh Self Efficacy (X. terhadap Mahasiswa Udinus (Y) Nilai t hitung sebesar 3,225 lebih besar dari t tabel sebesar 1,97612, dengan koefisien regresi positif sebesar 0,261 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa Self-Efficacy (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap Mahasiswa Udinus (Y). Oleh karena itu, hipotesis H2 diterima. Pengaruh Tolerance for Risk (X. terhadap Mahasiswa Udinus (Y) Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung sebesar 5,776 melebihi t tabel sebesar 1,97612, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,501. Ini menunjukkan bahwa Tolerance for Risk (X. memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Mahasiswa Udinus (Y). Oleh karena itu, hipotesis H3 diterima. Tabel 13. Hasil Uji F Model Sum of Mean Sig Squares Square Regression Residual Total Berdasarkan tabel tersebut hasil penelitian menunjukkan bahwa Program WMK (X. , efikasi diri (X. , dan toleransi risiko (X. masing-masing mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap mahasiswa Udinus (Y), dengan nilai F sebesar 41,926 dan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa model regresi dapat menjelaskan korelasi antara kedua data tersebut. Model Tabel 14. Uji Determinasi (Uji R. R-square Adjusted Square Std Error of the Estimate Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk (Nilam Kusuma Sabda Prastiana, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Hasil uji koefisien determinasi menemukan nilai R-Square sebesar 0,564, yang menunjukkan bahwa Program WMK (X. Efikasi Diri (X. , dan Toleransi terhadap Risiko (X. mencakup 56,4% varians dalam variabel Mahasiswa Udinus (Y). Faktor-faktor yang tidak termasuk dalam model studi mencakup 43,6% Nilai R-Square yang Disesuaikan yang tinggi . untuk model regresi menunjukkan bahwa model tersebut mampu menjelaskan variabel dependen dengan sangat baik. Pembahasan Pengaruh Program WMK ( ) terhadap Minat Wirausaha Mahasiswa Udinus (Y). Dalam memulai usaha, pelaku usaha perlu memiliki pengalaman yang cukup agar lebih siap dalam menghadapi tantangan dalam usaha. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan dari tanggapan responden bahwa indikator AuKeterlibatanAy memiliki pengaruh paling besar dari indikator lainnya, dengan rata rata sebesar 6,48% responden setuju bahwa program wirausaha merdeka dapat meningkatkan pengalaman keterlibatan terhadap minat wirausaha. Melalui program wirausaha merdeka, mahasiswa menjadi lebih siap dan tertarik untuk terjun ke dunia wirausaha. Program ini tidak hanya membekali mereka dengan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal dalam membangun usaha di masa depan. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh bahwa variabel Program Wirausaha Merdeka (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,380 dengan nilai t hitung sebesar 4,252 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, nilai koefisien Beta . sebesar 0,270 menunjukkan bahwa Program Wirausaha Merdeka memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan minat berwirausaha mahasiswa dibandingkan dengan variabel lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi partisipasi mahasiswa dalam Program Wirausaha Merdeka, maka semakin tinggi pula minat mereka untuk terjun dalam dunia usaha. Program ini memberikan wadah kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui pendekatan experiential learning seperti pelatihan, pembinaan, studi kasus, magang di perusahaan rintisan . tart-u. , serta pendampingan oleh mentor Sesuai dengan penelitian terdahulu, penelitian ini menemukan bahwa minat berwirausaha mahasiswa meningkat secara signifikan dengan adanya Program Wirausaha Merdeka . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel Program Wirausaha Merdeka (X. memiliki peran penting dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro. Program ini terbukti tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, namun juga pengalaman praktis yang esensial dalam membentuk kesiapan mental dan minat untuk memulai usaha. Pengaruh Self-Efficacy ( ) terhadap Minat Wirausaha Mahasiswa Udinus (Y) Menurut. Self Efficacy diartikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mencapai tingkat kinerja tertentu yang mempengaruhi kehidupannya. Dalam konteks kewirausahaan, selfefficacy memegang peranan penting dalam mendorong individu untuk berani memulai usaha, bertahan menghadapi tantangan, serta tetap gigih dalam meraih tujuan bisnis. Kepercayaan diri (Self Efficac. yang tinggi cenderung tidak mudah menyerah dan percaya bahwa dengan usaha yang lebih besar, dapat membuat tujuan bisnis tercapai lebih mudah. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan dari tanggapan responden bahwa indikator AuKepempimpinan sumber daya manusiaAy memiliki pengaruh paling besar dari indikator lainnya, dengan rata rata sebesar 6,68% responden setuju jika seseorang belum mencapai target yang ditetapkan, ia akan berusaha lebih keras dan meningkatkan usahanya untuk mencapainya. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang merasa percaya diri terhadap kemampuanya dalam Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Self-Efficacy (X ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa (Y). Hal ini dibuktikan melalui uji t, di mana nilai t hitung sebesar 3,225 lebih besar dari t tabel sebesar 1,97612, serta nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 0,261 juga menunjukkan bahwa setiap peningkatan pada efikasi diri mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan pada minat berwirausaha. Temuan penelitian ini mendukung penerimaan hipotesis H2 yang menyatakan bahwa minat berwirausaha mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Y) dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel efikasi diri (X. Temuan dari penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh . di mana keyakinan siswa terhadap kemampuan mereka sendiri memiliki dampak positif dan substansial terhadap antusiasme mereka dalam berwirausaha. menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel Self Efficacy (X. dan Minat Berwirausaha (Y) pada mahasiswa Generasi Z Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa self efficacy merupakan salah satu faktor psikologis penting yang mendorong mahasiswa untuk memiliki minat berwirausaha. Mahasiswa yang percaya diri terhadap kemampuan dirinya lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian dalam dunia bisnis, berani JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 mengambil risiko, dan lebih termotivasi untuk mewujudkan ide-ide usaha yang dimilikinya. Pengaruh Tolerance for Risk ( ) terhadap Minat Wirausaha Mahasiswa Udinus (Y). Tolerance for merupakan kemampuan individu dalam menghadapi ketidakpastian dan kemungkinan kegagalan yang melekat pada aktivitas kewirausahaan. Individu yang memiliki tingkat toleransi risiko yang tinggi cenderung lebih berani dalam mengambil keputusan, berani menghadapi tantangan, serta tidak mudah mundur ketika dihadapkan pada potensi kerugian. Sikap inilah yang menjadi salah satu elemen penting dalam menumbuhkan minat untuk terjun ke dunia wirausaha. Berani dalam mengambil keputusan merupakan sikap yang perlu dimiliki sebelum memulai wirausaha agar dapat membuat keputusan yang tepat saat menjalankan bisnis di masa depan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan dari tanggapan responden bahwa indikator AuKontrol DiriAy memiliki pengaruh paling besar dari indikator lainnya, dengan rata rata sebesar 6,43% responden setuju jika seseorang harus mampu menahan diri untuk tidak mengambil risiko yang terlalu besar tanpa pertimbangan yang matang. Kemampuannya untuk mempertimbangkan untung ruginya suatu situasi sebelum memutuskan suatu tindakan terbukti di sini. Berdasarkan hasil uji parsial . , variabel Tolerance for Risk (X ) menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y), dengan nilai t hitung sebesar 5,776, yang lebih besar dari t tabel sebesar 1,97612. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. menegaskan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Adapun koefisien regresi sebesar 0,501 menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam toleransi risiko mahasiswa akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan minat mereka untuk berwirausaha. Penelitian ini sejalan dengan penelitian milik . yang menyatakan Toleransi risiko memiliki hubungan positif dan penting dengan Minat Berwirausaha. Kemampuan untuk menghadapi risiko dalam berbisnis dapat membentuk keinginan untuk berwirausaha. Penelitian ini juga konsisten dengan temuan . ) yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara toleransi risiko dengan minat Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa individu dengan toleransi risiko yang lebih tinggi lebih termotivasi untuk mencoba peluang usaha baru karena memiliki keberanian yang seimbang dengan kemampuan analisis risiko. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa toleransi terhadap risiko merupakan faktor signifikan dalam membentuk minat mahasiswa untuk berwirausaha. Mahasiswa yang memiliki sikap berani, namun tetap rasional dalam mengambil risiko, cenderung lebih tertarik untuk memulai usaha sendiri dibandingkan dengan mereka yang lebih memilih zona nyaman dan menghindari ketidakpastian. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Program Wirausaha Merdeka (WMK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro. Hal ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam program WMK dapat mendorong mahasiswa untuk lebih tertarik dan percaya diri dalam memulai usaha sendiri. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Selain itu, variabel Self-Efficacy juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap minat Semakin tinggi tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan, semakin besar pula keinginan mereka untuk terjun ke dunia wirausaha. Hal ini menegaskan bahwa keyakinan atas kemampuan diri sendiri merupakan faktor penting dalam membentuk keberanian dan kesiapan untuk Sementara itu. Tolerance for Risk juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa yang mampu menerima risiko dan ketidakpastian cenderung lebih antusias dalam memulai bisnis. Oleh karena itu, kemampuan dalam mengelola risiko menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan jiwa kewirausahaan. Untuk mendukung hal ini, disarankan agar pihak Universitas Dian Nuswantoro menyediakan pendampingan lanjutan pasca program WMK berupa mentoring, pelatihan, dan akses permodalan. Peneliti selanjutnya juga disarankan menambahkan variabel lain seperti lingkungan sosial, dukungan keluarga, atau pengalaman organisasi agar hasil penelitian lebih menyeluruh. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Dian Nuswantoro, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Program Studi Manajemen, atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama proses penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing saya Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih. M atas bimbingan dan arahannya, serta kepada pengelola Program Wirausaha Merdeka Udinus dan Kewirausahaan: Peran Program Wirausaha Merdeka. Self Efficacy dan Tolerance for Risk (Nilam Kusuma Sabda Prastiana, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 (WMK) yang menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada mahasiswa Udinus yang telah menjadi responden, serta semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penyusunan skripsi Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi bagi penelitian DAFTAR PUSTAKA