(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. GAMBARAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH AZ-ZAHRA PROVINSI SUMATERA SELATAN THE DESCRIPTION OF C-REACTIVE PROTEIN (CRP) LEVELS IN TYPHOID FEVER PATIENTS AT SITI FATIMAH AZ-ZAHRA REGIONAL PUBLIC HOSPITAL, SOUTH SUMATRA PROVINCE Ana Amira Maharani1. Refai2. Hamril Dani3 Poltekkes Kemenkes Palembang Prodi TLM Palembang . mail korespondensi: anaamiramaharani@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Latar Belakang: Demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella typhi menyebabkan peradangan akibat invasi bakteri yang memicu pelepasan berbagai sitokin inflamasi sehingga merangsang hepatosit untuk mensintesis protein fase akut seperti C-Reaktif Protein (CRP). CRP akan meningkat dengan cepat selama peradangan biasa maupun peradangan sistemik baik dengan adanya gejala klinis mulai dari yang ringan hingga berat, tanpa gejala hingga gambaran klinis yang khas dengan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar CRP pada pasien demam tifoid di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Jenis penelitian bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dari hasil pemeriksaan di laboratorium RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan Maret-April 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling pada 30 pasien. Metode pemeriksaan yang digunakan ialah metode slide aglutinasi latex. Hasil: Gambaran distribusi frekuensi kadar CRP tidak normal sebesar 70,0%. Kategori lamanya demam (O 1 mingg. kadar CRP tidak normal sebesar 57,1 %. Kategori lamanya demam (> 1 mingg. kadar CRP tidak normal sebesar 100,0 %. Kategori ada komplikasi kadar CRP tidak didapatkan 0,0 %. Kategori tanpa komplikasi kadar CRP tidak normal sebesar 70,0 %. Kesimpulan: Berdasarkan analisa, pasien demam tifoid sebagian besar disertai dengan peningkatan kadar CRP. Kata kunci : CRP, demam tifoid, gejala klinis, komplikasi. ABSTRACT Background: Typhoid fever caused by Salmonella typhi causes inflammation due to bacterial invasion that triggers the release of various inflammatory cytokines that stimulate hepatocytes to synthesize acute phase proteins such as C-Reactive Protein (CRP). CRP will increase rapidly during normal inflammation or systemic inflammation with clinical symptoms ranging from mild to severe, asymptomatic to typical clinical symptoms with This study aims to determine the description of CRP levels in typhoid fever patients at Siti Fatimah Az-Zahra Hospital. South Sumatra Province. Methods: The type of research is descriptive observational with a cross-sectional approach, using primary data from the results of examinations at the Siti Fatimah Az-Zahra Hospital laboratory. South Sumatra Province in March-April 2025. The sampling technique used was accidental sampling in 30 patients. The examination method used was the latex slide agglutination method. Results: The distribution of frequency of abnormal CRP levels is 70. The category of duration of fever (O 1 wee. abnormal CRP levels is 57. The category of duration of fever (> 1 wee. abnormal CRP levels is 100. The category of complications of CRP levels is not obtained 0. The | 31 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. category without complications of abnormal CRP levels is 70. Conclusion: Based on the analysis, most typhoid fever patients were accompanied by increased CRP levels. Keywords : CRP, typhoid fever, clinical symptoms, complications. PENDAHULUAN Demam maupun peradangan sistemik. Dinamika metabolisme CRP bergantung pada derajat Oleh karena itu. CRP sangat subtropis dan tropis. Demam tifoid menjadi efektif dalam menilai aktivitas penyakit penyakit menular yang tersebar luas di dalam keadaan akut (Djohan. Nuswantoro, et seluruh dunia dan masih menjadi masalah , 2. negara-negara negara-negara Asia langsung RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Tenggara. Afrika. Amerika Latin. Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah Insiden penyakit ini masih sangat tinggi, satu rumah sakit rujukan Tipe A yang dengan jumlah orang yang terkena dampak diperkirakan yakni 21 juta dan dengan kasus Berdasarkan 700 orang meninggal (Djohan. Pristanty, et dilakukan bahwa kasus demam tifoid terjadi , 2. pada anak-anak, remaja dan orang dewasa Menurut WHO pada tahun 2018 Berdasarkan data yang didapatkan Palembang. lebih kurang 15 kasus setiap bulan dan prevalensi penyakit tifus di Indonesia sebesar 81% per 100. 000 penduduk. Angka demam dilakukan yaitu pemeriksaan CRP. tifoid cenderung meningkat di masyarakat CRP dengan standar hidup dan kebersihan yang lebih rendah (Verliani et al. , 2. dihasilkan oleh hepatosit, sehingga CRP Demam tifoid yang disebabkan oleh dapat dijadikan penanda peradangan yang Salmonella typhi menyebabkan peradangan. Peradangan parameter tes klinis untuk mendiagnosa dan digunakan tubuh untuk melindungi diri dari zat asing seperti invasi mikroba, trauma, bahan kimia, faktor fisik, dan alergi. Invasi dilakukan dan memiliki respon yang tepat bakteri memicu pelepasan berbagai sitokin (Hadi, 2. inflamasi, yang merangsang hepatosit untuk BAHAN DAN METODE mensintesis protein fase akut seperti C- Jenis Reaktif Protein (CRP). CRP akan meningkat bersifat deskriptif observasional dengan dengan cepat selama peradangan biasa pendekatan cross sectional, menggunakan | 32 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. data primer yang didapat langsung dari hasil pemeriksaan di laboratorium RSUD Siti langsung untuk variable dependen (CRP). Fatimah secara semi-kuatitatif menggunakan metode Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan. Populasi HASIL penelitian ini adalah seluruh pasien demam Berdasarkan hasil penelitian yang telah tifoid yang memeriksakan CRP di rumah dilakukan diperoleh kadar CRP pada pasien sakit RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi demam tifoid di RSUD Siti Fatimah Az- Sumatera Selatan pada bulan Maret hingga Zahra Provinsi Sumatera Selatan, peneliti April 2025 sebanyak 30 pasien. melakukan perhitungan secara distribusi Teknik sampling yang digunakan frekuensi berdasarkan univariat dan bivariat yang disajikan dalam bentuk tabel berikut : Pengambilan dilakukan secara langsung oleh peneliti Tabel 1. Distribusi Frekuensi kadar CRP pada pasien demam tifoid di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan Jumlah (O. Kadar CRP (Mg/L) Tidak Normal Normal Total Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa jumlah kadar CRP kategori CRP tidak normal sebanyak 21 pasien . %). Kadar Frekuensi (%) CRP kategori normal sebanyak 9 pasien . ,0 %) dari total sampel 30 pasien . ,0 %). Tabel 2. Distribusi Frekuensi kadar CRP pada pasien demam tifoid di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan lamanya demam Lamanya Demam Kadar CRP (Mg/L) Tidak Normal Total Normal O 1 Minggu 57,1 % 42,9 % 100,0 % > 1 Minggu Total 70,0 % 0,0 % 30,0 % 100,0 % 100, % Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui kadar CRP tidak normal kategori lamanya demam (O 1 mingg. sebanyak 12 pasien . ,1 %) dan kadar CRP normal sebanyak 9 pasien . ,9 %) dari total 21 sampel . ,0 %). Kadar CRP tidak normal kategori lamanya demam (> 1 mingg. sebanyak 9 pasien . %) dan kadar CRP | 33 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. normal tidak didapatkan pada penderita demam tifoid yang mengalami demam > 1 minggu . ,0%). Kadar CRP tidak normal total sebanyak 21 pasien . ,0 %) dan kadar CRP normal sebanyak 9 pasien . ,0 %) dari total 30 sampel . ,0 % ). Tabel 3. Distribusi Frekuensi kadar CRP pada pasien demam tifoid di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan gejala klinis Gejala Klinis Kadar CRP (Mg/L) Tidak Normal Total Normal 100,0 % 0,0 % 100,0 % Tanpa gangguan 50,0 % 100,0 % Total 70,0 % 30,0% 100, % Dengan gangguan Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui kadar CRP tidak normal kategori demam tifoid dengan gangguan pencernaan sebanyak 12 pasien . ,0 %) dan kadar CRP normal tidak didapatkan pada pasien dengan gangguan pencernaan . ,0 %). Kadar CRP tidak normal kategori tanpa gangguan pencernaan sebanyak 9 pasien . , 0 %) dan kadar CRP normal sebanyak 9 pasien . ,0 %) dari total 30 sampel . ,0 %). Tabel 4. Distribusi frekuensi kadar CRP pada pasien demam tifoid di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan komplikasi Komplikasi Kadar CRP (Mg/L) Tidak Normal Total Normal Ada 0,0 % 0,0 % 0,0 % Tidak ada Total 70,0 % 30, 0 % 30,0% 100,0 % 100, % Berdasarkan tabel 4 dapat CRP tidak normal sebanyak 21 pasien pasien demam tifoid kategori dengan . ,0 %) dan kadar CRP normal sebanyak adanya komplikasi, tidak didapatkan . ,0 9 pasien . ,0 %) dari total 30 sampel %). Peneliti memperoleh pasien demam %). tifoid tanpa komplikasi dengan nilai kadar PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra pada pasien demam tifoid didapatkan jumlah responden penderita demam tifoid. Jumlah | 34 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. pasien penderita demam tifoid yang memiliki Waktu paruh plasma adalah 19 jam dan kadar CRP normal sebesar 30% dan CRP menetap pada semua keadaan sehat dan tidak normal sebesar 70%. sakit, dengan demikian menggambarkan Berdasarkan pada hasil langsung intensitas proses patologi yang peneliti mendapatkan kadar CRP kategori merangsang produksi CRP. Dalam keadaan tidak normal sebesar 70%, karena mayoritas tertentu CRP diproduksi sebagai respons pasien datang belum mendapat pengobatan reaksi inflamasi atau kerusakan jaringan baik dan kondisi fisik pada umumnya disertai yang disebabkan oleh penyakit infeksi maupun yang bukan infeksi. Nilai CRP dapat mengindikasikan penderita tifoid mengalami berbeda-beda pada pasien demam tifoid. Penelitian ini sejalan dengan Variasi ini menunjukkan bahwa produksi penelitian (Damayanti, 2. menyimpulkan protein selama fase akut bergantung pada kadar CRP normal sebesar 41,8% dan kadar perbedaan sitokin spesifik dan patofisiologi CRP tidak normal sebesar 58,2 % dari total yang mendasarinya. Pada kategori lamanya 90 sampel. demam > 1 minggu kadar CRP tidak normal Berdasarkan hasil tabel 2, peneliti pada demam tifoid dapat disebabkan oleh mendapatkan kadar CRP tidak normal beberapa faktor, termasuk peradangan, yang kategori lamanya demam (O 1 mingg. diakibatkan proses peradangan yang masih sebesar 57,1% dan kadar CRP normal berlanjut atau pada tahap belum sepenuhnya sebesar 42,9%. Kadar CRP tidak normal proses akibat peradangan hilang. kategori lamanya demam (> 1 mingg. Berdasarkan hasil tabel 3, peneliti sebesar 100% dan kadar CRP normal tidak mendapatkan kadar CRP tidak normal didapatkan pada penderita demam tifoid kategori demam tifoid dengan gangguan yang mengalami demam > 1 minggu . ,0%). pencernaan sebesar 100,0% dan kadar CRP Pada penelitian ini, pasien demam tifoid normal tidak didapatkan pada pasien dengan gangguan pencernaan . ,0%). Kadar CRP menunjukkan variable terbanyak dengan kategori lamanya demam O 1 minggu. pencernaan sebesar 50,0% dan kadar CRP Dikarenakan normal sebesar 50,0% dari total 30 sampel CRP berlangsung cepat setelah adanya sedikit Sintesa CRP berlangsung pada . ,0 %). Penelitian serum meningkat di atas 5 g/dl dalam 6-8 penelitian Herlinda Djohan dkk dimana tidak jam dan mencapai puncaknya dalam 24-48 diperoleh kadar CRP normal pada pasien | 35 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. demam tifoid dengan gangguan pencernaan demam tifoid dengan gangguan pencernaan . ,0%), karena respons imun yang tidak terlalu kuat, menyimpulkan bahwa pasien demam tifoid fase awal infeksi atau akibat pengobatan dengan pemberian antibiotik. Namun Herlinda Djohan, diperoleh kadar CRP tidak normal sebanyak Beberapa 6 pasien . %) dari 30 total pasien . %) kekebalan tubuh yang lebih kuat dan dapat demam tifoid. melawan infeksi tanpa mengalami gangguan Peneliti berasumsi bahwa kadar CRP Tidak semua individu memiliki tinggi pada pasien demam tifoid dengan respons CRP yang sama. Beberapa pasien gangguan pencernaan karena merupakan bisa saja tidak menunjukkan peningkatan indikator adanya peradangan sistemik dan CRP meskipun mengalami infeksi sedang. lokal pada saluran cerna. Salmonella typhi Berdasarkan masuk ke saluran cerna, melewati mukosa mendapatkan bahwa pasien demam tifoid usus, dan menyebar melalui aliran darah. kategori dengan adanya komplikasi tidak Proses ini memicu reaksi imun sistemik lalu didapatkan . ,0 %). Peneliti memperoleh mengaktifkan sitokin inflamasi . eperti IL-6, pasien demam tifoid tanpa komplikasi TNF-) dengan nilai kadar CRP tidak normal sebesar 70,0 % dan kadar CRP normal sebesar 30,0 memproduksi CRP sebagai bagian dari % dari total 30 sampel . ,0 %). respons fase akut terhadap infeksi. Peneliti Tidak semua pasien demam tifoid mengalami gangguan pencernaan, meskipun gastrointestinal karena banyak faktor yang Beberapa pasien mungkin hanya mengalami gejala demam tinggi, sakit merupakan anak-anak dan orang dewasa kepala, kelelahan tanpa mengalami diare yang tidak mengalami resiko komplikasi. Gangguan Sebagian Beberapa seperti diare atau konstipasi lebih sering karena kondisi medis, perilaku maupun penggunaan obat-obatan. Kondisi kronis menyebar keseluruh tubuh. Reaksi tubuh terhadap infeksi bakteri seperti penyakit celiac dapat memperparah Perilaku salmonella typhi berbeda-beda pada setiap alkoholisme dengan mengkonsumsi alkohol CRP bisa tetap normal pada pasien | 36 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. pencernaan dan mengkonsumsi obat-obatan memperoleh pasien demam tifoid tanpa anti inflamasi non-steroid seperti aspirin, komplikasi dengan nilai kadar CRP tidak ibuprofen dan naproksen dapat merusak normal sebesar 70,0 % dan kadar CRP lapisan lambung dan meningkankan risiko normal sebesar 30,0 % . Berdasarkan penelitian tersebut disarankan bagi klinisi pemeriksaan CRP dapat digunakan dalam menegakkan demam tifoid untuk mengetahui KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan informasi gambaran tingkat peradangan yang Bagi pemeriksaan CRP pada pasien demam tifoid peneliti selanjutnya, perlu adanya penelitian di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra didapatkan lebih lanjut dengan menambah populasi kategori kadar CRP tidak normal sebesar 70 % dan CRP kategori normal sebesar 30%. Serta penelitian selanjutnya dapat Hasil pemeriksaan CRP kategori menggunakan alat yang lebih canggih. lamanya demam (O 1 mingg. kadar CRP tidak normal sebesar 57,1 % dan kadar CRP UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih lamanya demam (> 1 mingg. kadar CRP yang sebesar-besarnya kepada semua pihak tidak normal sebesar 100 % dan kadar CRP yang telah mendukung penelitian ini. normal sebesar 42,9 %. Dan normal tidak didapatkan pada penderita demam tifoid yang mengalami demam > 1 DAFTAR PUSTAKA