Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 41 Rasio Kerusakan Bangunan Rumah Tinggal (Studi Kasus: Gempa Aceh 2 juli 2. Muhammad Arrie Rafshanjani Amin*1 Jurusan Teknik Sipil Universitas Teuku Umar. Alue Penyareng. Meulaboh 23615. e-mail : *1arrierafshanjani@utu. Abstrak Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh secara geologis berada di jalur penunjaman dari pertemuan lempeng Asia dan Australia, serta berada di bagian ujung patahan besar Sumatera . umatera fault/transfor. Hal ini yang menyebabkan Aceh rawan terhadap bencana gempabumi. Pada tanggal 2 Juli 2013 gempa berkekuatan 6,1 SR kembali mengguncang provinsi Aceh yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan yang berada dekat dengan epicenter. Melihat dari kekuatan gempa, gempabumi ini termasuk salah satu gempa besar yang melanda Aceh. Penelitian tentang rasio kerusakan rumah dilakukan dengan observasi langsung kelapangan dengan mengambil 10 sampel rumah yang rusak untuk setiap katagori . oboh, rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringa. kemudian dirata-rata untuk masing-masing katagori kerusakan. Hasil dari penelitian Rata-rata rasio kerusakan rumah yang terjadi untuk rumah roboh 96,25%, rusak berat 70,08%, rusak sedang 28,08% dan rusak ringan 3,87%, nilai rata-rata rasio kerusakan tersebut masuk dalam standart yang ditetapkan oleh Fema 1999. Kata kunci : Rasio kerusakan. Gempabumi, katagori kerusakan rumah Abstract Central Aceh Regency and Bener Meriah Regency of the Aceh Province is geologically located in the subduction of the Asian and Australian plate encounters, and is located at the end of Sumatra's fault / transform fault. This is what makes Aceh vulnerable to earthquake disaster. On July 2, 2013 a magnitude 6. earthquake shook the province of Aceh causing damage to buildings adjacent to the epicenter. Judging from the strength of the earthquake, this earthquake is one of the major earthquakes that hit Aceh. A research on the ratio of damaged house was conducted through a direct observation of spaciousness by taking samples of damaged houses for each category . ollapsed, heavily damaged, moderately damaged, and lightly damage. then an average is taken for each category of damage. The Result of research shows that the average ratio for collapsed houses are 96,25%, severe damage 70,08%, moderate damage 28,08% and light damage 3,87%, the average value of damage ratio is includes in the standard which established by Fema 1999. Keywords: Damage Ratio. Earthquakes, house damage category Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 42 PENDAHULUAN enurut USGS gempa bumi terjadi Pada pukul 14:37 WIB . :37 UTC) tanggal 2 Juli 2013, gempa berkekuatan 6,1 SR kembali mengguncang provinsi Aceh di pulau Sumatera,Indonesia. Gempa tersebut terjadi di kedalamam 10 kilometer dengan episentrum di dekat ujung barat laut Sumatera, 55 kilometer di Selatan Bireun. Gempa ini terjadi di zona sesar Sumatera. Gempa mengguncang selama kurang lebih 15 detik dan dapat dirasakan mulai dari Bener Meriah sampai ibu kota provinsi Aceh. Kawasan yang paling parah terkena dampak dari gempa ini adalah daerah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Gempa ini menewaskan sebanyak 39 orang, melukai lebih dari 400 orang dan total kerusakan rumah 18. (BNPB, 2. Gempa Aceh 2 Juli 2013 terjadi di Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah berada di tengah-tengah pulau Sumatra yang termasuk zona sesar aktif yang dinamakan zona sesar Sumatra (Sumatra Fault Zon. Berdasarkan catatan sejarah kegempaan sejak tahun 1892, di kawasan tersebut belum tercatat adanya gempa melebihi magnitudo 6 sehingga kawasan tersebut masuk dalam kawasan seismic gap atau kawasan yang aktif secara tektonik namun sudah lama tidak terjadi gempa. Pada tanggal 2 Juli 2013 zona sesar Sumatra segmen Aceh ini melepaskan energi gempa dengan mekanisme pergerakan (Strike Slip Faul. dan tidak berpotensi Tsunami yang terjadi akibat pergerakan sesar Sumatera segmen Tripa. Gempa Aceh ini masuk dalam kategori gempa tektonik karena sumbernya di zona sesar Sumatra (Sumatra Fault Zon. di darat atau masyarakat lebih mengenalnya dengan nama gempa darat. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dowrick . di New Zealand dan Ozmen . di Turki serta Wijaya . di Yogyakarta yang melakukan penelitian tentang rasio kerusakan bangunan maka untuk gempa Aceh 2 Juli 2013 penelitian serupa perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya persentase kerusakan bangunan akibat gempa yang melanda Aceh tanggal 2 Juli 2013. Rasio kerusakan bangunan diperoleh dari perbandingan nilai kerusakan bangunan dibanding dengan nilai bangunan sebelum rusak. Penelitian tentang rasio kerusakan bangunan juga sangat erat dengan tingkat kerusakan bangunan. Pembagian katagori rasio kerusakan bangunan rumah tinggal batu bata menjadi 4 . tingkat kerusakan, yaitu roboh, rusak berat, rusak sedang, rusak ringan dan roboh. METODE PENELITIAN Klasifikasi tingkatan kerusakan bangunan telah dilakukan sejak lama seperti contoh gempa yang terjadi di negara China. Pada tahun 1957 kerusakan bangunan dikelaskan dalam 4 . kelas, yang kemudian dimodifikasi oleh Han dan Zhou . menjadi 5 . kelas untuk peruntukanklasifikasi kerusakan bangunan akibat gempa Lijiang 1996. ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 43 Tabel 1 Klasifikasi Kerusakan Bangunan Untuk Gempa Lijiang 1996 (Han dan Zhou, 1. (Sumber : Han dan Zhu, 1997 dalam Wijaya, 2. Selain contoh di atas, terdapat klasifikasi kerusakan bangunan dibuat oleh Dowrick . untuk gempa HawkeAos Bay 1931 di New Zealand. Tabel 2 Derajat Kerusakan Bangunan Untuk Gempa Hawke's Bay 1931 Tingkat kerusakan Penjelasan Tanpa kerusakan atau rusak ringan Rusak Retak-retak atau retak sedang, dinding parapet dan dinding gabel jatuh . olume kerugian = . Sebagian roboh Volume kerugian < 50% Roboh Volume kerugian > = 50% (Sumber : Dowrick, 2003 dalam Wijaya, 2. Klasifikasi kerusakan rumah untuk Indonesia khususnya untuk gempa Aceh 2 Juli 2013, kriteria kerusakan bangunan . hususnya untuk rumah tingga. dibagi menjadi 3 . kriteria kerusakan saja, yaitu : ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 44 Tabel 3 Klasifikasi Kerusakan Bangunan Untuk Gempa Aceh 2 Juli 2013 Kriteria Tingkat Kerusakan STRUKTUR KOMPONEN RUSAK BERAT RUSAK SEDANG Pondasi. Sloof Rusak. Tidak bisa Rusak,Bisa Diperbaiki Kolom. Balok Rusak. Tidak bisa Rusak,Bisa Diperbaiki Kuda - Kuda Rusak. Tidak bisa RUSAK RINGAN Rusak. Bisa diperbaiki DAN NON-STRUKTUR Penutup Atap Rusak. Tidak bisa Rusak. Bisa diperbaiki Dinding. Plafond Rusak. Tidak bisa Rusak. Bisa diperbaiki Lantai Rusak. Tidak bisa Rusak. Bisa diperbaiki (Sumber : BPBD Kabupaten Aceh Tenga. Rasio Kerusakan . amage rati. Bangunan Berdasarkan Intensitas Gempabumi Rasio Kerusakan . amage rati. Bangunan akibat gempa bumi merupakan fungsi dari nilai kerusakan bangunan akibat gempa bumi dibagi dengan nilai bangunan sebelum rusak. Hasil dari perhitungan tersebut menunjukkan seberapa besar tingkat kerugian suatu bangunan akibat gempa. Nilai kerusakan bangunan dinyatakan dalam (%). Rasio kerusakan bangunan berbeda-beda dari satu lokasi dengan lokasi yang lain hal ini disebabkan oleh kekuatan goncangan gempa yang di alami oleh bangunan tersebut. Dalam satu lokasi saja kemungkinan terdiri dari banyak tipe bangunan, maka tingkat kerusakan bangunan satu dengan bangunan lain pun akan berbeda-beda. Survei dari distribusi tingkat kerusakan struktur . umlah bangunan dari masing-masing tingkat kerusaka. biasanya dilakukan untuk masing-masing tipe bangunan dalam masing-masing lokasi. Format yang biasa dipakai untuk mendefinisikan kemungkinan distribusi kerusakan tergantung dari metode yang dipakai untuk mendefinisikan parameter ancaman / hazard gempa bumi. Hubungan antara persentase tingkat kerusakan dalam setiap skala intensitas gempa tertentu menurut oleh Ozmen . membagi tingkat kerusakan menjadi 3 . kelas yaitu rusak ringan . lightly damage. , rusak sedang . oderate damage. , dan rusak berat . eavily damage. Pada penelitian Osmen . untuk tingkat kerusakan bangunan tidak menspesifikasi tipe bangunan tetapi lebih bersifat bangunan secara umum. ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 45 Biaya Konstruksi Bangunan Biaya konstruksi bangunan dihitung berdasarkan jumlah total volume pekerjaan dikalikan dengan harga satuan pekerjan untuk masing-masing item pekerjaan. Pengertian tersebut dapat disederhanakan dalam rumus Persamaan 2 sebagai berikut: BKB = OcV x HSP BKP = biaya konstruksi bangunan = volume pekerjaan HSP = harga satuan pekerjaan HASIL PEMBAHASAN Rasio kerusakan merupakan fungsi dari nilai kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa bumi dibagi dengan nilai banguanan sebelum rusak. Perhitungan rasio kerusakan bangunan menunjukkan besaran kerusakan tiap bangunan nilai rasio kerusakan tersebut ditampilkan dalam persen (%). Kriteria kerusakan yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Aceh Tengah penilaian tingkat kerusakan didasarkan hanya pada pengamatan visual saja untuk kriteria kerusakan bangunan masih sangat umum dikarenakan katagori kerusakan berdasarkan rusak bisa diperbaiki dan tidak bisa diperbaiki hal ini belum menggambarkan kerusakan bangunan secara detail. Pada penelitian ini perhitungan damage ratio dihitung bedasarkan perbandingan nilai bangunan yang mengalami kerusakan dibandingkan nilai bangunan sebelum mengalami kerusakan. Oleh karena itu untuk kasus gempabumi Aceh 2 Juli 2013 mengacu pada hubungan antara tingkat kerusakan, persentase, kerusakan dan nilai ekonomi yang dikembangkan FEMA, 1999. Kriteria kerusakan bangunan yang dikeluarkan oleh FEMA, 1999 . alam Wijaya,2. menjelaskan rasio kerusakan bangunan di peroleh dari perbandingan nilai suatu bangunan sebelum terkena gempa bumi dengan nilai suatu bangunan setelah terkena gempa bumi. Nilai yang dimaksud adalah harga dari bangunan yang mengalami kerusakan. FEMA, 1999 menjelaskan rasio kerusakan rumah untuk kategori roboh 80-100%, rumah rusak berat rasio kerusakan 40-79%, rumah rusak sedang rasio kerusakan 15-39% dan rasio rumah rusak ringan 1-14%. Perhitungan damage ratio akibat gempa bumi Aceh 2 Juli 2013 pada masing-masing tingkat kerusakan yaitu roboh, rusak berat, rusak sedang, rusak ringan masing-masing diambil 10 sampel bangunan rumah tinggal yang kemudian nilai rasio kerusakan yang diambil adalah nilai rata-rata dari 10 sampel masing-masing katagori kerusakan. Hasil pengamatan dilapangan kerusakan sangat banyak terjadi di kawasan yang letaknya dengan episenter gempabumi Aceh 2 Juli 2013, untuk katagori roboh, kerusakan terjadi pada seluruh komponen bangunan meliputi kerusakan kolom, balok, dinding, plafond, penutup atap serta pintu dan jendela. Rumah yang roboh kebanyakan hanya tinggal penutup atap bangunan yang terlihat menutupi bangunan sedangkan komponen yang lain hancur berkeping-keping. Kondisi pondasi dan lantai bangunan yang diteliti kebanyakan dalam keadaan baik tidak mengalami Menurut hasil wawancara kerusakan pondasi terjadi pada daerah yang kemungkinan bangunan terletak pada kondisi tanah yang lunak atau berada di lereng tebing. Gambar bangunan roboh dapat dilihat pada gambar 1. ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 46 Gambar 1 Rumah Roboh Kerusakan bangunan pada katagori rusak berat mengalami kerusakan pada komponen struktur maupun non struktur meliputi kerusakan pada kolom, balok, dinding, plafon, penutup atap serta pintu dan jendela. Kerusakan serius terjadi pada seluruh komponen rumah tetapi kondisi bangunan rumah masih terlihat berdiri namun tidak layak dihuni kembali. Pada katagori kerusakan berat perbaikan dapat dilakukan terhadap komponen-komponen yang rusak namun biaya perbaikannya sangat mahal bahkan biaya perbaikan bisa lebih mahal dari pada harga rumah sebelum mengalami kerusakan. Oleh karena itu pemilik rumah melakukan pembangunan rumah baru pada lokasi semula dengan cara rumah yang dirusak dirobohkan dan kemudian dibangun rumah baru yang lebih aman terhadap gempabumi. Gambar bangunan yang rusak berat dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2 Rumah Rusak Berat Rumah yang mengalami rusak sedang umumnya terdapat kerusakan pada dinding, plafond, penutup atap, pintu dan jendela, kondisi bangunan masih dapat dihuni kembali dengan persyaratan ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 47 harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Biaya perbaikan pada kerusakan sedang tidak telalu besar karena kerusakan terjadi hanya pada beberapa komponen rumah. Perbaikan pada komponen dinding hanya diperlukan menambal dinding yang mengalami retak atau mengganti komponen dinding yang mengalami kerusakan serius dengan melakukan pasangan batu bata kembali. Pada bagian penutup atap dan plafond perbaikan dilakukan dengan mengganti bagian yang mengalami Gambar bangunan yang rusak sedang dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3 Rumah Rusak sedang Pengamatan terakhir dilakukan pada rumah dengan katagori rusak ringan. Pada kondosi ini kerusakan yang dialami rumah sangat kecil bahkan jika kita tidak teliti melihatnya kondisi rumah tidak mengalami kerusakan. kerusakan banyak terjadi pada dinding bangunan yang ditandai dengan retak rambut. Perbaikan dilakukan dilakukan dengan menambal bagian dinding yang mengalami kondisi bangunan rumah pada katagori rusak ringan dapat dihuni langsung oleh pemiliknya walau komponen yang rusak belum diperbaiki. Gambar bangunan yang rusak ringan dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4 Rumah Rusak Ringan ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 48 Berdasarkan hasil pengamatan seperti yang telah dijelaskan diatas, kemudian dilakukan perhitungan rasio kerusakan untuk masing masing rumah berdasarkan katagori kerusakan dengan cara menghitung nilai biaya konstruksi bagunan sebelum mengalami kerusakan. perhitungan yang dimaksud adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB) meliputi menghitung volume pekerjaan yang dikalikan dengan harga satuan pekerjaan. Begitu pula dengan nilai kerusakan bangunan yang dihitung adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB) meliputi volume komponen rumah yang mengalami kerusakan dikalikan dengan harga satuan. Tabel 5 Rasio Kerusakan Rumah Untuk Katagori Rumah Roboh Tabel 6 Rasio Kerusakan Rumah Untuk Katagori Rumah Rusak Berat ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 49 Tabel 7 Rasio Kerusakan Rumah Untuk Katagori Rumah Rusak Sedang Tabel 8 Rasio Kerusakan Rumah Untuk Katagori Rumah Rusak Ringan Berdasarkan hasil perhitungan rasio kerusakan 10 bangunan rumah bangunan rumah untuk masing-masing katagori roboh, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan memiliki nilai rasio kerusakan yang berbeda-beda untuk setiap rumah. Oleh karena ini nilai rasio kerusakan . amage rati. yang dipakai adalah rata-rata nilai damage ratio untuk 10 rumah berdasarkan katagori hasil rasio kerusakan tersebut dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh FEMA 1999, dan Bakornas PB yang ditunjukkan pada berikut. ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 50 Tabel 9 Perbandingan Hasil Perhitungan Rasio Kerusakan (D. dengan Beberapa Standar. Rasio Kerusakan Tingkat Kerusakan Ringan / Slight Rata-rata DR FEMA Bakornas PB FEMA 1999 1999 (%) (%) (%) Rata-rata DR Gempa Yogyakarta 2006 (%) 1,21 Hasil Ratarata DR Gempa Aceh 2 Juli 2013 (%) 3,87 Tabel 10 Perbandingan Hasil Perhitungan Rasio Kerusakan (D. dengan Beberapa Standar. Rasio Kerusakan Tingkat Kerusakan Sedang / Moderate Berat / Extensive Roboh / Complete Rata-rata DR FEMA Bakornas PB FEMA 1999 1999 (%) (%) (%) Rata-rata DR Gempa Yogyakarta 2006 (%) Hasil Ratarata DR Gempa Aceh 2 Juli 2013 (%) 13,99 28,97 >51 57,90 70,08 >80 84,20 96,25 Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata rasio kerusakan rumah tinggal di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah rasio kerusakan untuk katagori roboh, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan masuk dalam standart yang ditetapkan oleh Fema 1999. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai Nilai rata-rata rasio kerusakan . ean damage rati. diperoleh untuk rumah tinggal roboh adalah 96,25% . imana nilai rata-rata kerusakan Rp. - dari nilai awal rata-rata Rp. 875,99. -), untuk rumah tinggal rusak berat rata-rata rasio kerusakan 70,08% . imana nilai rata-rata kerusakan Rp. - dari nilai awal rata-rata Rp. -) untuk rumah tinggal rusak sedang rata-rata rasio kerusakan 28,97% . imana nilai rata-rata kerusakan Rp. 917,99. - dari nilai awal rata-rata Rp. -), dan untuk rumah tinggal ringan rata-rata rasio kerusakan 3,87% . imana nilai rata-rata kerusakan Rp. 778,10. - dari nilai awal rata-rata Rp. 721,63. -). Nilai rata-rata rasio kerusakan ISSN : 2477 Ae 5250 Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Vol. 4 No. 1 April 2018 41 - 51 P a g e | 51 untun bangunan di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah berada dalam batasan yang dikeluarkan oleh FEMA 1999. SARAN