e-ISSN: 2827-9883 e-journal. id/index. php/talim fai@unmuhkupang. Volume 5. Agustus 2025 STRATEGI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN UNTUK MENGOPTIMALKAN MUTU PEMBELAJARAN SEKOLAH Ubaidillah Ridwanulloh Pragram Studi Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri. Jawa Timur email koresponden: ubaidhasankuu212@gmail. Abstract The purpose of this study is to explain the influence of policies related to the procurement of educational facilities and infrastructure in supporting the quality of learning, particularly at the vocational high school (SMK) level, where instruction is focused on student skills. Therefore, facilities and infrastructure at this level must be fulfilled in accordance with needs and national standards. This study employed a descriptive qualitative method. The informants included the principal, vice principal for facilities and infrastructure, vice principal for curriculum, teachers, and students. The findings reveal that the principalAos responsive policy in procuring educational facilities and infrastructure positively influences the quality of student learning at SMKN 1 Plosoklaten. The necessary equipment and educational resources are promptly provided, thereby increasing students' motivation and enthusiasm, and facilitating the learning process without having to wait for annual regulatory In conclusion, studentsAo understanding of the learning material improves effectively through the implementation of responsive policies in the procurement of educational facilities and infrastructure, especially in skills-based learning. Keywords: Management. Educational Management. School. Financial of Education. School Managerial Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh kebijakan dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang mutu pembelajaran. Terutama di jenjang SMK yang pembelajarannya berpusat pada keahlian siswa. Sehingga sarana dan prasarana di jenjang ini harus terpenuhi sesuai kebutuhan dan standar nasional. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, waka sarana dan prasarana, waka kurikulum, guru dan siswa. Hasil penelitian menemukan kebijakan kepala sekolah yang responsif dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan berpengaruh pada peningkatan mutu pembelajaran siswa SMKN 1 Plosoklaten. Kelengkapan alat dan sarana prasarana pendidikan yang dibutuhkan sekolah segera disediakan untuk menambah semangat dan motivasi dan memudahkan siswa dalam belajar tanpa menunggu regulasi tahunan. Kesimpulannya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran meningkat dan efektif dengan adanya kebijakan yang responsif dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, terutama dalam pembelajaran keterampilan. Kata Kunci: Manajemen. Manajemen Pendidikan. Sekolah. Keuangan Pendidikan. Manajerial Sekolah TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan dan pemenuhan kebutuhan kapasitas sumber daya individu. Bahkan maju atau tidaknya suatu bangsa juga tergantung pada bagaimana negara menghargai, mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya dengan baik. Hal ini sejalan dengan seberapa berkualitas pendidikan yang diberikan dan dirasakan oleh masyarakat luas (Munandar. Para ahli pendidikan percaya bahwa tugas utama sekolah adalah melakukan proses pendidikan dan mengembangkan potensi individu sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. Sekolah harus mampu berperan sebagai sekolah formal yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa sebagai sumber daya (Sugandi, 2. Selanjutnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti zaman sekarang ini juga dapat mempengaruhi dan membantu sistem kegiatan pendidikan yang ada. Pada faktanya suka atau tidak suka, sistem pendidikan seluruh dunia harus memanfaatkan perkembangan teknologi dalam kegiatan pembelajarannya. Jika tidak memanfaatkan maka dapat ketinggalan atau malah kalah dalam persaingan antar lembaga pendidikan sehingga mengakibatkan ditinggalkan oleh masyarakat. Namun demikian tidak semua kepala sekolah sebagai motor penggerak sekaligus pengelola sekolah akan memahami konsep perkembangan teknologi modern serta persaingan sekolah. Selain itu juga faktor penyebaran dan pemerataan kualitas sekolah di berbagai daerah yang belum terlaksana secara merata. Kepala sekolah pada umumnya lebih memperhatikan pada bidang kurikulum yang memang menjadi inti perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Akibatnya pengelolaan sarana prasarana pendidikan berjalan seadanya dengan keterpenuhan yang terbatas. Masalah ini muncul dari kurangnya pemahaman bahwa kurangnya sarana dan prasarana pendidikan berpengaruh dengan tidak memberikan kontribusi secara optimal dan signifikan terhadap proses pembelajaran. Kesulitan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan diperparah ketika sistem dan prosedur pengelolaan tidak jelas. Bahkan ketika pengelola terhadap sarana prasarana sekolah tidak terkoordinasi, tidak kompeten, dan tidak memenuhi harapan dan berjalan secara naluri yang terbatas. Banyak perangkat dan sarana prasarana yang seharusnya masih dapat digunakan jika dirawat dengan baik menjadi tidak lagi dapat digunakan dengan baik secara fungsional (Matin & Fuad, 2. Dengan demikian sarana dan prasarana pendidikan termasuk sumber daya yang berperan penting dalam membantu sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. Keberhasilan setiap program pendidikan yang ditawarkan di sekolah tergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana sekolah dan kemampuan guru dalam menggunakan dan memanfaatkan sumber daya sarana dan prasarana pendidikan secara optimal. Syahril menjelaskan perlunya pengadaan sarana dan prasarana pendidikan jika kondisi dan keadaan sarana prasarana sekolah mulai usang dan tidak begitu efektif digunakan. Adapun kegiatan pengadaan mencakup semua kegiatan yang dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan sesuai dengan rancangan atau kebutuhan yang diajukan (Nurbaiti, 2. Pengadaan jenis peralatan sekolah harus direncanakan dengan baik dan tepat. Kepala sekolah perlu menyadari bahwa keberhasilan kegiatan pendidikan di sekolah sangat mempengaruhi dengan ketersediaan perangkat atau fasilitas yang dimiliki sekolah. Meningkatkan kualitas pendidikan menjadi sulit ketika sarana prasarana pendidikan tidak tersedia atau jika tersedia tetapi tidak dikelola penggunaannya dengan baik dan tepat. Kesulitan dalam penganggaran untuk membeli peralatan yang diperlukan seringkali menjadi masalah utama sekolah karena keterbatasan dana yang Menurut Suryosubroto, ada beberapa kemungkinan sekolah memperoleh dana untuk melakukan pembelian perlengkapan sekolah, antara lain dana dari pemerintah. SPP, dukungan dari BP3, dan dukungan dari masyarakat (Suryosubroto, 2. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 Ketersediaan segala jenis sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu syarat untuk menunjukkan kualitas pendidikan. Kegiatan pembelajaran tidak akan memadai tanpa dukungan sarana dan prasarana pendidikan tersebut. Ketersediaan sarana dan prasarana sekolah harus dikelola secara tepat untuk mencapai tujuan pendidikan. Walaupun banyak sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap untuk benar-benar mendukung proses pendidikan di sekolah, namun keadaan ini biasanya tidak berlangsung Kualitas dan kuantitas sarana prasarana pendidikan tidak dapat dipertahankan selama Ada usia dan masa yang dimiliki benda atau fasilitas sekolah menjadi usang dan Di sisi lain dukungan fasilitas tidak selalu datang setiap saat baik dari pemerintah maupun masyarakat dan pada akhirnya semuanya menjadi penghambat pada kualitas Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengelolaan sarana dan prasarana yang baik untuk menjaga kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana agar lebih tahan lama di masa yang akan datang. Sarana dan prasarana pendidikan yang dikelola sistematis mungkin dapat mewujudkan sekolah menjadi terlihat tertata, bersih, teratur, dan indah sehingga menciptakan lingkungan yang nyaman bagi guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran sesuai tujuan pendidikan (Mulyasa, 2. Penetapan standar minimal sarana dan prasarana telah dilakukan pemerintah agar terjadi peningkatan kualitas dan sekaligus menjadi bagian dari proses akreditasi sekolah. Oleh karena itu sarana dan prasarana sekolah diharuskan memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan untuk menunjang proses pendidikan yang kondusif. Guru akan lebih mudah menjalankan tanggung jawabnya sebagai tenaga kependidikan jika tercukupi kebutuhan sarana atau peralatan atau media untuk pembelajaran itu sendiri. Demikian pula, kegiatan proses pembelajaran harus dikembangkan dengan baik secara maksimal agar dapat menghasilkan kualitas tinggi. Jika proses belajar mengajar didukung oleh sarana dan prasarana yang berkualitas dan memadai maka pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Dengan menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia, guru dan siswa terlibat dalam proses belajar mengajar dalam keadaan senyaman mungkin serta materi yang disampaikan dapat terserap secara sempurna. Oleh karena itu, proses pendidikan tidak ada artinya tanpa sarana dan prasarana yang cukup. (Firdianti, 2. Menurut Pasal 1 PERMENDIKNAS No. 24 Tahun 2007. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) harus memenuhi kriteria minimal sistem pendidikan termasuk sarana maupun prasarana (Fathurrochman et al. , 2. Secara umum, sarana mencakup semua perlengakapan dan peralatan yang secara langsung mendukung proses pendidikan dan sesuai pembelajaran. Gedung, ruang kelas, media pendidikan, laboratorium, meja, kursi, dan barang-barang lainnya adalah contoh sarana Prasarana pendidikan merupakan peralatan yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran secara tidak langsung. Misalnya ruang sekolah yang baik dapat membuat siswa nyaman untuk belajar, halaman sekolah yang bersih dapat digunakan untuk belajar di luar ruangan, jalan yang mudah menuju sekolah, dan seterusnya (Afriansyah. Bahkan pembelajaran ilmu sosial sekalipun juga memerlukan sarana prasarana pendidikan yang berupa tidak saja benda di sekolah melainkan berada di tempat-tempat khusus yang bersejarah (Ridwanulloh & Parawansa, 2. Para ahli membedakan antara infrastruktur pendidikan dan fasilitas pendidikan. Semua bahan dan peralatan pendidikan yang digunakan di dalam kelas disebut sebagai fasilitas Fokus utama adalah pada sifat infrastruktur pendidikan, yang merupakan fasilitas mendasar di sekolah yang secara tidak langsung mendukung proses pendidikan: infrastruktur yang bersifat langsung dan tidak langsung. Terdapat perbedaan antara fungsi sarana pendidikan dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan ialah peralatan yang berfungsi untuk menunjang pembelajaran mata pelajaran dan membantu peserta didik TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 memperdalam pemahamannya. Sedangkan sarana pendidikan ialah peralatan yang berfungsi memperlancar pelaksanaan pendidikan. Itulah arti dari kata-kata yang digunakan secara langsung dan tidak langsung dalam proses pendidikan. Secara lebih khusus, arti kata Aulangsung dipakaiAy berkaitan dengan penyampaian pelajaran atau pemahaman suatu Misalnya papan tulis yang langsung digunakan oleh guru untuk menuliskan materi Meja merupakan alat tidak langsung karena tidak digunakan untuk menulis, melainkan digunakan sebagai alas untuk menulis. Buku, buku adalah alat yang langsung Ada dua jenis infrastruktur pendidikan. Pertama, infrastruktur pendidikan yang langsung dimanfaatkan selama proses belajar mengajar, seperti perpustakaan, ruang kelas teori, dan laboratorium teknik. Kedua, secara lugas mendukung pengalaman mengajar dan menumbuhkan tanpa melibatkan landasan pelajaran yang ada saat ini untuk pengalaman mendidik dan mendidik. Kantor, kantin, masjid, halaman, jalan menuju sekolah, toilet, puskesmas, ruang kelas, tempat parkir, dan kantor guru adalah contohnya (Safingudin. SMKN 1 Plosoklaten ialah salah satu lembaga pendidikan yang berkualitas dengan akreditasi A atau unggul yang berbentuk kejuruan. Ada enam kejuruan yang dimilikinya untuk mengantarkan pendidikan siswanya dalam mengembangkan minat dan kompetensi. Akreditasi dari enam kejuruan tersebut terdiri tiga jurusan terakreditasi A dan tiga jurusan terakreditasi B. Selain itu SMKN 1 Plosoklaten satu-satunya sekolah unggul di daerah tersebut dan diakui sebagai sekolah berpredikat PK atau sekolah Pusat Keunggulan. Untuk mengelola sekolah dengan enam jurusan tentunya bukan pekerjaan yang mudah. Kepala sekolah beserta jajarannya harus tepat dalam menentukan kebijakan dan mengambil langkah dalam semua aspek manajemen dengan standar yang tinggi. Tentu saja dengan standar tinggi yang ditetapkan mengakibatkan kebutuhan sarana prasarana pendidikan harus memenuhi Untuk itu kepala sekolah SMKN 1 Plosoklaten. Kediri membuat kebijakan untuk melakukan pengadaan dan perbaikan sarana prasarana pendidikan secara berkala. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang kebijakan kepala sekolah dalam pengadaan sarana prasarana pendidikan dalam menunjang mutu pembelajaran di SMKN 1 Plosoklaten. Penelitian terkait manajemen sarana dan prasarana pendidikan telah banyak dilakukan peneliti sebelumnya. Berdasarkan data yang ditemukan telah muncul penelitian tersebut dengan berbagai varian dan tingkat pendidikan, meliputi penelitian manajemen sarana dan prasarana pendidikan tingkat SD. SMP dan SMK. Penelitian pada tingkat SMK saja telah ada akan tetapi masih terkait manajemen sarana dan prasarana pendidikan secara keseluruhan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan evaluasi (Alwi et , 2022. Fathurrahman & Putri Dewi, 2019a. Hartoni, 2018. Ihsan, 2021. Ikawati, 2018. Kurniawati & Sayuti, 2013. Susanto & Sudira, 2. Akan tetapi belum ditemukan penelitian tentang strategi kebijakan sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih responsive dan efektif? Selanjutnya pengaruh kebijakan sekolah dalam pengadaan sarana prasarana pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya pembelajaran berbasis keterampilan? Oleh sebab itu peneliti tertarik melakukan penelitian dalam manajemen sekolah dengan mengambil judul tentang pengaruh kebijakan sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan terhadap mutu pembelajaran di SMKN 1 Plosoklaten. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh secara langsung terkait kebijakan dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang mutu pembelajaran. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dalam melakukan penelitian Tujuan dari metode kualitatif yakni untuk mendapatkan fakta-fakta dilapangan mengenai manajemen sarana prasrana dan implementasinya serta diharapkan dalam pemahaman fakta ini dapat berguna bagi orang lain. Format studi kasus digunakan oleh para peneliti untuk jenis penelitian ini. Studi kasus adalah pemeriksaan mendalam terhadap individu, kelompok, program kegiatan, atau organisasi. Studi kasus bertujuan untuk memperoleh penjelasan yang mendalam dan lengkap dari data yang disusun menjadi teori (Yin, 2. Penelitian kualitatif yaitu suatu cara dalam penelitian guna memahami kejadiankejadian sosial dengan membuat gambaran yang kompleks dan global kemudian dibentuk dalam kata-kata yang baik, melaporkan informasi yang didapat dari narasumeber secara terperinci, dan penelitian dilakukan di tempat yang alamiah (Rahmadi, 2. Dalam artikel penelitian ini, pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti, meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif, sumber data utamanya dapat berupa tindakan dan kata-kata atau kalimat. Selain itu, ada data tambahan berupa dokumen, statistik, dan foto (Moleong, 2. Informan dalam penelitian ini kepala sekolah (Bapak Eddy Priyo Utom. , wakil kepala bidang sarana dan prasarana (Bapak Athikul Hidaya. , wakil kepala bidang kurikulum (Ibu Yulis Prasetyorin. , 2 guru (Bapak Akbar Wijaya dan Ibu Eki Lutd. dan 4 siswa (Dina Lutfiana. Charis Fitria. Elsa Septiana. Melati Ariyan. Analisis data menggunakan analisis Milles dan Huberman yang meliputi memilih atau menentukan data . , penyajian . dan penarikan kesimpulan . serta verifikasi data yang bersifat trianggulasi (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN SMKN 1 Plosoklaten salah satu sekolah kejuruan berprestasi yang berlokasi di Desa Sumberagung. Kec. Plosoklaten. Kab. Kediri. SMKN 1 Plosoklaten merupakan satu-satunya sekolahan di kabupaten Kediri yang menyediakan jurusan pertanian dan peternakan. Sehingga banyak siswa yang berasal dari berbagai wilayah Plosoklaten ataupun Pare yang berminat untuk masuk ke jurusan pertanian dan peternakan tersebut. Visi misi SMKN ini yaitu AuMewujudkan insan yang bertaqwa, berkarakter, kompeten, produktif, kompetitif, dan berwawasan lingkunganAy. Sekolahan ini memiliki 6 jurusan yang ditawarkan. Jurusan tersebut meliputi : Agribisnis Tanaman . erakreditasi A). Agribisnis Ternak . erakreditasi B). Agribisnis Perikanan . erakreditasi A). Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian . erakreditasi A). Broadcasting dan Perfilman . erakreditasi B) serta Teknik Otomatif . erakreditasi B). Strategi kebijakan sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih responsive dan efektif Sarana dan prasarana yang dimiliki SMKN 1 Plosoklaten tergolong lengkap dengan dilengkapi masing-masing jurusan minimal satu laboraturium. Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki SMKN 1 Plosoklaten tidak bisa dilupakan atas jasa dan peran kepala sekolah yang memang mempunyai visi dan misinya untuk menetapkan standar sekolah yang tinggi agar dapat bersaing dengan sekolah kejuruan lainnya di berbagai daerah tanah air Indonesia. Hal ini terlihat nilai akreditasi jurusannya diusahakan untuk memperoleh nilai yang terbaik. Artinya agar dapat memperoleh nilai terbaik maka diantara syaratnya sekolah harus menyediakan kebutuhan pembelajaran baik pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Dukungan dan perjuangan kepala sekolah untuk melengkapi segala keperluan fasilitas sekolah masing-masing jurusan sangat tinggi. Jika guru atau siswa membutuhkan fasilitas pembelajaran yang baru, apalagi pada zaman modern dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih, kepala sekolah mengusahakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 entah melalui pembelian atau peminjaman. Yang penting pembelajaran berjalan secara optimal dan dapat mencapai tujuan akhir sesuai standar yang ditetapkan sebelumnya. Meskipun sarana dan prasarana pendidikan sering disebut tidak lebih penting dari kurikulum namun jika kegiatan pembelajaran tidak didukung dengan sarana dan prasarana pendidikan akan terhambat. Semua kegiatan pendidikan tidak akan dapat mencapai hasil sesuai yang direncanakan jika sarana dan prasarana pembelajaran tersebut tidak tersedia dan terpenuhi. Oleh sebab itu sarana dan prasarana pendidikan umumnya merupakan sarana penunjang yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan dalam proses pendidikan. Menurut Ibrahim Bafadal mengatakan sarana pendidikan merupakan seluruh perlengkapan dan peralatan, perabot, serta bahan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Selanjutnya, prasarana pendidikan mengacu pada semua peralatan mendasar yang mendukung proses pendidikan di sekolah secara tidak langsung (Devi, 2021. Nasrudin & Maryadi, 2. Dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMKN 1 Plosoklaten, kepala sekolah menerapkan sistem manajemen dengan memperhatikan hal-hal berikut ini: Perencanaan dan Penetapan Perencanaan dan penetapan sarana dan prasarana yang akan diadakan harus atas kebutuhan prioritas dan persetujuan semua pihak sekolah yang mengarah pada keperluan penting untuk digunakan proses pembelajaran. Keputusan ini bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sebagai prasyarat pembelajaran tanpa harus ada persoalan konflik internal organisasi sekolah. Di SMKN 1 Plosoklaten, penetapan pengadaan sarana dan prasarana dilakukan oleh kepala sekolah yang disetujui oleh seluruh pihak sekolah dan selanjutnya dilakukan pengadaan oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana pendidikan. Dalam hal ini, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana bertanggungjawab penuh terhadap pengadaan sarana dan prasarana karena kepala sekolah memberikan amanah dan menyerahkan semua tugas mengenai sarana prasarana kepadanya. Sebelum dilakukan pengadaan tentunya kepala sekolah telah menyiapkan dana sebagai sumber pengadaan dan pembelian sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan. Sumber Pengadaan Sumber pengadaan sarana dan prasarana dapat dilakukan melalui pembelian barang baru menggunakan dana dari pemerintah, sumbangan masyarakat, peminjaman dari pihak swasta dan penukaran barang baru dengan barang yang sudah rusak, serta reparasi barangbarang yang rusak. Gunawan dan Benty . mengatakan bahwa sumber pengadaan sarana prasarana dapat dilakukan melalui pembelian, penyewaan, pembuatan sendiri, dan penerimaan hibah . dari pihak swasta atau lembaga yang terkait dengan sekolah. Sumber pengadaan sarana dan prasarana di SMKN 1 Plosoklaten diantaranya melalui pembelian barang baru dengan menggunakan dana dari pemerintah . ana BOS) dan reparasi barang-barang yang rusak, misalnya jika terdapat kerusakan pada alat atau kendaraan praktik di laboratorium maka tugas siswa Jurusan Teknik Otomotif untuk memperbaiki sekaligus untuk praktik. Sarana dan prasarana harus mempunyai kualitas yang bagus seperti kegunan jangka waktu yang lama untuk alat peraga. Pengadaan sarana prasarana harus mencapai sasaran baik fisik, keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pembelajaran. Dengan memperhatikan kualitas dari setiap sarana dan prasarana pendidikan akan memberikan sesuatu yang berdaya guna dengan maksimal dan efektif. Kualitas sarana prasarana yang dimiliki SMKN 1 Plosoklaten sudah sangat lengkap dan bagus. Hal ini terbukti dengan respon siswa ketika dilakukan wawancara mengenai kualitas sarana prasarana yang ada. Hal tersebut terbukti juga dengan mudahnya siswa dalam menerima pembelajaran dan terampilnya Guru dalam menggunakan sarana dan prasarana tersebut. Sehingga dengan TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 kualitas yang bagus, maka sarana prasarana dapat digunakan dalam pembelajaran dengan Sarana prasarana yang berfungsi dengan baik akan membantu memudahkan dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Fungsi sarana prasarana ini diharapkan dapat bersifat efektif, artinya dalam pengadaan sarana prasarana harus sesuai dengan kebutuhan dan diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lembaga dan bagi pengguna. Sarana dan prasarana di SMKN 1 Plosoklaten telah difungsikan dengan sebaik-baiknya sehingga pada saat proses pembelajaran seperti teori dan praktek dapat berlangsung dengan baik dan efektif. Pengadaan Sarana Prasarana untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Salah satu upaya untuk merealisasikan rencana yang telah disusun sebelumnya untuk kebutuhan pengadaan peralatan adalah pengadaan sarana dan prasarana pendidikan (Ainiyah & Husnaini, 2. pengadaan sarana prasarana di SMKN 1 Plosoklaten ini melalui dana BOS, dan dan bantuan dari komite sekolah. Dengan begitu. Waka sarpras harus membuat pengajuan proposal setiap meminta dana untuk keperluan pengadaan sarana prasarana. Prosedur atau langkah-langkah dalam pengadaan sarana dan prasarana di SMKN 1 Plosoklaten yaitu sebagai berikut: Menganalisis sarana dan prasarana beserta fungsinya sesuai kebutuhan. Klasifikasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan Menyusun proposal pengadaan sarana dan prasarana yang ditujukan kepada pemerintah. Jika proposal disetujui, maka sekolah akan ditinjau oleh pemerintah untuk dinilai kelayakannya dalam memperoleh dana guna pengadaan sarana prasarana. Sekolah akan menerima kiriman sarana dan prasarana yang telah diserahkan kepada pemerintah setelah dilakukan tinjauan dan kunjungan. Di SMKN 1 Plosoklaten ini pengadaan sarana prasarana diadakan setiap tahun dan setiap bulan. Dilakukan setiap bulan jika apabila terdapat sarana prasarana yang hilang atau rusak . enar-benar sudah tidak dapat difungsika. Sistem pengadaan sarana dan prasarana dilakukan melalui tahapan membut laporan dan kemudian pengajuan laporan bisa dilakukan guru maupun siswa yang mengetahui jika ada kerusakan terhadap sarana prasarana di Dalam tahap perencanaan tahunan, sebelum diajukan kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana melakukan peninjauan pada semua sarana dan prasarana sekolah yang diperlukan untuk tahun berikutnya. Peninjauan dilakukan dengan mendatangi dan mengidentifikasi serta mencatat sarana dan prasarana sekolah dengan teliti. Selanjutnya melakukan pemetaan terhadap kondisi dan kelayakan agar efektif digunakan pada saat pembelajaran. Ketika hasil identifkasi yang diperoleh ternyata mengharuskan untuk pengadaan sarana dan prasarana dengan melakukan pembelian, wakil kepala bidang sarana dan prasarana membuat laporan dan rancangan pengajuan yang akan disampaikan kepada kepala sekolah untuk dibahas pada rapat tahunan menjelang tahun ajaran baru. Kepala sekolah beserta guru akan membahasnya dalam rapat kemudian akan memilih sarana dan prasarana mana yang harus disetujui dan dibeli. Kegiatan perencanaan sarana dan prasarana yang telah ditetapkan dalam musyawarah antar dewan guru dilanjutkan dengan pengadaan sarana prasarana. Koordinator sarana dan prasarana selalu berusaha menyediakan barang-barang yang dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa (Fathurrahman & Putri Dewi, 2019. Sarana dan prasarana pembelajaran di SMKN 1 Plosoklaten yang dilakukan pengadaan, antara lain sebagai berikut: Pengadaan barang yang bersifat habis pakai, seperti alat-alat yang digunakan untuk pembelajaran teori contohnya, spidol dan tinta. dan alat-alat yang digunakan pada saat praktek contohnya, pupuk tanaman, bibit tanaman, pakan ikan, pakan ternak, dan alatalat yang menunjang kegiatan otomotif. Pengadaan barang yang bersifat jangka panjang seperti komputer, laptop. LCD, layar, alat peraga, buku-buku pelajaran, dan peralatan pertanian. TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 Pengadaan barang yang berasal dari dana pemerintah seperti meja kursi, pembangunan gudang, dan pembangunan kelas. Pengaruh kebijakan sekolah yang responsif dalam pengadaan sarana prasarana pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran Pada efektifitas penggunaan sarana dan prasarana, kelengkapan segala fasilitas dalam kegiatan belajar mengajar tingkat sekolah SMK ternyata memiliki dampak yang signifikan. Oleh karena itu, pengelolaan sarana dan prasarana yang baik sangat diperlukan untuk memastikan bahwa siswa tidak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran (Westri. Pengadaan sarana prasarana adalah rangkaian proses dalam menyediakan berbagai prasarana dan sarana pendidikan sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan. Harga, waktu, lokasi, jumlah, jenis, dan spesifikasi, serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, semuanya berperan dalam menentukan kebutuhan akan sarana dan prasarana pendidikan (Saparena, 2. Kebijakan pengadaan sarana prasarana sekolah dalam setiap tahunnya tidak mesti dilakukan oleh setiap kepala sekolah, tergantung kondisi kebutuhan. Kepala sekolah yang memperhatikan standar pendidikan dengan level tinggi biasanya akan memperhatikan semua aspek bidang, termasuk pentingnya keterpenuhan sarana prasarana pendidikan. Sehingga kebijakan kepala sekolah dalam rangka memenuhi secara lengkap sarana prasarana pendidikan setiap tahunnya menjadi salah satu bentuk indikasi untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat secara optimal. Kepala sekolah SMKN 1 Plosoklaten merupakan salah satu kepala sekolah yang memperhatikan kelengkapan sarana prasarana Setiap semester diadakan rapat khusus membahas kondisi dan ketersediaan sarana prasarana pendidikan untuk dapat menunjang pembelajaran. Kepala sekolah membuat kebijakan tersendiri terkait kebutuhan dan kelengkapan sarana prasarana pembelajaran termasuk sarana prasarana modern. Kebijakan tersebut yakni jika guru membutuhkan sarana prasarana baru untuk kegiatan pembelajaran maka segera menyampaikan kepala sekolah agar segera diusahakan untuk disediakan. Sehingga dengan kelengkapan sarana prasarana sekolah yang dimilikinya membuat siswa senang dan situasi pembelajaran menjadi efektif. Selain itu jika salah satu guru atau siswa menemukan salah satu sarana prasarana sekolah yang rusak diminta untuk segera melaporkannya kepada kepala sekolah dan kemudian segera dilakukan perbaikan atau penggantian dengan yang Pengaruh kebijakan dan pengadaan sarana prasarana di SMKN 1 Plosoklaten tersebut sangat membantu untuk menunjang proses pembelajaran yang efektif serta kondusif. Pembelajaran yang efektif dan kondusif akan menjadikan layanan pendidikan suatu sekolah menjadi bermutu. Hal tersebut terbukti ketika peneliti mewawancarai sebagian siswa terkait kepuasan terhadap kelengkapan dan penggunaan sarana dan prasarana sekolah. Hasil wawancara empat siswa menyatakan bahwa setuju jika pengadaan sarana prasarana berpengaruh terhadap mutu pembelajaran. Terutama pengadaan itu dilakukan terhadap jenis sarana dan prasarana pendidikan yang kurang layak karena rusak termakan usia serta pengadaan dilakukan untuk memperbarui jenis sarana dan prasarana pendidikan berbasis teknologi modern. Jika alat atau sarana yang diperlukan dalam pembelajaran tersebut lengkap maka pembelajaran menjadi nyaman dan materi mudah dipahami. Hal itu berpengaruh terhadap motivasi belajar siwa dan nilai hasil belajar. Terlebih setelah siswa lulus dari sekolah kejuruan nantinya jika langsung bekerja di pabrik, dengan pembelajaran praktek yang menggunakan peralatan modern yang disediakan sekolah maka siswa tidak asing lagi terhadap peralatan atau mesin yang modern yang digunakan pabrik saat bekerja. Manfaat secara langsung dirasakan oleh siswa cara kerja mesin serta pihak pabrik yang siap TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 langsung menggunakan siswa lulusan SMK tanpa harus melatih Kembali terhadap mesinmesin terbaru yang digunakan oleh suatu pabrik. Dari hasil penjelasan di atas, kualitas pembelajaran berpengaruh dan meningkat setelah diadakannya pengadaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah Siswa dapat belajar dengan baik bila sarana dan prasarananya lengkap dan Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil wawancara salah satu siswa yang mengatakan sebelum diadakan pengadaan sarana prasarana sekolah, di SMKN 1 Plosoklaten masih menggunakan sarana prasarana yang terkesan seadanya dan kurang memadai. Berdasarkan survei yang dilakukan secara acak menyatakan hampir seluruh siswa mendukung adanya pengadaan sarana prasarana baru berbasis teknologi modern. Alasannya jika sarana prasarana tidak diadakan berbasis teknologi modern maka kegiatan pembelajaran menjadi kurang maksimal dan mutu pembelajaran pun juga tidak akan maksimal. Setelah dilakukan pengadaan sarana prasarana, terbukti seluruh siswa merasa semangat dalam mengikuti pembelajaran baik teori maupun praktek sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran yang baik dan bermutu. Jika siswa mampu belajar secara efektif dan mudah memahami materi yang disajikan maka mutu pembelajarannya dapat dikatakan memuaskan. Sebagai contoh kepuasan siswa terhadap pengadaan sarana prasarana yang dilakukan di jurusan Agribisnis Peternakan (ATR). Untuk memaksimalkan pembelajaran dalam mata pelajaran Agribisnis Ternak pada praktek Ruminansia dilakukan pengadaan sarana prasarana pendidikan antara lain penambahan kandang ternak. penambahan lahan untuk menempatkan pakan ternak. kendaraan untuk mengangkut pakan ternak dan peralatan lainnya yang digunakan untuk membersihkan kandang untuk memandikan ternak, wadah minum ternak dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, di SMKN 1 Plosoklaten sebelum dilakukan pengadaan sarana prasarana terhadap jurusan ATR, terdapat 25% siswa masih kesulitan untuk memahami materi yang diberikan serta terdapat 19% siswa sangat kesulitan dalam memahami materi. Namun, setelah dilakukan pengadaan sarana prasarana yang dirasa kurang baik fungsinya, siswa tersebut telah dapat menjadi memahami materi dengan baik. Selanjutnya masih ada beberapa siswa yang masih kesulitan dalam memahami materi walaupun sarana prasarana telah dipenuhi dengan baik. Namun faktor kesulitan yang dialami beberapa siswa tersebut bukan karena tidak maksimalnya pemenuhan sarana prasarana melainkan terdapat faktor lain seperti malas belajar, tidak memperhatikan guru ketika pembelajaran, dan lain-lain. SIMPULAN Ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu syarat untuk menunjukkan kualitas pendidikan. Kegiatan pembelajaran tidak akan memadai tanpa dukungan sarana dan prasarana pendidikan tersebut. Kebijakan tersebut yakni jika guru membutuhkan sarana prasarana baru untuk kegiatan pembelajaran maka segera menyampaikan kepala sekolah agar segera diusahakan untuk disediakan. Selain itu jika salah satu guru atau siswa menemukan salah satu sarana prasarana sekolah yang rusak diminta untuk segera melaporkannya kepada kepala sekolah dan kemudian segera dilakukan perbaikan atau penggantian dengan yang baru. Implementasi kebijakan dalam pengadaan sarana dan prasarana di SMKN 1 Plosoklaten dengan penetapan, melihat sumber dana . euangan sekola. , identifikasi sarana dan prasarana yang ada, dan melihat fungsi ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah. Selanjutnya dilakukan pengadaan sarana prasarana pendidikan yang dikoordinatori oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. Hasil kebijakan dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan berpengaruh terhadap mutu pembelajaran siswa. Setelah dilakukan pengadaan sarana prasarana, terbukti seluruh siswa merasa semangat dalam mengikuti pembelajaran baik teori maupun praktek sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran yang baik dan bermutu. Indicator keberhasilan terlihat TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume5, . Agustus, 2025 siswa lebih semangat dan termotivasi dalam belajar, mudah memahami materi, suasana belajar kondusif serta lebih optimis. Berdasarkan survei, hampir seluruh siswa mendukung adanya pengadaan sarana prasarana baru berbasis teknologi modern. DAFTAR PUSTAKA