RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN INDEKS LQ45 DI BEI PERIODE 2018-2022 Binar Astika. Diana Dwi Astuti. Haifa Institut Teknologi dan Sains Mandala astika17@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Capital Structure. Asset Structure. Company Size. Profitability. Business Risk. Liquidity Kata Kunci: Struktur Modal. Struktur Aktiva. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Risiko Bisnis. Likuiditas 11 Juli, 01 Juli, 09 Juli. Abstract: The purpose of this study is to analyze the influence of asset structure, company size, profitability, business risk, and liquidity on capital structure, using companies listed in the LQ45 index on the Indonesia Stock Exchange (IDX) as the research objects. This research was conducted over five consecutive years, from 2018 to 2022, involving 16 companies selected through purposive sampling. The analysis method used is multiple linear regression. The results of the study indicate that, partially, asset structure, business risk, and liquidity significantly influence capital structure, while company size and profitability do not have a significant effect on capital structure. Simultaneously, asset structure, company size, profitability, business risk, and liquidity significantly influence capital structure. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas terhadap struktur modal dengan objek penelitian perusahaan-perusahaan dalam indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilakukan selama lima tahun berturut-turut, dari 2018 hingga 2022, mencakup 16 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, struktur aktiva, risiko bisnis, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, sementara ukuran perusahaan dan profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Secara simultan, struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 PENDAHULUAN Perusahaan, sebagai entitas bisnis yang menjalankan kegiatan ekonomi, memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui fungsi manajemen keuangan yang dilakukan dengan hati-hati dan tepat, karena setiap keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan-keputusan keuangan lainnya dan akhirnya berdampak pada nilai perusahaan. Keputusan keuangan yang perlu dipertimbangkan dengan seksama meliputi keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan dividen (D. Astuti & Hotima, 2. Keputusan pendanaan berkaitan erat dengan penggunaan sumber pendanaan dari liabilitas perusahaan. Liabilitas merujuk pada hutang atau kewajiban finansial perusahaan kepada pihak luar. Keputusan pendanaan melibatkan cara perusahaan memilih dan mengelola sumber pendanaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keuangan dan operasionalnya (Brealey et al. , 2. Keputusan pendanaan juga berhubungan dengan struktur modal perusahaan, yaitu perbandingan antara modal sendiri . dan liabilitas . Perusahaan harus mempertimbangkan proporsi yang tepat antara ekuitas dan hutang dalam struktur modalnya untuk mengoptimalkan penggunaan sumber pendanaan. Berikut adalah gambar liabilitas BUMN Karya: Gambar 1 Liabilitas BUMN Karya Perusahaan BUMN Karya masih menanggung beban utang di tengah kinerja fundamental yang tertekan. Pada semester I-2022, beberapa perusahaan BUMN yang menghadapi utang ini adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT). PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). PT PP Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Berdasarkan laporan keuangan emiten pada semester I-2022. WSKT memiliki utang atau liabilitas terbesar di antara emiten BUMN Karya, yaitu Rp77,21 triliun. WIKA menempati posisi kedua dengan liabilitas sebesar Rp51,72 triliun, diikuti oleh PTPP dengan Rp43,71 triliun, dan ADHI dengan Rp32,90 triliun. Kenaikan utang ini berdampak pada meningkatnya debt to equity RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 ratio (DER) emiten BUMN Karya, yang merupakan perbandingan antara utang dan Peningkatan utang tersebut disebabkan oleh proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19, mengakibatkan utang emiten-emiten ini terus bertambah secara signifikan, sehingga mereka terancam menghadapi kesulitan keuangan di tengah kondisi pandemi. Riyanto . menyatakan bahwa struktur modal terdiri dari dua komponen, yaitu modal asing dan modal sendiri. Modal asing, atau utang, merupakan salah satu sumber pembiayaan eksternal yang digunakan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan Dalam penelitian ini, struktur modal diukur menggunakan debt to equity ratio (DER). Struktur aktiva adalah susunan aktiva yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatannya, yang mencakup aktiva tetap dan aktiva lancar menurut (Sartono, 2. Struktur aktiva adalah kombinasi dari berbagai jenis aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, yang mencakup aktiva lancar dan aktiva tetap, dan digunakan oleh perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dan menjalankan kegiatan Menurut Sartono . , ukuran perusahaan dapat dinilai melalui berbagai indikator, seperti jumlah karyawan, nilai aset, pendapatan, atau kapitalisasi Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba atau keuntungan dari operasinya. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari penjualan atau aktivitas operasionalnya, dan diukur dengan rasio profitabilitas seperti ROA. ROE, dan net profit margin menurut (Sartono, 2. Risiko bisnis adalah kemungkinan terjadinya kerugian finansial atau kehilangan aset akibat dari faktor internal atau eksternal dalam suatu bisnis. Risiko bisnis adalah kemungkinan terjadinya kerugian finansial atau kehilangan aset akibat dari faktor internal atau eksternal dalam suatu bisnis, dan dapat dikelompokkan menjadi risiko operasional, risiko pasar, dan risiko kredit menurut (Sartono, 2. Menurut Sartono . , likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk dengan cepat memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya tanpa mengalami kerugian yang signifikan. Likuiditas diukur menggunakan rasio likuiditas seperti current ratio dan quick ratio. Astuti & Hotima . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur aktiva, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, likuiditas, dan risiko bisnis terhadap struktur modal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 sekunder dengan teknis analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur aktiva dan tingkat likuiditas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas, sementara ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan risiko bisnis tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Dan likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal. Struktur aktiva, pertumbuhan perusahaan, likuiditas, dan risiko bisnis mampu memoderasi profitabilitas. Astuti et al . , tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh faktor eksternal yang diproksikan terhadap inflasi, suku bunga. PDB, dan faktor internal yang diproksikan pada ROA, size, struktur aset. NDTS. INOS. INOP, kemudian modal inofatif secara parsial terhadap struktur modal dan nilai perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dengan alat uji statistik SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal berpengaruh terhadap struktur modal, faktor internal ROA dan size berpengaruh terhadap struktur Sari & Susilowati . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh risiko bisnis, non-debt tax shield, dan tangibilitas terhadap struktur modal, dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang mencakup 19 perusahaan sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan mencakup analisis regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya risiko bisnis yang berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, sementara non-debt tax shield dan tangibilitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Non-debt tax shield, di sisi lain, dapat dimoderasi oleh ukuran perusahaan, yang mengindikasikan bahwa variabel moderasi tersebut memperkuat hubungan antara non-debt tax shield dan ukuran perusahaan. Pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal Brigham & Ehrhardt . mengungkapkan bahwa pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal dapat dijelaskan dengan teori pecking order. Perusahaan yang memiliki struktur aktiva yang lebih tetap cenderung memilih hutang jangka panjang karena aset tetap tersebut dapat digunakan sebagai jaminan. Dalam penelitian Astuti & Hotima . dengan hasil penelitian menyatakan bahwa struktur aktiva dapat mempengaruhi struktur modal. H1: diduga struktur aktiva berpengaruh terhadap struktur modal RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Ukuran perusahaan merupakan penggolongan entitas dalam kategori besar, sedang, dan kecil (Mulyaningtyas & Candra, 2. Brigham dan Ehrhardt . pembiayaan perusahaan. Perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki akses yang lebih baik ke pasar modal dan cenderung memilih pendanaan dengan saham, sedangkan perusahaan yang lebih kecil cenderung menggunakan hutang sebagai sumber Dalam penelitian Astuti, dkk . dengan hasil penelitian ukuran perusahaan dapat dilihat bahwa Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. H2: diduga ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal Pengaruh profitabilitas terhadap struktur modal Profitabilitas memberikan ukuran Tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan dengan ditunjukkan laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatn investasi (Wardana, 2. Brigham dan Ehrhardt . mengungkapkan bahwa profitabilitas dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Perusahaan yang lebih menguntungkan cenderung memiliki risiko kredit yang lebih rendah dan dapat memperoleh hutang dengan tingkat bunga yang lebih rendah, sehingga cenderung menggunakan hutang sebagai sumber Dalam penelitian Astuti et al . menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. H3: diduga profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal Pengaruh risiko bisnis terhadap struktur modal Brigham dan Ehrhardt . mengungkapkan bahwa risiko bisnis dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh hutang. Perusahaan yang memiliki risiko bisnis yang tinggi cenderung memiliki risiko kredit yang lebih tinggi sehingga sulit untuk memperoleh hutang dengan tingkat bunga yang rendah. Sebaliknya, perusahaan dengan Risiko bisnis yang rendah memungkinkan memperoleh utang dengan suku bunga yang lebih rendah. Dalam penelitian Sari & Susilowati . , bahwa risiko bisnis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap DER. H4: diduga risiko bisnis berpengaruh terhadap struktur modal RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 Pengaruh likuiditas terhadap struktur modal Brigham & Ehrhardt. mengungkapkan bahwa Perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi dapat mendapatkan pembiayaan dengan suku bunga yang lebih rendah. Hal ini dapat mengurangi biaya pembiayaan dan memungkinkan perusahaan untuk memperoleh pendanaan dengan saham yang lebih sedikit. Dalam penelitian Astuti & Hotima . hasil pengujian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. H5: diduga likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal Pengaruh struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas terhadap struktur modal Dalam penelitian Astuti & Hotima . menunjukkan bahwa struktur aktiva dan likuiditas berpengaruh positif terhadap struktur modal. Penelitian Astuti et al . ) menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap struktur modal. Pada penelitian Sari & Susilowati . menunjukkan bahwa risiko bisnis berpengaruh terhadap struktur modal. H6: diduga struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas berpengaruh simultan terhadap struktur modal Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu yang digunakan sebagai referensi, terdapat perbedaan dengan penelitian ini. Adapun perbedaan tersebut adalah penelitian ini menggunakan variabel independen struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas. Penelitian ini menggunakan objek perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ45, dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear Selain itu, perbedaan yang lain terdapat pada tahun penelitian yang lebih terbarukan daripada peneitian sebelummnya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan sumber data sekunder dari website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu w. id, yang menyediakan laporan keuangan tahunan perusahaan. Objek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018 hingga 2022. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 purposive sampling, di mana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan atau kriteria Pengujian hipotesis klasik adalah proses untuk mengevaluasi sejauh mana model sesuai dengan hipotesis klasik. Pada kenyataannya, seringkali ditemukan bahwa hipotesis klasik tidak sepenuhnya terpenuhi, sehingga perlu dilakukan pengujian untuk menilai seberapa jauh hipotesis klasik terwujud (Ghozali, 2. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel independen dan dependen. Model regresi yang diterapkan adalah sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 e Koefisien Determinasi (R Squar. digunakan untuk menilai sejauh mana variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Semakin mendekati nilai R Square ke satu, semakin baik dan akurat variabel independen dalam menjelaskan variasi perubahan pada variabel dependen (Ghozali, 2. Uji t digunakan untuk menganalisis apakah ada perbedaan mean atau mean antara dua kumpulan data. Namun, uji t juga dapat digunakan untuk menentukan apakah data menyimpang dari standar yang sudah Uji t ini digunakan untuk mengevaluasi hasil uji parsial (Ghozali, 2. Uji F digunakan untuk menilai pengaruh keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F ini dapat dijelaskan melalui analisis ragam ( analysis of variance = ANOVA) (Ghozali, 2. Jika nilai statistik tinggi, hipotesis nol akan ditolak. Pada saat yang sama, nilai statistik yang rendah akan menerima hipotesis nol, karena variabel independen hanya menjelaskan perubahan kecil dalam variabel dependen di sekitar HASIL PENELITIAN Tabel 1 Uji t Model (Constan. Struktur Aktiva Ukuran Perusahaan Profitabilitas Risiko Bisnis Likuiditas Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 Unstandardized Coefficients Model Std. Error Sumber: Data Diolah . Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 1 dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai signifikan dari struktur aktiva 0,00 < 0,05 artinya H1 diterima H0 ditolak sehingga struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Nilai signifikan dari ukuran perusahaan 0,77 > 0,05 artinya H2 ditolak H0 diterima sehingga ukuran perusahaan tidak mempunyai nilai signifikan terhadap struktur Nilai signifikan dari profitabilitas 0,890 > 0,05 artinya H3 ditolak H0 diterima sehingga profitabilitas tidak mempunyai nilai signifikan terhadap struktur modal. Nilai signifikan dari risiko bisnis 0,00 < 0,05 artinya H4 diterima H0 ditolak sehingga risiko bisnis berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Nilai signifikan dari likuiditas 0,00 < 0,05 artinya H5 diterima H0 ditolak sehingga likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Tabel 2 Uji F (Anov. Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber: Data Diolah . Berdasarkan tabel 2, nilai signifikansi 0,00 < 0,05 menunjukkan bahwa H6 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan dalam indeks LQ45 untuk periode 2018-2022. PEMBAHASAN Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal Berdasarkan hasil pengujian, pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal menunjukkan nilai koefisien 0,00 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa struktur aktiva memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan dalam indeks LQ45. Dengan demikian. H1 yang menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 struktur modal dapat diterima, mendukung teori pecking order. Penelitian struktur aktiva diproksikan dengan membandingkan antara aktiva tetap dan total aktiva. Perusahaan yang memiliki struktur aktiva yang lebih tetap cenderung memilih hutang jangka panjang karena aset tetap tersebut dapat digunakan sebagai jaminan. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan (D. Astuti & Hotima, 2. , (Tijow et al. Watung et al. , 2. , dengan hasil penelitian menyatakan bahwa struktur aktiva dapat mempengaruhi struktur modal. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Berdasarkan hasil pengujian, pengaruh ukuran perusahaan terhadap struktur modal menunjukkan nilai koefisien 0,77 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan dalam indeks LQ45. Oleh karena itu. H2 yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal tidak dapat diterima. Penelitian ukuran perusahaan diproksikan dengan size. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Kusna & Setijani, 2. dengan hasil penelitian menyatakan bahwa ukuran perusahaan memberikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Namun hasil ini mendukung penelitian (D. Astuti et al. , 2021. Astuti & Hotima, 2016. Astuti, 2. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Berdasarkan hasil pengujian, pengaruh profitabilitas terhadap struktur modal menunjukkan nilai koefisien 0,890 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan dalam indeks LQ45. Oleh karena itu. H3 yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal tidak dapat diterima. Penelitian profitabilitas diproksikan dengan Return on Asset (ROA). Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Kanita, 2014. Watung et , 2. , menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur Namun hasil ini mendukung penelitian (D. Astuti & Hotima, 2016. Tijow et al. Pengaruh Risiko Bisnis Terhadap Struktur Modal Berdasarkan hasil pengujian risiko bisnis terhadap struktur modal diperoleh nilai dengan tingkat koefisien 0,00 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa risiko bisnis memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan dalam indeks LQ45. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 Dengan demikian. H4 yang menyatakan bahwa risiko bisnis berpengaruh terhadap struktur modal dapat diterima. Penelitian risiko bisnis diproksikan dengan Degree of operating Leverage (DOL). Penelitian ini mendukung penelitian (Sari & Susilowati, 2. menunjukkan bahwa risiko bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap DER Pengaruh Likuiditas Terhadap Struktur Modal Berdasarkan hasil pengujian likuiditas terhadap struktur modal diperoleh nilai dengan tingkat koefisien 0,00 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan indeks LQ45. Dengan demikian H5 yang menyatakan likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal dapat Penelitian likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR). Penelitian ini mendukung penelitian (D. Astuti & Hotima, 2016. Kusna & Setijani, 2. Hasil uji menunjukkan bahwa likuiditas memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Pengaruh Struktur Aktiva. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Risiko Bisnis. Dan Likuiditas Terhadap Struktur Modal Berdasarkan hasil pengujian secara bersamaan, diperoleh nilai signifikansi 0,00 < 0,05 yang mengindikasikan penerimaan H6 dan penolakan H0. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan variabel struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan dalam indeks LQ45 periode 2018-2022. KESIMPULAN Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada perusahaan dalam indeks LQ45 menunjukkan bahwa secara parsial struktur aktiva, risiko bisnis, dan likuiditas memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal, sementara ukuran perusahaan dan profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Selanjutnya, secara simultan struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dengan mengambil data dari perusahaan di luar indeks LQ45. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih tentang faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal di RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 76 - 87 Penelitian penggunaan variabel tambahan yang relevan untuk menganalisis pengaruh terhadap struktur modal. Misalnya, variabel-variabel seperti pertumbuhan perusahaan, kepemilikan institusional, atau faktor-faktor ekonomi makro seperti tingkat suku bunga dapat dimasukkan dalam analisis. REFERENSI